19. Melupakan Apa Yang Telah Di Belakang Dan Mengarahkan Diri Kepada Yang Di Depan
Flp 3 : 13-14 : Jemaat harus menurut seperti apa yang dikatakan oleh Paulus, untuk mengarahkan ke depan, yakni pemupukan rohani yang penting.
I. MELUPAKAN YANG DI BELAKANG
Yang dimaksud dengan yang “di belakang” adalah menunjukkan hal yang telah lalu (Yes 43 : 18).
Tetapi bukanlah mencakup keseluruhannya; Apabila termasuk perkara yang baik, hendakah diperingati dan jangan diupakan, seperti Kasih Karunia Tuhan, pengajaran Alkitab, dan lain-lain (Mzm 103 : 2).
- Hendaklah melupakan hal yang telah di belakang, ada 3 bagian yang penting :
1. Kejahatan yang telah dilakukan dahulu (Ef 2 : 3; 4 : 18-19).
Iaitu adat buruk, kebiasaan buruk, perbuatan buruk, atau tahyul, ajaran sesat, menuruti hawa nafsu.
- Alkitab mengajarkan : Harus menanggalkan manusia lama (Ef 4 : 22).
Seperti Bartimeus, ketika mengikut Yesus, maka menanggalkan jubah yang dikenakannya (Mrk 10 : 50). Serta harus membuang hati yang mengasihi akan dunia dahulu (1 Yoh 2 : 15) dengan tidak menengok ke belakang (Luk 9 : 62) yakni mencontoh teladan umat kudus dahulu yang mengikut akan Tuhan (Kej 12 : 1, 4; Ibr 11 : 24-25).
2. Kejahatan orang lain : Kejahatan manusia terhadap orang lain sering diingat, dikutik, dimaki-maki, tetapi sebagai murid Tuhan janganlah demikian, Tuhan memberikan suatu pengajaran yang penting (Mat 6 : 14-15; 5 : 23-24).
Pelayanan Yusuf terhadap para abangnya yang menjual dia adalah suatu teladan yang baik (Kej 45 : 1-8).
3. Kebaikan sendiri : Kebaikan/kebajikan apapun serta jasa dan lain-lain.
Hendaklah melakukan seperti yang diajarkan oleh Tuhan (Mat 6 : 1-4).
Bahkan setelah percaya kepada Tuhan, lalu melakukan pengajaran, mengasihi orang, melakukan pekerjaan kudus, mempersembahkan miliknya dan lain-lain semuanya jangan diingat dan memegahkan diri (Luk 17 : 10).
II. MENGARAH KE DAPAN :
Tidak henti-hentinya mengarah ke depan, supaya akhirnya dapat mesuk Kerajaan Allah (Mat 11 : 12).
Yang harus diarahkan terdapat 4 hal :
1. Terhadap pengajaran rajin mohon kemajuan :
Meskipun telah percaya beberapa tahun, serta telah mengerti berbagai macam pengajaran, namun jangan merasa puas, melainkan hendaklah rajin belajar dengan tidak henti-hentinya (Ul 5 : 1; 31 : 12; 17 : 18-19).
Dipelajari, sehingga pengajaran itu menjadi kaya didalam kamu (Kol 3 : 16).
Bekerja di dalam hati (1 Tes 2 : 13).
Barangsiapa yang merasa kenyang, ia akan menjadi lapar (Luk 6 : 25).
2. Rajin melaksanakan Firman dan mengeluarkan buah :
Tuhan memilih muridNya adalah hendak mengutus supaya sering mengeluarkan buah (Yoh 15 : 16).
Hendaklah mengeluarkan buah, untuk kemuliaan Alah (Yoh 15 : 8).
Permohonan doa Paulus bagi Gereja adalah berbuah yang melimpah (Flp 1 : 9-10).
Serta berusaha menurut seperti yang ditunjukkan dalam Kitab Petrus, senantiasa menuntut kemajuan, sehingga berbuahkan Kasih yang terdapat di dalam mahupun di luar dengan penuh (2 Ptr 1 : 5-11).
- Buah Kasih adalah yang terpenting (1 Kor 13 : 13), sekalipun sering kekurangan (Rm 13 : 8), namun hendaklah memohon dengan tidak henti-hentinya (1 Kor 14 : 1; 1 Tim 6 : 11). Buah-buah yang lain, iaitu sikap kebajikan juga harus menuntut kemajuan tanpa henti-hentinya.
3. Rajin bekerja bagi Tuhan :
Tuhan memilih kita adalah untuk menjadi saksi bagiNya (Yes 43 : 10).
Apa yang dilakukan oleh Tuhan, maka jemaat pun harus melakukannya (Yoh 14 : 12).
- Orang yang belum percaya kepada Tuhan terlalu banyak, mereka akan binasa di dalam dosanya (Ams 24 : 11-12; Yeh 3 : 18).
- Tugas Gereja pun banyak, maka hendaklah rajin menurut kepandaian dan Karunia yang diperolehnya masing-masing (Rm 12 : 6-8; Flp 1 : 27).
Yang bekerja bagi Tuhan pasti memperoleh pahala (1 Kor 15 : 58).
Yang tidak bekerja bagiNya akan terkutuk (Yer 48 : 10).
4. Rajin mempersembahkan :
Tugas ini, banyak jemaat yang masih belum melakukannya dengan sekuat tenaga; Hendaklah memperhatikan nasihat Alkitab serta melaksanakannya (Ibr 13 : 16; Ams 11 : 24; 2 Kor 9 : 9-15) terutama harus memberi persepuluhan sebagai kewajiban (Mal 3 : 8-10).
Patut diingat : Persembahan yang sedikit dari anak kecil, bermanfaat sangat besar.
