Doktrin Hari Sabat: Bab 4 (4.11 – Yesus Memegang Hari Sabat Dalam Kuburan)
| |

Doktrin Hari Sabat: Bab 4 (4.11 – Yesus Memegang Hari Sabat Dalam Kuburan)

4.11     Yesus memegang hari Sabat dalam kuburan

  1. Ayat-ayat Alkitab yang dirujuk

Mat 27: 57, 60, 62

57 Menjelang malam datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf dan yang telah menjadi murid Yesus juga…. 60 lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia… 62 Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus, 28:1 Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.

Mrk 15:42, 46

42 Sementara itu hari mulai malam, dan hari itu adalah hari persiapan, yaitu hari menjelang Sabat… 46 Yusuf pun membeli kain lenan, kemudian ia menurunkan mayat Yesus dari salib dan mengapaninya dengan kain lenan itu. Lalu ia membaringkan Dia di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu. Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintu kubur itu.

Luk 23:50, 54, 56

50 Adalah seorang yang bernama Yusuf. Ia anggota Majelis Besar, dan seorang yang baik lagi benar… 54 Hari itu adalah hari persiapan dan Sabat hampir mulai… 56 Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. Dan pada hari Sabat mereka beristirehat menurut hukum Taurat.

Yoh 19:41

41 Dekat tempat di mana Yesus disalibkan ada suatu taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang. 42 Kerana hari itu hari persiapan orang Yahudi, sedang kubur itu tidak jauh letaknya, maka mereka meletakkan mayat Yesus ke situ.

2. Tarikh dan Masa: 30AD selepas Yesus disalibkan

3. Tempat: Bukit Golgota di luar kota Yerusalem (17)

4. Plot:

(A) Yesus dan murid-murid-Nya merayakan perayaan Paskah pada hari Jumaat, Yesus ditangkap pada malam.

(B) Yesus dibicarakan dan disalibkan pada hari persiapan.

(C) Diturunkan pada waktu petang dan dikuburkan pada waktu malam (57-61) (42-47) (50-55) (31-42)

(D) Imam-imam kepala menyuruh orang menjaga kubur pada hari Sabat (62-66)

(E) Yesus memegang hari Sabat dalam kuburan (62-66) (56) (42)

(F) Pada fajar hari Ahad, Yesus bangkit dari gempa bumi (28:1) (16:1-2) (24:1-3) (20:1-2)

5. Renungan:

(A) Kelihatannya Yesus memang disalibkan pada hari Jumaat, dan dikebumikan oleh Yusuf pada waktu malam. Tubuh jasmani Yesus sememangnya melalui hari Sabat dalam kuburan. Kemudian, Yesus bangkit pada hari Ahad setelah gempa bumi dan memulakan satu peringkat baru dalam pekerjaan-Nya.

(B) Nampaknya Yesus terus memegang hari Sabat, tidak pernah memegang hari Ahad seumur hidup-Nya. Masa istirahat-Nya di dalam kubur turut diaturkan pada hari Sabat. Malah Yesus memulakan suatu peringkat baru dalam pekerjaan-Nya pada hari Ahad, bukan berehat pada hari Ahad. Oleh itu, murid-murid Yesus perlu mencontohi Yesus, beristirehat pada hari Sabat dan memulakan kerja pada hari Ahad.

(C) Umat Kristus selalu mengatakan oleh kerana Yesus bangkit pada hari Ahad maka perlu memegang hari Ahad. Walaupun Yesus bangkit pada hari Ahad, namun Dia tidak berehat pada hari berkenaan, sebaliknya memulakan pekerjaan baru pada hari tersebut. Yesus juga tidak pernah memesan manusia untuk memperingati kebangkitan-Nya. Oleh yang demikian, umat Kristus tidak perlu melakukan perkara yang tidak dipesan oleh Yesus dan memperingati kebangkitan Yesus pada hari Ahad. Seandainya tidak, bukankah kita juga perlu beristirehat dan memperingati hari Yesus disalibkan dan dikebumikan?

Luk 24:6 mencatatkan:

Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea. Dalam pesanan Yesus yang disampaikan melalui malaikat tentang ‘hal-hal yang perlu diingati’ oleh murid-murid-Nya juga tidak ada yang menyentuh harus memperingati hari kebangkitan-Nya. Yesus hanya memesan untuk memperingati kematian-Nya: 24 Dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringtan akan Aku!” 25 Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!” 26 Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.

Oleh itu, jika dimestikan mencari dan memperingati satu hari, maka sepatutnya memperingati hari kematian Yesus iaitu hari Jumaat dan bukannya pada hari Ahad yang mana Yesus telah bangkit. Nampaknya menjadikan hari Ahad sebagai peringatan hari kebangkitan Yesus adalah keinginan manusia dan bukannya kehendak Tuhan. Apakah bezanya menghapuskan pesanan Tuhan dengan adat manusia dengan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang ditegur oleh Yesus pada ketika itu? (Mrk 7:13)

Doktrin Hari Sabat: Bab 4 (4.10 – Menyembuhkan Pesakit Busung Air)
| |

Doktrin Hari Sabat: Bab 4 (4.10 – Menyembuhkan Pesakit Busung Air)

4.10     Menyembuhkan pesakit busung air

  1. Ayat-ayat alkitab yang berkaitan:

Luk 14:1-6

1 Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama. 2 Tiba-tiba datanglah seorang yang sakit busung air berdiri di hadapan-Nya. 3 Lalu Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu, kata-Nya: “Diperbolehkankah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?” 4 Mereka itu diam semuanya. Lalu Ia memegang tangan orang sakit itu dan menyembuhkannya dan menyuruhnya pergi. 5 Kemudian Ia berkata kepada mereka: “Siapakah di antara kamu yang tidak segera menarik keluar anaknya atau lembunya kalau terperosok ke dalam sebuah sumur, meskipun pada hari Sabat?” 6 Mereka tidak sanggup membantah-Nya.

2. Tarikh dan Masa: Lebih kurang pada tahun 30AD, pada musim bunga dalam tahun terakhir Yesus di dunia.

3. Tempat: Rumah salah seorang pemimpin orang-orang Farisi

4. Plot:

(A) Yesus makan di rumah salah seorang pemimpin (1)

(B) Di hadapan mereka terdapat seorang yang sakit busung air (2)

(C) Menguji Yesus sama ada boleh menyembuhkan pada hari Sabat (3)

(D) Yesus tidak berkata apa-apa lalu terus menyembuhkan pesakit tersebut dan menyuruhnya pergi (4)

(E) Yesus membincangkan peraturan atau ketetapan orang-orang Yahudi (boleh menyelamatkan ternakan pada hari Sabat) (5)

(F) Orang-orang Farisi tidak sanggup membantah-Nya (6)

5. Renungan

(A) Ini adalah catatan terakhir tentang Yesus menyembuhkan pesakit pada hari Sabat. Dari teks dapat dilihat dengan jelasnya bahawa ini adalah perangkap dari orang-orang Farisi. Mereka dengan sengaja menjemput seorang yang sakit busung air hadir ke jamuan dan menjemput Yesus makan. Mereka berharap untuk menangkap Yesus dengan perangkap ini.

(B) Kali ini Yesus menyembuhkan pesakit tanpa berkata sepatah pun dan menyuruhnya pergi. Kemudian, baru Dia berdebat dengan orang-orang Yahudi.

(C) Yesus membalas dengan menyoal tentang peraturan dan kebiasaan yang selalu dilakukan oleh mereka sendiri. Ini adalah kerana peraturan mereka masih membenarkan untuk menyelamatkan ternakan pada waktu kecemasan.

(D) Dari pandangan manusia biasa, ternakan yang bernilai tidak seberapa pun boleh diselamatkan pada hari Sabat, apatah lagi manusia yang lebih bernilai dari ternakan tidak boleh diselamatkan pada hari Sabat?

(E) Catatan ini mempunyai persamaan dengan peristiwa dalam butiran di atas, malah ini lebih menyatakan bahawa Yesus memegang hari Sabat dari awal hingga ke akhir. Dia bukan sahaja tidak menetapkan hari kudus yang baru, bahkan juga tidak menetapkan suatu hari yang lain hanya untuk kesenangan manusia. Ini lebih lagi menekankan bahawa hari Sabat diadakan untuk manusia dan hari Sabat adalah hari yang mendatangkan berkat kepada manusia.

Doktrin Hari Sabat: Bab 4 (4.9 – Menyembuhkan Perempuan Yang Lapan Belas Tahun Dirasuk Roh)
| |

Doktrin Hari Sabat: Bab 4 (4.9 – Menyembuhkan Perempuan Yang Lapan Belas Tahun Dirasuk Roh)

4.9    Menyembuhkan perempuan yang lapan belas tahun dirasuk roh

  1. Ayat-ayat Alkitab yang berkaitan:

Luk 13:10-17

10 Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat. 11 Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bongkok punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak. 12 Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: “Hai ibu, penyakitmu telah sembuh.” 13 Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah. 14 Tetapi kepala rumah ibadat gusar kerana Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: “Ada enam hari untuk bekerja. Kerana itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat.” 15 Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: “Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keldainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman? 16 Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, kerana ia adalah keturunan Abraham?” 17 Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita kerana segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.

2. Tarikh dan Masa: Lebih kurang tahun 30AD, pada musim bunga dalam tahun terakhir Yesus berada di dunia.

3. Tempat: Desa Yahudi

4. Plot:

(A) Yesus mengajar di rumah ibadat pada hari Sabat (10)

(B) Melihat seorang perempuan yang telah lapan belas tahun dirasuk roh sehingga sakit sampai bongkok punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak (11)

(C) Yesus menumpangkan tangan, penyakitnya terus sembuh (12-13)

(D) Perempuan itu memuliakan Allah (13)

(E) Kepala rumah ibadat gusar dan menegur Yesus (14)

(F) Yesus menegurnya sebagai orang-orang munafik (15-16)

(G) Semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita kerana segala perkara mulia yang telah dilakukan-Nya (17)

5. Renungan:

(A) Perbuatan Yesus berbelas kasihan terhadap manusia akhirnya tetap dialu-alukan manusia. Ini adalah kerana perbuatan ini memanfaatkan manusia dan tidak mendatangkan keburukan.

(B) Pemimpin-pemimpin memang tahu boleh membawa lembu dan keldai ke tempat minuman pada hari Sabat, tetapi tidak bersetuju pula dengan perbuatan Yesus yang menyelamatkan manusia pada hari Sabat. Sememangnya orang-orang Farisi melihat selumbar di mata orang lain sedangkan balok di dalam mata tidak diketahui mereka.

3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? 4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. 5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu. (Mat 7:3-5)

Ini bukanlah naif, melainkan sempit fikiran dan kurang kasih. Berpengetahuan tetapi tidak mempunyai kasih adalah penyakit biasa pemimpin-pemimpin yang ditegur ketika itu.

(C) Sebelum peristiwa ini, Yesus menggunakan perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbunga, mencangkul tanah dan memberi pupuk sebagai contoh, mengharapkan agar mereka bertaubat dan memulihkan kasih. Ini adalah harapan Yesus terhadap umat Kristus yang telah kehilangan firman kebenaran. Kita juga sedang membincangkan perihal hari Sabat dengan hasrat ini.

(D) Setakat ini, Yesus masih masuk ke dalam rumah ibadat pada hari Sabat dan memperingati hari Sabat, cuma cara-Nya berlainan dengan pemimpin agama pada ketika itu.

Doktrin Hari Sabat: Bab 4 (4.8 – Menyembuhkan Orang Buta)
| |

Doktrin Hari Sabat: Bab 4 (4.8 – Menyembuhkan Orang Buta)

4.8 Menyembuhkan orang buta

  1. Ayat Alkitab berkenaan

Yoh 9:1-14

1 Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. 2 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?” 3 Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi kerana pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. 4 Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja. 5 Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia.” 6 Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi 7 dan berkata kepadanya: “Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam.” Siloam ertinya: “yang diutus.” 8 Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek. 8 Tetapi tetangga-tetangganya dan mereka, yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, berkata: “Bukankah dia ini, yang selalu mengemis?” 9 Ada yang berkata: “Benar, dialah ini.” Ada pula yang berkata: “Bukan, tetapi ia serupa dengan Dia.” Orang itu sendiri berkata: “Benar, akulah itu.” 10 Kata mereka kepadanya: “Bagaimana matamu menjadi melek?” 11 Jawabnya: “Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat.” 12 Lalu mereka berkata kepadanya; “Di manakah Dia?” Jawabnya: “Aku tidak tahu.” 13 Lalu mereka membawa orang yang tadinya buta itu kepada orang-orang Farisi. 14 Adapun hari waktu Yesus mengaduk tanah dan memelekkan mata orang itu, adalah hari Sabat.

2. Tarikh dan Masa: Lebih kurang pada musim bunga atau musim panas tahun 29AD

3. Tempat: Kota Yerusalem

4. Plot:

A) Yesus melihat seorang buta (1, 16)

B) Murid-murid bertanya Yesus sebab orang itu buta (2-5)

C) Yesus meludah dan mengaduknya dengan tanah lalu mengoleskannya pada mata orang buta dan menyuruhnya untuk membasuh dirinya di kolam Siloam (6-7)

D) Orang-orang sekeliling berasa hairan dan bertanya kepadanya (8-13)

E) Orang-orang Farisi bertanya tentang diri orang tersebut dan orang tuanya (15-)

5. Renungan:

A) Orang-orang Farisi menegur Yesus kerana Dia menyembuhkan penyakit pada hari Sabat; malah menganggap Yesus bukan datang dari Allah kerana Yesus tidak memegang peraturan yang mereka tetapkan. Namun, Yesus menafikannya. Nampaknya terdapat perbezaan cara fikiran mereka dengan Yesus dari segi:

<Memegang perintah Allah> dan <Memegang hukum nenek moyang>, <mengasihi manusia> dan <memegang hukum taurat>, <boleh melakukan kebaikan> dan <tidak boleh berbuat apa pun>.

Dari segi memperingati hari Sabat sebagai hari yang kudus pula, kedua-dua perkara adalah tidak saling bertentangan.

B) Lebih kurang sama dengan Yoh 5:2-18 dalam Butir 4.3. Terdapat beberapa persamaan antara kedua ini:

(a) Pesakit yang telah lama sakit. Salah seorang telah sakit untuk 38 tahun, seorang lagi sejak dilahirkan.

(b) Yesus mahu pesakit berbuat sesuatu untuk menunjukkan iman mereka. Salah seorangnya melanggar peraturan pada ketika itu dan mengangkat tilam lalu berjalan, seorang lagi membasuh diri di kolam Siloam. Yesus sendiri turut bekerja dengan meludah dan mengaduk tanah serta mengoleskannya pada mata pesakit.

Yesus ditegur kerana melanggar hari Sabat, namun Yesus menafikannya. Nampaknya Yesus begitu mengambil berat tentang diri-Nya supaya dapat memegang hari Sabat.

Doktrin Hari Sabat: Bab 4 (4.7 – Yesus Membincangkan Cara Memegang  Hari Sabat)
| |

Doktrin Hari Sabat: Bab 4 (4.7 – Yesus Membincangkan Cara Memegang Hari Sabat)

4.7 Yesus membincangkan cara memegang hari Sabat

  1. Ayat-ayat Alkitab yang berkaitan:

Yoh 7:14-24

21 Jawab Yesus kepada mereka: “Hanya satu perbuatan yang Ku lakukan dan kamu semua telah hairan. 22 Jadi: Musa menetapkan supaya kamu bersunat – sebenarnya sunat itu tidak berasal dari Musa, tetapi dari nenek moyang kita – dan kamu menyunat orang pada hari Sabat! 23 Jikalau seorang menerima sunat pada hari Sabat, supaya jangan melanggar hukum Musa, mengapa kamu marah kepada Ku, kerana Aku menyembuhkan seluruh tubuh seorang manusia pada hari Sabat. 24 Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil.”

2. Tarikh dan Masa: Berkemungkinan ketika perayaan Pondok Daun pada tahun 29AD, setelah mengajar di rumah ibadat.

3. Tempat: Rumah ibadat

4. Plot:

A) Pada hari raya Pondok Daun, Dia masuk ke Bait Allah dan mengajar. Orang ramai hairan dengan perbuatan-Nya (14-15)

B) Yesus mengatakan pengajaran-Nya adalah firman Allah. Mereka pula ingin membunuh-Nya kerana ini (16-21)

C) Yesus mengatakan bahawa imam-imam boleh menyunat pada hari Sabat, dan menyerukan agar mereka usah menghakimi-Nya kerana menyembuhkan penyakit (22-24)

5. Renungan:

A) Di sini mencatatkan perdebatan antara Yesus dan ahli-ahli Taurat.

B) Imam boleh menyunat pada hari Sabat agar umat pilihan tidak melanggar hukum. Imam boleh menyesuaikan keperluan manusia dengan begitu senang, mengapa Yesus tidak boleh menyesuaikan dan menyenangkan keperluan pesakit dengan menyembuhkan mereka? Ini juga adalah prinsip yang ditekankan Yesus tentang <Hari Sabat diadakan untuk manusia>.

Doktrin Hari Sabat: Bab 4 (4.6 – Kembali Ke Nazaret Untuk Memegang Hari Sabat)
| |

Doktrin Hari Sabat: Bab 4 (4.6 – Kembali Ke Nazaret Untuk Memegang Hari Sabat)

4.6 Kembali ke Nazaret untuk memegang hari Sabat

  1. Ayat-ayat Alkitab yang berkaitan:

Mat 13:54-58

54 Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: “Dari mana diperoleh-Nya hikmat dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu? 55 Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? 56 Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?” 57 Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” 58 Dan kerana ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.

Mrk 6:1-6

1 Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. 2 Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? 3 Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. 4 Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.” 5 Ia tidak dapat mengadakan satu mujizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. 6a. Ia merasa hairan atas ketidakpercayaan mereka.

2. Tarikh dan Masa: Kira-kira pada musim bunga, tahun 29AD, sebelum perjalanan Yesus kali ketiga ke Galilea.

3. Tempat: Rumah ibadat di Nazaret

4. Plot:

(A) Yesus masuk ke rumah ibadat pada hari Sabat (54) (1-2)

(B) Orang ramai takjub dengan pengajaran dan mukjizat Yesus (54) (2)

(C) Orang ramai menolak Yesus kerana mengenali kaum keluarga-Nya (55-57) (3-4)

(D) Yesus meninggalkan tempat itu setelah menyembuhkan beberapa orang (58) (5-6)

5. Renungan:

(A) Catatan ini agak ringkas, hanya mencatatkan Yesus masuk ke rumah ibadat dan mengajar serta menyembuhkan orang pada hari Sabat; tidak berbeza dengan kebiasaan-Nya.

(B) Orang-orang di sana berasa takjub dengan kuasa dan hikmat Yesus, tapi juga menghina Yesus dan tidak menghormati-Nya kerana mengenali kaum keluarga.