Bab 10 Pengilhaman Roh Kudus

10.1 Pendahuluan

​Roh kudus mendirikan Gereja Yesus Benar pada tahun 1917 dan mulai memanggil orang-orang Kristian ke dalam satu kewanan melalui injil yang benar dan sepenuhnya, sesuai dengan penggenapan nubuat Yesus (Yoh. 10:16). Allah meneguhkan pelayanan gereja dengan mencurahkan RohNya kepada orang-orang percaya dan memberikan tanda dan mujizat. Namun beberapa penulis Kristian dari gereja dan denominasi lain meragukan pekerjaan Roh Kudus dan mengkritik pengalaman-pengalaman ini secara terbuka. Kritikan dan mengkritik pengalaman-pengalaman mendasar mengenai apa yang disebut baptisan Roh Kudus dan apa yang disebut pengilhaman Roh Kudus.

​Dalam bab ini, kita akan meluruskan beberapa kesalahfahaman mengenai dua hal ini, dan melihat perbedaan di antara keduanya.

10.2 Beberapa kesalahfahaman umum

Kesalahfahaman 1

Kerana itu aku mahu menyakinkan kamu, bahawa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata:”Terkutuklah Yesus!” Dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku:”Yesus adalah Tuhan” Selain oleh Roh Kudus.
​​​​​​​​I Korintus. 12:3

​Banyak gereja mengutip ayat ini, menyatakan bahawa kemampuan seseorang untuk menyatakan Yesus sebagai Juruselamatnya, adalah bukti yang cukup untuk menentukan bahawa ia telah menerima Roh Kudus. Apa yang tidak mereka sedari, adalah adanya perbedaan antara pekerjaan Roh Kudus untuk mengilhamkan dan menyedarkan orang untuk percaya kepada Yesus (seperti apa yang disebutkan Paulus dalam I Korintus. 12:3), dan baptisan Roh Kudus. Baptisan Roh Kudus adalah janji dari Yesus, yang berkata bahawa Roh Kudus akan datang untuk diam di antara umat percaya selamanya (Yoh. 14:16-17). Kita dapat berkata dengan yakin bahawa semua otang yang telah dibaptis dengan Roh Kudus pertama-tama diilhamkan oleh Roh; namun ini bukan bererti semua orang yang diilhamkan oleh Roh telah menerima baptisan Roh Kudus.

​Dengan jelas kita melihat perbedaan antara pengilhaman Roh Kudus dan baptisan Roh Kudus pada beberapa contoh dari Alkitab.

​Pertama, kita mengetahui bahawa saat Yesus bangkit, Dia muncul di hadapan Thomas yang meragukan kebangkitannya. Melihat Tuhan yang telah bangkit, Dia berseru,”Ya, Tuhanku dan Allahku!” (Yoh. 20:28). Ini adalah contoh seseorang yang memanggil nama Yesus untuk mengakuiNya sebagai Tuhan dan Allahnya, tetapi kita mengetahui bahawa pada hari Pentakosta barulah ia sungguh-sungguh menerima Roh Kudus.

​Kedua, kita mempunyai catatan mengenai jemaat Samaria (Kis. 8:14-17). Mereka menerima injil Yesus Kristus melalui penginjilan yang dilakukan Filipus dan telah menerima baptisan air. Namun mereka belum menerima Roh Kudus sampai para rasul kemudian pergi mengunjungi mereka dan menumpangkan tangan (Kis. 8:14-17)

​Ketiga, dalam catatan para rasul di Efesus, kita melihat bahawa mereka telah percaya di dalam Tuhan saat Paulus bertemu dengan mereka, namun mereka belum menerima Roh Kudus. Malah mereka belum pernah mendengar tentang Roh Kudus. Bahkan setelah Paulus membaptis mereka dalam nama Yesus pun, mereka tidak langsung menerima Roh Kudus; setelah Paulus menumpangkan tangan ke atas mereka, barulah Roh Kudus turun kepada mereka, dan mereka mulai berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat (Kis. 19:1-6)

Kesalahfahaman 2

Fredrik Wisloff, seorang Teolog Norwegia, menulis:

​Ia [Alkitab] berkata: Semua orang Kristian mempunyai Roh Allah. “Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus” (Rm. 8:9)… Siapakah yang membangunkan Anda dari tidur ketidakpedulian Anda? Siapakah yang menyedarkan anda dari dosa-dosa anda? Siapakah yang membawa anda kepada Kristus dan memuliakan Dia?…Bukankah Roh Kuduslah yang melakukan semua ini?
​​​​​​​Fredrik Wisloff (hal. 236-239)

Apa kata Alkitab?

• Catatan Alkitab mengenai jemaat di Samaria (Kis. 8:14-17)dan Efesus (Kis. 19:1-6) bertolak belakang dengan pernyataan Wisloff. Kedua kelompok jemaat ini sudah “dibangunkan” pada saat mereka menjadi Kristian, namun mereka belum menerima Roh Kudus. Setelah menerima baptisan air dan penumpangan tangan dari para rasul, barulah mereka menerima baptisan roh.

• Kebangunan rohani seseorang saat ia menyedari dosa-dosanya, dan kemudian mencari Yesus, sudah jelas merupakan pekerjaan Roh Kudus, kerana Dialah yang menggerakkan orang untuk berbalik kepada Kristus. Namun itu tidak sama, dan bukan merupakan bukti menerima Roh Kudus.

Kesalahfahaman 3

​Wisloff membicarakan jemaat Korintus dengan mengutip I Korintus. 3:16

​“Tidak tahukah kamu, bahawa kamu adalah bait Allah dan bahawa Roh Allah diam di dalam kamu?” Roh Allah tinggal di dalam hati mereka tanpa perlu mereka menyedari kenyataan itu.

​​​​​​​Fredrik Wisloff (hal. 330)

Apa kata Alkitab?

• Saat Roh Kudus turun kepada seseorang, orang itu menyedarinya, begitu juga orang-orang di sekelilingnya (Kis. 2:33). Jemaat Korintus tentu telah mengerti akan hal ini.

• Saat jemaat Samaria menerima Roh Kudus, hal itu jelas terlihat oleh Simon, kerana setelah itu kita mengetahui bahawa dia mencuba untuk membeli kuasa itu (Kis. 8:12-19)

• Ketika Kornelius dan keluarganya menerima Roh Kudus, jemaat Yahudi melihat kejadian itu dan terheran-heran kerana karunia ini juga diberikan kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi (Kis. 10:45)

• Kata-kata Paulus,”Tidak tahukah kamu, bahawa kamu adalah Bait Allah dan bahawa Roh Allah diam di dalam kamu?” (I Kor. 3:16), tidak menunjukkan ketidaktahuan mereka bahawa mereka telah menerima Roh Kudus, tetapi menunjukkan sikap mereka yang kurang menghargai status mereka dalam Kristus, untuk menjaga diri mereka tetap kudus, dan tidak mendukakan Roh Kudus. Dia menambahkan, “Jika ada orang yang menbinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan Bait Allah itu ialah kamu” (I Kor. 3:17)

Kesalahfahaman 4

Wisloff mengutip tulisan seorang teolog Jerman, Johan Arndt:

​Rasa sakit hati kerana dosa adalah bukti terbaik bahawa Roh Kudus tinggal di dalam hati anda.
​​​​​​​​Fredrik Wisloff (hal. 252)

Apa kata Alkitab?

• Alkitab memang mengajarkan kita bahawa Roh Kudus dapat membuat seseorang meratapi dosa-dosanya; tetapi Dia dapat melakukan hal ini sebelum dia bertobat atau dibaptis dengan Roh Kudus. Kerana itu hal itu bukanlah bukti bukti mutlak bahawa seseorang telah menerima baptisan Roh. Contohnya, kita melihat dalam Alkitab, Roh Kudus menggerakkan orang-orang yang mendengarkan para rasul di hari Pentakosta untuk bereaksi pada injil yang diberitakan Petrus. Tertulis di Alkitab, mereka “sangat terharu” dan terdorong untuk bertanya apakah yang harus mereka perbuat untuk dapat selamat (Kis. 2:37). Di sini Roh Kudus bekerja untuk menyedarkan mereka akan dosa-dosa mereka; tetapi mereka masih perlu bertobat, dibaptis dan menerima Roh Kudus (Kis. 2:38)

• Selain Roh Kudus, hukum atau firman Tuhan juga dapat menggelitik hati nurani orang. Kedua hal ini mempunyai kuasa untuk memperlihatkan perbedaan antara benar dan salah, baik dan jahat (Rm. 2:14-15). Contohnya dalam kitab Roma, Paulus menulis mengenai bagaimana dia menyedari dosa-dosanya melalui hukum Taurat dan pergumulan batinnya (Rm. 7:21-24)

Kesalahfahaman 5

​Pernyataan bahawa siapa yang tidak berbahasa roh belum menerima Roh Kudus terlalu mutlak! Sejak zaman kuno hingga sekarang, telah banyak orang Kristian yang saleh di seluruh dunia yang mengasihi Tuhan, dan banyak yang telah menyerahkan diri mereka menjadi pelayan-pelayan-pelayan Allah yang hebat. Namun mereka semua tidak berbahasa roh: apakah ini bererti mereka tidak mempunyai Roh Kudus?

​​​​​​​Wang Mingdao(hal. 15)

Apa kata Alkitab?

• Mereka yang diilhamkan oleh Roh Kudus dapat mengasihi Tuhan dan mempersembahkan hidup mereka kepadaNya, seperti juga mereka yang telah menerima Roh Kudus. Namun hidup kudus saja bukanlah bukti baptisan dalam Roh.

• Kornelius juga adalah orang yang saleh, melakukan pekerjaan-pekerjaan amak dan berdoa senantiasa kepada Allah. Pelayan-pelayannya sendri bersaksi bahawa Dia adalah orang benar, takut akan Allah, dan dikenal baik oleh Komunitas Yahudi (Kis. 10:1-2, 22). Namun Alkitab mencatat bahawa ia belum menerima Roh Kudus saat Petrus bertemu dengannya. Kornelius sekeluarga baru mendapatkan Roh Kudus saat sedang mendengarkan khotbah Petrus. Baptisan Roh Kudus terwujud dalam berbahasa roh (Kis. 10:44-46)

• Apolos mengenal Alkitab dengan baik; dan setelah mengetahui tentang Yesus, ia mengabarkanNya dengan tekun (Kis. 18:24-25). Ia adalah orang yang mempunyai keberanian dan semangat bagi Allah. Namun kita mengetahui bahawa ia belum menerima baptisan Roh Kudus, kerana Alkitab menyatakan,”Ia hanya mengetahui baptisan Yohanes” (Kis. 18:25). Kita dapat menyimpulkan bahawa setelah Akwila dan Priskila menemuinya untuk menjelaskan injil sepenuhnya kepadanya, barulah ia menyedari akan baptisan Roh Kudus yang datang dari Yesus Kristus (ref. Mat. 3:11; Yoh. 1:32-33; Kis. 2:33)

10.3 Pengilhaman Roh Kudus pada periode berbeda dalam sejarah

​Dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru, kita dapat melihat bukti-bukti pekerjaan Roh Kudus dalam mengilhamkan orang-orang untuk melakukan pekerjaan Allah. Dengan melihat beberapa contoh, kita dapat memperoleh pengertian yang lebih baik mengani perbedaan antara pengilhaman Roh Kudus dan baptisan Roh Kudus.

10.3.1 Periode Perjanjian Lama

​Sejak semula, Allah bermaksud untuk mendirikan kerajaanNya di bumi. Sebagai bagian dari rencanaNya, Ia menciptakan Adam dan memberikan perintah yang harus ia pegang (Kej. 2:16-17). Walaupun Allah mampu menciptakan lebih banyak orang, Ia hanya menciptakan satu saja dengan harapan untuk menghasilkan keturunan ilahi (Mal. 2:15). Sayangnya Adam melanggar perintahNya dan mengakibatkan dosa masuk ke dalam dunia (Rm. 5:12). Manusia kehilangan gambar dan rupa Allah dan jatuh ke dalam keruntuhan moral yang curam, hingga bahkan anak-anak Allah pun mengikuti jalan dunia yang jahat (Kej. 4:8; 19-24; 6:1-4). Hingga pada satu saat, dalam kekesalannya Allah berkata,”RohKu tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, kerana manusia itu adalah daging” (Kej. 6:3). Allah hendak meninggalkan manusia dan membiarkan mereka melakukan apa yangmereka kehendaki. Perkataan “RohKu tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia” sangat penting. Ini menunjukkan bahawa sebelum kejatuhan umat manusia dalam dosa, Roh Allah senantiasa mengilhamkan anak-anakNya untuk hidup dalam kemurnian dan kekudusan. Namun sekarang, Ia meninggalkan mereka dalam jalan-jalan keduniawian mereka.

​Setelah Adam, kita melihat bahawa sifat pekerjaan Roh Kudus berubah, dari mengilhamkan seluruh umat pilihan Allah, menjadi hanya mengilhamkan segelintir orang pilihan saja. Orang-orang ini Ia gerakkan dengan tujuan untuk mengemban tugas-tugas ilahi khusus, pada saat dibutuhkan.

. Mengilhamkan nabi-nabi

Namun bertahun-tahun lamanya Engkau melanjutkan sabarMu terhadap mereka. Dengan RohMu memperingatkan mereka, yakni dengan perantaraan para nabiMu, tetapi mereka tidak menghiraukannya, sehingga Engkau menyerahkan mereka ke tangan bangsa-bangsa segala negeri.
​​​​​​​​Nehemia. 9:30

Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.
​​​​​​​​II Petrus. 1:21

​Di masa Perjanjian Lama, pekerjaan Roh Kudus banyak terlihat dalam pengilhaman para nabi. Ia menggerakkan mereka untuk menyampaikan pesan kepada umat pilihan, dan untuk menuntun mereka ke jalan yang benar (ref. I Sam. 3:21). Alkitab mencatat contoh-contoh berikut:

• Musa, yang memimpin dan menjadi hakim atas bangsa Isreal melalui pimpinan Roh Kudus (Bil. 11:17; Yes, 63:10-12)

• Elisa menerima dua bagian Roh Allah, sehingga ia mampu meneruskan pekerjaan Elia (II Raj. 2:9-15)

• Mikha, diilhamkan untuk menubuatkan kebenaran kepada Ahab, sesuai dengan wahyu Allah. Mikha tidak mahu mengutarakan kata-kata yang sekadar untuk menyenangkan telinga raja (I Raj. 22:13-23)

• Roh Kudus datang kepada Azarya, yang menggerakkannya untuk memberitahukan Raja Asa dan bangsanya untuk menghancurkan patung-patung berhala, memperbaiki mezbah Tuhan dan mengadakan perjanjian untuk mencari Tuhan (II Taw. 15:1-15)

• Roh Kudus datang kepada Yahaziel, untuk menolongnya menyampaikan pesandorongan kepada Raja Yosafat dan bangsanya. Ia berkata kepada mereka agar tidak takut kepada musud-musud mereka, dan mengetahui bahawa Allah akan menyelamatkan mereka (II Taw. 20:14-19)

• Roh Kudus berbicara kepada orang-orang pilihan melalui Yesaya, berkata kepada mereka bahawa hati mereka telah menjadi keras dan telinga mereka sulit mendengar, dan mata mereka tertutup, kerana mereka tidak lagi dapat mengerti firman Allah (Yes. 6:9-13; Kis. 28:25-27)

• Yeremia, yang merasakan firman Tuhan seperti api yang bergelora di dalam hatinya, mendorongnya untuk berbicara (Yer. 20:7-10)

• Roh Allah turun kepada Yehezkiel dan mendorongnya untuk pergi dan memperingatkan bangsa Isreal atas pemberontakan mereka, dan mendesak mereka untuk meninggalkan dosa dan menghindari maut (Yeh. 2:1-7; 3:16-21)

• Roh Allah mengilhamkan Daniel untuk menafsirkan tulisan di dinding untuk Raja Belsyazar, dan menubuatkan kematiannya dan kehancuran kerajaannya (Dan. 5:5-31)

• Roh Tuhan memenuhi Mikha dengan kuasa, keadilan, keperkasaan, untuk menegur bangsa Isreal atas dosa-dosa mereka (Mik. 3:8)

. Mengilhamkan hakim-hakim

Ketika Yosua meninggal, bangsa Isreal kehilangan seorang pemimpin rohani yang sangat penting. Saat mereka menetap di tanah perjanjian, mereka mulai menikmati sebuah kehidupan yang mudah dan berkelimpahan, lupa untuk menghormati dan bersyukur kepada Allah. Lebih parah lagi, mereka mengikuti praktik-praktik jahat yang dilakukan bangsa-bangsa lain dengan menyembah berhala-berhala mereka. Mereka tidak berhasil memisahkan diri mereka dan hidup kudus. Kerana itu Allah bertinfak agar mereka mengubah jalan mereka yang jahat: Allah membiarkan bangsa-bangsa musuh menyerang mereka. Namun Ia juga Allah yang berbelas kasihan: setiap kali mereka bertobat dan berseru kepadaNya memohon pertolongan, Ia senantiasa menjawab doa-doa mereka dengan mengilhamkan hakim-hakim untuk bermunculan dan memimpin menyelamatkan mereka.

Kita melihat bahawa Allah menggerakkan bermacam-macam hakum untuk menyelamatkan umatNya:
• Roh Allah turun kepada Otneil, sehingga dia mampu mengalahkan Kusyan-Risyatiam, Raja Mesopotamia, sehingga bangsa Isreal menikmati 40 tahun kedamaian (Hak. 3:9-11)

• Roh Tuhan datang kepada Gideon, sehingga dia membunyikan terompet untuk memgumpulkan segenap bangsa Isreal melawan orang Midian. Setelah mengalahkan mereka, bangsa Isreal menikmati 40 tahun masa kedamaian (Hak. 6:34-35; 7:19-25; 8:25)

• Roh Tuhan datang kepada Yefta, sehingga dia dapat melawan bangsa Amon. Dia mengalahkan mereka dan menduduki 20 kota (Hak. 11:29-33)

• Roh Tuhan datang dengan penuh kuasa kepada Simson, sehingga dia mempunyai kuasa untuk mencabik seekor singa dengan tangan kosong dan membunuh 1000 orang Filistin hanya dengan menggunakan tulang rahang keledai (Hak. 14:5-6; 15:12-18)

. Mengilhamkan iman

Di dalam Perjanjian Lama, iman-iman diurapi secara khusus untuk melayani Allah. Mereka bertindak sebagai penengah antara Allah dan manusia, mempersembahkan korban untuk pengampunan dosa (Im. 1:3-9; Ibr. 5:1-3; 9:6-7). Sebelumnya peran ini dipegang oleh kepala keluarga. Alkitab mencatat, contohnya, Nuh, Abraham, Ishak, Yakub dan Ayub, mereka mempersembahkan korban persembahan kepada Allah (Kej. 8:20; 22:13; 26:25; 33:18-20; Ayb. 1:5). Ini terus berlanjut hingga masa Hukum Taurat, ketika tugas-tugas keimanan diberikan kepada Harun dan keturunannya (Kel. 29:9, 29; 40:12-15; Bil. 25:11-13)

Pekerjaan utama para iman adalah mengurus tabut perjanjian dan melakukan upacara-upacara ibadah. Roh Kudus nampaknya jarang mengilhamkan mereka untuk melakukan tugas-tugas khusus. Hanya ada satu catatan alkitabiah yang menyebutkannya: ketika Allah berbicara melalui Zakharia untuk menegur umat pilihan kerana telah melanggar perintah-perintahNya. Nmaun bukannya mendengar, mereka merajam Zakharia sampai mati (II Taw. 24:20-22)

. Mengilhamkan raja-raja

Kerajaan Isreal berdiri melalui pemerintahan Saul (I Sam. 9:17; 10:1). Sebelumnya, Allah sendirilah yang berkuasa atas bangsa Iareal. Namun umat Isreal berkeran hati menginginkan seorang raja, seperti bangsa-bangsa ain. Ada dua alasan mengapa mereka bersikeras. Pertama, kedua anak Nabi Samuel tidak layak untuk memimpin mereka; mereka tidak berjalan di jalan Tuhan, tetapi menerima suap dan memutarbalikkan keadilan (I Sam. 8:1-5). Kedua, bangsa Isreal terus menerus berada di bawah ancaman bangsa-bangsa musuh (I Sam. 8:7; 12:12-18)

Sayangnya, sejarah memperlihatkan bahawa raja-raja Isreal hanya dapat memimpin sampai pada keberhasilan yang terbatas. Contohnya, Saul tidak menaanti perintah Allah, sehingga Allah menolaknya (I Sam. 13:8-15; 15:10-23). Ia digantikan oleh Daud, orang yang mencari hati Allah (I Sam. 16:1-3). Berikutnya, Salomo menjadi raja (I Raj. 1:28-40), tetapi dia jatuh dalam penyembahan berhala kerana isteri-isteri dari bangsa lain. Anaknya, Rehabeam, tidak mahu mendengar nasihat-nasihat tua-tua Isreal dan akhirnya bangsa Isreal terbelah (I Raj. 11:1-13; 12:1-20).

Dari seluruh raja-raja Isreal dan Yehuda, kita melihat bahawa Roh Kudus hanya mengilhami Saul dan Daud. Alkitab mencatat bagaimana Roh Kudus turun ke atas Saul, sehingga dia bernubuat di antara para nabi dan “berubah menjadi manusia lain” (I Sam. 10:6-10); memimpin umat pilihan untuk mengalahkan bangsa Amon (I Sam. 11:1-11). Kita juga melihat Roh Kudus turun dengan penuh kuasa kepada Daud sejak hari dia diurapi menjadi raja (I Sam. 16:13). Roh Kudus mengilhamnya untuk: bernubuat bahawa Kristus akan menjadi raja selama-lamanya, dan orang-orang akan mengikuti satu gembala ini (II Sam. 23:1-5; ref Mzm. 89:20-29; Yeh. 37:24-28); memperlihatkan petunjuk untuk pembangunan Bait Allah, yang kemudian dia berikan kepada Salomo untuk diselesaikan (I Taw. 28:11-12); menyebut Kristus sebagai “Tuhan” dan mengetahui bahawa Ia akan mengalahkan musuh-musuhNya (Mat. 22:42-44; Mzm. 110:1); menubuatkan pengkhianatan Yudas terhadap Yesus (Kis. 1:16; Mzm. 41:9)

. Mengilhamkan orang lain

Selain mengilhamkan para nabi, hakim dan raja, Roh Kudus juga datang kepada beberapa orang lain, untuk memberi mereka kuasa memimpin umat pilihan dan menyelesaikan tugas-tugas khusus. Beberapa di antara mereka adalah:

• Yusuf, yang diberikan hikmat untuk menafsirkan mimpi Firaun dan menubuatkan kejadian-kejadian penting yang akan dihadapi Mesir (Kej. 41:25-32, 37-41)

• Perajin-perajin peralatan iman (Kel. 28:2-3)

• Bezaleel, yang diberikan hikmat, pengertian dan pengetahuan dalam segala macam pekerjaan, untuk membuat tabut perjanjian dan perabotan kemah: rancangan-rancangan seni, kerajinan emas, perak, tembaga, kayu dan batu-batu permata (Kel. 31:2-5; 35:30-33)

• 70 tua-tua Isreal, yang diberikan kuasa untuk menolong Musa menghakimi umat pilihan dan bernubuat (Bil. 11:16-17; 24-25)

• Eldad dan Medad, yang digerakkan untuk bernubuat di dalam kemah (Bil. 11:26-29)

• Yosua, dipenuhi dengan roh hikmat, untuk bertindak sebagai penerus Musa (Bil. 27:15-20; Ul. 34:9)

• Amasai, kepada 30 orang, yang diilhamkan Roh untuk mengetahui bahawa Allah ada di sisi Daud dan memimpin orang-orang untuk mengikuti dia (I Taw. 12:18)

• Orang-orang Yehuda, yang tergerak untuk melakukan apa yang diperintahkan Raja Hizkia dan pemimpin-pemimpin sesuai dengan perintah Tuhan (II Taw. 30:12)
• Elihu, yang menegur Ayub tanpa memihak-mihak (Ayb. 32:15-22)

. Perbedaan ciri pengilhaman dan baptisan Roh Kudus

Walaupun keduanya berasal dari Roh yang sama, pengilhaman Roh Kudus dan baptisan Roh Kudus berbeda dalam hal sifat dan mengeluarkan hasil yang berbeda.

Pengilhaman Roh Kudus terlihat dalam:
• Datang kepada seseorang untuk menolongnya mencapai tugas atau misi tertentu. Setelah selesai, Roh Kudus meninggalkannya (Yeh. 3:22, 24: 37:1)

• Pemberian kuasa Roh kepada seseorang, contohnya, dengan memberikan keberanian, walaupun dalam bahaya kematian. Namun begitu tugas itu selesai, Roh itu pergi, dan orang yang ditinggalkan tidak lagi berbeda dengan orang lain (I Raj. 18:17-46; 19:1-14)

• Pemilihan seseorang untuk menjadi pelayan Allah; orang yang diutus untuk melaksanakan tugas tertentu (Yeh. 2:1-3)

• Tidak adanya bahasa roh (Yunani: glossolalia)

Baptisan Roh Kudus nampak melalui:
• Berbahasa roh (Kis. 10:44-46; 19:6)

• Tetap tinggal bersama orang percaya (Yoh. 14:16-18)

• Kuasa untuk mengubah kehidupan orang percaya dan memberikan kuasa untuk melakukan segala hal melalui Kristus (Kis. 4:19-20; 5:40-42; Rm. 8:2; Gal. 5:16; Ef. 3:16; Fil. 4:13)

• Pemeteraian orang percaya sebagai anak Allah, sebagai pewaris keselamatan, dan mendapatkan bagian dalam kemuliaan bersama Kristus (Rm. 8:15-17; Ef. 1:13-14)

• penengahanNya bagi orang percaya dalam doa (Rm. 8:26-27)

. Mengapa baptisan Roh Kudus?

Dalam Perjanjian Lama, Roh Kudus bekerja untuk mengilhamkan para nabi, hakim, imam, dan raja, sehingga mereka dapat memimpin bangsa isreal untuk berjalan di jalan yang benar. Ada beberapa masa ketika keadaan rohani bangsa Isreal dipulihkan, tetapi pada akhirnya bangsa itu menjadi terlalu bengkok hati sehingga tidak dapat ditolong dengan jalan seperti ini (Yer. 17:9; 13:23). Jalan satu-satunya agar mereka dapat berbalik kepada Allah dan memegang status dan perintahNya, adalah apabila Roh Kudus datang dan hidup di dalam perintahNya, adalah apabila Roh Kudus datang dan hidup di dalam hati mereka. Kerana itu, Allah mengilhamkan nabi-nabiNya untuk menubuatkan masa Ia akan mencurahkan RohNya kepada segenap umat manusia (Yoel. 2:28-29), pada segala suku bangsa dari berbagai macam warna kulit, dan status untuk mengubah hati mereka dari batu menjadi daging. Ia juga akan menuliskan hukum-hukumNya di dalam hati mereka (Yeh. 36:26-27; Yer. 31:31-34). Penggenapan nubuat-nubuat ini akan mewujudkan keinginan Musa yang menggebu-gebu:”Ah, kalau seluruh umat Tuhan menjadi nabi, oleh kerana Tuhan memberi RohNya hinggap kepada mereka !” (Bil. 11:29)

10.3.2 Sebelum turunnya hujan awal

​Sebelum turunnya Roh Kudus masa hujan awal, ada masa transisi antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Orang-orang masuk ke zaman anugerah, yang ditandai dengan kedatangan Yesus Kristus, Juruselamat, ke dunia (Mrk. 1:14-15; Yoh. 4:21-23; Yo. 1:17). Melalui kematianNya di kayu salib, Ia mengakhiri zaman Hukum Taurat (Mat. 11:13; Kol. 2:14-17; Ibr. 9:10). Roh Kudus bekerja di masa transisi ini untuk mengilhamkan orang-orang tertentu untuk menyatakan Yesus sebagai Mesias yang telah lama ditunggu dan menyatakan Yesus untuk menyelamatkan umat manusia. Pekerjaan pengilhaman Roh Kudus di masa ini dijelaskan di bawah ini.

i. Memberitakan kedatangan Yesus ke dunia

Malaikat Gabriel muncul di hadapan Maria untuk menyampaikan berita bahawa ia akan segera memperoleh anak, yang akan ia namai Yesus. Kemudian, saat ia pergi ke rumah Zakharia untuk melihat Elisabet, bayi di dalam rahim Elisabet melonjat pada saat Maria memberikan salam. Elisabet dipenuhi Roh Kudus untuk menyatakan:

Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai Ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku mrlonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.
​​​​​​​​​Lukas. 1:42-45

​Roh Kudus mengilhamkan untuk mengerti akan pentingnya kehamilan Maria dan menggerakkannya untuk menyebutkan bayi itu sebagai “Tuhanku” (Luk. 1:43). Ia yakin pesan dari malaikat itu akan digenapi.

​Saat kita membaca jawaban Maria, yang berbentuk nyanyian pujian yang indah, sekali lagi kita melihat Roh Kudus mengilhamkannya dalam pilihan kata-katanya:

Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira kerana Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hambaNya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, kerana Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan namaNya adalah kudus. Dan rahmatNya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasaNya dengan perbuatan tanganNya dan memcerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggaikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Isreal, hambaNya, kerana Ia mengingat rahmatNya, seperti yang dijanjikanNya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya
​​​​​​​​​Lukas. 1:46-55

ii. Memperlihatkan sekilas pandang pelayanan yang akan dilakukan Yesus

Ketika Yohanes Pembaptis lahir; Ayahnya, Zakharia, dipenuhi oleh Roh Kudus, yang menggerakkannya untuk menubuatkan pekerjaan yang akan dilakukan oleh Yohanes dan juga Yesus:

Terpujilah Tuhan, Allah Isreal, sebab Ia melawat umatNya dan membawa kelepasan baginya, Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hambaNya itu- seperti yang telah difirmankanNya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabiNya yang kudus- untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita, untuk menunjukkan rahmatNya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjianNya yang kudus, yaitu sumpah yang diucapkanNya kepada Abraham, bapa leluhar kita, bahawa Ia mengaruniai kita, supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepadaNya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran di hadapanNya seumur hidup kita.

Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; kerana engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagiNya, untuk memberikan kepada umatNya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Syurga pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.
​​​​​​​​​Lukas. 1:68-79

​Di sini, kita melihat bahawa Zakharia menyampaikan tentang pelayanan Yesus untuk menyelamatkan bangsa Isreal, sesuai dengan perjanjian yang dibuat oleh Allah kepada Abraham. Anak Zakharia, Yohanes, akan melayani sebagai nabi Allah, berjalan sebelum Yesus untuk mempersiapkan jalanNya.

​Kita juga melihat Roh Kudus bekerja menggerakkan Simeon, orang benar dan saleh, yang sedang menantikan penghiburan atas Isreal. Begitu memasuki Bait Allah, Roh Kudus memberitahukan kepadanya siapakah anak yang dibawa masuk oleh orang tuaNya untuk disunat. Ia diilhamkan oleh Roh Kudus untuk menatang Bayi itu dengan tangannya dan memuliakan Allah:

Sekarang, Tuham, biarkanlah hambaMu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firmanMu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang daripadaMu, yang telah engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umatMu, Isreal.
​​​​​​​​​Lukas. 2:29-32

​Melalui Roh Kudus, Simeon juga bernubuat mengenai pekerjaan Yesus. Ia berkata kepada Maris, “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Isreal dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan- dan suatu padang akan menembus jiwamu sendiri-, supaya menjadi nyata fikiran hati banyak orang.” (Luk. 2:34-35)

​Di Bait Allah juga terdapat seorang nabiah lanjut usia yang setia bernama Hana, seorang janda berumur delapan puluh empat tahun. Ia menyembah Allah siang dan malam dalam doa dan puasa. Seperti Simeon, ia segera mengetahui siapakah bayi itu. Alkitab mencatat, “Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem” (Luk. 2:38). Dari catatan ini, kita dapat melihat bahawa Roh Kuduslah yang memberitahukan Hana siapakah bayi Yesus, dan menggerakkannya untuk bersaksi kepada orang-orang mengenai Dia.

iii. Menyatakan identiti Yesus

Ketika Yesus datang ke tempat Yohanes Pembaptis sedang melakukan baptisan air, Yohanes menyedari bahawa Ia adalah Mesias. Ia menyatakan:

Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian daripadaku akan datang serorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Dan ku sendiripun mula-mula tidak mengenai Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Isreal. Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya:”Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atasNya. Dan akupun tidak mengenalNya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atasNya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Dan aku telah melihatNya dan memberik kesaksian: Ia inilah Anak Allah”
​​​​​​​​​Lukas. 1:29-34

​Sebelumnya Yohanes Pembaptis tidak mengetahui siapakah Mesias. Namun ia melihat Roh Kudus turun kepada Yesus seperti seekor burung merpati dan mendengar suara Allah berbicara menyatakan identitasNya (ref. Luk. 3:21-22). Wahyu secara langsung dari Roh Kudus ini membuat Yohanes dapat menyatakan dengan penuh kuasa bahawa Yesus adalah Anak Allah, yang datang untuk menghapus dosa-dosa di dunia, dan yang akan membaptis orang dengan Roh Kudus.

​Di masa pelayanan Yesus, hanya sedikit orang saja yang menyedari hal ini seperti Yohanes: beberapa mengira Yesus adalah Yohanes Pembaptis; yang lain mengira Ia adalah Elia, Yeremia atau salah satu nabi lainnya. Namun ketika Yesus bertanya kepada Petrus siapakah diriNya, ia menjawab dengan percaya diri:”Engkau adalah Mesias,Anak Allah yang hidup!” (Mat. 16:16). Kata Yesus kepadanya:”Berbahagialah engkau Simon Bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan BapaKu yang di Syurga” (Mat. 16:17)

​Tuhan Yedsus berkata kepada banyak orang bahawa Ia adalah roh hidup yang telah datang dari Syurga: siapa saja yang minum darahNya dan memakan dagingNya akan mendapatkan kehidupan kekal, dan akan dibangkitkan di hari terakhir. Banyak di antara murid-muridNya tidak mengerti pengajaran ini, dan berkata,”Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?” (Yoh. 6:60) dan kemudian meninggalkanNya.

​Melihat ini, Yesus bertanya kepada kedua belas muridNya ,“ Apakah kamu tidak mahu pergi juga?” (Yoh. 6:67)

​Petrus kemudian menjawab:”Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? PerkataanMu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahawa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah” (Yoh. 6:68-69)

​Orang-orang lain datang dan pergi kerana mereka tidak sungguh-sungguh mengenal siapakah Yesus, tetapi tidak seperti mereka, Petrus mengenal Tuhan dan menetapkan hati untuk mengikuti Dia hingga akhir. Pengertian Petrus dengan sangat jelas berasal dari pengilhaman Roh Kudus. Ini mengingatkan kata-kata Paulus:”Kerana itu aku mahu menyakinkan kamu, bahawa tidak ada seorangpin yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata:”Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorang pin, yang dapat mengaku:”Yesus adalah Tuhan,” selain oleh Roh Kudus” (I Kor. 12:3)

​Sebagai kesimpulan, di masa perjanjian Lama, dan sebelum pencurahan hujan awal, Roh Kudus dengan giat mengilhamkan orang-orang. Namun pengilhaman Roh ini tidak dapat dikelirukan dengan baptisan Roh. Ada beberapa alasan:

• Pekerjaan Allah yang turun menjadi manusia harus diselesaikan sebelum pekerjaan Allah dalam Roh dapat dimulai: Yesus harus kembali ke Syurga, sebelum Roh Kudus dapat turun. Ini menjelaskan mengapa Ia berkata kepada murid-muridNya:”Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu” (Yoh. 16:7)

• Yesus harus dimuliakan terlebih dahulu: bangkit dari kematian, naik ke Syurga, dan duduk di sebelah kanan Bapa sebelum Ia menurunkan Roh Kudus (Kis. 2:30-33). Kerana itu Yohanes mencatat,”Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru:”Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan minum! Barangsiapa percaya kepadKu, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” Yang dimaksudkanNya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepadaNya; sebab Roh itu belum datang, kerana Yesus belum dimuliakan.” (Yoh. 7:37-39)

• Yesus harus memegang peran Penengah antara manusia dan Allah, di mana ia akan berdoa kepada Bapa untuk mengirimkan Roh Kudus:”Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya” (Yoh. 14:16)

10.3.3 Periode hujan awal

​Di masa hujan awal, kita melihat Roh Kudus bekerja dengan cara yang baru: ia mulai mengilhamkan baik orang percaya mahupun tidak percaya. Khususnya, Ia menggerakkan dengan aktif mereka-mereka yang mendengarkan injil untuk percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat mereka, agar bertobat dan diselamatkan. Di saat yang sama, Ia mengilhamkan mereka yang sudah percaya dan menerima baptisan Roh, untuk terus berjalan di jalanNya dan melakukan pekerjaanNya. Kita sekarang akan melihat dua fungsi Roh Kudus ini.

i. Mendesak orang-orang berbalik kepada Tuhan

Kerana itu aku mahu menyakinkan kamu, bahawa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata:”Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku:”Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus.
​​​​​​​​​I Korintus. 12:3

​Perkataan “terkutuklah Yesus” dalam teks Yunani disebutkan sebagai Anathema1 lessous2, yang menunjukkan kutukan yang berasal dari lubuk hati:”Yesus adalah Tuhan” dalam teks aslinya adalah Kurios3leesous,menunjukkan sebuah seruan dari hati. Yang pertama adalah sesuatu yang akan orang dengar dari musuh-musuh Yesus, kerana tidak masuk akal apabila seseorang yang diilhamkan oleh Roh Allah mengutarakan perkataan demikian. Yang kedua adalah kata-kata kesedaran yang diilhamkan Roh Kudus (Mat. 10:32; Rm. 10:9-10)

​Di permukaan, kelihatannya mengakui bahawa “Yesus adalah Tuhan” adalah perkara yang sangat mudah. Apa susahnya menyatakan iman seseorang di hadapan orang lain? Namun apabila kita memperhatikan keadaan masyarakat di masa para rasul, kita akan menyedari bahawa menjadi Kristian, atau menyatakan iman secara terang-terangan, merupakan tentangan besar:

• Banyak orang Yahudi sulit menerima Yesus sebagai Mesias, kerana Ia tidak cocok dengan pengharapan mereka. Alkitab menjelaskan bahawa ia berasal dari latar belakang masyarakat bawah, dan “semaraknyapun tidak ada” (Yes. 52:14; 53:1-3). Selama pelayananNya, Ia seringkali dihadapkan pada keraguan dan pandangan meremehkan (II Kor. 5:16; Mat. 13:53-58)

• Di masa itu, tiap orang Yahudi yang menerima Yesus sebagai Tuhan akan dikeluarkan dari komunitas iman mereka (Yoh. 9:22) dan mungkin juga dianiayai (Kis. 8:1-3; 9:1-2; 22:4; 26:9-11). Mengaku “Yesus adalah Tuhan” setara dengan menyangkal Yahweh sebagai Allah.

• Orang-orang Yunani mungkin telah terpapar dengan filosofi-filosofi berbeda, seperti ajaran Gnostik. Ini membuat mereka sulit menerima bahawa Allah, hakiki yang ilahi, dapat datang dalam rupa manusia untuk mati di kayu salib (I Kor. 1:18-23; I Yoh. 4:2-3)

• Di bawah kekuasaan Romawi, orang yang mengaku “Yesus adalah Tuhan” di depan umum, menghadapi ancaman tuduhan pengkhianatan terhadap Kaisar Romawi. Bila didapati bersalah, ia dapat dijatuhi hukuman mati (I Kor. 12:2-3)

Jadi kita dapat melihat, bahawa apabila dari pengihaman Roh Kudus, hanya aka nada sedikit orang yang percaya kepada Yesus, atau menyatakan iman mereka secara terang-terangan di depan umum.

Namun dari Kisah Para Rasul kita melihat Roh Kudus bekerja secara aktif sejak hari Pentakosta untuk menggerakkan banyak orang untuk bertobat dan menerima injil. Contohnya, kita melihat Roh Kudus mengilhamkan:

• Orang-orang Yahudi, yang merayakan hari raya Pentakosta sehingga mereka menyedari dosa-dosa mereka dan mencari keselamatan melalui Yesus Kristus. Kira-kira 3000 orang menerima baptisan air (Kis. 2:37-41)

• Petrus, untuk menyembuhkan orang yang lumpuh sejak lahir dan berkhotbah tentang Yesus kepada kerumaman irang Yahudi yang terheran-heran melihat mujizat itu. Petrus menegur mereka kerana telah menghukum mati Yesus dan menderak mereka untuk bertobat. Kira-kira 5000 orang menerima Kristus (Kis. 3:12-26; 4:4)

• Orang-orang Yahudi agar percaya kepada Tuhan, kerana mujizat-mujizat yang dilakukan oleh para rasul. Alkitab mencatat bahawa tiap-tiap hari jumlah orang percaya bertambah (Kis. 5:12-14)

• Lidia, sehingga hatinya terbuka oleh injil yang dikabarkan Paulus, dan menerima baptisan air, bersama dengan keluarganya. (Kis. 16:14-15)

• Kepala penjara, yang bertanggungjawab menjaga Paulus dan Silas, sehingga ia bertanya bagaimana caranya ia dapat diselamatkan. Selanjutnya , ia dan seisi keluarganya dibaptis di dalam Tuhan (Kis. 16:30-34)

ii. Memimpin dan mensejahteraan gereja

Gereja masa awal berkembang dengan cepat dari kelompok kecil orang percaya menjadi kekuatan yang besar, yang “mengacaukan seluruh dunia ” (ref. Luk. 12:32; Kis. 17:6). Faktor penting dalam perkembangan yang capat adalah kesediaan jemaat untuk berkorban; mengorbankan kekayaan, hak milik material, keselamatan diri, dan bahkan hidup mereka sendiri. Dalam tindakan-tindakan mereka, kita melihat penggenapan pengajaran Yesus mengenai sikap yang diminta dari setiap orang Kristian:”Setiap orang yang mahu mengikut Aku, Ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” (Mat. 16:24). “Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah” (Yoh. 12:24)

Dari manakah dorongan ini berasal? Seorang percaya baru dapat mengorbankan dirinya demi Allah apabila ia telah mencapai kesedaran akan Dia dan besar kasihNya sepenuhnya. Kita melihat sikap seperti ini digenapi dalam diri Paulus, yang memahami bahawa tujuannya adalah untuk hidup bagi Kristus (Gal. 2:20; II Kor. 5:14-15).

Dari manakah dorongan ini berasal? Seorang percaya baru dapat mengorbankan dirinya demi Allah apabila ia telah mencapai kesedaran akan Dia dan besar kasihNya sepenuhnya. Kita melihat sikap seperti ini digenapi dalam diri Paulus, yang memahami bahawa tujuannya adalah untuk hidup bagi Kristus (Gal. 2:20; II Kor. 5:14-15). Inilah sebabnya mengapa ia dapat menganggap segala sesuatu sebagai sampah (Fil. 3:8), dan mengapa ia dapat bersukacita di dalam penderitaan (II Kor. 11:23-33; Kol. 1:24; II Tim. 4:6-8). Sikap yang berpusat pada Allah ini hanya dimungkinkan kerana Roh Kudus telah menyentuhnya secara mendalam (Rm. 5:5; Ef. 3:16-19). Dan apabila ini terjadi pada seluruh orang percaya di dalam gereja secara keseluruhan, tak kepalang tanggun gereja akan berkembang dan sejahtera.

Pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta menghasilkan pertobatan dan baptisan atas kurang lebih 3000 orang. Jemaat-jemaat baru mempersembahkan hidup mereka dalam doa di Bait Allah dan juga menjual harta kekayaan mereka, menyerahkan hasilnya ke kaki para rasul untuk memberikan manfaat bagi semua orang. Firman Allah menyebar sebegitu rupa sehingga jumlah bertambah-tambah di Yerusalem, dan bahkan iman-iman juga termasuk di antara mereka (Kis. 2:44-47; 4:32-35; 6:7)

Saat kita membaca catatan luas biasa mengenai jemaat mula-mula, kita melihat kehidupan yang dijalani dalam perbedaan yang sangat kentara dengan keegoisan dunia. Kita dapat menyimpulkan bahawa ini adalah pekerjaan Roh Kudus, yang menggerakkan hati mereka. Jemaat mula-mula ini diilhamkan untuk mengerti akan kasih Tuhan yang besar, dan menjawabnya dengan mengasihi Dia dan saudara-saudari seiman mereka.

Setelah Stefanus mati sebagai martir, gereja di Yerusalem mulai mengalami penganiayaan yang hebat. Selain para rasul, sebagian besar jemaat terserak ke sepenjuru daerah Yudea dan Samaria. Orang-orang Kristian yang terserak ini terus mengabarkan injil di tengah ancaman atas hidup mereka. Allah mendukung pekerjaan mereka dengan penuh kuasa melalui tanda dan mujizat. Dengan demikian injil kebenaran mencapat Samaria, dan menghasilkan sukacita besar di kota ini. Hal ini bahkan membuat seorang tukang sihir yang dahulu diikuti orang-orang bernama Simon bertobat. Para rasul mengutus Petrus dan Yohanes untuk mengunjungi jemaat Samaria; dan ketika mereka menumpangkan tangan dan berdoa bagi jemaat, mereka menerima Roh Kudus (Kis. 8:1-17). Kejadian ini menandai bagian bersejarah yang seringkali disebut sebagai “Pentakosta Samaria” oleh para teolog.

Murid-murid yang terserak di masa penganiayaan, menyebar ke tempat-tempat sejauh Penisia, Siprus dan Antiokhia. Awalnya, mereka mengabarkan injil hanya kepada orang-orang Yahudi. Namun tidak lama kemudian jemaat dari Siprus dan Kirene datang ke Antiokhia dan mengabarkan injil kepada orang-orang Yahudi. Allah bekerja dengan mereka begitu rupa sehingga ada banyak orang bertobat. Ketika berita tentang injil yang berbuah di Antiokhia sampai kepada Gereja Yerusalem, para rasul mengutus Barnabas ke sana. Ketika ia tiba dan melihat sendiri kasih karunia Allah, ia bersukacita dan mendorong mereka untuk tetap setia dan berdiri teguh di dalam Tuhan (Kis. 11:19-23). Sejak saat itu, Antiokhia menjadi pusat komunitas Kristian dari bangsa-bangsa lain. Kekristinan akhirnya menjadi sebuah iman bagi segala bangsa.

Jadi, dari catatan pekerjaan Allah di Samaria dan Antiokhia, kita menyaksikan kuasa besar Roh Kudus. Di tengah-tengah penganiayaan, injil terus menyebar panjang dan lebar, mencapai Samaria dan dunia bangsa-bangsa bukan Yahudi. Tidak ada yang mampu membendung perkembangan gereja kerana Roh Kudus terus menerus mengilhamkan jemaat untuk mengabarkan injil dan hidup dalam persembahan diri.

iii. Mempercayakan gereja dalam misi yang besar

Tetapi sebaliknya, setelah mereka melihat bahawa kepadaku telah dipercayakan pemberitaan injil untuk orang-orang tak bersunat, sama seperti kepada Petrus untuk orang-orang bersunat- kerana Ia yang telah memberikan kekuatan kepada Petrus untuk menjadi rasul bagi orang-orang bersunat, Ia juga yang telah memberikan kekuatan kepadaku untuk orang-orang yang tidak bersunat.
​​​​​​​​​Galatia. 2:7-8

​Petrus dipilih Allah untuk menjadi rasul bagi orang-orang Yahudi, semenatara Paulus dipilih untuk menjadi rasul bagi bangsa-bangsa lain. Walaupun pekerjaan mereka dipusatkan pada sasaran jemaat yang berbeda, mereka tidak menginjil hanya kepada kelompok-kelompok itu saja (ref. Kis. 10:44-48; 15:7; 9:19-22; 13:44-46). Lebih lagi, kesamaan kedua rasul ini adalah mereka mengabarkan injil yang sama, diilhamkan oleh Roh Kudus, dan menyedari sepenuhnya apa yang telah dipercayakan Allah kepada mereka.

​Paulus menyebut dirinya sebagai “aku adalah rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi” (Rm. 11:13) dan menyatakan bahawa tugasnya berasal dari Tuhan Yesus (Kis. 22:21; 26:17-18). Seperti tercatat dalam Alkitab, ia adalah pekerja yang setia, mengemban tugas perintisan yang penting kr berbagai bangsa sampai Ia dipenjarakan (Ef. 3:1; 6:20) dan mati sebagai martir (II Tim. 4:6-8). Ia berhasil menyampaikan pesan Kristian ke banyak kota-kota bukan Yahudi.

​Dalam Galatia. 2:8, kita menemui kata “memberikan kekuatan”. Dalam teks asli Yunani, kata yang digunakan adalah energeo, yang bererti “sedang bekerja” dan “kuasa mujizat”5. Ini memberitahukan kita bahawa Roh Kuduslah yang mengilhamkan Petrus untuk menjadi rasul bagi orang Yahudi dan kuasa dari atas inilah yang memungkinkannya menyelesaikan tugasnya. Begitu juga, Roh Kudus lah yang mengilhamkan Paulus untuk menjadi rasul untuk bangsa-bangsa lain dan memberikan kuasa luar biasa kepadanya untuk melakukan tugasnya. Kerana itu Paulus berkata:
Yaitu bahawa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepadaNya, yang disucikan oleh Roh Kudus. Jadi dalam Kristus aku boleh bermegah tentang pelayananku bagi Allah. Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus olehku, yaitu untuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, oleh perkataan dan perbuatan.
​​​​​​​​Roma. 15:16-18

Segala sesuatu yang membuktikan, bahawa aku adalah seorang rasul. Telah dilakukan di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran oleh tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa.
​​​​​​​​II Korintus. 12:12

​Sebagai orang-orang Kristian di masa sekarang, kita juga telah dipanggil oleh Allah untuk menjadi bagian dari tubuh Kristus. Seperti bagian anggota tubuh yang mempunyai fungsi-fungsi yang berbeda, kita perlu memahami bahawa kita masing-masing telah dipercayakan dengan berbagai macam karunia dan tugas yang berbeda-beda (I Kor. 12:4-30). Agar tubuh Kristus dapat bertumbuh, kita harus melakukan tugas kita masing-masing dengan bekerja sama satu sama lain (Ef. 4:11-16). Kerana itu kita harus menyedari karunia rohani yang telah Allah berikan kepada kita, dan sifat pekerjaan yang diilhamkan Roh Kudus untuk kita lakkkan. Hal yang penting, kita juga harus mempunyai semangat berkorban seperti pekerja-pekerja di masa gereja awal, seperti Petrus dan Paulus, yang bersedia taat kepada Tuhan hingga akhir (Kis. 21:10-14). Apabila kita melakukan pekerjaan Allah dengan hati yang demikian, maka kuasa Pentakosta akan diwujudkan dalam gereja benar hari ini, kuasa yang sungguh-sungguh dapat menggoncang dunia.

iv. Menubuatkan peristiwa yang akan datang

Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.
​​​​​​​​II Petrus. 1:21

​Ada beberapa nabi di gereja mula-mula yang berbicara melalui pengilhaman Roh Kudus untuk mengungkapkan kehendak Allah kepada murid-murid (Kis. 13:1; 15:32; 21:8-9; Ef. 4:11). Pekerjaan mereka mengingatkan kita pada nabi-nabi di masa Perjanjian Lama. Bila kita melihat dalam Kisah Para Rasul, kita melihat bagaimana Roh Kudus mengilhamkan Agabus untuk menubuatkan kelaparan hebat di seluruh dunia, yang kemudian terjadi di masa pemerintahan Kaisar Klaudius (Kis. 11:27-28)

​Kita juga melihat bahawa Roh Kudus menyampaikan pesan-pesan nubuat kepada Rasul Paulus, menunjukkan apa yang akan ia hadapi dalam pelayanannya. Paulus telah menetapkan dalam Roh untuk pergi ke Yerusalem (Kis. 19:21), tetapi Roh Kudus bersaksi kepadanya bahawa belenggu dan penderitaan menantikannya di tiap-tiap kota. Di Tirus, murid-murid diilhamkan oleh Roh untuk mendesaknya untuk tidak pergi ke Yerusalem (Kis. 21:3-4). Pada akhirnya, di rumah Filipus, Roh Kudus sekali lagi berbicara melalui Agabus, berkata kepadanya bahawa ia akan ditangkap oleh orang-orang Yahudi di kota itu dan ia akan dibawa kepada bangsa-bangsa lain (Kis. 21:8-11). Paulus memahami sepenuhnya apa yang akan terjadi pada dirinya, tetapi demi menyelesaikan pelayanannya, ia menetapkan hati untuk pergi juga. Nubuat-nubuat itu kemudian tergenapi (Kis. 21:27-36)

​Selain menyampaikan hal-hal di masa depan melalui nubuat, Roh Kudus juga mengilhamkan orang-orang melalui penglihatan. Contoh yang terkenal didapat dari pengalaman Yohanes, seperti dicatat dalam kitab Wahyu (Why. 1:1-3). Dalam kitab ini, kita melihat bahawa Roh Kudus memperlihatkan beberapa penglihatan kepada Yohanes, seperti:
• Kemuliaan Tuhan. Ia diperintahkan untuk mencatat seluruh penglihatan yang ia akan lihat ke dalam sebuah kitab, dan mengirimnya ke tujuh gereja (Why. 1:10-16)

• Melihat sebuah takhta terdiri di Syurga, dan di takhta itu duduk Seorang. Ini menandakan bahawa Allah akan menbentangkan karuniaNya, tetapi juga akan melakukan penghakiman (Why. 4:2-3; ref Ibr. 4:16; Mrk. 16:15-16; Yoh. 12:48)

• Penglihatan di padang gurun, seorang perempuan duduk di atas seekor binatang berwarna merah ungu. Ini adalah nubuat mengeai sebuah negara dunia yang kuat, badan politik atau ideology yang akan muncul untuk melawan Allah (Why. 17:3)

• Penglihatan di gunung besar dan tinggi, dan kota yang besar, yang adalah Yerusalem yang kudus, turun dari Syurga dan dari Allah. Roh Kudus memberitahukan Yohanes bahawa ini adalah gereja benar, mempelai perempuan Kristus, dalam segala kemuliaannya (Why. 21:9-26; ref. Ef. 5:31-32)

v. Menguduskan orang-orang percaya

Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah kerana kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai.
​​​​​​​​II Tesalonika. 2:13

​Menurut ayat Alkitab ini, tahap-tahap keselamatan adalah: panggilan dari Allah, percaya dalam kebenaran, dan pengudusan. Mengenai pengudusan, Paulus menunjukkan bahawa ini berasal dari pengilhaman Roh Kudus (ref. Rm. 15:16; I Ptr. 7:14-24), kerana:
• Melalui Adam, manusia jatuh ke dalam dosa dan menjadi hamba dosa. Jadi seseorang biasa saja ingin melakukan apa yang baik, tetapi ia tidak berdaya melakukannya melalui usaha diri sendiri (Rm. 7:14-24)
• Roh Kudus adalah Roh yang cemburu, yang menbuat orang menyedari dosa-dosanya dan menuntunnya berjalan di jalan yang benar (Yoh. 16:8-9; Gal. 5:17-18; Ef. 4:30)
• Roh Kudus memberikan kuasa dari atas kepada orang percaya, untuk membebaskannya dari kuasa dosa dan maut dan menolongnya membuang perbuatan-perbuatan daging (Luk. 24:49; Rm. 8:2, 13; Gal. 5:16)

Kerana itu pengilhaman Roh Kudus sangat penting dalam pengudusan dan keselamatan orang Kristian. Maka Paulus mengingatkan kita, “Janganlah padamkan Roh” (I Tes. 5:19). Melalui doanya bagi jemaat Korintus, ia juga menunjukkan pentingnya penyertaan Roh Kudus:”Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian” (II Kor. 13:14)

Sebagai kesimpulan, kita dapat melihat dari contoh-contoh di atas bahawa Roh Kudus mengilhamkan banyak orang-orang yang berbeda di masa hujan awal, baik mereka yang telah menerima baptisan Roh Kudus mahupun yang belum menerimanya.

10.3.4 Sebelum turunnya hujan akhir

​Setelah semua rasul-rasul wafat, Roh Kudus hujan awal berhenti terceruh. Terdapat jangka waktu lebih dari seribu tahun sebelum Roh Kudus dicurahkan kembali di awal tahun 1900-an. Di dalam jangka waktu ini, Roh Kudus tidak berhenti bekerja (ref. Yoh. 5:17), tetapi terus mengilhamkan banyak orang-orang Kristian yang saleh. Kita mengetahui ini kerana kita melihat kenyataan bahawa kekristianan sebagai iman keagamaan tidak hilang sama sekali. Sebaliknya, orang-orang terus mendekat kepada Allah dan melayaniNya. Lebih lagi, Roh Kudus sedang mempersiapkan hati orang-orang percaya untuk menerima pencurahan hujan akhir.

i. Mengilhamkan orang-orang percaya untuk berjalan dalam kebenaran

Perjanjian Baru menandai masa anugerah dan pembenaran kerana iman. Melalui kematian Yesus Kristus di kayu salib, kebenaran Allah diwujudkan di luar Hukum Taurat (Rm. 3:21-28; 8:1-4). Alkitab memberitahukan kepada kita bahawa orang tidak dapat dibenarkan dari memegang Hukum Taurat, tetapi dari iman di dalam Yesus (Rm. 3:20; Gal. 3:22). Namun ini bukan bererti orang-orang Kristian tidak dapat berbuat sesuka hati dan menyukakan diri dalam kedagingan (Gal. 5:13). Sebaliknya, mereka harus menjaga diri agar tetap kudus (II Kor. 6:14-18) dan tidak menyalahgunakan kebebasan yang diberikan Allah. Kita melihat bahawa Paulus menitikberatkan “iman yang bekerja oleh kasih” dan “yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.” Yakobus juga mengajarkan kita bahawa “iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati” (Yak. 2:14-16, 26). Segala persyaratan ini jauh melampuai, contohnya, formalitas penyunatan secara fisik (Gal. 5:6; I Kor. 7:19)

Iman seorang Kristian tidak didasari pada kata-kata atau teori, tetapi pada setiap tindakan kita (I Yoh. 3:17-18). Alkitab mengajarkan kita bagaimana menjalani iman kita dalam jalan yang nyata dan praktis:
• Kita harus saling mengasihi, seperti Tuhan Yesus telah mengasihi kita. Apabila kita melakukan ini, orang-orang lain akan mengetahui bahawa kita adalah murid-muridNya (Yoh. 13:34-35)

• Kita harus menjadi garam dan terang dunia. Apabila orang lain melihat perbuatan-perbuatan kita yang baik, mereka akan memuliakan Bapa kita di Syurga (Mat. 5:13-16)

• Kita harus mendengarkan firman Allah dan memegangnya untuk menerima berkat-berkatNya (Luk. 11:27-28)

• Bukanlah pendengar firman yang dibenarkan Allah, tetapi yang melakukan (Rm. 2:13)

• Kita harus menjadi pelaku firman dan bukan pendengar saja, bila tidak, kita hanya akan menipu diri sendiri (Yak. 1:22-25)

• Bila kita tidak berhasil melakukan kehendak Bapa, kita tidak akan dapat masuk ke dalam kerajaan Allah, walaupun kita mengabarkan injik di dalam nama Tuhan Yesus dan melakukan tanda mujizat sekalipun (Mat. 7:21-23)

• Kita harus hidup dalam iman yang murni dan tulus, seperti yang diperlihatkan dalam segala tindakan kita (Fil. 2:12-18; I Tim. 1:5; II Tim. 1:5)

Setelah Roh Kudus hujan awal pergi, maka tak terelakkan, orang-orang Kristian mengalam kekosongan rohani. Kemungkinan besar sebagian orang Kristian tidak menjalani hidup yang kudus. Namun kita mengetahui dari sejarah bahawa terdapat orang-orang Kristian yang saleh, yang hidup dalam kekudusan di masa yang sulit itu, dan membawa kemuliaan nama Tuhan. Para Teolog seringkali menyatakan bahawa orang-orang ini dipenuhi oleh Roh Kudus, walaupun sebenarnya mereka diilhamkan olehNya.

Tidak hanya orang-orang Kristian yang telah dibaptis dengan Roh Kudus yang dapat hidup kudus; mereka yang belum dibaptis juga dapat melakukannya. Ini mengingatkan kita dengan contoh yang sangat dikenal yang tercatat dalam Kisah Para Rasul. Lukas menjelaskannya kepada kita dengan cara ini:

Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia. Ia saleh, ia sertai seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah. Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam 3 petang, jelas nampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya:”Kornelius!” Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata:”Ada apa, Tuhan?” Jawab malaikat itu:”Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau.”
​​​​​​​​​Kisah Para Rasul. 10:1-4

​Kornelius dikenal baik kerana perbuatan-perbuatan amal dan ibadahnya kepada Allah. Bahkan hamba-hambanya bersaksi mengenai dirinya, berkata:”Kornelius, seorang perwira yang tulus hati dan takut akan Allah, dan yang terkenal baik di antara seluruh bangsa Yahudi, telah menerima pernyataan Allah dengan perantaraan seorang malaikat kudus, supaya ia mengundang engkau ke rumahnya dan mendengar apa yang akan kaukatakan ” (Kis. 10:22). Kita dapat menyimpulkan bahawa imannya tumbuh dari pengilhaman Roh Kudus, kerana ia baru menerima baptisan Roh Kudus setelah Petrus menginjili keluarga dan dirinya (Kis. 10:44-46)

ii. Mengilhamkan orang-orang percaya untuk memberitakan injil

Sebelum kenaikanNya ke Syurga, Yesus memerintahkan murid-muridNya pergi ke sepenjuru dunia untuk mengabarkan injil keselamatan (Mrk. 16:15). Hari ini tugas itu jatuh kepada kita yang telah dipilih oleh Tuhan kerana kita adalah saksiNya (Luk. 24:48). Kerana itu kita harus berani bersaksi akan segala hal yang telah kita lihat dan dengar (Kis. 4:20) dan membagikan injil dengan Cuma-Cuma, seperti kita juga telah menerimanya dengan Cuma-Cuma (Mat. 10:7-8)

Allah itu benar dan berbelas kasihan. Ia tidak menghendaki siapa pun binasa, tetapi menginginkan semua orang bertobat dan diselamatkan (I Tim. 2:4; II Ptr. 3:9). Untuk mencapai tujuan ilahi ini melalui perjalanan sejarah, Allah memilih bermacam-macam penginjil sesuai dengan kehendak hatiNya untuk melakukan pekerjaanNya, mengilhamkan dan menuntun mereka melalui Roh Kudus. Pekerja-pekerja ini seringkali mengorbankan segalanya demi Dia, kadang-kala juga nyawa mereka. Mereka mencapai hal-hal besar: melakukan perjalanan penginjilan dunia, pergi ke tempat-tempat terpencil, dan kadang juga daerah-daerah yang berbahaya, dan mengalami penderitaan hebat demi Allah. Mereka menegur dosa, mendesak orang untuk menyedari, walaupun pekerjaan-pekerjaan ini sangat besar, ini tidak menandakan bahawa mereka telah dibaptis dengan Roh Kudus. Pekerjaan mereka dapat disamakan dengan pekerjaan para nabi di dalam Perjanjian Lama, yang diilhamkan oleh Roh Allah untuk menyatakan iman yang tidak berakhir. Baik penginjil-penginjil ini mahupun nabi-nabi Perjanjian Lama, keduanya telah mencapai hal-hal yang besar. Tetapi tidak mengalami baptisan Roh Kudus.

Di masa sebelum hujan akhir, gereja mengalami kemunduran rohani. Roh Kudus tidak lagi tinggal di dalam gereja. Injil yang sempurna hilang, dan tidak ada lagi tanda dan mujizat. Namun kekristiaan terus bertahan, dan injil yang terbatas terus diberitakan, di mana misionaris-misionaris menyatakan Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan mendesak orang-orang untuk bertobat dari dosa-dosa mereka. Ada kemungkinan sebagian pekerja pada masa itu menginjil untuk maksud-maksud pribadi, bukan demi Allah, tetapi kita perlu mengetahui ada banyak pekerja yang setia dan memegang iman yang murni, yang dengan giat mengemban pekerjaan Allah.

iii. Mengilhamkan orang-orang percaya untuk melakukan penginjilan tertulis

Penginjilan tertulis senantiasa memegang peranan penting dalam memperkenalkan injil. Penginjilan ini diterapkan pada gereja mula-mula untuk menyatakan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, dan masih digunakan sampai sekarang. Penginjilan ini sangat berguna kerana dapat mencapai orang-orang jauh dan lebarnya, dan dapat bertahan melalui waktu.

Di sepanjang perjalanan sejarah, Allah mamilih banyak orang untuk terlibat dalam pelayanan khusus ini. Alkitab mengatakan kepada kita bahawa orang-orang kudus di masa lampau menulis Kitab Perjanjian Lama melalui pengilhaman dari Allah (II Tim. 3:16; II Ptr. 1:21). Hari kita dapat membaca Alkitab Perjanjian Baru dan pengetahuan mengenai gereja mula-mula,kerana pekerja-pekerja gereja mula-mula menuliskannya ke dalam bentuk literature,bekerja di bawah pengilhaman Roh Allah (Ef. 3:1-5;Why. 1:1-2; I Kor. 7:40). Begitu juga, kerana pekerja-pekerja Allah menyebarkan pesan Yesus Kristus selama berabad-abad ini, maka kekristinan telah menjadi agama yang mendunia pada hari ini.

Orang-orang Kristian di masa sekarang diuntungkan dengan berbagai jenis literature yang sangat kaya, yang merupakan hasil pekerjaan Roh Kudus dalam menggerakkan orang-orang untuk meneruskan pengetahuan ini melalui bentuk tulisan. Contohnya:
• Pembentukan lembaga-lembaga Alkitab di seluruh dunia, dan penerjemahan Alkitab ke berbagai bahasa.

• Kompilasi The Exhaustive Concordance of the Bible oleh James Strong, yang pertama kali diterbitkan di tahun 1890 oleh Abingdon Press,New York. Karya ini memungkinkan mereka yang tidak dapat membaca teks asli untuk menikmati keuntungan yang sama dengan mereka yang dapat membaca teks asli.

• Kompilasi tulisan injil yang menyatakan Yesus Kristus sebagai Juruselamat bagi semua orang di seluruh dunia.

• Penulisan buku-buku referensi yang merinci sejarah dan geografi Alkitab, termasuk penemuan-penemuan arkeologi yang membuktikan intergritas Alkitab.

Semua karya di atas digunakan untuk menceritakan tentang Yesus di seluruh dunia. Walaupun sebagian tulisan hanya menyampaikan injil sebagian saja, kerana penulis-penulisnya hanya mengetahui sebagian mereka telah memenuhi peran yang penting dalam membuka jalan untuk menyingkap kebenaran yang sempurna dan sempurna dan sepenuhnya oleh Gereja Benar.

10.3.5 Periode hujan akhir

​Kita sekarang berada di masa hujan akhir. Pencurahan Roh Kudus yang telah berhenti selama lebih dari seribu tahun, sekarang kembali dialami oleh umat percaya di gereja Benar. Namun kita perlu menyedari bahawa Roh Kudus terus mengilhamkan berbagai denominasi dan orang-orang Kristian, kerana rencana Allah adalah agar injil diberitakan ke seluruh penjuru dunia (Mat. 24:14) dan agar pada akhirnya umat percaya dapat masuk ke dalam kawanan domba Allah yang sejati (Yoh. 10:16)

​Namun ini menjurus pada beberapa pertanyaan: apabila denominasi-denominasi berbeda diilhamkan Roh Kudus, mengapa pengajaran mereka tidak sesuai dengan Alkitab? Mengapa mereka tidak bergabung dengan gereja benar? Ada beberapa alasan. Pertama, banyak denominasi tidak mempunyai kebenaran kerana mereka mewarisi pengajaran-pengajaran dan tradisi yang salah dari pendiri-pendiri mereka. Namun ketika gereja Benar membagikan injil yang seutuhnya kepada mereka, mereka juga akan mempunyai kesempatan untuk mengetahui dan mengikuti kebenaran. Kedua, hanya umat percaya yang saleh dan sungguh-sungguh mencari kebenaranlah, yang akan dipanggil oleh Roh Kudus untuj bergabung menjadi satu kawanan domba bersama gereja benar (Yoh. 10:16). Tiap denominasi atau individu yang menolak kebenaran akan terus menempuh keberadaan yang terpisah dari kawanan benar.

Kesalahfahaman 6

​Apakah gerakan ini (merujuk pada gerakan kharismatik) sungguh-sungguh berasal dari Allah? Ini adalah pertanyaan besar. Pertama, gerakan ini awalnya mengakibatkan ketertarikan besar di gereja-gereja, dan banyak hamba-hamba Tuhan di negara-negara lain menerima karunia yang tidak biasanya, dan beribu-ribu menjadi percaya kepada Tuhan. Injil lali tersebar ke berbagai tempat di seluruh dunia. Pada waktu yang sama, banyak orang percaya dipimpin untuk hidup kudus dan berkemenangan. Di antara mereka adalah pemimpin-pemimpin seperti Monndy, Spurgeon, Torrey, Simpson, Moller, Alexander dan Roberts dan sebagainya. Namun gerakan kharismatik dan hamba-hamba Tuhan ini tidak bersatu, dan kita sulit mempercayai bahawa gerakan ini berasal dari Allah. Orang-orang dalam gerakan ini seringkali menganggap bahawa mereka dipenuhi oleh Roh Kudus, tetapi pekerjaan mereka sebenarnya tidak melampaui pekerja-pekerja yang disebutkan di atas. Diperkirakan hampir satu juta orang berbosa dibawa kepada Tuhan oleh Moody sendirian. Kuasa yang ia terima dari Roh Kudus tidak ada bandingannya. Cuba bayangkan, apakah ada satu saja dari denominasi kharismatik yang dapat menandinginya? Mengapa semua hamba-hamba Tuhan tidak dapat berdatu dengan yang lainnya ?
​​​​​​​​​​Ende Hu (hal. 7)

Apa kata Alkitab?

• Apa yang disebut sebagai gerakan kharismatik (secara kebetulan Gereja Yesus Benar kadang-kadang dimasukkan ke dalam kategori ini) mengajarkan bahawa berbahasa roh adalah bukti baptisan Roh Kudus (Kis. 10:44-46). Gerakan ini memegang nubuat Allah bahawa orang-orang akan menerima Roh Kudus dengan cara ini (Kis. 2:38-39; Yoel. 2:28-29)

• Pekerjaan penginjilan seperti yang dilakukan Moody dalam menuntun berjuta-juta orang menjadi percaya kepada Tuhan di seluruh dunia dan mendorong orang percaya untuk hidup kudus, adalah dikeranakan pengilhaman Roh Kudus, bukan baptisan Roh Kudus.

• Pesan yang disampaikan oleh penginjil-penginjil ini bukanlah injil yang sempurna, kerana injil mereka tidak sepenuhnya, dan kadang-kadang keliru. Namun pelayanan mereka berfungsi untuk mengenalkan Yesus Kristus sebagai Juruselamat bagi dunia dan mendesak orang untuk bertobat. Kerana itu pekerjaan mereka dapat disamakan seperti yang dilakukan Yohanes Pembaptis (Luk. 3:3-6) dan Apolos (Kis. 18:24-28), keduanya membuka jalan untuk sesuatu yang lebih baik.

• Moody dan penginjil-penginjil seperti dirinya memegang kesalahfahaman yang sama mengenai berbahasa roh dan tidak menerima berbahasa roh sebagai bukti baptisan Roh.

• Yesus berkata,”Ada lagi padaKu domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akn mendengarkan suaraKu dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala” (Yoh. 10:16). Yang Yesus maksudkan, ada umat percaya yang akan menjawab panggilan dan pengilhaman Roh Kudus. Mereka akan mencari gereja benar yang telah didirikan oleh Roh, menuruti kebenaran yang diberitakannya, dan berkumpul menjadi satu kawanan.

• Hasil pelayanan seseorang tidak dapat digunakan untuk menunjukkan apabila ia dipenuhi dengan Roh Kudus atau tidak. Apabila kita merenungkan pelayanan pekerja-pekerja di dalam Alkitab yang dicatat sebagai dipenuhi dengan Roh Kudus seperti Petrus dan Paulus, kemungkinan besar mereka tidak membawa orang sebanyak itu kepada Allah seperti penginjil-penginjil di akhir zaman.

• Selain memberikan kuasa kepada seseorang melalui baptisan Roh, Roh Kudus juga dapat mengilhamkan orang untuk melakukan pekerjaan Allah, seperti yang dilakukan nabi-nabi dalam Perjanjian Lama.

• Kita harus menyedari bahawa tidak semua orang bekerja melalui pengilhaman Roh Kudus. Beberapa mungkin bekerja kerana kehendak mereka sendiri, atau kerana motivasi-motivasi yang tidak terpuji (Fil. 1:15-16)

Kesimpulannya, kita dapat melihat bahawa Roh Kudus bekerja giat untuk mengilhamkan pekerja-pekerja Allah, baik di masa Perjanjian Lama, dan juga di masa sebelum pencurahan hujan awal. Setelah masa hujan awal, barulah umat percaya dibaptis dengan Roh Kduus dan mengalami Allah yang diam di dalam hati mereka selamanya (Yoh. 14:16). Pada saat itu, pekerjaan Roh Kudus sangat dinamis, bekerja di dalam hati umat percaya untuk mengilhamkan mereka melakukan kehendak Allah.
Kita juga melihat, bahawa di masa sebelum hujan akhir, saat Roh Kudus tidak turun kepada umat percaya, Ia terus mengilhamkan banyak orang-orang Kristian yang saleh untuk mengabarkan Yesus Kristus dan mempertahankan iman Kristian. Pelayanan mereka dapat disamakan dengan pelayanan Yohanes Pembaptis, yang mengajarkan pertobatan dan membuka jalan untuk pencurahan Roh Kudus (Mat. 3:11; Yoh. 1:32-34)

Pada pekerjaan Allah ini mengingatkan kita akan kata-kata Tuhan Yesus:”BapaKu bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga” (Yoh. 5:17). Kita mengetahui bahawa kata-kata ini tidak menyebutkan tentang pekerjaan penciptaan Allah, kerana alam semesta telah lama selesai diciptakan (Kej. 2:1-3), tetapi menunjukkan pekerjaan penyelamatanNya. Kita melihat Allah bekerja dengan cara ini di sepanjang Perjanjian Lama dan terus melakukannnya di masa sekarang, Ia tidak akab berhenti sampai Ia datang kembali (ref. Ef. 1:14; 4:30)

Menurut nubuatan Nabi Hagai, pekerjaan Roh Kudus di masa hujan akhir akan lebih besar dari sebelumnya (Hag. 2:9). Roh Kudus meneruskan peran gandanya dalam memberikan kuasa kepada orang-orang melalui baptisan Roh Kudus, dan juga menggerakkan mereka melalui pengilhaman Roh Kudus. Ini akan terus menggerakkan mereka melalui pengilhaman Roh Kudus. Ini akan terus berlanjut hingga injil mencapai seluruh perosok bumi dan domba-domba Allah datang dan berkumpul menjadi satu kawanan benar.

10.4 Pandangan umum yang dipegang banyak gereja

​Banyak gereja hingga saat ini dengan keliru melihat pengilhaman Roh Kudus sebagai baptisan Roh Kudus, kerana mereka salah menafsirkan Alkitab dan kurangnya pengalaman rohani. Sebagian lagi tanpa sedar dikacaukan oleh pekerjaan Iblis. Ini terlihat pada penolakan-penolakan emosional terhadap berbahasa roh dari beberapa tempat, yang menyebutnya sebagia ”sekte-sekte berbahasa roh”, “fanatisme”, atau bahkan “ilmu sihir”. Seperti contoh yang telah kit abaca, mereka membandingkan orang-orang Kristian yang berdoa memohon Roh Kudus dengan perilaku sukacita yang berlebihan dari nabi-nabi Baal di masa Nabi Elia (I Raj. 18:27). Jadi kita melihat pendapat-pendapat serius, dan kadang bersifat hujatan ditujukan pada pekerjaan Roh Kudus oleh beberapa gereja yang bersungguh-sungguh membela apa yang mereka kira sebagai kebenaran.

10.4.1 Hujat terhadap Roh Kudus

​Dosa paling berat bukanlah menghujat Anak Manusia, tetapi menghujat Roh Kudus. Yesus memberikan peringatan keras:”Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni. Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia itu tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak” (Mat. 12:31-32)

​Mengapa menghujat Roh Kudus lebih berat dosanya daripada menghujat Anak Manusia? Kerana Anak Manusia datang ke dunia dengan status yang lebih rendah: Ia adalah Allah yang menjadi manusia. Tetapi Roh Kudus adalah Allah dalam kemuliaan Nya yang sepenuhnya. Kerana itu, orang-orang Yahudi bersalah kerana telah menghujat Anak Manusia (Yoh. 10:30-33; 19:7), tetapi mereka masih dapat diampuni. Namun setelah Yesus bangkit dan naik ke Syurga, Ia membuktikan kepada semua orang bahawa Ia adalah Allah, yang layak dipuji selama-lamanya. Lebih lagi, setelah Ia memperlihatkan diriNya sebagai Roh Kudus, Ia tidak dapat lagi dihujat.

​Paulus berkata,”Kerana itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman, sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman” (I Kor. 14:22). Di sini, kata “tanda” mempunyai erti “mujizat”6. Seperti mujizat kesembuhan dan pengusiran setan di dalam nama Tuhan Yesus, sebagai tanda dan mujizat yang Yesus katakana akan mengikuti mereka yang percaya kepadaNya (Mrk. 16:17-18). Berbahasa roh adalah sebuah tanda bagi orang-orang yang tidak percaya, untuk memperlihatkan kepada mereka bahawa seseorang telah menerima Roh Kudus (Kis. 10:44-46) dan Allah menyertainya (I Yoh. 3:24). Kerana itu orang-orang yang dengan keras kepala menyatakan bahawa berbahasa roh adalah ilmu sihir, atau tanda kerasukan setan, bersalah kerana telah menghujat Roh Kudus.

10.4.2 Belajar dari nasihat Gamaliel

​Tuhan Yesus berkata kepada murid-muridNya, “Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahawa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangkan bahawa ia berbuat bukti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, kerana mereka tidak mengenal baik Bapa mahupun Aku” (Yoh. 16:2-3). Kata-kata ini digenapi ketika gereja para rasul dianiayai. Mereka yang melakukan penganiayaan terhadap gereja, mengira bahawa mereka sedang melayani Allah dengan sepenuh hati (Kis. 7:54-60; 8:1-3; 12:1-3). Paulus sebelumnya berada di antara mereka dan secara pribadi bertanggungjawab atas kematian banyak orang Kristian (Kis. 22:3-4; Fil. 3:6)

​Di masa-masa pegolakan inilah kita mendengar beberapa kata hikmat yang diucapkan Gameliel, ahli Taurat yang dihormati di kalangan orang Yahudi:

Hai orang-orang Isreal, pertimbangkanlah baik-baik, apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini!… Kerana itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertinfak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap, tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahawa kamu melawan Allah.
​​​​​​​​Kisah Para Rasul. 5:35; 38-39

Nasihat Gamaliel dimaksudkan untuk memenangkan kemarahan Mahkamah Agama. Ia berkata kepada mereka untuk membiarkan para rasul, agar berhati-hati apabila terbukti bahawa mereka ternyata sedang melawan Allah. Nasihatnya ini mengingatkan kita dengan sebuah kenyataan penting: gereja adalah tubuh Kristus (Kol. 1:24), dan siapa yang menganiaya gereja, sebenarnya sedang menganiayai Kristus (Kis. 9:1-5). Dengan begitu, kerana Roh Kudus adalah Roh Allah, sedang menganiayai Allah sendiri. Kita semua dapat belajar dari nasihat Gamaliel untuk tidak menghakimi pekerjaan Roh Kudus dengan sembrono dan tergesa-gesa.

10.4.3 Belajar dari kerendahan hati Apolos

​Apolos adalah pekerja kunci dalam gereja para rasul, yang menjadi perabot Allah yang penuh kuasa dan dihormati di antara jemaat (I Kor. 1:12; 3:4-6; 4:6). Ia adalah orang Yahudi yang lahir di Aleksandria, sebuah tempat pusat kebudayaan dan pengetahuan Yahudi, setara dengan Athena, dan menitik berat pada pembelajaran dan debat umum. Apolos mengenal injil dengan baik dan cakap dalam hal berbicara di depan umum dan perdebatan. Ia mempunyai kemampuan untuk mengajak baik orang Yahudi mahupun Yunani. Saat menerima petunjuk dalam jalan Yesus, dia mulai mengabarkanNya dengan giat di bait-bait Allah.

​Namun Apolos hanya mengetahui baptisan Yohanes, bukan baptisan Yesus. Baptisan Yohanes adalah baptisan pertobatan (Kis. 19:4) kerana tugasnya adalah untuk mendorong orang-orang untuk bertobat (Mat. 3:5-11; Luk. 3:8-14). Sebaliknya, baptisan Yesus adalah baptisan penghapusan dosa (Kis. 2:38; 22:16) dan kelahiran kembali (Tit. 3:5). Lebih lagi, Yesus adalah Dia yang dapat membaptis orang dengan Roh Kudus (Yoh. 1:33; Kis. 1:5). Kerana itu pertobatan bukanlah kelahiran kembali, tetapi sekadar sebuah persyaratan untuk kelahiran kembali. Mereka yang bertobat, tetapi tidak dilahirkan kembali melalui baptisan air di dalam nama Yesus, masih merupakan murid-murid Yohanes. Priskila dan Akwila, yang berasal dari kalangan pembuat tenda rendahan (Kis. 18:2-3), mengisi kekosongan pengetahuan Apolos dan berbicara kepadanya untuk menjelaskan injil dengan lebih tepat kepadanya (Kis. 18:24-26)

​Ada perbedaan antara mengetahui tentang Yesus, dan mengetahui bahawa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Yang pertama adalah pengetahuan yang dapat diketahui siapa saja, dan bahkan dibagikan kepada orang lain. Namun yang terakhir adalah pengetahuan benar yang datang dari iman. Dari catatan tentang Apolos, kita mengetahui bahawa:

• Pengetahuan diperlukan, kerana kita tidak dapat percaya kepada Yesus tanpa mengenalNya. Namun pengetahuan teologi tidak sama dengan iman.

• Dengan pengetahuan dan hati yang tulus, orang dapat mengabarkan injil, dan bahkan mengilhamkan orang lain. Namun tanpa dilahirkan kembali dari air dan Roh (Yoh. 3:5), orang tidak dapat mengabarkan injil yang sempurna.

• Walaupun Apolos adalah orang terpelajar dan cakap dalam seni berdebat, ia masih kurang dalam hal pengetahuan dan iman.

• Apolos mempunyai sikap rendah hati sehingga ia menerima pengajaran dua orang murid yang berasal dari kalangan rendahan.

• Ketika Apolos akhirnya mengerti akan injil Kristus yang sempurna, ia menggunakan pengetahuan dan telentanya untuk membagikan injil itu kepada orang lain.

Kerendahan hati yang terlihat dalam diri Apolos bukanlah satu-satunya kasus. Kita juga melihat sifat ini dalam diri sida-sida Etiopia, yang kepadanya Filipus diutus. Ketika Filipus mendengarnya membaca Kitab Yesaya, Ia bertanya kepada sida-sida itu apakah ia mengerti apa yang sedang ia baca. Jawaban lembut sida-sida itu adalah, sebagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku? (Kis. 8:31). Begitu juga, Lukas menceritakan kepada kita tentang orang-orang di Berea yang “lebih baik hatinya daripada orang-orang Yahudi di Tesalonika, kerana mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian. Banyak di antara mereka yang menjadi percaya.” (Kis. 17:11-12)

Hari ini, terdapat banyak penginjil-penginjil dari gereja-gereja yang tidak mendapatkan penyertaan Roh Kudus. Mereka dapat disamakan seperti Apolos: mereka mungkin terpelajar dan cakap, mengenal Alkitab dengan baik, bersungguh-sungguh dan taat dalam melayani Tuhan. Mereka juga mempunyai talenta untuk mengajar orang lain mengenai kasih Kristus dan prinsip-prinsip kehidupan Kristian; tetapi mereka kekurangan pengertian akan injil keselamatan yang sepenuhnya. Kerana itu mereka tidak dapat mengajarkan orang lain bagaimana dilahirkan kembali dari air dan Roh (Yoh. 3:5), atau bagaimana masuk ke dalam kehidupan yang berlimpah dalam Kristus, atau bagaimana menerima kuasa dari atas untuk mengalahkan dosa (Yoh. 10:10; Luk. 24:49; Rm. 8:1-2, 13)

Kita perlu banyak belajar dari Apolos yang rendah hati, sehingga dapat belajar lebih lagi mengenai Yesus dari orang-orang lain. Apabila kita mempunyai hati dan fikiran yang sama seperti ini, maka kita juga akan diberkati dengan pengertian yang lebih jernih mengenal injil yang sempurna.

10.4.4 Peranan Yohanes Pembaptis

​Yohanes Pembaptisa adalah pekerja perintisan yang bertanggungjawab mempersiapkan jalan Yesus (Yoh. 1:19-23). Apabila kita melihat catatan pelayanannya, kita melihat seseorang yang melayani Allah dengan kerendahan hati yang sangat tinggi, dan seseorang yang dapat memimpin orang kepada Juruselamat.

​Ketika Yohanes melihat Yesus, Ia mengajarkan murid-muridNya untuk mengikuti Kristus:

Pada keesokkan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya. Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata:”Lihatlah Anak domba Allah!” Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikuti Yesus.
​​​​​​​​​Yohanes. 1:35-37​

​Kemudian sebuah perdebatan timbul antara murid-murid Yohanes dengan orang-orang Yahudi mengenai pengudusan. Masalah ini mungkin berkaitan dengan baptisan. Murid-murid Yohanes tentu telah menyedari bahawa Yesus menerima baptisan Yohanes (Mat. 3:13-16), dan kerana itu secara teknis Yesus adalah murid Yohanes. Sekarang mereka melihat bahawa Yesus sendiri melakukan baptisan dan mendapatkan perhaian orang-orang Yahudi, yang mulai mengikuti Dia. Kerana itu murid-murid Yohanes datang kepadanya dan mengeluh, “Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepadaNya” (Yoh. 3:26)

​Yohanes menjawabnya dengan perkataan:

Tidak ada seseorang yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari Syurga. Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahawa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahuluiNya. Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh. Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.
​​​​​​​​​Yohanes. 3:27-30

​Yohanes mengerti bahawa ia dan Yesus melakukan tugas yang berbeda. Yohanes bukan Kristus, tetapi ia diutus untuk mendahuluiNya; ia bukan si mempelai laki-laki tetapi sahabat mempelai laki-laki. Bukan hanya ia tidak iri hati kepada Yesus, tetapi Yohanes merasakan sukacita dan kepuasan yang besar. Ia sungguh adalah nabi yang layak di mata Allah.

​Begitu juga, Allah telah lama bekerja dengan banyak gereja yang mempunyai peran seperti Yohanes Pembaptis. Mereka telah menyiapkan jalan bagi gereja benar, yang telah datang untuk mengabarkan injil keselamatan yang sepenuhnya dan sempurna.

10.5 Kesimpulan

​Kita sekarang ada di akhir zaman. Sebentar lagi waktunya akan tiba, saat Kristus akan menerima pengantinnya, yaitu gereja benar. Roh Kudus hujan akhir telah turun, dan kuasa Pentakosta sedang mencapai tiap-tiap sudut bumi. Ia memanggil semua orang untuk mendengarkan dengan rendah hati mengenai injil yang sempurna dan menerimanya kerana ia membawa keselamatan melalui Kristus Yesus.

Pertanyaan ulasan

1. Jelaskanlah mengapa hal-hal berikut ini tidak alkitabiah:
a) Semua orang yang mengaku Yesus sebagai Tuhan telah menerima Baptisan Roh Kudus (ref. I Kor. 12:3)
b) Kesedaran atas dosa dan keinginan untuk mencari Allah dan keselamatanNya adalah bukti bahawa kita telah menerima Roh Kudus.
c) Mempunyai Roh Kudus bukanlah pengalaman yang dapat kita lihat: Paulus haris mengingatkan jemaat Gereja Korintus bahawa Roh Allah tinggal di dalam hati mereka (ref. I Kor. 3:16)
d) Kemampuan berduka atas dosa-dosa kita menunjukkan bahawa kita telah menerima Roh Kudus.
e) Berbahasa roh tidak membuktikan bahawa kita telah menerima baptisan Roh Kudus, namun dibuktikan dengan kemampuan kita untuk mengasihi dan melayani Allah.

2. Berikah penjelasan bagaimana Roh Kudus mengilhami pekerja-pekerja Allah di masa-masa sejarah berikut ini:
a) Di masa Perjanjian Lama
b) Sebelum turunnya hujan awal
c) Di masa hujan awal, dimulai sejal hari Pentakosta
d) Sebelum turunnya hujan akhir
e) Di masa hujan akhir, dimulai sejak tahun 1900-an
3. Apakah pandangan umum dari banyak gereja-gereja di masa sekarang mengenai:
a) Berbahasa roh
b) Gereja benar

_________________________________________________________________________

1. Vine, W. E., Unger, Merrill F. and White Jr., William, Vine’s Complete Expository Dictionary of Old and New Testament Words (Nashville, Atlanta, London and Vancouver. Thomas Nelson Publishers, 1985). G331.
2. Ibid G 2424
3. Ibid G2962
4. Erdman, Charles R., The Acts: An Exposition (Philadelphia: The Westminster Press, 1966)
5. The Complete Words Study Dictionary: New Testament, ed. Zodhiates, S. (Tennessee: AMG International, 1992). G1754
6. Vibe, W. E., Unger, Merrill F. and White Jr., William, Vine’s Complete Expository Dictionary of Old and New Testament Words (Nahville, Atlanta, London and Vancouver: Thomas Nelson Publishers, 1985). G4592

(Dibaca : 577 kali)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *