19. Melupakan Apa Yang Telah Di Belakang Dan Mengarahkan Diri Kepada Yang Di Depan
|

19. Melupakan Apa Yang Telah Di Belakang Dan Mengarahkan Diri Kepada Yang Di Depan

Flp 3 : 13-14 :  Jemaat harus menurut seperti apa yang dikatakan oleh Paulus, untuk mengarahkan ke depan, yakni pemupukan rohani yang penting.

I.       MELUPAKAN YANG DI BELAKANG

Yang dimaksud dengan yang “di belakang” adalah menunjukkan hal yang telah lalu (Yes 43 : 18).

Tetapi bukanlah mencakup keseluruhannya;  Apabila termasuk perkara yang baik, hendakah diperingati dan jangan diupakan, seperti Kasih Karunia Tuhan, pengajaran Alkitab, dan lain-lain (Mzm 103 : 2).

  • Hendaklah melupakan hal yang telah di belakang, ada 3 bagian yang penting :

1.      Kejahatan yang telah dilakukan dahulu (Ef  2 : 3;  4 : 18-19).

Iaitu adat buruk, kebiasaan buruk, perbuatan buruk, atau tahyul, ajaran sesat, menuruti hawa nafsu.

  • Alkitab mengajarkan : Harus menanggalkan manusia lama (Ef 4 : 22).

Seperti Bartimeus, ketika mengikut Yesus, maka menanggalkan jubah yang dikenakannya (Mrk 10 : 50).  Serta harus membuang hati yang mengasihi akan dunia dahulu (1 Yoh 2 : 15) dengan tidak menengok ke belakang (Luk 9 : 62) yakni mencontoh teladan umat kudus dahulu yang mengikut akan Tuhan (Kej 12 : 1, 4;  Ibr 11 : 24-25).

2.      Kejahatan orang lain : Kejahatan manusia terhadap orang lain sering diingat, dikutik, dimaki-maki, tetapi sebagai murid Tuhan janganlah demikian, Tuhan memberikan suatu pengajaran yang penting (Mat 6 : 14-15;  5 : 23-24).

Pelayanan Yusuf terhadap para abangnya yang menjual dia adalah suatu teladan yang baik (Kej 45 : 1-8).

3.      Kebaikan sendiri : Kebaikan/kebajikan apapun serta jasa dan lain-lain.

Hendaklah melakukan seperti yang diajarkan oleh Tuhan (Mat 6 : 1-4).

Bahkan setelah percaya kepada Tuhan, lalu melakukan pengajaran, mengasihi orang, melakukan pekerjaan kudus, mempersembahkan miliknya dan lain-lain semuanya jangan diingat dan memegahkan diri (Luk 17 : 10).

II.     MENGARAH KE DAPAN :

Tidak henti-hentinya mengarah ke depan, supaya akhirnya dapat mesuk Kerajaan Allah (Mat 11 : 12).

Yang harus diarahkan terdapat 4 hal :

1.      Terhadap pengajaran rajin mohon kemajuan :

Meskipun telah percaya beberapa tahun, serta telah mengerti berbagai macam pengajaran, namun jangan merasa puas, melainkan hendaklah rajin belajar dengan tidak henti-hentinya (Ul 5 : 1;  31 : 12;  17 : 18-19).

Dipelajari, sehingga pengajaran itu menjadi kaya didalam kamu (Kol 3 : 16).

Bekerja di dalam hati (1 Tes 2 : 13).

Barangsiapa yang merasa kenyang, ia akan menjadi lapar (Luk 6 : 25).

2.      Rajin melaksanakan Firman dan mengeluarkan buah :

Tuhan memilih muridNya adalah hendak mengutus supaya sering mengeluarkan buah (Yoh 15 : 16).

Hendaklah mengeluarkan buah, untuk kemuliaan Alah (Yoh 15 : 8).

Permohonan doa Paulus bagi Gereja adalah berbuah yang melimpah (Flp 1 : 9-10).

Serta berusaha menurut seperti yang ditunjukkan dalam Kitab Petrus, senantiasa menuntut kemajuan, sehingga berbuahkan Kasih yang terdapat di dalam mahupun di luar dengan penuh (2 Ptr 1 : 5-11).

  • Buah Kasih adalah yang terpenting (1 Kor 13 : 13), sekalipun sering kekurangan (Rm 13 : 8), namun hendaklah memohon dengan tidak henti-hentinya (1 Kor 14 : 1;  1 Tim 6 : 11).  Buah-buah yang lain, iaitu sikap kebajikan juga harus menuntut kemajuan tanpa henti-hentinya.

3.      Rajin bekerja bagi Tuhan :

Tuhan memilih kita adalah untuk menjadi saksi bagiNya (Yes 43 : 10).

Apa yang dilakukan oleh Tuhan, maka jemaat pun harus melakukannya (Yoh 14 : 12).

  • Orang yang belum percaya kepada Tuhan terlalu banyak, mereka akan binasa di dalam dosanya (Ams 24 : 11-12;  Yeh 3 : 18).
  • Tugas Gereja pun banyak, maka hendaklah rajin menurut kepandaian dan Karunia yang diperolehnya masing-masing (Rm 12 : 6-8;  Flp 1 : 27).

Yang bekerja bagi Tuhan pasti memperoleh pahala (1 Kor 15 : 58).

Yang tidak bekerja bagiNya akan terkutuk (Yer 48 : 10).

4.      Rajin mempersembahkan :

Tugas ini, banyak jemaat yang masih belum melakukannya dengan sekuat tenaga;  Hendaklah memperhatikan nasihat Alkitab serta melaksanakannya (Ibr 13 : 16;  Ams 11 : 24;  2 Kor 9 : 9-15) terutama harus memberi persepuluhan sebagai kewajiban (Mal 3 : 8-10).

Patut diingat : Persembahan yang sedikit dari anak kecil, bermanfaat sangat besar.

18. Suatu Perkara Yang Indah Dalam Masa Kanak – Kanak Yesus
|

18. Suatu Perkara Yang Indah Dalam Masa Kanak – Kanak Yesus

Luk 2 : 40-52:  Sejak antara masa kanak-kanak Tuhan Yesus sampai pada usia 30 tahun pergi memberitakan Injil, Alkitab tidak mencantumkan riwayat hidupNya.  Sebab dalam hal ini, Yesus bertugas sebagai anak manusia, yang membantu ayah ibuNya di rumah.

Sebelum keluar untuk mengerjakan pekerjaan Kudus mengenai Kerajaan Syurga, maka tidak perlu untuk mencantumkanNya.

Tetapi hanya dalam Kitab Lukas ada pengajaran Firman yang sangat penting yang harus kita pelajari dan melaksanakannya.

I.       SUATU TELADAN BAIK SEBAGAI IBU BAPA :

Sejak anak-anak masih kecil, maka harus memimpin mereka untuk berbakti kepada Allah.

1.      Perjalanan dari Nazaret sampai ke Yerusalem sangat jauh, sebelum Yesus berusia 12 tahun, meskipun ibu bapaNya belum pernah membawa Dia ke kota kudus untuk berbakti kepada Allah, namun di dalam rumah sudah mengajar Dia untuk takut akan Allah, serta memperlajari Alkitab, sehingga telah memupuk imanNya dengan baik.

2.      Perjalanan dari Nazaret ke Yerusalem, harus ditempoh 4 sampai 5 hari;  Ketika Yesus berusia 12 tahun, setelah sampai pada masa raya, maka ibu bapaNya membawa anak kecil itu dalam perjalanan jauh untuk beribadah kepada Allah.  Yakni lebih menyatakan sikap orang tua (ibu bapa) yang memperhatikan anaknya untuk berbakti kepada Allah.

3.      Keluarga Maria sangat miskin, perjalanan pulang pergi ke Yerusalem untuk beribadah kepada Allah, memerlukan waktu 10 hari;  Demi untuk beribadah kepada Allah, mereka rela meningglakan tugas kehidupan jasmaninya.

Untuk teladan yang baik ini, sungguh patut kita mencontohnya.

4.      Dalam Luk 4 : 16 mencantumkan :

Menurut “Kebiasaan” pada hari Sabat Yesus masuk ke rumah “Ibadat” iaitu sejak masih kecil dibiasakan oleh orang tuanya.

  • Kerajinan Timotius adalah dipupuk oleh nenek serta ibunya sejak kecil (2 Tim 1 : 5).
  • Sebagai ibu bapa harus memperhatikan anak-anaknya, sejak masih kanak-kanak sudah harus mendidik mereka tentang Kebenaran untuk berbakti kepada Allah (Ams 22 : 6).

II.     TELADAN BAIK BARI ORANG MUDA :

Yang dilakukan oleh Yesus semuanya baik (Mrk 7 : 37).

Semuanya adalah contoh bagi kita (Yoh 13 : 15).

Yakni sejak masih kanak-kanak sudah demikian keadaannya.

1.      Yerusalem adalah kota yang ramai, pada masa kanak-kanak, Ia tidak pergi main ke luar, hanya di dalam Bait kudus, bahkan setelah masa raya, meskipun semua orang telah meninggalkan tempat ibadah, namun Ia masih berada dalam Bait Kudus sedang mendengarkan Firman dan mempelajari Kebenaran Alkitab.

2.      Ia mempunyai semangat yang baik terhadap Firman pengajaran dan dipelajari sampai mengerti betul, apabila orang lain bertanya kepada Dia, maka dijawabNya dengan baik (46-47).

3.      Ia senang tinggal di dalam rumah Allah, serta memperhatikan perkara Allah Bapa.

(Dalam ayat 49 terjemahan lama “Wajib ada di dalam pekerjaan Bapa” dan terjemahan baru “Harus berada di dalam rumah BapaKu”, dalam ayat ini terdapat 2 macam erti).

 

17. Bagaimana Hubungan Engkau Dengan Tuhan
|

17. Bagaimana Hubungan Engkau Dengan Tuhan

Yang akan dijelaskan di sini adalah :

Berbagai macam hubungan jemaat (umat Kristian) dengan Tuhan, juga Injil/ Firman Kebenaran yang patut diperhatikan.

Apabila tidak diperhatikan serta menjaganya, maka mempunyai hubungan yang mendalam dengan Tuhan, atau meninggalkan Tuhan, maka pasti hilanglah Kasih Karunia seluruhnya sehingga binasa.

1.      Apabila engkau mencari Tuhan, maka Tuhan pasti menjumpaimu (1 Taw 28 : 9;  Yor 29 : 13;  Ams 8 : 17;  Mat 7 : 7-8).

2.      Apabila engkau berbalik/kembali kepada Tuhan, maka Tuhan pasti akan kembali kepadamu (Mal 3 : 7;  Za 1 : 3).

3.      Apabila engkau berseru kepada Tuhan, maka Tuhan pasti akan menghormatimu (1 Sam 2 : 30;  Mzm 91 : 14).

4.      Apabila engkau menghampiri Tuhan, maka Tuhan pasti menghampirimu (Yak 4 : 8).

5.      Apabila engkau mencintai Tuhan, maka Tuhan akan senang kepadamu (Ams 8 : 17;  Yoh 14 : 21, 23;  Mzm 91 : 14).

6.      Apabila engkau taat dan menurut kepada Tuhan, maka Tuhan pasti akan melindungimu (2 Taw 15 : 2a).

7.      Apabila engkau mengakui Tuhan, maka Tuhan pasti akan mengakuimu (Mat 10 : 32-33;  2 Tim 2 : 12).

8.      Apabila engkau melayani Tuhan, maka Tuhan pasti akan menghormatimu (Yoh 12 : 26).

9.      Apabila engkau meninggalkan Tuhan, maka pasti Tuhan akan meninggalkanmu (2 Taw 15 : 26;  24 : 20;  1 Sam 15 : 23).

  • Malapetaka meninggalkan Tuhan, apabila ingin diterangkan lebih jelas, mohon mencari keterangan dalam judul/tema “Celakalah yang meninggalkan Allah”.

 

16. Hendaklah Mengerti Dengan Jelas Akan Kasih Karunia Tuhan
|

16. Hendaklah Mengerti Dengan Jelas Akan Kasih Karunia Tuhan

Alkitab tertulis : Kita diselamatkan adalah berasal dari Kasih Karunia Tuhan.

Tetapi tentang Kasih Karunia/Anugerah tersebut, banyak yang tidak mengenal dan tidak mengerti.  Sebab Kasih Karunia/ Anugerah bukan ditunjukkan terhadap jasmani, atau yang diberikan oleh materi.

Kasih Karunia/Anugerah bermacam-macam, serta luas lingkungannya.

Terdapat “segala” Kasih KaruniaNya (Mzm 103 : 2).

Sumber segala “Kasih Karunia” (1 Ptr 5 : 10).

“Kekayaan” Kasih Karunia (Ef 1 : 9).

Kasih Karunia “Yang melimpah” (Ef 1 : 8).

Kasih Karunia “Yang lebih besar” (Yak 4 : 6).

Macamnya adalah sebagai berikut :

1.      Mendapat pengampunan dosa kerana Kasih Karunia (Ef 1 : 7;  Rm 3 : 24).

Sebab berbahagialah yang memperoleh pengampunan dosa (Rm 4 : 7-8).

2.      Orang yang di dalam dosa, dapat terpilih untuk percaya kepada Tuhan, adaah suatu Kasih Karunia (Rm 11 : 5).

3.      Jiwa yang mati di dalam dosa, memperoleh keselamatan dan hidup kembali adalah suatu Kasih Karunia (Ef 2 : 5-6).

4.      Memperoleh Roh Kudus, dan roh yang mati hidup kembali (Yeh 37 : 14), maka memperoleh Roh Kudus adalah Kasih Karunia.

Alkitab tertulis : Kasih Allah telah dicurahkan didalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita (Rm 5 : 5).

5.      Memperoleh iman dan Kasih adalah Kasih Karunia (1 Tim 1 : 14).

6.      Memperoleh hikmat adalah Kasih Karunia (Kis 7 : 10), sekarang adalah memberikan hikmat keselamatan mengerti Firman Kebenaran (2 Tim 3 : 15;  1 Kor 2 : 7).

7.      Dengan pertolongan Roh Kudus, dapat mengalahkan kejahatan untuk melakukan kebajikan adalah Kasih Karunia (Rm 7 : 25).

8.      Dapat mengerjakan pekerjaan kudus Tuhan adalah Kasih Karunia (Ef 3 : 7-9).

9.      Hari Sabat adalah Kasih Karunia (Kej 2 : 1-2;  Kel 31 : 17;  Yes 58 : 13-14).

10.    Mempersembahkan adalah Kasih Karunia (2 Kor 8 : 1-4;  9 : 7-8;  Mal 3 : 10;  Ams 11 : 24-25).

11.    Dapat bertahan dalam pencobaan adalah Kasih Karunia (Yak 1 : 12).  Mengalahkan penderitaan adalah Kasih Karunia yang lebih besar (1 Ptr 4 : 12-14;  5 : 10).

12.    Suatu duri di dalam tubuh, juga adalah Kasih Karunia, maka hendaklah mengucap syukur dengan senang hati (2 Kor 12 : 17-18).

Orang yang mengasihi Tuhan, di dalam segala perkara apapun, semuanya berada dalam Kasih Karunia, segalanya datang dengan Kasih Karunia (Rm 8 : 28).

Terhadap Kasih Karunia yang beraneka macam ini, kita harus mengerti dengan jelas, bahkan harus sering mengucap syukur, serta menjaganya, barulah sebagai umat Kristian yang sesungguhnya untuk memperoleh bahagia yang kekal.

 

15. Sampah Dan Mustika Yang Tak Ternilai
|

15. Sampah Dan Mustika Yang Tak Ternilai

Flp 3 : 7-8 –  Inilah Injil yang diberitakan dengan jelas, sehingga Paulus rajin terhadap Firman (Injil) tersebut.

Setiap umat Kristian yang rajin, semua harus mencapai lingkungan kepercayaan ini.

Sekarang akan diterangkan tentang sampah dan mustika yang dilihat dengan jelas oleh Paulus.

I.       SAMPAH

Sampah dapat diertikan sebagai debu, iaitu kotoran yang dibuang oleh manusia.  Pada hal bermacam-macam benda yang dipandang oleh manusia di dunia ini semuanya adalah semacam sampah.

Yang terpenting terdapat 3 bagian yang dapat diketahui :

1.      Tubuh manusia diciptakan oleh debu tanah (Kej 2 : 7).

Setelah mati tetap kembali kepada tanah (Kej 3 : 19).

Sungguh rosak menjadi debu tanah, di dalam Alkitab terdapat beberapa bagian yang mencantumkan dengan jelas (Mzm 90 : 3;  103 : 14;  146 : 4).

Terutama bencana alam, peperangan, kebakaran, kecelakaan pesawat udara, kamatian manusia yang sangat mengerikan, tubuh berubah menjadi debu, bahkan mudah tak terdengar lagi (Ref : Yes 5 : 25;  Yer 16 : 4;  25 : 33).

  • Apabila bukan Roh Penyelamatan, bagaimana memeliharanya, cepat atau lambat menjadi debu.

2.      Rumah serta segala perabotan (Dan 2 : 5).

Bangunan yang besar dan megah, serta perabotan yang berharga di dalamnya.  Apabila terjadi kebakaran, gempa bumi, pemboman, meledaknya bom atom, bukankah sekejap mata, lalu berubah menjadi debu?

Hal tersebut dapat dilihat ketika terjadi perang dunia kedua di Taiwan, pesawat udara yang meledak, gempa bumi besar di bagian daerah tengah Kha Ie, kebanjiran pada akhir-akhir ini, kebakaran di setiap kota utara dan selatan, dapat terlihat sangat jelas sekali.

3.      Perhiasan emas dan perak :

Yang dipandang oleh manusia sebagai benda yang berharga, seperti perhiasan emas dan perak.

Tetapi, benda-benda yang berharga itu, ketika mengalami kebakaran, semuanya pun menjadi debu.

Wang sekarang dicetak dengan kertas, sekalipun wang perak, apabila mengalami kebakaran, juga akan menjadi debu.  Pepatah Tiongkok mengatakan, “Wang bagaikan debu”.

Yang tercantum dalam Alkitab lebih jelas (Yeh 7 : 19).

Sehingga dapat diketahui bahawa perhiasan emas dan perak sesungguhnya bukan perhiasan, maka itu janganlah tamak.

  • Isi dunia semuanya hampa (Pkh 1 : 4).

Raja Salomo dalam segala kemegahannya tidak lebih dari sekuntum bunga bakung (Mat 6 : 29).

Yang mengasihi dunia, sesungguhnya adalah orang bodoh (1 Yoh 2 : 15-17;  Luk 12 : 16-21).

Apabila memiliki wang atau harta (orang kaya), hendaklah berbuat baik dan mempersembahkan hartanya (1 Tim 6 : 17-19).

II.     MUSTIKA

Segala isi dalam dunia adalah sampah, bukan perhiasan (mustika), hanya yang ditunjukkan oleh Paulus barulah mustika.

  • Dalam Alkitab Perjanjian Lama diberitahukan bahawa takut akan Allah, itulah sebagai mustika (Yes 33 : 6).

Yesus adalah Allah, maka dengan pengenalan Paulus akan Yesus, adalah sebagai mustika kebenaran yang sesungguhnya (sejati).

Alasan bahawa Yesus sebagai mustika, sebagai berikut :

1.      Ia adalah Tuhan segala isi bumi, Tuhan kehidupan, JuruSelamat, Yang agung dan mulia, Kasihnya tidak terbatas.  Selain Dia, di bawah langit dan di atas langit tidak ada yang diingini oleh penulis Mazmur (Mzm 73 : 25;  Kid 5 : 10, 16).

2.      Ia tiada awal dan akhir, kekal selamanya, kehidupan pun di dalam Dia (Yoh 1 : 4;  11 : 25;  14 : 6).

Ia datang ke dalam dunia, iaitu memberikan hidup kekal kepada orang yang dipercaya kepadaNya (Yoh 6 : 47-48;  1 Yoh 5 : 11-12).

3.      Segala yang diberikan oleh Yesus adalah mustika :

a.      Darah yang kudus (1 Ptr 1 : 19).

b.      Kebenaran (Mat 24 : 35).

c.      Roh Kudus (2 Kor 4 : 7;  Rm 8 : 2;  Ef 1 : 13-14).

d.      Memberikan suatu bagian yang tidak dapat binasa (1 Ptr 1 : 4).

e.      Memberikan iman juga adalah mustika (1 Ptr 1 : 7).

Memperoleh Yesus, sesungguhnya tidak akan kekurangan sesuatu apapun (Mzm 23 : 1).

Menjadi orang terkaya dan berbahagia (2 Kor 6 : 10).

  • Segala mustika, sekarang berada di dalam Gereja Benar (Ef 1 : 23).

Anggota Jemaat Gereja Benar iaitu memperoleh segala mustika ini.

Apabila mempunyai pengertian seperti Paulus, dan memandang bahawa segala hal di atas dunia adalah sebagai sampah, maka tidak akan mengasihi dunia lagi;  Hanya dengan meneguhkan iman, tidak berhenti mengucap syukur, tekun beribadah kepada Allah, dan segala mustika yang diperolehnya dipegang dengan baik dan bersandar kepada Roh Kudus, maka pada saat kedatangan Tuhan kembali, dapat dijemput ke Syurga untuk menikmati kemuliaanNya.

14. Nasihat Rohani Tentang Tuhan Memecahkan Roti
|

14. Nasihat Rohani Tentang Tuhan Memecahkan Roti

Mat 14 : 14-21;  Mrk 6 : 34-40 :

Tanda mujizat tersebut mengandung erti yang sangat penting di dalamnya, keempat Injil mencantumkan dengan jelas dan teliti.

I.       MENUNJUKKAN KASIH KEMURAHAN TUHAN

(Mat 15 : 32 – pada kesempatan lain, ketika membagikan roti dicantumkan dengan jelas).

Segala perkara yang dilakukan Tuhan, semuanya berdasarkan kerana belas kasihan, pemberitaan Injil, penyembuhan dan lain-lain (Mat 9 : 12-13;  Mrk 1 : 40-41).

II.     PARA MURID TIDAK MEMPUNYAI KASIH, INGIN MENYURUH SEMUA ORANG PULANG (Mat 14 : 15)

Pada hal tugas murid Tuhan adalah harus memberi kepada yang lapar untuk memperoleh makanan (Yak 2 : 13).

III.    KELAPARAN ORANG BANYAK PERTANDA LAPAR KEROHANIAN (Am 8 : 11;  Yes 55 : 2)

Kehausan rohani, tidak dapat dipenuhi oleh makanan (Yoh 4 : 13).

IV.    YANG ADA PARA MURID TIDAK BANYAK, HANYA 5 KETUL ROTI DAN 2 EKOR IKAN (Mrk 5 : 38)

Sekalipun yang ada hanya sedikit, namun dapat digunakan untuk mengasihi orang lain.

V.     ROTI ITU DIPERSEMBAHKAN DARI SEORANG ANAK KECIL (Yoh 6 : 9)

Yang patut diperhatikan adalah hal ini, sebab justru orang dewasa kurang kasih, hanya kasih dari anak itu dapat menggerakkan hati orang.

VI.    DISERAHKAN KEPADA TUHAN UNTUK DIBERKATI BERGUNA BESAR (Mat 14 : 18)

Janganlah kita mengandalkan segala kemampuan sendiri, serahkan segala yang ada pada tangan Tuhan untuk dipakai, harta benda, bakat, hikmat, kepandaian dan lain-lain.  Terutama Firman Kebenaran Rohani, sekalipun yang ada tidak banyak, apabila bagi Tuhan, setelah Tuhan memberkati dan menolong, maka akan mendapat pertolongan yang berguna untuk menolong orang lain.

VII.  TUHAN PERINTAHKAN SEMUA ORANG UNTUK MENERIMA DENGAN TERTIB (Mrk 6 : 39-40)

Melakukan sesuatu di dalam Tuhan, tidak boleh gaduh tanpa ketertiban (1 Kor 14 : 40).

Penghidupan dan tingkah laku bangsa Israel di padang gurun mempunyai peraturan yang sangat ketat (Bil 2).

Ketika menyerang kota Yerikho (Yos 6).

Cara Gidion memilih tentera (Hak 7).

  • Di samping Tuhan perintahkan semua orang untuk duduk di atas rumput secara tertib, juga suatu pelajaran kasih dari Tuhan.  Sebab orang terlau banyak, maka dengan ketertiban, baru semuanya mendapat bagian.  Pada saat itu, semua orang sudah lelah, membiarkan semua orang duduk beristirehat, dan makan dengan senang.

VIII. TUHAN MENENGADAH KE LANGIT DAN MENGUCAP BERKAT (Mrk 6 : 41)

Semua makanan diberikan oleh Allah, maka sebelum menerima, terlebih dahulu harus mengucap syukur dan mohon berkat, lalu boleh diberikan kepada orang dengan sepuasnya.

IX.    MEMECAHKAN (Di dalam ayat bagian depan)

Yakni adalah kehancuran yang berguna bagi orang;  Apabila tidak dipecahkan, maka hanya satu orang yang memperoleh makanan, hal ini menunjukkan kepada jemaat, agar mengasihi orang lain dengan mengorbankan diri, pemecahan yang semakin hancur, dapat dibagikan kepada orang semakin banyak.

Menunjukkan bahawa semakin berkorban menghancurkan diri, memusnahkan diri, akan banyak menolong dan berguna bagi orang lain.  Seperti gandum yang digiling halus menjadi tepung, baru dapat dibuat menjadi roti bagi kehidupan orang.