22. Hikmat Tentang Semut
|

22. Hikmat Tentang Semut

Ams 6 : 6-11 : Menerangkan inti dari erti ayat tersebut terdapat pula pada (Ams 30 : 24-25).

Tidak hanya pada semut, namun terhadap segala binatang ciptaan Allah, apabila diperhatikan dengan teliti, semuanya terdapat pengajaran yang baik (Ayb 12 : 7-8).

Apabila manusia tidak diajar, maka tidak dapat sefaham dengan binatang hasil yang tidak berjiwa itu.  Manusia melihat semut dapat memperoleh hikmat, ada beberapa macam pengajaran yang dapat dipelajari :

I.       SANGAT RAJIN

Semut seringkali berjalan-jalan, bekerja dengan semangat untuk mencari makanan, apabila manusia malas dan tidak mahu bekerja, pasti tidak akan memperoleh makanan, juga tidak akan mudah mendapat makanan dari milik orang lain (2 Tes 3 : 10-12).

1.      Tuhan Yesus rajin bakerja sebagai teladan (Yoh 5 : 17).

Tidak hanya tugas kudus dalam pemberitaan Injil, terhadap tugas dalam dunia pun, sejak masih kecil sudah membantu Yusuf sebagai tukang kayu (Mrk 6 : 3).

2.      Musa memimpin bangsa Israel melalui padang gurun selama 40 tahun, telah memimpin 2 juta orang, pasti sangat sibuk, bahkan telah menulis 5 Kitab Musa.

Penguraian dalam Kitab Ulangan sampai matinya, ia tidak beristirehat (Ul 33, 34).

3.      Pekerjaan Paulus (Kis 20 : 24, 27, 31).

Di dalam penjara ia telah menulis 5 buah surat Kiriman untuk jemaatnya.

  • Terhadap tugas jasmani dan rohani ini, apabila kita rajin seperti ini, maka tidak lebih daripada semut.

II.     MENYEDIAKAN MAKANAN UNTUK MASA AKAN DATANG

Pada musim kemarau, ketika makanan berlimpah, maka semut mencari makanan terus menerus, untuk dikumpulkan dan ditimbun sebagai persediaan untuk digunakan saat kekurangan makanan pada musim dingin;  Kita sebagai umat Kristian, harus menyediakan makanan Rohani seperti ini.

  • Sekarang adalah tugas Gereja Benar pada zaman hujan akhir Roh Kudus, iaitu saat makanan Rohani berlimpah, hendaklah Injil Kebenaran dengan segala kekayaannya diam di dalam hati (Kol 3 : 16).

Bersiap-siap apabila kelak mengalami penganiayaan, ketika tidak dapat memajukan pekerjaan kudus, maka barulah dapat dihadapi dengan kekuatan rohani tersebut.  Ketika Yusuf di Mesir, dalam masa tahun kelimpahan, telah menimbun makanan yang sangat banyak, untuk persiapan dalam tahun-tahun kelaparan yang akan datang itu.  Iaitu memberikan teladan kepada kita terhadap Inji ini (Kej 41 : 42-49).

III.    TIDAK EGOIS

Setelah semut menemukan makanan, lalu mengumpulkan teman sejenisnya, dan tidak dimakan sendiri, yakni binatang yang tulus;  Dalam huruf Tionghua ditulis sebagai jenis serangga yang tulus.

  • Tuhan mengajarkan : “Memperoleh dengan cuma-cuma, kerana itu berikanlah pula dengan cuma-cuma” (Mat 10 : 8).

Apabila melakukannya demikian, barulah disebut Kasih;  Barangsiapa mempunyai harta namun tidak memberi kepada orang lain, bagaimanakah Kasih Allah dapat ada di dalam dirinya (1 Yoh 3 : 17;  Yak 2 : 15-17).

  • Ketika Elisa sedang lapar dan orang lain memberikan 20 roti jelai kepadanya, maka ia segera membagikan kepada orang banyak (2 Raj 4 : 42-44).
  • Anak kecil mempersembahkan 5 ketul roti dan 2 ekor ikan yang ada serta dibagikan oleh Yesus kepada orang banyak, iaitu mempunyai semangat seperti semut.

IV.    SEHATI BERGOTONG ROYONG

Meskipun semut bertubuh kecil, sering kali barang yang lebih besar beberapa puluh kali lipat dari dirinya, dapat digotong hingga sampai ke dalam lobang, iaitu kerana mereka bergotong royong.

Apabila kita dalam segala perkara dapat sehati bekerja sama, maka pasti dapat menyelesaikan tugas yang besar serta sulit, ketika umat Israel menyerang kota Yerikho (Yos 6).

Pekerjaan pada zaman Nehemia untuk memperbaiki bangunan kota Yerusalem, semuanya adalah teladan yang sangat baik.  Kita harus mempunyai semangat bergotong royong dalam melakukan tugas besar seperti semut, dalam melakukan tugas Kudus bagi gereja, sehati sejiwa untuk berjuang (Flp 1 : 27).

V.     MENGETAHUI KESUSAHAN AKAN DATANG, LALU PINDAH TEMPAT UNTUK MENGHINDARINYA

Kita sering melihat, beberapa hari sebelum banjir datang, maka semut dengan bergerombol memindahkan makanannya ke tempat yang tinggi, sungguh merupakan suatu hikmat yang sangat baik.

Pada akhir zaman ini dimana malapetaka akan segera tiba, dan setelah kita melihat Alkitab, maka kita sudah memahaminya;  Bukankah kita segera untuk menghindarinya atau tetap mengasihi dunia seperti Lot?  Pengajaran tentang ayat Kebenaran ini tidak sedikit, apabila membaca beberapa bagian selanjutnya, maka akan lebih mengerti lagi (Kej 19 : 12-19;  Mat 24 : 16-19;  Why 18 : 4;  Yes 51 : 6;  Luk 21 : 29-36).

  • Mempelajari pengajaran tentang semut yang kecil itu, sesungguhnya sangat penting sekali, Kita sebagai manusia jangan sampai kalah dengan bangsa serangga yang sangat kecil itu.

 

21. Bilur Pada Yesus
|

21. Bilur Pada Yesus

Yes 53 : 4-5 : Menurut nubuat para nabi, kerana Yesus menyelamatkan kita, maka menerima penganiayaan, menerima kehancuran dan bermacam-macam penderitaan;  Supaya kita memperoleh kesembuhan, memperoleh keselamatan dan memperoleh ketenteraman.

Dan luka yang diterima oleh Yesus bagi kita itu, apabila tidak diteliti dengan jelas, dikira hanya luka pada saat disalibkan dengan tangan kaki yang terpaku saja.

Pada hal luka yang diterima oleh Tuhan untuk menyelamatkan kita, sungguh terlalu banyak, bahkan sangat hebat.

Orang yang telah beroleh anugerah keselamatan harus mengerti, bahawa bilur yang diterima oleh Tuhan sangat banyak.

Maka harus diingat dan tak lupa mengucap syukur, untuk meneguhkan iman dan membahas anugerah Tuhan.

 

I.       BERAPA BANYAK BILUR YANG DITERIMA TUHAN?

1.      Terdapat beberapa bagian di atas tubuhNya.

a.      Luka akibat ditinju dan dipukul oleh orang yang menganiaya Dia (Mat 26 : 66-67).

Luka yang membengkak, namun tidak mengalirkan darah.

b.      Luka akibat disesah (Mrk 15 : 15).

Cambuk waktu itu berduri, di hujung depannya berkail, Tuhan dicambuk sampai punggungNya seperti membuat alur bajak (Mzm 129 : 3).

c.      Luka akibat tertusuk mahkota duri di atas kepala (Yoh 19 : 2).

Terdapat beberapa lubang luka yang kena paku.

d.      Mzm 22 : 17 – Telah menusuk tangan dan kaki, iaitu dipaku di atas kayu salib, luka tangan kaki yang dipantek dengan paku besar, luka ini berjumlah 4 lubang.

e.      Setelah putus nyawaNya, lambungNya ditusuk dengan tombak oleh serdadu (Yoh 19 : 33-34).  Besar lubang dari luka itu sehingga dapat ditembus dengan tangan (Yoh 20 : 37).

2.      Luka yang lebih hebat di dalam jiwa :

a.      Kerana bangsa di kota kudus tidak bertobat, sehingga pasti binasa, maka Ia bersedih bagi mereka (Luk 19 : 41-44).

b.      Kesedihan hati pada saat berdoa di taman Getsemani (Mat 26 : 37-38;  Ibr 5 : 7).

c.      Cela orang, telah mematahkan hati Tuhan (Mzm 69 : 20) sehingga hatiNya hancur luluh seperti lilin (Mzm 22 : 15).

d.      Pada saat 3 jam terakhir di atas kayu salib, kepedihan lukaNya seperti terbakar di dalam api, bumi pun telah gelap, dan Tuhan ditinggalkan oleh Allah Bapa, kesedihan Tuhan pada saat itu, sungguh sukar untuk dilukiskan, hanya dari perkataan Tuhan pada saat itu dapatlah diketahui (Mat 27 : 45-46).

 

II.     HUBUNGAN LUKA TUHAN DENGAN KITA :

1.      Tuhan yang tidak berdosa, mengganti hukuman kita yang berbuat dosa (2 Kor 5 : 21;  1 Ptr 2 : 22-24;  3 : 18).

2.      Kasih Tuhan yang besar untuk menyelamatkan kita (Yes 53 : 4-6;  Rm 5 : 7-8;  1 Yoh 4 : 10).

3.      BilurNya adalah Kemuliaan bagi kita, Ia mengenakan mahkota duri, supaya kita memperoleh mahkota kemuliaan.

 

III.    SEMANGAT KITA YANG HARUS ADA TERHADAP LUKA TUHAN

1.      Sama sekali tidak boleh lupa dengan Anugerah Tuhan (Mzm 103 : 2).

Jangan menyia-nyiakan Kasih Karunia tuhan (2 Kor 6 : 1).

2.      Sering diingat bahawa Tuhan telah mengandung dan melahirkan kita (Kid 8 : 5).

3.      Mempersembahkan diri dan hidup bagi Tuhan (2 Kor 5 : 14-15;  Rm 14 : 7-8).

4.      Rela menderita bagi Tuhan (Flp 1 : 29), bahkan rela berkorban jiwa bagi Injil (1 Yoh 3 : 16).

  • Maka dari itu, mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup dalam melayani Tuhan, itulah ibadahmu yang Benar.

 

20. Teladan Baik Dari Maria Ibu Tuhan
|

20. Teladan Baik Dari Maria Ibu Tuhan

Luk 1 : 26-33:  Maria adalah orang pertama sebagai perempuan yang memperoleh berkat Anugerah.  Sebab sejak zaman nenek moyang sampai kini, beribu-ribu perempuan, hanya dialah yang terpilih sebagai ibu dari Tuhan, yakni kerana kepercayaannya dan akhlaknya yang sangat sempurna, sehingga dapat dijadikan sebagai contoh bagi segenap jemaat.  Di sini akan ditunjukkan satu persatu segala kebaikannya dengan jelas.

I.   TINGGAL DALAM SUASANA BURUK/JAHAT, NAMUN TIDAK TERNODA OLEH KEBIASAAN BURUK TERSEBUT (Yoh 1 : 46)

Pada saat itu, Nazaret adalah suatu tempat yang tidak berpenghuni orang baik (Yoh 1 : 46), sebab hubungan dengan orang luar dari utara dan selatan (Asyur, Mesir, dan lain-lain) semua tinggal di tempat tersebut.

Keburukan adat semakin kuat, sehingga umat hidup didalam kegelapan (Mat 4 : 15-16).

Hanya Maria sebagai bunga teratai di dalam kolam, namun tidak ternoda sedikit pun.

  • Orang yang hidup di dalam suasana kejahatan, namun dapat memelihara kesucian, adalah teladan umat Kudus yang paling berharga, Yusuf dan Daniel adalah orang-orang tersebut.

II.     IA HANYA TAKUT AKAN ALLAH, MEMULIAKAN TUHAN SEBAGAI YANG MAHA BESAR (Luk 1 : 46)

Sebab yang sungguh takut akan Allah, maka menjauhi kejahatan (Ams 16 : 6;  Ayb 1 : 1).

III.    BERGEMBIRA KERANA ALLAH (Luk 1 : 47)

Iaitu bergembira bagi Allah, maka dalam hatinya merasa puas, terang bercahaya dan berpengharapan, serta tidak tergoda oleh kesenangan dunia yang berfantasi itu.

IV.    MEMILIH SUAMI TIDAK MEMANDANG PARAS :

Yusuf adalah orang yang terhina pada saat itu, menurut berita Yusuf berusia 40 tahun lebih, namun kasih belum menikah.  Usianya jauh lebih besar dari Maria yang 20 tahun, Yusuf tidak tampan dan sangat miskin, tetapi Maria mahu menikah dengan dia.  Oleh kerana ia mengenal Yusuf sebagai “orang yang tulus” (Mat 1 : 19).

  • Yusuf adalah orang yang tulus, hanya dapat dilihat dalam Matius pasal 1 dan pasal 2 : Iaitu dalam segala perkara ia selalu taat pada perintah Allah dan melaksanakannya (Mat 1 : 24;  2 : 14, 21-22).

Serta menghormati orang, meskipun ia mencurigai terhadap kehamilan Maria, namun tidak mahu menghina dia secara nyata (Mat 1 : 19).  Bahkan yang lebih dapat dipuji adalah setelah menikah dengan Maria, ia tidak bersetubuh dengan Maria, sampai Yesus dilahirkan (Mat 1 : 24-25).

V.     SENANG BERGAUL DENGAN SAUDARA SEIMAN, DAN MEMUJI ALLAH BERSAMA (Luk 1 : 39-41, 56)

Ia pergi melawat Elisabeth yang jauh, untuk bersama-sama memuliakan Anugerah Allah, bersama-sama memuji Allah, serta tinggal bersama untuk beberapa hari dan tidak mahu berpisah, sesuai dengan Injil Kebenaran yang terdapat dalam Kitab Mazmur dan Kitab Ulangan (Mzm 96 : 1-4;  Ul 11 : 19).

VI.    BERSABAR KERANA TUHAN :

Kehamilannya, bahkan Yusuf sebagai orang yang tulus pun mencurigainya;  Maka dapat diketahui, bahawa ia menerima penghinaan dari orang lain tanpa dalih, ia hanya menuruti kehendak Allah, dan menerima dengan kesabaran.

Serta menerima kesedihan, kerana memperoleh petunjuk bagi anak yang akan diahirkan itu (Luk 2 : 35).  Maka pada saat penggenapan, ia mentaati kehendak Allah semuanya, hatinya bagai ditusuk dengan pisau, juga tetap bersabar (tahan) sampai akhir (Ruj : Yoh 19 : 26).

VII.  BAIK DALAM PENDIDIKAN ANAK :

Sejak Yesus masih kanak-kanak, sudah senang akan Alkitab (Luk 2 : 46-47).

Di rumah, dalam segala hal selalu menurut akan ibubapa;  Setelah pergi memberitakan Injil, terhadap Alkitab sangat memahaminya, memegang hari Sabat menjadi kebiasaanNya (Luk 4 : 16).

  • Maria sesungguhnya adalah orang yang dipuji sepanjang masa (Luk 1 : 42, 48) yang patut diperingati, dihormati oleh umat selanjutnya, terlebih lagi harus mencontoh teladan kebaikannya serta melaksanakannya.

 

19. Melupakan Apa Yang Telah Di Belakang Dan Mengarahkan Diri Kepada Yang Di Depan
|

19. Melupakan Apa Yang Telah Di Belakang Dan Mengarahkan Diri Kepada Yang Di Depan

Flp 3 : 13-14 :  Jemaat harus menurut seperti apa yang dikatakan oleh Paulus, untuk mengarahkan ke depan, yakni pemupukan rohani yang penting.

I.       MELUPAKAN YANG DI BELAKANG

Yang dimaksud dengan yang “di belakang” adalah menunjukkan hal yang telah lalu (Yes 43 : 18).

Tetapi bukanlah mencakup keseluruhannya;  Apabila termasuk perkara yang baik, hendakah diperingati dan jangan diupakan, seperti Kasih Karunia Tuhan, pengajaran Alkitab, dan lain-lain (Mzm 103 : 2).

  • Hendaklah melupakan hal yang telah di belakang, ada 3 bagian yang penting :

1.      Kejahatan yang telah dilakukan dahulu (Ef  2 : 3;  4 : 18-19).

Iaitu adat buruk, kebiasaan buruk, perbuatan buruk, atau tahyul, ajaran sesat, menuruti hawa nafsu.

  • Alkitab mengajarkan : Harus menanggalkan manusia lama (Ef 4 : 22).

Seperti Bartimeus, ketika mengikut Yesus, maka menanggalkan jubah yang dikenakannya (Mrk 10 : 50).  Serta harus membuang hati yang mengasihi akan dunia dahulu (1 Yoh 2 : 15) dengan tidak menengok ke belakang (Luk 9 : 62) yakni mencontoh teladan umat kudus dahulu yang mengikut akan Tuhan (Kej 12 : 1, 4;  Ibr 11 : 24-25).

2.      Kejahatan orang lain : Kejahatan manusia terhadap orang lain sering diingat, dikutik, dimaki-maki, tetapi sebagai murid Tuhan janganlah demikian, Tuhan memberikan suatu pengajaran yang penting (Mat 6 : 14-15;  5 : 23-24).

Pelayanan Yusuf terhadap para abangnya yang menjual dia adalah suatu teladan yang baik (Kej 45 : 1-8).

3.      Kebaikan sendiri : Kebaikan/kebajikan apapun serta jasa dan lain-lain.

Hendaklah melakukan seperti yang diajarkan oleh Tuhan (Mat 6 : 1-4).

Bahkan setelah percaya kepada Tuhan, lalu melakukan pengajaran, mengasihi orang, melakukan pekerjaan kudus, mempersembahkan miliknya dan lain-lain semuanya jangan diingat dan memegahkan diri (Luk 17 : 10).

II.     MENGARAH KE DAPAN :

Tidak henti-hentinya mengarah ke depan, supaya akhirnya dapat mesuk Kerajaan Allah (Mat 11 : 12).

Yang harus diarahkan terdapat 4 hal :

1.      Terhadap pengajaran rajin mohon kemajuan :

Meskipun telah percaya beberapa tahun, serta telah mengerti berbagai macam pengajaran, namun jangan merasa puas, melainkan hendaklah rajin belajar dengan tidak henti-hentinya (Ul 5 : 1;  31 : 12;  17 : 18-19).

Dipelajari, sehingga pengajaran itu menjadi kaya didalam kamu (Kol 3 : 16).

Bekerja di dalam hati (1 Tes 2 : 13).

Barangsiapa yang merasa kenyang, ia akan menjadi lapar (Luk 6 : 25).

2.      Rajin melaksanakan Firman dan mengeluarkan buah :

Tuhan memilih muridNya adalah hendak mengutus supaya sering mengeluarkan buah (Yoh 15 : 16).

Hendaklah mengeluarkan buah, untuk kemuliaan Alah (Yoh 15 : 8).

Permohonan doa Paulus bagi Gereja adalah berbuah yang melimpah (Flp 1 : 9-10).

Serta berusaha menurut seperti yang ditunjukkan dalam Kitab Petrus, senantiasa menuntut kemajuan, sehingga berbuahkan Kasih yang terdapat di dalam mahupun di luar dengan penuh (2 Ptr 1 : 5-11).

  • Buah Kasih adalah yang terpenting (1 Kor 13 : 13), sekalipun sering kekurangan (Rm 13 : 8), namun hendaklah memohon dengan tidak henti-hentinya (1 Kor 14 : 1;  1 Tim 6 : 11).  Buah-buah yang lain, iaitu sikap kebajikan juga harus menuntut kemajuan tanpa henti-hentinya.

3.      Rajin bekerja bagi Tuhan :

Tuhan memilih kita adalah untuk menjadi saksi bagiNya (Yes 43 : 10).

Apa yang dilakukan oleh Tuhan, maka jemaat pun harus melakukannya (Yoh 14 : 12).

  • Orang yang belum percaya kepada Tuhan terlalu banyak, mereka akan binasa di dalam dosanya (Ams 24 : 11-12;  Yeh 3 : 18).
  • Tugas Gereja pun banyak, maka hendaklah rajin menurut kepandaian dan Karunia yang diperolehnya masing-masing (Rm 12 : 6-8;  Flp 1 : 27).

Yang bekerja bagi Tuhan pasti memperoleh pahala (1 Kor 15 : 58).

Yang tidak bekerja bagiNya akan terkutuk (Yer 48 : 10).

4.      Rajin mempersembahkan :

Tugas ini, banyak jemaat yang masih belum melakukannya dengan sekuat tenaga;  Hendaklah memperhatikan nasihat Alkitab serta melaksanakannya (Ibr 13 : 16;  Ams 11 : 24;  2 Kor 9 : 9-15) terutama harus memberi persepuluhan sebagai kewajiban (Mal 3 : 8-10).

Patut diingat : Persembahan yang sedikit dari anak kecil, bermanfaat sangat besar.

18. Suatu Perkara Yang Indah Dalam Masa Kanak – Kanak Yesus
|

18. Suatu Perkara Yang Indah Dalam Masa Kanak – Kanak Yesus

Luk 2 : 40-52:  Sejak antara masa kanak-kanak Tuhan Yesus sampai pada usia 30 tahun pergi memberitakan Injil, Alkitab tidak mencantumkan riwayat hidupNya.  Sebab dalam hal ini, Yesus bertugas sebagai anak manusia, yang membantu ayah ibuNya di rumah.

Sebelum keluar untuk mengerjakan pekerjaan Kudus mengenai Kerajaan Syurga, maka tidak perlu untuk mencantumkanNya.

Tetapi hanya dalam Kitab Lukas ada pengajaran Firman yang sangat penting yang harus kita pelajari dan melaksanakannya.

I.       SUATU TELADAN BAIK SEBAGAI IBU BAPA :

Sejak anak-anak masih kecil, maka harus memimpin mereka untuk berbakti kepada Allah.

1.      Perjalanan dari Nazaret sampai ke Yerusalem sangat jauh, sebelum Yesus berusia 12 tahun, meskipun ibu bapaNya belum pernah membawa Dia ke kota kudus untuk berbakti kepada Allah, namun di dalam rumah sudah mengajar Dia untuk takut akan Allah, serta memperlajari Alkitab, sehingga telah memupuk imanNya dengan baik.

2.      Perjalanan dari Nazaret ke Yerusalem, harus ditempoh 4 sampai 5 hari;  Ketika Yesus berusia 12 tahun, setelah sampai pada masa raya, maka ibu bapaNya membawa anak kecil itu dalam perjalanan jauh untuk beribadah kepada Allah.  Yakni lebih menyatakan sikap orang tua (ibu bapa) yang memperhatikan anaknya untuk berbakti kepada Allah.

3.      Keluarga Maria sangat miskin, perjalanan pulang pergi ke Yerusalem untuk beribadah kepada Allah, memerlukan waktu 10 hari;  Demi untuk beribadah kepada Allah, mereka rela meningglakan tugas kehidupan jasmaninya.

Untuk teladan yang baik ini, sungguh patut kita mencontohnya.

4.      Dalam Luk 4 : 16 mencantumkan :

Menurut “Kebiasaan” pada hari Sabat Yesus masuk ke rumah “Ibadat” iaitu sejak masih kecil dibiasakan oleh orang tuanya.

  • Kerajinan Timotius adalah dipupuk oleh nenek serta ibunya sejak kecil (2 Tim 1 : 5).
  • Sebagai ibu bapa harus memperhatikan anak-anaknya, sejak masih kanak-kanak sudah harus mendidik mereka tentang Kebenaran untuk berbakti kepada Allah (Ams 22 : 6).

II.     TELADAN BAIK BARI ORANG MUDA :

Yang dilakukan oleh Yesus semuanya baik (Mrk 7 : 37).

Semuanya adalah contoh bagi kita (Yoh 13 : 15).

Yakni sejak masih kanak-kanak sudah demikian keadaannya.

1.      Yerusalem adalah kota yang ramai, pada masa kanak-kanak, Ia tidak pergi main ke luar, hanya di dalam Bait kudus, bahkan setelah masa raya, meskipun semua orang telah meninggalkan tempat ibadah, namun Ia masih berada dalam Bait Kudus sedang mendengarkan Firman dan mempelajari Kebenaran Alkitab.

2.      Ia mempunyai semangat yang baik terhadap Firman pengajaran dan dipelajari sampai mengerti betul, apabila orang lain bertanya kepada Dia, maka dijawabNya dengan baik (46-47).

3.      Ia senang tinggal di dalam rumah Allah, serta memperhatikan perkara Allah Bapa.

(Dalam ayat 49 terjemahan lama “Wajib ada di dalam pekerjaan Bapa” dan terjemahan baru “Harus berada di dalam rumah BapaKu”, dalam ayat ini terdapat 2 macam erti).

 

17. Bagaimana Hubungan Engkau Dengan Tuhan
|

17. Bagaimana Hubungan Engkau Dengan Tuhan

Yang akan dijelaskan di sini adalah :

Berbagai macam hubungan jemaat (umat Kristian) dengan Tuhan, juga Injil/ Firman Kebenaran yang patut diperhatikan.

Apabila tidak diperhatikan serta menjaganya, maka mempunyai hubungan yang mendalam dengan Tuhan, atau meninggalkan Tuhan, maka pasti hilanglah Kasih Karunia seluruhnya sehingga binasa.

1.      Apabila engkau mencari Tuhan, maka Tuhan pasti menjumpaimu (1 Taw 28 : 9;  Yor 29 : 13;  Ams 8 : 17;  Mat 7 : 7-8).

2.      Apabila engkau berbalik/kembali kepada Tuhan, maka Tuhan pasti akan kembali kepadamu (Mal 3 : 7;  Za 1 : 3).

3.      Apabila engkau berseru kepada Tuhan, maka Tuhan pasti akan menghormatimu (1 Sam 2 : 30;  Mzm 91 : 14).

4.      Apabila engkau menghampiri Tuhan, maka Tuhan pasti menghampirimu (Yak 4 : 8).

5.      Apabila engkau mencintai Tuhan, maka Tuhan akan senang kepadamu (Ams 8 : 17;  Yoh 14 : 21, 23;  Mzm 91 : 14).

6.      Apabila engkau taat dan menurut kepada Tuhan, maka Tuhan pasti akan melindungimu (2 Taw 15 : 2a).

7.      Apabila engkau mengakui Tuhan, maka Tuhan pasti akan mengakuimu (Mat 10 : 32-33;  2 Tim 2 : 12).

8.      Apabila engkau melayani Tuhan, maka Tuhan pasti akan menghormatimu (Yoh 12 : 26).

9.      Apabila engkau meninggalkan Tuhan, maka pasti Tuhan akan meninggalkanmu (2 Taw 15 : 26;  24 : 20;  1 Sam 15 : 23).

  • Malapetaka meninggalkan Tuhan, apabila ingin diterangkan lebih jelas, mohon mencari keterangan dalam judul/tema “Celakalah yang meninggalkan Allah”.