25. Mengucap Syukur Serta Memberkati
|

25. Mengucap Syukur Serta Memberkati

Orang yang memperoleh Anugerah Keselamatan, ia memperoleh Anugerah Tuhan yang sangat besar.  Haruslah sering mengucapkan syukur kepada Tuhan, barulah sesuai.

Jika Allah sendiri memberkati orang, maka murid-murid Tuhan pun harus dapat atau sering memberkati orang lain.

I.       MENGUCAP SYUKUR

Sedikit sekali orang yang dapat mengucap syukur, semuanya hanya mengeluh, merasa tidak adil, bersungut-sungut;  Hanya orang yang di dalam Tuhan, sama sekali tidak boleh demikian, namun harus banyak mengucap syukur barulah dibenarkan.

Pengajaran Pengucapan syukur dalam Alkitab sangat banyak.  Apabila kita membacanya, maka akan mengerti dengan jelas.

Di dalam Perjanjian Lama : (Mzm 50 : 2;  69 : 30;  95 : 1-2;  100 : 4;  Dan 6 : 10).

Di dalam Perjanjian Baru : (1 Tes 5 : 18;  Ef 5 : 20;  Kol 3 : 15;  2 Kor 9 : 15).

Surat yang ditulis Paulus, setelah memberikan salam, semuanya ditulis dengan pengucapan syukur (Rm 1 : 8;  1 Kor 1 : 4;  Flp 1 : 3;  Kol 1 : 3;  1 Tes 1 : 3;  2 Tes 1 : 3).

Selanjutnya banyak kata-kata mengenai pengucapan syukur (2 Kor 4 : 15;  Kol 1 : 12;  1 Tes 3 : 9;  1 Tim 1 : 12;  Flp 4 : 6).

  • Bukan hanya pada saat terteram, bahkan dalam keadaan sulit dan menderita pun harus mengucap syukur;  Ayub adalah satu contoh yang sangat nyata sekali (Ayb 1 : 20-21).  Daniel ketika akan menerima penganiayaan, juga sering mengucap syukur (Dan 6 : 10).  Ketika Rasul berada dalam penjara, juga memuji, berdoa dan mengucap syukur (Kis 16 : 25).
  • Mengucap syukur bukan hanya di mulut, namun harus dinyatakan dalam perbuatan (Mzm 50 : 14) iaitu dengan wang, mengerjakan pekerjaan kudus, melaksanakan dengan sekuat tenaga, untuk membalas Anugerah Tuhan.

Apabila murid Tuhan, tidak dapat mengucap syukur, tentu kepercayaannya palsu, dan bukanlah orang yang memperoleh Anugerah Keselamatan.

II.     MEMBERKATI

Orang-orang di dalam Tuhan, juga harus sering memberkati orang lain, namun hal ini sedikit terdapat pada diri manusia.

  • Allah yang Maha Kasih, selalu memberkati terhadap bangsa yang dikasihiNya;  Sejak pada masa Abraham, adalah demikian keadaannya (Kej 12 : 2-3;  14 : 18-20).

Umat kudus pada zaman kuno pun sering memberkati orang.

Nuh (Kej 9 : 27), Ishak (Kej 37 : 3-4), Yakub (Kej 47 : 7, 10;  48 : 20; 49 : 28), Musa (Ul 33 : 1, 7, 13-14), Yosua (Yos 24 : 6), Daud (2 Sam 6 : 18), Salomo (1 Raj 8 : 14, 54-58).  Selain itu masih banyak lagi.

  • Kitab yang paling banyak mencantumkan hal pemberkatan adalah Kitab Rut.

Di dalam 4 pasal yang pendek itu, terdapat 8 kali hal pemberkatan, sungguh merupakan teladan hal pemberkatan.

1.      Mertua memberkati menantu (1 : 8-9).

2.      Boas memberkati hamba pemotong jelai gandum (2 : 4a).

3.      Hamba memberkati tuannya (2 : 4b).

4.      Boas memberkati Rut (2 : 12).

5.      Naomi memberkati Boas (2 : 20).

6.      Boas memberkati Rut kedua kalinya (3 : 10).

7.      Para tua-tua memberkati pernikahan Boas dengan Rut.

8.      Perempuan-perempuan memberkati Naomi, serta anak cucunya (4 : 14-15).

Sungguh suatu sejarah yang penuh dengan berkat, yang tidak membezakan kedudukan, tinggi, rendah, terhormat atau hina, sama diberkatinya, manusia yang demikian sesungguhnya akan bahagia.

  • Ketika Tuhan Yesus memberitakan Injil selalu ia memberkati orang, seperti yang dikatakanNya : “Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat” (Luk 7 : 50;  8 : 48).

Ketika Ia memerintahkan murid-muridNya untuk memberitakan Injil, agar memberikan salam kepada orang (Mat 10 : 12-13).

Setelah bangkit dan bertemu dengan murid-muridNya, lalu bersabda : “Sejahteralah kamu”.  Itulah berkat (Luk 24 : 36;  Yoh 20 : 19, 21, 26).  Ketika terakhir naik ke Syurga memberkati semua orang (Luk 24 : 50).

  • Penutup dari surat Paulus selalu diakhiri dengan pemberkatan, “Semoga Kasih Karunia Tuhan memberkati kamu sekalian”.   (Ayat terakhir pada setiap surat kiriman).
  • Kitab terakhir dari Alkitab, ditutup dengan kata pemberkatan (Why 22 : 21).
  • Kita “Hanya boleh memberkati, jangan mengutuk” (Rm 12 : 14).

Sesungguhnya sebagai orang yang memperoleh berkat (1 Ptr 3 : 9).

24. Berkelebihan Dan Berkekurangan
|

24. Berkelebihan Dan Berkekurangan

Kedua hal ini merupakan suatu perkara penting dalam kehidupan manusia.  Apabila memperoleh kelebihan akan merasa puas, dan apabia “kekurangan” akan bersedih/ menderita.  Tetapi apabila kelebihannya hanya sedikit, lalu mengeluh, kerana kurang banyak – terhadap harta benda, ilmu, pakaian dan makanan, waktu, dan lain-lain.

Kita harus memeriksa Injil Kebenaran, bagimana mengenai “Kelebihan” dan “Kekurangan”.  Apabila dapat mengerti Kebenaran ini, maka akan menambah iman kepercayaan kita.

I.       APABILA MENINGGALKAN ALLAH, MAKA SEGALANYA AKAN KURANG.  APABILA KEMBALI KEPADA ALLAH, MAKA AKAN BERLEBIHAN (Yer 17 : 5-8)

Dari Alkitab dapat ditunjukkan beberapa contoh sebagai bukti:

1.      Perumpamaan tentang anak hilang yang dikatakan oleh Tuhan Yesus (Luk 15 : 11-24).

Bukan saja bagi orang kafir yang meninggalkan Allah, namun orang yang sudah bertobat dan kembali kepada Allah juga demikian halnya, yakni seperti kita umat Kristian, apabila meninggalkan Kaabah Allah, setelah bertobat, maka kembali dan rajin melayani Allah, juga demikian pula.

2.      Cerita dalam Kitab Rut (Rut 1 : 20-21;  4 : 14-15).

(Penginjilan harus menguraikan dengan singkat tentang penderitaan yang dialami oleh Naomi, ketika meninggalkan Batlehem dan pergi ke Moab.  Setelah kembali ke negerinya, menantunya yang berbakti melayani dia, sehingga memperoleh berkat dari Allah dan akhirnya telah mencapai kehidupan yang lebih senang dari yang dahulu…….).

3.      Injil Kebenaran yang diberikan oleh tuhan Yesus (Yoh 4 : 13), serta pengajaran Musa yang jelas dalam Kitab Ulangan (Ul 28 : 1-24;  30 : 10).

II.     SEMAKIN MEMPERSEMBAHKAN, AKAN SEMAKIN BERKELEBIHAN, YANG TIDAK MEMPERSEMBAHKAN, MAKA AKAN KEKURANGAN (Ams 11 : 24-25)

Juga contoh dalam Alkitab sebagai bukti:

1.      Janda di kota Sarfat, ketika dalam bahaya kelaparan dan kekurangan makanan, ia telah mempersembahkan segala yang dimilikinya dan menyambut nabi Elia (1 Raj 17 : 10-16).

2.      Anak yang mempersembahkan roti (Yoh 6 : 9-13).  Keempat Injil mencantumkannya.

3.      Ketika Elisa membahagikan 20 roti jelai untuk dimakan sebanyak 100 orang (2 Raj 4 : 42-44).

4.      Ketika pada zaman Hizkia yang memerintahkan rakyatnya untuk memberi persembahan perpuluhan (2 Taw 31 : 5-10).

  • Bukan hanya mempersembahkan kepada Allah, apabila mengasihi dan memberikan dana untuk membantu orang lain pun sama dengan pengajaran ini (Luk 6 : 38;  2 Kor 9 : 9-11).
  • Orang muda yang datang kepada Yesus, kerana ia tidak mahu memberikan apa yang dimilikinya kepada orang miskin, lalu pergi dengan hati yang sedih.

Meskipun banyak hartanya, namun ia kekurangan juga (Mat 19 : 16-22).

III.    TERHADAP PEKERJAAN KUDUS KERAJAAN SYURGA, SEMAKIN MELAKUKAN, SEMAKIN BERKELEBIHAN; APABILA TIDAK MELAKUKAN MAKA AKAN MENJADI KEKURANGAN (Mat 25 : 14-30), SERTA AKAN TERKUTUK (Yer 48 : 10).

  • Selain itu, iman kasih, hikmat, kekuatan …… apabila semua itu semakin dilaksanakan, maka akan semakin berkelebihan;  Apabila tidak melaksanakan, pasti akan sering kekurangan, bahkan semuanya akan diambil (Luk 8 : 18;  19 : 26).

Sebagai umat Kerajaan Syurga, harus mengerti akan pengajaran ini, dengan segenap hati melaksanakan firman, memberi persembahan, mengerjakan Pekerjaan Kudus, dan di dalam segala hal merasa berkelebihan serta puas (2 Kor 6 : 10).  Barulah dapat menjadi umat Kristian yang benar dan memperoleh kebahagiaan kekal.

23. Pengajaran Tentang Burung
|

23. Pengajaran Tentang Burung

Mat 6 : 6 – Sekalipun semut binatang yang kecil, namun kita dapat belajar dari padanya;  Burung adalah salah satu binatang yang mulia, maka dapat pula memberikan pelajaran yang lebih baik.

Oleh sebab itu, ketika Tuhan Yesus berkhotbah, Ia memberi petunjuk melalui hal tersebut;  Ayub pun berkata : “Bertanyalah kepada burung di uadara” (Ayb 12 : 7).

Di sini dengan sederhana dapat dilihat beberapa kebaikan dari “Kehidupan burung” sebagai pengajaran untuk memupukan Rohani yang sangat bermanfaat sekali.

I.       KEHIDUPAN BURUNG ADALAH KEHIDUPAN YANG ISTIMEWA

Jenis burung yang terbang di udara, tidak dapat menahan gaya tarik bumi.  Ada sebahagian burung, yang terbang di udara sangat tinggi, sehingga tidak terlihat oleh manusia : Seperti burung Gereja, burung layang-layang, dan lain-lain.

  • Kehidupan umat Kristian hendaklah demikian, tidak tertarik oleh kejahatan sehingga jatuh ke tempat pesta, tempat dansa, bioskop……..
  • Lihatlah, dunia telah disalibkan (Gal 6 : 14).

Dan hanya memohon akan perkara yang di atas (Kol 3 : 1-2).

II.     HIDUP BURUNG SEDERHANA

Di kota yang ramai, burung tidak akan datang, mereka hanya senang pada tempat pegunungan yang sepi, di udara atau di atas pohon, hidup bebas, tempat tinggal dan makanan pun sangat sederhana sekali.

  • Manusia pada zaman sekarang, selalu condong dalam penghidupan yang bercampur baur;  Persediaan alat-alat rumah tangga, pakaian mewah beraneka ragam dan yang terbaru.

Apabila umat Kristian selalu demikian, ingin menuntut kehidupan yang bercampur-baur, maka imannya pasti terhalang dan dapat jatuh.

  • Penghidupan umat kudus zaman kuno sangat sederhana;  Abraham;  Bangsa Israel yang hidup di padang gurun;  Para nabi;  Tuhan Yesus (Ruj : Mat 3 : 4;  8 : 20).
  • Yang tamak akan kehidupan, angan-angan yang tidak menentu, akhirnya akan gagal.

Seperti Lot dan Demas, dapat dijadikan sebagai pelajaran.

III.    HIDUP BURUNG TANPA RASA KUATIR, SESUAI DENGAN KEHIDUPAN ORANG BERIMAN (Mat 6 : 26)

Yang kuatir akan kehidupan, adalah sama dengan orang kafir yang tidak percaya (Mat 6 : 31-32).

Sebagai anak-anak Allah yang dimuliakan, maka harus seperti burung.

IV.    HIDUP SENANG DAN SELALU MEMUJI

Bermacam-macam burung, setiap pagi selalu menyanyi dan memuji, suaranya begitu indah, sehingga orang yang mendengar akan merasa gembira.

Burung adalah ciptaan Allah, nyanyiannya tentu memuliakan dan memuji kepada Allah.

  • Kita dianugerahi sebagai anak Allah, maka harus menurut seperti yang ditunjuk oleh Akitab.  Harus sering menyanyi untuk memuliakan Allah, barulah sesuai (Mzm 95 : 1-2;  96 : 1-2;  10 : 4).

Dalam Perjanjian Baru : (Ef 5 : 20;  Kol 3 : 16;  Kis 16 : 25).

V.     HIDUP UNTUK MELAYANI ORANG

Burung diciptakan Allah bagi manusia, diantara burung-burung ada yang melayani orang secara langsung atau tidak langsung sesungguhnya sangat banyak.

Seperti burung layang-layang, burung kepodang, dan lain-lain.

Disebut sebagai “burung yang berguna” yakni pemakan serangga yang merosak makanan di ladang, yang sangat berguna bagi petani.  Jenis burung yang memperdengarkan suaranya yang bagus, bukankah semuanya ini untuk melayani manusia.  Umat Kristian yang menerima pengajaran dari Allah, apabila tidak mahu melayani orang lain, bukankah sangat memalukan?

  • Bahkan burung gagak yang sangat dibenci orang, Allah mahu memakainya, yakni untuk melayani nabi Elia dan dicantumkan di dalam Alkitab, supaya diperingati orang, serta telah memberikan teladan yang sangat baik, supaya orang mempelajarinya (1 Raj 17 : 3-6).

Burung gagak itu, di dalam mentaati perintah Allah, kerajinannya, kesetiaannya membimbing diri sendiri, kesabaran, pengorbanan diri, persembahannya, semuanya patut dicontoh oleh umat Kristian untuk melayani Allah serta manusia.

22. Hikmat Tentang Semut
|

22. Hikmat Tentang Semut

Ams 6 : 6-11 : Menerangkan inti dari erti ayat tersebut terdapat pula pada (Ams 30 : 24-25).

Tidak hanya pada semut, namun terhadap segala binatang ciptaan Allah, apabila diperhatikan dengan teliti, semuanya terdapat pengajaran yang baik (Ayb 12 : 7-8).

Apabila manusia tidak diajar, maka tidak dapat sefaham dengan binatang hasil yang tidak berjiwa itu.  Manusia melihat semut dapat memperoleh hikmat, ada beberapa macam pengajaran yang dapat dipelajari :

I.       SANGAT RAJIN

Semut seringkali berjalan-jalan, bekerja dengan semangat untuk mencari makanan, apabila manusia malas dan tidak mahu bekerja, pasti tidak akan memperoleh makanan, juga tidak akan mudah mendapat makanan dari milik orang lain (2 Tes 3 : 10-12).

1.      Tuhan Yesus rajin bakerja sebagai teladan (Yoh 5 : 17).

Tidak hanya tugas kudus dalam pemberitaan Injil, terhadap tugas dalam dunia pun, sejak masih kecil sudah membantu Yusuf sebagai tukang kayu (Mrk 6 : 3).

2.      Musa memimpin bangsa Israel melalui padang gurun selama 40 tahun, telah memimpin 2 juta orang, pasti sangat sibuk, bahkan telah menulis 5 Kitab Musa.

Penguraian dalam Kitab Ulangan sampai matinya, ia tidak beristirehat (Ul 33, 34).

3.      Pekerjaan Paulus (Kis 20 : 24, 27, 31).

Di dalam penjara ia telah menulis 5 buah surat Kiriman untuk jemaatnya.

  • Terhadap tugas jasmani dan rohani ini, apabila kita rajin seperti ini, maka tidak lebih daripada semut.

II.     MENYEDIAKAN MAKANAN UNTUK MASA AKAN DATANG

Pada musim kemarau, ketika makanan berlimpah, maka semut mencari makanan terus menerus, untuk dikumpulkan dan ditimbun sebagai persediaan untuk digunakan saat kekurangan makanan pada musim dingin;  Kita sebagai umat Kristian, harus menyediakan makanan Rohani seperti ini.

  • Sekarang adalah tugas Gereja Benar pada zaman hujan akhir Roh Kudus, iaitu saat makanan Rohani berlimpah, hendaklah Injil Kebenaran dengan segala kekayaannya diam di dalam hati (Kol 3 : 16).

Bersiap-siap apabila kelak mengalami penganiayaan, ketika tidak dapat memajukan pekerjaan kudus, maka barulah dapat dihadapi dengan kekuatan rohani tersebut.  Ketika Yusuf di Mesir, dalam masa tahun kelimpahan, telah menimbun makanan yang sangat banyak, untuk persiapan dalam tahun-tahun kelaparan yang akan datang itu.  Iaitu memberikan teladan kepada kita terhadap Inji ini (Kej 41 : 42-49).

III.    TIDAK EGOIS

Setelah semut menemukan makanan, lalu mengumpulkan teman sejenisnya, dan tidak dimakan sendiri, yakni binatang yang tulus;  Dalam huruf Tionghua ditulis sebagai jenis serangga yang tulus.

  • Tuhan mengajarkan : “Memperoleh dengan cuma-cuma, kerana itu berikanlah pula dengan cuma-cuma” (Mat 10 : 8).

Apabila melakukannya demikian, barulah disebut Kasih;  Barangsiapa mempunyai harta namun tidak memberi kepada orang lain, bagaimanakah Kasih Allah dapat ada di dalam dirinya (1 Yoh 3 : 17;  Yak 2 : 15-17).

  • Ketika Elisa sedang lapar dan orang lain memberikan 20 roti jelai kepadanya, maka ia segera membagikan kepada orang banyak (2 Raj 4 : 42-44).
  • Anak kecil mempersembahkan 5 ketul roti dan 2 ekor ikan yang ada serta dibagikan oleh Yesus kepada orang banyak, iaitu mempunyai semangat seperti semut.

IV.    SEHATI BERGOTONG ROYONG

Meskipun semut bertubuh kecil, sering kali barang yang lebih besar beberapa puluh kali lipat dari dirinya, dapat digotong hingga sampai ke dalam lobang, iaitu kerana mereka bergotong royong.

Apabila kita dalam segala perkara dapat sehati bekerja sama, maka pasti dapat menyelesaikan tugas yang besar serta sulit, ketika umat Israel menyerang kota Yerikho (Yos 6).

Pekerjaan pada zaman Nehemia untuk memperbaiki bangunan kota Yerusalem, semuanya adalah teladan yang sangat baik.  Kita harus mempunyai semangat bergotong royong dalam melakukan tugas besar seperti semut, dalam melakukan tugas Kudus bagi gereja, sehati sejiwa untuk berjuang (Flp 1 : 27).

V.     MENGETAHUI KESUSAHAN AKAN DATANG, LALU PINDAH TEMPAT UNTUK MENGHINDARINYA

Kita sering melihat, beberapa hari sebelum banjir datang, maka semut dengan bergerombol memindahkan makanannya ke tempat yang tinggi, sungguh merupakan suatu hikmat yang sangat baik.

Pada akhir zaman ini dimana malapetaka akan segera tiba, dan setelah kita melihat Alkitab, maka kita sudah memahaminya;  Bukankah kita segera untuk menghindarinya atau tetap mengasihi dunia seperti Lot?  Pengajaran tentang ayat Kebenaran ini tidak sedikit, apabila membaca beberapa bagian selanjutnya, maka akan lebih mengerti lagi (Kej 19 : 12-19;  Mat 24 : 16-19;  Why 18 : 4;  Yes 51 : 6;  Luk 21 : 29-36).

  • Mempelajari pengajaran tentang semut yang kecil itu, sesungguhnya sangat penting sekali, Kita sebagai manusia jangan sampai kalah dengan bangsa serangga yang sangat kecil itu.

 

21. Bilur Pada Yesus
|

21. Bilur Pada Yesus

Yes 53 : 4-5 : Menurut nubuat para nabi, kerana Yesus menyelamatkan kita, maka menerima penganiayaan, menerima kehancuran dan bermacam-macam penderitaan;  Supaya kita memperoleh kesembuhan, memperoleh keselamatan dan memperoleh ketenteraman.

Dan luka yang diterima oleh Yesus bagi kita itu, apabila tidak diteliti dengan jelas, dikira hanya luka pada saat disalibkan dengan tangan kaki yang terpaku saja.

Pada hal luka yang diterima oleh Tuhan untuk menyelamatkan kita, sungguh terlalu banyak, bahkan sangat hebat.

Orang yang telah beroleh anugerah keselamatan harus mengerti, bahawa bilur yang diterima oleh Tuhan sangat banyak.

Maka harus diingat dan tak lupa mengucap syukur, untuk meneguhkan iman dan membahas anugerah Tuhan.

 

I.       BERAPA BANYAK BILUR YANG DITERIMA TUHAN?

1.      Terdapat beberapa bagian di atas tubuhNya.

a.      Luka akibat ditinju dan dipukul oleh orang yang menganiaya Dia (Mat 26 : 66-67).

Luka yang membengkak, namun tidak mengalirkan darah.

b.      Luka akibat disesah (Mrk 15 : 15).

Cambuk waktu itu berduri, di hujung depannya berkail, Tuhan dicambuk sampai punggungNya seperti membuat alur bajak (Mzm 129 : 3).

c.      Luka akibat tertusuk mahkota duri di atas kepala (Yoh 19 : 2).

Terdapat beberapa lubang luka yang kena paku.

d.      Mzm 22 : 17 – Telah menusuk tangan dan kaki, iaitu dipaku di atas kayu salib, luka tangan kaki yang dipantek dengan paku besar, luka ini berjumlah 4 lubang.

e.      Setelah putus nyawaNya, lambungNya ditusuk dengan tombak oleh serdadu (Yoh 19 : 33-34).  Besar lubang dari luka itu sehingga dapat ditembus dengan tangan (Yoh 20 : 37).

2.      Luka yang lebih hebat di dalam jiwa :

a.      Kerana bangsa di kota kudus tidak bertobat, sehingga pasti binasa, maka Ia bersedih bagi mereka (Luk 19 : 41-44).

b.      Kesedihan hati pada saat berdoa di taman Getsemani (Mat 26 : 37-38;  Ibr 5 : 7).

c.      Cela orang, telah mematahkan hati Tuhan (Mzm 69 : 20) sehingga hatiNya hancur luluh seperti lilin (Mzm 22 : 15).

d.      Pada saat 3 jam terakhir di atas kayu salib, kepedihan lukaNya seperti terbakar di dalam api, bumi pun telah gelap, dan Tuhan ditinggalkan oleh Allah Bapa, kesedihan Tuhan pada saat itu, sungguh sukar untuk dilukiskan, hanya dari perkataan Tuhan pada saat itu dapatlah diketahui (Mat 27 : 45-46).

 

II.     HUBUNGAN LUKA TUHAN DENGAN KITA :

1.      Tuhan yang tidak berdosa, mengganti hukuman kita yang berbuat dosa (2 Kor 5 : 21;  1 Ptr 2 : 22-24;  3 : 18).

2.      Kasih Tuhan yang besar untuk menyelamatkan kita (Yes 53 : 4-6;  Rm 5 : 7-8;  1 Yoh 4 : 10).

3.      BilurNya adalah Kemuliaan bagi kita, Ia mengenakan mahkota duri, supaya kita memperoleh mahkota kemuliaan.

 

III.    SEMANGAT KITA YANG HARUS ADA TERHADAP LUKA TUHAN

1.      Sama sekali tidak boleh lupa dengan Anugerah Tuhan (Mzm 103 : 2).

Jangan menyia-nyiakan Kasih Karunia tuhan (2 Kor 6 : 1).

2.      Sering diingat bahawa Tuhan telah mengandung dan melahirkan kita (Kid 8 : 5).

3.      Mempersembahkan diri dan hidup bagi Tuhan (2 Kor 5 : 14-15;  Rm 14 : 7-8).

4.      Rela menderita bagi Tuhan (Flp 1 : 29), bahkan rela berkorban jiwa bagi Injil (1 Yoh 3 : 16).

  • Maka dari itu, mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup dalam melayani Tuhan, itulah ibadahmu yang Benar.

 

20. Teladan Baik Dari Maria Ibu Tuhan
|

20. Teladan Baik Dari Maria Ibu Tuhan

Luk 1 : 26-33:  Maria adalah orang pertama sebagai perempuan yang memperoleh berkat Anugerah.  Sebab sejak zaman nenek moyang sampai kini, beribu-ribu perempuan, hanya dialah yang terpilih sebagai ibu dari Tuhan, yakni kerana kepercayaannya dan akhlaknya yang sangat sempurna, sehingga dapat dijadikan sebagai contoh bagi segenap jemaat.  Di sini akan ditunjukkan satu persatu segala kebaikannya dengan jelas.

I.   TINGGAL DALAM SUASANA BURUK/JAHAT, NAMUN TIDAK TERNODA OLEH KEBIASAAN BURUK TERSEBUT (Yoh 1 : 46)

Pada saat itu, Nazaret adalah suatu tempat yang tidak berpenghuni orang baik (Yoh 1 : 46), sebab hubungan dengan orang luar dari utara dan selatan (Asyur, Mesir, dan lain-lain) semua tinggal di tempat tersebut.

Keburukan adat semakin kuat, sehingga umat hidup didalam kegelapan (Mat 4 : 15-16).

Hanya Maria sebagai bunga teratai di dalam kolam, namun tidak ternoda sedikit pun.

  • Orang yang hidup di dalam suasana kejahatan, namun dapat memelihara kesucian, adalah teladan umat Kudus yang paling berharga, Yusuf dan Daniel adalah orang-orang tersebut.

II.     IA HANYA TAKUT AKAN ALLAH, MEMULIAKAN TUHAN SEBAGAI YANG MAHA BESAR (Luk 1 : 46)

Sebab yang sungguh takut akan Allah, maka menjauhi kejahatan (Ams 16 : 6;  Ayb 1 : 1).

III.    BERGEMBIRA KERANA ALLAH (Luk 1 : 47)

Iaitu bergembira bagi Allah, maka dalam hatinya merasa puas, terang bercahaya dan berpengharapan, serta tidak tergoda oleh kesenangan dunia yang berfantasi itu.

IV.    MEMILIH SUAMI TIDAK MEMANDANG PARAS :

Yusuf adalah orang yang terhina pada saat itu, menurut berita Yusuf berusia 40 tahun lebih, namun kasih belum menikah.  Usianya jauh lebih besar dari Maria yang 20 tahun, Yusuf tidak tampan dan sangat miskin, tetapi Maria mahu menikah dengan dia.  Oleh kerana ia mengenal Yusuf sebagai “orang yang tulus” (Mat 1 : 19).

  • Yusuf adalah orang yang tulus, hanya dapat dilihat dalam Matius pasal 1 dan pasal 2 : Iaitu dalam segala perkara ia selalu taat pada perintah Allah dan melaksanakannya (Mat 1 : 24;  2 : 14, 21-22).

Serta menghormati orang, meskipun ia mencurigai terhadap kehamilan Maria, namun tidak mahu menghina dia secara nyata (Mat 1 : 19).  Bahkan yang lebih dapat dipuji adalah setelah menikah dengan Maria, ia tidak bersetubuh dengan Maria, sampai Yesus dilahirkan (Mat 1 : 24-25).

V.     SENANG BERGAUL DENGAN SAUDARA SEIMAN, DAN MEMUJI ALLAH BERSAMA (Luk 1 : 39-41, 56)

Ia pergi melawat Elisabeth yang jauh, untuk bersama-sama memuliakan Anugerah Allah, bersama-sama memuji Allah, serta tinggal bersama untuk beberapa hari dan tidak mahu berpisah, sesuai dengan Injil Kebenaran yang terdapat dalam Kitab Mazmur dan Kitab Ulangan (Mzm 96 : 1-4;  Ul 11 : 19).

VI.    BERSABAR KERANA TUHAN :

Kehamilannya, bahkan Yusuf sebagai orang yang tulus pun mencurigainya;  Maka dapat diketahui, bahawa ia menerima penghinaan dari orang lain tanpa dalih, ia hanya menuruti kehendak Allah, dan menerima dengan kesabaran.

Serta menerima kesedihan, kerana memperoleh petunjuk bagi anak yang akan diahirkan itu (Luk 2 : 35).  Maka pada saat penggenapan, ia mentaati kehendak Allah semuanya, hatinya bagai ditusuk dengan pisau, juga tetap bersabar (tahan) sampai akhir (Ruj : Yoh 19 : 26).

VII.  BAIK DALAM PENDIDIKAN ANAK :

Sejak Yesus masih kanak-kanak, sudah senang akan Alkitab (Luk 2 : 46-47).

Di rumah, dalam segala hal selalu menurut akan ibubapa;  Setelah pergi memberitakan Injil, terhadap Alkitab sangat memahaminya, memegang hari Sabat menjadi kebiasaanNya (Luk 4 : 16).

  • Maria sesungguhnya adalah orang yang dipuji sepanjang masa (Luk 1 : 42, 48) yang patut diperingati, dihormati oleh umat selanjutnya, terlebih lagi harus mencontoh teladan kebaikannya serta melaksanakannya.