13. Tuhan Sedang Mengawasi
|

13. Tuhan Sedang Mengawasi

Ayb 10 : 4 –  Hendaklah memperhatikan ayat ini, bahawa mata Allah mengawasi segala hal (2 Taw 16 : 9;  Ams 15 : 3;  Ibr 4 : 13).

Perkara dunia tidak perlu dibicarakan, bahkan setiap perkara yang dilakukan umat Kristian, semuanya diawasi oleh Tuhan;  Maka segala perkara yang dilakukan, harus dijaga, sama sekali tidak boleh ada yang ceroboh dan tidak jujur.  Apa yang diawasi oleh Tuhan?

I.       MENGAWASI IMAN

Ketika Tuhan berada di dunia, sering menyebut “Iman”, orang yang datang memohon kepadaNya, seperti terhadap perwira (Mat 8 : 9-10, 13).

Terhadap orang yang lumpuh, serta orang yang membawanya (Mat 9 : 2).

Terhadap perempuan yang menderita pendarahan (Mat 9 : 20-22).

Hati orang Farisi, bahkan dibencinya (Luk 16 : 15).

II.     MENGAWASI DOA (Mat 6 : 6)

Doa orang Farisi dan pemungut cukai merupakan perumpamaan yang sangat nyata sekali (Luk 18 : 9-14).

Permohonan yang tekun dan tulus, akan digenapi (1 Sam 1 : 10-12, 19-20;  Mat 20 : 29-34;  Mrk 10 : 46-52).

Salah berdoa, Tuhan tidak akan mendengar (Yak 4 : 3).

III.    MENGAWASI IBADAH

Meskipun orang Farisi beribadah, tetapi tidak tulus, akhirnya percuma saja (Mat 15 : 8).

Yang dikehendaki Allah iaitu menyembah dengan roh dan Kebenaran (Yoh 4 : 23).

Berdiam dirilah di hadapan Allah (Hab 2 : 20).

Dan jagalah langkah (Pkh 4 : 17).

Tidak boleh menjalankan ibadah secara lahiriah, namun pada hakikatnya memungkiri kekuatannya (2 Tim 3 : 5).

  • Kebaktian pada hari Sabat juga harus berdasarkan kerana sungguh-sungguh, baru memperoleh berkat (Yes 58 : 13-14).

IV.    MENGAWASI PELAYANAN

Umat Kristian yang memperoleh berkat Anugerah, hendaklah bertanggungjawab di dalam pelayanan.  Mertua Petrus setelah memperoleh kesembuhan dari Tuhan, lalu segera bangun melayani Tuhan, serta menjadi teladan bagi umat Kristian (Mat 8 : 14-15).

  • Tetapi melayani Tuhan harus berdasarkan dengan kesungguhan hati;  Ada yang dihadapi dengan pelayanan seperti Marta (Luk 10 : 40-41) dan Simon yang mengundang Tuhan makan (Luk 7 : 36, 40-46).
  • Maria melayani dengan mempersembahkan minyak wangi-wangian, iaitu persembahan yang paling sungguh-sungguh, sehingga Tuhan sangat memujinya (Mat 14 : 8-9).

V.     MENGAWASI PERSEMBAHAN

Mempersembahkan harus dengan hati yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, pengucapan syukur dengan hati yang sungguh-sungguh, maka persembahannya baru diperkenanNya.

  • Meskipun janda miskin itu hanya mempersembahkan dua keping wang, namun memperoleh pujian Tuhan yang sangat besar, telah mengalahkan orang kaya yang banyak persembahannya (Luk 21 : 1-4).
  • Kedua suami-isteri Ananias, meskipun telah menjual sawah ladangnya, namun kerana mempersembahkan dengan pura-pura, bahkan telah dikutuk, dan menjadi contoh peringatan (Kis 5 : 1-11).
  • Persembahan Daud bagi pembangunan Bait, adalah suatu teladan yang sangat baik untuk persembahan yang sungguh-sungguh (1 Taw 29 : 3-5, 13-17).

VI.    MENGAWASI KEKUDUSAN

Hal kekudusan ini, mempunyai hubungan yang sangat besar dengan keselamatan, sebab tanpa kekudusan tidak akan melihat Tuhan (Ibr 12 : 14).

Tetapi kudus bukan hanya sebelah luar saja, yang penting sebagai perhiasan batiniah (1 Ptr 3 : 3-5).

Orang Farisi paling dibenci oleh Tuhan, iaitu hanya menghiasi sebelah luar sahaja, namun di dalam hatinya penuh dengan tulang-belulang seperti kuburan (Mat 23 : 5-7, 25, 27-28).

Pikiran, tutur kata, perbuatan di dalam kehidupan, pekerjaan, tidak ada satu hal yang dapat terhindar dari pengawasan mata Tuhan (Mzm 139 : 2).  Hendaklah segala perkara diteliti, tanpa kesalahan.

12. Saudara Yang Kekasih
|

12. Saudara Yang Kekasih

Surat Kisah Para Rasul di dalam Perjanjian Baru, penulisnya menyebut umat Kristian sebagai “Saudara yang kekasih” atau “Saudara-saudaraku”;  Kata-kata itu sangat banyak sekali.

Di dalam Kitab Yakobus yang pendek pun sudah dapat dibaca sebanyak 12 kali, yakni suatu pengajaran penting, yang patut diperhatikan.

Di antara para murid Tuhan, yang disebut sebagai saudara, sudah tentu bukan saudara sedaging (sekandung) atau sebagai “Saudara seantero laut”.

Melainkan adalah saudara seiman di dalam Roh, yang terhormat, yang kekasih, yang di dalamnya penuh dengan kesukaan serta pengucapan syukur.

Tetapi, bagaimana dapat disebut sebagai saudara-saudara seiman yang kekasih?

Harus terdapat 5 syarat di bawah ini :

I.       HARUS DILAHIRKAN MENJADI ORANG YANG ROHANI, DI DALAM RUMAH ALLAH, GEREJA SEJATI, MENJADI SEPERTI ORANG-ORANG SERUMAH (Yoh 3 : 5-6;  Ef 2 : 18-19)

  • Memperoleh Roh Kudus dan bersaksi adalah sebagai anak-anak Allah, bersama-sama di dalam satu rumah Allah, menjadi saudara-saudara seiman, baru disebut “Saudara kekasih” yang sesungguhnya (Rm 8 : 16).

II.     MELAKSANAKAN KEHENDAK ALLAH DENGAN TAAT (Mat 12 : 48-50)

Bukan menghormati Tuhan, hanya di dalam bibir (Mat 15 : 8).

Bagi orang yang tidak taat melaksanakan kehendak Allah, maka Tuhan tidak mengenal dia, sehingga dibuang ke luar dari Kerajaan Syurga, bagaimana dapat disebut sebagai saudara? (Mat 7 : 22-23).

III.    HARUS MENJADI KUDUS (Ibr 2 : 11)

Sebab Allah adalah kudus (1 Ptr 1 : 15).

Apabila kita memasuki rumah Allah, menjadi saudara sama seperti orang serumah, tetapi tidak kudus, maka tidaklah layak (Ruj : Ibr 12 : 14;  1 Tes 4 : 3).

  • Untuk mencapai kekudusan, maka harus sering bersandar kepada Injil Kebenaran dan pertolongan Roh Kudus (Yoh 17 : 17;  Gal 5 : 16;  Kol 3 : 5-9).

Disamping itu harus ada perbezaan dengan orang-orang dunia yang kotor dan najis itu (2 Kor 6 : 14-18;  Im 2 : 26).

IV.    DIBENCI DAN DIANIAYA ORANG

Sebab yang dipilih oleh Allah, menjadi orang di dalam rumah Allah, iaitu sudah bukan milik dunia lagi, dan akan dibenci oleh dunia (Yoh 15 : 18-19).

Di dalam Kitab Wahyu menunjukkan bahawa yang menjadi saudara-saudara pelayan Tuhan, harus menerima penganiayaan, bahkan dibunuh (Why 6 : 9-11).

V.     ADA BAGIAN DALAM KESUSAHAN (Why 1 : 9)

Seumur hidup, Yohanes telah mengalami segala penderitaan bagi Tuhan, setelah masa tuanya lebih menderita lagi di Pulau Patmos.  Yang bersaksi dia “adalah Saudaramu”, sungguh sangat berharga.

Seumur hidup, Paulus banyak menderita bagi Tuhan (2 Kor 11 : 23-28) iaitu saudara yang patut dihormati serta patut dicontoh.

  • Apabila hanya nama saja umat Kristian, tetapi tidak pernah menderita oleh kerana Injil, atau menerima penderitaan sedikit, namun tidak bersabar, lalu bersungut-sungut.  Bagaimana dapat disebut saudara kekasih?

 

11. Celakalah Orang Yang Meninggalkan Allah
|

11. Celakalah Orang Yang Meninggalkan Allah

Yer 17 : 5-8: Yang paling bahagia di antara manusia adalah yang bersandar kepada Allah;  Yang paling celaka adalah orang yang meninggalkan Allah.

Sebab : Jika meninggalkan Allah, maka akan dibuang oleh Allah, sehingga tidak dapat diselamatkan (1 Taw 28 : 9).

  • Yang meninggalkan Allah, maka kebahagiaan (berkat) akan berbalik menjadi malapetaka (Yos 24 : 20).
  • Yang meninggalkan Allah, akan dibinasakan semua oleh Allah (Mzm 73 : 27).
  • Yang meninggalkan Allah, namanya akan tercatat dibumi (Yer 17 : 23).

Kalau demikian, siapakah orang yang meninggalkan Allah?  Dan yang bagaimanakah baru meninggalkan Allah?

I.       ORANG YANG TIDAK BERSANDAR KEPADA ALLAH (Yes 1 : 4;  Yer 2 : 13)

II.     YANG MENINGGALKAN FIRMAN ALLAH, SEBAB FIRMAN ITU ADALAH ALLAH (Yoh 1 : 1)

Hal ini bukan hanya bagi orang yang tidak percaya, sekalipun telah menjadi umat Kristian, apabila menyia-nyiakan Firman Allah, dan tidak mahu mendengarkan terhadap Firman itu, atau sekalipun mendengar, namun tidak memegangnya, tidak mentaati, iaitu meninggalkan Allah.

  • Nenek moyang tidak mentaati Firman Allah, lalu telah meninggalkan Allah (Kej Pasal 3).
  • Kerana Rehabeam meninggalkan Hukum Taurat, maka diserahkan kepada musuh (2 Taw 12 : 1-5).

III.    BAGI YANG MENINGGALKAN ROH KUDUS, SEBAB ROH KUDUS ADALAH ALLAH DAN TUHAN (2 Kor 3 : 17)

Apabila Roh Kudus berada, maka Tuhan pun berada (Yoh 14 : 16-18;  1 Yoh 3 : 24-25).

Setelah Roh Allah meninggalkan Saul, maka ia menjadi milik iblis (1 Sam 16 : 14).

Setelah Roh Allah meninggalkan Simson, maka ia dibawa oleh musuh dan menerima malapetaka (Hak 16 : 19-21).

IV.    BAGI YANG MENINGGALKAN GEREJA BENAR, SEBAB GEREJA ADALAH TUBUH TUHAN (Ef 1 : 23)

Umat Kristian adalah anggota tubuh Tuhan, bagi yang meninggalkan, maka akan kehilangan nyawa (1 Kor 12 : 12, 27).

Umat Kristian adalah ranting dari pokok anggur, bagi yang meninggalkan, maka pasti akan kering (Yoh 15 : 1-5).

Gereja adalah rumah Allah (1 Tim 3 : 15), bagi yang meninggalkan rumah tersebut akan binasa (Yos 2 : 18-19).

V.     BAGI YANG MENINGGALKAN KASIH, SEBAB ALLAH ADALAH KASIH (1 Yoh 4 : 8)

Yang tidak mempunyai kasih, maka tidak ada Allah, dan orang tersebut ada di dalam kebinasaan (1 Yoh 3 : 14).

Pada saat penghakiman, bagi yang tidak mempunyai kasih maka akan dibuang di luar Kerajaan Syurga (Mat 25 : 41-43).

Bagi yang mempunyai kasih, akan hidup di dalam Tuhan selama-lamanya (1 Kor 13 : 13).

Janganlah melakukan beberapa hal tersebut, sehingga akan murtad dari Allah yang hidup (Ibr 3 : 12).

10. Tidak Boleh Menyia-nyiakan Anugerah Keselamatan Tuhan
|

10. Tidak Boleh Menyia-nyiakan Anugerah Keselamatan Tuhan

Ibr 2 : 1 – 3 : Kata-kata di dalam ayat tersebut benar merupakan peringatan bagi orang yang memperoleh Anugerah Keselamatan Tuhan.

“Menyia-nyiakan” bererti tidak memandang atau tidak menghargai dan tidak memperhatikan.

Yang telah menyia-nyiakan Anugerah Keselamatan sejak dahulu dan sekarang pun ada, sungguh disayangkan dan patut dikasihani.

I.       ANUGERAH KESELAMATAN ADALAH “BEGITU BESAR”

1.      Diberikan dari Allah yang Maha Agung di Syurga.

Apabila di dunia ada raja yang memberikan sesuatu benda kepada umatnya, dikatakan menganugerahi.  Apalagi Tuhan yang Maha Agung di Syurga, memberikan Anugerah yang besar dalam penyelamatan jiwa kepada semua bangsa.

2.      Mengutus AnakNya yang tunggal untuk menderita dan menyerahkan nyawaNya (Yoh 3 : 16;  Rm 5 : 8;  Yoh 15 : 13).

3.      Menolong manusia terlepas dari kematian yang begitu mengerikan (2 Kor 1 : 10), iaitu kebinasaan jiwa yang kekal.

4.      Diangkat menjadi anak Allah (1 Yoh 3 : 1;  Mzm 113 : 8).

Ada kehidupan kekal, berhak menerima jaminan Kerajaan Syurga, mulia selamanya;  Serta bukanlah hal yang kosong, melainkan ada Kuasa Roh Kudus dengan Allah yang menyertai sebagai tanda bukti (Rm 8 : 16;  Ibr 2 : 4).

  • Orang yang memperoleh Anugerah Keselamatan yang begitu besar itu, apabila menyia-nyiakan, bahkan meninggalkannya, sungguh sangat menyedihkan.

II.     BERBAGAI MACAM ORANG YANG MENYIA-NYIAKAN ANUGERAH KESELAMATAN

1.      Yang sudah mendengar anugerah keselamatan ini, namun tidak menerimanya (Mat 11 : 20-24).

2.      Setelah menerima, tetapi tidak mengetahui akan Kebesaran/Keagungan Anugerah ini, tidak mengucap syukur bahkan meninggalkannya.

Orang Israel pada zaman dahulu, setelah diselamatkan dan keluar dari Mesir, mereka bersungut-sungut di padang berantara (Kel 16 : 1-3).

Selanjutnya semua keturunannya terdapat orang yang melupakan kebajikan seperti itu;  Ketika Tuhan memberitakan Injil, kesepuluhan orang yang sakit kusta itu memperoleh kesembuhan dan di antara kesembilan orang itu telah menyia-nyiakan Anugerah Tuhan (Luk 17 : 11-17).

3.      Tidak memandang Firman Kebenaran, hanya menitik beratkan perkara tubuh serta dunia, padahal, Firman Kebenaran mengajar, agar manusia memperoleh Anugerah Keselamatan, lebih berharga daripada emas dan perak (Mzm 119 : 7-10;  119 : 72;  1 Ptr 1 : 24-25).

Hendaklah mencontoh pemandangan mengenai Firman Kebenaran seperti umat-umat yang kudus (Ayb 23 : 12;  Ul 6 : 6-8).

4.      Bagi yang tidak melaksanakan :

Seperti orang yang tercantum di dalam Alkitab (Yak 1 : 22-23;  Luk 6 : 46).

Yang melaksanakan akan mempunyai dasar (Mat 7 : 24-25) dan akan memperoleh berkat (Yak 1 : 25).

5.      Bagi yang tidak memberitakan atau menyiarkan :

Manusia yang telah memperoleh Anugerah Keselamatan mempunyai kewajiban untuk memberitakan – bersaksi tentang keberadaan Allah serta Anugerah Kebajikan yang diberikanNya (Yes 43 : 10;  Kis 1 : 8;  5 : 31-32).

Memperoleh dengan cuma-cuma, berikanlah dengan cuma-cuma pula (Mat 10 : 8).

Celakalah apabila tidak memberitakan (1 Kor 9 : 16).

6.      Bagi yang tidak memelihara :

Apabila manusia telah memperoleh harta benda, jika tidak dipelihara, tidak menghemat, maka akan lenyap.  Orang yang telah memperoleh Anugerah Keselamatan dan tidak dipelihara, sehingga akan kehilangan Anugerah itu.  Maka itu haruslah memperhatikan dan memelihara Firman Allah yang ditunjukkan oleh Alkitab (Ams 7 : 1-2;  2 Tim 1 : 13-14).

  • Orang yang tidak memelihara sehingga kehilangan Anugerah, sebagian besar terjadi kerana arus dunia;  Mengikuti arus iaitu mengikuti aliran dunia, iaitu aliran adat dunia yang jahat, kehidupan yang palsu, pemikiran dan pembicaraan yang tidak sesuai dengan pengajaran dan sebagainya.

Tetapi orang yang telah memperoleh Anugerah Keselamatan, menjadi tamak akan dunia, terbawa oleh arus, dan mengabaikan terhadap anugerah Keselamatan sehingga akan kehilangan, maka kelak akan menerima hukuman kekal dan kebinasaan.

Lot adalah perumpamaan orang semacam ini, yang dapat dijadikan sebagai peringatan.

Di dalam Alkitab dikatakan :

“Bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu?” (Ibr 2 : 3;  Ruj : Ibr 6 : 4-8;  10 : 26-27).

9. Tuhan Yesus Tidak Berubah
|

9. Tuhan Yesus Tidak Berubah

Nyanyian Kidung Rohani no. 133 (Yang dinyanyikan pada permulaan Kebaktian) :

Pada nyanyian ini memberi petunjuk mengenai pengajaran yang sangat penting.

Segala perkara di dunia selalu berubah terus, bahkan berubah semakin jahat, rosak, sehingga manusia tidak memperoleh pegangan dan kecewa;  Hanya pada Alkitab memberi petunjuk bahawa “Yesus tidak berubah” adalah suatu kabar gembira;  Menyuruh agar manusia hanya bersandar kepada Dia, sudah pasti ada pengharapan (Ibr 1 : 10-12;  13 : 8).

Dibawah ini dihuraikan beberapa hal mengenai pengajaran berita baik tersebut :

I.       YESUS ADALAH ALLAH YANG KEKAL, MAKA TIDAK BERUBAH (Yes 9 : 6)

Yakni “Yang lanjut usianya” (Dan 7 : 9).

Tak berawal dan berkesudahan (Ibr 7 : 3).

Meskipun datang ke dalam dunia serta disalibkan, namun pada hari yang ketiga bangkit serta hidup sampai selamanya (Why 1 : 18, 8).

  • Sekarang, rohnya yang hidup beserta dengan orang yang percaya kepadaNya, sering menolong, sungguh di Syurga dan di bumi hanya Dia sangat pengasih serta dapat disandalkan (Mzm 73 : 25).

II.     ANUGERAH KESELAMATANNYA TIDAK BERUBAH

“Anugerah Keselamatan” iaitu Ia datang menjelma sebagai manusia menyerahkan nyawaNya untuk penebusan dosa, dan memberikan kebajikan atau kebaikan yang kekal (1 Yoh 4 : 9-10).

  • Kelepasan tetap untuk selamanya (Yes 51 : 6).

Sampai sekarang masih ada pekerjaan dari Roh Kudus, sampai selamanya (Mat 24 : 14;  28 : 20) yang telah lalu, sekarang, dan yang akan datang, semuanya menyelamatkan, bahkan menyelamatkan sampai akhir (2 Kor 1 : 10;  Ibr 7 : 24-25).

III.    FIRMANNYA KEKAL (TIDAK BERUBAH SELAMANYA)

         (1 Ptr 1 : 25;  Mat 24 : 35;  Mzm 119 : 89)

Firman yang diberitakan pada zaman dahulu semuanya sama dengan yang diberitakan oleh Gereja Benar, Alkitab melarang manusia mengubah Firman Tuhan (Ul 4 : 2;  12 : 32;  Why 22 : 18).

Yang mengubah Injil pasti akan terkutuk (Gal 1 : 7-8).

IV.    KERAJAANNYA TIDAK BERUBAH

Semua Kerajaan di atas dunia, selalu berubah terus, sehingga akhirnya lenyap, seperti yang ditunjukkan dalam penglihatan raja Babel (Dan 2 : 31-35).

Dunia ini, akan lenyap (1 Yoh 2 : 17).

Sampai pada akhir zaman nanti akan hangus dalam nyala api (2 Ptr 3 : 10).

Hanya Kerajaan Tuhan kekal selamanya, dan tidak terhapuskan (Mzm 145 : 13;  Dan 2 : 44;  7 : 13-14, 21).

“Langit dan bumi yang baru, tetap selamanya” (2 Ptr 3 : 13).

Umat Kristian yang saleh, memperoleh kehidupan yang kekal, dan akan bersama-sama dengan Tuhan di dalam KerajaanNya, sampai hidup yang kekal (2 Ptr 3 : 11-13;  1 Tes 4 : 17).

V.     KASIHNYA TIDAK BERUBAH (Yes 54 : 10).

Kasih manusia sebagian besar termasuk perasaan, tidak menetap seterusnya, sekalipun suami-isteri yang saling mengasihi, ayah dan anak, semuanya adalah kasih yang sementara, bahkan dapat saling membenci;  Hanya Kasih Tuhan adalah Kasih yang tidak berkesudahan (Yoh 13 : 1).

Kasih dari ayah anak terhilang, yang dikatakan oleh Tuhan iaitu kasih yang demikian : Allah bertekad tidak akan membuang umatNya – sekalipun memberontak (Mzm 94 : 14).  Yakni Kasih sampai akhir dan menolong sampai masuk ke dalam Syurga (2 Tim 4 : 18).

Di dalam Mzm 136, terdapat 26 kata-kata : “Kasih setiaNya untuk selama-lamanya”.  Paulus menerangkan : Apabila kita mengalami penderitaan yang bagaimanapun, musuh dan bahaya, semuanya itu tidak dapat memisahkan kita dari kasih Tuhan (Rm 8 : 35-39).

VI.    JANJINYA PASTI DIGENAPI

“Janji Allah” adalah suatu kebahagiaan besar yang akan diberikan oleh Allah, ada janji tentu ada kegenapan.  Pada zaman dahulu Allah menjanjikan seorang anak bagi Abraham, menjanjikan bangsa pilihan untuk memperoleh tanah Kanaan, menjanjikan bahawa keturunan Yehuda, akan menjadi raja, menjanjikan JuruSelamat untuk menolong semua bangsa.

Ketika Yesus memberitakan Injil, menjanjikan bahawa umatNya akan memperoleh Roh Kudus (Yoh 14 : 16-17;  Luk 24 : 49;  Kis 1 : 5).  Hidup yang kekal (1 Yoh 3 : 28) masuk Kerajaan Syurga (Luk 12 : 32).  Berhak menerima janji (Gal 3 : 29), terutama bahawa Ia pasti akan datang lagi dan menjemput para murid (Yoh 14 : 3).  Semuanya pasti nyata dengan sempurna, sama sekali tidak berubah.

VII.  KEPERCAYAAN KITA TIDAK BOLEH BERUBAH

Segala kebajikan yang dijanjikan oleh Tuhan, semua akan diperoleh kerana iman (Rm 5 : 2), tetapi hati manusia mudah berubah, meskipun di dalam iman kepercayaan, dapat berubah, maka tidak akan memperoleh kebahagiaan yang dijanjikan oleh Tuhan.

Di dalam Alkitab banyak nasihat tentang iman jangan berubah.

Hendaklah diperhatikan baik-baik, dengan bersandar kepada Pertolongan Roh Kudus, supaya iman diteguhkan sampai akhir, serta mentaati Firman yang dipelajari, tidak berubah selamanya, sampai kedatangan Tuhan untuk menyambut Kerajaan Syurga, merupakan nasihat yang terpenting bagi setiap umat Kristian.

Ayat Alkitab yang berhubungan dengan hal tersebut tercantum di bawah ini (Ibr 3 : 14;  10 : 22-23;  Kis 11 : 22;  13 : 43;  Ibr 10 : 35, 36, 39;  Kol 1 : 23).

8. Tujuan Allah Memilih Kita
|

8. Tujuan Allah Memilih Kita

Setiap kali orang melakukan sesuatu perkara, tentu ada tujuannya;  Untuk percaya kepada Tuhan juga mempunyai tujuan iaitu untuk memperoleh ketenteraman, kesembuhan, terlepas dari dosa, dan diselamatkan.  Namun Alkitab menunjukkan kepercayaan manusia terhadap Tuhan, bukan berasal dari diri sendiri, melainkan dipilih oleh Allah, sehingga baru dapat menjadi umat Kristian (Yoh 15 : 16).

Sekalipun dipilih oleh Allah, kalau dibicarakan dalam pihak Tuhan, Ia memilih manusia untuk menjadi bangsanya, mempunyai tujuan yang lebih penting, iaitu agar umat harus mengerti, serta rajin untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh Tuhan kepada umatnya, barulah tepat pada sasarannya/tujuannya.

I.       SUPAYA ORANG YANG PERCAYA DISELAMATKAN

Tujuan ini sesuai dengan tujuan orang yang percaya akan Tuhan, yakni dasar dari Inji, berasal dari Kasih Allah, yang mengutus JuruSelamat datang, supaya orang yang percaya kepadaNya dapat diselamatkan (Yoh 3 : 16;  Mrk 16 : 16).

Tetapi bagaimana harus percaya serta melakukannya baru dapat diselamatkan?  Ada caranya yang tertentu, iaitu yang dilakukannya harus sesuai dengan Alkitab, dilahirkan dari air dan Roh Kudus (Yoh 3 : 5;  Tit 3 : 5).

Selain itu, masih harus mentaati perintah dan nasihat yang ditunjukkan dari Alkitab, tidak seperti Gereja lain yang mengubah Injil (Gal 1 : 6-8) baru dapat mencapai tujuan Tuhan memilih kita.

II.     SUPAYA UMAT MELAKUKAN KEBAJIKAN (Ef 2 : 10)

Umat manusia semua mengetahui tentang pentingnya melakukan kebajikan, namun kenyataannya tidak ada seorang pun yang dapat melakukannya hal tersebut.  Alkitab telah memberi petunjuk dengan jelas (Rm 3 : 12;  Pkh 7 : 20).

Orang bijaksana kuno pun pernah mengatakannya, seperti nabi Khung Tze berkata : “Orang baik aku belum pernah melihatnya”.

Bahkan pepatah orang dunia pun berkata dengan jelas : “Seorang pun tidak ada yang baik, sekalipun lubang hidungnya menghadap ke bawah”.

“Manusia yang berhati baik masih belum dilahirkan”.

  • Hanya orang yang dipilih Allah untuk menjadi umatNya, yang diahirkan di dalam Tuhan, yang mempunyai tabiat “baik” Allah, pada dasarnya mempunyai kekuatan untuk melakukan kebajikan.

Maka tujuan utama Tuhan memilih murid-murid, menurut petunjuk dari Ef 2 : 10 adalah untuk melakukan kebajikan.

Tetapi kebajikan yang diinginkan Tuhan oleh umatNya, bukan kebajikan yang dilihat oleh orang dunia pada umumnya, melainkan seperti yang dikatakan oleh Alkitab “Untuk melakukan pekerjaan yang dipersiapkan Allah sebelumnya” iaitu yang dilakukan di dalam Tuhan barulah kebajikan yang sesungguhnya.

  • Sebenarnya Allah pribadi adalah baik (Mrk 10 : 18).

Firman Allah adalah “Harta yang indah” (2 Tim 1 : 14).

Pekerjaan bagi Allah adalah “Pekerjaan yang indah” (1 Tim 3 : 1;  Neh 2 : 18).

Motto :    Iaitu memberitakan Injil, membawa orang berbalik kepada Allah, melakukan berbagai macam pekerjaan kudus bagi Gereja Allah, menolong, meneguhkan iman para umat, menggenapi penyelamatan, dan hal lain-lainnya, barulah melakukan kebajikan yang sesungguhnya.

  • Allah mempersiapkan kebajikan yang harus dilakukan oleh kita, maka kita harus

–  melakukan dengan rajin (Tit 2 : 14).

–  saling mendorong (Ibr 10 : 24).

–  melakukan apabila ada kesempatan (Gal 6 : 10).

–  melaksanakan dengan tekun, sebab apabila sudah datang waktunya akan mendapat pahala (Rm 2 : 7;  Gal 6 : 9).

III.    SUPAYA UMAT MENYATAKAN KEMULIAAN ALLAH (Yes 43 : 7)

Sebenarnya Allah menciptakan alam semesta, serta manusia, adalah ingin menyatakan KemuliaanNya, akan tetapi manusia yang telah berdosa ini, telah kehilangan Kemuliaan Allah (Rm 3 : 23).

Kemudian, Allah menggenapi kehendakNya, dari pemilihan murid yang diselamatkan untuk memuliakanNya.  Maka dasar utama umat Kristian adalah harus memuliakan perkara Allah dengan rajin.

1.      Perbuatan terang dari umat (Mat 5 : 16; 1 Ptr 2 : 12), iaitu mengeluarkan buah yang terang (Ef 5 : 8-9;  Yoh 15 : 8).

Untuk hal ini, Paulus memohon serta menasihatkannya (Flp 1 : 10-11;  2 : 15).

2.      Kesempurnaan dari Gereja (Ef 3 : 21) yang penting ada 3 hal :

a.      Orang yang menjadi umat Kerajaan Syurga akan bertambah jumlahnya (Ams 14 : 28).

b.      Umat beriman tekun, sehati, saling mengasihi (Kis 2 : 44-47).

c.      Kesempurnaan mengurus di dalam Gereja/Jemaat, mentaati keputusan, saling mematuhi/menurut (Kis 6 : 1-7;  16 : 4-5;  Ef 5 : 19-21).

Beberapa hal ini adalah tujuan Allah memilih kita untuk menjadi umat Kristian, yang harus dimengerti oleh setiap umat dengan jelas, rajin agar tercapai dengan segera, supaya Tuhan puas dipermuliakan, barulah umat Kristian yang sempurna, yang memperoleh berkat selama-lamanya/ kekal.