31. Anak Manusia Pasti Ditinggikan
|

31. Anak Manusia Pasti Ditinggikan

Ayat Alkitab : Yoh 3 : 14.

I.       SIAPAKAH ANAK MANUSIA?

1.      Tuhan Yesus menamakan diriNya adalah Anak Manusia (Yoh 1 : 51;  3 : 13).

2.      Ia sebenarnya adalah gambar Allah (Kol 1 : 15).

3.      Ia pernah merendahkan diri turun ke dalam dunia dan menjelma sebagai Anak Manusia (Flp 2 : 6-8).

  • Anak manusia iaitu Kristus yang diharapkan oleh umat manusia (Mat 16 : 13, 16, 20).

II.     MENGAPA ANAK MANUSIA HARUS DITINGGIKAN?

1.      Kerana ingin menggenapi penyelesaian keselamatan manusia oleh Allah (Kej 3 : 15, 21).

2.      Kerana ingin menggenapi lambang yang ada pada Perjanjian Lama (Bil 21 : 4-9).

3.      Kerana menerima kutuk Hukum Taurat (Gal 3 : 10, 13).

III.    BAGAIMANA SETELAH ANAK MANUSIA DITINGGIKAN?

1.      Menyatakan bahawa Dia adalah Kristus (Yoh 8 : 28;  1 : 29) – Ia adalah nabi, raja dan imam.

2.      Telah menarik semua orang kepada Dia (Yoh 12 : 32).

3.      Menghasilkan perdamaian antara Allah dengan manusia (Ef 2 : 14-18).

  • Supaya barangsiapa yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh 3 : 16, 18).
  • KESIMPULAN:

Kita harus mengenali Anak Manusia, percaya akan Anak Manusia, mengucap syukur kepada Anak Manusia, memberitakan Anak Manusia, barulah layak terhadap Anak Manusia.

30 Kemajuan Dari Gereja Benar
|

30 Kemajuan Dari Gereja Benar

Kid 6 : 10 – Rahsia perkataan dari ayat ini, merupakan salah satu kebenaran yang penting dan diwahyukan dalam Kitab Kidung Agung, yang menunjukkan bahawa mempelai laki-laki Gereja Benar adalah Kristus.  Sejak pemunculan yang pertama, semakin bertumbuh sampai mencapai kesempurnaan dengan tingkatan yang dilaluinya.  Gereja Yesus Benar sesuai dengan pemunculan yang diwahyukan tersebut, harus selangkah demi selangkah memasuki kesempurnaan.

Di dalam ayat Alkitab ini terdapat 4 bagian perumpamaan mengandung makna yang penting dan ajaib, iaitu harus diselidiki dengan mengerti oleh jemaat Gereja ini,  demi kebenaran berharga untuk perkembangan terhadap Gereja dan terhadap pemupukan rohani secara pribadi, berjasa bagi pekerjaan kudus di Gereja, agar Gereja menggenapi nubuat tersebut, mencapai kesempurnaan.

I.       TERBIT/MUNCUL SEPERTI FAJAR

Fajar iaitu sinar matahari yang muncul pada pagi hari;  Pada zaman Perjanjian Lama, iaitu melambangkan bahawa anugerah Tuhan akan datang (Hos 6 : 3), pada Perjanjian Baru melambangkan, bahawa JuruSelamat akan datang (Luk 1 : 78).

Pada akhir zaman sekarang ini, iaitu melambangkan Roh Kudus yang menyertai GerejaNya yang Benar, sebab sebelum terbit fajar, seluruh tanah diliputi kegelapan (Yes 60 : 2).

Yesus datang memberitakan Anugerah Keselamatan, mula-mula ada cahaya yang menyinari diriNya (Yoh 8 : 12).  Tetapi Gereja Kristus pada akhir zaman ini, semuanya telah merubah Inji, maka hilanglah cahaya kebenaranNya, sehingga seluruh dunia berada dalam kegelapan lagi;  Sampai pemunculan Gereja Benar pada saat hujan akhir iaitu hujan Roh Kudus yang membangkitkan Gereja rasul, maka cahaya kebenaran Kristus telah bersinar kembali, yang dapat memimpin segenap bangsa untuk memperoleh anugerah keselamatan dan berjalan pada jalan yang terang.  Maka makna yang diwahyukan dalam Kidung Agung mengenai “Yang terbit seperti fajar” iaitu kegenapan pemunculan Gereja Benar pada akhir zaman.

  • Fajar terbit dari arah Timur, lebih menandakan bahawa Gereja Benar berasal dari benua sebelah Timur – dibentuk dati Tiongkok (Yeh 43 : 2).
  • Begitu fajar muncul, tentu bercahaya semakin terang, dan suhu cahayanya pun semakin panas, sehingga orang menjadi bersemangat, gembira, dan segenap alam pun bangun kembali;  Sampai pada tengah hari, menjadi cahaya yang besar dan kuat, yang menyinari segenap bumi (Ams 4 : 18).

Demikianlah keadaan Gereja Yesus Benar, pada 50 tahun yang lalu, adalah fajar yang mulai terbit, sampai kini sudah menghampiri tengah hari, matahari di atas menyinari segenap bumi. – Iaitu Gereja Benar yang muncul dari Tiongkok arah Timur, telah sampai pada setiap tempat, di laut selatan, India, Amerika, Australia.  (Meskipun belum biasa, namun sudah ada jemaatnya, serta jumlah Gereja yang sedikit, yang terutama adalah mulai kini rajin melaksanakan tugas ini).

II.     ELOK/CANTIK SEPERTI BULAN

Merupakan suatu perumpamaan yang dilihat dari arah lain terhadap Gereja Benar.  Fungsi bulan adalah menyinari kegelapan pada malam hari.

Melambangkan bahawa Gereja berada dalam dunia yang diliputi kegelapan, tetapi mengeluarkan cahaya Kristus sebagai penerang.  Sebenarnya bulan tidak mengeluarkan terang sendiri, melainkan terang dari refleksi matahari;  Demikian pula, Gereja adalah tempat manusia berkumpul, dan manusia sendiri tidak mempunyai terang, tetapi menerima terang dari Kristus, kemudian bersinar keluar, sama dengan terang dari bulan yang bersinar dari refleksi matahari.

  • Cahaya dari bulan sangat lembut, sejuk, dan wujud bulan itu seperti bola perak yang sangat indah;  Semua orang tentu menyenanginya;  Inti dari Gereja Benar pun demikian, yakni penuh dengan Karunia Tuhan, kemurahan, kelembutan, kehangatan, sehingga orang memuji keindahannya serta berusaha mendekatinya.  Mempelai perempuan dalam Kidung Agung iaitu Gereja Benar, banyak bagian yang mencantumkan mempelai laki-laki (melambangkan Tuhan).

Yang dimaksud dengan sebutan mempelai perempuan iaitu “KekasihKu, engkau sungguh cantik, sungguh manis” (Kid 1 : 15;  4 : 1, 7, …).

Sebagai jemaat Gereja Benar, harus mempunyai Rohani yang sempurna, supaya Gereja mengeluarkan keindahannya.  Yakni keindahan kerohanian dan akhlak rohani, dan bukan keindahan wajah luar dari jasmani.

III.    TERANG SEPERTI MATAHARI

Matahari menunjukkan pada Kristus, Gereja Benar dengan Kristus adalah satu tubuh (Ef 5 : 31-32).

Pada saat bertumbuh, maka segenap Gereja pasti ada cahaya Kristus yang sama, yang bersinar terang dengan kemegahannya (Hak 5 : 31).

Perempuan di atas langit yang dilihat oleh rasul Yohanes adalah Gereja Benar, juga berselubung matahari (Why 12 : 1) iaitu segenap Gereja mengeluarkan cahaya Kristus.  Itulah yang harus dikejar/dituntut dengan rajin oleh segenap jemaat Gereja Benar, agar Gereja bertumbuh lebih lanjut, Tuhan Yesus pun telah mengatakan : “Kelak orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari” (Mat 13 : 43).

IV.    DAHSYAT SEPERTI BALA TENTARA DENGAN PANJI-PANJINYA

Jemaat Gereja Benar pun adalah bala tentera (Yeh 37 : 10).

Juga prajurit Kristus (2 Tim 2 : 3).

Sekalipun tentera, terlebih dahulu harus menerima latihan untuk persiapan perang.

  • Seteru yang melawan murid Tuhan sangat banyak, jika bangsa Israel yang ingin masuk ke tanah Kanaan, dimana-mana ada seteru, maka perjuangannya tidaklah akan berhenti.
  • Seteru umat Kristian adalah roh-roh jahat di udara serta segala perkara kejahatan (Ef 6 : 12).

Tetapi kita mempunyai panglima yang memimpin, maka barangsiapa yang taat kepadaNya untuk berperang, pasti akan menang.

Ketika tentera Israel menyerang kota Yerikho, merupakan suatu contoh (Yos 6).

Kitab Wahyu pun menubuatkan, perjuangan Gereja Benar pada akhir zaman, iaitu sebagai pemenang untuk merebut kemenangan (Why 6 : 2).

  • “Membuka panji-panji” : Pertanda ingin keluar berperang (Mzm 60 : 6) yakni yang harus dilaksanakan dengan tekun untuk berjuang oleh jemaat Gereja Benar kini.
  • Bangsa Israel yang keluar dari Mesir adalah pasukan (Kel 12 : 41).

Umat yang dipimpin oleh Yosua untuk masuk ke Kanaan adalah pasukan (Yos 1 : 10).

Bangsa Israel yang membantu Daud untuk memperoleh kerajaan adalah pasukan (1 Taw 12 : 23-38).

Sebagai umat Kristian Gereja Benar, semua harus ikut menjadi pasukan, dan berperang dengan panji-panjinya.

Sebagai pemenang untuk merebut kemanangan;  Tugas kudus dari Gereja Benar barulah akan mencapai kesempurnaan, dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus untuk menyatakan kemuliaan Kerajaan Syurga.

Gereja Benar kini sudah bukan merupakan masa terbitnya fajar, namun harus merupakan masa kemajuan untuk mencapai “Elok seperti bulan, bercahaya seperti matahari, dahsyat seperti bala tentera dengan panji-panjinya”.  Semoga segenap jemaat menuju pada sasaran atau tujuan tersebut.

29. Di Bawah Pohon Epal Tuhan Membangunkan Engkau
|

29. Di Bawah Pohon Epal Tuhan Membangunkan Engkau

Kid 8 : 5b.  Erti dari perkataan ini sesungguhnya amat dalam dan panjang;  Bagi umat Kristian yang masih lemah imannya, haruslah mempelajari nasihat ini.

I.       DI BAWAH POHON EPAL

Melambangkan di dalam Anugerah Tuhan, pohon epal melambangkan Tuhan sendiri (Kid 2 : 3).

Dalam Alkitab banyak menggunakan pohon sebagai lambang dari manusia.

Seperti halnya pohon yang harus berbuah, tidak perlu dijelaskan lagi, semuanya tentu sudah mengetahuinya.

  • Di dalam hutan banyak pohon besar, melambangkan bahawa di dunia ini banyak orang-orang yang terkemuka.  Tetapi sebaliknya pohon apel adalah pohon yang pendek, direndahkan oleh orang, seperti halnya Tuhan Yesus (Yes 53 : 2;  Mrk 6 : 3).

Akan tetapi pohon epal adalah pohon yang mulia, yakni berbuah sangat mulia, daunnya rimbun, dibawah pohon dapat merasa sejuk.  Wisatawan yang lelah, dapat beristirehat di bawahnya dan makan buahnya, sungguh sangat menyenangkan.

Apabila di bawah pohon yang besar, tidak akan terdapat buah untuk dimakan, maka tidak ada gunanya.

Demikian pula orang-orang penting di dunia sulit untuk diminta bantuannya, hanya datang kepada Tuhan, jiwa yang letih lesu dapat memperoleh kelegaan (Mat 11 : 28).

  • Mencobai buahnya, akan manis rasanya (Kid 2 : 3b) adalah buah yang diberikan oleh Yesus, kerana Tuhan mengasihi kita, Ia dilahirkan ke dalam dunia, menderita dan mengorbankan nyawaNya, untuk menolong dan melepaskan dosa kita, agar menjadi anak-anak Allah dan memperoleh kehidupan kekal, sehingga dapat masuk di dalam Kerajaan Syurga untuk menikmati kemuliaan, semuanya itu adalah buah epal yang manis dari Tuhan.  Dengan kata lain iaitu Kasih Tuhan diberikan kepada kita untuk memperoleh sukacita.
  • Kid 1 : 2.  Cinta Kasih Tuhan lebih nikmat daripada anggur.  Minuman anggur disukai manusia, hanya murid yang memperoleh Kasih Tuhan, di dalam segala perkara dapat merasa puas, sehingga tidak perlu minum anggur lagi.

Untuk menikmati Kasih Karunia Tuhan, harus ada dibawah pohon apel, mencobai buahnya yang manis, barulah merasa senang dan bahagia.

  • Gereja Benar adalah tubuh Tuhan, dan Kasih Karunia Tuhan melimpah di dalam Gereja tersebut;  Jemaat Gereja Benar harus ada di bawah pohon epal.

II.     TUHAN AKAN MEMBANGUNKAN ORANG YANG DI BAWAH POHON EPAL

Iaitu ingin menyadarkan kita, pada saat tertidur atau mengantuk, dan apabila akan datang bahaya;  Sebab di dalam hutan banyak binatang buas atau keluar masuknya para penyamun, manusia yang tertidur tidak mengetahui bahaya, maka Tuhan yang Maha pemurah itu akan menyadarkan atau membangunkan.

  • Tetapi umat Kristian tidak hanya tertidur pada saat menderita atau mengalami bahaya, juga pada saat sejahtera dapat tertidur, hal ini lebih bahaya lagi.  Kegagalan Nuh, pada saat air bah telah lalu, maka ia tertidur dalam minuman anggur dengan keadaan tubuh yang telanjang (Kej 9 : 20-21).

Ketika Daud dalam keadaan sejahtera ia tertidur, sehingga telah berbuat dosa yang berat (2 Sam 11).

Ketika kota Sodom dibinasakan, dan Lot melarikan diri ke atas bukit, ia tamak akan anggur, sehingga tertidur dengan pulas dan anaknya ada kesempatan melakukan perzinahan dengan ayahnya sendiri (Kej 19 : 30-38).

Hanya Ayub di dalam kesejahteraannya selalu berjaga-jaga dengan mempersembahkan korban bakaran bagi anak-anaknya (Ayb 1 : 5).

  • Umat Kristian sekarang, yang ada di dalam kesejahteraan, imannya sangat dingin, sedang tertidur pulas di bawah pohon epal, sehingga perlu dibangunkan, kalau tidak, tentu akan mengalami malapetaka.
  • Simson ditangkap ketika tertidur (Hak 16 : 19-21).
  • Eutikhus tertidur, ketika sedang kebaktian lalu terjatuh dari tingkat ketiga ke bawah dan mati (Kis 20 : 9).
  • Gadis-gadis yang menyongsong mempelai laki-laki, kerana tertidur, tidak mengetahui mempelainya telah datang (Mat 25 : 5, 11).

Pada umumnya orang-orang yang tertidur, kehilangan barangnya yang berharga.  Seperti tertidur di kereta, barangnya dicuri, hal ini seringkali terjadi.

  • Maka sebelum bahaya tiba, Tuhan mengingatkan kepada muridNya (Luk 21 : 34).  Paulus pun demikian (1 Tes 5 : 3-6;  Rm 13 : 11).

III.    TUHAN MEMBANGUNKAN DENGAN CARA ISTIMEWA (Kid 8 : 5b)

Iaitu menyuruh dia (yang tertidur adalah mempelai perempuan yang dicintai Tuhan) supaya memikirkan ibu yang mengandung dan melahirkan dia.  Tuhan melahirkan roh hidup bagi umatNya, maka dapat disebut sebagai ibu.

  • Tuhan melahirkan jiwa kita, Ia sungguh menderita sangat besar!  Apabila melupakan anugerahNya, maka imannya menjadi lemah atau dingin, kerohaniannya menjadi ngantuk, akhirnya tertidur;  Maka Alkitab menasihatkan kepada umat Tuhan, supaya jangan melupakan kebaikanNya (Mzm 103 : 2;  Ibr 12 : 3).
  • Bukan saja tidak melupakan, tetapi harus dapat membalas kebaikanNya (2 Kor 5 : 14-15).

Maria dari Betania dan Maria Magdalena yang membalas Kasih Tuhan (Yoh 12 : 3;  Mrk 14 : 3-9;  Luk 8 : 3-4).  Yang dibangunkan oleh Tuhan harus rajin.

28. Bermacam-macam Orang Dalam Surat Yakobus
|

28. Bermacam-macam Orang Dalam Surat Yakobus

Satu jilid surat Yakobus, apabila dibaca dengan teliti, maka akan dapat menemukan bermacam-macam orang yang tertulis di dalamnya, semuanya ada 16 macam orang.  Ada yang baik dan ada yang jahat.  Hendaklah umat Kristian memperhatikan, membandingkan orang-orang semacam itu dengan diri sendiri, dan orang macam manakah yang sesuai dengan orang Kristian?

I.       ORANG YANG KAYA (1 : 10)

“Orang yang kaya” iaitu orang yang mempunyai wang.  Tuhan bersabda : “Celakalah orang yang kaya” (Luk 6 : 24).  Sebab orang yang kaya, sebahagian besar adalah memegahkan diri, congkak, bahkan menghina kepada orang miskin, sedikit pun tidak mempunyai Kasih (Yak 5 : 1-4).  Orang semacam itu, tentu ada hukuman yang menantikan dia (Yak 5 : 5-6).

  • Bukan hanya kaya yang bersifat material, namun kaya di dalam pengetahuan, kaya di dalam ilmu, kaya dalam pengajaran rohani, celakalah bagi yang tidak merendahkan diri.

II.     ORANG YANG CONGKAK (4 : 6a)

Iaitu memegahkan diri sendiri menjadi tinggi dan besar, serta menghina orang lain, tidak takut akan Allah, tidak mendengarkan nasihat orang.

“Orang yang congkak pasti hancur”, tidak hanya pengajaran dari Alkitab (Ams 18 : 12;  16 : 18) namun merupakan pengajaran orang dunia yang telah dimengertinya, sebab kecongkakan adalah keluar dari iblis (Yeh 28 : 17).  Hendaklah berhati-hati, jangan sampai congkak.

III.    ORANG YANG BIMBANG (1 : 6-7)

Meskipun telah percaya kepada Allah, dan tahu segala pengajaran Alkitab, namun masih ragu-ragu dan tidak percaya sepenuhnya;  Meskipun orang tersebut berdoa, namun ia tidak akan menerima sesuatu apapun.

  • Pada saat Petrus berjalan di atas permukaan laut, tiba-tiba ia menjadi bimbang, maka ketika itu juga ia hampir tenggelam (Mat 14 : 29-31).

Orang yang ragu-ragu, akhirnya demikian.

Maka hendaklah memohon kemajuan iman, juga keteguhannya, tetapi janganlah menjadi orang yang bimbang di dalam pengajaran.

IV.    ORANG YANG MENDUA HATI (1 : 8)

Sebutan ini adalah “orang yang berhati dua” sama halnya dengan orang yang bimbang.  Meskipun hatinya percaya kepada Allah, namun (hati yang satunya) masih saja mengasihi dunia (Mat 6 : 24) yakni seperti yang dimaksud dengan “Orang yang menginjakkan kedua kakinya pada dua perahu”.

Kesimpulannya, apabila kedua perahu itu memisah, maka orang itu pasti terjatuh ke dalam lautan.

Maka Alkitab mengajarkan kepada kita, agar sehati percaya kepada Tuhan, tekun memikirkan perkara yang di atas, namun jangan mendua hati, sehingga membagi hati untuk mengasihi dunia (Kol 3 : 1-2;  1 Yoh 2 : 15-17).

V.     MANUSIA YANG BEBAL (2 : 20)

Meskipun umat Kristian, kalau hanya dibibir saja, imannya pasti akan kosong, sebab tidak ada kenyataan dari perbuatannya;  Yakobus berkata : “Iman tanpa perbuatan itu adalah mati, iaitu umat Kristian yang hanya pura-pura/palsu dan tidak akan dapat diselamatkan.  Seperti yang dikatakan dalam surat Yudas iaitu “Bagaikan awan yang tidak berair, dan pohon-pohon yang tidak menghasilkan buah” (Yud 12).

Itulah orang yang bebal, yang menjadi suatu nasihat bagi umat Kristian.

VI.    ORANG YANG PURA-PURA BERIBADAH (1 : 26)

Umat Kristian harus sungguh-sungguh beribadah dan takut kepada Tuhan, kerana mengandung janji baik untuk hidup ini, mahupun untuk hidup yang akan datang (1 Tim 4 : 8), apabila hanya beribadah secara lahiriah, namun tanpa perbuatan dalam melaksanakan Firman, iaitu ibadahnya menjadi palsu.

Umat yang berpura-pura baik, akan dibenci oleh Tuhan.  Pada akhir zaman banyak orang yang beribadah secara lahiriah, tetapi pada hakikatnya mereka memungkiri kekuatannya, jauhilah mereka itu! (2 Tim 3 : 5).

VII.  ORANG YANG CABUL (4 : 4)

Percabulan adalah suatu macam dosa yang berat, meskipun telah menjadi umat Kristian, tidak sedikit yang melakukan dosa tersebut, sehingga jatuh dalam melaksanakan Firman Kebenaran (1 Kor 6 : 9-10;  Ef 5 : 5).

  • Selain percabulan tubuh, juga ada percabulan pengajaran, iaitu masih condong terhadap dunia dan bergaul dengan kebiasaan dunia, menuruti cara dunia untuk mengurus pekerjaan Gereja, sehingga menjadi orang yang cabul di dalam kerohanian dan tidak dapat menjadi umat Kerajaan Syurga yang suci.

VIII. ORANG YANG BERDOSA (4 : 8)

Hal ini bukan ditujukan terhadap orang kafir yang belum percaya, melainkan bagi umat Kristian yang tidak melaksanakan Firman, yang masih mendua hati, sehingga masih timbul kekurangannya, tetapi bukan melakukan dosa berat, sebab setelah memperoleh anugerah keselamatan, tetapi berbuat dosa lagi, maka tidak akan ada pengampunan (Ibr 10 : 26-27;  6 : 4-8).

Tetapi oleh kerana imannya yang lemah dan masih belum dapat memelihara Firman secara keseluruhan, sehingga telah melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan Firman, yakni kejahatan, sekalipun dilakukan dengan tidak sengaja, juga termasuk berdosa (1 Yoh 5 : 17).

Apabila sudah mengetahui berdosa, maka hendaklah melakukan menurut petunjuk dari Alkitab : “Sucikanlah hatimu dan tahirkanlah tangan, berdukacitalah, merataplah, rendahkanah diri di hadapan Tuhan, maka Tuhan pasti mendengarkan dan mengampuni, serta akan memberi anugerah (Yak 4 : 8-10).

Kedelapan macam orang seperti tersebut di atas, iaitu tidak boleh ada pada umat Kristian benar, agar semua orang berjaga-jaga untuk menghindarinya;  Selanjutnya terdapat 8 macam orang yang baik, yang harus dicontoh bagi umat Kristian yang Benar.

IX.    ORANG YANG MISKIN (2 : 5)

Orang miskin adalah orang yang sering dihina, tetapi Allah mahu memilih orang-orang yang semacam itu, sehingga mereka akan memperoleh berkat (Luk 6 : 20;  1 Kor 1 : 26).

Tuhan tidak melihat miskin hal material, yang penting adalah hati yang miskin (Mat 5 : 3).

Orang yang berhati miskin, tidak memegahkan diri, bahawa dirinya berpengetahuan, berkepandaian, telah melakukan kebajikan;  Di hadapan Tuhan hanya mengakui bahawa dalam dirinya tidak terdapat kebaikan, maka Tuhan pasti berkenan, untuk memberi kemurahan dan berkat.

X.     ORANG YANG RENDAH HATI (4 : 6b)

Orang yang rendah hati, pasti memperoleh anugerah, dan ia akan ditinggikan.

Ketika Tuhan Yesus berkhotbah memberikan pengajaran penting ini (Mat 23 : 12;  Luk 14 : 11;  18 : 14) nasihat dalam Kitab Amsal juga demikian (Ams 15 : 33;  18 : 12).

XI.    ORANG YANG BERHIKMAT (3 : 13)

Ini sudah pasti bukanlah hikmat dunia, melainkan hikmat untuk takut akan Allah.

Jika melihat ayat 17 ke bawah, maka akan diketahui dengan jelas.  Penilaian hikmat tersebut, sungguh tidak ada bandingannya (Ams 3 : 13-15;  8 : 11).

Hendaklah memohon kepada Allah agar menjadi orang yang berhikmat, dan harus memberitakan hikmat (1 Kor 2 : 6-7).

XII.  ORANG YANG TAHAN DALAM PENCOBAAN (1 : 12)

Pencobaan adalah dari iblis yang ingin mencelakai umat Kristian, godaan yang dipakainya adalah memperalat nafsu birahi manusia, agar manusia mudah tergoda dan jatuh.  Tetapi bagi yang dapat menahan nafsu, sehingga tidak tergoda, maka akan menerima penderitaan oleh kerananya, seperti yang dialami oeh Yusuf (Kej 39 : 7-20).

Terutama pencobaan yang diterima oleh Tuhan Yesus, namun Tuhan tidak tergoda olehnya, kemudian menerima penganiayaan dan penderitaan di atas kayu salib, Tuhan bersabar sampai akhir, tidak dikalahkan oleh pencobaan tersebut.  Sehingga dapat dikatakan, berbagialah yang tahan dalam pencobaan seperti itu.

XIII. ORANG YANG BERTEKUN (SABAR) (5 : 11)

Apabila mengalami penderitaan, aniaya, atau pencobaan yang dialami dari iblis.  Seperti kesusahan, kesengsaraan, semuanya dapat tekun sampai akhir dan tekun sampai sempurna (1 : 4).

Ayub adalah contoh yang baik, suatu teladan yang harus dicontoh oleh setiap umat Kristian.

XIV. ORANG YANG MELAKUKAN FIRMAN (1 : 25)

Kepentingan untuk melakukan Firman, adalah yang paling diutamakan dalam surat ini (1 : 22-26;  2 : 18-22).

Kenyataan pengajaran yang penting ini, tidak perlu diterangkan lagi.

Tuhan Yesus juga sungguh-sungguh menasihatkan :

“Setelah mendengar Firman tentu harus melaksanakannya” (Mat 7 : 21, 24-25).  Bagi yang melakukan Firman akan mendapat kebahagiaan yang besar (Luk 11 : 28).

XV.   ORANG YANG BENAR (5 : 16)

Orang benar paling jarang ada di dunia, sebab manusia telah berbuat dosa dan meninggalkan Allah, tidak lagi dapat menemukan orang yang benar (Rm 3 : 10).

Hanya Nuh yang tulus dan takut akan Allah.  Alkitab menyebutnya, bahawa dia adalah orang yang benar (Kej 6 : 9).

Sedangkan Yusuf suami dari Maria, disebut sebagai orang yang tulus (Mat 1 : 19).

  • Umat Kristian yang memperoleh anugerah penebusan harus menjadi orang yang benar.  Hal ini kerana adanya penyucian dosa melalui darah yang kudus dan Roh Kudus, sehingga kita ini dibenarkan (Rm 3 : 24;  1 Kor 6 : 11).  Setelah dibenarkan, harus dapat maju lagi, iaitu harus berbuat kebenaran, barulah sungguh-sungguh dapat disebut sebagai orang yang benar (1 Yoh 3 : 7).  Sehingga dapat mencapai tujuan penebusan manusia oleh Allah dan diselamatkan dengan sempurna.

XVI. ORANG YANG SEMPURNA (3 : 2)

Merupakan tujuan yang terakhir bagi umat Kristian, iaitu ingin menjadi orang yang sempurna.  Hal itu sejak Allah mulai memimpin Abraham di padang gurun, telah meminta kepadanya, agar hidup di hadapan Allah dengan tidak bercela (Kej 17 : 1).

Selanjutnya, ketika Musa memberitakan hukum Taurat, diperintahkanNya demikian, iaitu agar hidup dengan tidak bercela (Ul 18 : 13).

Tuhan Yesus pun berkata juga (Mat 5 : 48).

Paulus juga senantiasa menasihatkannya (2 Kor 13 : 9, 11).

  • Perkara yang harus disempurnakan, termasuk banyak hal, seperti : Fikiran, perkataan, iman, kasih, kesucian, perbuatan, semuanya harus dicapai tanpa cela, kesempurnaan tanpa peneguran, seperti kasih Tuhan Yesus yang sempurna (Kid 5 : 16).

Umat Kristian sekarang, belum ada yang dapat mencapai kesempurnaan, maka hendaklah senantiasa rajin maju pada tujuan tersebut (Flp 3 : 13-14).

27. Semakin Maju Di Dalam Segala Perkara
|

27. Semakin Maju Di Dalam Segala Perkara

Ef 4 : 14-15.  “Semakin maju” bererti maju dan bertumbuh, yang diucapkan menjadi satu.

Di dalamnya terdapat “jiwa yang hidup” – Iaitu suatu hal yang harus terdapat pada manusia atau tumbuh-tumbuhan yang hidup.  Tidak hanya dalam hal yang berjiwa, namun dalam segala hal yang dapat dipelajari harus ada (semakin) kemajuan.  Seperti menulis, menggambar, seni suara, segala kepandaian, semuanya dimulai dari yang sedikit/kecil, kemudian semakin maju, sehingga mencapai kesempurnaan.

Sebagai umat yang dilahirkan kembali menjadi anak-anak Allah, pada permulaannya adalah anak-anak, lalu semakin maju dan bertumbuh, sampai menjadi orang yang dewasa dan bertumbuh ke arah Kristian (Ef 4 : 14).

Umat Kristian patut semakin maju dan bertumbuh, tidak hanya dalam satu atau dua hal, namun termasuk dalam segala perkara, iaitu di dalam segala hal, semuanya harus menuntut kemajuan.

I.       SEMAKIN MAJU DI DALAM KASIH KARUNIA (2 Ptr 3 : 18)

Dalam ayat ini terdapat dua bagian, terlebih dahulu akan dibahas mengenai “Kasih Karunia”.

  • Kasih Karunia iaitu memperoleh anugerah keselamatan dari dosa, dan bermacam-macam kebajikan diperoleh dari pelepasan dosa dan kelahiran kembali.

Tetapi jangan merasa puas, kerana sudah mendapatkan Kasih Karunia, melainkan harus terus maju, sehingga memperoleh “Kasih Karunia yang lebih banyak” (Yak 4 : 6) sesuai dengan “Kasih Karunia demi Kasih Karunia” (Yoh 1 : 16).

  • Harus menuntut dengan rajin, baru mendapatkan “Kasih Karunia demi kasih Karunia” dan semakin maju atau bertumbuh, sehingga diperkuat dengan Kasih Karunia (Ibr 13 : 9) dan jangan menjadi undur atau jatuh dalam Kasih Karunia, sehingga kehilangan kebahagiaan yang kekal (Ibr 12 : 15).

II.     SEMAKIN MAJU DI DALAM PENGETAHUAN

Bukanlah pengetahuan dunia, melainkan ditujukan pada pengenalan kepada tuhan, mengerti Injil Kebenaran dan merenungkan tentang perkara rohani.

Umat Kristian yang mula-mula memperoleh anugerah Keselamatan, pengetahuan rohaninya tentu masih dangkal, apabila rajin belajar, maka lambat laun akan mengerti Kebenaran dan akan mengenal Tuhan lebih mendalam, sehingga sungguh-sungguh percaya kepada Dia, bersandar kepada Dia, mengikut Dia, taat kepada Dia dan menjadi umat Kristian yang sesungguhnya.  Namun jangan tidak tumbuh di dalam pengetahuan, dan terus menjadi anak-anak yang tidak mengerti apa yang benar dan salah, sehingga tertipu dan jatuh (Ef 4 : 14).

  • Paulus sering memohon doa bagi kemajuan Gereja (Flp 1 : 9-10;  Ef 1 : 17-18).

III.    SEMAKIN MAJU DI DALAM IMAN

Iman adalah dasar keselamatan (1 Ptr 1 : 5).

Tetapi ketika mulai percaya, semuanya masih kanak-kanak, lemah, dan harus rajin menuntut kemajuan, sampai imannya teguh, kuat, dapat bersandar dengan iman untuk memperoleh kemenangan di dalam segala perkara (Mrk 9 : 23;  1 Yoh 5 : 4) dan diselamatkan dengan sempurna.

  • Apabila iman tidak bertumbuh dan menghadapi kesulitan, bahaya, lalu menjadi ragu-ragu, takut, sekalipun percaya juga tidak berguna!  Tuhan sering menegur, bahawa iman yang semacam itu adalah “Orang yang kurang percaya”. (Mat 6 : 30-31;  8 : 26;  14 : 31;  16 : 7-8).
  • Hendaklah bertumbuh sampai terdapat “Keyakinan iman yang teguh” (Ibr 10 : 22-23).

“Teguh dalam iman” (Kol 2 : 7;  1 Ptr 5 : 9;  Rm 4 : 20).

Pekerjaan imanmu (1 Tes 1 : 3).

Beriman serta dapat melaksanakan (Yak 2 : 14-22) dan yang melakukan mendapat berkat, imannya dapat tumbuh dengan baik (Yak 1 : 25).

IV.    SEMAKIN MAJU DI DALAM KEBENARAN (Flp 1 : 25)

Iaitu keinginan mempelajari pengajaran sehingga mengerti di dalam segala perkara, dan hendaklah pengajaran itu diam dengan segala kekayaannya (Kol 3 : 16).

Pengajaran yang maju, akan ada “sukacita”.

Inilah perkataan yang diulang oleh Paulus dalam Kitab Filipi : Apabila pengajaran itu tidak tumbuh, dan tidak mengerti tentang rahasia dari Firman tersebut, maka tidak akan menerbitkan pengharapan, bagaimana akan ada sukacita?

  • Pengajaran dari Khung Tze, iaitu di dalam penderitaan, terdapat sukacita yang tidak terhingga.  Apalagi yang mengerti tentang Kebenaran Alkitab.
  • Paulus dipenjarakan kerana Injil, tetapi ia penuh dengan sukacita, sehingga telah menulis 5 surat tentang “Surat penjara”.  Iaitu akibat dari pengajaran yang semakin maju.

V.     SEMAKIN MAJU DI DALAM KASIH

Kasih adalah yang terbesar di dalam Injil, tetapi paling sering kurang di dalam jemaat (1 Kor 13 : 13;  Rm 13 : 8).

Meskipun telah menjadi umat Kristian, mengetahui harus melakukan kasih, tetapi kerana yang dilakukan sering tidak mencukupi, maka hendaklah senantiasa menuntut kemajuan di dalam Kasih (1 Kor 14 : 1).

Belajar untuk mengasihi saudara-saudara dan mengasihi semua orang (2 Ptr 1 : 7) sama dengan Kasih Tuhan kepada kita (Yoh 13 : 34;  1 Yoh 4 : 11-12, 16-17) sehingga memperoleh kehidupan di dalam Kasih (1 Yoh 3 : 14).  Dan Paulus berdoa untuk kasih jemaat, agar semakin berlimpah (Flp 1 : 9).

VI.    SEMAKIN MAJU DI DALAM TUGAS (1 Tim 4 : 15)

Jemaat yang baru percaya, tidak mengerti melakukan pekerjaan kudus bagi Tuhan, meskipun sudah diajarkan, agar mahu melakukan, tetapi tetap tidak mahu melakukan, atau mengerjakannya itu sedikit, masih mementingkan pada pekerjaan sendiri;  Setelah pengajaran itu bertambah maju, maka mulai akan mengerti tentang penghargaan pekerjaan kudus tersebut, sehingga dengan senang untuk melakukannya.

Dan dalam setiap hal senang melakukannya, bahkan akan dilakukan dengan sangat baik, serta rajin bekerja, itulah yang dimaksud dengan bertumbuh di dalam tugas atau pekerjaan.

  • Jika rajin melakukan pekerjaan kudus, maka kelak pasti akan memperoleh banyak pahala (1 Kor 9 : 17;  15 : 58).  Dan yang tidak bekerja akan dikutuk (Yer 48 : 10).

VII.  SEMAKIN MAJU DI DALAM BERBAGAI KARUNIA (1 Tim 4 : 14-15)

Selain keenam hal yang dihuraikan di atas, masih ada lagi iaitu Karunia Allah yang bermacam-macam (Ref : 1 Kor 12 : 4-11).

Seperti berkhotbah, kesembuhan, mengusir iblis, mujizat, mengurus Gereja dan lain-lain.

Hendaklah tekun terhadap Injil, rajin dan senantiasa belajar, agar dapat memperlihatkan kemajuan kepada orang lain, dan jadi umat Kristian milik Tuhan yang sesungguhnya dan memperoleh kebahagiaan.

26. Berjalan Sejauh Dua Mil
|

26. Berjalan Sejauh Dua Mil

Mat 5 : 41-44 : Ketika Tuhan memberitakan hal ini, adalah merupakan suatu pengajaran yang sangat penting bagi murid-muridNya, untuk pemupukan dan melaksanakan Firman Allah.

Sumber sejarah “Berjalan sejauh dua mil” :

Menurut catatan para ahli sejarah, pada saat itu tentara Romani menangkap orang-orang Yahudi untuk mengangkut dan mengisi makanan, lalu memerintahkan untuk berjalan sejauh dua mil (1 mil di negara Roma sangat jauh).  Sehingga orang-orang Yahudi tidak mahu dan berikhtiar untuk melarikan diri, tetapi kalau ketahuan, pasti akan menerima penganiayaan/siksaan, namun Tuhan Yesus mengajarkan kepada mereka, agar mahu berjalan dua kali lipat, yakni berjalan sejauh 2 mil.  Apabila mereka mahu melaksanakan dengan cara itu, sebenarnya dapat menggerakkan hati tentera Romani, sehingga memperoleh perlakuan yang baik (diperlakukan dengan baik).

Firman Tuhan mengajar untuk berjalan sejauh 2 mil, Tuhan bukan mengajar, tetapi Ia sendiri memberikan teladan.

Dalam Mat 20 : 28 dikatakan, bahawa Ia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani sebagai hamba, bahkan mahu membasuh kaki murid-muridNya;  Serta mengajarkan pula, agar mengasihi musuh, dan berdoa bagi yang menganiaya (Mat 5 : 44).

Maka itu kita harus belajar melakukan pengajaran “berjalan sejauh 2 mil” tersebut.

I.       MELAKSANAKAN DALAM FIRMAN

Setelah mendengarkan Firman, harus dilaksanakan barulah akan memperoleh berkatnya (Yak 1 : 22-25).  Tetapi bukan hanya melaksanakan apa yang harus dilakukan, melainkan harus melaksanakan sampai melewati batas, iaitu melaksanakan lebih banyak.  Harus bisa mengasihi musuh yang dibenci.

Dalam Alkitab terdapat banyak contoh :

1.      Abraham menyelamatkan Lot yang telah meninggalkan dia, dan menyelamatkan juga penduduk Sodom (Kej 14).

2.      Ishak memperlakukan dengan baik kepada orang Filistin yang dahulu telah mencelakainya (Kej 26 : 18-22, 26-31).

3.      Ketika Yusuf pergi ke Sikhem dan tidak menemukan para abangnya, lalu berjalan lagi ke Dotan untuk mencarinya (Kej 37 : 12-17).

4.      Yusuf dijual ke Mesir oleh para abangnya, sehingga telah menderita selama 10 tahun lebih, dan setelah menjadi Perdana Menteri, ia mahu mengampuni kesalahan para abangnya, serta memimpin keluarganya ke tempat tinggalnya dan menghidupi atau memelihara mereka (Kej 45 : 4-10;  47 : 11-12;  50 : 21).

II.     MELAKSANAKAN DALAM TUGAS

Terhadap tugas yang diwajibkan, harus dilakukan dengan bertanggungjawab.

Sekalipun bukan tugas yang harus dilakukannya, namun harus dilakukan dengan senang hati/sukarela;  Atau orang lain yang harus bertanggungjawab, namun tidak mampu melakukannya, maka wajib membantu untuk melakukannya.

  • Terhadap tugas yang memperoleh kehormatan, sudah tentu harus dilakukan sebagai kewajibannya, tetapi terhadap tugas yang tidak memperoleh upah, juga harus dilakukan dengan senang hati, semua itu dilakukan dalam tugas “Berjalan sejauh 2 mil”.
  • Terutama tugas kudus dalam penginjilan, bakti terhadap Gereja.  Dan bagi penginjil yang menerima biaya penghidupan tentu harus dilakukan dengan rajin.  Tetapi hal itu bukanlah yang dimaksud “Berjalan sejauh 2 mil”.

Tetapi bagi umat Kristian yang tidak menerima kehormatan, yang dilakukan dengan kehendak sendiri, serta melakukan dengan baik, tidak memegahkan diri sedikitpun, dapat disebut “Berjalan sejauh 2 mil”.

Demikian pula semangat penderitaan Injil Rasul Paulus, yakni suatu teladan yang patut dicontoh (Kis 20 : 33-35;  24;  2 Kor 12 : 15;  1 Kor 11 : 1).

III.    DALAM HAL PERSEMBAHAN

Orang kaya yang sering memberi persembahan, tidak dapat disebut “berjalan sejauh 2 mil”.  Yang melakukan persembahan perpuluhan, belum dapat disebut “berjalan sejauh 2 mil”.  Kerana hanya merupakan yang harus dilakukan sahaja (Luk 11 : 42;  Mal 3 : 10).

  • Yang dilakukan oleh jemaat Makedonia, barulah dapat disebut “berjalan sejauh 2 mil” (2 Kor 8 : 1-4).  Persembahan dari janda dapat disebut juga (Mrk 14 : 41-44;  1 Raj 17 : 12-15).
  • Ketika membangun bangunan Gereja, sebab jemaat tidak banyak serta miskin, namun dapat mempersembahkan segala yang dimilikinya;  Bahkan ada yang sampai menjual tanahnya, menjual ternaknya.  Hal itu dapat disebut “Berjalan sejauh 2 mil”.
  • Gereja yang ingin berkembang, terdapat beberapa unsur : Apabila banyak jemaat yang mahu berjalan sejauh 2 mil, maka Gereja pasti berkembang, dan setiap orang pun pasti akan memperoleh berkat.