Bab 14 Membedakan Roh Kudus dan Roh Jahat

14.1 Pendahuluan

​Dari bab-bab sebelumnya, kita dapat melihat banyaknya pemikiran yang keliru mengenai baptisan Roh Kudus. Ini telah mengakibatkan penyampaian pengajaran yang keliru oleh beberapa pemimpin gereja, yang mengatakan kepada jemaat mereka bahawa memohon Roh Kudus adalah sesuatu yang tidak perlu, atau menerima Roh Kudus tidak harus disertai dengan berbahasa roh, atau seseorang menerima Roh Kudus saat ia menerima Kristus.

​Menambahkan kekacauan ini, sejak awal abad ke-20 hingga sekarang, terfapat kekurangan pengetahuan pada sebagian komunitas Kristian mengenai bagaimana membedakan antara Roh Kudus dengan roh jahat. Kerana itu sebagian hamba Tuhan melarang jemaat mereka agar tidak memohon Roh Kudus, kalau-kalau secara tidak sengaja mereka menerima Roh Jahat. Lebih parah lagi, ada beberapa orang yang mengajarkan bahawa berbahasa roh adalah bukti kerasukan roh jahat.

​Di bagian lain, terdapat pemimpin-pemimpin gereja-gereja Pentakosta, seperti Morihiko Yamada1, yang berpendapat bahawa Allah tidak akan pernah membiarkan roh jahat merasuki mereka yang memohon Roh Kudus, dan menasihatkan jemaat untuk tidak menguatirkan hal ini.

​Sesungguhnya terdapat masalah-masalah pada segala kepercayaan yang telah disebutkan di atas, dan ini menyesatkan dan membingungkan orang. Yang perlu kita lakukan adalah kembali kepada pengajaran Alkitab untuk melihat apakah yang diajarkan mengenai dunia roh- khususnya, tanda-tanda yang dihubungkan dengan menerima Roh Kudus, dan juga roh jahat. Yang terutama, kita harus memohon hikmat kepada Allah agar kita dapat membedakan roh-roh (I Kor. 12:10)

14.2 Bukti-bukti baptisan Roh Kudus

​Pertama, kita harus membaca apa yang dicatat di dalam Alkitab mengenai tanda-tanda yang berhubungan dengan baptisan Roh Kudus. Kita diharapkan dapat memahami dengan lebih jelas mengenai apakah kebenaran-kebenaran Alkitab, dan apakah yang sebenarnya merupakan pemahaman yang keliru. Dengan begitu, orang-orang percaya yang masih memohon Roh Kudus, dapat melakukannya dengan iman dan keyakinan. Kita harus mengerti bahawa Roh Kudus yang dijanjikan, yang diberika kepada orang-orang percaya di masa para rasul, juga diberika kepada orang-orang percaya pada hari ini (Kis. 2:38-39)

14.2.1 Memuji Tuhan

Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: “Haleluya! Kerana Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja”
​​​​​​​​Wahyu. 19:6

​Ayat ini menyebutkan kata “Alleluia” (atau “Haleluya”), yang merupakan kata Ibrani yang bererti “Terpujilah Tuhan” (Mzm. 104:35). Kata ini tepat untuk digunakan dalam ibadah kita kepada Allah, kerana Ia patut kita puji. Malaikat-malaikat dan pengikutNya memuji Dia; dan segala ciptaan memuji Dia kerana Ia menciptakan mereka dengan kuasa perintahNya. Orang yang dipenuhi Roh Kudus akan memuji Allah dari hatinya dan akan meninggikan Dia dengan “Haleluya” (Mzm. 148:1-14)

14.2.2 Berbahasa roh dan menyanyikan nyanyian rohani

Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.
​​​​​​​​I Korintus. 14:15

​Saat Paulus berkata, “Aku akan berdoa dengan rohku” yang dimaksudkan adalah berdoa di dalam bahasa roh (I Kor. 14:14). Ia juga berkata, “Aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku”, yang juga menyebutkan bahasa roh (Ef. 5:19; Kol. 3:16). Kata Yunani untuk “nyanyian roh” adalah odais pneumatikais, dari ode yang bererti “lagu”2, dan pneumatikos yang bererti “rohani”3.

​Paulus juga berbicara tentang nyanyian roh dalam surat-suratnya kepada jemaat Efesus (5:18-20). Di dalamnya, ia menghubungkan nyanyian roh dengan kepenuhan dan ilham Roh Kudus.

​Referensi nyanyian roh juga ditemukan dalam Kitab Wahyu. Dijelaskan tentang nyanyian baru yang dinyanyikan oleh empat mahluk dan dua puluh empat tua-tua, masing-masing memainkan sebuah kecapi: “Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru” (Why. 5:9). Ini juga memberitahukan kita bahawa nyanyian ini tidak seperti lagu-lagu duniawi, dan hanya dikenal oleh sekelompok orang yang khusus: “Tidak seorangpun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain daripada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi” (Why. 14:3)

14.2.3 Perasaan sukacita

​Kisah Para Rasul mencatat bagaimana murid-murid menjawab berbagai ujian dan cobaan selama pelayanan mereka: “Dan murid-murid di Antiokhia penuh dengan sukacita dan dengan Roh Kudus” (Kis. 13:52). Dari ayat ini, kita melihat hubungan jelas antara kepenuhan Roh Kudus dengan perasaan sukacita. Ini tidak mengherankan apabila kita merenungkan bahawa sukacita adalah salah satu sifat buah Roh Kudus (Gal. 5:22)

​Roh Kudus juga disebut sebagai “minyak sebagai tanda kesukaan” (Ibr. 1:9) Dahulu, Yesaya menubuatkan bahawa Yesus Kristus akan datang ke dunia untuk membagikan minyak kepada mereka yang berkabung (Yes. 61:3). Kerana itu pada saat ini Roh Kudus bekerja untuk mengangkat dan menghibur kita di saat-saat penderitaan (I Tes. 1:6). Apabila Roh Kudus memenuhi orang percaya saat ia berdoa, sukacita yang membuncah kadang dapat terwujud dalam bentuk tawa rohani.

14.2.4 Menghasilkan buah Roh

​Tuhan Yesus berkata:

Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik,ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik… Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenai mereka.
​​​​​​​​Matius. 7:17-18, 20

​Ia juga berkata, “orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat” (Mat. 12:35). Dengan kata lain, cara untuk menentukan apakah sesuatu atau seseorang itu baik atau jahat dapat lihat dari hasilnya. Orang dapat menyamar dan berpura-pura baik dalam jangka waktu tertentu, tetapi pada akhirnya mereka akan memperlihatkan sifat aslinya.

​Roh Kudus adalah “kekuasaan dari tempat tinggi” (Luk. 24:49; Kis. 1:8) yang dapat membebaskan orang dari Hukum dosa (Rm. 8:2; II Kor. 3:7) dan memperbarui dirinya (Tit. 3:5; II Kor. 5:17; II Tes. 2:13). Hasilnya, orang percaya akan dapat menghasilkan buah Roh Kudus: “tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu” (Gal. 5:22-23)

14.3 Bukti-bukti menerima Roh jahat

Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.
​​​​​​​​I Yohanes. 4:1

​Kita tidak dapat menganggap bahawa semua roh berasal dari Allah, atau orang percaya tidak mungkin menerima roh jahat. Pada kenyataannya, apabila terdapat kekurangan pengetahuan dan kemampuan untuk membedakan, Iblis mempunyai kesempatan untuk membingungkan orang, terutama apabila iman mereka belum matang. Kita harus melihat bukti-bukti dari Alkitab dan juga belajar dari pengalaman-pengalaman jemaat gereja Yesus Benar untuk membedakan antara pekerjaan Roh Kudus dengan pekerjaan roh jahat.

14.3.1 Tidak mengakui bahawa Yesus telah datang sebagai manusia

Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahawa Yesus Kristus telah datang sebagai mansuia, berasal dari Allah, dari setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahawa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.
​​​​​​​​I Yohanes, 4:2-3

​Saat Penatua Yohanes menulis surat I Yohanes, ajaran Gnostik semakin menjadi suatu ajaran yang lazim. Ajaran Gnostik percaya bahawa semua benda fisik secara alami bersifat jahat, dan hanya Allah saja yang baik. Mereka berteori, kerana Allah itu baik, Ia tidak dapat, dan tidak akan datang ke dalam dunia fisik. Ini bererti mereka tidak percaya bahawa “Firman itu telah menjadi manusia” (Yoh. 1:14), dan berpendapat Anak Allah tidak mungkin mati di kayu salib. Pengajaran seperti ini berlawanan dengan injil keselamatan dan merupakan bukti pekerjaan roh jahat.

​Hari ini, terdapat ajaran serupa yang disebut “teologi baru”, yang menyebar dengan pesat di dunia barat. Sebenarnya ajaran ini tidak benar-benar baru, dan merupakan kebangkitan ajaran-ajaran sesat di masa lalu. Contohnya, beberapa orang Kristian pada masa ini menentang sifat ilahi Yesus, keasliaan mujizat-mujizatNya, kebangkitanNya, kenaikanNya, dan kedatanganNya kedua kali kelak. Kita harus berhati-hati dengan ajaran-ajaran seperti ini.

14.3.2 Berbicara tentang hal-hal duniawi

Mereka berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal-hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka.
​​​​​​​​I Yohanes. 4:5

​Yesus memberitahukan bahawa Rohlah yang memberikan hidup, daging tidak memberikan keuntungan. Ia juga berkata bahawa perkataanNya, “adalah roh dan hidup” (Yoh. 6:63). Kerana itu, pekerjaan Roh Kudus adalah untuk memberitahukan injil yang bersifat rohani, dan didasarkan pada hikmat Allah, dan bukan hikmat manusia (I Kor. 2:1-7). Sebaliknya, Iblis yang merupakan raja atas dunia ini, bekerja keras untuk mencegah orang-orang menerima terang injil untuk menyebarkan pesan yang didasarkan pada hikmat-hikmat dunia, yng menarik hati orang-orang dunia (II Tim. 4:3-4). Ajaran seperti itu tidak mempunyai kuasa untuk memberikan hidup kepada pendengarnya. Sayangnya, kita melihat banyak gereja sekarang ini telah jatuh ke dalam perangkap dan menyebarkan ajaran ini.

14.3.3 Tidak mendengarkan gereja benar

Kami berasal dari Allah: barangsiapa mengenal Allah, Ia mendengarkan kami; barangsiapa tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami, itulah tandanya Roh Kebenaran dan roh yang menyesatkan.
​​​​​​​​​I Yohanes. 4:6

​Penatua Yohanes menunjukkan cara yang jelas untuk mengetahui apakah seseorang adalah milik Allah- dengan melihat apakah ia mendengarkan gereja benar (I Yoh. 2:18-19). Yesus juga menunjukkan bahawa domba yang sungguh adalah milikNya akan mendengarkan suaraNya dan akan masuk ke dalam satu kawanan (Yoh. 10:16). Ini juga sesuai dengan pengajaran Paulus: “Karunia nabi takluk kepada nabi-nabi ” (I Kor. 14:32)

​Di masa para rasul, hanya ada satu gereja, iaitu gereja benar, yang menyatakan bahawa ia adalah milik Allah melalui beberapa bukti terutama: penyertaan Roh Kudus (Rm. 8:9), berdasarkan kebenaran (Ef. 2:20-22), dan kesaksian dari tanda dan mujizat (Mrk. 16:20; Ibr. 2:4). Gereja Benar hari ini mempunyai ciri-ciri yang sama. Yang terutama, seperti gereja para rasul, gereja benar hari ini bersifat tunggal. Alkitab menjelaskan bahawa hanya ada satu tubuh Kristus, dan satu Roh Kudus (Ef. 4:4). Kristus tidak mungkin terbagi-bagi, gereja benar mengajarkan hanya kebenaran semata (II Kor. 1:18-19); Tidak masuk akal apabila satu Roh menghasilkan berbagai kepercayaan yang bertolak belakang (Ef. 4:5)

14.3.4 Berbisik-bisik dan berkomat-kamit

Dan apabila orang berkata kepada kamu: “Mintalah petunjuk kepada arwah dan roh-roh peramal yang berbisik-bisik dan komat-kamit,” maka jawablah: “Bukankah suatu bangsa patut meminta kepada allahnya? Atau haruskah mereka meminta petunjuk kepada orang-orang mati bagi orang-orang hidup?”
​​​​​​​​Yesaya. 8:19

​Di sini, Nabi Yesaya berbicara mengenai para pemanggil arwah dan para peramal yang melakukan praktik jahat mereka pada masa Perjanjian Lama. Berbisik-bisik dan berkomat-kamit adalah tanda-tanda roh jahat yang merasuki mereka. Tanda-tanda ini nampak pada orang-orang yang kerasukan setan yang dibawa ke Gereja Yesus Benar untuk diberikan pertolongan. Saat hamba Tuhan mengusir roh jahat di dalam nama Yesus Kristus, suara-suara ini hilang.

14.3.5 Berteriak, kejang-kejang, mulut berbusa, dan jatuh

Sewaktu-waktu ia diserang roh, lalu mendadak ia berteriak dan roh itu menggocang-gongcangkannya sehingga mulutnya berbusa. Roh itu terus saja menyiksa dia dan hampir-hampir tidak mahu meninggalkannya.
​​​​​​​​​Lukas. 9:39

​Ayat ini memberikan gambaran jelas mengenai orang yang dirasuki roh jahat: mereka dapat berteriak-teriak, kejang, mulut mengeluarkan busa, dan jatuh. Yang mencemaskan, tanda-tanda ini disaksikan di beberapa gereja kharismatik, dan orang-orng yang memperlihatkan tanda-tanda ini dikira sedang digerakkan oleh Roh Kudus.

14.3.6 Kehilangan kesedaran

​Kehilangan kesedaran biasa terjadi pada orang yang kerasukan setan. Dalam keadaan itu, ia dapat dipaksa oleh roh jahat itu untuk melakukan hal-hal yang tidak ia sedari. Kita melihat contoh ini dalam catatan orang Gerasa yang dirasuki setan (Mrk. 5:1-15). Alkitab mencatat bahawa ia: meninggalkan rumah dan tinggal di tengah kuburan (ayat 2-3); tidak dapat tenang, berteriak-teriak siang dan malam (ayat 5); menyayat-nyayat dirinya dengan batu (ayat 5); menunjukkan kekuatan yang ajaib (ayat 3); tidak mengenal tata karma kesopanan, berjalan-jalan dengan telanjang (ayat 15)

​Sekali lagi, beberapa tanda ini dapat dilihat di dalam sebagian gereja-gereja kharismatik, dan mengira bahawa jemaatnya telah menerima Roh Kudus. Mereka tidak menyedari bahawa yang seharusnya mereka lakukan adalah mengusir roh jahat di dalam nama Yesus.

14.3.7 Tinggi hati

​Melalui para nabi, Allah menyayangkan pemberontakan Iblis:

Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar.
​​​​​​​​​Yesaya. 14:12

Gambar dari kesempurnaan engkau, hikmat dan maha indah. Engkau di taman Eden, yaitu taman Allah penuh segala batu permata yang berharga: yaspis merah, krisolit dan yaspis hijau, permata pirus, krisopras dan nefrit, lazurit, batu darah dan malakit. Tempat tatahanna diperbuat dari emas dan disediakan pada hari penciptaanmu. Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga, di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya.
​​​​​​​​​Yehezkiel. 28:12-14

​Tinggi hati adalah salah satu sifat Iblis. Jadi tidak mengherankan apabila seseorang menerima Roh jahat memperlihatkan sifat ini. Sifat ini dapat terlihat dalam beberapa cara: keinginan mendapatkan kedudukan, pujian, pujaan dan sanjungan berlebihan dari orang lain; tidak mahu tunduk pada kebenaran, atau nasihat; mengaku-aku telah menerima wahyu pribadi dari Allah untuk mengadakan perubahan drastic di gereja; menegur dan menghakimi sesama saudara seiman dan bahkan mengaku dirinya sebagai Kristus, atau seorang nabi, atau rasul.

14.3.8 Tanda-tanda lain

​Tanda-tanda lain pekerjaan roh jahat di dalam diri seseorang adalah: perasaan-perasaan sudah dan terganggu (I Sam. 16:14-15, 23); berkata-kata tidak karuan dan tidak masuk akal, atau melukai orang lain (I Sam. 18:10-11); menyulut pertikaian, iri hati dan ketidaktenteraman (Why. 16:14; Yak. 3:14-16); ketidak-kudusan dan amoralitas (Why. 18:2-3; II Ptr. 2:2, 18); menentang kebenaran (II Tim. 4:1; Why. 2:24; II Ptr. 2:1); bersuara-suara aneh; tanda-tanda gangguan fisik, seperti muntah-muntah pucat, atau merasa kedinginan.

14.3.9 Menghadapi pekerjaan roh jahat

​Apabila tanda-tanda ini muncul, tindakan yang perlu dilakukan adalah menghentikan doa orang yang bersangkutan, dan apabila perlu, mengusir roh jahat di dalam nama Yesus (Mrk. 1:25-26; 9:25-26)

​Namun Alkitab menunjukkan bahawa pekerjaan setan kadang-kadang sulit diketahui. Dikatakan, “Iblispun menyamar sebagai malaikat terang” (II Kor. 11:14; ref. Kis. 16:10-18). Kadang kala pekerjaannya dapat sangat tersamar dan penuh tipu muslihat, sehingga kita hanya dapat mengenalinya apabila kita mempunyai karunia untuk membedakan roh dan pengalaman dalam hal dunia roh.

14.4 Pengalaman orang-orang yang menerima roh jahat

​Dalam bukunya, “Rahasia menerima Roh Kudus”, Morihiko Yamada mengkhususkan satu bagian untuk menceritakan kesaksian orang-orang yang dikatakan menerima Roh Kudus. Namun apabila kita meneliti tanda-tanda yang dilaporkan dengan seksama, kita mengetahui bahawa orang-orang ini sebenarnya dipengaruhi roh jahat. Namun kerana ketidakmampuan mereka untuk membedakan roh jahat, apa yang mereka alami secara keliru dianggap sebagai bukti baptisan Roh Kudus.

​Dengan melihat beberapa kutipan dari buku itu, kita menemukan tanda-tanda dengan jelas menunjukkan pekerjaan roh jahat.

14.4.1 Kehilangan kesedaran akan keadaan sekitar

Kutipan 1

​Pada saat kebaktian malam, saya sedang duduk dan berdoa bersama-sama dengan saudara-saudari seiman. Pemimpin kebaktian berkata, “Apa pun yang kita minta dari Tuhan, akan dikabulkan dan kita haus menerimanya dengan penuh syukur”. Saya menyakini kata-katanya dan saya berucap, “Haleluya” denga pelan-pela dan berulang kali. Tidak lama setelah itu, saya jatuh dengan muka di bawah ke atas kasur… menurut orang lain, saya jatuh, mengangkat kedua tangan saya, dan berulang kali memegang dan melepas tangan saya. Lalu tiba-tiba ada suara keras dan tangan saya mulai bertepuk tangan sambil memuji Tuhan dalam bahasa roh.
​​​​​​​​Morihiko Yamada (hal. 263)

​Kalimat kunci yang memperlihatkan sebuah petunjuk tentang apa yang terjadi di sini adalah “menurut orang lain”. Ini menunjukkan bahawa setelah ia jatuh, ia tidak lagi menyedari apa yang ia lakukan.

Kutipan 2

​Saya merasa sedang menari dan ingin terbang. Saat saya berdiri, kata-kata pujian keluar dengan sendirinya dari mulut saya. Yang saya tahu, tangan dan kaki saya bergerak-gerak, tetapi saya tidak benar-benar tahu apa yang saya lakukan. Setelah berdoa, seseorang bertanya kepada saya, “Apakah Anda pernah mengikuti khusus menari?” Saya jawab, “Tidak”. Mereka mengatakan bahawa saya bergerak ke sana ke mari, memegang kedua lengan baju saya, saya menyanyikan nyanyian-nyanyian roh dan menari-nari mengelilingi aula gereja.
​​​​​​​​Morihiko Yamada (hal. 266)

Kutipan 3

​Di satu malam, pada tanggal 29 Maret, saya sedang berdoa bersama Bapak Yamada di Gereja Kitab Suci di Jepun. Pada saat berdoa, saya tiba-tiba dipenuhi dan dikendalikan oleh roh. Lalu saya berkata-kata dalam bahasa roh dan saya tidak benar-benar menyedari apa yang saya lakukan. Dari apa yang saya dengar dari orang-orang lain, saya berdoa dalam bahasa roh selama lebih dari satu jam.
​​​​​​​​Morihiki Yamada (hal. 317-318)

​Dari dua kutipan di atas, orang yang bersangkutan nyata-nyata tidak mengetahui apa yang mereka lakukan, bahkan tidak sedar kalau mereka sedang berbahasa roh.

14.4.2 Mulut berbusa

Kutipan 4

​Kerana mulut saya mengeluarkan busa, kedua saudara saya yang lain menggunakan seputangan untuk menyeka mulut saya.
​​​​​​​​Morihiko Yamada (hal. 264)

Kutipan 5

​Setelah berdoa, seorang wanita melambaikan tangannya kepada saya dari ruang doa perempuan. Jadi saya pergi ke sana dan melihat isteri saya berbaring di ranjang; wajahnya merah dan matanya tertutup. Ia berbicara dalam bahasa roh dengan suara yang halus. Seorang wanita duduk di sampingnya untuk menyeka mulut isteri saya dengan sapu tangannya.
​​​​​​​​Morihiko Yamada (hal. 285)

Kutipan 6

​Ada seorang wanita lain yang awalnya berdoa dengan sangat pelan, tetapi pada jam tujuh, bibirnya seperti kehilangan kendali dan busa mulai keluar dari mulutnya. Lalu setelah setengah jam berlalu, ia berbicara dalam bahasa roh dan menerima baptisan Roh Kudus
​​​​​​​​Morihiko Yamada (hal. 311-312)

​Dalam tiga kasus ini, kita melihat orang-orang ini mengeluarkan busa dari mulut mereka- tanda bahawa mereka menerima Roh jahat.

14.4.3 Ketidaktertibaan

Kutipan 7

​Menuruti orang-orang lain, saya jatuh ke bawah dan sekujur tubuh saya mulai berputar-putar dalam sebuah lingkaran seperti jarum jam. Leher saya menjadi seperti pendulum, mengayun-ayun kiri kanan secara berirama. Tangan saya bergerak ke atas dank e bawah dan mulut saya mengucakan kata-kata aneh.
​​​​​​​​Morihiko Yamada (hal. 285)

Kutipan 8

​Seorang wanita mengucapkan “Haleluya” berulang-ulang dengan suara pelan. Pada jam tujuh, ia jatuh ke depan… Pada saat pertama kali ia jatuh, kepalanya menunjuk ke barat dan kakinya ke kiri. Saat ia berbahasa roh, ia mulai berputar, menghadap selaan. Dengan kepalanya di tengah, tubuhnya berputar membentuk lingkaran. Pada jam Sembilan, kakinya menunjuk ke barat, setelah berputar 180 darjah.
​​​​​​​​Morihiko Yamada (hal. 309-310)

​Kedua kutipan ini merinci tindakan-tindakan yang tidak tertib, tidak patut, dan kemungkinan besar juga memalukan orang yang bersangkutan. Di kasus pertama, orang ini menunjukkan ketidaksedaran atas apa yang terjadi.

14.4.4 Perasaan tersiksa

Kutipan 9

​Pada saat itu [saat berdoa dalam bahasa roh], saya merasa sakit di dada saya, dan rasanya tak tertahankan. Setelah berdoa, rasa sakit itu perlahan-lahan mereda, dan pada saat itu saya merasa seakan-akan saya baru bangun dari sebuah mimpi.
​​​​​​​​Morihiko Yamadi (hal. 318)

​Ini adalah gambaran seseorang yang mengalami sakit dan tersiksa. Pada kasus lain, orang-orang dilaporkan mengeluhkan kesulitan dalam bernafas, atau gangguan-gangguan umum.

14.4.5 Jatuh

​Morihiko Yamadi seringkali menjelaskan orang terjatuh pada saat ia disebutkan menerima Roh Kudus. Dari catatan-catatan di Alkitab, kita melihat bahawa ini jelas-jelas merupakan kerasukan setan (contoh, Luk. 9:42). Sayangnya, si penulis tidak mengenali pekerjaan Iblis kerana ia tidak mempunyai karunia untuk membedakan roh, dan kekurangan pengalaman dalam dunia roh. Ia merasa yakin, tidak mungkin orang yang memohon Roh Kudus, tetapi malah menerima roh jahat. Maka pada halaman 98 di bukunya, ia merujuk Lukas. 11:11-12; “Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan daripadanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?”

​Memang benar, Allah tidak akan memberikan roh jahat kepada mereka yang memohon Roh Kudus, tetapi Iblis dapat menganggu seseorang, atau bahkan merasuki dirinya, apabila ia memberikan ruang bagi Iblis untuk bekerja. Kita perlu memahami bahawa Yesus menceritakan perumpamaan dalam Lukas fasal 11 untuk menunjukkan betapa besar kasih Allah kepada kita dan senang mendengarkan doa-doa kita, dan mengajarkan kita tentang perlunya iman saat memohon Roh Kudus (Luk. 11:9-10; Mat. 21:22)

​Penting untuk diketahui, bukan Allah yang memberikan roh jahat, atau membiarkan roh jahat mengganggu mereka- itu semata-mata pekerjaan Iblis. Namun Iblis dapat bekerja apabila ia memperoleh kesempatan untuk melakukannya.

14.5 Bagaimana menghindari gangguan roh jahat

​Iblis itu seperti seekor singa yang mengaum-aum, berkeliling dan mencari orang yang dapat ditelannya (I Ptr. 5:8), dan ia tidak menginginkan seorang pun diselamatkan. Bila diberikan kesempatan, ia akan mengacau atau menggangu mereka yang memohon Roh Kudus. Untungnya, Alkitab menunjukkan beberapa pencegahan agar ini tidak terjadi.

14.5.1 Menunggu dan berdoa memohon Roh Kudus di Gereja

​Saat kita membaca Kisah Para Rasul, penting untuk kita perhatikan, bahawa Yesus menyuruh murid-muridNya untuk menantikan Roh Kudus di tempat yang telah ditentukan:

Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan BapaKu. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.
​​​​​​​​​Lukas. 24:49

Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa yang- demikian kataNya- “telah kamu dengar daripadaKu. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus”
​​​​​​​​​Kisah Para Rasul. 1:4-5

​Tempat yang ditentukan itu adalah Yerusalem, kota kudus milik Allah. Ini menggenapi nubuatan Zakharia, yang menunjukkan bahawa orang-orang di dunia harus pergi ke sana untuk menyembah Allah, dan mereka tidak menemukan hujan apabila pergi ke tempat lain (Zak. 14:17). Yerusalem menunjukkan gereja benar (Ibr. 12:22-23), tubuh Kristus, tempat tinggal Roh Allah: “Dan segala sesuatu telah diletakkanNya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikanNya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuhNya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu” (Ef. 1:22-23)

​Hanya ada satu gereja benar (Ef. 4:4) yang mempunyai injil yang sempurna dan sepenuhnya sebagai ciri utamanya, yang didasarkan sepenuhnya pada pengajaran para rasul, nabi-nabi, dan Yesus Kristus (Ef. 2:19-22). Untuk menerima Roh Kudus, seseorang harus menerima, mengakui dan taat pada injil keselamatan yang diberitakan gereja benar. Dan ia juga harus memohon Roh Kudus di sana.

​Apabila kita membaca Kisah Para Rasul, kita melihat sebuah pola yang sangat berbeda pada catatan mengenai orang-orang yang dibaptis dengan Roh Kudus: setelah didirikannya gereja benar pada hari Pentakosta, mereka yang menerima Roh Kudus, mendapatkannya setelah menemukan gereja benar dengan melalui para rasul. Kita melihat ini pada khusus orang-orang Samaria (Kis. 8:14-17), Saulus (Kis. 9:17). Kornelius dan keluarganya (Kis. 10:44) dan murid-murid di Efesus (Kis. 19:4). Kita tidak melihat ada orang-orang percaya yang menerima Roh Kudus di luar gereja benar. Di tiap khusus, Roh Kudus bekerja untuk memastikan injil yang dikabarkan para rasul, atau memastikan keabsahan baptisan air yang mereka lakukan di dalam nama Yesus.

​Mengapa menerima Injil yang diberitakan gereja benar dan berdoa memohon Roh Kudus di sana adalah perkara yang sangat penting? Pertama, Roh Kudus adalah “Roh kebenaran” (Yoh. 14:17). Ia hanya dapat ditemukan di gereja yang mengabarkan injil keselamatan yang sempurna dan sepenuhnya (ref. Mrk. 16:15-17). Ini dikeranakan Allah memberikan Roh Kudus kepada mereka yang percaya dan taat kepadaNya (Kis. 5:32)- seperti yang ditunjukkan dalam penerimaan mereka atas injil (Ef. 1:13). Allah tidak akan memberikan karunia ini kepada seseorang yang percaya pada ajaran-ajaran yang berbeda dengan ajaran-ajaran Alkitab.

​Lebih lagi, saat seseorang percaya dan menerima injil palsu, Iblis menpunyai kesempatan untuk menawannya dengan pengalaman-pengalaman roh yang aneh, yang serupa dengan pekerjaan Roh Kudus, tetapi sebenarnya adalah pekerjaan “roh yang menyesatkan” (I Yoh. 4:6). Iblis dapat menyamarkan sebagai malaikat terang untuk membingungkan dan menipu orang (II Kor. 11:14). Kesaksian-kesaksian pada bagian 14.4 dalam bab ini menyediakan bukti-bukti mengenai hal ini.

14.5.2 Menghindari dosa

​Paulus juga memberikan nasihat agar kita “janganlah beri kesempatan kepada Iblis” (Ef. 4:27). Apabila kita memberinya kesempatan, Iblis akan mempunyai kesempatan untuk bekerja. Ini dapat disamakan seperti lupa mengunci pintu dan memberikan jalan masuk bagi seorang pencuri yang mencari kesempatan. Kita melihat contoh-contoh kejadian ini pada orang-orang di Alkitab. Di antaranya Saul, yang melawan kehendak Allah dan iri hati kepada Daud, sehingga Roh Allah meninggalkannya dan roh jahat masuk ke dalam hatinya (I Sam. 15:23; 16:14; 18:6-10). Kita juga melihat contoh dari Yudas, yang awalnya mencuri wang, tetapi kemudian mengkhianati Tuhan kerana Iblis telah masuk ke dalam hatinya (Yoh. 12:6; 13:27). Lalu kita mempelajaro contoh dari Ananias dan isterinya, yang dengan tidak jujur menyimpan sebagian wang yang mereka telah janjikan kepada gereja, sehingga Iblis mengambil alih hati mereka untuk berbohong kepada Allah (Kis. 5:1-10)

14.6 Kesimpulan

​Sebagai kesimpulan, menunggu dan memohon Roh Kudus di gereja benar adalah hal yang penting, sehingga kita dapat memastikan Roh Kudus untuk terus menuruti injil dan menghindari dosa. Apabila kita melakukan ini semua dan berdoa dengan iman, kita dapat memegang keyakinan bahawa Yesus akan memberikan yang terbaik, yaitu Roh KudusNya (Luk. 11:11-13)

Pertanyaan ulasan

1. Jelaskan tanda-tanda baptisan Roh Kudus.
2. Jelaskan tanda-tanda pekerjaan roh jahat.
3. Jelaskan bagaimana cara menghindari gangguan atau dirasuk roh jahat.

_______________________________________________________________________________

1. Yamada. Morihiko, [The Secret of Receivinh the Holy Spirti] (Japan)
2. Vine. W., Unger, Merrill F. and White F. and White Jr., William, Vine’s Complete Expository Dictionary of Old and New Testament Words (Nashville, Atlanta, London and Vancouver; Thomas Nelson Publishers, 1985) G5603​
3. Ibid. G4152

​​

(Dibaca : 4244 kali)


Gereja Yesus Benar Sabah

1 Comment

  1. Steven says:

    Terima kasih Puji Tuhan…

Leave a Comment

 

— required *

— required *