Doktrin Hari Sabat: Bab 2 (2.2.4 – Hari Sabat Ditambah Dengan Perayaan)
2.2.4 Hari Sabat ditambah dengan perayaan
Apabila Tuhan menetapkan aktiviti-aktiviti dalam perayaan, Ia juga menetapkan aktiviti perayaan untuk hari Sabat:
Akan tetapi pada hari yang kelima belas bulan yang ketujuh itu pada waktu mengumpulkan hasil tanahmu, kamu harus mengadakan perayaan bagi TUHAN tujuh hari lamanya; pada hari yang pertama, haruslah ada perhentian penuh, dan juga pada hari kedelapan, harus ada perhentian penuh (Im 23:39).
Hari-hari Sabat yang ditetapkan khas ini merupakan Hari Sabat yang berperayaan supaya dapat dibezakan daripada Hari-hari Sabat yang lain. Contohnya, hari pertama pada bulan yang ketujuh, hari kesepuluh, hari kelima belas dan hari kedua puluh dua.
“Katakanlah kepada orang Israel, begini: Dalam bulan ketujuh, pada tanggal satu bulan itu, kamu harus mengadakan hari perhentian penuh yang diperingati dengan meniup serunai, yakni hari pertemuan kudus. Janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat dan kamu haruslah mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN.” TUHAN berfirman kepada Musa: “Akan tetapi pada tanggal sepuluh bulan yang ketujuh itu ada Hari Pendamaian, kamu harus mengadakan pertemuan kudus dan harus merendahkan diri dengan berpuasa dan mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN. Pada hari itu, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah hari Pendamaian untuk mengadakan pendamaian bagimu di hadapan TUHAN, Allahmu. Kerana setiap orang yang pada hari itu tidak merendahkan diri dengan berpuasa, haruslah dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya. Setiap orang yang melakukan sesuatu pekerjaan pada hari itu, orang itu akan Kubinasakan dari tengah-tengah bangsanya. Janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagimu turun-temurun di segala tempat kediamanmu. Itu harus menjadi suatu Sabat, hari perhentian penuh bagimu, dan kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa. Mulai pada malam tanggal sembilan bulan itu, dari matahari terbenam sampai matahari terbenam, kamu harus merayakan Sabatmu.”TUHAN berfirman kepada Musa: “Katakanlah kepada orang Israel, begini: Pada hari yang kelima belas bulan yang ketujuh itu, ada Hari Raya Pondok Daun bagi TUHAN tujuh hari lamanya. Pada hari yang pertama, haruslah ada pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat. Tujuh hari lamanya, kamu harus mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN, dan pada hari yang kedelapan, kamu harus mengadakan pertemuan kudus dan mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN. Itulah hari raya perkumpulan, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat. Itulah hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN yang harus kamu maklumkan sebagai hari pertemuan kudus untuk mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN, iaitu korban bakaran dan korban sajian, korban sembelihan dan korban-korban curahan, setiap hari sebanyak yang ditetapkan untuk hari itu, belum termasuk persembahan-persembahanmu atau segala korban nazarmu atau segala korban sukarelamu yang kamu hendak persembahkan kepada TUHAN. Akan tetapi pada hari yang kelima belas bulan yang ketujuh itu pada waktu mengumpulkan hasil tanahmu, kamu harus mengumpulkan hasil tanahmu, kamu harus mengadakan perayaan bagi TUHAN tujuh hari lamanya; pada hari yang pertama, haruslah ada perhentian penuh dan juga pada hari yang kedelapan, harus ada perhentian penuh (Im 23:24-39).
Hari-hari Sabat ini adalah sama seperti Hari Sabat pada setiap minggu. Umat Tuhan tetap melepaskan segala pekerjaan, berehat dan bersukacita beribadah kepada Tuhan. Namun, pada hari-hari Sabat berperayaan ini, umat Tuhan perlu menguasai hati sendiri:
Hari itu harus menjadi sabat hari perhentian penuh, bagimu dan kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa. Itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya (Im 16:31).
