Bab 15 Kesaksian-kesaksian Peribadi

15.1 Pendahuluan

​Bab ini memperlihatkan beberapa kesaksian untuk memberikan sebuah gambaran kepada para pembaca mengenai pengalaman-pengalaman orang-orang percaya yang menerima Roh Kudus.

​Perlu ditekankan, pengalaman tiap-tiap orang berbeda: beberapa jemaat mempunyai pengalaman yang lebih kuat yang diberikan Allah kepada mereka daripada jemaat-jemaat lain. Namun satu ciri yang senantiasa ada dan umum di dalam pengalaman semua jemaat adalah mereka semua berkata-kata dalam bahasa roh pada saat menerima baptisan Roh Kudus. Ini adalah bukti mutlak menerima Roh Kudus, seperti yang ditunjukkan di dalam Alkitab.

​Kiranya Roh Allah menerangi hati anda dan mengilhamkan anda untuk memohon Roh Kudus di Gereja Yesus Benar, seperti orang-orang ini.

15.2 Sukacita yang tak terukur (oleh Lin Wu Zhen)

​Di tahun 1929, saya membuka praktek pengobatan di Xikou, Taiwan. Sya tidak mengenal agama Kristian dan tidak pernah mendengar nama Yesus. Walaupun saya seorang doctor, saya tidak mampu menyembuhkan isteri saya yang menderita asma selama bertahun-tahun.

​Pada suatu hari, saudara ipar saya yang bernama Tsai Hai Dao berkata kepada saya, “Gereja Yesus Benar mengabarkan injil di Dalin. Gereja itu mempunyai Roh Kudus, dan orang-orang yang sakit dapat pergi ke sana untuk memperoleh kesembuhan. Bawa saudara perempuan saya ke sana agar ia dapat sembuh dari asma.”

​Namun kata-kata ini menyebalkan hati saya, dan saya langsung menegurnya.

​Beberapa hari kemudian, saya pergi ke Dalin untuk mengunjungi teman baik saya, Zhu Kuo. Saat saya tiba di sana, saya melihatnya membaca majalah Holy Spirit Times. Ia berkata kepada saya dengan penuh rasa tertarik, “Di sini ada berita yang sangat menarik: artikel ini membicarakan tentang Gereja Yesus Bnear, yang berasal dari China,dan berbeda dengan gereja-gereja lain. Jemaatnya mempunyai Roh Kudus dapat berbahasa roh. Mereka bahkan dapat mengusir setan dan menyembuhkan sakit. Gereja ini pasti gereja yang benar.”

​Saya menjawab, “Kamu bicara omong kosong. Bagaimana biasa orang flosofis dan pintar seperti kamu, yang tidak percaya dengan ipar saya, dan tidak percaya dengan dewa-dewa, biasa sebodoh saudara ipar saya, Hai Dao? Pernahkah kamu pergi ke toko bunga yang tidak kepada orang-orang betapa pandai kemampuan pengubatan kita, dan betapa mujarab ubat-ubatan kita dibandingkan yang lain. Tidak berbeda dengan agama: gereja mana yang tidak menyatakan diri sebagai yang benar dan yang dapat menyelamatkan dunia? Saya tidak mahu percaya.”

​Tetapi Zhu Kuo bersikeras, “Gereja Yesus Benar pastilah berbeda dengan gereja-gereja lain. Belum lama ini saya juga tidak mahu percaya, tetapi saya melihat dengan mata kepala sendiri beberapa pasien saya percaya dan mendapatkan kesembuhan. Ini sebabnya saya ingin mencari tahu lebih banyak.”

​Penasaran dengan perkataan teman saya ini, saya menjawab, “Mungkin ada sesuatu di balik hal ini. Beritahu saya apabila kamu mahu pergi ke sana- saya akan pergi denganmu”

​Tiga hari setelah kembali ke rumah, pada tanggal 8 April 1929, saudara ipar saya Hai Du membawa Penatua Seiki Suda dari Jepun, dan Saudara Hai Qing Tsai (yang kemudian dikenal sebagai Diaken Shen Ming Tsai) ke rumah saya. Penatua menjelaskan, “Tuan Kuo berkata kepada saya bahawa anda mahu mengetahui lebih banyak tentang kebenaran, dan itu sebabnya kami ada di sini”

​Mendengar ini, saya segera mengajak teman-teman untuk bergabung dengan kami, muntuk mendengar pesan mereka. Penatua lalu menyampaikan khotbah dalam bahasa Jepun yang diterjemahkan diaken ke bahawa Taiwan. Setelah mereka selesai, mereka meminta isteri dan anak-anak saya untuk berlutut di tempat tidur dan berdoa. Ia meminta mereka untuk percaya di dalam hati dan mengajarkan mereka doa sederhana: “Haleluya! Tepujilah Tuhan Yesus. Kami memohon agar Roh Kudus memenuhi hati kami.” Penatua dan diaken lalu berdoa di dalam bahasa roh yang tidak saya mengerti. Saya juga melihat tubuh mereka bergetar.

​Lima minit berdoa, saya menyedari adanya sebuah kekuatan yang mengangkat isteri saya beberapa inci dari atas tempat tidur. Ia meloncat-loncat dengan lututnya, dan memukuli dadanya sendiri. Isteri saya mengucapkan kata-kata yang tidak saya mengerti. Saya merasa ngeri- saya berfikir, apabila ia terus melakukan hal ini, ia akan merusak paru-parunya dan mati. Jadi saya naik ke atas tempat tidur untuk menghentikannya. Melihat kekuatiran saya, penatua menaruh tangannya ke atas kepala isteri saya, dan berkata, “Amin”. Isteri saya kemudian menjadi tenang. Ia keringatan, tetapi tersenyum. Yang mengejutkan, ia nampaknya tidak ada dalam kesakitan, dan malah nampak segar dan tenang. Ia berkata, “Saat berdoa, saya melihat cahaya yang sangat terang menyinari saya.”

​Diaken Tsai menjawab, “Puji Tuhan atas kasih karuniaNya. Ia telah melihat cahaya kemuliaan.”

​Pada saat itu saya tidak mengerti apa yang ia maksud. Cahaya apa yang dilihat isteri saya?

​Sebelum mereka pergi, penatua dan diaken berkata kepada saya, “Bila anda percaya kepada Yesus dengan tulus, anda juga dapat menerima Roh Kudus, bahkan tanpa perlu kami tumpangi tangan.”

​Malam itu, sebelum kami tidur, isteri dan anak saya berdoa. Sekali lagi, mereka dipenuhi Roh Kudus dan berkata-kata dalam bahasa yang tidak dimengerti. Dan sekali lagi, isteri saya meloncat-loncat dengan lututnya.

​Setelah berdoa, saya berkata kepadanya, “Kamu tidak sehat. Mengapa harus berdoa sebegitu keras?”

​Ia menjawab, “Saya ingin berdoa kerana rasanya enak- lebih enak daripada meminum ubat. Saya juga dapat merasakan kesihatan saya membaik.”

​Tidak lama, isteri dan anak saya menerima baptisan air. Saya juga mulai mengikuti kebaktian di gereja dan belajar Alkitab dengan tekun. Perlahan-lahan, kasih Allah membuka hati saya untuk mengerti kebenaran. Lalu pada tanggal 20 Mei 1929, giliran saya yang dilahirkan menjadi manusia baru. Hari ini, sepuluh orang yang menerima baptisan air, termasuk teman saya, Zhu Kuo, saudara ipar saya, Tsai Hai Dao, dan beberapa guru dan orang-orang yang menghadapi berbagai macam penyakit. Banyak penduduk desa yang penasaran turut serta untuk melihat-lihat. Mereka mengejek kami, “Bagaimana mungkin orang-orang berpendidikan seperti kalian percaya dengan Yesus?”

​Setelah baptisan air, kami kembali ke gereja untuk menerima sakremen pembasuhan kaki dan perjamuan kudus. Kamu semua merasa sangat terharu dengan kasih Allah. Kemudian kami berdoa bersama memohon Roh Kudus. Pada saat berdia, Penatua Gideon Huang menumpangkan tangan ke atas kepala saya, dan saya dapat merasakan kehangatan turun ke atas kepala saya, dan saya dapat merasakan kehangatan turun ke kepala saya. Saya merasa sukacita, tetapi tidak mendapatkan Roh Kudus.

​Keesokkan hari pada waktu sore, kami pergi keluar ke padang di belakang rumah kami untuk berdoa. Langit nampak gelap kerana baru saja turun hujan. Kami tidak dapat berlutu kerana tanah masih basah, jadi kami berdoa dengan berdiri. Setelah beberapa minit, dalam keadaan sedar, saya merasakan kaki saya bergerak dan menyedari adanya sebuah rasa hangat di dalam diri saya. Saya dapat mengetahui saya akan segera menerima Roh Kudus, dan mengencangkan genggaman tangan saya agar tidak bergerak-gerak. Saya juga dengan sedar berusaha mengucapkan kata-kata doa saya dengan hati-hati, agar saya tidak berbahasa roh. Namun saya tidak dapat menahan kuasa Roh Kudus- saya mulai mengucapkan kata-kata yang tidak saya mengerti. Pada saat yang sama, tubuh saya mulai terangkat dari tanah oleh Roh. Saya menari dan berbalik, tangan saya tersebar di kanan dan kiri saya. Di depan, saya dapat melihat cahaya yang seerang siang hari.

​Saya belum pernah mengalami sukacita seperti itu pada malam saya menerima Roh Kudus. Saya tidak akan menukarnya dengan apa pun juga dalam dunia ini.

15.3 Diilhamkan kerana perubahan suami saya (oleh Yang Shu Zhen)

​Ada masa-masa saya tidak mengenal Yesus Kristus dan menyembah berhala. Saya hidup dalam kemiskinan di sebuah desa. Suami saya mempunyai kesihatan yang jelek dan tidak mampu bekerja. Ia juga mempunyai temperamen yang buruk dan sering memukuli saya hingga jatuh sakit. Saya merasa putus asa dan sendirian. Tetapi saya bersyukur kepada Allah atas kasihNya kerana dalam masa-masa itu, Ia menyelamatkan suami saya (yang kemudian menjadi Diaken Tsai Shen Ming) dan saya sendiri.

​Di tahun 1928, suami saya pergi ke Tainan di Taiwan, untuk mencari pengubatan. Di sana ia dipimpin oleh Tuhan untuk mengikuti kebaktian di Gereja Yesus Benar. Setelah mempelajari doktrin-doktrin, ia dibaptis, meninggalkan Gereja Presbiterian yang selama ini ia ikuti. Segera setelah itu, ia menerima Roh Kudus dan menjadi orang yang sama sekali baru. Ketika ia kembali ke desa kami, ia mulai mengabarkan injil dengan penuh semangat mengenai pekerjaan Roh Kudus di Gereja Yesus Benar. Tetapi saya tidak berani menyakini ia telah sungguh-sungguh berubah dan mengabaikan apa yang ia katakana. Namun saya mengamati sifat dan tingkah lakunya selama beberapa hari, dan melihat sebuah perbedaan yang sangat drastic.

​Suatu hari, seorang penatua dari Gereja Yesus Benar datang ke desa kami untuk mengadakan baptisan air. Pada saat itulah saya memutuskan untuk percaya dan dibaptis. Saat suami saya menanyakan alasan saya, saya menjawab, “Saya ingin agar dosa-dosa saya dihapuskan; agar saya dapat berubah, dan hidup dalam kehidupan yang baru”. Mendengar ini, suami saya menjadi sangat gembira. Pada saat dibaptis, saya melihat cahaya kemuliaan bersinar di depan saya. Setelah itu saya merasakan seolah-olah ada beban berat, yang selama ini saya pikul, terangkat. Saya merasa sangat ringan- seperti orang yang merdeka. Saya merasa sangat gembira dan terus menerus mengucapkan “Haleluya“.

​Pada saat berjalan pulang, saya berdoa berkali-kali: lima kali di tengah perjalananl tiga kali di rumah, saat mencuci baju, dan lima kali saat memasak makan malam. Apada akhirnya, setelah saya selesai memasak dan menunggu keluarga berkumpul di meja makan, saya berdoa lagi. Kali ini, saya menerima Roh Kudus: saya berkata-kata dalam bahasa roh dengan keras dan seluruh tubuh saya bergetar. Suami saya yang ada di ruangan lain mendengar saya berdoa, dan turut berdoa bersama saya. Saya dipenuhi Roh Kudus. Sukacita yang saya alami seperti mata air yang hidup, mengalir ke dalam diri saya.

​Setelah menerima baptisan air dan Roh Kudus, saya merasa seperti dibebaskan dari belenggu dosa dan dukacita. Sekarang saya merasa sukacita dan damai. Dan sebagai bonus, Allah memberikan saya kesihatan yang baik.

​Saya tidak akan pernah melupakan kejadian saat saya menerima Roh Kudus. Puji Tuhan, Ia terus hidup di dalam diri saya- senantiasa mengajar saya, menenangkan dan memastikan keselamatan saya. Dan saya akan terus bersandar kepadaNya dan menyerahkan diri ke dalam pimpinanNya, agar saya dapat berjalan di dalam jalan Tuhan, melayani Dia dan menantikan kedatanganNya keduakalinya dalam kemuliaan.

15.4 Kuasa Roh Kudus (oleh Chen Yang Zheng)

​Saya dilahir dari sebuah keluarga yang menjalani berbagai macam agama, tetapi keluarga saya pindah ke Shima di Propinsi Longxi untuk membuka usaha. Di musim dingin tahun 1921, saya kembali ke rumah untuk menikah. Isteri saya adalah orang Kristian dan lulusan dari sekolah Kristian. Saya ingat pada saat kami menikah, ia tidak mahu sujud menyembah altar leluhar kami. Namun setelah lewat beberapa waktu, ia terpengaruh dengan praktik-praktik agama dalam keluarga kami.

​Saya menjalani usaha menjual buah-buahan kering dan permen. Di tiap akhir tahun, saya pergi ke Shanghai HangZhou untuk mengurusi leuangan. Di perjalanan-perjalanan bisnes ini, saya seringkali bergaul di tempat-tempat yang berhubungan dengan minum-minuman keras, berjudi, dan prostitusi. Secara khusus saya suka dengan permainan mahyong, dan berjudi dari sore hiingga dini hari selama satu hingga dua hari bukanlah hal baru bagi saya. Walaupun kadang-kadang merasakan hari bukanlah hal baru bagi saya. Walaupun kadang-kadang merasakan seperti perasaan sesal, saya tidak dapat melepaskan diri saya dari kecansuan ini. Saya juga menelantarkan isteri saya yang menunjukkan kemarahan dan ketidaksetujuaannya dengan berdiam diri.

​Di bulan Januari 1931, beberapa orang dari desa saya: Chen Meng Lan, Li Chen, Ou Yu Chun, dan orang-orang lain yang kecanduan berat dengan ganja, menerima berita tentang Gereja Yesus Benar di Putian. Mereka mendengar bahawa orang-orang mengalami berbagai jenis penyakit dan kecanduan mendapat kesembuhan di sana. Putus asa dalam usaha mereka untuk meninggalkan kecanduan, mereka melakukan perjalanan panjang ke Putian. Beberapa bulan kemudian, mereka kembali- dan mereka berubah sama sekali, nampak sihat dan penuh semangat. Bersama mereka terdapat Diaken Lucius Shiao, yang datang untuk berdoa, dan seringkali, dengan sangat berkumpul setiap hari untuk berdoa, dan seringkali, dengan sangat keras. Kebaktian mereka kadang-kadang terus berlanjut hingga tengah malam. Secara pribadi saya menganggap tingkah laku mereka sangat aneh, juga melihat nama gerejanya dengan hina, terutama pada kata “benar”. Menurut saya, mereka hanya sekumpulan orang-orang yang terlalu bosan dan tidak punya kerjaan. Jadi saya tidak mahu memperhatikan mereka.

​Beberapa waktu kemudian isteri saya jatuh sakit keras kerana komplikasi setelah melahirkan. Keadaannya semakin parah, dan mulai merasakan kesakitan yang hebat di perutnya. Ia menjalani pengubatan salama 6 bulan, tetapi tidak menghasilkan apa-apa. Ia mulai kehilangan berat badan dan nampak pucat. Saya tidak dapat berbuat apa-apa. Pada saat itu Diaken Shiao ada di desa kami, menyembuhkan orang-orang sakit dengan doa. Para tetangga mendesak saya untuk mengundangnya untuk mendoakan isteri saya, tetapi saya menolak. Namun akhirnya kami mengadakan rapat keluarga, dan diputuskan saudara ipar saya, Xu Tian You, seorang doctor dan pelaku akupuntur, dan saya sendiri, pergi mengunjungi Diaken Shiao.

​Saat kami bertemu dengan Diaken Shiao, saya bertanya kepadanya, “Benarkah anda dapat menyembuhkan penyakit, Tuhan Shiao?”

​Ia menjawab, “anda Keliru- saya bukan doctor. Yesus lah yang menyembuhkan.”

​Saya terkejut mendengar jawabannya, namun saya berkata, “Saya tidak peduli apakah anda atau Yesus. Isteri saya sakit keras. Dapatkan anda menolong saya?”

​Diaken Shiao menjawab, “Jika anda percaya, maka segala hal mungkin di dalam Tuhan Yesus. Saya tidak akan bertanya seberapa para h penyakit isteri anda, kerana apabila anda percaya, maka ia akan sembuh.”

​Saya menjawab, “Bila ia sembuh kerana doa anda, kami pasti percaya.”

​Tetapi ia berkata, “anda sendiri harus beriman, maka doa-doa anda akan berkhasiat.”

​Ketika kembali ke rumah, kami memutuskan untuk mengundang Diaken Shiao untuk mendoakan isteri saya. Dengan segera ia datang ke rumah kami. Sebelum berdoa, ia meminta saya mengambil segelas air dingin. Permintaan ini mencemaskan saya, kerana saya mendengar bahawa air dingin tidak baik untuk kesihatan isteri saya. Walaupun demikian, dengan setengah hati saya menuangkan air dingin ke cengkir yang kecil.

​Saat berdoa, saya merasa khusus mengawasi Diaken Shiao, untuk melihat apakah ia menggunakan ilmu-ilmu sihir, tetapi yang saya lihat, ia hanya berdoa dengan sungguh-sungguh. Saya mendengarnya memohon kepada Tuhan untuk menyembuhkan isteri saya, agar banyak orang percaya, dan gereja dapat didirikan di sini. Sikapnya nampak sangat tulus dan tenang.

​Setelah berdoa, Diaken Shiao memberikan air dingin untuk diminum isteri saya. Ia berkata, “Allah pasti berbelas kasihan kepada isteri anda. Ia akan memperhatikan dan menyembuhkannya.”

​Ia menjawab, “Saat berdoa, saya melihat cahaya yang terang dan penuh kemuliaan’ ini membuktikan bahawa Allah telah mendengar doa kita.”

​Saya berbalik dan bertanya kepada orang-orang yang berdoa bersama kami, apakah mereka melihat cahaya terang, tetapi tidak ada yang melihatnya. Saya sekarang mulai kuatir ilmu sihir yang dilakukan melibatkan air dingin untuk diminum isteri saya. Saya terus merasa cemas setelah Diaken Shiao pergi.

​Malam itu, saya memperkirakan keadaan isteri saya bertambah parah dan tidak dapat tidur. Namun ajaib, isteri saya tidur dengan tenang sampai esok harinya. Ini adalah sesuatu yang tidak pernah saya lihat sejak isteri saya jatuh sakit. Saya bertanya apakah ia merasakan sakit. Ia menekan-nekan perutnya, dan berkata, “Saya jauh merasa lebih baik. Saya tidak merasakan kesakitan.”

​Saya merasa sangat gembira dan segera pergi menceritakan hal ini kepada Diaken Shiao.

​Ia berkata, “Sudah saya katakana kemarin, Allah akan menolongnya.”

​Saya lalu mengundangnya kembali ke rumah untuk berdoa lagi. Kali ini, ketika ia meminta air dingin, saya membawa lebih banyak. Diaken Shiao tersenyum dan berkata, “Iman anda telah tumbuh.”

​Kami berdoa setiap hari selama 7 hari, dan di hari ke-7, isteri saya telah sembuh sepenuhnya, dapat keluar dari tempat tidur.

​Melihat mujizat ini, saya tidak lagi meragukan Allah. Sebaliknya saya menaruh hormat dan percaya kepadaNya. Lalu pada tanggal 15 Mei 1931, saya sekeluarga dibaptis di dalam Gereja Yesus Benar. Hari itu, Diaken Shiao mengadakan baptisan air kepada 33 orang. Pada saat baptisan air berlangsug, 2 orang saudari mendapat penglihatan burung-burung yang sangat terang berterbangan di udara, yang kemudian hilang setelah baptisan selesai. Diaken Shiao menjelaskan bahawa penglihatan ini menunjukkan bahawa Roh Kudus akan segera turun.

​Memang benar, setelah kami kembali ke gereja dan berlutut untuk berdoa, Roh Kudus turun dengan penuh kuasa. Kami dapat mendengar suara-suaranya seperti suara petir dan air terjum, dan dapat merasakan lantai bergetar. Pengalaman itu sangat hebat, sampai-sampai salah satu jemaat bernama Xu Yei Jiu mengira gedung gereja sedang runtuh, dan langsung berlari diri keluar. Setelah berdoa, kami mendapati separuh dari orang-orang yang menerima baptisan air hari itu, mendapatkan Roh Kudus. Kamu terbenam dalam sukacita.

​Saya adalah salah satu dari mereka yang menerima Roh Kudus. Pada saat kami berdoa, saya merasakan seperti setruman kecil, seakan ada aliran eletrik mengalir ke seluruh tubuh saya, sehingga saya bergetar. Lalu saya berkata-kata dalam bahasa roh, mengucapkan kata-kata yang tidak saya mengerti. Saya merasakan sukacita.

​Sejak hati itu, saya terus menggunakan bahasa roh setiap kali saya berdoa. Tambah lagi, dengan bersandar pada Roh Kudus, saya dapat mengendalikan kebiasaan-kebiasan buruk, termasuk 10 tahun kecanduan merokok. Saya akhirnya merasa dibebaskan dari beban saya yang berat.

​Ibu mertua saya juga menerima Roh Kudus. Sebelumnya ia kecanduan gereja selama gelapan, dan tubuhnya lemah dan kurus. Setelah menerima Roh Kudus, ia dapat meninggalkan kecanduannya dan mendapatkan kembali kesihatannya. Ia juga mulai mengikuti ibadah gereja dengan taat.
​Saya bersyukur kepada Allah kerana kasihNya, menyelamatkan kami sekeluarga dari dosa dan penderitaan. Ia telah memberkati kami dengan kedamaian jasmani dan rohani. Saya tidak dapat melupakan kasih karuniaNya.

15.5 Mendapatkan pengendalian diri melalui Roh Kudus (oleh Hsieh Jin Kun)

​Ketika kedua orang tua saya meninggal, saya jatuh dalam depresi. Saya juga menderita temperamen buruk yang tidak dapat saya kendalikan. Pada suatu hari, seorang teman dari Gereja Yesus Benar berkata, “Apabila kamu percaya kepada Yesus, dan menerima Roh Kudus, kami akan dapat merasa sukacita, apa pun keadaanmu.”

​Walaupun tidak sepenuhnya yakin, kata-kata ini cukup membujuk saya untuk mengikuti salah satu kebaktian. Saat saya tiba di sana, saya mengamati jemaatnya berdoa dengan kata-kata yang tidak saya mengerti, dan tubuh mereka bergoncang-goncang. Saya pulang ke rumah dengan bingung.

​Lalu tiba saat liburan sekolah di musim panas tahun 1957, sehingga saya dapat istirehat dari pekerjaan mengajar. Saya mengikuti kebaktian di Gereja Yesus Benar di Tai Chung (Taiwan) selama 2 bulan, memperlajari kebenaran dan berdoa memohon Roh Kudus. Namun saya merasa tidak mampu menemukan apa yang saya cari, sehingga ketika sekolah dibuka kembali di musim gugur, saya tidak lagi berkebaktian. Apa yang tidak saya ketahui, apabila Allah berbelas kasihan kepada seseorang, Ia tidak akan meninggalkannya, walaupun orang itu berhenti mencari Dia.

​Satu bulan setelah sekolah dibuka, saya mengalami beberapa kesulitan pribadi, dan memutuskan untuk kembali ke gereja. Saat itu sedang diadakan Persekutuan Rohani Musim Gugur. Saya mengikuti kebaktian doa pagi, dan pada saat itu oendeta mendorong jemaat dengan kata-kata Tuhan Yesus: “Barangsiapa percaya kepadaKu, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup” (Yoh. 7:37-38). Saya ingin mendapatkan Roh Kudus dan merasakan sesuatu seperti kekuatan yang mendorong saya untuk berjalan ke depan aula untuk berdoa bersama keluarga saya yang juga ada di sana. Saat berdoa, saya menangis. Namun saya tahu saya belum menerima Roh Kudus, kerana saya tidak berkata-kata dalam bahasa roh. Tetapi sekarang saya tahu bagaimana rasanya digerakkan oleh Roh.

​Sejak saat itu, saya berdoa lebih giat dan kadang-kadang merasakan sebuah energy yang memancari dari diri saya, membuat tubuh saya bergoncang. Di gereja, saya membiasakan diri pergi ke ruang doa untuk memohon Roh Kudus, entah ada pendeta atau penatua yang menumpangkan tangan atau tidak, agar saya dapat menerima Roh Kudus. Tetapi waktunya belum tiba.

​Walaupun pada saat berdoa saya digerakkan oleh Roh Kudus, saya masih kesulitan memahami khotbah pada saat kebaktian, walaupun itu semua didasarkan pada Alkitab. Jadi sayan memutuskan untuk mengikuti kebaktian dan kegiatan yang diadakan denominasi-denominasi lain di Tai Chung, berusaha belajar lebih banyak tentang Alkitab. Tapi di saat yang sama saya tetap hadir dalam kebaktian kesaksian di hari Rabu malam di Gereja Yesus Benar.

​Pada tanggal 18 Jun 1958, saya memutuskan untuk mendaftarkan diri menerima baptisan air di Gereja Yesus Benar. Namun satu hari sebelum hari baptisan, seorang teman Kristian dari denominasi lain berkata, “Baptisan tidak menghapus dosa-dosamu- itu semua diampuni ketika kamu percaya.”

​Kata-kata itu membuat saya sangat bingung, dan saya berubah fikiran mengenai menerima baptisan air. Sebaliknya, saya berdoa kepada Tuhan memohon bimbingan dengan berkata, “Tuhan Yesus yang penuh belas kasihan, saya yakin Engkau dapat menyelamatkan saya, tetapi mohon beri saya tanda agar saya tahu bahawa saya dapat percaya kepadaMu. Tuntun saya agar saya dapat bersaksi kepada keluarga saya. Berbelaskasihanlah kepada saya.”

​Hari berikutnya, dua saudara dari Gereja Yesus Benar datang mengunjungi saya: Saudara Kuo dan Saudara Lee. Saudara Lee membagikan kesaksian bagaimana ia percaya dan menerima baptisan air. Ia lalu mendorong saya untuk mengikuti kebaktian doa pagi esok, untuk berdoa memohon Roh Kudus. Pada saat itu, saya masih merasa tidak yakin apakah Gereja Yesus Benar memberitakan kebenaran, tetapi tetap memutuskan untuk pergi.

​Pada tanggal 25 Jun, saya mengikuti kebaktian doa pagi. Ada sekitar 10 orang termasuk Saudara Lee. Setelah kebaktian, kami pergi ke ruang doa untuk memohon Roh Kudus. Saudara Tsai sudah ada di sana, dan ia sedang menyanyikan lagu yang sangat indah- sebuah nyanyian roh. Sebelumnya saya sudah mendengar tentang nyanyian roh, tetapi ini adalah pertama kalinya saya mendengarnya dengan telinga saya sendiri. Saya tidak memahami apa yang ia nyanyikan dan hanya dapat mengenali “Haleluya”. Bahasanya tidak seperti bahawa Taiwan, Jepun, Mandarin atau English. Kedengarannya menurut saya seperti bahawa Ibrani. Dari apa yang saya tahu, Saudara Tsai bahkan tidak masuk sekolah menengah atas. Jadi mana mungkin ia dapat menyanyikan lagu bahasa Ibrani yang sangat indah? Saat saya memikirkan hal ini, saya kemudian menyedari bahawa tentu Allah itu ada. Apa yang saya saksikan adalah sesuatu yang sungguh-sungguh ajaib- bukti bahawa Allah itu nyata. Mengapa selama ini saya meragukan dan menolakNya?

​Air mata penyesalan membanjiri mata saya saat saya melutut untuk berdoa. Saat saya berdoa, saya dapat merasakan ada rasa hangat di dalam diri saya. Saya terus berdoa selama kira-kira 20 minit, sampai saya tidak dapat lagi menangis. Saya merasakan sukacita yang besar di dalam hati saya- seperti saya sedang masuk ke dalam pelukan Allah Bapa. Setelah berdoa, Saudara Lee tidak berkata apa-apa selain mendorong saya untuk kembali ke gereja setelah bekerja, untuk berdoa kembali.

​Setelah selesai bekerja, saya dengan segera ke gereja untuk mengikuti doa sore. Saat kebaktian berakhir, saya pergi ke ruang doa untuk memohon Roh Kudus. Setelah berdoa, Saudara Lee mengumumkan kepada para jemaat: “Ia telah menerima Roh Kudus tadi pagi, sekarang Saudara Lee memastikannya.”

​Setelah beberapa waktu, saya dapat melihat diri saya berubah: Saya dapat bangun pagi untuk mengikuti doa pagi sebelum bekerja, padahal sebelumnya saya terbiasa terlambat untuk hal apa saja; saya mulai mengerti apa yang say abaca di Alkitab; telinga saya terbuka mendengarkan khotbah dan saya dapat mengendalikan temperamen saya. Juga ada waktu-waktu ketika menghadapi kesulitan kewangan, saya dapat menemukan ketenteraman di dalam Roh Kudus. Namun ada satu masalah yang belum selesai: saya masih belum menerima baptisan air. Ini dikeranakan saya belum tahu bagaimana menyelesaikan pertentangan dengan praktik-praktik kepercayaan keluarga saya yang menyembah roh nenek moyang dan berhala.

​Di pertengahan August, saat KKR siswa diadakan, Penatua Lin bertanya kepada saya, “Apakah ada masalah pribadi yang belum dapat kamu selesaikan? Sebab, apabila kamu tidak segera dibaptis, Roh Kudus akan meninggalkanmu, kerana Ia tidak dapat tinggal terus menerus di dalam seseorang yang dosa-dosanya belum dihapuskan.”

​Saya tidak tahu harus berkata apa. Yang dapat saya fikirkan adalah apa yang terjadi apabila saya jatuh dalam sifat kemarahan dan depresi kembali.

​Terima kasih pada Tuhan atas kasih karuniaNya, saya akhirnya menerima baptisan air di Gereja Yesus Benar Tai Chung pada tanggal 16 November. Sekarang saya dapat memulai hidup yang baru di dalam Kristus.

15.6 Berdoa dengan ketekunan (oleh Aher Zhu)

​Haleluya! Puji Tuhan, saya menerima Roh Kudus di tahun 1954, saat saya masih berumur 16 tahun.

​Saya dibesarkan dalam lingkungan Gereja Yesus Benar dan tumbuh dalam kasih dan karunia Tuhan. Sebagai anak-anak, saya mendengarkan cerita-cerita Alkitab dan menyanyikan kidung pujian. Saya juga mengetahui pentingnya menerima Roh Kudus- tanpa Roh Kudus, seseorang tidak dapat masuk ke dalam kerajaan Syurga. Saya sering menyaksikan sukacita saudara saudari dalam Kristus di sekitar saya ketika mereka menerima Roh Kudus. Kerana itu saya turut memohon Roh Kudus dan terus memegang kesempatan, seperti pada saat KKR. Tetapi walaupun berdoa dengan keras, saya masih belum menerimaNya.

​Di musim gugur tahun 1954, Gereja Yesus Benar Mei San di Taiwan mulai mengadakan kebaktian doa di hari Jumaat malam, sehingga jemaat dapat berdoa secara khusus untuk memohon Roh Kudus. Kerana kasih karunia Allah, selalu saja ada jemaat yang menerima Roh Kudus di tiap kebaktian. Pada suatu malam, banyak anak-anak menerima Roh Kudus- mereka berbahasa roh dan tubuh mereka bergetar kerana digerakkan Roh. Mereka semua nampak gembira. Saya berfikir bilakah giliran saya. Saat saya pulang malam itu, saya bertekad untuk berdoa dengan tekun hari Jumaat berikutnya, dan tidak mahu pulang sampai saya menerima Roh Kudus.

​Pada hari Jumaat, 27 November, saya pergi ke gereja dengan penuh semangat, seperti seorang prajurit yang maju ke medan perang. Saat saya berlutut untuk berdoam saya berkata kepada diri sendiri, saya tidak akan berhenti untuk berdoa, saya berkata kepada diri sendiri, saya tidak akan berhenti berdoa sampai saya menerima Roh Kudus! Dengan tekad ini, saya berdoa terus tanpa henti hingga kurang lebih 2 jam. Saat itu semua kegiatan gereja telah selesai, dan semua orang sudah pulang ke rumah. Tinggal saya sendirian di gereja. Dengan menangis saya memohon belas kasihan Tuhan untuk memperoleh Roh KudusNya. Haleluya! Tuhan menjawab doa saya: Saya mulai berkata-kata dalam bahasa roh, tubuh saya mulai bergoncang. Kerana sudah larut malam, saya berhenti berdoa dengan rasa sukacita. Hari berikutnya, saya kembali ke gereja untuk berdoa. Setelah berlutut selama kira-kira 5 minit, sekali lagi saya dipenuhi Roh Kudus dan berbahasa roh.

​Sejak saat itu, saya menjadi semakin bersemangat di dalam Tuhan, dan iman saya tumbuh bertambah kuat. Saya menjadi sangat suka berdoa- bahkan berkali-kali berdoa setiap hari rasanya tidak pernah cukup. Saya merasa menyukai air rohani yang mengalir dari Tuhan: air itu menyegarkan saya dan membuat jiwa saya seperti tidak akan lapar dan haus lagi. Roh Kudus juga menuntun saya dalam kehidupan sehari-hari: Ia menolong saya melalui kesulitan, dan mengalahkan dosa dan kelemahan.

​Saya bersyukur kepada Tuhan atas kasih karuniaNya dan berharap agar saudara-saudari juga dapat membagikan pengalaman ini.

15.7 Cahaya yang bersinar (oleh Zhen Dong Hao)

​Saya tumbuh dalam keluarga yang menyembah berhala. Terutama ayah saya, dia sangat bersemangat dan mengikuti berbagai upacara keagamaan. Sebagai anak, saya mengikuti dia dan melakukan hal yang sama. Pada saat itu kami hidup dekat dengan Gereja Yesus Benar, yang tidak terlalu saya ketahui selain dari suara doanya yang sangat keras saat berkebaktiaan. Namun tented an paman saya adalah jemaat Gereja Yesus Benar dan seringkali mengabarkan tentang Yesus Kristus kepada ayah saya. Akibatnya, saya saya pergi ke gereja untuk mengetahui lebih banyak, dan saya menemaninya dalam kunjungan-kunjungan ini.

​Pada suatu hari, seorang penatua dari gereja datang mengunjungi rumah kami. Saat ia melihat ayat saya sedang merokok, ia mengatakan kepadanya bahawa gaya hidup Kristian adalah harus menahan diri dari merokok dan minum-minum. Mendengar ini ayah saya tersinggung, dan tidak mahu lagi datang ke gereja. Saat itu saya tidak tahu mengapa ia tidak lagi datang ke gereja; yang saya tahu, saya tidak lagi dapat pergi ke sana.

​Beberapa waktu kemudian, saya terena malaria dan sakit keras. Ayah saya sangat kuartir dan mencari-cari doctor untuk mengubati saya. Pada saat yang sama, tante saya mendoakan saya. Segera kemudian, saya sembuh. Saya pribadi yakin bahawa kesembuhan saya adalah kerana doa-doa tante saya; namun ayah menganggapnya sebagai jasa doctor dan tidak mengakui ini adalah pekerjaan Allah.

​Kita mempunyai tetangga seorang jemaat Gereja Presbiterian, yang suatu hari datang ke rumah kami untuk menginjili ibu saya. Ibu saya tertarik dan mengikuti kebaktian gereja. Tidak lama, kedua orang tua saya dibaptis di Gereja Presbiterian. Pendeta sering mengunjungi kami di rumah untuk mengajak saya ke gereja, tetapi kerana malu-malu, saya tidak mahu pergi. Ibu saya juga sering mendesak saya pergi bersamanya ke gereja, tetapi saya selalu menolak, tidak mahu berkelana di tempat yang tidak saya kenali.

​Tetapi suatu hari saya berkata kepadanya: “Kerana itu sangat ingin saya pergi ke gereja, apakah ibu menginjinkan saya pergi ke Gereja Yesus Benar? Gerejanya dekat dengan rumah, da nada tante dan paman di sana.”​

​Ibu menjawab, “Baiklah. Lagi pula, semua gereja sama saja.”

​Maka sejak saat itu saya mulai mengikuti kebaktian di Gereja Yesus Benar.

​Pada tanggal 22 November 1953, saya menerima baptisan air pada saat diadakan KKR. Tante saya menghadiahkan Alkitab dan menasihati saya untuk berdoa memohon Roh Kudus. Sejak hari itu dan seterusnya, saya berdoa dengan giat, tetapi tidak menerima Roh Kudus.

​Lalu beberapa hari setelah KKR, saya tidak sengaja mendengar tetangga saya yang sudah tua berkomentar, “Jemaat Gereja Yesus Benar berdoa begitu keras dan tubuh mereka bergoncang-goncang. Pastilah mereka semua dihipnotis oleh si nenek tua itu.”

​Saya sudah sering mendengar komentar-komentar seperti itu; nenek tua yang mereka maksud adalah Diakenis Cheng. Tetapi saya tidak dapat berhenti memikirkan kata-kata ini dan bahkan mulai merasa sedikit takut setiap kali saya berlutut dan berdoa.

​Tahun berikutnya, pada tanggal 5 May 1954, seorang saudari di gereja jatuh sakit, dan semua jemaat mendoakannya. Pada suatu sesi doa, saya melihat cahaya terang dan mulai berkata-kata dalam bahasa roh, dan tubuh saya mulai bergetar. Saya merasa sangat gembira- rasanya tidak dapat diuraikan. Pada saat itu Diakenis Cheng tidak ada di gereja kerana sedang melayani di tempat lain. Ini membuat saya menyedari bahawa apa yang dikatakan tetangga saya tidak benar. Saya pulang dengan penuh sukacita, dan tak sabar untuk memberitahukan ibu tentang berita ini. Yang saya tidak ketahui, saya akan segera menghadapi pelawanan dan masalah di rumah.

​Ketika pendeta dari Gereja Presbiterian mendengar bahawa saya mengikuti kebaktian di Gereja Yesus Benar, ia berkata kepada ibu saya, “Mengapa kamu membiarkan anakmu kebaktian di sana?”

​Maka sejak saat itu, ibu saya marah apabila saya pergi ke gereja dan mencoba untuk mencegah saya pergi. Saya berusaha mengabaikan semarahannya, menganggap itu semua akan berlalu begitu saja, tetapi masalah ini malah bertambah parah.

​Pada suatu hari, saat tante saya berkunjung ke rumah, ibu saya berkata kepada Tuhan, seringkali dengan kucuran air mata. Membutuhkan doa yang tak jemu-jemu selama setahun-tahun, tetapi akhirnya Tuhan menjawab doa saya- seluruh keluarga saya akhirnya menjadi jemaat Gereja Yesus Benar.

​Hari-hari ini, saya merasa penuh dengan sukacita dan ketenteraman dari Roh Kudus (ref. Kis. 9:31; Ibr. 1:9), walaupun di tengah-tengah masa sulit dan penyakit. Saya hanya ingin bersyukur kepada Tuhan atas kasih karuniaNya dan Roh KudusNya. Kiranya semua kemuliaan diberikan kepadaNya.

15.8 Menerima Roh Kudus mendorong saya untuk dibaptis (oleh Lin Xian Sheng)

​Saya dibesarkan dalam keluarga yang menyembah berhala, dan ibu saya sangat taat memegang kepercayaan ini. Namun saya juga banyak berkenalan dengan orang-orang Kristian saat saya bertumbuh besar: paman saya adalah penatua di Gereja Yesus Benar; tetangga kami adalah orang Kristian, yang sering mengajak saya dan ibu untuk mengikuti kebaktian keuarga di rumahnya; saya mengikuti Sekolah Minggu dengan sepupu di Gereja Presboterian di Jia Yi; dan saya juga mengunjungi gereja Jepun saat saya belajar di Tokyo. Setelah menyelesaikan sekolah, saya kembali ke Taiwan untuk bekerja sebagai guru.

​Selama liburan musim panas di tahun 1937, saya pulang ke rumah di Jia Yi. Pada satu sore, saya dengan sepupu berjalan melawati Gereja Yesus Benar dan kami sepakat untuk masuk ke dalam untuk mengikuti kebaktian. Setelah menyanyikan kidung rohani, jemaat berlutut untuk berdoa, sementara kami hanya duduk dan melihat-lihat. Pada saat berumur lebih muda, kesan saya mengenai doa di Gereja Yesus Benar, adalah mereka yang berdoa pastilah ada dalam suatu bentuk hipnotis; jadi saya selalu menghindari kebaktian di sini. Namun sekarang saat saya mengamati jemaat yang berdoa, saya melihat sebagian berdoa dalam bahasa roh, tetapi ada sebagian lain yang berdoa dengan kata-kata pengertian. Sebagian berdoa dengan tubuh bergoncang, tetapi yang lain hanya berlutut dan tetapi diam. Saya menyedari bahawa selama ini saya keliru memandang tentang doa. Lalu tiba-tiba saja, saya merasakan sebuah kekuatan dari atas yang mendorong saya untuk berlutut dan berdoa, jadi saya melakukannya. Setelah mengalami hal ini, saya mulai mengikuti kebaktian setiap hari. Dan saya juga mulai berdoa memohon Roh Kudus.

​Setelah musim panas lewat, saya kembali bekerja di sekolah. Pada satu sore tanggal 5 Oktober, seorang saudara dari Gereja Yesus Benar datang mengunjungi saya. Ia telah mendengar dari salah satu teman saya, bahawa saya mengikuti kebaktian di gereja. Ia menyarankan saya berdoa bersama di asrama. Setelah berdoa selama 5 minit, saya merasakan sebuah kekuatan datang dari atas, dan saya mulai berdoa dengan bahasa aneh, entah Inggeris atau bahasa lain yang saya tidak mengerti. Penatua Lin Wu Zhen pernah membagikan beberapa kesaksian mengenai menerima Roh Kudus kepada saya, dan sekarang saya mengalaminya sendiri. Setelah berdoa, saya menulis surat dengan hati bersyukur kepada Diaken Tsai Shen Ming, untuk memberitahukannya bahawa saya telah menerima Roh Kudus. Tercantum dalam surat, keinginan saya untuk menerima baptisan air di Jia Yi. Puji Tuhan atas kasih dan tuntunanNya, saya dibaptis oleh Diaken Tsai di hari Sabat berikutnya, di sebuah sungai kecil di Ba Zhang.

​Pengalaman saya mengingatkan saya tentang pengalaman jemaat di masa para rasul. Sebagian menerima Roh Kudus dan berbahasa roh, sebelum menerima baptisan air (Kis. 10:44-48); sebagian lagi menerima tangan (Kis. 8:15-17; 19:1-7). 2 pengalaman ini terlihat di Gereja Yesus Benar pada hari ini. Saya bersyukur kepada Tuhan atas kasihNya, sehingga Ia memberikan RohNya terlebih dahulu kepada saya. Ia apa yang ada di dalam hati saya: apabila saya tidak menerima Roh Kudus dahulu, saya mungkin tidak percaya dan masih berjalan di jalan yang keliru.

​Pada tanggal 1 Oktober 1941, saya mempersembahkan nazar yang saya buat setelah menerima baptisan air. Puji Tuhan, ini senantiasa menjadi panggilan yang paling indah. Haleluya!

15.9 Menjadi orang yang baru (oleh Wu Yang Dao)

​Alkitab mengajarkan kita bahawa menerima Roh Kudus menandakan: (a) Adam yang lama, yang merupakan milik daging, menjadi Adam yang baru, yang merupakan milik Roh (I Kor. 15:22; Yoh. 3:3, 5; Kol. 3:9-10); (b) Kita dibebaskan dari belenggu Iblis, dan menjadi milik Kristus (I Yoh. 5:19; Rm. 8:9-10); (c) kita tidak lagi menjadi budak dosa, tetapi menjadi anak-anak Allah (Gal. 4:4-7); (d) kita mendapatkan jaminan warisan Syurgawi (Ef. 1:13-14). Ajaran-ajaran Alkitab ini menunjukkan betapa pentingnya peran Roh Kudus dalam kehidupan orang Kristian. Pengajaran yang paling penting adalah, Roh Kudus diperlukan untuk mendapatkan keselamatan kita.

​Ayah saya meninggal di usia muda, dan begitu juga 5 saudara laki-laki saya. Masa kecil saya penuh dengan kemiskinan dan pemderitaan. Keluarga kami menyembah berhala, sehingga sejak kecil saya menemani ibu dan saudara perempuan saya ke kuil di masa-masa upacara keagamaan. Setelah semakin dewasa, saya mengejar kerenaran dan harta, mengorbankan kesihatan saya. Kata-kata Paulus menggambarkan kehidupan yang saya jalani sebelum saya mengenal Kristus- saya “dahulu sudah mati kerana pelangaaran-pelanggaran dan dosa-dosa [saya]. [Saya] hidup di dalamnya, kerana [saya] mengikuti jalan dunia ini, kerana [saya] hidup di dalamnya, kerana [saya] angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang berkerja di antara orang-orang durhaka” (Ef. 2:1-2). Saat berumur 29 tahun, saya bertemu dengan salah satu teman saya, Dr. Jiang, sedang membaca Alkitab. Saya mengejeknya, “Kamu orang yang sangat berpendidikan. Mengapa kamu tertarik membaca Alkitab?”

​Ia menjawab, “Kamu harus memcoba membacanya sendiri, lalu kamu akan menyedari betapa indahnya itu.”

​Mendengarnya, saya mulai membaca Alkitab, dimulai dari Kitab Kejadian sampai Kitab Roma. Puji Tuhan, Ia membuka hati saya untuk memahami apa yang sedang saya baca. Saya tersentuh dengan beberapa ayat khusus. Contohnya, ketika saya membaca: “Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.” (Rm. 7:19). Saya dapat mengenali pengumulan pribadi saya sendiri, dan ini menolong saya untuk mengetahui bahawa ada orang lain yang juga mengalaminya. Saya juga menemukan ayat: “Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh kerana Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Rm. 5:8). Ayat ini membuka mata saya untuk melihat kebesaran kasih Allah, dan ini menggerakkan saya untuk percaya kepadaNya.

​Pada saat itu, saya juga tertarik dengan ayat di dalam Alkitab yang membicarakan tentang Roh Kudus: “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia. Tetapi kamu mengengal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu” (Yoh. 14:16-17). Saya percaya dengan Roh Kudus dan kata-kata Yesus; tetapi di dalam fikiran saya terbit pertanyaan, bagaimana seseorang dapat mengetahui apakah ia menerima Roh Kudus? Saya bertanya dengan Dr. Jiang, tetapi dia mengakui tidak mengetahui jawapannya.

​Belakangan saya melontarkan pertanyaan yang sama kepada beberapa teman Kristian, dan jawaban mereka, “ketika kamu mengerti Alkitab dan melakukan perbuatan-perbuatan baik, ini menunjukkan bahawa kami telah menerima Roh Kudus.” Saya mendengarkan jawaban mereka, tetapi tidak sepenuhnya merasa puas. Tetapi puji Tuhan atas pengaturanNya. Ia segera menuntun saya untuk menemukan jawaban yang tepat.

​Suatu hari, saya sedang duduk di sebuah kereta, saat saya melihat dua penumpang membicarakan tentang Alkitab. Saya melihat Alkitab mereka penuh dengan coretan dan garis bawah, sehingga memberikan kesan bahawa mereka sudah lama menjadi Kristian.

​Saya bertanya kepada mereka, “Hari ini hari Sabtu, kalian mahu pergi ke mana?”

​Mereja menjawab, “Kami memegang hari Sabat di hari Sabtu- kami pergi ke gereja.”

​Kami bertiga mulai berdiskusi tentang hari Sabat, dan saya kemudian menyedari mereka sudah terbiasa dengan ajaran Alkitab. Saya lalu bertanya, “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus?”

​Salah satu di antara mereka, bernama Saudara Xu, menjawab, “Ya, saya menerima Roh Kudus setelah berdoa selama 3 tahun, sejak dibaptis dengan air. Bila kamu mahu menerimanya, datanglah ke Gereja Yesus Benar dengan kami untuk mempelajari kebenaran.”

​Saat saya mendengar undangan ini, saya merasa sangat gembira.

​Saya pergi dengan kedua saudara ini ke Gereja Yesus Benar di Li San, dan saya bertemu dan berbincang dengan Diaken Chen. Ia menolong saya untuk memahami bahawa menerima Roh Kudus adalah pengalaman yang dapat dilihat dan didengar (ref. Kis. 2:33; 8:17-18; 10:46). Saya meminta untuk dibaptis, tetapi ia mendorong saya untuk mempelajari Alkitab lebih lanjut.

​Akhirnya, tanggal 5 Agustus 1951 saya dibaptis. Setelah itu saya mulai berdoa dengan tekun 3 kali sehari memohon Roh Kudus, menggunakan kata-kata, “Haleluya! Puji Tuhan Yesus” (ref. Why, 19:5-6). Tetapi satu bulan berlalu, dan saya masih belum mengalami apa-apa. Setiap kali pendeta membesuk, saya selalu bertanya, “Mengapa saya masih belum menerima Roh Kudus?”

​Beberapa waktu kemudian, saya mengikuti KKR yang dipimpin oleh Penatua Jian dan Diaken Yang. Mereka mendorong saya, “Kami akan membantu anda berdoa, tetapi Tuhan Yesus yang memberikan Roh Kudus. Jadi anda harus berdoa dengan tulus.”
​Mendengarnya, saya memutuskan untuk berdoa di ruang doa saat istirehat makan siang. Di salah satu sesi doa, sekelebat saya dapat merasakan sebuah tiupan angin yang hangat melalui saya.

​Pada satu sore, kira-kira jam enam, dua hamab Tuhan berdoa bersama-sama saya. Penatua Jian menumpangkan tangan ke atas kepala saya, dan tiba-tiba saya merasakan kekuatan turun ke atas kepala saya, dan turun ke seluruh tubuh saya. Saya merasa sangat gembira, seakan saya berada di Syurga. Saya juga dapat merasakan sesuatu yang seperti aliran air di dalam diri saya. Lalu lidah saya mulai berputar, dan saya mengucapkan kata-kata yang tidak saya mengerti (ref. Yoh. 7:37-38; I Kor. 14:2). Saya merasa panas, berkeingat, dan tubuh saya mengoncang kerana diilhamkan Roh Kudus. Tetapi saya tetap sedar sepenuhnya, dan mengetahui apa yang sedang terjadi. Saya mengetahui bahawa saya telah menerima Roh Kudus.

​“sebab kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.” (Rm. 14:17). Setelah menerima Roh Kudus, saya menjadi orang yang baru. Hal pertama yang saya sedari, sekarang saya mengalami sukacita di dalam Roh. Rasa sukacita ini tidak terkira- lebih baik daripada lulus ujian, menikah, atau menjadi ayah pertama kalinya. Sukacita ini sungguh ajaibm dan tidak berubah kerana kejadian apa pun juga (Kis. 16:25). Anda hanya dapat memahaminya apabila anda mengalaminya sendiri.

​“Tetapi apabila Ia datangm yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” (Yoh. 16:13). Perubahan kedua adalah semangat akan Firman Allah. Saya mempelajari Alkitab, dan melalui pimpinan Roh Kudus, saya mulai mengerti perbedaan antara Firman Allah dengan hikmat manusia (Mat. 15:8-9). Dengan semangat ini, saya mulai bersaksi lagi bagi Allah di setiap kesempatan.

​“Yaitu bahawa saya boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepadaNya, yang disucikan oleh Roh Kudus” (Rm. 15:16). Perubahan ketiga adalah sifat saya. Di masa lalu, saya mempunyai banyak kelemahan: temperamen buruk, tidak mahu mengakui kesalahan, berbohong, sering kuatir, dan tidak mempunyai kedamaian. Puji Tuhanm setelah menerima Roh Kudus, saya meninggalkan ini semua, dan mulai menghasilkan buah Roh Kudus (Gal. 5:22-23)

​Ada perkataan yang berbunyi: “Ilmu pengetahuan didasarkan pada percobaan ilmiah, sementara iman didasarkan pada pengalaman” Kita perlu mengalami sendiri Roh Kudus, untuk merasakan karunia syurgawi ini (Ibr. 6:4), yang hanya dapat ditemukan di Gereja Yesus Benar.

15.10 Menutup pintu (oleh John Yang)

​Pada saat saya berusia 5 hingga 6 tahun, saya memutuskan untuk mengikuti kakak ipar saya, jemaat Gereja Presbiterian, untuk menjadi Kristian. Saya mengaguminya kerana ia sanagt baik dan penuh kasih. Salah satu anaknya adalah seorang majelis gereja, dan 4 perempuan dalam keluarganya menikah dengan pendeta.

​ Saat saya berusia delapan tahun, saya pergi kr Shanghai dan beribadah di sebuah gereja- tetapi lebih bermaksud untuk bertemu dengan gadis-gadis daripada mempelajari Firman Tuhan. Setelah beberapa tahun, saya kembali ke Taiwan.

​Saya berencana untuk bepergian kembali: kali ini ke Guang Dong.Tetapi mengelang keberangkatan, seorang teman dari Gereja Yesus Benar mengajak saya mengikuti kebaktian. Saat saya sampai di sana, saya kagum dengan khotbah-khotbah yang jauh lebih kuat daripada yang pernah saya dengar sebelumnya. Saya juga mengamati si pengkhotbah senantiasa merujuk pada Alkitab.

​Setelah itu, saya mengikuti lebih banyak kebaktian kerana saya menikmatinya. Namun ada satu hal yang tidak saya mengerti-doanya. Di gereja saya melihat beberapa orang yang cukup terkenal dan berpendidikan tinggi, berlutut untuk berdoa, mengucapkan kata-kata yang tidak saya mengerti, dan tubuhnya nampak bergoncang. Beberapa bahkan menyanyi di dalam doa mereka (yang kemudian saya ketahui sebagai nyanyian roh), sementara yang lain menepuk tangan mereka dan mereka semua berdoa dengan keras. Saya melihatnya sebagai hal yang aneh, tetapi di saat yang sama juga ajaib.

​Pada suatu hari Sabat, seorang pengurus gereja, Diaken Zhu Mui Ming dari Taichung sedang berkhotbah di gereja. Saya sangat tergerak mendengarkan khotbahnya sehingga saya berlutut untuk berdoa bersama jemaat untuk pertama kalinya. Tiba-tiba saya merasakan sebuah kekuatan turun dari ats kepada saya, dan tubuh saya mulai bergoncang-goncang, sementara tangan saya mulai bertepuk tangan tanpa saya suruh. Pada saat yang sama, saya menyedari lidah saya berputar-putar. Saya mengucurkan air mata sukacita, kerana sekarang saya mengerti bagaimana rasanya menerima baptisan Roh Kudus.

​Setelah menerima Roh Kudus, saya menjadi sedar akan dosa saya di masa lalu, dan menyedari bahawa saya adalah orang yang berdosa jadi saya meminta dibaptis. Saya berbicara dengan Diaken Zhu, yang kemudian menjelaskan doktrin-doktin Alkitan dasar kepada saya, termasuk cara baptisan yang benar, hari Sabat, dan sakremen basuh kaki. Setelah mendengar ajaran-ajaran ini, saya meminta dibaptis agar dosa-dosa saya dapat dibersihkan dan saya dapat menjadi milik Kristus dan menjadi anakNya (Kis. 2:28; Gal. 3:27). Diaken Zhu dengan gembira setuju untuk membaptis saya.

​Hari berikutnya, saya menerima baptisan air di sungai setempat. Setelah itu saya merasakan beban dosa saya terangkat, dan saya telah disucikan. Namun saya terkejut, kerana ketika saya kembali ke gereja untuk berdoa, saya tidak lagi mengalami Roh Kudus seperti sebelumnya. Dengan gelisah saya meminta nasihat Diaken Zhu. Ia berkata, “Beberapa orang percaya kepada Yesus setelah memperlajari dan memahami kebenaran, sementara yang lainnya percaya kerana penyakit mereka disembuhkan. Tetapi kalau kamu, kamu belum mengerti kebenaran sepenuhnya, dan kamu juga tidak disembuhkan dari sakit apa pun. Tetapi Tuhan mengasihimu dan menginginkan kamu datang kepadaNya, dan itulah sebabnya Ia membuatmu mengalami Roh Kudus terlebih dahulu” (ref. Kis. 10:44-47). Saya sarankan kamu terus berdoa dengan giat, dan kamu pasti menerima Roh Kudus lagi. (ref. Luk. 11:13)

​Saya mengikuti nasihat Diaken Zhu dan mulai berdoa dengan tekun. Tetapi 25 hari setelah baptisan air, saya masih belum menerima Roh Kudus. Saya mulai meneliti diri sendiri, untuk mencoba memahami alasannya. Saya berkesimpulan bahawa saya tidak berdoa dengan sepenuh hati. Ini dikeranakan saya menumpangkan di rumah orang lain, dan saat saya berdoa di kamar saya, syaa tidak berani berdoa dengan suara keras, kalau-kalau ada orang yang mengetahui apa yang saya lakukan. Saya sering kali berhenti berdoa apabila saya mendengar ada orang yang mendekati pintu kamar saya. Akhirnya saya memutuskan untuk menutup pintu dan menguncinya agar dapat berdoa dengan sungguh-sungguh (ref. Mat. 6:6)

​Puji Tuhan, dalam doa berikutnya, saya kembali dipenuhi Roh Kudus- kali ini jauh lebih kuat dari sebelumnya. Saya terangkat dari tempat tidur saya tempat saya berlutut dan saya bergerak ke sana ke mari. Saya juga mulai meloncat-loncat dengan lutut saya. Saya juga dapat merasakan kekuatan mengalir dari dalam diri saya. Saya berkata-kata dalam bahasa roh dan menyanyi-nyanyi roh.

​Penatua Yang Ling Quan yang tinggal di sebelah, mendengar suara-suara ini dan datang untuk melihat apa yang sedang terjadi. Orang-orang di rumah juga mulai mengetuk-ngetuk pintu kamar saya, ingin masuk, tetapi Penatua Yang meminta mereka agar tidak mengganggu saya, agar saya dapat dipenuhi Roh Kudus. Saya menyedari semua kejadian ini dan apa yang dikatakan orang-orang di luar kamar. Saya berdoa selama satu jam dan merasakan sukacita dan kedamaian yang amat sangat.

​Sejak hari itu, saya terus menerus berdoa, tidak ingin Roh Kudus meninggalkan saya lagi. Kehidupan saya juga berubah. Saya dahulu adalah remaja yang pemurung dan pesimis, kerana kematian ibu saya waktu saya masih berusia 9 tahum, dan bahkan berfikit untuk bunuh diri. Sekarang saya merasa damai oleh kerana kasih Tuhan Yesus yang sangat besar. Yang jauh lebih penting, saya menerima Roh Kudus, yang menjadi jaminan kehidupan kekal. Saya merasa menjadi orang yang saling senang di dunia.

​Saya tidak jadi berangkat bepergian, dan sebaliknya hidup damai di dalam negeri kerana saya berfikir akan lebih mudah untuk memelihara iman saya. Beberapa waktu kemudian ayah dan saudara saya (saudara saya adalah seorang pendeta Gereja Presbiterian selama 20 tahun), bersama dengan keluarganya, datang ke Gereja Yesus Benar. Mereka semua pun menerima Roh Kudus.

​Kemudian saya merasakan Allah memanggil saya untuk mengambil pekerjaan yang paling bererti: menjadi pelayan injil kselamatan. Ini kerana saya mengerti bahawa injil yang dikabarkan Gereja Yesus Benar adalah kebenaran yang “telah disampaikan kepada orang-orang kudus” (Yud. 3; ref. Ef. 1:13-14; ref. Mrk. 16:17-20), dan yang dsertai dengan kesaksian tanda dan mujizat.

​Saya berharap dan berdoa agar Tuhan memperlihatkan karunia keselamatanNya kepada teman-teman saya, keluarga dan juga para pembaca. Hari-hari terkahir sudah tiba. Saat Roh Kudus hujan akhir masih dapat diperoleh, kita harus mencariNya di gereja benar.

15.11 Disembuhkan melalui baptisan Roh Kudus (oleh Jian Yi Zhen)

​Di tahun 1928, saya bekerja di Jia Yi, Taiwan. Mengikuti teladan teman-teman, saya memuaskan diri dalam perjudian dan minum-minuman keras. Akibatnya, kesihatan saya menjadi tidak bail. Pertama, saya menderita asma, tetapi setahun kemudian menderita juga TBC. Walaupun sudah menghabiskan banyak wang yang pada pengubatan bart mahupun tradisional, keadaan saya bertambah parah dalam jangka waktu 3 tahun. Di dalam masa-masa itu, saya mengunjungi kuil-kuil budha dan juga mengunjungi ahli-ahli sihir, tetapi tidak ada orang yang dapat menolong saya. Saya menjadi sangat sakit sehingga saya tidak dapat bangun dari tempat tidur, tidak dapat makan dan minum. Tubuh saya menjadi sangat kurus. Saya kehilangan wang dan teman-teman yang dapat saya lakukan hanyalah menantikan kematian saya.

​Pada saat-saat paling gelap itu, seorang jemaat Gereja Yesus Benar mendekati isteri saya dan berkata, “Ada Tuhan di Gereja Yesus Benar. Ia mempunyai kuasa untuk menyembuhkan penyakit dan mengusir setan. Tidak peduli berapa parah penyakit suamimu- yang perlu kamu lakukan adalah beriman dan berdoa.”

​Ketika isteri saya menyampaikan hal ini kepada saya, saya sulit menerimanya. Namun saya menyedari bahawa ia juga sangat menderita kerana harus mengurusi saya siang dan malam. Jadi saya setuju dengannya untuk meminta pertolongan demi saya. Dengan gembira, ia menghubungi gereja untuk memohon agar jemaat datang ke rumah kami untuk mendoakan.

​Di sore hari tanggal 1 Disember 1931, sekitar 8 jemaat gereja datang ke rumah kami. Saya terbaring di tempat tidur, tetapi mereka meminta saya untuk menutup mata, melipat tangan dan berdoa, dengan berkata, “Haleluya! Puji Tuhan Yesus!”

​Saya berdoa 2 kali dengan cara ini, dan pada doa yang kedua, saya dapat tertidur pulas. Tetapi tiba-tiba di tengah makam, ada dua tangan yang penuh pulu muncul: satu menekan saya dari belakang, satu menekan dada saya.

​Sebuah suara berkata, “Sudah saya bilang, kamu jangan percaya. Tetapi kamu masih saja melakukannya” Ini terjadi 3 kali, dan setiap kali itu saya tidak dapat bergerak.

​Lalu akhirnya saya berteriak, “Haleluya”, dan tangan-tangan itu kenyap. Saya terbangun dengan berkucuran keringat. Saya lalu menyedari bahawa itu adalah setan yang mencuba menghentikan saya percaya pada Yesus, dan ini membuat saya sedar bahawa pesan injil yang dikabarkan Gereja Yesus Benar adalah kebenaran. Sejak laj mengalami hal ini, jemaat-jemaat datang ke rumah saya tiap malam untuk mengadakan kebaktian keluarga. Secara perlahan kesihatan saya pulih, dan setelah satu minggu, saya sudah dapat keluar dari tempat tidur.

​Di hari ke-10, saya meminta Saudara Kuo, salah satu jemaat tua yang datang membesuk: “Saat Saudara berdoa tiap malam, saya melihat saudara berkata-kata dengan bahawa yang tidak saya mengerti, dan saya melihat tubuh saudara bergoncang. Apa yang terjadi?”

​Ia menjawab, “Ini terlihat pada orang yang telah menerima Roh Kudus. Tuhan Yesus berjanji bahawa mereka yang percaya kepadaNya akan menerima Roh Kudus. Berbahasa Roh adalah bukti menerima Roh Kudus” (ref. Yoh. 7:38-39; Kis. 10:44-46)

​Saya bertanya, “Dapatkah saya menerima Roh Kudus?”

​Ia menjawab, “Apabila saudara berdoa dengan tulus, saudara akan menerima Roh kudus. Dan jugam ke atas seseorang yang penuh dengan Roh Kudus menumpangkan tangan ke atas kepala saudara, saudara dapat menerima Roh Kudus dengan lebih mudah” (ref. Kis. 8:17-18)

​Saya memikirkan jawaban ini, tetapi saya tidak mahu ada orang yang menumpangkan tangan ke atas kepala saya. Lagipun, saya telah mendengar bahawa saudara Kuo mempunyai kuasa tertentu yang membuat orang bergoncang-goncang setiap kali ia menumpangkan tangannya kepada mereka. Saya harus berdoa sendiri- dengan begitu, saya tidak akan meragukan Allah.

​Saudara Kuo menambahkan, “Saudara dapat berdoa memohon Roh Kudus sendiri, tetapi saudara harus tekun.”

​Begitu mereka pergi, saya berkata kepada isteri saya, “Mala mini saya akan berdoa memohon Roh Kudus, jadi jangan ganggu saya bahkan apabila kamu melihat hal-hal yang aneh terjadi. Dapatkah kamu menolong saya berdoa juga?”

​Ia bersetuju, dan lalu saya masuk ke kamar untuk berdoa di atas tempat tidur. Kerana saya masih belum cukup kuat untuk berlutut berdiri, saya berlutut duduk. Saya mulai dengan berdoa dengan suara pelan kerana saya masih merasa lemah, tetapi setelah berdoa 10 minit, saya berdoa dengan suara keras. Setelah 20 minit, saya mengalami sebuah kekuatan turun dari atas, seperti aliran elertik, menyentuh kepala saya. Lalu lidah saya mulai bergetar, dan saya dapat merasakan perasaan hangat di dalam diri saya. Lalu lidah saya mulai berputar dan saya mulai berkata-kata dalam bahasa roh. Seluruh tubuh saya juga bergetar, dan saya mulai meloncat-loncat hingga 4 atau 5 inci dari tempat tidur. Saya terus berdoa seperti ini selama 20 minit.

​Isteri saya ketakutan melihat apa yang terjadi, dan membuatnya mengulangi beberapa komentar yang diucapkan para tetangga beberapa hari sebelumnya: “Mengapa kamu mahu percaya dengan ajaran Gereja Yesus Benar? Ada banyak orang yang sebelum percaya, adalah orang-orang yang normal, tetapi kemudian menjadi gila.”

​Isteri saya mengira saya benar-benar sudah gila. Namun ia tidak berani menghentikan saya.

​Pada saat itu pakaian yang saya pakai sudah basah kerana keringat, dan saya merasa perlu berhenti berdoa untuk berganti pakaian. Ketika fikiran ini muncul, tubuh saya berhenti bergerak- Tuhan jelas-jelas tahu apa yang sedang saya fikirkan.

​Setelah berdoa, bukannya ganti baju, saya malah segera pergi mencari jemaat gereja, untuk memberitahukan bahawa saya telah menerima Roh Kudus. Ketika mereka mendengarnya, mereka mengucapkan syukur kepada Tuhan dan kembali bersama saya untuk berdoa. Seklai lagi, saya dipenuhi Roh Kudus.

​Mereka berkata, “Sungguh, kamu telah menerima Roh Kudus, seperti kami.” Dan memuji Tuhan. Sejak hari itu, kami mengadakan kebaktian keluarga di rumah saya setiap sore.

​Setelah satu bulan berlalu, pada tanggal 9 Januari 1932, saya pergi ke Gereja Yesus Benar di Dalin untuk menerima baptisan air dalam darah Tuhan Yesus. Dosa-dosa saya dibersihkan hari itu, dan saya dapat meninggalkan kehidupan lama saya yang penuh dengan perjudian, minum-minum dan rokok. Dan juga saya sembuh sepenuhnya dari TBC. Saya telah menemukan kebenaran janji Tuhan Yesus: “Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat. 11:28)

​Walaupun saat itu saya masih berumur 30 tahun, saya tidak berharap dapat berumur panjang, kerana tubuh saya sudah sangat lemah kerana penyakit dan tidak makan dengan baik. Pada suatu hari, saya berdoa kepada Tuhan untuk memohon agar Ia mengizinkan saya hidup sampai umur 50 tahun, agar saya dapat bersaksi demi Dia. Puji Tuhan, Ia mendengar doa saya dan memberikan kedamaian yang melampaui segala pengertian (Flp. 4:6-7). Pada saat saya menulis kesaksian ini, Ia telah memberikan saya tambahan 35 tahun, dan kesihatan saya selama ini lebih baik daripada masa muda saya. Ini, sekali lagi, adalah kuasa dan karunia yang ajaib dari Tuhan.

​Bagaimana mungkin saya dapat membalas apa yang telah Allah berikan kepada saya? Dan bagaimana saya dapat memuliakan namaNya? Saya mengutip mazmur Daud, ketika ia memuliakan Tuhan:

Pujilah Tuham, hai jiwaku! Pujilah namaNya yang kudus, hai segenap batinku!
Pujillah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikanNya!
Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,
Dia yang menebus hidupmu dari lubang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,
Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali
​​​​​​​​Mazmur. 103: 1-5

15.12 Belajar bagaimana berdoa dari pamphlet injil (oleh Lee Ling Shi)

​Pada suatu hari, tahun 1935, tetangga saya bernama Tuan Su (Diaken Su Lin Gan) memberikan sebuah pamphlet injil kepada saya untuk dibaca. Pamflet itu berjudul Mengabarkan Khabar Baik, dan diterbitkan oleh Gereja Yesus Benar Taiwan. Pamflet itu membicarakan tentang Roh Kudus. Saya membacanya seluruhnya dengan hati-hati dan sangat tergerak. Menerima Roh Kudus nampaknya merupakan sebuah pengalaman yang sangat indah, sehingga saya juga ingin percaya kepada Yesus.

​Saya belum pernah pergi berkebaktian di Gereja Yesus Benar, dan tentu saja, belum pernah melihat orang berdoa memohon Roh Kudus. Tetapi sekarang saya mempunyai dorongan yang kuat untuk berdoa. Pamflet itu menunjukkan sebuah doa: “Haleluya, puji Tuhan Yesus. Mohon penuhi hati saya dengan Roh Kudus.” Saya melakukan doa pertama kalinya menggunakan kata-kata ini, dengan diam-diam jam 5 petang, saya berdoa lagi dengan pelan-pelan selama satu jam, tetapi tidak terjadi apa-apa. Namun saya tidak menyerah dan bertekad untuk berdoa tiga kali sehari: pagi, siang, dan malam. Tiga hari kemudian, dengan lutut bengkak-bengkak, saya masih belum menerima Roh Kudus. Tetapi ajaib, pada siang hari ke-4, saya akhirnya menerima Roh Kudus.

​Pada saat itu, saya terus berdoa berulang-ulang, “Haleluya, puji Tuhan Yesus. Mohon penuhi saya dengan Roh Kudus.” Tiba-tiba saya merasakan sebuah aliran kehangatan turun ke atas kepala saya, dan berlanjut ke seluruh tubuh saya, sehingga tubuh saya bergoncang. Pada saat yang sama, lidah saya mulai berputar-putar, dan saya mengucapkan kata-kata yang tidak saya mengerti (ref. I Kor. 14:2). Saya merasa sangat gembira dan bersemangat, rasanya begitu ringan dan nyaman. Namun saya masih dapat mendengar apa yang terjadi di sekeliling saya, sehingga saya tahu saya dalam keadaan sedar dan awas. Saya terus berdoa selama kurang lebih satu jam.

​Setelah menerima Roh Kudus, saya diam-diam mengikuti kebaktiandi Gereja Yesus Benar Jia Yi, dan kemudian di Ming Xiong. Saya juga membeli Alkitab agar saya dapat mempelajari Firman Tuhan.Sayangnya, ketika nenek, ayah, paman, dan seluruh keluarga mengetahui saya telah menjadi Kristian, mereka menjadi sangat marah. Nenek saya adalah penganut Budha yang sangat taat, dan menentang keras agama Kristian. Sebagai cucu laki-laki yang paling tua, apa yang telah saya lakukan sangat tidak dapat diterima. Berikutnya saya menghadapi kritikan dan tekanan hebat untuk meninggalkan iman saya. Yang hanya dapat saya lakukan adalah berdoa terus menerus dan bersandar pada Roh Kudus untuk membukakan jalan.

​Puji syukur kepada Tuhan atas belas kasihanNya, keluarga saya akhirnya menerima iman saya. Lebih lagi, dua hingga tiga tahun kemudian, nenek saya bahkan mahu berdoa, dan akhirnya menerima Roh Kudus. Ia melihat cahaya kemuliaan dan dipenuhi dengan sukacita. Sejak saat itu, ia memutuskan untuk percaya kepada Yesus, dan meminta agar ayah dan paman saya membakar seluruh patung-patung berhala yang ada di rumah kami. Beberapa waktu kemudian, seluruh keluarga kami yang berjumlah 20 anggota keluarga, percaya kepada Tuhan.

​Kerana kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, Ia telah memimpin seseorang seperti saya, yang tidak pernah ke gereja sebelumnya, untuk percaya kepadaNya, dan menerima Roh Kudus- semata-mata kerana pamphlet penginjilan. Tidak hanya itu, tetapi Ia telah membawa seluruh keluarga saya ke dalam iman. Apabila saya menengok ke belakang, saya melihat betapa Allah itu ajaib dan penuh kasih. Saya berharap Ia juga memimpin anda, seperti Ia memimpin keluarga saya.

Pertanyaan ulasan

1. Apakah kesan anda dengan bab ini?
2. Apabila anda telah menerima Roh Kudus, tuliskanlah kesaksian anda.
​​

(Dibaca : 697 kali)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *