Kedatangan kembali Yesus adalah pengharapan terbesar umat kristian, sebab semua yang diharap-nantikan akan tergenap oleh kedatanganNya (Tit 2:13; Flp 3:20, 21; II Tim 4:8).
I. Dasar Bukti Alkitab
1. Nubuat dalam Kitab Perjanjian Lama
Δ “Ia datang, Ia datang untuk menghakimi bumi” (Mzm 96:13). “Lalu Tuhan, Allahku, akan datang dan semua orang kudus bersama-sama Dia” (Za 14:5, 6)
Δ “Tuhan akan datang dengan api” (Yes 66:15)
Δ Rujuk: Dan 7:13, 14; Mzm 98:9; 50:3; Yes 35:4; 40:10; Mal 3:1, 2; Ul 33:2
2. Janji Kristus sendiri
Δ “Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan BapaNya, diiringi malaikat-malaikatNya” (Mat 16:27; Mrk 8:38; Luk 9:26)
Δ “Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu, dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempatKu” (Yoh 14:2, 3)
Δ Mengenai petunjuk yang jelas dari kedatangan kembali tercatat di Kitab Mat 24, Mrk 13, Luk 17 dan 21.
Δ Perumpamaan tentang kedatangan kembali: ada 10 gadis menyambut pengantin laki-laki (Mat 25:1-13); memberi tugas menurut kepandaian (Mat 2:14-30); memisahkan domba dan kambing (Mat 25:31-46); hamba menanti tuannya (Luk 12:35-40); menyerahkan wang kepada 10 orang hamba dan lain-lain (Luk 19:12-27). Selain itu, kitab ‘Wahyu’ yang ditulis oleh Yohanes setelah Tuhan naik ke Sorga, banyak menyentuh hal-hal berkenaan Dia segera akan datang kembali (Why 1:7; 3:11; 16:15; 22:20)
3. Kesaksian malaikat-malaikat dan rasul-rasul
(1) Malaikat berkata: “Hai orang-orang Galelia, mengapa kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga” (Kis 1:10, 11)
(2) Kata Petrus: “Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, ……..maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu” (I Ptr 5:2-4)
(3) Kata Yohanes: “Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diriNya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaanNya yang sebenarnya” (I Yoh 3:2).
(4) Kata Paulus: “Kerana kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat” (Flp 3:20).
(5) Kata Yakobus: “Kerana itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan!” (Yak 5:7, 8)
(6) ‘Demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diriNya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diriNya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia” (Ibr 9:28).
II. Keadaan Kedatangan Kembali
1. Menyatakan diriNya dengan beribu-ribu malaikat di dalam api bernyala-nyala
Δ “Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat: katanya: Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudusNya” (Yud 14)
Δ “Pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diriNya bersama-sama dengan malaikat-malaikatNya, dalam kuasaNya, di dalam api yang bernyala-nyala” ( II Tes 1:7)
2. Orang-orang kudus akan bangkit dahulu dan menyatakan diri dalam angkasa bersama-sama Tuhan
Δ “Kerana jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahawa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia ……… maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit” (I Tes 4:14, 16)
3. Kita akan berubah, diangkat ke langit dan bertemu muka dengan Tuhan
Δ “Dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang yang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah” (I Kor 15:52)
Δ “Sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Dengan demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan” (I Tes 4:17)
4. Setiap mata akan melihatNya dan segala bangsa akan meratap
Δ “Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia” (Why 1:7)
Δ “Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang” (Mat 24:30)
III. Kesudahan Kedatangan Kembali
Tujuan utama kedatangan kembali Kristus ialah untuk menjalankan penghakiman – mengganjarkan yang baik, menghukum yang jahat. Berikut disenaraikan, berdasarkan Alkitab beberapa butir perihal kesudahan kedatangan kembaliNya:
1. Pemercaya kudus masuk sorga, menikmati hidup kekal
Δ “Dan Raja akan berkata kepada mereka yang di sebelah kananNya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh BapaKu, terimalah kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan” (Mat 25:31-34)
Δ “Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hariNya” (II Tim 4:7,8)
Δ “Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu” (I Ptr 5:4)
2. Orang jahat masuk neraka, menerima hukuman kekal
Δ “Pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diriNya bersama-sama dengan malaikat-malaikatNya, dalam kuasaNya, di dalam api bernyala-nyala, dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita. Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatanNya” (II Tes 1:7-9)
Δ “Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua” (Why 21:8)
Δ “Dan Raja akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiriNya: Enyahlah dari hadapanKu, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya” (Mat 25:41-46)
3. Iblis dilemparkan ke dalam lautan api, disiksa selama-lamanya
Δ “Dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilempakan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya” (Why 20:10)
Δ “Ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya” (Mat 25:41)
4. Langit-bumi lama musnah, langit-bumi baru muncul
Δ “Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapanNya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya” (Why 20:11)
Δ “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKu tidak akan berlalu” (Mat 24:35)
Δ “Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur kerana nyalanya. Tetapi sesuai dengan janjiNya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran” (II Ptr 3:10-13)
IV. Tanda-Tanda Kedatangan Kembali
Tuhan berkata: “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di Sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri” (Mat 24:36), maka dapat diketahui bahawa hari dan waktu kedatangan kembali Kristus tidak diberitahukan kepada manusia dengan jelas. Tetapi dari tanda-tanda yang pasti muncul sebelum kedatangan kembaliNya, kita dapat mengetahui jauh dekatnya hari itu. Berikut ini adalah tanda-tanda tentang kedatangan kembali:
1. Dalam segi dunia
(1) Dosa bertimbun-timbun sampai ke langit.
Angkatan Nuh dan kota Sodom dimusnahkan kerana ‘dosanya terlalu berat’ (Kej 6:11-13; 18-20); dan bumi kelak akan dihancurkan juga kerana dosa sudah penuh.
Δ “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba wang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik. Suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakikatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!” (II Tim 3:1-5)
Δ “Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka. Mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan, dan mereka tidak bertobat daripada pembunuhan, sihir, percabulan dan pencurian” (Why 9:20, 21)
Δ “Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: “Pergilah kamu, hai umatKu, pergilah daripadanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya. Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya” (Why 18:4, 5)
(2) Pengetahuan berkembang pesat
Δ “Tetapi Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang yang akan menyelidikinya dan pengetahuan akan bertambah” (Dan 12:4)
Δ “Lalu ia berkata kepadaku: Jangan memeteraikan perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini, sebab waktunya sudah dekat” (Why 22:10) – pengetahuan rohani bertambah.
(3) Dunia berpecah-belah
Δ “Seperti tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu bererti: mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat” (Dan 2:43, 44).
Δ “Aku akan menggerakkan orang Mesir melawan orang Mesir, supaya mereka berperang, setiap orang melawan saudaranya, dan setiap orang melawan temannya, kota melawan kota, kerajaan melawan kerajaan” (Yes 19:2)
Δ “Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semua itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru” (Mat 24:7, 8).
(4) Peperangan besar terjadi
Δ “Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kedua aku mendengar kuda lain, seekor kuda merah padam dan orang yang menungganginya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar” (Why 6:3, 4)
Δ “Kepada dunia akan Kubalaskan kejahatan dan kepada orang-orang fasik kesalahan mereka; kesombongan orang-orang pemberani akan Kuhentikan, dan kecongkakkan orang-orang yang gagah akan Kupatahkan, Aku akan membuat orang lebih jarang daripada emas tua, dan manusia lebih jarang daripada emas ofir” (Yes 13:11, 12)
Δ “Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi …… segala sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya, …… pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaanNya” (Mat 24:21-29).
(5) Ada kelaparan, penyakit sampar dan gempa bumi
Δ “Dan Anak Domba itu membuka meterai yang keempat, aku mendengar suara makhluk yang keempat berkata: ‘Mari’, dan aku melihat sesungguhnya, ada seekor kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang dan dengan kelaparan dan sampar dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi (Why 6:7, 8)
Δ “Dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar, dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit” (Luk 21:11)
Δ “Hai penduduk bumi, kamu akan dikejutkan, akan masuk pelubang dan jerat! Maka yang lari kerana bunyi yang mengejutkan akan jatuh ke dalam pelubang dan yang naik dari dalam pelubang akan tertangkap dalam jerat. Sebab tingkap-tingkap di langit akan terbuka dan akan bergoncang dasar-dasar bumi. Bumi remuk redam, bumi hancur luluh bumi goncang-gancing. Bumi terhuyung-huyung sama sekali seperti orang mabuk dan goyang seperti gubuk yang ditiup angin; dosa pemberontakannya menimpa dia dengan sangat, ia rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi” (Yes 24:17-20)
2. Dalam Segi Rohani
(1) Pencurahan Roh Kudus Hujan Akhir
Menurut Firman Allah dalam Alkitab, Roh Kudus yang dijanjikan akan turun dalam dua peringkat, yaitu Roh Kudus yang turun pada zaman rasul-rasul yang disebut ‘Hujan Awal’ (hujan musim luruh), dan Roh Kudus yang turun pada masa sebelum Tuhan datang kembali yang disebut ‘Hujan Akhir’ (hujan musim semi).
Δ “Hai bani Sion, bersorak-soraklah, sebab telah diberikanNya kepadamu hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu” (Yl 2:23; rujuk: Ul 11:24).
Δ “Baiklah kita takut akan Tuhan, Allah kita yang memberi hujan pada waktunya, hujan pada awal musim maupun hujan pada akhir musim” (Yer 5:24)
Δ “Aku akan mencurahkan RohKu ke atas semua manusia …… juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan RohKu pada hari-hari itu…… sebelum datangnya hari Tuhan yang hebat dan dahsyat itu. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan” (Yl 2:28-32).
(2) Kebangkitan Semula Kerajaan Israel Rohani
Δ “Aku akan menjemput kamu dari antara bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa kamu kembali ke tanahmu, – kamu akan Kuberikan hati yang baru dan roh yang baru di dalam batinmu” (Yeh 36:24-27).
Δ “Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: Mari, kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub” (Yes 2:2, 3)
Δ “Beginilah firman Tuhan Allah: Sungguh, Aku menjemput orang Israel dari tengah bangsa-bangsa, ke mana mereka pergi; Aku akan mengumpulkan mereka dari segala penjuru dan akan membawa mereka ke tanah mereka. Aku akan menjadikan mereka satu bangsa di tanah mereka, di atas gunung-gunung Israel dan satu raja memerintah mereka seluruhnya; mereka tidak lagi menjadi dua bangsa dan tidak lagi terbagi menjadi dua kerajaan” (Yeh 37:21, 22)
(3) Ajaran sesat orang kafir bangkit dengan pesat
Δ “Negerinya penuh berhala-berhala; mereka sujud menyembah kepada buatan tangannya sendiri dan kepada yang dikerjakan oleh tangannya. Maka manusia ditundukkan dan orang direndahkan – janganlah ampuni mereka” (Yes 2:8, 9)
Δ “Pedang menimpa segala airnya, sehingga menjadi kering sebab negeri itu penuh patung-patung, mereka menjadi gila oleh berhala-berhala mereka” (Yer 50:38)
Δ “Oleh ketiga malapetaka ini dibunuh sepertiga dari umat manusia…… tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka. Mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan” (Why 9:18-20)
(4) Gereja palsu bertambah banyak
Δ “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaKu dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang” (Mat 24:4, 5)
Δ “Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. Sebab mesias-mesias dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga” (Mat 24:11, 23, 24)
Δ “Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga. Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh. Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang” (Why 13:11-13).
(5) Antikristus muncul
Δ “Lalu akan melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tandaknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat …… lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat namaNya dan kemah kediamanNya dan semua mereka yang diam di Sorga. Dan ia diperkenan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadaNya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa” (Why 13:1-7)
Δ “Raja itu akan berbuat sekehendak hati; ia akan meninggikan dan membesarkan dirinya terhadap setiap Allah. Juga terhadap Allah yang mengatasi segala allah ia akan mengucapkan kata-kata yang tak senonoh sama sekali, ……… juga para allah nenek moyangnya tidak akan diindahkannya; baik pujaan orang-orang perempuan maupun allah manapun juga tidak akan diindahkannya, sebab terhadap semuanya itu ia akan membesarkan diri” (Dan 11:36, 37)
Δ “Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah …… pada waktu itu si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulutNya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali” (II Tes 2:3-10).
(6) Injil kerajaan Sorga tersebar ke seluruh penjuru dunia
Δ “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya” (Mat 24:14).
Δ “Lalu aku mengambil kitab itu dari tangan Malaikat itu, dan memakannya di dalam mulutku ia terasa manis seperti madu, tetapi sesudah aku memakannya, perutku menjadi pahit rasanya, maka ia berkata kepadaku: Engkau harus bernubuat lagi kepada banyak bangsa dan kaum dan bahasa dan raja” (Why 10:10, 11).
Δ “Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksiKu, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya. Mereka adalah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam …… dan apabila mereka menyelesaikan kesaksian mereka, maka binatang yang muncul dari jurang maut, akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka” (Why 11:3-7)
(7) Gereja ditimpa penganiayaan besar
Δ “Pada waktu itu kamu diserahkan supaya disiksa dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh kerana namaKu, dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci” (Mat 24:9, 10)
Δ “Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh kerana Firman Allah dan oleh kerana kesaksian yang mereka miliki …… dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirehat sedikit waktu lagi sehingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka” (Why 6:9-11).
Δ “Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya, dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut. Maka naiklah mereka ke seluruh daratan bumi, lalu mengepung perkemahan tentera orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka” (Why 20:7-9)
(8) Pengantin perempuan siap berdandan
Δ “Untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diriNya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tak bercela” (Ef 5:26, 27).
Δ “Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai dan memuliakan Dia! Kerana hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantinNya telah siap sedia. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilau dan yang putih bersih! [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus”] (Why 19:7, 8)
Δ “Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari Sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya” (Why 21:2)
V. Persiapan Untuk Kedatangan Kembali
Setelah Tuhan Yesus memberitahukan tanda-tanda tentang kedatangan kembaliNya di Injil Matius fasal 24, menjurus di fasal 25, Dia membentangkan 3 perumpamaan. Maksud perumpamaan-perumpamaan itu adalah untuk memberitahu kita apakah sebenarnya yang harus kita perbuat terhadap diri sendiri, terhadap Allah juga terhadap orang lain, sebelum kedatangan kembaliNya.
1. Tehadap Diri Sendiri – Kejari Kekudusan
(1) Sediakan minyak – dipenuhi Roh Kudus
Δ “Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka” (Mat 25:3, 4; rujuk: I Yoh 2:27 – minyak menunjukkan Roh Kudus).
Δ “Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus” (Rm 8:9)
Δ “Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaanNya” (Ef 1:14)
(2) Pelita tetap menyala – memperlihatkan perbuatan yang baik.
Δ Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyak itu, sebab pelita kami hampir padam” (Mat 25:8)
Δ Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu diletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di Sorga” (Mat 5:15, 16)
Δ “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan” (Ibr 12:14)
(3) Berjaga-jaga sambil menanti – bertahan sampai pada kesudahannya
Δ “Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!” (Mat 25:4, 6)
Δ “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta-pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia” (Luk 21:34-36).
Δ Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat” (Mat 24:13)
2. Terhadap Allah – Giat Dalam Kerja Suci
(1) Sedari akan kewajiban sendiri
Δ “Sebab hal kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian keluar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat” (Mat 25:14, 15).
Δ “Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita; jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar” (Rm 12:6-8)
Δ “Kerana jika aku memberitakan injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan injil. Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku” (I Kor 9:16, 17).
(2) Tunaikan tanggungjawab masing-masing
Δ “Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu, ia menjalankan wang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta” (Mat 25:16, 17)
Δ “Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima pukulan. Tetapi barangsiapa yang tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, daripadanya akan lebih banyak lagi dituntut” (Luk 12:47, 18)
Δ “Sekali peristiwa pohon-pohon pergi mengurapi yang akan menjadi raja atas mereka. Kata mereka kepada pohon zaitun: Jadilah raja atas kami. Tetapi jawab pohon zaitun itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan minyakku yang dipakai untuk menghormati Allah dan manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohon? …… Tetapi jawab pohon ara itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan manisanku yang baik dan pergi melayang di atas pohon-pohon” (Hak 9:7-13)
(3) Jangan menerima karunia Tuhan dengan sia-sia.
Δ “Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan wang tuannya …… maka kata tuannya, campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi” (Mat 25:18, 26-30)
Δ “Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatikan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah yang telah kamu terima” (I Kor 6:1, 2)
Δ “Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu” (Est 4:14)
3. Terhadap Saudara – Saling Mengasihi Dengan Tulus
(1) Mengasihi saudara sama dengan mengasihi Allah.
Δ “Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Mat 25:40)
Δ “Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya” (I Yoh 4:20, 21)
Δ “Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya. Tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia” (Ams 14:31)
(2) Orang yang melakukan kasih akan diselamatkan
Δ “Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kananNya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh BapaKu, terimalah kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu merawat Aku; ketika Aku di dalam penjara kamu mengunjungi Aku” (Mat 25:34-36)
Δ “Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, kerana sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini” (I Yoh 4:17)
Δ “Sebab bagi orang yang ada di dalam Kristus Yesus, hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu erti, hanya iman yang bekerja oleh kasih” (Gal 5:6)
(3) Harus mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri
Δ “Melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!” (Gal 5:14)
Δ “Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasih sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat” (Rm 13:8-10)
Δ “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat, kerana itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang supaya kamu dapat berdoa. Tetapi yang terutama: Kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain. Sebab kasih menutupi banyak sekali dosa” (I Ptr 4:7, 8)
VI. Pelbagai Pandangan Tentang Kedatangan Kembali
Huraian tentang kedatangan kembali Kristus yang dibentangkan di atas, kesemuanya adalah berdasarkan petunjuk Alkitab, bukan berdasarkan teori atau tafsiran manusia. Berkenaan kedatangan kembali, gereja-gereja pada umumnya tidak dapat mencapai kesefahaman, masing-masing dengan pandangan sendiri bahkan ada yang menyimpang dari Alkitab, disebabkan mereka tidak mempunyai pimpinan dan wahyu dari Roh Kudus. Berikut secara ringkasnya diperkenalkan berbagai ragam pandangan tersebut:
1. Teori Kedatangan Kembali Roh
Mereka beranggapan bahwa Roh Kudus yang telah turun pada hari Pentakosta adalah kedatangan kembali Kristus. Mereka tidak percaya bahwa di masa kelak Kristus akan datang di atas awan-awan bersama-sama dengan beribu-ribu malaikatNya untuk menghakimi dunia ini. Orang-orang yang percaya akan teori ini kebanyakan adalah mereka yang menganalisa Alkitab menurut ilmu sains manusia – Ilmiah Teologi Baru.
2. Teori Yesus Sudah Datang
Teori ini timbul dari satu kumpulan penyelidikan Alkitab di Amerika. Mereka berkata bahwa Yesus akan datang kembali sesudah akhir zaman, dan kedatanganNya kembali tidak dapat dilihat oleh semua orang, Dia akan datang secara tiba-tiba dengan diam-diam, orang yang mengetahuinya sangat sedikit. Menurut perhitungan mereka, Yesus sudah datang kembali pada tahun 1874, dan melakukan pekerjaan menuai. Dan naik ke takhta kerajaanNya pada tahun 1914; pada tahun 1918 sudah masuk ke dalam Bait Suci. Kata mereka, kerana Tuhan sudah datang kembali pada tahun 1874, dunia disinari oleh terangNya, sehingga ilmu pengetahuan bertambah dan semakin maju. Memandangkan dunia sudah semakin terang, maka tidak perlu menanti kedatanganNya lagi. Mereka berharap akan membangun Kerajaan Seribu Tahun di bumi bersama dengan Kristus, memulihkan keadaan yang bahagia di Taman Eden, menyelesaikan kerja penyelamatan Allah.
3. Teori Kedatangan Kembali Sebelum Seribu Tahun Yobel
Teori ini mengira bahwa dunia akan bertambah buruk, dan gereja akan diangkat secara tiba-tiba. Selanjutnya malapetaka menimpa bumi, orang Israel dan sebagian bangsa lain yang tertinggal di bumi akan bertobat dan menerima Kristus. Kemudian Kristus dan gereja akan turun dari langit dan syaitan dibelenggu, lalu membangun kerajaan yang mulia selama seribu tahun di bumi. Setelah habis masa seribu tahun Iblis akan dilepaskan dan akan menyesatkan bangsa-bangsa, mengepung perkemahan tentera orang kudus, dan kota yang dikasihi itu. Pada waktu itu dari langit akan turun api menghanguskan mereka, dan Kristus akan melakukan penghakiman yang terakhir, mengakhiri zaman ini.
4. Teori Kedatangan Kembali Sesudah Seribu Tahun Yobel
Mereka menganggap bahwa Injil akan tersebar ke seluruh dunia, dan kebanyakan manusia mau menerima Kristus sebagai Tuhan. Oleh demikian, dunia akan menjadi tempat yang dikuasai oleh Kristus, dan muncul Kerajaan Seribu Tahun yang aman sejahtera (zaman keemasan gereja). Tetapi menjelang berakhirnya seribu tahun, kejahatan akan bertambah-tambah, maka Kristus akan turun dari langit untuk menghakimi dunia. Orang yang baik masuk ke Sorga menikmati kebahagiaan manakala orang yang jahat akan dilemparkan ke dalam neraka dan disiksa.