Bab 06 Pekerjaan Roh Kudus

6.1 Pendahuluan

​Pekerjaan Roh Kudus adalah sebuah tema penyokong Alkitab, yang mencatat pekerjaanNya sejak penciptaan hingga akhir dunia, dari Kitab Kejadian hingga Kitab Wahyu. Alkitab memperlihatkan betapa luasnya pekerjaan Roh Kudus sepanjang sejarah umat manusia.

​Dalam bab ini, kita akan melihat bagaimana Roh Kudus telah bekerja dengan berbagai cara selama masa Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Walaupun ada beberapa segi dalam pekerjaanNya yang dengan jelas mencakup kedua masa ini, kita dapat memperlihatkan segi-segi ini secara umum dengan jalan berikut ini.

​Pada masa Perjanjian Lama, pelayanan Roh Kudus meliputi:
• Menciptakan langit dan bumi (Kej. 1:2; Ayb. 26:13; 33:4; Mzm. 104:30)
• Memberikan hikmat (Kej. 41:38-39; Kel. 31:2-6; Ul. 34:9; Dan. 4:8-18; 5:11-16)
• Memberikan petunjuk dan ajaran (Neh. 9:20)
• Memberi para pekerja kuasa untuk menjalani tugas-tugas khusus (Hak. 14:6; 15:14-15)
• Memberikan nubuat (II Tew. 20:14-17; Yeh. 11:24-25; Luk. 2:25-35)
• Memberikan dorongan (II Tew. 15:1-7; 24:20-22; Neh. 9:30; Mi. 3:8; Za. 7:12)
• Turun ke atas pada nabi, raja, imam dan orang-orang yang dipilih secara khusus (I Sam. 16:13)

Pada masa Perjanjian Baru, pelayanan Roh Kudus meliputi:
• Menjadi saksi bagi Yesus (Yoh. 15:26; Kis. 5:32)
• Memuliakan Yesus (Yoh. 16:14)
• Membawa orang mengenal Yesus (I Kor. 12:3)
• Mendorong kelahiran kembali secara rohani (Yoh. 3:5)
• Memberikan anugerah kepada orang-orang percaya (Ibr. 10:29)
• Memperingatkan orang-orang percaya ketika mereka menyimpang dari iman (Why. 2:7, 11, 17, 29; 3:6, 13, 22)
• Memberikan sukacita rohani (Luk. 10:21; Kis. 13:52; Rm. 14:17; I Tes. 1:6)
• Membawa Filipus pergi (Kis. 8:39-40)
• Memberikan mimpi dan penglihatan (Kis. 2:17; 7:55; Why. 4:2; 17:3; 21:10)
• Memberikan nubuat (Kis. 2:18; 11:27-28; 20:23; 21:4, 10-14)
• Menghibur orang-orang percaya (Kis. 9:31)
• Membangkitkan orang mati pada akhir zaman (Rm. 8:11)

Pekerjaan Roh Kudus dalam penciptaan, di dalam gereja, dan di setiap kehidupan orang percaya sungguh ajaib. Secara terus menerus Ia bekerja, dan cakupan pekerjaanNya tidak terukur. Kita hanya dapat menjelaskan sebagian pekerjaan Roh.

6.2 Roh Kudus menginsafkan dunia akan dosa

6.2.1 Roh Kudus melanjutkan pekerjaan Yesus

“Namun benar yang Kukatakan ini kepadaMu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman.”
​​​​​​​​​Yohanes. 16:7-8

​Kata “menginsafkan” dalam Yohanes. 16:8 berasal dari kata Yunani elencho, sebuah akar kata yang bererti “menginsafkan” dan “membuktikan salah”1. Kata ini menyampaikan sesuatu yang membuat seseorang menyedari dosa-dosanya dan membuatnya merasa malu. Yesus menggunakan istilah yang sama dalam Yohanes. 3:20, ketika Ia berkata bahawa terang “menyingkapkan” atau “menginsafkan” orang-orang jahat atas perbuatan mereka, dan juga dalam Yohanes. 8:46, ketika Ia bertanya pada para pemimpin agama, siapakah yang menuduh atau “menginsafkan” Nya atas dosa.

​Dosa, kebenaran dan penghakiman adalah tema-tema utama dalam sebagian besar iman beragama. Namun bagaimana sebuah agama menjelaskan dan menghadapinya akan menentukan sifat mendasarnya. Sebelumnya Roh Kudus dicurahkan (ref. Yoh. 7:39; 16:7), orang-orang tidak dapat memahami dosa, kebenaran dan penghakiman sepenuhnya. Jadi apakah yang dimaksud Yesus, ketika Ia berkata bahawa Roh Kudus akan “menginsafkan” dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman?

​Berbicara secara rohani, pekerjaan penginsafan Roh Kudus meneruskan pelayanan Yesus di bumi. Yesus berkata,”Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang” (Yoh. 3:19). Yesus juga berkata,”Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar daripadaNya, itu yang Kukatakan kepada dunia” (Yoh. 8:26). Sepanjang pelayananNy, Yesus menginsafkan banyak orang akan dosa-dosa mereka, akan kebenaran dan akan penghakiman. Dan setelah Ia terangkat ke syurga, Ia meneruskan pekerjaanNya melalui Roh Kudus. Jadi Roh Kudus tidak hanya berperan sebagai pembela kita, membela hak-hak kita di hadapan Allah, tetapi juga berperan sebagai penuntun hati murni kita, agar kita menyedari dosa-dosa kita.

​Walaupun ada perbedaan dalam pekerjaan Yesus dan Roh Kudus dari Alkitab kita mengetahui bahawa Yesus dan Roh Kudus adalah satu (Yoh. 14:17, 23; ref “tinggal di tengah kita” dalam Yoh. 1:14). Kerana itu Yesus seringkali berbicara atas nama Roh Kudus dan Bapa. Contohnya, Ia menunjukkan kepada murid-muridNya bahawa Roh Kudus akan segera datang dan hidup di dalam hati orang-orang melalui perkataan “Aku akan datang kepadamu” (Yoh. 14:18), dan “jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firmanKu dan BapaKu akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia” (Yoh. 14:23)

6.2.2 Menginsafkan manusia akan dosa

“Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa… kerana mereka tetap tidak percaya kepadaKu.”
​​​​​​​​​Yohanes. 16:8-9

​Ketidakpercayaan kepada Yesus adalah akar dari banyak dosa (Rm. 1:28-32). Malah dosa ini dapat dilihat sebagai dosa yang paling besar (Yoh. 8:24; 15:22, 24) kerana beberapa alasan:

​Pertama, Yesus datang ke dunia untuk memberi kesaksian tentang kebenaran. Maka orang-orang tidak mempunyai alasan untuk tidak percaya. Jadi apabila kita mengeraskan hati dan menolak karuniaNya saat kita mendengar firmanNya, kita tidak mempunyai pembelaan di hari penghakiman (Yoh. 15:22; 12:48; ref. Yoh. 9:39-41; Rm. 3:20; 4:15)

​Kedua, sepanjang pelayananNya, Yesus melakukan banyak tanda dan mujizat. Semua ini dimaksudkan untuk menginsafkan dunia atas dosa (Yoh. 15:24) kerana tanda dan mujizat ini bersaksi akan kekuasaan ilahiNya sebagai utusan Allah. Kerana itu, Yesus menegur orang-orang yang melihat mujizatNya namun tetap tidak mahu percaya dan bertobat, mengatakan bahawa mereka tidak akan dapat berdiri di hari penghakiman (Mat. 11:20-24)

​Ketiga, Allah telah mencurahkan Roh KudusNya. Alkitab berkata, bahawa bukti menerima Roh Kudus, yaitu berbahasa roh, adalah sebuah tanda bagi orang-orang yang belum percaya (Kis. 10:45; I Kor. 14:22). Bukti ini memberikan kesaksian bahawa Allah sungguh nyata dan maha ada. Ini adalah kebenaran yang dipegang teguh oleh para rasul sehak hari Pentakosta (Kis. 2:4; 10:44-46; 11:15). Roh Kudus juga memberi kesaksian bahawa Yesus telah dibangkitkan dari kematian, naik ke Syurga, dan akan datang kembali untuk menerima kita ke dalam rumah syurgawi kita (Yoh. 16:7; 14:1-3). Siapa yang mengetahui karunia dan kesaksian Roh Kudus ini, namun mengeraskan hati mereka dan tidak mahu percaya, akan didakwa oleh Roh kerana mengabaikan keselamatan Yesus yang mulia dan ajaib (Ibr. 2:3-4)

​Injil kerajaan Allah, tanda dan mujizat Yesus, dan pencurahan Roh Kudus, semuanya memberikan kesaksian nyata bahawa Yesus adalah Kristus, Juruselamat umat Allah. Siapa yang percaya di dalamNya, tidak akan binasa, tetapi mendapatkan hidup kekal; namun siapa yang tidak percaya, sudah menghadapi hukuman (Yoh. 3:16-19)

​Zaman ini tidak jauh berbeda dengan zaman para rasul seperti yang mungkin dikira orang: bila di zaman dahulu orang-orang yang tidak mahu percaya dalam Yesus, maka tentu ada orang-orang yang saat ini juga demikian. Sebagian besar orang tidak akan berpandangan bahawa tidak percaya Yesus sudah merupakan dosa. Sebaliknya, segala usaha untuk mengabarkan berita tentang Yesus cenderung mengakibatkan reaksi negative. Kita nampaknya sedang berjalan menuju masyarakat yang semakin sekular. Sebagian besar orang mungkin tidak punya pengertian apa pun tentang apakah dosa. Paling banter orang mungkin hanya dapat memandang beberapa tindakan sebagai perbuatan yang “salah” bila mereka melawan rasa moralitas mereka masing-masing. Bila demikian, maka kebenaran telah menjadi masalah perorangan dan bersifat subyektif. Namun hati murni manusia tidak dapat menyedari bahawa ketidakpercayaan kepada Yesus adalah dosa, dan bahkan adalah dosa terbesar.

​Pekerjaan Roh Kudus sangat penting kerana Ia membuat orang mampu menyedari dosa-dosa kerana ketidakpercayaan. Kita melihat hal ini digambarkan dengan baik di hari Pentakostam , ketika Roh Kudus dicurahkan: Petrus berdiri, bukan untuk menginsafkan orang-orang Yahudi kerana hidup cacat moral, tetapi kerana tidak mahu percaya kepada Yesus Kristus. Ia memperingatkan mereka akan bahaya menolak Dia di hadapan saksi Roh Kudus (Kis. 2:22-24, 32-36). Roh Kudus menginsafkan mereka yang mendengar, memilukan hati mereka dan mendorong mereka untuk bertanya bagaimana caranya agar mereka dapat diselamatkan (Kis. 2:37). Hal dramatis yang terjadi adalah ditambahkannya tiga ribu jiwa ke dalam kumpulan umat Alah pada hari itu (Kis. 2:41)

6.2.3 Menginsafkan manusia akan kebenaran

“Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan… kebenaran, kerana Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi”
​​​​​​​​​Yohanes. 16:8, 10

​Yesaya. 53 menggambarkan Yesus sebagai hamba Allah yang menderita. Yesaya menubuatkan bahawa tidak ada bagian dalam penampilan Yesus yang dapat mengundang rasa hormat kepadaNya. Ia akan dihina dan ditolak (Yes. 53:1-3; II Kor. 5:16) kerana musuh-musuh Yesus, terutama para pemimpin agama Yahudi, menuduhNya melakukan hal-hal yang tidak benar: menghujat Allah (Mrk. 2:7; Mat. 26:63-66); tidak menguduskan hari Sabat (Yoh. 5:18); dirasuki setan (Yoh. 8:48, 52), menghasut orang-orang (Luk. 23:2, 5), dan seorang berdosa (Yoh. 9:24). Pada akhirnya mereka berkomplot untuk menyerahkan Yesus kepada penguasa Romawi untuk dihukum mati di kayu salib (Yes. 53:4).

​Apakah kebenaran? Bagi sebagian orang, kebenaran adalah rasa moralitas yang relative, seperti ketika seseorang melihat sesuatu itu “benar”. Yang lain mendasarkan kebenaran mereka pada ukuran luar. Contohnya, mereka yang mengajukan tuduhan-tuduhan terhadap Yesus, melakukannya berdasarkan pemahaman mereka mengenai Hukum Taurat. Mereka mengira mereka mengetahui apakah kebenaran berdasarkan hukum ini (Luk. 18:9-14; Flp. 3:4-6). Namun Hukum Taurat membuat mereka cenderung merasa benar menurut diri mereka sendiri; padahal sebenarnya mereka hanyalah sekadar penampilan luar saja (Mat. 6:1-2, 5, 16)

​Lawan-lawan Yesus tidak menyedari bahawa kebenaran sejati bererti lebih dari sekadar mengikuti serentetan peraturan dan hukum. Yesus mengajarkan bahawa syarat kebenaran Allah jauh dari sekadar melakukan Hukum Taurat secara hurufiah, apalagi bila itu dilakukan dengan hati yang jahat (Mat. 5:20). Kebenaran kita dalam Kristus adalah dari Allah, bukan dari kita sendiri (Rm. 10:3)

​Untuk mewujudkan kebenaran Yesus Kristus menumpahkan darahNya di kayu salib (Rm. 3:25). Tindakan ini, disertai dengan iman kita dalam Yesus untuk mendapatkan keselamatan, adalah pesan mendasar dalam injil (Rm. 1:17). Yesus mati, dibangkitkan, dan naik ke syurga, untuk menunjukkan bahawa Ia benar, dan Ia datang untuk membawa kebenaran kepada kita (Kis. 3:14-15; I Yoh. 2:1; Rm. 4:25; 8:33-34). Apabila Yesus dilahirkan dari dosa, melalui kehendak daging, ia tidak memenuhi syarat untuk mengemban dosa-dosa kita, kerana Ia tidak berbeda dengan umat manusia. Namun Yesus dilahirkan dari seorang perempuan perawan, dan dikandung oleh Roh Kudus; kerana itu Ia tidak dikandung dalam dosa, dan menjadi Anak Domba yang layak untuk menanggung dosa-dosa kita. Kerana itulah hanya Yesus yang dapat menjadi Perantara dan Juruselamat kita yang benar, untuk mendamaikan kita kepada Allah (II Kor. 5:21)

​Kebenaran Yesus berbeda dari kebenaran melalui Hukum Taurat. KebenaranNya didasarkan pada kuasaNya sendiri dan perkenaan dari Allah. Ini kerana Ia menyerahkan jiwaragaNya sepenuhnya kepada Allah, untuk dilakukan kepadaNya seturut dengan kehendakNya (Ibr. 10:5). Kematian, kebangkitan dan kenaikan Yesus menunjukkan betapa Allah tidak dapat mengutuk seorang yang benar, yang dengan rela menyerahkan nyawaNya demi orang-orang berdosa (Flp. 2:6-8; I Ptr. 3:18). Kebenaran yang ditemukan dalam Hukum Taurat berasal dari memegang Hukum, tradisi, dan seterusnya (Mat. 15:1-6). Namun kebenaran sejati tidak dapat diperoleh menurut daging; kebenaran harus diperoleh dalam Roh (Rm. 8:4)

​Setelah Yesus naik ke Syurga, Roh Kudus turun pada hari Pentakosta. Hari ini kita tidak lagi dapat melihatNya secara fisik, tetapi oleh pengungkapan Roh Kudus, kita dapat mengenali Yesus sebagai kebenaran Allah dan sumber kebenaran kita. Yang lebih penting lagi, melalui Dia kita mendapatkan sebuah ukuran kebenaran yang baru. Dahulu orang mengira mereka dapat memperoleh kebenaran dengan memegang Hukum Taurat, sementara dalam kenyataan, tidak ada orang yang dapat memegangnya dengan sempurna. Kebenaran tidak dapat diperoleh dari memegang Hukum (Rm. 3:12, 28; Gal. 2:16, 21). Kita sekarang mengetahui bahawa kebenaran sehati berasal dari karunia Allah, dan melalui iman dalam Yesus Kristus (Rm. 3:22-26). Kesedaran ini hanya dapat dimungkinkan kerana Roh Kudus bekerja menginsafkan orang-orang akan kebenaran.

6.2.4 Menginsafkan manusia akan penghakiman

“Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan… penghakiman, kerana penguasa dunia ini telah dihukum”
​​​​​​​​Yohanes. 16:8, 11

​Dahulu Iblis menpunyai kuasa untuk membelenggu dunia dalam dosa (Yoh. 8:34; I Yoh. 3:8; I Yoh. 5:19) dan dalam kuasa kematian yang berasal dari dosa (Rm. 5:12-14; 6:23). Lebih lagi, ia mempunyai dasar yang kuat untuk menuduh orang-orang atas ketidakbenaran mereka. Namun pekerjaannya dihancurkan saat Yesus datang ke dunia untuk mendamaikan umat manusia dengan Allah (I Yoh. 3:8b; Rm. 8:33-34). Yesus mati di kayu salib, memikul dosa-dosa umat manusia, dan dibangkitkan (Yes. 53:4-6; Yoh. 19:30; Kol. 2:15; Kis. 2:23-24). Yesus mendapatkan kemenangan melalui ketaatan dan kepatuhan kepada Allah (Luk. 4:1-12; Mat. 16:21-23; 26:39). Sejak saat itu, siapa yang tinggal di dalam Dia akan mempunyai kuasa untuk hidup berkemenangan, mati bagi dosa dan hidup bagi Allah (Rm. 6:8-11). Melalui Yesus, kita telah dibebaskan dari penghakiman yang datang dengan dosa, yaitu maut (Rm. 8:2; 8:36).

​Sebagian besar orang Yahudi percaya bahawa aka nada penghakiman besar di hari terakhir, tetapi pandangan mereka akan sifat penghakiman ini berbeda dengan apa yang ditemukan dalam Alkitab. Mereka percaya bahawa keselamatan didapatkan bagi mereka yang mengikuti kebenaran dalam Hukum. Sejajar dengan kepercayaan ini, orang-orang Yahudi di masa Kristus merasa dibenarkan ketika mereka menghukum mati Yesus yang menurut mereka telah melanggar tata cara Hukum Taurat dan menghujat Allah (Yes. 53:4; Yoh. 19:6-7). Namun kebenaran Yesus di hadapan Allah telah dipastikan secara ilahi dengan kebangkitan dan kenaikanNya ke syurga.

​Hari ini kita mengetahui bahawa Yesus Kristus dibangkitkan, kerana Roh Kudus telah dicurahkan kepada umat manusia (Kis. 2:29-33). Kita harus percaya di dalam Dia dan menerima injilNya; bila tidak, suatu hari nanti kita akan dihakimi (Kis. 17:31)

6.3 Roh Kudus membawa orang-orang berdosa kepada Tuhan

​Roh Kudus menginsafkan orang atas dosa, kebenaran dan penghakiman. Namun tujuanNya bukan hanya untuk melakukan ini semua, tetapi untuk menuntun orang-orang berdosa ke dalam jalan keselamatan dank e hadirat Allah. Alkitab memberitahukan kita bahawa Allah adalah Allah yang cemburu, dan NamaNya adalah Cemburu (Kel. 34:14). Di hari penghakiman, murkaNya akan diwujudkan begitu nyata sehingga orang-orang benar dan keji tidak dapat berdiri di hadapanNya (Rm. 1:18; Why. 6:12-17). Walaupun hari itu belum datang, Allah telah memberitahukan kita terlebih dahulu bahawa apa yang jahat akan mendapatkan imbalan yang jahat: ini adalah sifat keadilan. Kerana itu kita harus memperhatikan penghakiman yang akan datang setelah lematian (Ibr. 9:27). Sebagai manusia yang terbelenggu oleh daging dan dosa, kita tidak dapat menghindari kutukan maut. Namun Allah telah mempersiapkan jalan kelaur untuk kita, sebuah jalan yang dimungkinkan melalui kuasa Roh Kudus.

​Yesus berkata,”Aku adalah jalan, dan kebenaran dan hidup” (Yoh. 14:6). Jalan keluar dari penghakiman benar Allah dimungkinkan melalui kematian Yesus di kayu salib. Pada saat mengalami kesakitan luar biasa, Yesus berseru, “Eli, Eli, lama sabakhtani?” yang bererti “AllahKu, AllahKu, mengapa engkau meninggalkan Aku?” Saat Ia tergantung di sana, kegelapan datang meliputi daerah itu (Mat. 27:45-46). Hukum keadilan mengharuskan, kejahatan yang lebih besar mengakibatkan hukuman yang lebih besa; dan kematian Yesus yang amat sengsara menjadi kesaksian akan parahnya dosa-dosa dunia. Ia menderita penghakiman kebenaran Allah kerana Ia mengasihi dunia dan bersedia memenuhi keadilan Allah demi kita. Keadaan penyalibaan Yesus adalah sebuah panggilan agar umat manusia dengan gentar menyedari, betapa hukuman yang amat ngeri menanti orang-orang berdosa di neraka. Namun kita juga harus ingat bahawa kasihNya dapat menyelamatkan kita dari keadilan kebenaran Allah, kematian rohani dan api neraka yang tidak pernah padam (Mat. 25:41, 46)

​Memahami sepenuhnya kasih dan kemurahan Allah adalah hal yang selit; Ia datang ke dunia untuk mati demi kita dan menyediakan jalan keluar dari penghakiman. Namun ini bukanlah pertamakalinya Ia menyelamatkan umat manusia. Di masa Nuh, dunia juga penuh dengan kejahatan dan kekerasan. Kerana dosa-dosa manusia masa itu, murka Allah dicurahkan dalam bentuk air bah yang menenggelamkan seluruh bumi (Kej. 6:11-13, 17). Namun sebelum air bah itu turun, Ia menyiapkan sebuah jalan keluar bagi orang-orang benar, memerintahkan Nuh untuk membangun sebuah bahtera, agar mereka yang masuk ke dalamnya dapat diselamatkan (Kej. 6:18-20; 7:23). Begitu juga di hari-hari terakhir, sebelum dunia dihancurkan dengan api dan menghadapi hukuman kekal (II Ptr. 3:10; II Tes. 1:7-9) dalam Yesus Kristus akan dapat menghindari kehancuran kekal dan masuk ke dalam kehidupan kekal (Yoh. 3:16)

​Sebagai daging yang berdosa, kita semua akan menuai hukuman kematian secara fisik, seperti yang ditunjukkan Alkitab, upah dosa adalah maut (Rm. 6:23). Namun Allah mengutus Yesus Kristus, yang tidak berdosa, untuk menanggung dosa-dosa kita. Dengan demikian, Yesus menuai murka Allah ke atas diriNya (II Kor. 5:21; Yes. 53:5-6). Kerana itu siapa yang mencari pengungsian di bawah kayu salib dan bersandar kepadaNya, dapat menghindari murka Allah (Rm. 5:9)

​Roh Kudus memperlihatkan kepada kita jalan keselamatan dan kemerdekaan dari dosa. Namun lebih dari itu, Ia menuntun kita untuk bertobat dari dosa-dosa kita (Kis. 11:18) dan menggerakkan kita untuk mengerti penghakiman Allah yang sekarang. Melalui Roh Kudus, kita dapat memahami dengan lebih baik kenyataan dosa dan akibatnya sekarang, sebelum kita berbuat dosa di masa depan. Dengan begitu, Roh Kudus memegang peran yang tidak dapat diabaikan untuk menuntun orang-orang berdosa ke hadapan Allah (Kis. 2:31-41).

6.4 Roh Kudus mengampuni dosa

“Tuhan adalah penyayang dan pengasih,
panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
Tidak selalu Ia menuntut,
Dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam.
Tidak dilakukanNya kepada kita setimpal dengan dosa kita,
dan tidak dibalasNya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita,
tetapi setinggi langit di atas bumi,
demikian besarnya kasih setiaNya atas orang-orang yang takut akan Dia;
sejauh timur dari barat,
demikian dijatuhkanNya daripada kita pelanggaran kita.
Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya,
demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. ”
​​​​​​​​​Mazmur. 103:8-13

“Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pemdamaian kerana iman, dalam darahNya.Hal ini dibuatNya untuk menunjukkan keadilanNya, kerana Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaranNya.”
​​​​​​​​​Roma. 3:25

​Melalui pengilhaman Roh Kudus, orang-orang berdosa dapat bertobat dan berbalik kepada Allah. Seperti Ayah yang mengasihi anakNya, Allah akan mengampuni pelanggaran-pelanggaran anak-anakNya. Setelah berbuat berdosa terhadap Allah, Raja Daud menulis,”Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah” (Mzm. 51:17). Perjanjian Lama penuh dengan kisah-kisah karunia, kemurahan dan kesabaran Allah kepada orang-orang berdosa (Neh. 9:26-31)

​Dalam Perjanjian Baru, Allah memperlihatkan diriNya dalam rupa manusia, hidup bersama kita di dunia (Yoh. 1:1, 14). Tujuan kedatanganNya sebagai Yesus adalah untuk memanggil orang-orang berdosa untuk bertobat (Mat. 9:13). Alkitab berkata,”Sebab Allah mengutus AnakNya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkan nya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepadaNya, ia tidak akan dihukum” (Yoh. 3:17-18). Hari ini Roh Kudus meneruskan pelayanan Yesus di bumi melalui gereja, yang adalah tubuh Kristus, yang penuh dengan kehadiranNya.

​Selama ada di bumi, Yesus mengampuni dosa orang-orang, menyembuhkan yang sakit dan memberikan kedamaian (Mat. 9:2; Luk. 7:48). Bahkan saat Ia menghadapi kematian di kayu salib, Ia tidak melihat penderitaanNya sebagai sebuah prioritas; sebaliknya, Ia berdoa memohon pengampunan bagi musuh-musuhNya (Luk. 23:34; Yes. 53:12). Kemurahan hati Yesus adalah sesuatu yang patut kita teladan: kita perlu mengampuni orang lain, seperti Ia mengampuni kita.

​Setelah kebangkitan Yesus, Ia memberikan kuasa untuk mengampuni dosa kepada para rasul, penerus pelayananNya di bumi. Ia mengembusi mereka, berkata, “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” (Yoh. 20:22-23). Di sini kita melihat bahawa kuasa untuk mengampuni dosa datang bersamaan dengan Roh Kudus yang dijanjikan.

​Dipercayakan dengan pelayanan pengampunan dosa, para rasul mulai mengabarkan injil setelah menerima Roh Kudus pada hari Pentakosta. Pengampunan dosa terjadi dalam baptisan air melalui kuasa Roh Kudus dan darah Yesus. Dalam khotbahnya pada hari Pentakosta, Rasul Paulus menyatakan, “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu” (Kis. 2:38). Begitu juga Ananias mengatakan kepada Paulus, rasul pilihan Allah, “Dan sekarang mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan” (Kis. 22:16)

​Roh Kudus menginsafkan dunia atas dosa, kebenaran dan penghakiman, menembus kesedaran kita yang gelap. Ia membawa kita ke hadirat Allah sehingga Ia dapat mengampuni dan membenarkan kita. Pengampunan Allah hanya dapat terjadi melalui darah Yesus yang berharga, yang dicurahkan bagi banyak orang (Ef. 1:7). Tidak ada pengampunan dosa di bawah Hukum Taurat (Ibr. 9:22). Kerana itu pengampunan kita dimungkinkan melalui baptisan air dalam nama Yesus Kristus, dan Roh memberi kesaksian bahawa darah Yesus yang berharga ada di dalam air (I Yoh. 5:6-8; Yoh. 19:34-35). Sesungguhnya Roh Kudus adalah saksi dan juga penyelenggara pengampunan dosa dalam baptisan air, kerana Dialah yang mempunyai kuasa dan wewenang untuk melakukannya (Yoh. 20:22-23).

​Pekerjaan Roh Kudus sedang diwujudkan saat Roh menuntun orang-orang berdosa untuk datang ke gereja, menerima firman Allah dan bertobat dari dosa-dosa mereka (Kis. 2:38). Dalam perumpamaan tentang Anak yang hilang (Luk. 15:11), Yesus menggambarkan bagaimana Bapa Syurgawi mengampuni orang yang paling berdosa sekalipun, selama mereka kembali dan bertobat. Yesus berkata bahawa Allah adalah Bapa yang penuh kasih dan berbelas kasihan, dengan menanti-nanti menunggu kembalinya anakNya yang sesat.

6.5 Roh Kudus menyelamatkan manusia dari dosa

​Orang-orang berdosa ada di bawah kuasa Iblis, dan adalah budak-budak dosa (I Yoh. 5:19; Yoh. 8:34). Sebagai orang berdosa, kita tidak mempunyai kuasa menghadapi dosa; mungkin kita ingin berbuat baik, tetapi selalu saja jatuh ke dalam dosa (Rm. 7:15, 19). Ini dikeranakan kuasa dosa ada di dalam hukum dosa. Sebagai akibatnya, kita mungkin merasa bersalah kerana kenyataan menyedihkan bahawa kita tidak dapat membebaskan diri dan sifat dosa kita (Rm. 7:17-18, 20), dan kerana kita selalu saja terkunci di dalam peperangan tanpa akhir antara baik dan jahat yang bertempur di dalam hati kita (Rm. 7:21-23)

​Dalam keputusasaan, mungkin kita mendapati firi kita berseru-seru seperti Rasul Paulus:”Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?” (Rm. 7:24). Kadang sepertinya kita perlu berseru-seru sebelum kita dapat menerima karunia keselamatan Allah. Mungkin begitulah kita harus menyedari betapa tak berdayanya kita melawan kuasa dosa, sebelum pekerjaan penyelamatan Roh Kudus dapat mulai dilakukan. Untuk menghadapi kuasa dosa, kita membutuhkan kuasa Roh Kudus melawan kuasa hukum dosa; kita membutuhkan kuasa Roh Kudus. Rasul Paulus menyatakan,”Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut” (Rm. 8:2)

​Roma. 8:2 adalah kelanjutan dari Roma. Fasal 7. Roma. 7:25 menunjukkan bahawa hanya Yesus Kristus yang dapat menyelamatkan orang dari belenggu dosa. Namun dalam Roma. 8:2, kelihatannya Paulus berkata bahawa kuasa Roh kehidupanlah yang membebaskan kita dari kuasa dosa dan maut. Apakah ini bertolak belakang? Sama sekali tidak. Kedua ayat ini saling melengkapi untuk menunjukkan bahawa Yesus Kristus telah memberikan kuasa dan kekuatan untuk mengampuni dosa kepada Roh Kudus. Jadi setelah Roh Kudus menuntun kita dibaptis ke dalam Kristus, kita dibebaskan dari kuasa dosa. Melalui Roh kita dapat menemukan kebebasan rohani dalam Kristus (II Kor. 3:17). Jadi sebuah perubahan ajaib terjadi dari Roma. 7 hingga Roma 8: sebuah perubahan dari belenggu keputusasaan menjadi kebebasan yang sebenarnya tidak layak kita dapatkan.

​Sayang sekali, sebagian besar orang Kristian masih harus melarikan diri dari kondisi menyedihkan yang diungkapkan dalam Roma fasal 7 ini. Hingga mereka menerima injil sejati, mereka terus hidup tanpa harapan dan memikul beban belenggu dosa. Mereka masih harus menemukan kemerdekaan yang dijelaskan Paulus dalam Roma. 8. Kunci kemerdekaan rohani adalah dengan menempatkan fikiran kita pada hal-hal Roh, dan merendahkan diri menerima tuntunan Roh (Rm. 5:13; 8:4) dan pada kuasa pembaruanNya (Tit. 3:5).

6.6 Roh Kudus memberikan hidup

​Alkitab memberitahukan kita bahawa maut datang melalui dosa (Rm. 5:12) dan upah dosa adalah maut (Rm. 6:23). Hubungan antara dosa dengan maut sudah sangat jelas: dosa adalah sebab, dan maut adalah akibatnya. Maut adalah kematian fisik yang tidak dapat kita hindari, yang menanti setiap manusia; tetapi juga menunjuk pada kematian rohani.

​Alkitab mencatat penglihatan Nabi Yehezkiel tentang tulang-tulang kering di sebuah lembah. Lembah melambangkan dunia, sementara tulang-tulang kering adalah umat Allah yang hidup di dunia. Mereka tersesat dan tidak punya harapan (Yeh. 37:11). Secara fisik mereka Nampak hidup, tetapi secara rohani mereka mati (Yes. 37:1-2; Mat. 8:22). Hanya apabila Roh Allah masuk ke dalam tulang-tulang itulah, orang-orang dapat hidup kembali dan menjadi pasukan yang besar (Yeh. 37:4-5, 9-10, 14). Hari ini, lebih dari sebelumnya, kita membutuhkan kuasa Roh Kudus yang memberikan kehidupan dalam diri kita, dan dalam gereja kita.

​Orang umumnya lebih memperhatikan kebutuhan dan kenyamanan kehidupan sehari-hari, sementara mengabaikan pentingnya kehidupan rohani. Namun Yesus mengajarkan kita, “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?” (Mat. 16:26). Nampak jelas bahawa Tuhan memandang kehidupan rohani seseorang yaitu jiwa manusia, lebih penting daripada seluruh dunia, kerana manusia adalah ciptaanNya yang paling mulia. Itulah sebabnya Allah datang ke dunia dalam rupa manusia untuk mati di kayu salib, untuk menebus maut manusia dengan darahNya. Ia telah memberikan kita berkat kehidupan dan keselamatan yang datang melalui pekerjaan Roh Kudus (Rm. 8:2). Roh Kudus sendirilah, yangmembangkitkan orang-orang mati (Rm. 8:11) dan memberikan kehidupan yang berlimpah kepada mereka yang tinggal di dalamNya (Gal. 5:25; Yoh. 10:10)

6.7 Roh Kudus menghukum dosa

Barabgsiapa percaya kepadaNya, ia tidak akan dihukum, barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
​​​​​​​​​Yohanes. 3:18

Kerana itu tadi Aku berkata kepadamu, bahawa kamu akan mati dalam dosamu; sebab kamu tidak percaya, bahawa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.
​​​​​​​​​Yohanes. 8:24

​Sendirian, orang berdosa tidak dapat membebaskan diri mereka dari cengkeraman dosa. Namun melalui iman dan karunia Allah, Roh Kudus mengampuni dosa-dosa kita dan menyelamatkan kita dari kuasanya. Namun secara kontras Ia menghukum mereka yang tidak mempunyai iman. Kenyataannya, orang-orang tidak percaya akan tetap menjadi budak dosa sepanjang hidup mereka, dan mereka akan mati dalam dosa dan menghadapi penghukuman kekal. Kerana itu orang-orang Kristian mempunyai hutang kasih kepada mereka yang belum percaya: mereka harus membagikan injil yang telah mereka dengar, melalui kuasa Roh Allah.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di Syurga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di Syurga.
​​​​​​​​​Matius. 18:18

Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”
​​​​​​​​​Yohanes. 20:22-23

​“Ikat” pada Matius. 18:18 bererti “menginsafkan akan dosa”. “Tetap ada” di Yohanes. 20:22-23 serupa dengan hukuman atas dosa yang disebutkan dalam Matius. 18:18. Menurut janjia Yesus, Roh Kudus memberikan murid-murid kuasa untuk menghukum dosa. Namun kuasa ini ada pada Roh Kudus; para rasul (dan gereja) hanyalah alat yang digunakan untuk melakukan pekerjaanNya. Roh Kuduslah yang membawa orang-orang berdosa ke hadapan Allah, mengampuni mereka, dan memberikan kemerdekaan rohani dan hidup.

​Ketika kita mengabarkan injil, Roh Kudus dapat membawa karunia atau hukuman bagi mereka yang bendengar: mereka yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan kerana karunia (Mrk. 16:16); mereka yang tidak percaya akan dihukum kerana dosa-dosa mereka (Yoh. 3:16-18; II Tes. 1:7-9; Ibr. 6:4-8; 10:26-29). Kisah Para Rasul. 5:1-11 memberikan sebuah contoh kepada kita bagaimana Roh Kudus bekerja saat melakukan penghukuman dosa. Kerana itu kita harus memandang pekerjaan Roh Kudus dengan bersungguh-sungguh.

6.8 Roh Kudus mengutus para pekerja

Roh Tuhan ada padaKu,
oleh sebab Ia telah mengurapi Aku,
untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin;
dan Ia telah mengutus Aku
untuk menberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan,
dan penglihatan bagi orang-orang buta,
untuk membebaskan orang-orang yang tertindas.
​​​​​​​​​Lukas. 4:18-19

​Yesus ditugaskan untuk melakukan pelayananNya di bumi oleh Roh Kudus. Ketika tiba waktunya Ia terangkat ke Syurga, Ia mempercayakan pekerjaanNya kepada murid-muridNya (Yoh. 20:21). Ia mengembusi mereka untuk menandakan janji Roh Kudus (Yoh. 20:22), dan berkata, “sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu… Terimalah Roh Kudus” (Yoh. 20:21-22). Lalu Ia memerintahkan mereka untuk menunggu pencurahan Roh Kudus di Yerusalem (Luk. 24:49), yang tepat terjadi pada hari Pentakosta (Kis. 2:1)

​Kisah Para Rasul mungkin lebih tepat dinamakan “Kisah Roh Kudus”. Setelah turunnya Roh Kudus, para rasul menjadi alat yang penuh kuasa bagi Tuhan, dengan Roh Kudus yang menuntun mereka secara khusus dalam pelayanan mereka (Kis. 16:6-8). Contoh pekerjaan Roh Kudus antara lain:
• Memerintahkan Filipus untuk mengabarkan injil kepada sida-sida Etiopia (Kis. 8:29-35)
• Memerintahkan Petrus untuk pergi ke Kaisarea untuk mengabarkan injil kepada Kornelius sekeluarga (Kis. 10:19-43)
• Mengkhususkan Barnabas dan Paulus untuk pekerjaan Allah (Kis. 13:2-4)

Hari ini, pekerja-pekerja Allah tidak boleh membiarkan kehendak dan nilai-nilai manusia mengendalikan pekerjaan dan arah gereja; namun mereka harus dituntun dan diberi kuasa oleh Roh Kudus. Dan seperti di masa gereja awal, Roh Kudus harus menuntun pengutusan para pekerja.

Pekerjaan gereja bukan hanya tanggungjawab pekerja-pekerja yang diurapi, seperti penatua, pendeta dan diekan. Seluruh anggota adalah bagian dari tubuh Kristus, dan kerana itu pekerjaan gereja haruslah menjadi tanggungjawab dan tugas setiap anggota. Roh Kudus tidak hanya tinggal di dalam diri para pekerja. Namun Ia tinggal, dan mengarahkan setiap pekerja yang dengan rela menyerahkan hidupnya kepada Tuhan.

Pertanyaan ulasan

1. Berikan tiga contoh pekerjaan Roh Kudus pada Perjanjian Lama, kutip ayat-ayat Alkitab yang sesuai.
2. Berikan tujuh contoh pekerjaan Roh Kudus pada Perjanjian Baru, kutip ayat-ayat Alkitab yang sesuai.
3. Bagaimana Roh Kudus menginsafkan manusia akan dosa?
4. Bagaimana Roh Kudus menginsafkan manusia akan kebenaran?
5. Bagaimana Roh Kudus membawa orang-orang berdosa kepada Tuhan?
6. Bagaimana Roh Kudus mengampuni dosa?
7. Bagaimana Roh Kudus menginsafkan orang-orang berdosa kepada kebenaran?
8. Bagaimana Roh Kudus melepaskan manusia dari dosa?
9. Bagaimana Roh Kudus memberikan kehidupan rohani?
10. Bagaimana Roh Kudus menghukum dosa?
11. Bagaimana Roh Kudus menugaskan para pekerja?

________________________________________________________________________

1. Vine, W., E, Unger, Merrill F, dan White Jr. William, Vines’s Complete Exposotory Dictionary of Old and New Testament Words (Nashville, Atlanta, London and Vancouver. Thomas Nelson Pulishers 1985). G1651.

(Dibaca : 683 kali)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *