16. Hendaklah Mengerti Dengan Jelas Akan Kasih Karunia Tuhan
|

16. Hendaklah Mengerti Dengan Jelas Akan Kasih Karunia Tuhan

Alkitab tertulis : Kita diselamatkan adalah berasal dari Kasih Karunia Tuhan.

Tetapi tentang Kasih Karunia/Anugerah tersebut, banyak yang tidak mengenal dan tidak mengerti.  Sebab Kasih Karunia/ Anugerah bukan ditunjukkan terhadap jasmani, atau yang diberikan oleh materi.

Kasih Karunia/Anugerah bermacam-macam, serta luas lingkungannya.

Terdapat “segala” Kasih KaruniaNya (Mzm 103 : 2).

Sumber segala “Kasih Karunia” (1 Ptr 5 : 10).

“Kekayaan” Kasih Karunia (Ef 1 : 9).

Kasih Karunia “Yang melimpah” (Ef 1 : 8).

Kasih Karunia “Yang lebih besar” (Yak 4 : 6).

Macamnya adalah sebagai berikut :

1.      Mendapat pengampunan dosa kerana Kasih Karunia (Ef 1 : 7;  Rm 3 : 24).

Sebab berbahagialah yang memperoleh pengampunan dosa (Rm 4 : 7-8).

2.      Orang yang di dalam dosa, dapat terpilih untuk percaya kepada Tuhan, adaah suatu Kasih Karunia (Rm 11 : 5).

3.      Jiwa yang mati di dalam dosa, memperoleh keselamatan dan hidup kembali adalah suatu Kasih Karunia (Ef 2 : 5-6).

4.      Memperoleh Roh Kudus, dan roh yang mati hidup kembali (Yeh 37 : 14), maka memperoleh Roh Kudus adalah Kasih Karunia.

Alkitab tertulis : Kasih Allah telah dicurahkan didalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita (Rm 5 : 5).

5.      Memperoleh iman dan Kasih adalah Kasih Karunia (1 Tim 1 : 14).

6.      Memperoleh hikmat adalah Kasih Karunia (Kis 7 : 10), sekarang adalah memberikan hikmat keselamatan mengerti Firman Kebenaran (2 Tim 3 : 15;  1 Kor 2 : 7).

7.      Dengan pertolongan Roh Kudus, dapat mengalahkan kejahatan untuk melakukan kebajikan adalah Kasih Karunia (Rm 7 : 25).

8.      Dapat mengerjakan pekerjaan kudus Tuhan adalah Kasih Karunia (Ef 3 : 7-9).

9.      Hari Sabat adalah Kasih Karunia (Kej 2 : 1-2;  Kel 31 : 17;  Yes 58 : 13-14).

10.    Mempersembahkan adalah Kasih Karunia (2 Kor 8 : 1-4;  9 : 7-8;  Mal 3 : 10;  Ams 11 : 24-25).

11.    Dapat bertahan dalam pencobaan adalah Kasih Karunia (Yak 1 : 12).  Mengalahkan penderitaan adalah Kasih Karunia yang lebih besar (1 Ptr 4 : 12-14;  5 : 10).

12.    Suatu duri di dalam tubuh, juga adalah Kasih Karunia, maka hendaklah mengucap syukur dengan senang hati (2 Kor 12 : 17-18).

Orang yang mengasihi Tuhan, di dalam segala perkara apapun, semuanya berada dalam Kasih Karunia, segalanya datang dengan Kasih Karunia (Rm 8 : 28).

Terhadap Kasih Karunia yang beraneka macam ini, kita harus mengerti dengan jelas, bahkan harus sering mengucap syukur, serta menjaganya, barulah sebagai umat Kristian yang sesungguhnya untuk memperoleh bahagia yang kekal.

 

15. Sampah Dan Mustika Yang Tak Ternilai
|

15. Sampah Dan Mustika Yang Tak Ternilai

Flp 3 : 7-8 –  Inilah Injil yang diberitakan dengan jelas, sehingga Paulus rajin terhadap Firman (Injil) tersebut.

Setiap umat Kristian yang rajin, semua harus mencapai lingkungan kepercayaan ini.

Sekarang akan diterangkan tentang sampah dan mustika yang dilihat dengan jelas oleh Paulus.

I.       SAMPAH

Sampah dapat diertikan sebagai debu, iaitu kotoran yang dibuang oleh manusia.  Pada hal bermacam-macam benda yang dipandang oleh manusia di dunia ini semuanya adalah semacam sampah.

Yang terpenting terdapat 3 bagian yang dapat diketahui :

1.      Tubuh manusia diciptakan oleh debu tanah (Kej 2 : 7).

Setelah mati tetap kembali kepada tanah (Kej 3 : 19).

Sungguh rosak menjadi debu tanah, di dalam Alkitab terdapat beberapa bagian yang mencantumkan dengan jelas (Mzm 90 : 3;  103 : 14;  146 : 4).

Terutama bencana alam, peperangan, kebakaran, kecelakaan pesawat udara, kamatian manusia yang sangat mengerikan, tubuh berubah menjadi debu, bahkan mudah tak terdengar lagi (Ref : Yes 5 : 25;  Yer 16 : 4;  25 : 33).

  • Apabila bukan Roh Penyelamatan, bagaimana memeliharanya, cepat atau lambat menjadi debu.

2.      Rumah serta segala perabotan (Dan 2 : 5).

Bangunan yang besar dan megah, serta perabotan yang berharga di dalamnya.  Apabila terjadi kebakaran, gempa bumi, pemboman, meledaknya bom atom, bukankah sekejap mata, lalu berubah menjadi debu?

Hal tersebut dapat dilihat ketika terjadi perang dunia kedua di Taiwan, pesawat udara yang meledak, gempa bumi besar di bagian daerah tengah Kha Ie, kebanjiran pada akhir-akhir ini, kebakaran di setiap kota utara dan selatan, dapat terlihat sangat jelas sekali.

3.      Perhiasan emas dan perak :

Yang dipandang oleh manusia sebagai benda yang berharga, seperti perhiasan emas dan perak.

Tetapi, benda-benda yang berharga itu, ketika mengalami kebakaran, semuanya pun menjadi debu.

Wang sekarang dicetak dengan kertas, sekalipun wang perak, apabila mengalami kebakaran, juga akan menjadi debu.  Pepatah Tiongkok mengatakan, “Wang bagaikan debu”.

Yang tercantum dalam Alkitab lebih jelas (Yeh 7 : 19).

Sehingga dapat diketahui bahawa perhiasan emas dan perak sesungguhnya bukan perhiasan, maka itu janganlah tamak.

  • Isi dunia semuanya hampa (Pkh 1 : 4).

Raja Salomo dalam segala kemegahannya tidak lebih dari sekuntum bunga bakung (Mat 6 : 29).

Yang mengasihi dunia, sesungguhnya adalah orang bodoh (1 Yoh 2 : 15-17;  Luk 12 : 16-21).

Apabila memiliki wang atau harta (orang kaya), hendaklah berbuat baik dan mempersembahkan hartanya (1 Tim 6 : 17-19).

II.     MUSTIKA

Segala isi dalam dunia adalah sampah, bukan perhiasan (mustika), hanya yang ditunjukkan oleh Paulus barulah mustika.

  • Dalam Alkitab Perjanjian Lama diberitahukan bahawa takut akan Allah, itulah sebagai mustika (Yes 33 : 6).

Yesus adalah Allah, maka dengan pengenalan Paulus akan Yesus, adalah sebagai mustika kebenaran yang sesungguhnya (sejati).

Alasan bahawa Yesus sebagai mustika, sebagai berikut :

1.      Ia adalah Tuhan segala isi bumi, Tuhan kehidupan, JuruSelamat, Yang agung dan mulia, Kasihnya tidak terbatas.  Selain Dia, di bawah langit dan di atas langit tidak ada yang diingini oleh penulis Mazmur (Mzm 73 : 25;  Kid 5 : 10, 16).

2.      Ia tiada awal dan akhir, kekal selamanya, kehidupan pun di dalam Dia (Yoh 1 : 4;  11 : 25;  14 : 6).

Ia datang ke dalam dunia, iaitu memberikan hidup kekal kepada orang yang dipercaya kepadaNya (Yoh 6 : 47-48;  1 Yoh 5 : 11-12).

3.      Segala yang diberikan oleh Yesus adalah mustika :

a.      Darah yang kudus (1 Ptr 1 : 19).

b.      Kebenaran (Mat 24 : 35).

c.      Roh Kudus (2 Kor 4 : 7;  Rm 8 : 2;  Ef 1 : 13-14).

d.      Memberikan suatu bagian yang tidak dapat binasa (1 Ptr 1 : 4).

e.      Memberikan iman juga adalah mustika (1 Ptr 1 : 7).

Memperoleh Yesus, sesungguhnya tidak akan kekurangan sesuatu apapun (Mzm 23 : 1).

Menjadi orang terkaya dan berbahagia (2 Kor 6 : 10).

  • Segala mustika, sekarang berada di dalam Gereja Benar (Ef 1 : 23).

Anggota Jemaat Gereja Benar iaitu memperoleh segala mustika ini.

Apabila mempunyai pengertian seperti Paulus, dan memandang bahawa segala hal di atas dunia adalah sebagai sampah, maka tidak akan mengasihi dunia lagi;  Hanya dengan meneguhkan iman, tidak berhenti mengucap syukur, tekun beribadah kepada Allah, dan segala mustika yang diperolehnya dipegang dengan baik dan bersandar kepada Roh Kudus, maka pada saat kedatangan Tuhan kembali, dapat dijemput ke Syurga untuk menikmati kemuliaanNya.

14. Nasihat Rohani Tentang Tuhan Memecahkan Roti
|

14. Nasihat Rohani Tentang Tuhan Memecahkan Roti

Mat 14 : 14-21;  Mrk 6 : 34-40 :

Tanda mujizat tersebut mengandung erti yang sangat penting di dalamnya, keempat Injil mencantumkan dengan jelas dan teliti.

I.       MENUNJUKKAN KASIH KEMURAHAN TUHAN

(Mat 15 : 32 – pada kesempatan lain, ketika membagikan roti dicantumkan dengan jelas).

Segala perkara yang dilakukan Tuhan, semuanya berdasarkan kerana belas kasihan, pemberitaan Injil, penyembuhan dan lain-lain (Mat 9 : 12-13;  Mrk 1 : 40-41).

II.     PARA MURID TIDAK MEMPUNYAI KASIH, INGIN MENYURUH SEMUA ORANG PULANG (Mat 14 : 15)

Pada hal tugas murid Tuhan adalah harus memberi kepada yang lapar untuk memperoleh makanan (Yak 2 : 13).

III.    KELAPARAN ORANG BANYAK PERTANDA LAPAR KEROHANIAN (Am 8 : 11;  Yes 55 : 2)

Kehausan rohani, tidak dapat dipenuhi oleh makanan (Yoh 4 : 13).

IV.    YANG ADA PARA MURID TIDAK BANYAK, HANYA 5 KETUL ROTI DAN 2 EKOR IKAN (Mrk 5 : 38)

Sekalipun yang ada hanya sedikit, namun dapat digunakan untuk mengasihi orang lain.

V.     ROTI ITU DIPERSEMBAHKAN DARI SEORANG ANAK KECIL (Yoh 6 : 9)

Yang patut diperhatikan adalah hal ini, sebab justru orang dewasa kurang kasih, hanya kasih dari anak itu dapat menggerakkan hati orang.

VI.    DISERAHKAN KEPADA TUHAN UNTUK DIBERKATI BERGUNA BESAR (Mat 14 : 18)

Janganlah kita mengandalkan segala kemampuan sendiri, serahkan segala yang ada pada tangan Tuhan untuk dipakai, harta benda, bakat, hikmat, kepandaian dan lain-lain.  Terutama Firman Kebenaran Rohani, sekalipun yang ada tidak banyak, apabila bagi Tuhan, setelah Tuhan memberkati dan menolong, maka akan mendapat pertolongan yang berguna untuk menolong orang lain.

VII.  TUHAN PERINTAHKAN SEMUA ORANG UNTUK MENERIMA DENGAN TERTIB (Mrk 6 : 39-40)

Melakukan sesuatu di dalam Tuhan, tidak boleh gaduh tanpa ketertiban (1 Kor 14 : 40).

Penghidupan dan tingkah laku bangsa Israel di padang gurun mempunyai peraturan yang sangat ketat (Bil 2).

Ketika menyerang kota Yerikho (Yos 6).

Cara Gidion memilih tentera (Hak 7).

  • Di samping Tuhan perintahkan semua orang untuk duduk di atas rumput secara tertib, juga suatu pelajaran kasih dari Tuhan.  Sebab orang terlau banyak, maka dengan ketertiban, baru semuanya mendapat bagian.  Pada saat itu, semua orang sudah lelah, membiarkan semua orang duduk beristirehat, dan makan dengan senang.

VIII. TUHAN MENENGADAH KE LANGIT DAN MENGUCAP BERKAT (Mrk 6 : 41)

Semua makanan diberikan oleh Allah, maka sebelum menerima, terlebih dahulu harus mengucap syukur dan mohon berkat, lalu boleh diberikan kepada orang dengan sepuasnya.

IX.    MEMECAHKAN (Di dalam ayat bagian depan)

Yakni adalah kehancuran yang berguna bagi orang;  Apabila tidak dipecahkan, maka hanya satu orang yang memperoleh makanan, hal ini menunjukkan kepada jemaat, agar mengasihi orang lain dengan mengorbankan diri, pemecahan yang semakin hancur, dapat dibagikan kepada orang semakin banyak.

Menunjukkan bahawa semakin berkorban menghancurkan diri, memusnahkan diri, akan banyak menolong dan berguna bagi orang lain.  Seperti gandum yang digiling halus menjadi tepung, baru dapat dibuat menjadi roti bagi kehidupan orang.

13. Tuhan Sedang Mengawasi
|

13. Tuhan Sedang Mengawasi

Ayb 10 : 4 –  Hendaklah memperhatikan ayat ini, bahawa mata Allah mengawasi segala hal (2 Taw 16 : 9;  Ams 15 : 3;  Ibr 4 : 13).

Perkara dunia tidak perlu dibicarakan, bahkan setiap perkara yang dilakukan umat Kristian, semuanya diawasi oleh Tuhan;  Maka segala perkara yang dilakukan, harus dijaga, sama sekali tidak boleh ada yang ceroboh dan tidak jujur.  Apa yang diawasi oleh Tuhan?

I.       MENGAWASI IMAN

Ketika Tuhan berada di dunia, sering menyebut “Iman”, orang yang datang memohon kepadaNya, seperti terhadap perwira (Mat 8 : 9-10, 13).

Terhadap orang yang lumpuh, serta orang yang membawanya (Mat 9 : 2).

Terhadap perempuan yang menderita pendarahan (Mat 9 : 20-22).

Hati orang Farisi, bahkan dibencinya (Luk 16 : 15).

II.     MENGAWASI DOA (Mat 6 : 6)

Doa orang Farisi dan pemungut cukai merupakan perumpamaan yang sangat nyata sekali (Luk 18 : 9-14).

Permohonan yang tekun dan tulus, akan digenapi (1 Sam 1 : 10-12, 19-20;  Mat 20 : 29-34;  Mrk 10 : 46-52).

Salah berdoa, Tuhan tidak akan mendengar (Yak 4 : 3).

III.    MENGAWASI IBADAH

Meskipun orang Farisi beribadah, tetapi tidak tulus, akhirnya percuma saja (Mat 15 : 8).

Yang dikehendaki Allah iaitu menyembah dengan roh dan Kebenaran (Yoh 4 : 23).

Berdiam dirilah di hadapan Allah (Hab 2 : 20).

Dan jagalah langkah (Pkh 4 : 17).

Tidak boleh menjalankan ibadah secara lahiriah, namun pada hakikatnya memungkiri kekuatannya (2 Tim 3 : 5).

  • Kebaktian pada hari Sabat juga harus berdasarkan kerana sungguh-sungguh, baru memperoleh berkat (Yes 58 : 13-14).

IV.    MENGAWASI PELAYANAN

Umat Kristian yang memperoleh berkat Anugerah, hendaklah bertanggungjawab di dalam pelayanan.  Mertua Petrus setelah memperoleh kesembuhan dari Tuhan, lalu segera bangun melayani Tuhan, serta menjadi teladan bagi umat Kristian (Mat 8 : 14-15).

  • Tetapi melayani Tuhan harus berdasarkan dengan kesungguhan hati;  Ada yang dihadapi dengan pelayanan seperti Marta (Luk 10 : 40-41) dan Simon yang mengundang Tuhan makan (Luk 7 : 36, 40-46).
  • Maria melayani dengan mempersembahkan minyak wangi-wangian, iaitu persembahan yang paling sungguh-sungguh, sehingga Tuhan sangat memujinya (Mat 14 : 8-9).

V.     MENGAWASI PERSEMBAHAN

Mempersembahkan harus dengan hati yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, pengucapan syukur dengan hati yang sungguh-sungguh, maka persembahannya baru diperkenanNya.

  • Meskipun janda miskin itu hanya mempersembahkan dua keping wang, namun memperoleh pujian Tuhan yang sangat besar, telah mengalahkan orang kaya yang banyak persembahannya (Luk 21 : 1-4).
  • Kedua suami-isteri Ananias, meskipun telah menjual sawah ladangnya, namun kerana mempersembahkan dengan pura-pura, bahkan telah dikutuk, dan menjadi contoh peringatan (Kis 5 : 1-11).
  • Persembahan Daud bagi pembangunan Bait, adalah suatu teladan yang sangat baik untuk persembahan yang sungguh-sungguh (1 Taw 29 : 3-5, 13-17).

VI.    MENGAWASI KEKUDUSAN

Hal kekudusan ini, mempunyai hubungan yang sangat besar dengan keselamatan, sebab tanpa kekudusan tidak akan melihat Tuhan (Ibr 12 : 14).

Tetapi kudus bukan hanya sebelah luar saja, yang penting sebagai perhiasan batiniah (1 Ptr 3 : 3-5).

Orang Farisi paling dibenci oleh Tuhan, iaitu hanya menghiasi sebelah luar sahaja, namun di dalam hatinya penuh dengan tulang-belulang seperti kuburan (Mat 23 : 5-7, 25, 27-28).

Pikiran, tutur kata, perbuatan di dalam kehidupan, pekerjaan, tidak ada satu hal yang dapat terhindar dari pengawasan mata Tuhan (Mzm 139 : 2).  Hendaklah segala perkara diteliti, tanpa kesalahan.

12. Saudara Yang Kekasih
|

12. Saudara Yang Kekasih

Surat Kisah Para Rasul di dalam Perjanjian Baru, penulisnya menyebut umat Kristian sebagai “Saudara yang kekasih” atau “Saudara-saudaraku”;  Kata-kata itu sangat banyak sekali.

Di dalam Kitab Yakobus yang pendek pun sudah dapat dibaca sebanyak 12 kali, yakni suatu pengajaran penting, yang patut diperhatikan.

Di antara para murid Tuhan, yang disebut sebagai saudara, sudah tentu bukan saudara sedaging (sekandung) atau sebagai “Saudara seantero laut”.

Melainkan adalah saudara seiman di dalam Roh, yang terhormat, yang kekasih, yang di dalamnya penuh dengan kesukaan serta pengucapan syukur.

Tetapi, bagaimana dapat disebut sebagai saudara-saudara seiman yang kekasih?

Harus terdapat 5 syarat di bawah ini :

I.       HARUS DILAHIRKAN MENJADI ORANG YANG ROHANI, DI DALAM RUMAH ALLAH, GEREJA SEJATI, MENJADI SEPERTI ORANG-ORANG SERUMAH (Yoh 3 : 5-6;  Ef 2 : 18-19)

  • Memperoleh Roh Kudus dan bersaksi adalah sebagai anak-anak Allah, bersama-sama di dalam satu rumah Allah, menjadi saudara-saudara seiman, baru disebut “Saudara kekasih” yang sesungguhnya (Rm 8 : 16).

II.     MELAKSANAKAN KEHENDAK ALLAH DENGAN TAAT (Mat 12 : 48-50)

Bukan menghormati Tuhan, hanya di dalam bibir (Mat 15 : 8).

Bagi orang yang tidak taat melaksanakan kehendak Allah, maka Tuhan tidak mengenal dia, sehingga dibuang ke luar dari Kerajaan Syurga, bagaimana dapat disebut sebagai saudara? (Mat 7 : 22-23).

III.    HARUS MENJADI KUDUS (Ibr 2 : 11)

Sebab Allah adalah kudus (1 Ptr 1 : 15).

Apabila kita memasuki rumah Allah, menjadi saudara sama seperti orang serumah, tetapi tidak kudus, maka tidaklah layak (Ruj : Ibr 12 : 14;  1 Tes 4 : 3).

  • Untuk mencapai kekudusan, maka harus sering bersandar kepada Injil Kebenaran dan pertolongan Roh Kudus (Yoh 17 : 17;  Gal 5 : 16;  Kol 3 : 5-9).

Disamping itu harus ada perbezaan dengan orang-orang dunia yang kotor dan najis itu (2 Kor 6 : 14-18;  Im 2 : 26).

IV.    DIBENCI DAN DIANIAYA ORANG

Sebab yang dipilih oleh Allah, menjadi orang di dalam rumah Allah, iaitu sudah bukan milik dunia lagi, dan akan dibenci oleh dunia (Yoh 15 : 18-19).

Di dalam Kitab Wahyu menunjukkan bahawa yang menjadi saudara-saudara pelayan Tuhan, harus menerima penganiayaan, bahkan dibunuh (Why 6 : 9-11).

V.     ADA BAGIAN DALAM KESUSAHAN (Why 1 : 9)

Seumur hidup, Yohanes telah mengalami segala penderitaan bagi Tuhan, setelah masa tuanya lebih menderita lagi di Pulau Patmos.  Yang bersaksi dia “adalah Saudaramu”, sungguh sangat berharga.

Seumur hidup, Paulus banyak menderita bagi Tuhan (2 Kor 11 : 23-28) iaitu saudara yang patut dihormati serta patut dicontoh.

  • Apabila hanya nama saja umat Kristian, tetapi tidak pernah menderita oleh kerana Injil, atau menerima penderitaan sedikit, namun tidak bersabar, lalu bersungut-sungut.  Bagaimana dapat disebut saudara kekasih?

 

11. Celakalah Orang Yang Meninggalkan Allah
|

11. Celakalah Orang Yang Meninggalkan Allah

Yer 17 : 5-8: Yang paling bahagia di antara manusia adalah yang bersandar kepada Allah;  Yang paling celaka adalah orang yang meninggalkan Allah.

Sebab : Jika meninggalkan Allah, maka akan dibuang oleh Allah, sehingga tidak dapat diselamatkan (1 Taw 28 : 9).

  • Yang meninggalkan Allah, maka kebahagiaan (berkat) akan berbalik menjadi malapetaka (Yos 24 : 20).
  • Yang meninggalkan Allah, akan dibinasakan semua oleh Allah (Mzm 73 : 27).
  • Yang meninggalkan Allah, namanya akan tercatat dibumi (Yer 17 : 23).

Kalau demikian, siapakah orang yang meninggalkan Allah?  Dan yang bagaimanakah baru meninggalkan Allah?

I.       ORANG YANG TIDAK BERSANDAR KEPADA ALLAH (Yes 1 : 4;  Yer 2 : 13)

II.     YANG MENINGGALKAN FIRMAN ALLAH, SEBAB FIRMAN ITU ADALAH ALLAH (Yoh 1 : 1)

Hal ini bukan hanya bagi orang yang tidak percaya, sekalipun telah menjadi umat Kristian, apabila menyia-nyiakan Firman Allah, dan tidak mahu mendengarkan terhadap Firman itu, atau sekalipun mendengar, namun tidak memegangnya, tidak mentaati, iaitu meninggalkan Allah.

  • Nenek moyang tidak mentaati Firman Allah, lalu telah meninggalkan Allah (Kej Pasal 3).
  • Kerana Rehabeam meninggalkan Hukum Taurat, maka diserahkan kepada musuh (2 Taw 12 : 1-5).

III.    BAGI YANG MENINGGALKAN ROH KUDUS, SEBAB ROH KUDUS ADALAH ALLAH DAN TUHAN (2 Kor 3 : 17)

Apabila Roh Kudus berada, maka Tuhan pun berada (Yoh 14 : 16-18;  1 Yoh 3 : 24-25).

Setelah Roh Allah meninggalkan Saul, maka ia menjadi milik iblis (1 Sam 16 : 14).

Setelah Roh Allah meninggalkan Simson, maka ia dibawa oleh musuh dan menerima malapetaka (Hak 16 : 19-21).

IV.    BAGI YANG MENINGGALKAN GEREJA BENAR, SEBAB GEREJA ADALAH TUBUH TUHAN (Ef 1 : 23)

Umat Kristian adalah anggota tubuh Tuhan, bagi yang meninggalkan, maka akan kehilangan nyawa (1 Kor 12 : 12, 27).

Umat Kristian adalah ranting dari pokok anggur, bagi yang meninggalkan, maka pasti akan kering (Yoh 15 : 1-5).

Gereja adalah rumah Allah (1 Tim 3 : 15), bagi yang meninggalkan rumah tersebut akan binasa (Yos 2 : 18-19).

V.     BAGI YANG MENINGGALKAN KASIH, SEBAB ALLAH ADALAH KASIH (1 Yoh 4 : 8)

Yang tidak mempunyai kasih, maka tidak ada Allah, dan orang tersebut ada di dalam kebinasaan (1 Yoh 3 : 14).

Pada saat penghakiman, bagi yang tidak mempunyai kasih maka akan dibuang di luar Kerajaan Syurga (Mat 25 : 41-43).

Bagi yang mempunyai kasih, akan hidup di dalam Tuhan selama-lamanya (1 Kor 13 : 13).

Janganlah melakukan beberapa hal tersebut, sehingga akan murtad dari Allah yang hidup (Ibr 3 : 12).