Bab 07 Janji akan Roh Kudus

7.1 Pendahuluan

​Alkitab menjelaskan janji tentang Roh Kudus secara luas melalui pesan-pesan dari nabi-nabi Allah dalam Perjanjian Lama dan Baru, dan melalui pengajaran Yesus Kristus sebelum dan sesudah penyalibanNya.

7.2 Janji Roh Kudus dalam nubuat

​Allah menjanjikan pencurahan Roh Kudus sejak zaman dahulu melalui nabi-nabiNya dan menggenapi janji itu saat waktunya tiba. Kadang-kadang kita harus bersabar untuk melihat nubuat Allah digenapi: mungkin tidak terjadi sepanjang ribuan tahun. Namun kita harus berpegang teguh pada rasa percaya bahawa seluruh nubuat Allah akan digenapi.

​Pada bagian ini kita akan melihat nubuat-nubuat yang diberitakan oleh beberapa nabi di zaman-zaman berbeda dalam sejarah Alkitab.

7.2.1 Nubuat Musa

Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir
​​​​​​​​​Ulangan. 11:14

​Allah menjanjikan hujan ke atas tanah, orang-orang pilihan; tanah yang terdiri dari bukit-bukit dan lembah, yang memerlukan pemeliharanNya dalam bentuk hujan awal dan hujan akhir. Di sini, hujan awal menunjukkan hukan musim gugur, sementara hujan akhir adalah hujan musim semi, yang datang tepat sebelum masa panen (Im. 26:4). Satu-satunya syarat untuk mendapatkan anugerah ini adalah apabila mereka memelihara hukum-hukum Allah (Ul. 11:10-11).

​Dari rujukan tentang hujan awal dan hujan akhir ini, kita mendapatkan banyak pengajaran rohani. Kekerasan dan kekeringan tanah sebelum hujan turun dapat diumpamakan seperti keadaan hati manusia. Hanya dengan pemcurahan Roh Kuduslah tanah dapat dibasahi dan digemburkan sehingga benih kebenaran dapat tumbuh dan berkembang (Yeh. 36:26-27) dan menghasilkan buah roh (Gal. 5:22-23). Hujan awal atau hujan musim gugur yang mendahului musim menabur, melambangkan pemcurahan Roh Kudus untuk mendirikan gereja masa para rasul (Kis. 2:1-4, 41). Hujan akhir atau hujan musim semi yang mendahului masa panen, melambangkan pencurahan Roh Kudus untuk mendirikan gereja benar di akhir zaman. Sekarang kita ada pada masa akhir, dan Roh Kudus sedang memeteraikan umat Allah untuk mempersiapkan kedatangan Yesus yang keduakalinya (Why. 7:2; Ef. 1:13; Mal. 4:5).

7.2.2 Nubuat Daud

Mereka mengenyangkan dirinya dengan lemak di rumahNya; Engkau memberi mereka minum dari sungai kesenanganMu.
​​​​​​​​​Mazmur. 36:8

​Ayat ini menggambarkan sebuah perjamuan kebenaran di rumah Tuhan. Alkitab memberitahukan kita bahawa mereka yang mencari kebenaran tidak akan kelaparan (ref. Amo. 8:11; Yer. 15:16). Sungai kesenangan Allah adalah rujukan mengenai Roh Kudus. Ini adalah satu dari banyak contoh Alkitab yang menggunakan aliran air dan sungai sebagai lambang untuk menjelaskan Roh Kudus. Contohnya, Yesus memberitahukan kita bahawa Roh Kudus akan menjadi mata air yang memancar sampai ke dalam kehidupan kekal, sehingga mereka yang meminumnya tidak akan merasa haus lagi (Yoh. 4:13-14). Ia menambahkan, dari hati orang-orang percaya, Roh Kudus akan mengalir seperti mata air kehidupan yang memuaskan mereka (Yoh. 7:37-39).

​ Dalam Mazmur. 36:8, “mereka” menandakan “anak-anak manusia” yang disebutkan di ayat sebelumnya (36:7). Kerana itu turunnya Roh Kudus adalah sesuatu yang mempengaruhi seluruh umat manusia. Ini telah diteguhkan melalui pencurahan Roh kepada baik orang Yahudi mahupun bangsa-bangsa lain selama masa gereja awal, dan begitu juga, pada hari ini (ref. Kis. 11:15-18; ref. Kis. 10:34-35; Rm. 3:20).

7.2.3 Nubuat Salomo

Berpalinglah kamu kepada teguranku!
Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu
Dan memberitahukan perkataanku kepadamu.
​​​​​​​​​Amsal. 1:23

​Walaupun Raja Salomo adalah penulis Kitab Amsal, “aku” dalam nubuat ini bukan Salomo, tetapi Yesus Kristus. Ada beberapa alasan yang mendukung hal ini. Pertama, secara realistis Salomo tidak mungkin membicarakan pencurahan rohnya sendiri kepada orang lain; roh manusia tidak dapat diberikan kepada orang lain. Kedua, ayat 20 menjelaskan bahawa “aku” adalah perwujudan hikmat. Krtiha, Amsal. 8:12, 22 dan 23 juga menceritakan perwujudan hikmat sebagai Yesus Kristus. Jadi Amsal. 1:23 menggambarkan mereka yang mendengar teguran Kristus, bertobat dan menerima Roh Kudus. Dalam Perjanjian Baru, Kisah Para Rasul. 5:32 menguatkan hal ini, dengan mengajarkan kita bahawa mereka yang taat kepada Allah akan menerima Roh KudusNya.

7.2.4 Nubuat Yesaya

Dan orang yang tertinggal di Sion dan yang tersisa di Yerusalem akan disebut kudus, yakni setiap orang di Yerusalem yang tercatat untuk beroleh hidup, apabila Tuhan telah membersihkan kekototan puteri Sion dan menghapuskan segala noda darah Yerusalem dari tengah,-tengahnya dengan roh yang mengadili dan yang membakar.
​​​​​​​​​Yesaya. 4:3-4

​Di ayat ini, “roh yang mengadili” dan “roh yang membakar” adalah sebutan Roh Kudus. “Kekotoran putri Sion” menunjukkan kecemasan-kecemasan umat Allah, dan “setiap orang di Yerusalem yang tercatat” adalah umat Allah yang layak menerima kehidupan kekal.

​Hari ini mungkin kita bertanya-tanya bagaimana gereja Allah akan dapat menjadi kumpulan yang kudus dan disucikan sepenuhnya. Namun ketika saatnya tiba, pengudusan gereja dan keselamatan bagi umat percaya akan digenapi. Ini hanya akan terjadi setelah Allah mencurahkan Roh Kudus (yaitu “roh penghakiman” dan “roh pembakaran”) untuk menggenapi pekerjaan pengudusanNya (II Tes. 2:13; ref. Yes. 1:25)

​(Untuk penjelasan lebih lanjut tentang ayat ini, silakan melihat Bab 3 yang membahas perlambangan api)

Sampai dicurahkan kepada kita Roh daro atas:
Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan,
Dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan.
​​​​​​​​​Yesaya. 32:15

​Pada ayat di atas, baik “padang gurun” dan “kebun buah-buahan” mewakili hati manusia. Padang gurun adalah sebuah lading tandus yang tidak terpelihara, yang dapat disamakan seperti keadaan roh manusia yang kering. Ini berbeda dengan kebun buah-buahan yang menghasilkan dan merupakan lambang roh yang penuh kehidupan. Kenyataan bahawa padang gurun dapat menjadi kebun buah, merupakan kesaksian atas kuasa Roh Allah sebagai pemicu perubahan rohani kita. Apabila Ia masuk ke dalam hati kita, Ia mengubah hidup yang dahulu kering menjadi berkelimpahan.

Orang-orang sengsara dan orang-orang miskin sedang mencari tetapi tidak ada,
Lidah mereka kering kehausan;
Tetapi Aku, Tuhan, akan menjawab mereka,
Dan sebagai Allah orang Isreal Aku tidak akan meninggalkan mereka.
Aku akan membuat sungai-sungai memancar di atas bukit-bukit yang gundul,
Dan membuat mata-mata air membual di tengah dataran;
Aku akan membuat padang gurun menjadi telaga
Dan memancarkan air dari tanah kering.
​​​​​​​​Yesaya. 41:17-18

​Saat musim hujan di daerah Palestina, tanah menerima banyak hujan. Namun bebatuan kapur yang menyerap air membuat air segera terserap, sehingga tanah menjadi kering di masa-masa tertentu setiap tahun. Ada beberapa bukti yang menunjukkan kadang-kadang air menjadi langka, sehingga bangsa Isreal harus membelinya dengan wang (lihat Ratapan. 5:6)1. Bagi mereka yang kehausan, air sama berharganya dengan kehidupan.

​Namun nubuat dalam ayat 17 memberitahukan kita bahawa orang miskin dan sengsara tidak akan merasa haus selamanya, kerana Allah berbelas kasihan kepada mereka. Ini mengingatkan kita kepada kata-kata Yesus, “Mintalah, maka akan diberika kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Mat. 7:7). Bila kita merasakan kehausan rohani di hati kita, rasa haus kerana tidak mempunyai Allah, kita harus mencariNya dengan tulus. Dengan begitu, Roh Kudus menjadi mata air kehidupan di dalam diri kita untuk memuaskan rasa haus.

​Dalam Yesaya. 41:18, baik “padang gurun” dan “tanah kering” mewakili hati manusia. “Sungai”, “mata air” dan “telaga” mewakili Roh Kudus. Hati manusia seringkali penuh dengan kegelisahan, kesusahan dan keputusasaan. Namun Allah berjanji bahawa Roh Kudus yang Ia curahkan akan mengubah itu semua menjadi harapan dan kehidupan.

Lihat, AKu hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. Binatang hutan akan memuliakan Aku, serigala dan burung unta, sebab Aku telah membuat air memancar di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara, untuk memberi minum umat pilihanKu.
​​​​​​​​​Yesaya. 43:19-20

​Sungai biasanya tidak ditemukan di tengah-tengah gurun pasir, namun Allah berjanji bahawa hal luar biasa ini akan terjadi. Bila kita membaca ayat ini dengan seksama, sungai ini mengalirkan air secara khusus kepada orang-orang pilihan Allah. Mereka yang bukan milik Allah tidak mendapat bagian dalam karunia ini. Begitu juga, Yesus memberitahukan murid-muridNya bahawa mereka akan menerima Roh Kudus, yang tidak dapat diterima oleh dunia (Yoh. 14:16-17)

Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh Ku ke atas keturunanmu, dan berkatKu ke atas anak cucumu.
​​​​​​​​​Yesaya. 44:3

​Ayat ini dapat dibagi menjadi dua bagian: Bagian pertama membahas anugerah Roh Kudus dari Allah kepada mereka yang merindukanNya; bagian kedua menjelaskan bagaimana Allah akan mencurahkan RohNya kepada kaum Yakub (Isreal) sehingga mereka mendapatkan berkat. Dari sini kita mengetahui, seperti halnya bangsa Isreal, selain merupakan milik Allah, kita juga harus merindukan RohNya dengan tulus.

Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang mempunyai wang, marilah! Terimalah gandum tanpa wang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran!
​​​​​​​​​Yesaya. 55:1

​Karunia Allah ini besar, dan yang lebih baik lagi, karuniaNya diberikan kepada semua orang dengan Cuma-Cuma. Bila kita sungguh-sungguh haus, kita dapat datang dengan rendah hati ke hadapan Tuhan, agar Ia dapat memuaskan dahaga kita dengan air kehidupan. Dalam kitab Wahyu, kita membaca:”Roh dan pengantin perempuan itu berkata:’Marilah!’ Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata:’Marilah!’ Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mahu, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan Cuma-Cuma ” (Why. 22:17).

7.2.5 Nubuat Yehezkiel

Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat, 20 supaya mereka hidup menurut segala ketetapanKu dan peraturan-peraturanKu dengan setia.
​​​​​​​​​Yehezkiel. 11:19-20

​Menurut nubuatan Yehezkiel, turunnya Roh Kudus menggenapi dua hal. Pertama, Ia menyatukan umat Allah, yaitu gereja (Ef. 4:3). Di mata Allah, kesatuan umatNya sangat penting (Yos. 7:1-26; Yoh. 10:16). Kedua, Roh menguatkan umat Allah dengan roh yang lembut dan taat, sehingga mereka dapat menaati hukum dan peraturan Allah, dan mendapatkan sukacita dan berkat-berkatNya.

Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. 27 RohKu akan Kuberikan kepadamu hati yang taat. 27 Roh Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapanKu dan tetap berpegang pada peraturan-peraturanKu dan melakukannya.
​​​​​​​​​Yehezkiel. 36:26-27​

​Ayat ini serupa dengan ayat terakhir: Yehezkiel menyebutkan “roh yang baru” dan “RohKu” untuk menunjukkan Roh Allah.

Aku akan memberikan RohKu ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali.
​​​​​​​​​Yehezkiel. 37:14

​Yehezkiel. 37:1-4 menjelaskan bagaimana Yehezkiel melihat sebuah penglihatan tulang-tulang kering di sebuah lembah. Bila kita membaca dari ayat. 11 dan seterusnya, kita mengetahui bahawa tulang-tulang ini melambangkan bangsa Isreal. Kerana itu penglihatan Yehezkiel adalah sebuah nubuat yang menggambarkan keselamatan bangsa Isreal, sebuah kebenaran rohani yang kemudian juga dinyatakan kepada Rasul Paulus (Rm. 11:25-27)

​Sepanjang sejarah Isreal, mereka seringkali mengeraskan hati terhadap kehendak Allah. Di Perjanjian Baru, kekerasan hati ini Nampak dalam penolakan terhadap Yesus Kristus sebagai Juruselamat sehingga Ia disalibkan (Kis. 2:22-24; 3:13-15). Mereka juga menolak injil para rasul, sehingga injil itu diberikan kepada bangsa-bangsa lain (Kis. 13:46; 28:16-29). Namun Allah setia dan tetap teguh, Ia tidak melupakan janjiNya kepada Abraham. Setelah “jumlah bangsa-bangsa lain” genap, Ia akan menyelamatkan Isreal, memulihkan mereka secara rohani dan memberikan kehidupan yang baru kepada mereka (Rm. 11:25-27).

“Aku tidak lagi menyembunyikan wajahKu terhadap mereka, kalau Aku mencurahkan RohKu ke atas kaum Isreal”, demikianlah firman Tuhan Allah.
​​​​​​​​​Yehezkiel. 39:29

​Dari fasal. 39 ayat 28 dan seterusnya, Nubuat Yehezkiel menceritakan pencurahan Roh Kudus yang harus dimengerti dalam konteks janji pemulihan Allah atas bangsa Isreal. Janji ini nampaknya menunjukkan pemcurahan Roh Kudus di masa hujan akhir (musim semi), bukan hujan awal (musim gugur). Gereja Benar Allah, umat pilihanNya, sudah berdiri oleh kerana hujan akhir (musim semi). Oleh kerana itu, kita semua yang ada di gereja benar hari ini harus mempunyai rasa tanggungjawab untuk mengabarkan injil kepada bangsa Isreal. Penglihatan tulang-tulang dari Yehezkiel (Yeh. 37:1-4) dan nubuat Paulus tentang pemulihan bangsa Isreal (Rm. 11:25-27) akan digenapi pada waktunya. Dan bila waktunya tiba, akan ada pencurahan Roh Allah yang berkelimpahan.

7.2.6 Nubuat Hosea

Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenali Tuhan; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.
​​​​​​​​​Hosea. 6:3

​Sebelum fajar tiba, kegelapan malam meliputi bumi seperti kain kafan. Saat sinar matahari akhirnya menembus kegelapan itu, Nampak seakan-akan terang membangunkan dunia. Mnegingat terang melambangkan Roh Kudus, apabila kita mencari Allah dengan sepenuh hati, RohNya akan masuk ke dalam diri kita untuk membangunkan hati kita dan mengusir kegelapan.

​Untuk menerima panen yang baik, lading-ladang di daerah Palestina membutuhkan pencurahan hujam musim semi yang berlimpah. Di Alkitab, “curahan” dan “hujan musim semi” melambangkan Roh Kudus dan menyebutkan pencurahan karuniaNya. Hujan musim semi melambangkan pencurahan Roh Kudus di masa akhir, saat Allah akan mencurahkan RohNya kepada umatNya, agar mereka dapat menghasilkan buah rohani.

7.2.7 Nubuat Yoel

Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah kerana Tuhan Allahmu! Sebab telah diberikanNya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkanNya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu.
​​​​​​​​​Yoel. 2:23

​“Bani Sion” dalam Yoel. 2:23 menunjukkan umat pilihan Allah dalam Perjanjian Lama mahupun Perjanjian Baru. Yoel mendorong umat Allah untuk bertobat sehingga Allah dapat memberikan hujan kepada mereka. Isreal telah berbuat berdosa dan mengakibatkan kekeringan di seluruh Palestina; namun Yoel menubuatkan bahawa Allah akan mengirimkan hujan sekali lagi, sebagai bukti pengampunanNya.

​Berbincara secara alkitabiah, kekeringan jasmani melambangkan kekeringan rohani bangsa Isreal, saat Roh Allah tidak lagi turun. Kekeringan rohani bererti terputus dari karunia Allah, akibat dari ketidaktaatan dan pemberontakan manusia. Sejarah menunjukkan bahawa Roh Kudus meninggalkan gereja setelah masa para rasul berlalu, kerana kebenaran injil dinodai oleh tradisi manusia, penyembahan berhala, dan politik (ref. Mat. 13:33). Perginya Roh Kudus terlihat dengan tidak adanya berbahasa roh di gereja, yang merupakan bukti berdiamnya Roh Kudus (ref. Kis. 2:4; 10:45; 11:15; 15:8; 19:2, 6; I Kor. 14:21)

​Namun nubuat Yoel memberikan harapan kepada kita bahawa Allah tidak akan murka untuk selamanya. Ia menunjukkan bahawa Roh Kudus yang Ia janjikan, akan sekali lagi dicurahkan dengan berkelimpahan kepada umat pilihanNya. Seperti kedatangan hujan menunjukkan berlalunya murka Allah, begitu juga pencurahan Roh Allah, setelah masa kekeringan yang berkepanjangan, menunjukkan sebuah masa penuh karunia dan sukacita.

Kemudian daripada itu akan terjadi, bahawa Aku akan mencurahkan RohKu ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan RohKu pada hari-hari itu.
​​​​​​​​​Yoel. 2:28-29

​Bagian pada nubuat Yoel itu menjelaskan pencurahan Roh Kudus yang dijanjikan. Nubuat inilah yang dimaksud Petrus dalam khotbahnya pada hari Pentakosta, segera setelah Roh Kudus dicurahkan ke atas gereja Allah (Kis. 2:16-21; ref. Yoel. 2:28-32).

​Ada dua hal penting yang perlu kita cermati. Pertama, Roh Allah dicurahkan ke atas seluruh umat manusia. Allah tidak membatasi siapa saja yang dapat menerima Roh Kudus, tidak memandang suku bangsa, jenis kelamin, umur, atau strata sosial. Syarat satu-satunya adalah menerima kebenaran dan memohon Roh Kudus. Kedua, nubuat, mimpi dan penglihatan adalah beberapa cara Allah memperlihatkan diriNya kepada manusia. Mereka yang menerima Roh Kudus dapat menerima pernyataan-pernyataan yang indah ini.

7.2.8 Nubuat Zakharia

Inilah firman Tuhan kepada Zerubabel bunyinya :”Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan RohKu, “ firman Tuhan semesta alam.
​​​​​​​​​Zakharia. 4:6

​Zerubabel adalah anak Sealtiel, bupati Yehuda (Hag. 1:1). Ia hidup di masa pemerintahan Raja Koresh dari Persia tahun 536 sebelum Masehi. Menggenapi nubuat-nubuat pembangunan kembali Bait Allah yang dahulu didirikan Raja Salomo (Yes. 44:28; Ez. 1:1-6), Zerubabel mendapatkan ijin Raja Koresh untuk memimpin 50,000 orang kembali ke Yerusalem untuk membangun kembali Bait itu (Ez. 2:2; 64-65). Namun kerana menghadapi penolakan dan tentangan dari musuh-musuh bangsa Yehuda di masa pemerintahan Raja Ahasyweros (Artahsasta I) dari Persia, sampai-sampai mereka mengirimkan surat tuduhan kepada raja, pekerjaan pembangunan ini terhenti. Orang-orang Yahudi menjadi tawar hati (Ez. 4:4-5, 7, 23), namun Nabi Zakharia berbicara dengan penuh kuasa kepada mereka dan mengobarkan kembali semangat mereka untuk melanjutkan pembangunan (Ez. 5:1-2)

​Zakharia. 4:6 mengajarkan kita untuk bersandar kepada kuasa Roh Kudus. Umat Allah bersandar pada Roh Kudus untuk menghadapi gangguan saat membangun kembali Bait Allah. Demikian juga pada hari ini kita haris bersandar kepadaNya untuk menghadapi hambatan apa pun dalam hidup kita. Usaha manusia, talenta, dan kerja keras tidak selalu membawa keberhasilan. Kita juga membutuhkan Roh Allah.

​Bait Allah di masa Perjanjian Lama menggambarkan gereja di masa Perjanjian Baru. Kehancuran Bait Allah yang didirikan Salomo menggambarkan gugurnya gereja masa awal yang telah didirikan oleh Roh Kudus masa hujan awal (musim gugur).

​Zerubabel bersandar pada kuasa Roh Kudus untuk menghadapi penolakan dan tentangan dalam membangun kembali Bait Allah. Hari ini, Roh Kudus mempunyai peran penting yang sama dalam menolong gereja benar untuk dapat menang menghadapi hambatan-hambatan yang mungkin menghalangi mereka mewujudkan iman, kebenaran dan kuasa yang ada dalam gereja para rasul.

Melainkan Aku akan menabur damai sejahtera. Maka pohon anggur akan memberi buahnya dan tanah akan memberi hasilnya dan langit akan memberi air embunnya. Aku akan memberi semuanya itu kepada sisa-sisa bangsa ini sebagai miliknya.
​​​​​​​​​Zakharia. 8:12

​Embun adalah symbol Alkitab melambangkan Roh Kudus. Saat Roh turun ke atas padang gurun yang melambangkan hati manusia, Ia akan mengubahnya menjadi lading yang subur. Penggambaran ini menjelaskan pembaruan kehidupan yang akan diperoleh umat percaya di dalam Tuhan. Secara nubuat, “sisa dari umat ini” menjelaskan umat Allah yang akan tersisa setelah masa penganiayaan besar: mereka yang akan mempunyai bagian dalam keselamatanNya di masa-masa terakhir (Rm. 9:27, 29; 11:5, 25-27).

​Zakharia. 8:12 menubuatkan Roh Kudus masa hujan akhir, yaitu ketika gereja benar yang didirikan oleh Roh Kudus, akan menyatakan kebenaran Kristus kepada umat pilihan Allah, yaitu bangsa Isreal Allah tidak akan melupakan mereka, dan mereka juga akan menikmati berkat-berkat dari janjiNya dalam Kristus.

Mintalah hujan dari Tuhan pada akhir musim semi! Tuhanlah yang membuat awan-awan pembawa hujan deras, dan hujan lebat akan diberikannya kepada mereka dan tumbuh-tumbuhan di padang kepada setiap orang.
​​​​​​​​​Zakharia. 10:1

​Hujan turun di musimnya, yang akan datang pada waktunya. Zakharia berkata, ketika hujan akhir tiba, Ia kan datang dengan kekuatan, dengan “awan-awan pembawa hujan deras” yang akan mengakibatkan “hujan lebat”. Nubuat ini menunjukkan bahawa ketika hujan ini tiba, mereka yang meminta kepada Allah dengan tulus akan menerima kepenuhan Roh Kudus.

Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh pemohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung.
​​​​​​​​​Zakharia. 12:10

​Di ayat ini, Zakharia menubuatkan tentang Roh Kudus dan Yesus Kristus. Istilah “Roh pengasihan dan Roh permohonan” menunjukkan dua sifat Roh Kudus. Walaupun bangsa Isreal terus-menerus memberontak melawan Allah dan menolak Yesus sebagai Kristus, Allah tetap menjanjikan turunnya Roh Kudus kepada mereka suatu hari nanti. Dari nubuat Zakharia, kita mengetahui bahawa ketika waktunya tiba, bangsa Isreal akan mengetahui bahawa mereka harus menaruh harapan mereka kepada Juruselamat, yang telah mereka salibkan, dan mereka akan meratapi dosa-dosa mereka.

7.2.9 Nubuat Maleakhi

Sesungguhnya Aku akan mengutus Nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.
​​​​​​​​​Maleakhi. 4:5-6

Nubuat ini menunjukkan turunnya Roh Kudus di akhir zaman, di masa hujan akhir, dan memberikan tiga pengajaran penting:

Pertama, kita membaca tentang “hari Tuhan yang besar dan dahsyat”, yang merupakan akhir zaman. Di hari itu, Allah akan menghancurkan dunia dengan api, kerana murkaNya dan penghakiman atas dosa-dosa dunia (Ze. 1:18; II Ptr. 3:10-12). Alkitab berulangkali menyatakan bahawa akhir zaman akan menjadi hari yang besar dan mengerikan (Yes. 13:6-16; Yoel. 2:31; Ze. 1:14-17; Why. 6:12-17). Yesus berkata, akhir zaman akan terlihat seperti ketika Lot melarikan diri dari kota Sodom yang dibakar dengan api belerang. Akhir zaman akan sampai pada kita dengan tiba-tiba dan tak terduga. Kerana itu kita tidak boleh terkecoh dengan rasa aman yang keliru, mengira dunia ini tidak akan berakhir. (Luk. 17:28-30).

Kedua, sebelum hari Tuhan yang besar dan mengerikan, Allah akan mengutus Nabi Elia ke dunia untuk memenuhi tugas keselamatanNya. Kedatangan Elia menggambarkan pekerjaan dua nabi di dua masa:
1) Masa pertama ditandai dengan pernyataan injil keselamatan. Tuhan Yesus memulai pelayanaNya di bumi dengan menyatakan, “Waktunya telah genap; kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil” (Mrk. 1:14-15). Ia menyebutkan Yohanes Pembaptis sebagai “Elia yang akan datang” (Mat. 11:14; 17:10-13). Munculnya Yohanes Pembaptis memenuhi nubuat Yesaya, yang menyebutkan bahawa seseorang akan datang untuk menyiapkan jalan Tuhan (Yes. 4:3; Mat. 3:3). Tentu saja Yohanes Pembaptis bukanlah Nabi Yesaya bereinkarnasi; dan begitu juga, nubuat Maleakhi hanya berbicara secara kiasan. Yohanes Pembaptis dijelaskan dengan cara ini kerana ia mempunyai roh dan kuasa Elia (Luk. 1:17). Pekerjaan Yohanes, seperti Elia, adalah untuk mengajak orang-orang kembali kepada Allah. Yohanes menyatakan keselamatan Allah dan mendesak orang-orang untuk bertobat, dan dengan begitu memenuhi tugasnya sebagai pembuka jalan bagi Kristus (Mat. 3:3).
2) Masa kedua menandai terpenuhinya rencana keselamatan Allah. Bila kita mengingat kembali, Elia adalah nabi yang berdoa memohon hujan setelah masa kekeringan sepanjang tiga setengah tahun (Yak. 5:17-18). Perananya akan dibutuhkan kembali pada pendirian gereja akhir zaman, di tengah-tengah kekeringan rohani di seluruh dunia. Ini adalah masa hujan akhir, dan gereja benar Allah mengemban pekerjaan Nabi Elia,, bertindak sebagai pembuka jalan bagi Tuhan sebelum kedatanganNya kedua kali. Tugas gereja benar adalah menuntun orang kembali kepada Allah dan dengan demikian, menggenapi rencana keselamatanNya (Why. 7:1-3; 21:2)

Ketiga, nubuat Maleakhi membicarakan hubungan bapa-anak. “Bapa” melambangkan Allah (Ef. 4:6) dan “anak-anak” melambangkan umat manusia. Kata-kata nubuatnya mempunyai penjelasan terselubung mengenai kutukan yang menimpa numi sebagai akibat dosa Adam. Saat orang tua pertama kita, Adam dan Hawa, memberontak melawan Allah, Allah mengutuk tanah dan mengisir mereka dari Taman Eden (Kej. 3:17; 22-24). Sebagai akibatnya, kehidupan dan Roh Allah meninggalkan umat manusia. Barulah setelah Yesus Kristus mati bagi kita, kita didamaikan kembali dengan Allah (Kol. 1:20-22; Ef. 2:20-22).

Dosa mengasingkan manusia dari Allah, dan gereja tidak terkecuali. Maka patut diulangi, kemunduran gereja mula-mula merusak hubungan harmonis antara Allah dengan umatNya, sehingga terjadi kekeringan rohani. Tanpa kebenaran, Roh Kudus, yang adalah Roh Kebenaran, tidak dapat tinggal.

Nabi Elia menandakan munculnya gereja benar di akhir zaman. Gereja Benar, yang memberi kesaksian kebenaran dalam roh dan firman, dapat memulihkan dan menyembuhkan hubungan antara Allah dengan manusia, mencondongkan hati Bapa kepada anak-anakNya, dan hati anak-anak kepada Bapa mereka. Gereja benar mempunyai roh dan kuasa Elia; mempunyai keberanian untuk berperang melawan yang jahat, dan mempunyai kuasa untuk mengalahkan nabi-nabi palsu (I Raj. 18:19-40; ref. Gal. 1:7-9; Yud. 3). Melalui Roh Kudus, gereja Allah dapat mengubah hati yang penuh dosa sehingga orang dapat sungguh-sungguh memegang dan tunduk pada hukum dan ketentuan Allah (Yeh. 36:26-27).

7.2.10 Nubuat Yohanes Pembaptis

Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian daripadaku lebih berkuasa daripadaku dan aku tidak layak melepaskan kasutNya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
​​​​​​​​​Matius. 3:11

​Sepanjang pelayanan Yohanes Pembaptis, ada banyak orang Yahudi menyangka Ia adalah Kristus. Namun ia selalu menyangka hal ini, menjelaskan bahawa ia diutus hanya untuk menyiapkan jalan bagi Kristus (Yoh. 1:19-20; 3:28). Ia juga mengatakan, walaupun ia membaptis orang-orang dengan baptisan pertobatan (Kis. 19:3-4),namun Ia yang datang setelah dirinya akan membaptis dengan Roh Kudus (Mat. 3:11). Dari sini kita mengetahui bahawa rencana Allah adalah mengutus dahulu Yesus Kristus ke dunia, sebelum mencurahkan Roh KudusNya.

Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya:”Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atasNya. Dan akupun tdak mengenalNya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu tueun ke atas seseorang dan tinggal di atasNya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.”
​​​​​​​​​Yohanes. 1:32-33

​Awalnya, Yohanes Pembaptis tidak mengetahui bahawa Yesus adalah Kristus. Namun Bapa Syurgawi menyatakan jati diri Yesus kepadanya melalui penglihatan Roh Kudus turun kepada Yesus seperti seekor burung merpati. Barulah kemudian Yohanes mengetahui bahawa Yesuslah yang akan membaptis umat Allah dengan Roh Kudus (Mat. 3:16). Kejadian ini memenuhi nubuat-nubuat Yesaya mengenal kedatangan Mesias; Yesus sungguh adalah Yang Diurapi oleh Allah (Yes. 11:1-2; 42:1; 61:11)

​Yohanes Pembaptis adalah nabi terakhir dalam Perjanjian Baru kerana dengan kedatangan Yesus, dibuat perjanjian yang baru antara Allah dan umatNya (Mat. 11:3, 13). Nubuat-nubuat Perjanjian Lama mengenai Roh Kudus akan mempunyai erti penting yang baru melalui pekerjaan dan pelayanan Tuhan Yesus Kristus.

7.3 Janji-janji dari Tuhan Yesus

​Allah tidak hanya menyampaikan janji pencurahan Roh Kudus melalui nabi-nabi di masa kuno saja, namun Ia juga datang ke dunia sebagai Yesus Kristus (ref. Ibr. 1:1) untuk menyatakan injil keselamatan dan secara langsung menjanjikan Roh Kudus. Ada banyak ayat di dalam Alkitab yang mencatat janji Yesus mengenai Roh Kudus. Di bagian ini, ayat-ayat dibagi menjadi dua kategori: janji yang disampaikan di masa sebelum ia disalibkan, dan janji yang disampaikan setelah Ia disalibkan.

7.3.1 Janji-janji yang disampaikan sebelum Yesus disalibkan

Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di syurga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepadaNya.
​​​​​​​​​Lukas. 11:13

​Untuk mendorong kita tetap tekun saat memohon Roh Kudus, Yesus menyampaikan dua perumpamaan yang dicatat di dalam Kitab Lukas (Luk. 11:5-12). Di perumpamaan pertama, seseorang meminta roti dari temannya di tengah malam. Temannya sudah lama tertidur, begitu juga anak-anaknya (ayat. 5-8). Kerana ketekunan orang itu yang tak padam-padam, temannya mengalah dan memberikannya roti sebanyak yang ia butuhkan. Perumpamaan kedua membandingkan naluri bapa syurgawi yang memberikan hal-hal yang baik kepada anak-anaknya, dengan kerelaan Bapa Syurgawi yang lebih besar untuk memberikan Roh Kudus (ayat. 11-12). Setelah Yesus menyampaikan dua perumpamaan ini, Ia menutupnya dengan menyampaikan bahawa semua doa-doa yang tulus dan tekun untuk memohon Roh Kudus akan dijawab pada waktunya, kerana Allah telah menjanjikannya (ayat. 13). Jadi Allah tidak hanya sahabat terdekat kita (Ams. 18:24; Yoh. 15:15), Ia juga adalah Bapa Syurgawi kita, yang mencintai kita dengan sangat, dan tidak akan menahan hal-hal yang baik dari kita (Ef. 4:6; I Yoh. 4:8; Mzm. 103:13).

Apabila orang menghadapi kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakana untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakana.
​​​​​​​​​Lukas. 12:11-12

​Yesus menubuatkan bahawa murid-muridNya nanti akan dibawa ke hadapan rumah-rumah ibadah dan penguasa-penguasa untuk dihakimi, namun Ia menghibur mereka dengan mengatakan bahawa mereka tidak perlu kuatir dengan apa yang mereka ucapkan, kerana Roh Kudus sendiri yang akan mengajarkan mereka. Dari kata-kata ini, kita mengetahui bahawa Roh Kudus, yang adalah Penolong yang setia, akan menengahi bagi kita. Di tulisan Yunani Perjanjian Baru yang asli, Roh Kudus adalah parakletos, yaitu, seorang penasihat yang kuat dan pembela umat percaya. Yesus menjanjikan bahawa Roh Kudus akan menasihati dan membela kita.

Jawab Yesus kepadanya:”Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! Niscaya engkau telah meminta kepadaNya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup”.
​​​​​​​​​Yohanes. 4:10

​Ayat ini mencatat sebuah percakapan antara Yesus dengan perempuan Samaria. Ia bercerita tentang “karunia Allah” kepadanya, yaitu Roh Kudus (I Kor. 6:19; Kis. 10:44-45; 11:15-17). Ucapan Yesus “Engkau telah meminta kepadaNya (Yesus), dan Dia telah memberikan kepadamu air hidup”, menunjukkan betapa pentingnya memohon Roh Kudus dengan sungguh-sungguh. Yesus menyebutkan Roh Kudus sebagai “air hidup” dan “mata air” untuk menjelaskan kemampuanNya melegakan rasa haus rohani.

​Banyak orang di masa pelayanan Yesus tidak mahu mendekatiNya kerana mereka tidak menyedari bahawa Ia adalah Kristus, Juruselamat umatNya. Bila perempuan Samaria menyedari siapakah Yesus tentu sejak awal ia bersikap jauh berbeda. Namun Yesus tahu persis apa yang ia perlukan dan dengan senang hati membuka hatinya memperlihatkan rasa haus rohaninya dan menasihatinya di manakah ia dapat memperoleh air hidup. Tindakan Yesus menunjukkan kasihNya kepada umat manusia: Ia ingin melegakan hati kita dan mencurahkan karuniaNya di dalam hidup kita.

Jawab Yesus kepadanya:”Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”
​​​​​​​​​Yohanes. 4:13-14

​Di sini Yesus berbicara tentang air hidup, yang mempunyai sifat yang berbeda dengan air yang ditimba perempuan Samaria. Ia berkata bahawa mereka yang minum dari sumur itu akan haus kembali, tetapi mereka yang minum air hidupNya tidak akan merasa haus lagi. Air yang Ia sediakan akan menjadi sebuah mata air, yang mengalir menuju kehidupan kekal. Firman Yesus ini memberikan pengajaran rohani yang penting: segala sesuatu di dunia ini, seperti kekayaan, status, dan ketenaran akan berlalu (I Ptr. 1:24), dan mereka hanya dapat memuaskan diri kita sementara saja. Seperti minum dari mata air buatan manusia, air hanya dapat memuaskan dahaga kita sebentar saja. Berbeda dengan Roh Kudus pemberian Yesus yang tidak terbatas: Ia dapat memuaskan dahaga rohani kita pada tingkatan yang lebih dalam,yaitu menuju kehidupan kekal. (Yes. 49:10; Yoh. 6:35; Why. 7:16; ref. Yes. 58:11)

​Pada awalnya pandangan perempuan Samaria ini terbatas oleh pengertiannya yang bersifat fisik. Ia terheran-heran dengan air seperti apa yang dapat memuaskan dahaganya seperti yang dijelaskan Yesus. Namun Yesus membuatnya melihat bahawa apa yang Ia tawarkan dapat memuaskan dahaga rohanunya; dan begitu ia mengerti hal ini, ia meninggalkan buyung airnya dan mengikuti Yesus (Yoh. 4:28)

Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru:”Barangsiapa haus,baiklah ia datang kepadaKu dan minum! Barangsiapa percaya kepadaKu, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” Yang dimaksudkanNya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepadaNya; sebab Roh itu belum datang, kerana Yesus belum dimuliakan.
​​​​​​​​​Yohanes. 7:37-39

​Pada ayat di atas dari Kitab Yohanes, “hari terakhir, yaitu puncak perayaan itu”, kemungkinan besar menunjukkan hari setelah hari ketujuh Hari Raya Pondok Daun, yang merupakan upacara terakhir orang Yahudi sebelum pulang kembali ke Yerusalem (Im. 23:33-39). Hari ke-delapan ini adalah Sabat yang kudus, hari pertemuan kudus dan tidak boleh ada pekerjaan yang dilakukan. Ketika Yesus:”berdiri dan berseru”, memperlihatkan usahaNya untuk menyadarkan: Ia didorong oleh Roh untuk menyerukan kebenaran. Saat Ia menyatakan “Seperti yang dikatakan kitab suci…,” Ia tidak mengutip ayat-ayat tertentu, tetapi merujuk pada pesan keseluruhan dalam Perjanjian Lama (Yes. 12:3; 44:3; 55:1; Yeh. 47:9; Zak. 14:8; ref. Why. 7:17; 22:1, 7).

​Setiap tahun hari raya Pondok Daun diadakan pada hari ke-15 bulan ke-7, dan merupakan hari raya yang diadakan untuk mengenang kehidupan nenek moyang bangsa Isreal di padang gurun (Im. 23:41-43). Selama hari raya, pada siang hari para iman akan membawa sebuah kandil dari emas yang berisi dua setengah liter air ke Kolam Siloam, dengan diikuti orang-orang dan kelompok musik Sembari berjalan mereka bernyanyi:”Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan” (Yes. 12:3). Sembari bernyanyi mereka akan mengambir air dan membawanya ke bait Allah untuk dipercikkan ke sisi barat mezbah.

​Mereka melakukan hal ini dengan menuangkan air dari kandil emas ke dalam sebuah baskom perak yang penuh dengan lubang. Orang-orang akan berkumpul, bersukacita dan bersyukur saat mengingat air yang disediakan Allah kepada nenek moyang mereka di Rafidim, saat air mengalir keluar dari sebuah batu (Kel. 17:1-6; Mzm. 78:15-16). Saat mereka merenungkan kejadian ini, kita dapat membayangkan bahawa mereka telah mendengar dalam hati mereka, seruan-seruan sukacita nenek moyang mereka saat mereka menyaksikan penyediaan air kehidupan yang sangat ajaib dari Allah.

​Oleh Wahyu dari Roh Kudus, Paulus menjelaskan bahawa batu melambangkan Kristus; dan sumber air hidup yang keluar dari batu menunjukkan Roh Kudus (I Kor. 10:4). Hari ini kita harus minum dari Roh yang sama, kerana kita adalah satu tubuh dalam Kristus. Yesus berseru-seru di hari terakhir pada hari raya itu untuk mengajarkan kebenaran yang penting ini: bila kita haus, kita harus mendekat kepadaNya untuk mendapatkan air kehidupan. Air kehidupan ini adalah kehidupan dan berkat kita (Why. 22:1)

​“Haus” dalam Yohanes. 7:37-39 bukanlah haus secara jasmani tetapi haus rohani (Amos. 8:11). Yesus menawarkan solusinya dengan berkata,”Biarkan dia datang kepadaKu dan minum,” kerana Ia sendiri adalah mata air kehidupan bagi kita. Mereka yang haus rohani dapat datang kepadaNya, dan Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang akan melegakan mereka dari rasa haus.

​Kelimat yang mengandung syarat “Barangsiapa haus” menunjukkan bahawa mungkin ada orang yang tidak merasa haus. Ini mengingatkan kita pada Gereja Laodikia yang disebutkan dalam Kitab Wahyu, yang merasa puas secara rohani (Why. 3:17). Semakin lama ada banyak orang Kristian pada hari ini yang sebenarnya haus rohani, tetapi tidak menyedarinya, atau tidak melakukan apa-apa untuk melegakannya.

​Yohanes. 7:37-39 menjelaskan sebuah kebenaran penting mengenai waktu turunnya Roh Kudus. Ayat-ayat ini menyatakan bahawa Roh Kudus belum diturunkan kerana “Yesus belum dimuliakan”. Di sini kemuliaan Yesus adalah kematian, kebangkitan dan kenaikanNya (Yoh. 12:16, 23; 13:32; 17:1). Kerana itu, hanya apabila semua hal ini digenapi, barulah pencurahan Roh Kudus dimulai (Kis. 2:1-4, 33). Jadi Yohanes. 7:37-39 sungguh adalah janji kedatangan Roh Kudus.

Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenai Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.
​​​​​​​​​Yohanes. 14:16-18

​Kata “Penolong” adalah salah satu sebutan Roh Kudus (lihat Yoh. 14-16) dan menggambarkan peranNya sebagai guru, penolong, pemberi kekuatan, penghibur, dan pembela untuk kita (lihat Bab 2 untuk petunjuk lebih lanjut). Yesus mengatakan kepada murid-muridNya, “Dia (Allah) akan memberi kamu Penolong yang lain”, yang menunjukkan bahawa Yesus sendiri adalah seorang penolong. I Yohanes. 2:1 menggunakan istilah yang sama saat menjelaskan Yesus sebagai “Pembela”. Yesus adalah seorang penolong di masaNya di bumi, begitu juga Roh Kudus, yang akan melanjutkan pelayananNya. Yesus menghibur murid-muridNya dengan berkata kepada mereka bahawa Roh Kudus akan menyertai mereka selama-lamanya. Walaupun secara jasmani Ia harus meninggalkan mereka, Roh Kudus tidak akan meninggalkan mereka.

​“Roh Kebenaran” adalah sebutan lain dari Roh Kudus, menunjukkan sebuah sifat penting Roh Allah (I Yoh. 5:7; Yoh. 1:14). Ia memberikan kesaksian kebenaran (Yoh. 15:26; 14:6) dan membimbing kita untuk mengerti kebenaran (Yoh. 16:13)

​“Dunia” pada Yohanes. 14:17 tidak menunjukkan semua orang di dunia, tetapi hanya mewakili mereka yang tidak mahu percaya. Orang yang tidak percaya tidak dapat menerima Roh Kudus, kerana mereka tidak dapat menjadi Anak Allah dan dilahirkan kembali dalam Roh (Yoh. 1:12)

​Yesus berkata kepada murid-muridNya, “Kerana Dia (Roh Kudus) tinggal bersama kamu, dan akan ada di dalam kamu” (Yoh. 14:17-18). Di sini, ada 2 hal khusus yang penting: Pertama, kepada murid-murid Ia berkata,”Aku datang kembali kepadamu” tidak dapat dicampuradukan dengan kedatanganNya yang kedua. (Mat. 28:20; Yoh. 14:20-21, 23). Kedua, dari dua pernyataanNya kita mengetahui bahawa Roh Kudus adalah Roh Kristus. Yesus mengatakan hal-hal ini saat Ia masih hidup dan berada di tengah-tengah murid-muridNya secara jasmani; namun Ia menjelaskan kepada mereka, bahawa setelah kenaikanNya, Ia akan datang dan tinggal bersama mereka dalam Roh. Apabila mereka mengerti firmanNya sepenuhnya pada saat itu, sudahlah pasti mereka akan sangat terhibur.

​Jadi Yesus mengatakan terlebih dahulu kepada murid-muridNya bahawa untuk sementara waktu Ia akan meninggalkan mereka (Yoh. 13:31-33; 16:16). Ia menjelaskan bahawa Ia akan mempersiapkan sebuah tempat bagi mereka, dan akan datang kembali untuk membawa mereka ke tempat Ia akan pergi (Yoh. 14:1-3). Walau demikian, murid-muridNya masih bersedih. Mungkin mereka merasa cemas akan seperti apa hidup mereka tanpa Tuhan, kerana Yesus telah menghabiskan begitu banyak waktu bersama mereka bertahun-tahun. Mungkin mereka kuatir, siapa yang akan mengajar kami? Siapa yang akan menuntun kami? Siapa yang akan menguatkan kami saat kami lemah? Yesus memahami rasa takut mereka dan berjanji tidak akan meninggalkan mereka seperti anak yatim: Ia akan mengutus seorang penolong yang akan tinggal bersama dengan mereka, yang akan melanjutkan pekerjaanNya.

Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.​
​​​​​​​​​​Yohanes. 14:26

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diriNya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarNya itulah yang akan dikatakanNya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
​​​​​​​​​​Yohanes. 16:13

​Yesus berkata kepada murid-muridNya bahawa Roh Kudus akan membuat mereka dapat mengingat ajaran-ajaranNya (Yoh. 14:26). Dari kata-kataNya ini, kita mendapatkan beberapa pengetahuan:
• Walaupun Yesus mengajarkan banyak hal kepada murid-muridNya semasa di bumi, mereka tidak mengingat apa-apa. Namun Yesus berkata bahawa apabila Roh Kudus telah datang, Ia akan memberi mereka kemampuan untuk mengingat segala pengajaranNya sehingga mereka dapat menggunakannya untuk bersaksi bagi Dia.
• Pengajaran-pengajaran Yesus mengandung banyak pengertian rohani yang tidak selalu dapat difahami murid-muridNya pada saat mereka mendengarnya (Yoh. 16:12). Namun setelah menerima Roh Kudus, mereka akan mengingat pengajaran-pengajaran itu, dan begitu juga makna rohaninya.
• Yesus kadang-kadang menubuatkan masa depan, yang sekali lagi, tidak dapat selalu difahami murid-muridNya. Namun Roh Kudus akan mengingatkan kata-kataNya dan ertinya begitu nubuat-nubuat itu digenapi (Luk. 24:6-9; Yoh. 2:19-22)
Sudahlah jelas, Roh Kudus adalah pembimbing pribadi orang percaya kepada kebenaran. Tuhan Yesus mengajarkan kita bahawa firmanNya adalah roh dan hidup (Yoh. 6:63). Nabi Yesaya menjelaskan Firman Tuhan sebagai kata-kata di dalam sebuah kitab yang dimeteraikan (Yes. 29:11). Dan Penatua Yohanes berkata, “Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kami terima daripadaNya. Kerana itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapanNya mengajar kamu tentang segala sesuatu- dan pengajaranNya itu benar, tidak dusta- dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia” (I Yoh. 2:27). Semua firman ini menunjukkan bahawa pekerjaan Roh Kudus adalah untuk mengajar dan membukakan Firman Allah; tanpa Roh Kudus, tidak ada yang dapat memahami hikmat Allah (I Kor. 2:10-11)

Roh Kudus menyatakan banyak kebenaran rohani. Contohnya, dalam surat-surat para rasul, ada banyak catatan nubuat Yesus mengenai hal-hal di masa depan, yaitu nubuat-nubuat yang menurut catatan Alkitab, tidak pernah diungkapkan maksudnya kepada murid-muridNya saat Ia masih bersama dengan mereka di bumi. Jadi, bagaimana para murid dapat mengerti erti nubuat-nubuat ini? Kita hanya dapat menyimpulkan bahawa mereka dapat melakukannya, kerana Roh Allah mengajarkan dan menyatakan erti nubuat-nubuat itu kepada mereka, setelah mereka menerima baptisan Roh Kudus.

Contohnya, kepada para rasul Roh Kudus menyatakan bahawa :
• Bangsa-bangsa lain akan menjadi pewaris janji keselamatan seperti mereka (Ef. 3:3-6; Rm. 9:24-26)
• Ketika kepenuhan bangsa-bangsa lain tercapai, yaitu saat gereja dari pemberontakan dan penyesatan dari dalam gereja sendiri. Orang-orang tidak tunduk hukum, anak-anak durhaka akan muncul (II Tes. 2:3-4; II Tm. 3:1-5). Sebagian orang percaya akan meninggalkan iman mereka dan mengikuti ajaran-ajaran sesat dan ajaran setan-setan, seperti melarang pernikahan dan tidak makan makanan-makanan yang diijinkan Allah (I Tim. 4:1-3; II Ptr. 2:1)
• Saat Kristus datang kembali, sebagian orang percaya tidak mengalami kematian jasmani; mereka dengan segera diubah ke dalam bentuk rohani (I Kor. 15:51-55; I Tes. 4:15-17). Dan pada hari yang sama, langit dan bumi dan segala isinya akan dihancurkan dengan api (II Ptr. 3:10)

Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
​​​​​​​​​​Yohanes. 15:26

​Yesus mengajarkan bahawa Roh Kudus memberikan kesaksian bagi Dia melalui pekerjaan dan pesan para rasul. Contohnya, Roh akan bersaksi bahawa:
• Yesus bangkit, naik ke Syurga, dan akan datang kembali (Yoh. 16:7; 14:3)
• Roh Kudus adalah Roh Kristus, dan tidak ada perbedaan di antara keduanya (Yoh. 14:8)
• Saat baptisan airm darah Tuhan Yesus yang berharga ada di dalam air, untuk membasuh dosa-dosa kita, sebuah kebenaran yang merupakan misteri rohani (I Yoh. 5:6-8; Yoh. 19:34; Ef. 1:7; Kis. 22:16)
• Umat percaya adalah anak-anak Allah (Rm. 8:16)
• Yesus adalah Anak manusia dan juga Anak Allah (Rm. 1:3-4)
• Yesus adalah Pemimpin kepada hidup yang dibangkitkan Allah dari antara orang mati (Kis. 3:15)
• Yesus telah naik ke syurga menjadi Raja, Juruselamat dan Tuhan atas Penghakiman (Kis. 5:30-32; 10:42-43)
• Suatu hari nanti, Yesus akan dinyatakan dalam api yang berkobar, bersama dengan segenap malaikatNya (II Tes. 1:7-10)

Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.
​​​​​​​​​​Yohanes. 16:7

​Murid-murid merasa sedih saat Yesus berkata bahawa Ia akan meninggalkan mereka (Yoh. 16:5-6). Namun Ia berkata bahawa itu adalah demi kebaikan mereka, kerana:
• Bila Ia tidak naik ke syurga, Roh Kudus tidak akan turun.
• Roh Kudus akan memberikan kekuatan yang hebat kepada mereka dan menguatkan iman mereka dan juga pekerjaan Allah (Luk. 24:49)
• Saat hidup di bumi sebagai manusia, pekerjaan yang dapat Yesus lakukan terbatas. Namun apabila Roh Kudus telah datang, Ia akan memberikan kuasa kepada murid-murid untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih luar biasa daripadaNya (Yoh. 14:12)
• Berbicara secara jasmani, Yesus adalah manusia dan cepat atau lambat memang harus meninggalkan murid-murid. Berbeda dengan Roh Kudus yang adalah roh, Ia tidak akan meninggalkan mereka.
• Saat di bumi, Yesus hanya dapat mengajar, menolong, menguatkan, menghibur, menengahi dan membela murid-muridNya secara “eksternal”. Apabila Roh Kudus sudah datang, yaitu Roh Yesus sendiri, Ia akan melakukan pekerjaan yang sama, tetapi kali ini dari dalam hati murid-murid itu sendiri, dan memberikan pengaruh yang lebih besar

Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku lagi dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku.
​​​​​​​​​​Yohanes. 16:16

​Ayat ini dapat dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama adalah nubuat Yesus mengenai kematianNya, ketika murid-murid tidak lagi melihatNya. Bagian kedua mengenai kebangkitanNya dan kemudian turunnya Roh Kudus. Kita dapat memperoleh beberapa pengetahuan penting dari bagian kedua:
• Yesus menyebutkan kematianNya sebagai perpisahan yang sementara dengan murid-muridNya. Memang, pada hari ketiga, setelah kematianNya, Ia bangkit dan muncul kembali di hadapan mereka (Yoh. 13:31-33; 16:17-22)
• Bila kita membaca Yohanes. 16:16 dengan seksama, kita mengetahui bahawa Roh Kudus adalah Roh Yesus. Yesus berjanji pada murid-muridNya bahawa mereka akan melihatNya lagi, kerana Ia pergi kepada Bapa (yaitu naik ke syurga). Murid-murid akan “melihat” Nya lagi ketika mereka menerima Roh Kudus pada hari Pentakosta.

Membaca Yohanes. 16:16 bersamaan dengan Yohanes. 16:23 dapat Nampak membingungkan apabila kita idak menyedari bahawa Roh Kudus adalah Roh Yesus. Yesus berkata kepada murid-muridNya bahawa di hari itu (masa setelah kenaikan Yesus), mereka tidak lagi perlu bertanya kepadaNya, kerana Roh Kudus akan secara pribadi mengajar mereka (Yoh. 16:23; ref. Yoh. 16:13; I Yoh. 2:20,27)

7.3.2 Janji-janji yang diucapkan Yesus setelah kebangkitanNya

Maka kata Yesus sekali lagi:”Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mrngutus kamu.” Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata:”Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”
​​​​​​​​​Yohanes. 20:21-23

​Ayat-ayat ini memperlihatkan tiga hal kunci. Pertama, Yesus mengingatkan murid-muridNya bahawa Ia diutus oleh Bapa untuk menyatakan injil Kerajaan Allah, untuk mendamaikan anak-anak Allah dengan Bapa Syurgawi mereka. Demikian juga sekarang Yesus mengutus murid-muridNya dalam kuasa dan kekuatan Roh Kudus untuk mengabarkan injil Kerajaan Allah.

​Kedua, Yesus mengembusi murid-muridNya dan berkata, “terimalah Roh Kudus”. Kata-kata Yesus tidak menunjukkan pencurahan Roh Kudus saat itu, namun merupakan sebuah janji tentang apa yang akan datang. Kita mengetahui hal ini demikian kerana saat itu Yesus belum dimuliakan sepenuhnya (yaitu ditinggikannya Yesus setelah naik ke syurga; ref Yoh. 7:39; Kis. 1:4, 6-9; 2:1; 5:31; Flp. 2:9-10). Lebih lagi, sebelumnya Ia telah memberiahukan bahawa bila Ia tidak pergi, Penolong tidak akan datang (Yoh. 16:7)

​Ketiga, Yesus berjanji pada murid-muridNya, bahawa mereka akan menerima kuasa untuk mengampuni dosa dan juga menahan dosa melalui Roh Kudus. Manusia tidak dapat mengampuni dosa, kerana kuasa manusia terbatas di hadapan Allah. Kuasa untuk mengampuni ataupun menahan dosa ada di dalam Roh Kudus. Namun Yesus mempercayakan kuasa besar ini kepada gereja, tempat kediamanNya.

Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan BapaKu. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.
​​​​​​​​​Lukas. 24:49

​Di ayat ini, penggunaan kata “sampai” mengajarkan kita bahawa mereka yang berdoa dengan tekun dan tulus memohon Roh Kudus, pada akhirnya akan menerima Roh Allah. Ungkapan “kekuasaan dari tempat tinggi” menunjukkan bahawa Roh Kudus adalah yang memberikan kekuatan: Ia menguatkan kehidupan rohani orang dan juga memberi kuasa dan kekuatan untuk melakukan pekerjaan Allah. Ketika Yesus naik ke syurga, “apa yang dijanjikan BapaKu”, yang disampaikan oleh para nabi dan Yesus sendiri, pada akhirnya digenapi.

Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.
​​​​​​​​​Matius. 28:20

​Di ayat ini, kata ganti orang pertama “Aku” yang pertama adalah Yesus Kristus. Firman yang menjadi manusia (Yoh. 1:14); “mereka” adalah gereja, yang akan dibangun di atas dasar doktrin para rasul (Ef. 2:20); sementara kata “Aku” yang kedua adalah Roh Tuhan Yesus, Roh Kudus, yang akan Ia utus setelah kenaikanNya ke syurga.

​Pekerja-pekerja Allah harus mengabarkan injil dengan setia dan seturut dengan Alkitab. Roh kebenaran akan menyertai gereja, yang mengabarkan injil yang benar dan sepenuhnya, hingga akhir zaman seperti yang dijanjikan Yesus dalam Matius. 28:20. Gereja mana pun yang mengabarkan injil yang keliru akan menjadi seperti nabi-nabi palsu, yang membawa orang-orang dengan buta kepada kematian rohani mereka (Mat. 23:15-16). Alkitab dengan jelas mengutuk mereka (Gal. 1:6-9)

​Banyak gereja dan denominasi pada hari ini, termasuk yang mempunyai sejarah dan tradisi yang panjang, telah mengabaikan injil keselamatan yang sepenuhnya, seperti yang telah ditentukan dalam Alkitab. Sangat disayangkan kebenaran kadag-kadang dikompromikan kerana alasan-alasan yang berbeda, termasuk hal-hal umum. Orang Kristian tentu bertanggungjawab untuk memperlihatkan kasih dan menerima orang lain; namun tidak boleh sampai mengkompromikan kebenaran . Kasih benar tidak dapat bersukacita tanpa adanya kebenaran (I Kor. 13:6)

​Gereja yang tidak disertai dan dituntun oleh Roh Kudus, tidak akan mempunyai kebenaran, dan tidak dapat menuntun orang lain kepada keselamatan. Kerana itu kita harus mengingati dorongan Yesus untuk memegang teguh kebenaran :”Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintahKu. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya” (Yoh. 14:15-16)

Pada suatu hari ketika Ia makin bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang – demikian kataNya- “telah kamu dengar daripadaKu. 5 sebab Yohanes membaptis dengan air tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus”
​​​​​​​​​Kisah Para Rasul. 1:4-5

Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan BapaKu. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggal.
​​​​​​​​​Lukas. 24:49

​Lukas. 24:49 dan Kisah Para Rasul. 1:4-5 ditulis oleh Lukas untuk mencatat janji Yesus mengenai Roh Kudus (ref. Luk. 1:3; Kis. 1:1). Ia mencatat perkataan Yesus kepada murid-muridNya bahawa Roh Kudus akan datang “tidak lama lagi”. Kata-kata Yesus mendorong mereka untuk bersabar, dan mempercayai bahawa Bapa syurgawi akan memenuhi janjinNya.

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke hujung bumi.
​​​​​​​​​Kisah Para Rasul. 1:8

​Yesus menjelaskan Roh Kudus sebagai “kekuasaan dari tempat tinggi” (Luk. 24:49). Kerana itu, setiap orang yang menerima pencurahan Roh Kudus dapat dipenuhi dengan kekuatan rohani. Roh Kudus mempunyai peran kunci dalam perjalanan iman pribadi orang Kristian, dan juga dalam pelayanan gereja. Roh Kudus mengemban beberapa fungsi penting:
• Roh Kudus mengutus pekerja-pekerja untuk melakukan pekerjaan penginjilan (Rm. 10:14)
• Ia membagikan talenta dan kuasa untuk pelayanan gereja. Kerana itulah Rasul Paulus bermegah dalam kuasa Roh, bukan kerana kemampuannya sendiri (Rm. 15:19; I Kor. 2:4)
• Ia memberikan wewenang kepada gereja untuk mengampuni dan menahan dosa (Yoh. 20:23). Para pekerja tidak melangkahi wewenang dan kehendak Allah. Hanya Allahlah yang dapat mengampuni dosa dan wewenang manusia tanpa wewenang Allah tidak dapat melakukan hal ini. Kerana itu gereja hanya dapat mengampuni dosa sepanjang gereja diberikan wewenang untuk melakukannya oleh Roh Kudus, dan gereja harus melakukannya seturut dengan prinsip-prinsip yang telah ditentukan di dalam Alkitab.
• Roh Kudus memampukan gereja mengerti kebenaran dan menjelaskannya dengan tepat kepada yang lain (I Kor. 2:11)

Begitu kita mengerti pentingnya Roh Kudus dalam kehidupan iman dan pelayanan kita, kita akan menyedari mengapa Yesus memerintahkan murid-muridNya untuk pertama-tama menerima kuasa dari tempat tinggi, sebelum mereka pergi untuk bersaksi demi Dia. Begitu juga, bila kita hendak mengabarkan injil ke pelosok-pelosok bumi, pertama-tama kita harus diberikan kuasa oleh Roh Kudus. Ini adalah kebenaran yang harus kita turuti bila kita ingin berhasil untuk Allah.

Pertanyaan ulasan

1. Sebutkan lima nubuat yang diucapkan nabi-nabi Perjanjian Lama yang berhubungan dengan kedatangan Roh Kudus. Kutip ayat Alkitab yang berkaitan.
2. Sebutkan lima janji Yesus yang berhubungan dengan Roh Kudus. Kutip ayat Alkitab yang berkaitan.

________________________________________________________________________

1. Unger, Merrill F., The New Unger’s Bible Dictionary, ed. Harrison, R.K. (Chicagi: Moody Press, 1988)

(Dibaca : 705 kali)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *