Bab 08 Pencurahan Roh Kudus

8.1 Pendahuluan

​Alkitab memberitahukan kita bahawa Allah itu setia dan memelihara perjanjianNya dengan umatNya (Ul. 7:9). Alkitab juga berkata bahawa jika kita tidak setia, Dia tetap setia, kerana Dia tidak dapat menyangka diriNya sendiri (II Tim. 2:13)

​Allah telah berjanji melalui nabi-nabi Perjanjian Lama untuk mencurahkan Roh KudusNya kepada umat manusia dan memberitahukan kapan Ia akan melakukannya. Ketika waktu penggenapannya sudah dekat, Dia mengutus AnakNya, Yesus Kristus untuk meneguhkan firmanNya.

8.2 Turunnya hujan awal

​Yohanes Pembaptis memperkenalkan Yesus Kristus kepada orang-orang setelah Allah memperlihatkan siapakah Yesus kepadanya. Ia menyatakan, bahawa walaupun ia membaptis mereka dengan air untuk pertobatan (Mat. 3:11), Yesus akan membaptis mereka dengan Roh Kudus (Yoh. 1:32-33). Melalui Yesus, nubuat-nubuat zaman dahulu yang diucapkan oleh nabi-nabi telah siap untuk digenapi.

8.2.1 Nubuat-nubuat mengenai hujan awal

Aku akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir.
​​​​​​​​​Ulangan. 11:14

Baiklah kita takut akan Tuhan, Allah kita, yang memberi hujan pada waktunya, hujan pada awal musim mahupun hujan pada akhir musim.
​​​​​​​​​Yeremia. 5:24

​Masa hujan awal dan akhir adalah lambang-lambang turunnya Roh Kudus. Alkitab New King James Version menyebutkan dua masa ini sebagai hujan “awal” dan “akhir”, sementara New International Version menyebutkan mereka sebagai hujan “musim gugur” dan “musim semi”(Yer. 5:24; Yak. 5:7). Untuk menghapus kebingungan pada dua edisi Alkitab ini, kita cukup mengetahui bahawa hujan “awal” turun saat musim gugur, tepat sebelum waktunya menabur benih, sementara hujan “akhir” turun saat musim semi, sebelum waktu panen tiba. Apabila kita menaruh dua masa ini ke dalam konteksnya, kita menyedari bahawa pencurahan Roh Kudus pada murid-murid Yesus adalah hujan awal. Tiba tepat sebelum gereja masa awal mulai menebarkan benih injil ke seluruh pelosok dunia (Kis. 1:8)

Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan RohKu ke atas keturunanmu, dan berkatKu ke atas anak cucumu.
​​​​​​​​​Yesaya. 44:3

​Dalam Yesaya. 44:3, yang dimaksud dengan “keturunanmu” adalah keturunan Yakub (Isreal), seperti yang idtunjukkan dalam Yesaya. 44:1, ketika Allah mengucapkan, “hai Yakub, hambaKu, dan hai Isreal, yang telah Kupilih!”

Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat, supaya mereka hidup menurut segala ketetapanKu dan peraturan-peraturan dengan setia; maka mereka akan menjadi umatKu dan Aku akan menjadi Allah mereka.
​​​​​​​​​Yehezkiel. 11:19-20

​“Mereka” dalam Yehezkiel. 11:19-20 menunjukkan bangsa Isreal, kerana dalam Yehezkiel. 11:15, Allah berkata,”Hai anak manusia, penduduk-penduduk Yerusalem berkata tentang semua saudara-saudaramu, tentang kaum kerabatmu dan segenap kaum Isreal dalam keseluruhannya.”

kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. RohKu akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapanKu dan tetap berpegang pada peraturan-peraturanKu dan melakukannya
​​​​​​​​​yehezkiel. 36:26-27

​“Kamu” pada Yehezkiel. 36:26 sekali lagi menunjukkan bangsa Isreal, seperti yang ditunjukkan pada Yehezkiel. 36:22:”Oleh kerana itu Kukatakan kepada kaum Isreal: Beginilah firman Tuhan Allah: Bukan kerana kamu Aku bertindak, hai kaum Isreal.”

Aku akan memberikan RohKu ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali.
​​​​​​​​​Yehezkiel. 37:14

​“Kamu” di dalam Yehezkiel. 37:14 menunjukkan bangsa Isreal, kerana dalam Yehezkiel/ 37:11, Allah berkata, “Hai anak manusia, tulang-tulang ini adalah seluruh kaum Isreal.”

aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetap Ia yang datang kemudian daripadaku lebih berkuasa daripadaku dan aku tidak layak melepaskan kasutNya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
​​​​​​​​​Matius. 3:11

​Dalam Matius. 3:11, “kamu” menunjukkan orang-orang Yahudi seperti ditunjukkan dalam Matius. 3:5, yang mengatakan, “Maka datanglah kepadanya (Yohanes Pembaptis) penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan.”

​Nubuat-nubuat mengenai pencurahan Roh Kudus di atas ditujukan pada bangsa Isreal (orang Yahudi). Nubuat-nubuat ini menunjukkan masa hujan awal yang dimulai saat hari Pentakosta, ketimbang masa hujan akhir (ref. Yeh. 39:29; Zak. 12:10)

8.2.2 Catatan tentang turunnya hujan awal

Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan nampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang berlebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
​​​​​​​​​Kisah Para Rasul. 2:1-4

​Kisah Para Rasul. 2 menjelaskan pencurahan pertama Roh Kudus dengan sebuah penglihatan lidah-lidah api, suara angin yang menderu-deru dan suara orang-orang yang berkata-kata dalam bahasa roh. Seluruh 120 murid mengalami angin rohani yang “bertiup ke mama ia mahu” (Yoh. 3:8). Angin ini tidak dapat dilihat, tetapi dapat dirasakan dan didengar. Yohanes. 3:8 memberitahukan bahawa baptisan Roh Kudus adalah sebuah pengalaman yang dapat diketahui, baik oleh yang menerima Baptisan Roh Kudus, mahupun mereka yang ada di sekitarnya (ref. Kis. 4:31; Why. 19:6)

​Roh Kudus juga disebutkan sebagai “roh yang membakar” (Yes. 4:3-4). Ia mempunyai kuasa untuk mengobarkan kembali hati yang dingin dan keras, membuat mereka bersinar seperti matahari pagi. Seperti api, Roh Kudus menghasilkan panas dan cahaya dan bersifat menyatukan. Ia memurnikan umat percaya dari dosa-dosa mereka dan mengikat hati mereka menjadi satu.

​Penglihatan pada hari Pentakosta mengajarkan beberapa pengajaran rohani yang penting. “Lidah-lidah api” melambangkan bahasa roh yang diucapkan murid-murid (Kis. 2:3-4). Hal ini merupakan bukti seseorang telah dilahirkan dari Roh (Kis. 2:33) dan bertindak sebagai tanda bagi orang-orang yang belum percaya (ref. I Kor. 14:22). Dari sudut pandang lain, mereka yang telah dilahirkan dari Roh Kudus mendapatkan kuasa untuk menyampaikan Firman Allah kepada dunia yang belum percaya. Ini bererti Roh menjadikan kita saksi-saksi yang cakap dan penuh kuasa untuk mengabarkan injil Kristus (ref. Kis. 1:8)

​Setelah Tuhan Yesus naik ke syurga, murid-murid menuruti perintahNya untuk tetap tinggal di Yerusalem dan menunggu kuasa dari atas (Luk. 24:49; Kis. 1:4-5, 12-15). Di hari Pentakosta, Allah mendengar doa-doa mereka dan memenuhi mereka dengan Roh KudusNya, sehingga mereka berbicara dalam bahasa roh. Pada saat itu ada banyak orang Yahudi dari berbagai pelosok berkumpul di Yerusalem untuk menghadiri perayaan Pentakosta. Mereka takjub dan keran, kerana mereka mendengar murid-murid berbicara tentang perbuatan Allah yang luar biasa dengan bahasa mereka sendiri. Allah mengadakan mujizat dengan membuka telinga mereka sehingga dapat mengerti misteri-misteri yang diucapkan dalam bahasa roh (Kis. 2:8-12; ref. I Kor. 14:2). Orang-orang Yahudi lain yang tidak terlalu peduli (“orang lain” dalam Kisah Para Rasul. 2:13) tidak dapat mengerti bahasa roh itu mengatakan bahawa murid-murid Yesus sedang mabuk (Kis. 2:13)

​Namun Rasul Paulus menjelaskan kebingungan itu dengan mengutip ucapan Nabi Yoel, sehingga orang-orang menyedari bahawa mereka baru saja menyaksikan pencurahan Roh Allah yang menggenapi nubuat-nubuat kuno (Kis. 2:16-21; Yoel. 2:28-32). Lebih lanjut, Petrus mendesak mereka untuk bertobat dan dibaptis di dalam nama Yesus untuk menghapus dosa mereka, dan menyakinkan mereka bahawa mereka juga akan menerima karunia Roh Kudus (Kis. 2:37-39). Hasilnya, 3000 orang menjawab khotbah Petrus dengan menerima baptisan air: Mereka kemudian dengan sepenuh hati mengikuti pengajaran para rasul dengan terus-menerus berkumpul dan bersekutu (Kis. 2:40-42). Kejadian-kejadian ini menandai kelahiran gereja awal. Sejak saat itu Roh Kudus dicurahkan di mana pun para rasul menginjil (Kis. 8:17; 10:44; 19:6)

8.3 Roh Kudus berhenti turun

​Seperti disebutkan dahulu, dua musim hujan utama di Isreal adalah: 1) hujan awal, yang turun sebelum masa menabur; 2) hujan akhir, yang turun sebelum masa panen. Dua musim ini menandakan dua masa Roh Kudus turun kepada umat manusia. Masa pertama terjadi 2000 tahun yang lalu, pada hari Pentakosta, dan menandakan berdirinya gereja para rasul. Masa kedua adalah masa hujan akhir saat sekarang: Roh Kudus telah memulihkan gereja Allah dan bersiap untuk menual.

​Di daerah Palestina, ada masa musim dingin di antara masa hujan awal dan akhir, yang ditandai dengan hujan dan salju. Iklim ini melambangkan keadaan rohani gereja awal segera setelah para rasul wafat, Roh Kudus tidak lagi turun kerana gereja telah meninggalkan Allah dan kebenaranNya. Namun seperti hujan dan salju yang kadang-kadang turun di musim dingin, Roh Kudus terus bekerja dengan cara-cara lain (Yoh. 5:17). Contohnya, kita melihat Roh Kudus mengilhami orang-orang untuk menerjemahkan Alkitab, memelihara teks-teks injil dan mengkanonisasi Alkitab.

8.3.1 Nubuat-nubuat mengenai berhentinya pencurahan Roh Kudus

Aku akan mematahkan kekuasaanmu yang kaubanggakan dan akan membuat langit di atasmu sebagai besi dan tanahmu sebagai tembaga. Maka tenagamu akan habis dengan sia-sia, tanahmu tidak akan memberi hasilnya dan pohon-pohonan di tanah itu tidak akan memberi buahnya.
​​​​​​​​​Imamat. 26:19-20

​Di ayat ini, kata “langit di atasmu sebagai besi” menjelaskan bagaimana kangit akan menutup pintunya. “Tanahmu sebagai tembaga” menunjukkan tanah yang akan menjadi kering dank eras kerana tidak adanya hujan. Imamat. 26:14-16 telah menjelaskan bahawa Allah akan melakukan ini ketika orang-orang pilihan tidak taat atau memberontak melawan Dia:

Tetapi jikalau kamu tidak mendengarkan Daku, dan tidak melakukan segala perintah itu, jikalau kamu menolak ketetapanKu dan hatimu muak mendengar peraturan-peraturanKu, sehingga kamu tidak melakukan segala perintahKu dan kamu mengingkari perjanjianKu, 16 maka Akupun akan berbuat begini kepadamu.
​​​​​​​​​Imamat. 26:14-16

​Dalam erti rohani, bangsa Isreal yang adalah bangsa pilihan Allah merupakan penggambaran gereja Allah (ekklesia di bahasa Yunani). Ekklesia bererti sebuah “kumpulan orang banyak”, tetapi banyak teks penting, termasuk Kitab-kitab Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani, menggunakan ekklesia untuk mengertikan kata Ibrani qahal, yang bererti kumpulan umat perjanjian Allah dalam Perjanjian Lama (lihat Ul. 23:2-9; ref. “rumah ibadat” dalam Yak. 2:2). Kerana itu ditutupnya langit-langit di atas Isreal menandakan bagaimana Roh Kudus akan berhenti turun pada gereja setelah masa para rasul.

​Kemerosotan rohani pada gereje setelah wafatnya para rasul mengakibatkan Roh Kudus meninggalkan gereja. Bila kita melihat catatan sejarah, tidak heran bila kita melihat tanda-tanda bahasa roh hilang bersama dengan perginya Roh Kudus. Seperti tubuh tanpa nyawa, gereja mengalami kematian rohani (Yak. 2:26). Lebih lagi tanpa Roh Allah, gereja tidak dapat menghasilkan buah roh (Gal. 5:22-23). Walaupun umat percaya berusaha hidup seturut dengan injil, sebagian bahkan menerapkan gaya hidup petapa dan tinggal di biara-biara, mereka tidak dapat menghasilkan buah yang dikehendaki Allah. Lebih parah lagi, sebagian pemimpin gereja sibuk terlibat dalam kekuasaan dan politikm dan mengabaikan keadaan rohani jemaat mereka. Hari ini, orang-orang Kristian memikul akibat dari ribuan tahun sejarah gereja. Kita harus memahami alasan mengapa terjadi kemerosotan rohani pada gereja setelah masa para rasul Reformis Martin Luther menyedari bahawa tradisi dan sejarah gereja harus dikesampingkan untuk tujuan yang lebih tinggi, yaitu mengejar kebenaran. Ini terus menjadi masalah kunci bagi komunitas. Kristian hari ini: mereka harus membuang ajaran-ajaran palsu yang masuk ke dalam gereja setelah wafatnya para rasul.

​Pertanyaannya, apakah kita akan dapat memulihkan iman rasul-rasul yang mula-mula? Walaupun sebagian orang Kristuan merasa ini adalah hal yang tidak mungkin, kita tahu bahawa kita dapat bersandar pada Roh Kudus untuk memungkinkannya. Hanya Dia yang mempunyai kuasa untuk memulihkan dan mengumpulkan tulang-tulang kering umat Allah (Yeh. 37:1). Memulihkan sesuatu yang telah lama mati sungguh merupakan hal yang sulit, namun Yesus mengajarkan kita, “bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin” (Mat. 19:26)

Hati-hatilah, supaya jangan hatimu ke bukit-bukit gundul dan lihatlah! Di manakah engkau tidak pernah ditiduri? Di penggir jalan-jalan engkau duduk menantikan kekasih, seperti seorang Arab di padang-gurun. Engkau telah mencemarkan begeri dengan zinahmu dan dengan kejahatanmu. Sebab itu dirus hujan tertahan dan hujan pada akhir musim tidak datang. Tetapi dahimu adalah dahi perempuan sundal, engkau tidak mengenal malu.
​​​​​​​​​Yeremia. 3:2-3

​Ulangan 11:16-17 memuat sebuah peringatan dari Allah: Ia akan menimpakan kekeringan ke atas umatNya apabila mereka berpaling dari Dia dan menyembah allah-allah lain. Sayangnya, kita dapat melihat dari sejarah, bangsa Isreal tidak mendengarkan peringatan ini, dan Allah terpaksa mengingatkan mereka akan sikap mereka yang memberontak. Contohnya, kita melihat bagaimana Raja Ahab membuat bangsa Isreal menyembah berhala. Ketidaksetiaan yang amat kentara ini memurkalan Allah sebegitu rupa sehingga Ia menghentikan embun dan hujan selama tiga setengah tahun (I Raj. 17:1, 7; 16:30-33; Yak. 5:17). Sayang sekali bangsa Isreal tidak belajar dari kesalahan mereka, kerana kemudian Nabi Yeremia harus menegur mereka kembali kerana berlaku sperti perempuan sundal. Seperti sebelumnya, mereka berpaling dari Allah yang sejati dan menyembah allah-allah palsu (Yer. 2:10-25; 3:6-14)

​Dari sejarah, kita melihat gereja awal dimulai di dalam kuasa Roh Kudus, tetapi pada akhirnya kehilangan visi dan kasihnya kepada kebenaran. Kesesatan ini sampai pada titik ketika Paus Katolik Roma bahkan menyebut dirinya sendiri sebagai “Wakil Kristus di bumi” dan terang-terangan menerima sujudan dan sembahan dari umat percaya. Gereja juga mulai mengizinkan pemyembahan patung Yesus, para rasul, para orang kudus, dan Maria. Kerana penyimpangan-penyimpangan ini, Roh Kudus kebenaran tidak lagi menyertai gereja, sehingga tidak ada lagi tanda-tanda berbahasa roh. Mada berhentinya pencurahan Roh Kudus dimulai tidak lama setelah wafatnya para rasul hingga permulaan abad ke-20, ketika Gereja Yesus Benar didirikan.

​Hari ini komunitas Kristian perlu menangkap kembali visi dan kasihnya kepada kebenaran, dan mencari Roh Kudus. Walaupun orang-orang Kristian mungkin tanpa sedar melakukan pemyembahan berhala, mereka masih dapat jatuh dalam perangkap pemyembahan para ahli teologi, penginjil dan pemimpin gereja. Sebagian denominasi bahkan menamai gereja mereka dengan nama-nama orang yang mendirikan mereka, secara efektif menaruh perhatian pada manusia ketimbang Allah, padahal Yesus berkata kepada kita bahawa gereja adalah gerejaNya, bukan milik manusia (Mat. 16:18)
​Allah adalah Allah yang cemburu, jadi segala kemuliaan dan hormat haruslah ditujukan kepadaNya. Rasul-rasul di masa gereja awal, seperti Petrus dan Paulus, mereka penuh dengan karunia rohani, namun Tuhan yang hanya menggunakan mereka sebagai perabot untuk mewujudkan kemuliaan Allah. Sayangnya, kerana kelemahan mereka, umat manusia cenderung menaruh perhatian pada orang yang melakukan mujizat daripada Allah yang memberikan kuasa itu. Para rasul dengan hikmat berhati-hati untuk tidak menerima sedikit pun pujian atau sembahan dari orang lain (Kis. 10:25-26; 14:11-15) Kita semua patut melakukan yang terbaik dari teladan mereka.

dibuatNya sungai-sungai menjadi padang gurun, dan pancaran-pancaran air menjadi tanah gersang, tanah yang subur menjadi padang asin, oleh sebab kejahatan orang-orang yang diam di dalamnya.
​​​​​​​​​Yeremia. 14:2-4

​Di masa Nabi Yeremia, bangsa Isreal berulang kali memberontak melawan Allah. Perilaku mereka menyebabjan murka Allah menyala-nyala sehingga Ia tidak mahu mendengarkan seruan mereka dan menolak persembahan mereka. Sebaliknya, Allah menyatakan bahawa Ia akan menjawab doa-doa mereka dengan pedang, kelaparan dan penyakit sampar (Yer. 14:7-12). Kata-kata ini memperlihatkan keadaan hyang dihadapi gereja setelah masa para rasul, saat umat geraja tidakvmenaati kehendak dan perintah Allah, dan menyimpang dari kebenaran. Karena dosa-dosa inilah Roh Kudus tidak lagi dicurahkan.

​Sebelum Ia naik ke syurga, Yesus mengembankan tugas kepada murid-muridNya untuk pergi ke segala bangsa. KataNya, “ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat. 28:20). Yesus memastikan mereka bahawa Ia tidak akan meninggalkan mereka. Nmaun bila kita membaca dengan hati-hati, kita melihat bahawa Yesus mencatatkan sebuah syarat: murid-murid harus mengajarkan orang-orang untuk melakuakn segala yang telah Ia perintahkan. Dengan kata lain, Ia akan senantiasa menyertai gereja apabila mereka memegang firmanNya. Sayang sekali kita melihat gereja setelah masa para rasul secara perlahan meninggalkan ajaran-ajaran Tuhan, dan kerana itu Roh Kudus, yang adalah Roh kebenaran, tidak lagi dapat tinggal dengan mereka.

​Saat Yesus masih melayani di bumi, Ia berkata:

Jikalau kamu mengasih Aku, kamu akan menuruti segala perintahKu. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain,supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran… Barangsiapa memegang perintahKu dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, Ia akan dikasihi oleh BapaKu dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diriKu kepadanya…. Jika seorang mengasihi Aku, Ia akan menuruti firmanKu dan BapaKu akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.
​​​​​​​​Yohanes. 14:15-17, 21, 23

​Terdapat sebuah amsal yang mengajarkan, “berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu dan memberitahukan perkataanku kepadamu” (Ams. 1:23). Kita harus menyedari pentingnya tinggal di dalam kebenaran dan dalam perintaj-perintah Tuhan Yesus.

​Banyak gereja-gereja saat ini telah meninggalkan pengajaran Alkitab. Kebenaran-kebenaran doktrin dasar seperti Roh Kudus, baptisan air, basuh kaki, hari Sabat dan Perjamuan Kudus telah diabaikan atau dikesampinhkn demi kemudahan atau kompromi. Kembali kepada kebenaran sangatlah penting di hari-hari terakhir ini, begitu juga menyedari perlunya kembali ke satu kawanan sejati, yang kepadanya adalah Yesus Kristus (Yoh. 10:16)

8.3.2 Gambaran awal mengenai berhentinya pencurahan Roh Kudus

​“Dan Aku berkata kepadamu, dan kataKu ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Isreal ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri” (Luk. 4:25). Di masa Nabi Elia, langit-langit ditutup kerana Raja Ahab telah meninggalkan Allah dan mengakibatkan umat Isreal menyembah Baal (I Raj. 16:30-33; 18:17-18)

​Hujan melambangkan Roh Kudus. Mengetahui ini, langit-langit yang tertutup menggambarkan bagaimana Roh Kudus akan berhenti turun kepada umat Allah. Penutupan langit-langit selama tiga setengah tahun menandai berhentnya pencurahan Roh Kudus selama beberapa waktu (ref. Why. 11:2). Seperti Allah menahan hujan kerana pemberontakan Raja Ahab dan bangsa Isreal, begitu juga Roh Kudus akan berhenti tercurah selama beberapa waktu di antara masa hujan awal dan akhir, kerana pemberontakan gereja melawan Allah setelah masa para rasul.

8.3.3 Sejarah mengenai berhentinya pencurahan Roh Kudus

​Menjelaskan sejarah mengenai berhentinya pencurahan Roh Kudus secara rinci adalah tugas yang sangat sulit, kerana beberapa alasan. Pertama, Alkitab seringkali berbicara dengan nubuat dan penggambaran, dan kita tidak dapat menanyakan nabi-nabi yang mengucapkannya, apakah yang dimaksudkan Allah mengenai segala aspek dalam nubuat-nubaut itu. Bahkan walaupun misalnya kita dapay menggunakan mesin waktu dan bertanya langsung kepada mereka, kemungkinn besar mereka ucapkam. Kedua, kita tidak mempunyai catatan sejarah akurat yang merinci kepan tepatnya Roh Kudus meninggalkan gereja dan sebab musababnya secara khusus. Ini disebabkan kerana catatan-catatan sejarah, yang dicatat dan diarsipkan oleh Gereja Katolik, Roma, gereja-gereja Reformis, dan gereja penginjilan non-denominasi, semuanya memegang pandangan bahawa Roh Kudus tidak pernah meninggalkan komunitas Kristian sejak hari Pentakosta.

​Kita tahu bahawa ketika Yohanes menulis Kitab Wahyu, yang seingkalu dianggap sebagai kitab yang terkahir ditulis dalam Kanon Perjanjian Baru (sekitar 90-100 Masehi), Roh Kudus belum meninggalkan gereja awal. Namun kiya tahu bahawa gereja sudah mulai menghadapi masalah-masalah serius dan pengajaran-pengajaran palsu (Lihat Wahyu. 2 hingga 3). Terakhir, dengan kemunduran terus menerus dari kebenaran, Roh Kudus pergi, kemungkinan besar tidak secara tiba-tiba, tetapi perlahan-perlahan seiring terseretnya gereja ke dalam kemerosotan rohani.

​Lebih lanjut, di abad ke-2 dan ke-3, Nampak bahawa gereja setelah masa para rasul mencuba mengekang apa yang mereka lihat sebagai kegiatan kharismatik di perkumpulan-perkumpulan gereja local. Namun apa yang dilakukan gereja dengan maksud baik, mungkin telah mengayunkan bandul kea rah sebaliknya, dan dengan demikian memadamkan oekerjaan Roh Kudus. Akibatnya adalah kemunduran dalam pengalaman rohani, yang mungkin dapat menolong memperdalam iman umat percaya. Sejarah menggambarkan bagaimana gereja tidak dapat dipimpin oleh Roh, dan pada akhirnya membuat Roh Kudus meninggalkan gereja sepenuhnya. Sayangnya, banyak orang Kristian hari ini terus memandang remeh pengalaman-pengalaman rohani, atau meragukannya. Mengetahui hal ini, kita perlu mengingat peringatan Rasul Paulus, agar jangan memadamkan Roh (I Tes. 5:19)

​Saat Rasul Yohanes menulis surat-suratnya, sebuah ajaran sesat yang disebut Gnostik mulai menyebar ke dalam gereja. Mereka yang tertipu dengan ajaran ini meninggalkan gereja (I Yoh. 2:19). Para pendukung ajaran Gnostik percaya bahawa pengetahuan (gnosis, dalam bahasa Yunani) adalah cara untuk mendapatkan keselamatan, dan lebih penting daripada gaya hidup Kristian. Mereka juga percaya bahawa keilahian dapat berhubungan dengan dunia jasmani, dan kerananya menyangkal kebangkitan kembali Yesus Kristus (sebuah ajaran sesat yang dikenal sebagai Docetisme). Yang paling merusak dalam ajaran ini, adalah pandangan bahawa tindakan umat percaya tidak ada hubungannya dengan keselamatan mereka (sebuah pandangan yang secara kebetulan masih dipegang orang Kristian hari ini, saat mereka menekankan secara elstrim bahawa keselamatan sepenuhnya kerana karunia Allah). Ajaran sesat ini mengakibatkan banyak orang percaya berjalan dengan kehidupan yang tidak kudus, menggunakan “pengetahuan” mereka sebagai tameng dosa.

​Kamus Bergambar Nelson memberikan gambaran sekilas tentang pandangan dan praktek Gnostik pada masa gereja mula-mula:

​Paham Gnostik juga mengajarkan bahawa manusia terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh. Kerana tubuh dan jiwa adalah bagian dari keberadaan duniawi manusia, mereka bersifat jahat. Di dalam jiwa ini adalah roh, satu-satunya bagian ilahi dalam diri manusia. “Roh” ini tidur dan tidak menyedari apa-apa, dan harus dibangunkan dan dibebaskan dengan pengetahuan.

​Menurut ajaran Gnostil, tujuan keselamatan adalah agar roh dibangunkan oleh pengetahuan, sehingga manusia yang ada di dalam dapat dibebaskan dari penjara kedagingannya dan kembali ke dunia terang, saat jiwa disatukan kembali dengan Allah. Saat jiwa ke terangkat, ia perlu menembus ruang kosmik yang memisahkannya dari tujuan surgawinya. Ini juga dicapai dengan pengetahuan. Seseorang harus mengerti rumus-rumus tertentu yang hanya diungkapkan kepada orang yang telah dibangunkan.

​Perilaku etis di antara penganut Gnostik sangat berbeda satu sama lain. Sebagian berusaha memisahkan diri mereka dari segala hal yang jahat agar tidak ternodai. Paulus mungkin menentang pandangan seperti itu dalam ITimotius. 4:1-5. Para penganut Gnostik lain mengambil bentuk kebebasan. Bagi mereka, pengetahuan bererti kebebasan untuk turut serta dalam segala macam kenikmatan. Banyak di antara mereka beralasan, kerana mereka telah menerima pengetahuan ilahi dan telah diberitahukan tentang sifat ilahi mereka, maka tidak ada masalah dengan bagaimana mereka hidup.

​Ajaran Gnostik masuk ke dalam banyak gereja lokal, menjangkiti mereka seperti birus menular: Walaupun para rasul seperti Yohanes menentang ajaran ini, gereja tidak mampu menghapus pengaruhnya secara menyeluruh. Sebelum diadakannya Sidang Nicea, banyak pendukung-pendukung ajaran Gnostik bahkan disambut di Konstantinopel dan Roma, titik-titik kekuasaan gereja mula-mula. Hanya setelah adanya hasil dari Sidang Nicea, ajaran Gnostik secara berlahan, walaupun tidak sepenuhnya, dihapus dari gereja.

​Sebagian besar ahli Alkitab yakin bahawa Yohanes menulis Kitab Wahyu di antara tahun 95 dan 96 Masehi, mendekati akhir abad pertama. Yohanes menerima Wahyu dari Allah saat ia berada dalam pembuangan di Pulau Patmos. Setelah menerima Wahyu itu, Yohanes mengirim surat ke tujuh gereja: Efesus, Smirna, Pergamos, Tiatira, Sardis, Filadelfia, dan Laodikia (Why. 1:9-11). Surat-surat ini berisi pesan-pesan kuat dari Tuhan kepada umatNya: Ia memuji sebagian gereja, tetapi menegur yang lain kerana kurangnya kasih meninggal (menjelang awal abad ke-2), gereja telah kehilangan inti kepemimpinan rohaninya, tidak lagi dipimpin oleh Roh Kudus, dan semakin bersifat sekular dan polotis. Kesalahan gereja yang paling fatal adalah meninggalkan kebenaran yang telah diletakkan oleh Yesus dan para rasul. Perginya Roh Kudus dari gereja tidak lagi dapat dihindari. Kita dapat menyimpulkan pencurahan Roh Kudus berhenti sepenuhnya setelah abad ke-3 Masehi.

8.4 Turunnya hujan akhir

Bila awan-awan sarat ,mengandung hujan, maka hujan itu dicurahkannya ke atas bumi.
​​​​​​​​​Pengkhotbah. 11:3

​Pada erti rohani, ketika “awan-awan sarat mengandung hujan”, ini bererti turunnya Roh Kudus semakin dekat. Kerana ada musim yang telah ditentukan untuk turunnya hujan awal, maka tentu ada musim yang telah ditentukan untuk hujan akhir:

​Kitab Pengkhotbah mengatakan:

​Untuk segala sesuatu ada masanya,
​Untuk apapun di bawah langit ada waktunya.
​Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal,
​Ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam;
​Ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan;
​Ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun;
​Ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa;
​Ada waktu untuk meratap, ada waktu untuk menari;
​Ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu;
​Ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dan memeluk;
​Ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi;
​Ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang;
​Ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit;
​Ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara;
​Ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci;
​Ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai.
​​​​​​​​​Pengkhotbah. 3:1-8

​Allah maha pengasih dan murah hati. Walaupun gereja setelah masa para rasul telah meninggalkan iman mereka kepadaNya, sehingga Roh Kudus meninggalkan mereka, murkaNya tidak berlangsung selamanya. Pada waktunya, Allah sekali lagi akan mencurahkan Roh KudusNya kepada mereka yang percaya kepadaNya. Alkitab berkata:

Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milikNya sendiri; yang tidak berlahan dalam murkaNya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia? Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut. Kiranya Engkau menunjukkan setiaMu kepada Yakub dan kasihMu kepada Abraham seperti yang telah Kaujanjikan dengan bersumpaj kepada nenek moyang kami sejak zaman purbakala!
​​​​​​​​​Mikha. 7:18-20

8.4.1 Nubuat-nubuat mengenai hujan akhir

Pada waktu itu Tuhan mengangkat pula tanganNya untuk menebus sisa-sisa umatNya yang tertinggal.
​​​​​​​​​Yesaya. 11:11

​Di masa Perjanjian Lama, umat pilihan Allah seringkali memberontak melawan Dia. Mereka pada akhirnya menghadapi pembuangan di antara bangsa-bangsa lain. Namun Allah berjanji, bahawa pada suatu hari Ia akan mengulurkan tanganNya keduakalinya untuk mengumpulkan dan memulihkan umatNya.

​Kemudian Allah memberikan anugerah keselamatanNya kepada umatNya melalui sebuah perjanjian baru yang dibuat dengan darah Yesus. Ia mengutus Yesus untuk membawa kembali domba-domba Isreal yang tersesat (Mat. 10:5) dan untuk menyelamatkan umat manusia (Mat. 28:19). Pencurahan Roh Kudus di masa hujan akhir adalah sebuah sejarah yang terulang kembali di tingkatan rohani: rencana keselamatan Allah dan pengumpulan umatNya, hal-hal yang dahulu dinubuatkan jauh sebelum pembaruan gereja Allah, juga akan terjadi pada umat Allah yang tersebar di masa Perjanjian Baru.

​Abraham mempunyai dua jenis keturunan, yaitu yang jasmani dan yang rohani (Kej. 20:17). Bangsa Isreal adalah keturunan Abraham yang jasmani, sementara umat pilihan Perjanjian Baru, yaitu gereja benar, adalah keturunan Abraham yang rohani (Gal. 3:29). Namun seluruh janji Allah kepada Abraham akan digenapi pada waktunya. Seperti bangsa Isreal melihat penggenapan nubuat-nubuatNya, begitu juga gereja benar.

​Nabi Yesaya bernubuat, “Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas. Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan” (Yes. 32:15). Walaupun nyatanya bangsa Isreal memberontak melawan Allah dan menjadi seperti padang belantara rohani, Allah berjanji akan memulihkan mereka. Begitu juga gereja setelah masa para rasul, yang kehilangan penyertaan Roh Kudus saat ia menyimpang dari kebenaran, suatu hari akan menghasilkan buah lagi. Jadi Yesaya bernubuat, “Sebab Tuhan menghibur Sion, menghibur segala reruntuhannya; Ia membuat padang gurunnya seperti taman Eden dan padang belantaranya seperti taman Tuhan. Di situ terdapat kegirangan dan sukacita, nyanyian syukur dan lagu yang nyaring” (Yes. 51:3)

Kemudian daripada itu akan terjadi, bahawa Aku akan mencurahkan RohKu ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan RohKu pada hari-hari itu. Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan yang hebat dan dahsyat itu.
​​​​​​​​​Yoel. 2:28-31

​Petrus mengutip nubuat Yoel setelah Roh Kudus dicurahkan dengan hebat pada hari Pentakosta, yang menandai dimulainya masa hujan awal (Kis. 2:17-21). Namun dua ayat terakhir pada nubuat mengenai kejadian-kejadian kosmologis masih harus terjadi di hari-hari terakhir, sebelum Yesus datang keduakalinya.

Mintalah hujan daripada Tuhan pada akhir musim semi! Tuhanlah yang membuat awan-awan pembawa hujan deras, dan hujan lebat akan Diberikan kepada mereka dan tumbuh-tumbuhan di padang kepada setiap orang.
​​​​​​​​​Zakharia. 10:1

​Hujan akhir melambangkan Roh Kudus yang akan mendirikan gereja benar di akhir zaman. Ayat ini atas adalah nubuatan Alkitab yang paling jelas menjelaskan pencurahan Roh Kudus oleh Allah di masa hujan akhir: siapa yang datang ke gereja benar dan berdoa memohon Roh Kudus akan menerimanya.

​Selain nubuat-nubuat yang disebutkan di atas, ada beberapa nubuat lain yang juga menjelaskan pencurahan hujan akhir (seperti contoh, lihat Ul. 11:14; Yeh. 39:29; Hos. 6:3; Yoel. 2:23; Za. 4:6; 8:12) (Lihat Bab 7 untuk informasi lebih lanjut)

8.4.2 Penggambaran dan tanda mengenai hujan akhir

Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turunm dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumi pun mengeluarkan buahnya.
​​​​​​​​Yakobus. 5:17-18

Sesungguhnya Aku akan mengutus Nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.
​​​​​​​​Maleakhi. 4:5-6

​Nabi Yesaya, yang berdoa memohon hujan untuk umat pilihan, merupakan penggambaran gereja di masa hujan akhir. Ada beberapa alasan yang mendukung hal ini. Pertama, pekerjaan Elia adalah menuntun umat pilihan menjauhi penyembahan berhala, dan kembali kepada pengajaran Allah. Dengan demikian ia memastikan pengampunan Allah dan kembalinya hujan (I Raj. 18:17-21, 39-45). Pekerjaannya sejajar dengan gereja benar di akhir zaman: mengejar kebenaran, menuntun umat percaya menjauhi ajaran sesat, dan berdoa agar umat pilihan menerima Roh Kudus. Kedua, Elia menggambarkan Yohanes Pembaptis: keduanya mempunyai roh dan kuasa yang sama untuk mengembalikan umat pilihan kepada Allah (Mat. 17:10-13; Luk. 1:15-17). Seperti Yohanes Pembaptis mendahului Tuhan Yesus, menuntun umat Allah untuk bertobat dan mempersiapkan mereka menerima Tuhan (Yes. 40:3-5), begitu juga gereja benar menuntun orang-orang untuk bertobat dan menyiapkan mereka untuk kedatangan Tuhan yang keduakalinya (Why. 21:2, 9-10)

Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu menjadi sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi.
​​​​​​​​Yesaya. 61:4

HatiKu akan baik kembali dan Aku akan berpaling kepadamu dan kamu akan dikerjakan dan ditaburi. Aku akan membuat manusia banyak di atasmu, yaitu segenap kaum Isreal dalam keseluruhannya; kota-kota akan didiami lagi dan reruntuhan-reruntuhan akan dibangun kembali.
​​​​​​​​Yehezkiel. 36:9-10

Beginilah firman Tuhan Allah: Pada hari Aku mentahirkan kamu dari segala kesalahanmu, Aku akan membuat kota-kota didiami lagi dan reruntuhan-reruntuhanmu, Aku akan membuat kota-kota didiami lagi dan reruntuhan-reruntuhan akan dibangun kembali. Tanah yang sudah lama tinggal tandus akan dikerjakan kembali, supayajangan lagi tetap tandus di hadapan semua orang yang lintas daripadamu. Sebaliknya mereka akan berkata: Tanah ini yang sudah lama tinggal tandus menjadi seperti taman Eden dan kota-kota yang sudah runtuh, sunyi sepi dan musnah, sekarang didiami dan menjadi kubu. Dan bangsa-bangsa yang tertinggal, yang ada di sekitarmu akan mengetahui, bahawa Akulah yang tertinggal, yang ada di sekitatmu akan mengetahui, bahawa Akulah Tuhan, yang membangun kembali yang sudah musnah dan menanami kembali yang sudah tandus. Aku, Tuhan , yang mengatakanya dan akan membuatnya.
​​​​​​​​Yehezkiel. 36:33-36

​Di masa Perjanjian Lama, umat pilihan Yehuda dan raja-raja mereka tidak taat kepada Allah. Akibatnya Bait Allah yang didirikan Salomo dihancurkan, dan bangsa Isreal dibuang ke Babel (II Raj. 25:8-12). Setelah melalui masa pembuangan selama 70 tahun, Allah menggerakkan Raja Koresh dari Persia untuk menggenapi apa yang telah diucapkanNya dahulu melalui nabi-nabi: Orang-orang Yahudi akan kembali ke tanah nenek moyang mereka untuk membangun kembali Bait Allah (II Taw. 36:17-23; Yes. 44:28; Yer. 25:11-12). Hal-hal yang terjadi pada Bait Allah secara fisik menggambarkan hal serupa yang akan terjadi pada Bait Allah rohani, yaitu gereja Allah (I Kor. 3:16-17; I Ptr. 2:5): gereja Allah akan didirikan, dihancurkan, dan dibangun kembali.

Maka berbicarakan ia, katanya:”Inilah firman Tuhan kepada Zerubabei, bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan melainkan dengan rohKu, firman Tuhan semesta alam”
​​​​​​​​Zakharia. 4:6

​Di tahun 538 sebelum Masehi, Raja Koresh mengizinkan orang Yahudi untuk kembali ke tanah asal mereka untuk membangun kembali Bait Allah. Dasar Bait Allah diletakkan pada tahun 536 sebelum Masehi, namun tidak lama setelah perintah ini dikeluarkan, orang-orang Yahudi menghadapi tentangan dari musuh-musuh mereka, sehingga pembanguan terhenti. Penundaan ini terus berlansung hingga tahun kedua Raja Darius dari Persia (Ez. 4:1-24). Di masa pemerintahan Raja Darius, Allah berbicara kepada Zerubabel (pemimpin sipil) melalui Nabi Zakharia untuk menyatakan bahawa pembangunan kembali Bait Allah harus dipimpin oleh Roh Kudus, dan dengan begitu, segala rintangan akan dapat dilalui.

​Pesan yang dinyatakan kepada Zerubabel adalah hal yang harus diperhatikan oleh gereja benar akhir zaman. Gereja harus bersandar pada Roh Kudus untuk mengatasi segala rintangan dan membangun kembali gereja Allah.

Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan “yang memperbaiki tembok yang tembus”, “yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni”
​​​​​​​​Yesaya. 58:12

Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kata.
​​​​​​​​Amos. 9:11

Perintahnya kepadanya: Ambillah perlengkapan ini, pergilah dan taruhlah itu di dalam bait suci yang di Yerusalem, dan biarlah rumah Allah dibangun di tempatnya yang semula.
​​​​​​​​Ezra. 5:15

​Dari sudut pandang rohani,”membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad” menggambarkan bagaimana gereja benar hari ini harus membangun kembali gereja yang telah jatuh setelah masa para rasul. Maka kemunculan kembali Roh Kudus di awal abad ke- 20 menunjukkan kehendak Allah untuk memulihkan gerejaNya, yang telah lama jatuh dari kebenaran. Nubuat-nubuat mengenai “membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala” dan “dibangun di tempatnya yang semula” menggambarkan bagaimana gereja benar di akhir zaman harus membangun dasar yang sama seperti dasar gereja awal yang murni, yaitu “dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Yesus Kristus sebagai batu penjuru” (Ef. 2:19-20). Pemulihan gereja benar berjalan seiring dengan pemulihan iman rasul-rasul.

​Ketika Zerubabel sedang memimpin umat Allah kembali ke tanah asal mereka untuk membangun kembali Bait Allah, Allah telah memerintahkan dia melalui Nabi Zakharia, bahawa pembangunan kembali Bait Allah hanya dapat dilakukan dengan kuasa Roh Kudus (Zak. 4:6). Ini mengingatkan kembali ucapan Tuhan Yesus:”Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” (Yoh. 16:13). Ini mengajarkan kita bahawa pertolongan dan pimpinan Roh Kudus tidak dapat dikesampingkan untuk dapat mencapai misi memulihkan gereja ke dasarnya yang mula-mula.

Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah.
​​​​​​​​Yehezkiel. 47:1

​Di sini, Bait Allah menandakan Tuhan Yesus (Yoh. 2:21), sementara air yang keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci menandakan Roh Kudus yang diutus oleh Yesus (Yoh. 7:37-39; 17:7). Yehezkiel. 47:3-5 menjelaskan tingkat air yang terus bertambah, yang awalnya setinggi lutut, namun kemudian menjadi sebuah sungai yang tidak dapat diseberangi. Tinggi air yang meningkat menandakan kuasa dan tenaga Roh Kudus hujan akhir yang terus bertambah. Seperti yang telah kita pelajari, pekerjaan Roh Kudus di masa hujan awal dimulai dengan kuasa yang hebar, namun perlahan menurun dan akhirnya berhenti. Ini Nampak kontras dengan pekerjaan Roh Kudus di masa hujan akhir yang dimulai dalam skala kecil, namun akan terus membesar hingga kedatangan Tuhan yang kedua, saat Yesus akan menerima pengantinNya, yaitu gereja (Why. 21:2; 9-10). Seperti yang dinubuatkan dalam Alkitab,”Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula” (Hag. 2:9)

8.4.3 Tempat hujan akhir akan turun

​Roh Kudus hujan awal pertama-tama turun di Yudea, tenpat kelahiran Yesus Kristus. Yudea ada di antara tiga benua besar: Asia Eropa dan Afrika. Dari situ Roh Kudus mulai turun kea rah barat mengikuti arah injil. Pola perjalanan dari timur ke barat ini terulang di masa hujan akhir.

​Alkitab mencatat beberapa nubuat, penggambaran dan tanda yang semuanya menandakan bahawa Roh Kudus pertama-tama akan turun kepada umat manusia dari arah timur.

. Kedatangan Anak manusia

Oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.
​​​​​​​​​Lukas. 1:78-79

​“Mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut” adalah orang-orang berdosa yang tidak mahu bertobat dan hidup dalam kegelapan rohani; orang-orang ini membutuhkan terang, kehidupan, dan jalan kedamaian. “Surya pagi” berasal dari kata Yuhani Anatole, yang bererti “terbit”, dan sering digunakan untuk menandakan arah timur (ref. Mat. 2:1), atau terbitnya matahari1. Hal ini menggambarkan dengan baik misi Tuhan Yesus untuk membawa terang kepada mereka yang duduk dalam kegelapan dan bayang-bayang maut. Lebih lagi, seperti matahari yang terbit di arah timur dan terbenam di barat, orang-orang dari timurlah yang akan melihat terang terlebih dahulu.

Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.
​​​​​​​​​Matius. 24:27

​Roh Kudus adalah Roh “Anak Manusia”. Di sini, “kilat” dapat menandakan Roh Kudus dan juga kebenaran. Kerana kilat memancar dari sebelah timur dan bersinar hingga ke barat, maka Roh Kudus bergerak bersama-sama dengan kebenaran injil, yang secara historis telah menyebar dari timur ke barat. Bila dilanjutkan lagi, “kedatangan Anak Manusia” menunjukkan kedatangan Yesus sebagai Roh Kudus (Mat. 16:28; ref. Yoh. 14:16)

. Berkat Sem

Terpujilah Tuhan, Allah Sem. Allah meluaskan kiranya tempat kediaman Yafet, dan hendaklah ia tinggal dalam kemah-kemah Sem.
​​​​​​​​​Kejadian. 9:26-27
​Secara tradisi, keturunan Nuh telah dihubung-hubungkan dengan daerah dan orang-orang yang dibagi ke dalam tiga garis besar, dan yang bertemu di daerah Palestina: Sem di timur, Yafet di utara dan barat, dan Ham di Mesir dan Afrika2. Kata “Allah Sem” menunjukkan bagaimana keturunan Sem suatu hari nanti akan menerima berkat khusus dari Allah melalui pemyembahan mereka kepada Tuhan, dan dari sini, kita dapat menyimpulkan bahawa bangsa Isreal kuno berasal dari keturunannya (ref. Kej. 11:10-27; Luk. 3:23-36)

​Di masa hujan awal, Roh Kudus pertama-tama turun di Yerusalem pada keturunan Sem (orang-orang Yahudi), sehingga merekalah yang pertama menerima berkat khusus Allah. Namun pada akhirnya karunia dan kebenaran Allah tidak dibatasi hanya pada keturunan Sem, tetapi juha diberikan kepada orang-orang dari segala bangsa, termasuk keturunan Ham dan Yafet.

​Alkitab mencatat:”Allah meluaskan kiranya tempat kediaman Yafet” yang merupakan pernyataan nubuatan mengenai keturunan Yafet. Kita hanya dapat mengira-ngira erti fi balik nubuat ini, yang mungkin menunjukkan kemajuan teknologi dan perluasan wilayah yang diberikan kepada keturunan Yafet. Sejarah keturunan Yafet adalah sejarah peradaban barat, yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan imperialism. Namun nubuat “Allah meluaskan kiranya tempat kediaman Yafet, dan hendaklah ia tinggal dalam kemah-lemah Sem”, kemungkinan besar menunjukkan sebuah nubuat yang bersifat rohani ketimbang jasmani. Ada sebuah petunjuk bahawa keturunan Yafet, walaupun mereka mempunyai sejarah dan tradisi religious yang panjang, suatu hari akan datang dan beribadah bersama dengan keturunan Sem, sehingga menerima berkat-berkat yang telah dinubuatkan Nuh.

. Taman Eden

Selanjutnya Tuhan Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur, disitulah ditempatkanNya manusia yang dibentukNya itu.
​​​​​​​​​​Kejadian. 2:8

​Taman Eden menggambarkan gereja benar yang dibangun oleh Roh Kudus. Ada beberapa petunjuk yang mendukung hal ini:

• Allah menyediakan setiap tanaman sebagai makanan bagi binatang, serangga, dan burung-burung di udara (Kej. 1:30). Taman Eden adalah tempat kedamaian dan harmoni, bebas dari binatang-binatang pemangsa. Keadaan ini dapat ditemukankembali di dalam gereja benar, tempat Roh Kudus memperbarui hati kita (ref. Yes. 11:6-9; Tit. 3:5)
• Allah menciptakan manusia sebagai laki-laki dan perempuan sesuai dengan gambar dan rupaNya, dan menempatkan mereka di dalam taman (Kej. 1:27). Di gereja benar, manusia yang dilahirkan kembali menjadi ciptaan baru yang kudus, suci dan berkenenaran (II Kor. 5:17; Tit. 3:5; Kis. 22:16; Rm. 8:2; Ef. 4:24)
• Ada pohon kehidupan di dalam taman (Kej. 2:9) yang buahnya dapat memberikan kehidupan kekal (Kej. 3:22). Begitu juga di gereja benar, terdapat pohon kehidupan (Why. 22:2, 14), yang memberikan kehidupan kekal kepada mereka yang memasuki gerbangnya (Yoh. 3:5, 16; Gal. 5:25)
• Ada banyak pohon buah-buahan di dalam taman yang memberikan buah-buahan yang baik dan enak dimakan (Kej. 2:9). Di gereja benar, orang-orang percaya yang dipenuhi dengan Roh Kudus dapat menghasilkan buah Roh (Yoh. 15:5; Gal. 5:22-23; Kid. 4:12-14)
• Terdapat banyak sekali emas dan batu-batu permata di dalam taman (Kej. 2:11-12). Begitu juga umat percaya di gereja benar, yang telah melalui ujian iman yang begitu rupa, mampu mewujudkan iman yang dapat disamakan dengan emas murni dan batu permata (I Ptr. 1:6-7; Why. 21:18-21; Ayb. 23:10)
• Ada empat sungai yang mengalir melalui kebun dan mengairinya (Kej. 2:10-14). Roh Kudus di gereja benar dapat disamakan seperti sungai yang selalu mengalir, dan mereka yang minum dari sungai ini tidak akan haus lagi (Yoh. 4:13-14; 7:37-39; Why. 22:1)
• Allah senantiasa berbicara dengan manusia di dalam taman Eden (Kej. 3:8). Di gereja benar, Roh Allah menyebabkan orang-orang percaya memperoleh persekutuan yang dekat dengan Allah (Why.21:3; Yoh. 14:16-17; I Yoh. 3:24)

Taman Eden diciptakan di sebelah timur (Kej. 2:8), dan gereja para rasul dibangun di
sebelah timur. Demikian juga, Roh Kudus hujan akhir telah mendirikan gereja benar akhir zaman di sebelah timur (Why. 7:2)

ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyala beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.
​​​​​​​​​Kejadian. 3:24

​Ketika Adam dan Hawa diusir keluar dari Taman Eden, Allah menempatkan kerub dengan api membara yang menyambar ke segala arah, untuk menjala jalan menuju pohon kehidupan di sebelah timur taman. Eden ada di sebelah timur.Arah Timur biasa dihubungkan dengan terbitnya matahari, dan nubuat-nubuat mengenai arah timur adalah tanda-tanda alkitabiah yang menunjukkan bahawa keselamatan akan berawal dari sebelah timur. Malah, Alkitan telah dengan jelas mencatat bahawa kemuliaan Allah, dan bahkan Anak manusia sendiri, akan bergerak dari timur ke barat (Lihat Mat. 24:27). Lebih lagi, kita melihat dari Kisah Para Rasul. 1:8, penyebaran injil di masa para rasul bergerak dari timur ke barat, yang akhirnya di Roma (lihat Kis. 28:14)

. Penglihatan Bait Allah oleh Yehezkiel

Allah menunjukkan beberapa penglihatan Bait Allah yang baru kepada Yehezkiel. Di fasal.43, ia dibawa ke sebuah gerbang yang menghadap sebelah timur:

Lalu dibawanya aku ke pintu gerbang, yaiu pintu gerbang yang menghadap ke sebelah timur. Sungguh, kemuliaan Allah Isreal datang dari sebelah timur dan terdengarlah suara seperti suara air terjun yang menderu dan bumi bersinar kerana kemuliaanNya.
​​​​​​​​​Yehezkiel. 43:1-2

​Yehezkiel mendengar suara Allah seperti “suara air terjun”. Ini mengingatkan kita pada suara doa dalam bahasa roh yang dapat didengar di gereja benar saat ini; suara yang menyerupai air terjun (ref. Why. 19:1, 6). Yehezkiel menjelaskan gerbang Bait Allah yang menghadap ke arah timur dan kedatangan kemuliaan Allah dari timur, yang masuk melalui gerbang itu dan memenuhi Bait Allah (Yeh. 43:4). Penggambaran ini cocok dengan apa yang kita tahu mengenai jalan sejarah turunnya Roh Kudus baik di masa hujan awal mahupun hujan akhir. Roh pertama-tama turun di arah timur dan berlanjut kea rah barat.

Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur, sebab Bait Suci juga menghadap ke timur, dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah.
​​​​​​​​​Yehezkiel. 47:1

​Dalam penglihatan ini, Yehezkiel melihat air yang keluar dari bawah ambang pintu Bait Allah, yang kemudian menjadi sungai yang besar. Penglihatan ini melambangkan kehadiran Roh Allah yang terus bertambah (lihat bab 3 untuk informasi lebih lanjut). Air itu mengalir ke arah timur, yaitu ke bagian depan Bait Allah.

. Penglihatan Penatua Yohanes

Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, katanya :”Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!”
​​​​​​​​​Wahyu. 7:2-3

Penatua Yohanes mendapatkan penglihatan seorang utusan Allah, malaikat yang membawa sebuah meterai. Meterai ini adalah “meterai Allah yang hidup”, yang melambangkan Roh Kudus (Ef. 1:13; 4:30). Dari sini kita dapat menyimpulkan bahawa utusan Allah yang membawa Roh Kudus, turun dari timur untuk memeteraikan umat Allah untuk menyongsong hari penebusan.

. Nubuat Yesaya

Sebab itu memuliakanlah Tuhan di negeri-negeri timur, nama Tuhan Allah Isreal, di tanah-tanah pesisir laut!
​​​​​​​​​Yesaya. 24:15

​Nubuat Yesaya menyebutkan Yesus Kristus, Juruselamat kita, akan muncul di dalam sinar fajar seperti juga Roh Kudus. Cahaya matahari terbit dari timur ke barat, dan demkian juga akan disebarkan ke segala bangsa sehingga mereka dapat memuliakan nama Tuhan yang kudus.

8.4.4 Sejarah mengenai turunnya hujan akhir

​Masa hujan akhir dimulai di awal tahun 1900-an dan ditandai dengan pemcurahan Roh Kudus, bersamaan dengan pengungkapan kebenaran dan berdirinya gereja benar. Ini semua terjadi di sebelah timur, negeri China, sesuai dengan nubuat-nubuat yang dituliskan dalam Alkitab. Bagian ini menampilkan sebuah ikhtisar urutan kejadian yang memberikan sejarah singkat berdirinya Gereja Yesus Benar dan kejadian menjelang pendiriannya, seperti peran gerakan Pentakosta, yang dimulai di Amerika Syarikat dan menjadi sebuah fenomena dunia.

. Permulaan gerakan Pentakosta

Kitab Kisah Para Rasul seringkali disebut sebagai “Kisah Roh Kudus”, kerana masa para rasul adalah masa Roh Kudus bekerja dengan penuh kuasa di tengah-tengah gereja awal. Seluruh kegiatan gereja dipusatkan pada kehendak dan pimpinanNya. Namun seperti yang telah kita jelaskan, pada abad ke-2 dan ke-3, setelah para rasul wafat, gereja awal mengalami kemunduran, dan Roh Kudus meninggalkan gereja. Dari catatan sejarah kita mengetahui bahawa Roh Kudus meninggalkan gereja kerana gereja menyimpang dari kebenaran dan menjadi sekular dan korup. Walaupun kita tidak dapat menyebutkan kapan tepatnya Roh Kudus pergi, kita tahu dari ketiadaan kebenaran dalam gereja, kepergianNya telah berlangsung melalui kurun waktu yang sangat panjang. Dari Alkitab kita mengetahui bahawa gereja tanpa kebenaran tidak dapat memperoleh karunia penyertaan Roh Kudus.

Tidak heran, pada masa-masa menjelang awal 1900-an, banyak orang Kristian telah menjadi tawar hati dengan ibadah resmi. Namun sebagian orang tetap berpegang pada pengajaran Alkitab dan tisak meninggalkan persekutuan di dalam nama Yesus (Ibr. 10:25). Maka denga sikap ini, di awah abad ke-20 banyak orang Amerika berkumpul di rumah-rumah dan kelompok-kelompok kecil untuk beribadahdan mencari kebenaran di Alkitab. Perkumpulan-perkumpulan kecil ini merupakan percikan awal gerakan pemulihan yang kemudian bermunculan di sepernjuru Amerika. Di waktu itulah terdengar laporan-laporan mengenai berbahasa roh di berbagai tempat, seperti Kansas, Texas dan Oklahoma. Seiring bertambahnya laporan kejadian ini, panggilan bagi orang-orang Kristian kepada iman para rasul semakin kuat. Sebagai hasil dari kegiatan penginjilan mereka, gereja-gereja baru bermunculan di seluruh Amerika, bersamaan dengan kegiatan-kegiatan pelatihan penginjilan dan penginjilan ke luar Amerika.

. Permulaan gerakan Pentakosta seluruh dunia dari Amerika

Pada bulan April 1906, sekelompok jemaat Afrika-Amerika dari Los Angeles, Amerika Syarikat, yang dipimpin oleh William J. Seymour, mulai mengadakan pertemuan-pertemuan doa di sebuah rumah untuk berdoa memohon baptisan Roh Kudus dan berbicara dalam bahasa roh. Tidak lama, berita itu tersebar luas, dan banyak orang mulai mengikuti pertemuan-pertemuan itu. Tidak lama, rumah itu penuh dan tidak lagi dapat menampung bertambahnya jumlah orang yang ikut serta, dan pertemuan dipindahkan ke sebuah gedung di Jalan Azusa. Dalam kurun waktu tiga tahun, pertemuan ini, yang mereka sebut sebagai “Misi Iman Rasuli” Jalan Azusa, mengadakan tiga kebaktian sehari, tujuh hari seminggu. Sepanjang masa itu, ribuan orang Kristian mengaku telah menerima baptisan Roh Kudus.

Di situ, jemaat juga melaporkan mujizat-mujizat, seperti penyembuhan penyakit dan pengurisan setan. Di bulan September 1906, Misi Iman Rasuli menyebarkan selebaran gratis The Apostolic Faith ke seluruh dunia untuk menyatakan berita pemulihan iman di Jalan Azusa dan pentingnya baptisan Roh Kudus, yang dibuktikan dengan berbahasa roh. Orang-orang Kristian dari seluruh dunia menanggapi berita itu dengan mengunjung Jalan Azusa. Banyak di antara mereka ini kemudian kembali ke Negara mereka masing-masing untuk menyatakan pesan Pentakosta, dan sebagian pada akhirnya menjadi misionaris-misionaris di luar Amerika. Kejadian-kejadian ini menandai permulaan gerakan Pentakosta di dunia.

. Penyebaran gerakan Pentakosta ke Eropa
Di tahun 1906, Thomas Ball Barratt dari Norwegia kembali dari Amerika untuk mengadakan salah satu dari banyak pelayanan Pentakosta pertama di Eropa. Dari Norwegia, Barratt pergi mengunjugi Swedia, Inggris, Irlandia, Skotlandia, Perancis, Jerman, Denmark, Belanda, dan Italia. Kemudian ia pergi lebih jauh ke Negara-negara seperti Australia, Rusia, tanah Palestina, Siria, India dan China untuk memimpin gerakan-gerakan Pentakosta lainnya.

. Gerakan Pentakosta di India dan Afrika Selatan

Tahun 1905, bermunculan laporan-laporan bahawa ratusan anak-anak menerima Roh Kudus dan berbahasa roh dari misi penginjilan Mukti di Pandita Ramabai, Pune, India. Di antara laporan-laporan itu, adalah laporan pencurahan karunia rohani, seperti penafsiran bahasa roh, san pemyembuhan melalui penumpangan tangan. Hal-hal serupa dilaporkan di sebuah sekolah khusus anak laki-laki di Na Ton, dan sekitar 65 orang murid diyakini telah menerima baptisan Roh Kudus.

Di tahun 1909, George Berg menginjil di Kottarakara dan Adoor, dua kota besar di India, Segera setelah itu, Thomas B. Barratt pergi ke Coonoor, dan Gerakan Pentakosta mulai tersebar di wilayah selatan India. Sebagai hasilnya, beberapa jemaat Pentakosta terbentuk di Kerala tahun itu.

Pelayanan penginjilan di Afrika Selatan dipimpin oleh John Graham Lake, yang meninggalkan usahanya untuk menginjil ke sana. Di bulan April 1908, Ia memimpin tim penginjilan Berjumlah besar ke Johannesburg, dan ia mulai menyebarkan pesan-pesan Pentakosta di sana. Muncul beberapa laporan mengenai banyak orang menerima Roh Kudus, bersama dengan kesaksian-kesaksian tentang tanda dan mujizat.

. Pembentukan badan koordinasi penginjilan

Sebelum tahun 1910, penginjil-penginjil yang pergi ke luar negeri seringkali meninggalkan karir dan usaha mereka demi melayani Tuhan. Orang-orang percaya yang lain, yang juga mempunyai visi yang sama dengan mereka, akan menyokong penginjil-penginjil ini secara kewangan. Namun saat itu masih belum ada jaringan organisasi yang menangani jenis pekerjaan seperti ini. Barulah kemudian berdiri persekutuan. Sebagai tambahan, seminari-seminari teologi didirikan di Amerika Utara dan Selatan untuk menyediakan pelatihan. Menurut Laporan Tahunan 1937 Majelis Pentakosta, jumalh penginjil yang diutus oleh seminari-seminari ini berjumlah 3086 pengijil. Seminari yang terlibat antara lain Uni Iman Rsuli, Majelis Allah, Majelis Pentakosta, dan Gereja Allah. Di negeri China Daratan, organisasi-organisasi penginjilan Pentakosta ini disebut sebagai “kelompok berbahasa roh” kerana mereka mengabarkan berbahasa roh sebagai bukti tunggal menerima Roh Kudus.

Pada awalnya, tujuan organisasi-organisasi penginjilan Pentakosta ini adalah untuk membuat sebuah struktur untuk menyatukan seluruh gereja-gereja Pentakosta dan menggalakkan penginjilan. Namun perebutan kekuasaan mulai menyusup masuk ke dalam gerakan ini. Tidak lama, beberapa gereja Pentakosta mulai mengabarkan bahawa berbahasa roh barulah perwujudan awal baptisan Roh Kudus, dan setelah itu berbahasa roh tidak mutlak diperlukan. Gereja-gereja bertindak lebih jauh dengan melarang berbahasa roh dalam ibadah-ibadah umum.

. Gerakan Pentakosta di China

Gerakan Pentakosta mencapai negeri China sekitar 1907. Majelis Pentakosta bersama dengan Uni Iman Rsuli mendirikan Uni Iman Rsuli di Shanghai. Di tahun 1908, seorang pendeta Amerika bernama Morris menerbitkan The Hong Kong Pentecostal Truth Joutnal yang menyatakan bahawa berbahasa roh adalah bukti telah menerima Roh Kudus.

Sekitar tahun 1911, seorang pendeta Amerika bernama Wendelson sedang aktif menginjil di propinsi Shanxi, China utara. Ia menerbitkan surat khabar bernama Herald of the Gospel Truth dan mendirikan Uni Iman Rasuli di Shanxi. Di dalam surat khabarnya, Wendelson mengabarkan perlunya berdoa memohon Roh Kudus. Kemudian ia pergi ke Beijing dan mengubah nama Uni Iman Rasuli menjadi “Majelis Allah”, yang kemudian menjadi “Gereja Allah”. Beberapa waktu berselang, penerbitan surat khabar berhenti, yang digantikan dengan penerbitan traktat injil. Namun seiring berjalannya waktu, gereja-gereja Pentakosta yang ia dirikan berllau dari sejarah.

Sejarah memperlihatkan kepada kita, banyak gereja-gereja Kristus mempunyai kecenderungan terpecah belah. Srjak masa Reformasi dari Gereja Katolik Roma oleh Martin Luther, gereja mulai terpecah-pecah hingga beribu-ribu denominasi. Di antara gereja-gereja Pentakosta sendiri terdapat berates-ratus gereja dan kelompok, masing-masing mempunyai perbedaan tertentu dalam doktrin mereka. Tidak diragukan lagi perpecahan dan kekacauan di dalam dunia Kristian ini akan terus berlanjut kerana tidak adanya bimbingan Roh Kudus.
Namun beberapa kali penting muncul dari kejadian-kejadian di Amerika dan gerakan-gerakan Pentakosta di seluruh dunia. Salah satunya adalah perpindahan besar orang-orang Kristian dari gereja-gereja yang telah dicampuri oleh pengaruh-pengaruh dan tradisi duniawi. Kedua adalah pemulihan iman Kristiani secara global. Ketiga adalah pembaruan kesedaran (setidaknya untuk sementara) akan pengajaran Alkitab bahawa berbahasa roh adalah bukti telah menerima Roh Kudus. Keempat adalah mulai terbentuknya jalan menuju pendirian Gereja Yesus Benar di China, melalui pencurahan Roh Kudus masa hujan akhir, bersama dengan pewahyuan injil yang lengkap dan sempurna, sesuai dengan Alkitab.

8.5 Sejarah awal Gereja Yesus Benar

​Dibandingkan dengan gereja-gereja lain, Gereja Yesus Benar tidak banyak dikenal. Namun ia memperoleh berkat kerana dipercayai dengan kebenaran Alkitab, yang mencakup jalan keselamatan. Dalam banyak hal, pendirian Gereja Yesus Benar berbeda dari kemunculan-kemunculan denominasi lain. Gereja Yesus Benar harus dibedakan dari gereja-gereja Pentakosta lainnya, kerana ia secara langsung didirikan oleh Roh Kudus masa hujan akhir, dan mendapatkan wahyu kebenaran Alkitab secara langsung oleh Roh Kudus, kebenaran yang hingga sekarang tidak dipegang sepenuhnya oleh gereja-gereja.

​Gereja Yesus Benar mempunyai keyakinan bahawa tugasnya adalah untuk membagikan injil yang sepenuhnya kepada semua orang dan membawa orang-orang kepada Allah (I Yoh. 4:6; II Yoh. 9). Doktrin-doktrinnya adalah pengajaran para rasul dan nabi-nabi, dengan pengajaran Kristus sebagai intisarinya (Ef. 2:19-22; Kis. 2:42; Mat. 28:20; Yoh. 8:31). Dengan jalan menyaksikan kebenaran yang ia kabarkan, terdapat tanda-tanda dan mujizat (Mrk. 16:20; Ibr. 2:4)

​Gereja Yesus Benar tidak didirikan oleh manusia, kerana Roh Kuduslah yang mendirikannya. Namun ada beberapa pekerja penting di dalam sejarah awalnya. Tiga di antaranya adalah : Zhang Ling Sheng, Sarnabas Zhang, dan Paul Wei. Berikut ini adalah garis besar pelayanan mereka.

8.5.1 Pelayanan Zhang Ling Sheng

​Nama asli Zhang Ling Sheng adalah Zhang Bin. Ia berasal dari Propinsi Wei di Shangdong, China. Di tahun 1900, Saat ia berumur 37 tahun, ia bergabung dengan Gereja Presbiterian dan menjadi anggota di sana selama 10 tahun, termasuk 3 tahun sebagai diaken.

​Anak tertua Zhang Ling Sheng, Puquan, mengajar bahasa Jerman di sebuah sekolah umum di Shanghai. Di tahun 1909, Pendeta Ding dari Uni Rasuli membawa Pequan ke gerejanya, dan Puquan mengatakan bahawa ia menerima Roh Kudus di sana. Kembali ke Shandong saat liburan sekolah, Puguan bersaksi kepada ayahnya mengenai Roh Kudus dan injil yang telah ia terima. Zhang Ling Sheng menjadi percaya kerana kesaksian anaknya.

​Di bulan September 1909, Zhang Ling Sheng pergi ke Uni Iman Rasuli di Shanghai, dan ia mengaku dosa dan bertobat dari dosa-dosanya. Di waktu yang sama, ia mulai berdoa memohon Roh Kudus dengan tekun. Ia tetap berada di Uni Iman Rasuli selama lebih dari 20 hari. Namun, walaupun ditumpangi tangan oleh pendeta-pendeta, ia tidak menerima Roh Kudus.

​Zhang Ling Sheng kembali ke Shandong dan terus berdoa dengan tekun memohon Roh Kudus selama lebih dari 50 hari. Padaakan akhirnya, di pangi hari tanggal 31 Januari 1910, ia menerima Roh Kudus dan berbahasa roh. Pada saat itulah Roh Kudus mengatakan kepadanya untuk mengubah namanya dari Zhang Bin menjadi Zhang Ling Sheng, yang bererti “dilahirkan dari Roh”. Di saat yang sama Roh Kudus menyuruhnya untuk memegang hari Sabtu, hari ketujuh, sebagai hari Sabat Kudus.

​Di tahun yang sama, Zhang Ling Sheng pergi ke Suzhou dan menerima baptisan air. Baptisan itu dilakukan di sebuah danau oleh pendeta-pendeta dari Uni Iman Rasuli. Sejak saat itu, ia bertekad untuk mempersembahkan hidupnya kepada Tuhan. Ketika ia kembali ke Shandong, ia mendirikan “Gereja Sejati Yesus” di desa Xinzhuanggtou, propinsi Wei. Tuhan menghujani berkat-berkat dalam pelayanan gereja, sehingga banyak orang menerima baptisan air dan baptisan Roh Kudus. Banyak anggota juga mendapatkan berkat-berkat karunia rohani, di antara mereka adalah Barnabas Zhang.

​Di tahun 1014, Zhang Ling Sheng pergi ke Beijing. Di sana ia menerima penumpangan tangan Pendeta Wendelson dan Penatua Kui dari Uni Iman Rasuli. Ia juga ditahbiskan sebagai penatua di Uni Iman Rasuli.

​Di tahun 1916, Zhang Ling Sheng mengajukan usul kepada Pendeta Wendelson agar Uni Rasuli memegang hari Sabtu sebagai hari Sabat. Wendelson setuju, dan Uni Iman Rasuli mulai memegang hari Sabat sejak tanggal 1 Juli tahun itu. Perubahan besar ini diberitakan pada Herold of the Gospel Truth edisi ke-13.

​Di musim semi 1918, Zhang Ling Sheng pergi ke Gereja Yesus Benar di Tianjin. Di sana ia berkenalan dengan Paul Wei, dan bersama-sama mereka memegang dan menguduskan hari Sabat. Mereka berdua Nampak jelas mempunyai hati dan fikiran yang sama. Paul Wei menumpangkan tangannya kepada Zhang Ling Sheng dan mengutusnya dengan kuasa Roh Kudus untuk mengabarkan kebenaran ke gereja-gereja Kristian lainnya, untuk menuntun mereka kembali kepada kebenaran. Sejak saat itu, Zhang Ling Sheng menjadi rakan sekerja Paul Wei yang setia.

​Pada bulan Februari 1919, Zhang Ling Sheng dan Barnabas Zhang pergi kr Tangjiazhuang, sekitar 200 kilometer dari desa Xizhuangtou di Propinsi Wei. Di sana, banyak orang menerima baptisan Roh Kudus, bahkan sebelum menerima baptisan air. Di tanggal 27 Februari 1919, sekitar 30 orang meminta dirinya dibaptis. Di saat out, Zhang Ling Sheng dan Barnabas Zhang memutuskan untuk saling membaptis dengan kepala tertunduk sebelum mulai membaptis yang lain. Cara baptisan ini, yaitu dengan kepala tertunduk, sebelumnya telah diwahyukan Roh Kudus kepada Paul Wei (ref. Rm. 6:5; Yoh. 19:30)

​Di bulan Maret 1919, Paul Wei pergi ke Shandong dan mulai melayani bersama Zhang Ling Sheng. Mereka bersama-sama menerbitkan edisi ke-2 surat khabar Correct the Truth of All Nations Times. Pada bulan Oktober 1919, mereka kembali pergi ke Beijing, dan bertemu dengan Li Xiao Feng dan Liang Qin Ming. Dengan pertolongan mereka, Paul Wei dan Zhang Ling Sheng mulai menerbitkan surat khabar secara rutin.

​Pada tanggal 29 Oktober 1919, Paul Wei dalam keadaan sekarat. Saat itu Zhang Ling Sheng dan Liang Qin Ming berada di sisi tempat tidurnya, dan sebelum meninggal, Paul Wri menumpangkan tangan ke atas mereka dan mentahbiskan mereka sebagai penatua untuk meneruskan pelayanan.

​Zhang Ling Sheng meneruskan penginjilan ke Nanjing, Changsha dan beberapa tempat lain di China. Nama yang ia berikan untuk gereja adalah:”Gereja Yesus Benar-Gereja yang memperbaiki iman segala bangsa”. Di musim semi 1920, ia pergi ke Beijing untuk mengundurkan diri dari pelayanannya sebagai penatua di Uni Iman Rasuli. Setelah itu ia kembali ke Shandong untuk melakukan pelayanan di sana.

8.5.2 Pelayanan Barnabas Zhang

​Barnabas Zhang sebelumnya bernama Zhang Dianju. Ia berasal dari Xizhuangtou di Propinsi Wei, Shangdong, China. Ia adalah seorang petani dan pedagang barang antic. Di tahun 1910, Zhang Ling Sheng mengunjungi desanya dan mengabarkan injil pertobatan, pengampunan dosa dan baptisan Roh Kudus. Isterti Barnabas Zhang sangat tergerak oleh pesan injil dan menjadi percaya. Ia juga mulai bersaksi untuk Tuhan. Awalnya Barnabas Zhang menolak pesan injil, namun pada akhirnya ia juga menjadi percaya, bertobat dari dosa-dosanya dan mulai berdoa memohon karunia-karunia rohani.

​Pada pagi hari di tanggal 14 April 1911, Barnabas Zhang mengucikan diri ke sebuah tempat terpencil. Saat di sana, ia mendengar sebuah suara dari Syurga yang berkata,”karunia keselamatan untuk semua orang di akhir zaman akan bangkit dari timur ke barat.”

​Mendengar pesan ini, ia segera berlutut dan berdoa. Tidak lama kemudian, ia menerima Roh Kudus dan berbahasa roh.

​Zhang Ling Sheng membaptis Barnabas Zhang dan seisi keluarganya di dalam nama Tuhan Yesus. Kemudian Zhang Ling Sheng secara khusus mengajar Barnabas Zhang selama kira-kira tiga hingga empat tahun. Kemudian, setelah melakukan banyak doa puasa, Barnabas Zhang ditahbiskan sebagai penatua.

​Di bulan Maret 1916, Barnabas Zhang sedang berjalan, dan tiba-tiba ia mendengar Tuhan berkata kepadanya, “Engkau harus mengabarkan injil ke Selatan. Aku akan memberimu kuasa besar.”

​Pada bulan April 1916, Tuhan memerintahkannya untuk mengganti namanya dari Zhang Dianju menjadi Barbanas Zhang. Di bulan Angust 1917, Roh Kudus menuntunnya untuk mengabarkan injil di berbagai propinsi di China, di bagian selatan Shandong, tempat banyak gereja kelak akan berdiri.

​Pada bulan Februari 1919, Barnabas Zhang dan Zhang Ling Sheng menginjil di Tangjiazhuang. Roh Kudus bekerja dengan penuh kuasa: banyak orang menerima baptisan air dan baptisan Roh Kudus. Di tanggal 27 Februari 1919, Barbanas Zhang dan Zhang Ling Sheng membaptis satu sama lain dengan kepala menunduk, sebelum mulai membaptis kira-kira 30 orang.

​Maret 1919, Paul Wei menginjil di berbagai propinsi di sepanjang daerah Shandong bersama-sama Zhang Ling Sheng. Pada tanggal 3 Mei 1919, di akhir dua hari KKR di Xishuangtou, propinsi Wri, 21 orang dibaptis di dalam nama Tuhan Yesus. Di saat itu, Barbanas Zhang menetapkan hati untuk menjadi penginjil. Ia juga membuat sebuah bendera putih bujur untuk menjadi penginjil. Ia juga membuat sebuah bendera putih bujur sangkar, yang di atasnya ia menuliskan nama gereja: “Gereja Yesus Benar- Gereja yang memperbaiki iman segala bangsa.” Ia seringkali berdoa dan berpuasa beberapa kali sebelum pergi untuk menginjil.

​Barnabas Zhang menetapkan hati untuk mengikuti teladan Paul Wei, pergi ke sepenjuru dunia untuk membagikan kebenaran injil ke denominasi-denominasi lain. Di musim gugur 1919, bersama dengan Guo Changkai dan Liang Qinming, Ia memulai perjalanan melalui delapan propinsi di China untuk mengabarkan injil selama Sembilan bulan. Mereka bersama-sama membangun gereja-greja di 42 tempat dan membaptis lebih dari 2000 orang.

​Pada tanggal 30 Oktober 1923, pelayanan penginjilan Barbanas Zhang membawanya ke Fuzhou. Di pertengahan Nopember, ia menginjil beberapa anggota Gereja Advent Hari ketujuh. Kemudian di Desa Kegong, ia pergi ke rumah Thomas Guo, tempat anggota-anggota Gereja Advent Hari Ketujuh berkumpul. Setelah mendengarkan injil kebenaran, sekitar 12 orang, termasuk Thomas Guo, Abel Qian, Jin Fusheng, menjadi percaya dan dibaptis. Malam itu, mereka mengambil bagian dalam Perjamuan kudus, dan banyak orang menerima Roh Kudus. Mereka bersama-sama memutuskan untuk mengadakan kebaktian pengabaran injil selama 3 hari untuk mengucapkan syukur atas karunia Allah. Selama KPI, 22 orang menerima Roh Kudus. 93 orang menerima baptisan air di hari ketiga.

​Kemudian mereka menyewa sebuah rumah untuk digunakan sebagai tempat ibadah. Ini menandai awal mula pendirian gereja di Fuzhou. Tiga anggota kemudian ditahbiskan sebagai penatua, dan tujuh orang sebagai diaken.

​Dari bulan June hingga August 1925, Barnabas Zhang menginjil selama seminggu di Wenzhou. Allah bekerja dengan penuh kuasa, menyembuhkan banyak orang sakit. Secara keseluruhan, 131 orang dibaptis, dan lebih 50 orang menerima Roh Kudus. Barnabas Zhang kembalu ke Fuzhou di antara bulan September dan Oktober. Saat ia ada di sana, ia menghadiri konferensi Perwakilan Pripinsi yang diadakan oleh berbagai gereja setempat (sepanjang dua tahun itu, lebih dari 60 gereja telah berdiri di proponsi Fuzhou. Sebagai hasilnya, konferensi ini diadakan untuk memungkinkan perwakilan-perwakilan dari gereja setempat untuk bertemu dan membicarakan pelayanan gereja).

​Pada tanggal 3 Maret 1926, Barnabas Zhang menunpang kapal terbang di Xiamen untuk pergi ke Taiwan dengan maksud untuk mengabarkan injil ke sana. Teman sekerjanya antara lain Thomas Guo, Luke Gao, dan Chen Yuanqian. Bersama tim penginjilan ini, juga ikut beberapa orang Taiwan yang telah percaya dari Zhangzhou dan Xiamen. DI antara mereka adalah Huang Chengcong, Wu Daoyuan, Wang Qinglong, dan Huang Xingming. Di tanggal 6 Maret 1926, tim penginjilan mencapai desa Xianxi di Zhangzhou, desa kelahiran Huang Chengcong. Di sini sejumlah besar anggota Gereja Presbiterian menerima kebenaran. Di musim gugur 1925, Huang Xiuling, ayah Chengcong, mulai menginjil saat ia kembali ke Taiwan. Banyak sanak-saudaranya yang menjadi percaya. Di tanggal 11 Maret 1926, 62 orang percaya dibaptis di desa Xianxi. Dua penatua dan dua diaken juga ditahbiskan di sana. Kejadian-kejadian ini memandai awal berdirinya gereja di Xianxi.

​Pada tanggal 16 Maret 1926, tim penginjilan melanjutkan perjalanan ke Niutiaowan di Jiayi, dan di sana diadakan KKR selama 3 hari. Lebih dari 30 anggota Gereja Presbiterian menjadi percaya dan dibaptis. Ini menandai awal berdirinua gereja di Niutiaowan.

​Pada tanggal 3 April 1926, diadakan KPI selama 3 hari di Qingshui, Taichung. Sebagian besar dari mereka yang hadir, sekali lagi adalah anggota Gereja Presbiterian. Pada tanggal 6 April 1926, 11 orang dibaptis, menandai awal berdirinya gereja di Qingshui.

​Pada tanggal 12 April 1926, Barnabas Zhang kembali ke China dan Jilang dengan sebuah kapal bernama “Kaicheng”. Selama perjalanan penginjilan 40 hari ini, lebih dari 100 orang telah dibaptis, dan tiga gereja berdiri. Melalui berkat-berkat Allah, Gereja Yesus Benar telah mencapai Taiwan.

​Konferensi Perwakilan Nasional Khusus Ke-5 diadakan di China dari tanggal 1 hingga 12 September 1929. Barnabas Zhang terpilih sebagai anggota komite di kantor pusat gereja. Selama konferensi, dikeluarkan sebuah ketetapan untuk meninjau sejarah gereja Yesus Benar. Namun Barnabas Zhang merasa tidak puas dengan hasilnya. Di bulan Oktober 1929, kantor pusat menugaskannya untuk melayani di Guangzhou. Tidak lama kemudian, secara pribadi ia mendirikan gereja pecahannya sebagai “Gereja Yesus Benar di China” dan menunjuk dirinya sendiri sebagai kepala pengawas. Ia juga mulai menerbitkan surat Khabar The Trumpet Times.

​Sejak saat itu dan seterusnya, Barnabas Zhang dengan segala upaya berusaha menentang pekerjaan Gereja Yesus Benar. Di beberapa kesempatan, kantor pusat mengutus perwakilan untuk menasihatinya untuk bertobat dan kembali ke Gereja Yesus Benar. Namun ia dengan penuh keyakinan menyatakan dirinya sebagai pendiri dan kepala Gereja Yesus Benar dan tidak mahu bertobat. Sebagai akibatnya, ketika Konferensi Perwakilan Nasional Khusus Ke-6 diadakan dari tanggal 1 hingga 9 Mei 1930, Gereja Yesus Benar memperhentikan keanggotaan Barbanas Zhang.

8.5.3 Pelayanan Paul Wei

​Awalnya, Paul Wei bernama Wei Enbo. Ia berasal dari Propinsi Rongcheng di daerah Baoding, Hebei, seorang pedagang tekstil dan mempunyai took Enxinyong (yang bererti “Iman dan Karunia Kekal”). Ia juga pemilik took kedua bernama Enzhenhua (yang bererti “Anugerah atas Orang-orang China”).

​Di tahun 1902, keluarga Paul Wei yang berjumlah 4 orang pindah ke Beijing untuk menjalankan usaha teksil. Pada saat inilah Wang Deshun, orang percaya dari Majelis London, membimbing Paul Wei untuk mencari kebenaran di Ciqikou. Paul Wei menghadiri kebaktian gereja di sana selama kira-kira setahun. Di musim gugur 1904, ia dan keluarganya dibaptis oleh Pendeta Mi Zhiwen di Majelis London di Shuangqigan. Mereka dibaptis dengan cara percikan air. Setelah dibaptis, Paul Wri dan keluarganya senantiasa meluangkan waktu dari usaha mereka untuk menghadiri kebaktian di Majelis London setiap hari minggu. Mereka memperlihatkan kasih yang besar kepada orang-orang lain, seringkali mempersembahkan wang untuk menolong sesama jemaat yang kekurangan.

​Saat mendekati musim dingin tahun 1904, Paul Wei menyewa sebuah took di Dongchashihu, di luar kota Chongwenmen, dan disana ia menjual wol dan barang impor. Di musim panas 1905, ia membuka took lain, yang ia namakan Enxinyong. Seperti yang biasa ia lakukan, ia menutup tokonya setiap hari minggu untuk membawa segenap keluarga, teman, pegawai dan muridnya untuk menghadiri kebaktian di gereja.

​Di penghujung tahun 1904, setelah melunasi seluruh tagihan-tagihannya, Paul Wei menyedari bahawa ia mempunyai sejumlah tekstil senilai ribuan dolar. Ia mengusulkan kepada Pendeta Mi dari Majelis London, agar wang itu bersama dengan persembahan-persembahan lainnya, digunakan untuk mendirikan sebuah gereja China yang independen. Pendeta Mi setuju, dan bersama-sama mereka mendirikan gereja. Paul Wei mulai menjual sebagian propertinya dan mempersembahkan hasil penjualannya untuk gereja, dengan total nilai 3000 dolar. Pada saat yang sama, ia mendorong jemaat lainnya untuk memberikan persembahan untuk pembangunan gereja. Gereja yang dibantu pendiriannya oleh Paul Wei ini menjadi salah satu gereja independen bangsa China di daerah utara.

​Pada tahun 1915, Shi Lieming dan Wei Dianqing, keduanya warga Shanghai dan anggota Gereja Advent Hari ke-Tujuh, pergi ke Beijing. DI sana, mereka melakukan diskusi yang panjang dengan Paul Wei mengenai hari Sabat. Hasilnya Paul Wei memahami perlunya memegang hari Sabtu sebagai hari Sabat.

​Di bulan Jun 1916, Paul Wei sakit keras kerana nyeri dada, batuk-batuk dan asma. Walaupun telah menjalani pengubatan baik dan pengubatan barat mahupun timur, kesihatannya tidak bertambah baik. Di tanggal 14 September, Penatua Xin Shengming dari Uni Iman Rasuli membesuk di tokonya. Ia berkata,”kamu harus menetapkan diri untuk tidak mengandalkan pengubatan. Saya akan mengurapimu dengan minyak, menumpangkan tangan kepadamu dan berdoa bagimu, dan kamu akan sembuh.”

​Ketika Paul Wei mendengarnya, ia percaya Yesus akan menyembuhkannya. Mereka pergi ke lantai atas took untuk berdoa keesokan harinya, Penatua Xin membawa Paul Wei ke Uni Iman Rasuli di Dongcheng untuk bertemu dengan Pendeta Wendelson, seorang misionaris Amerika. Walaupun saat itu Paul Wei tidak mengenalnya mereka kelak menjadi sahabat baik. Beberapa hari setelah pertemuan itu, Paul Wei sembuh sepenuhnya dari sakitnya. Ia dan isterinya kemudian dibaptis oleh Pendeta Wendelson.

​Paul Wei digerakkan oleh Roh Kudus dengan kuat setelah bertemu dengan Wendelson, yang memungkinkan mempunyai pengertian yang lebih baik tentang Alkitab. Ia juga mulai memegang hari Sabat, seperti yang dilakukan Uni Iman Rasuli saat itu. Kemudian kebaktian-kebaktian gereja seringkali diadakan di lantai atas took Enxiyong. Roh Kudus dicurahkan kepada yang hadir di banyak kesempatan. Pada suatu hari, saat Paul Wei berdoa, ia juga menerima baptisan Roh Kudus dan berbahasa roh. Allah Nampak jellas memberkatinya kerana telah menyediakan tokonya sebagai tempat ibadah. Tiga bulan kemudian, ia membuka cabang baru di Qianmenwai, Damochang.

​Paul Wei menyaksikan banyak mujizat dari Allah. Di bulan April 1917, Huiying, anak perempuannya, jatuh sakit dan sekarat Saat Paul Wei mendoakannya, ia mendengar suara yang berkata, “Anak perempuanmu sembuh.” Dan benar, begitu ia selesai berdoa, putrinya pulih. Di kesempatan lain, ia sedang bersiap-siap untuk tidur, saat ia melihat setan yang memimpin sekelompok setan-setan yang lebih kecil berdiri di hadapannya. Paul Wei mengusir setan-setan itu di dalam nama Yesus Kristus, dan melihat mereka kocar-kacir saat ia mengucapkannya. Melalui pengalaman-pengalaman yang terjadi dalam rentang waktu yang pendek itu, Paul Wei menyedari bahawa Allah telah memberikan kuasa dan wewenang untuk menyembuhkan yang sakit dan mengusir setan.

​Di tanggal 23 Mei 1917, sekali lagi Allah berbicara kepada Paul Wei, “kamu harus berpuasa selama 39 hari. Kamu tidak akan mati kelaparan.” Mempercayai kata-kata ini, ia memulai berpuasa, dan menggunakan waktu untuk berdoa dan menulis. Ia juga menginjil di tepi-tepi jalan dan melakukan baptisan air di Sungai Tuan, yang kita-kira 7 kilometer jauhnya. Dalam masa puasa itu, Ia seringkali hanya tidur selama tiga jam per hari.

​Di tanggal 25 Mei, Paul Wei meninggalkan Beijing untuk menginjil di Huangcun. Tanggal 28 Mei, saat ia sedang berdoa, ia mendengar suara dari syurga yang berkata,”Kamu harus menerima baptisan Yesus!” Dipimpin oleh Roh Kudus, Paul Wei pergi kr arah Sungai Dahongmen, persisi di luar Yongdingmen. Ia berlutut di dalam air dan berdoa. Sekali lagi, suara keras berkata,”Kamu harus dibaptis dengan kepala menunduk!” Paul Wei menuruti perintah ilahi itu dan menerima baptisan air dengan kepala menunduk. Dengan cara ini, ia dibaptis oleh Roh Kudus sendiri. Saat ia mengangkat kepalanya dari air, ia melihat Tuhan berdiri di dalam kemuliaan di hadapannya. Paul Wei merasa seluruh jiwa dan raganya kini kudus. Setelah keluar dari air, ia pergi ke dalam hutan, dan kembali mendapatkan penglihatan Tuhan Yesus. Pada saat itulah Yesus memerintahnya untuk mengubah namanya dari Endo menjadi Paul. Yesus juga memerintahkannya untuk memperbaiki pengajaran-pengajaran denominasi lain. Sejak saat itu, Paul Wei menetapkan hati untuk mempersembahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan dan menyelesaikan tugas yang dipercayakan kepadanya.

​Pada tanggal 30 Mei 1917, Roh Kudus menyatakan doktrin-doktrin ini kepada Paul Wei:
• Baptisan Roh Kudus adalah syarat untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah.
• Baptisan air harus dilakukan dengan diselamkansepenuhnya, dengan cara yang sama seperti saat Yesus dibaptis.
• Baptisan air harus dilakukan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, dan bukan “di dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus.”
• Hari Sabat adalah hari ke-tujuh dalam satu minggu, yaitu hari Sabtu, bukan minggu.
• Kata berbahasa China Shangdi (bererti “kaisar syurgawi”) dan “tianzhu” (bererti tuhan atas langit) tidak boleh digunakan untuk menyebutkan Allah. Hanya Shen (“Allah”) atau Zhenshen (“Allah yang Benar”) yang boleh digunakan.

Pada tanggal 14 Jun, dia mengirimkan doktrin-doktrin di atas kepad kira-kira 48 gereja.

Di tanggal 1 July, Paul Wei mendapatkan kuasa oleh Roh Kudus di akhir puasa 39 harinya. Saat berapa di tempat terpencil, sekali lagi Tuhan Yesus muncul di depannya, kali ini bersama Musa dan Elia di sisiNya. Tanggal 2 July, Roh Kudus menyuruhnya meninggalkan Huangcun dan kembali ke Beijing melalui Nanyuan; bekerja bersama Deli Zhao untuk mengabarkan kebenaran; dan mengandalkan kuasa Tuhan Yesus untuk memperbaiki kekeliruan-kekeliruan doktrin gereja-gereja lain.

Pada tanggal 6 July, Paul Wei pergi ke Uni Iman Rasuli di Xinglonglie untuk berbicara dengan Pendeta Wendelson. Ia mendesak Wendelson untuk mendengarkan wahyu dari Roh Kudus untuk menerima baptisan air dengan kepala menunduk dan diselam sepenuhnya.

Pada tanggal 18 July, Wang Deshun, orang yang sebelumnya membawa Paul Wei ke Uni Iman Rasuli, menerima baptisan air di Sungai Dahongmen. Deshun kemudian menjadi rakan sekerja Paul Wei. Tanggal 10 August 1917, gereja telah berdiri di tiga tempat HUangcun, Nanyuan, dan Beijing.

Dari bulan August sampai September, Paul Wei melakukan banyak mujizat dengan kuasa Roh Kudus:
• Tanggal 19 August, suami dari seorang wanita tua dari Xigu, Tianjin, datang meminta tolong kerana isterinya dirasuki siluman ular selama 38 tahum. Paul Wei dan John Li pergi mengunjungi isterinya dan mengusir setan itu di dalam nama Tuhan Yesus, dan membaptis 3 anggota keluarga mereka.
• Tanggal 2 September, Paul Wei sedang berkhotbah di sebuah kuil di Weishangzhuang, saat ia bertemu dengan orang buta. Digerakkan oleh Roh Kudus, Paul Wei bertanya, “Apakah kamu percaya Yesus dapat memulihkan matamu?” Orang buta itu menjawab, “Saya percaya” Paul Wei lalu mendoakannya, menumpangkan tangan, dan mendengar Roh Kudus memberitahukannya, “ia sudah sembuh” Segera, orang buta itu sembuh dan dapat melihat.
• Di bulan September dan Oktober, Paul Wei pergi dari Beijing ke banyak kota, menyembuhkan orang-orang sakit, mengusir setan, dan mengabarkan injil ke segala tempat.
• Tanggal 5 Oktober, terdapat orang bisu dari Dazhongfuhu di Xingbujie, Beijing, yang bernama Sun Zizhen, menemui Paul Wei untuk dibaptis. Paul Wei mengusir roh bisu di dalam nama Tuhan Yesus, dan pada saat itu Sun Zizhen dibaptis, orang itu menerima Roh Kudus, berbahasa roh, dan menyanyikan nyanyian-nyanyian roh. Di hari yang sama, mereka mengabarkan mujizat itu melalui surat khabar lokal The Capital Daily. Berita itu tersebar luas untuk kemuliaan nama Tuhan. Sun Zizhen lalu memutuskan untuk melayani bersama Paul Wei.

Tanggal 11 November 1917, Paul Wei pergi ke Rongcheng untuk menjual sebagian tanahnya agar wangnya dapat digunakan untuk membangun gereja yang baru, mencetak pamphlet, dan menerbitkan buku berjudul “Kesaksian-kesaksian tentang Roh Kudus”. Di tanggal 16 November, ia menjual dua setengah hektar tanahnya seharga 46 dolar untuk membiayai pengeluaran penginjilannya. Tanggal 27 Novermber, ia menjual lagi sebidang tanahnya seharga 100 dolar untuk membiayai pengeluaran rakan-rakan sekerjanya dan biaya penerbitan buku.

Tanggal 2 Januari 1918, Paul Wei menulis sebuah surat kepada kepala Polisi, Inspektur Wu, untuk meminta izin menggunakan took Enzhenhua di Damochang menjadi Gereja Yesus Benar. Sejak saat itu, gereja secara rasmi disebut “Gereja Yesus Benar”.

Bulan Maret 1918, Wendelson menulis sebuah pemgumuman di edisi ke-18 Herald of the Gospel Truth untuk menyatakan kembalinya memegang hari Minggu sebagai hari sabat. Paul Wei merasa sedih melihat Wendelson mengalah dengan tekanan dari luar.

Paul Wei mencetak sekitar 8000 buah traktat injil dan mengirimnya ke berbagai tempat. Traktat-tarktat ini memuat kesaksian bagaimana ia telah menemukan kebenaran dan menyatakan pelayanan Gereja Yesus Benar. Saat itu, ia tidak lagi ingin meneruskan usaha teksilnya, jadi ia menjual seluruh sisa persediaan teksilnya dengan harga murah dan melunasi seluruh tagihan-tagihan usahanya. Sekarang ia siap meneruskan pekerjaan Allah.

Tanggal 1 Februari, Paul Wei menerbitkan edisi pertama News Journal of the Church Which Correts the Faith of All Nations, yang ia bagikan ke banyak tempat di China. Sebagai hasilnya, ia menerima banyak surat balasan, Ini juga membuka jalan bagi pendirian Gereja Yesus Benar di berbagai propinsi di China. Di bulan Maret 1919, ia mulai mengabarkan injik ke propinsi-propinsi di Shandong, bekerja sama erat dengan Zhang Lingsheng. Kemudian ia menerbitkan edisi kedua.

Mulai tanggal 3 Mei, diadakan KKR selama 2 hari di Xizhuangtou, di propinsi Wei, dan saat itu 21 orang dibaptis di dalam nama Tuhan Yesus. Paul Wei kembali ke Beijing di bulan July.

Di awal Oktober, Zhang Lingsheng, Liang Qinming, dan Li Xiaofeng bertemu di dalam kesempatan yang menyedihkan; Paul Wei menjelang kematiannya. Tanggal 29 Oktober, ia dalam keadaan sekarat. Zhang Lingsheng dan Liang Qinming ada di sisinya. Melalui wahyu Roh Kudus, Paul Wei menumpangkan tangan dan memberkati mereka, menugaskan mereka untuk meneruskan pekerjaannya untuk mengabarkan kebenaran. Pendeta Wendelson juga mengunjungi Paul Wei; saat ia menggenggam tangan Paul Wei, kedua orang itu menangis. Pada pukul 4 sore lewat beberapa minit, Paul Wei tertawa sambil berseru, “Lihat! Malaikat-malaikat telah datang!” Dengan kata-kata itu, ia meninggal dunia.

8.5.4 Kesimpulan

​Ini adalah ikhtisar singkat pelayanan pekerja-pekerja awal Gereja Yesus Benar. Walaupun Zhang Lingsheng, Barnabas Zhang dan Paul Wei tidak diragukan lagi adalah pekerja-pekerja yang penting, gereja tidak memandang mereka sebagai pendiri. Namun mereka adalah hamba dan pelayan Tuhan yang dipanggil untuk menjadi tangan dan kakiNya dalam membangun dasar gereja. Kita semua yang menikmati hasil jernih lelah mereka haruslah menghargai mereka dan meneruskan pekerjaan yang mereka wariskan, agar kita dapat memperlihatkan kemuliaan gereja Allah di akhir zaman.

Pertanyaan Tinjauan

1. Huraikan bukti alkitabiah mengenai turunnya hujan awal.
2. Huraikan nubuat-nubuat mengenai berhentinya pencurahan Roh Kudus.
3. Huraikan penggambaran-penggambaran berhentinya pencurahan Roh Kudus.
4. Mengapa Roh Kudus tidak lagi dicurahkan setelah masa para rasul berlalu?
5. Huraikan nubuat-nubuat mengenai pencurahan Roh Kudus hujan akhir.
6. Huraikan penggambaran-penggambaran mengenai pencurahan Roh Kudus hujan akhir.
7. Buat table waktu yang memperlihatkan urutan kejadian yang menandai berdirinya Gereja Yesus Benar.
8. Buat table waktu yang memperlihatkan urutan kejadian dalam gerakan Pentakosta sedunia.
9. Apakah misi Gereja Yesus Benar dalam hubungannya dengan gereja dan denominasi Kristian lain?

_________________________________________________________________________

1. Vine, W. E., Unger, Merrill F. and White Jr. William, Vine’s Complete Expository Dictionary of Old and New Tesrament Words (Nashville, Atlanta, London and Vancouver: Thomas Nelson Publishers, 1985). G395.
2. Ahoroni, Yohanan et al., The Macmillan Bible Atlas. Completely Revised Third Edition (New York, Toronto: Maxmillan 1993)

​​​​​

(Dibaca : 1129 kali)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *