Inti Ajaran II Korintus : Pengenalan
| | | | | |

Inti Ajaran II Korintus : Pengenalan

Inti Ajaran II Korintus

[Lin Zheng Xiong]

[1]      Pengarang, Masa Dan Tempat Pengarangan Kitab Ini

  1. Penulis: Rasul Paulus (1:1).
  2. Penerima surat: Jemaat Korintus dan semua orang kudus di seluruh Akhaya (1:1).
  3. Masa dan tempat pengarangan kitab: kira-kira di antara 55-56 selepas masehi; ditulis di Makedonia (8:1).

[2]      Sebab Dan Tujuan Penulisan Kitab Ini

Setelah Paulus menuliskan surat I Korintus kepada jemaat Korintus, keadaan jemaat tidak berubah baik melainkan mencondong ke arah bertambah buruk. Lalu, ia sendiri telah berangkat ke situ untuk menyelesaikan masalah di antara jemaat, namun tidak tercapai tujuannya, bahkan tidak menyerongkan kedua-dua pihak (2:1-4). Disebabkan ternyata di antara jemaat masa tersebut ada rasul-rasul palsu (11:13), mengacau-bilaukan firman Allah demi keuntungan diri, cuba merampasi hasil kesudahan kerja Paulus (2:17; 3:1; 10:13-15). Ini menimbulkan ketidakpercayaan terhadap Paulus (10:2,10; 12:16). Malahan ada orang yang mulai mencurigai identiti kerasulan Paulus (11:22).

Justeru demikian, ia menuliskan surat ini mahu memberi penjelasan mengapa ia bersikap tegas terhadap mereka khasnya, di antara jemaat yang berkata-kata secara sombong dan mereka yang berdiri di pihak pembangkang.

Setelah Titus membawa surat ke Korintus, Paulus merasa sungguh cemas dan bimbang, di samping berharap sungguh-sungguh surat tersebut akan memperbaiki jemaat. Kemudian, Titus membawa balik kabar baik tentang pertobatan jemaat dan Paulus merasa amat gembira atas hal tersebut. Seterusnya ia menggalakkan jemaat Korintus agar giat memberikan persembahan untuk membantu keperluan-keperluan para pemercaya di Yudea. Di fasal-fasal terakhir, Paulus membela identiti kerasulannya, menegor mereka antara jemaat yang menyebut sendiri sebagai pemercaya benar, padahal menegor pula Paulus sebagai rasul palsu.

Akhirnya ia menasihatkan jemaat Korintus supaya menguji iman sendiri, selidiki apakah perbuatan sendiri adalah bersesuaian dengan kebenaran, dan janganlah menentang kebenaran di dalam apa jua yang dilakukan melainkan hanyalah menopang-sokongkannya, demi menjadi seorang sempurna (13).

Mesej Nabi Zefanya
| | | | |

Mesej Nabi Zefanya

Mesej Nabi Zefanya

[Luo Zan Kun]

Zefanya adalah seorang nabi yang amat tegas dan serius, namun juga penuh penyayang. Ia mengecam sekeras-kerasnya umat Israel, juga bangsa-bangsa asing yang berbuat dosa pada zamannya. Ia memperkatakan bahwa murka dan hukuman Allah pasti menimpa ke atas mereka. Namun demikian, hukuman dan hajaran bukanlah tujuan Allah, melainkan Dia berharap umat pilihan akan mengakui dosa dan bertobat. Justeru itu, nabi memberitahu mereka, Allah tidak murka selama-lamanya; cuma menghendaki mereka merelakan diri berbalik kepada Tuhan, bangkitkan semula iman kepercayaan ~ itulah benar-benar kehendak Tuhan. Zefanya ialah seorang nabi yang paling dalam mengenali Allah, juga paling memahami akan keadilan dan kasih setia Allah. Berikut dihuraikan sesetengah mesejnya sebagai nasihat bersama.

[1]      Yang Berbuat Jahat Pasti Dihukum Allah

Mesej nabi berbicara perihal penghakiman dan hukuman Allah, ini disebabkan umat pilihan berbuat dosa menyembah berhala, manakala bangsa-bangsa asing membelakangi perintah-perintah Allah disebabkan  tinggi hati. Justeru itu, pada hari murka Allah,  mereka semua akan dihukum.

  1. Allah akan menghukum orang-orang Yahudi yang menyembah berhala (1:4): menyembah berhala adalah perbuatan yang dipandang keji oleh Tuhan. Ia juga suatu dosa yang selalu dilakukan umat pilihan. Justeru itu, kita harus jauhkan serta hindarinya (I Kor 10:7,14; I Yoh 5:21).
  2. Allah akan menghukum mereka yang berbalik dari pada Tuhan, tidak mencari Tuhan dan tidak menanyakan petunjukNya (1:6): Allah adalah penuh belas kasihan dan kasih sayang. Dia mencipta dan memeliharakan manusia, tetapi manusia pula yang tidak tahu menyembah kepadaNya, sebaliknya menolak Allah ~ jadikanlah itu sebagai amaran (Yes 1:2-4).
  3. Allah akan menghukum para pemuka dan para anak-anak raja (1:8a): Para pemuka dan para anak-anak raja adalah kepala umat yang sepatutnya menunaikan tanggungjawap memimpin umat dengan sebaik-baiknya; sebaliknya mereka jahil dan pengkhianat, kehidupan mereka rosak umpama serigala yang tamak (3:1-5) ~ itulah sebabnya Allah menghukum mereka.
  4. Allah akan menghukum semua orang yang memakai pakaian asing (1:8b): umat pilihan tidak sepatutnya mengikuti adat orang-orang kafir sehingga mencemari nama Allah (Im 18:1-5); pemakaian para pemercaya haruslah bersesuaian dengan tradisi orang-orang kudus, barulah memuliakan nama Allah.
  5. Allah akan menghukum semua orang yang melompati ambang pintu (1:9): melompati ambang pintu ialah suatu perbuatan kepercayaan karut (I Sam 5:1-5); semua tersebut adalah ajaran-ajaran sesat dan adat-adat jahat orang-orang kafir yang kita, sebagai umat kristian sekali-kali tidak boleh teladani.
  6. Allah akan menghukum orang yang penuh kekerasan dan penipuan (1:9): orang-orang fasik yang bertindak ganas dan menipu, tidak takut akan Allah, berbuat sesuka hati, memberanikan diri berbuat jahat ~ semua ini akan dihukum Allah (Kej 6:12,13). Melihat orang-orang sedemikian, haruslah kita jauhkan diri (Mzm 1:1).
  7. Allah akan menghukum orang-orang yang telah mengental seperti anggur di atas endapannya (1:12):  satu terjemahan lain mengenai ayat ini ialah ‘orang yang terjerumus di dalam kemabukan’, pelahap dan peminum; mereka yang hanya mengutamakan kenikmatan jasmani ~ para pemercaya janganlah mencondong ke arah kenikmatan jasmani, supaya jangan bertindak bodoh (Ef 5:15, 18).
  8. Allah akan menghukum mereka yang berdosa kepada Dia (1:17): manusia sekali-kali tidak boleh berdosa terhadap Allah, bahkan sesungguhnya tidak layak berbuat demikian (I Sam 2:25); sebaliknya adalah menjadi tanggungjawap kita untuk menjadi anak-anak yang taat menuruti  perintah.
  9. Allah akan menghukum orang-orang congkak yang mencela umat Tuhan (2:10): kecongkakan, memegah dan membesarkan diri adalah dipandang keji oleh Tuhan; mencela umat Tuhan ialah menghina perbuatan Allah ~ orang-orang demikian pasti binasa (Ams 16:5,18; Gal 6:7).
  10. Allah akan menghukum bangsa-bangsa lain yang menindas umat pilihan (3:19): bangsa-bangsa lain bertindak menindas umat Tuhan dengan sesuka hati, disebabkan mereka tidak memahami kehendak Allah (Yes 10:5-14). Justeru itu, Allah pasti menghukum mereka (Za 2:8). Namun demikian, sebagai umat Allah haruslah tahu menghormati diri sendiri barulah dilindungi Allah.

[2]      Allah Menggeledah Yerusalem Dengan Obor (1:12)

Allah yang kita sembahkan adalah Allah yang maha penyayang, juga maha adil. MataNya menjaga kita pada setiap waktu, namun pada masa yang sama juga mengawasi kita. Yerusalem ditujukan kepada jemaat, keluarga Allah. Hati pemikiran, pertuturan, perbuatan…… dan segala-gala pada kita, sebagai pemercaya sedang digeledah oleh Allah dengan obor ~ hati-hatilah!

1. Obor Allah tidak pernah padam (I Sam 3:3): Kini, walaupun hati manusia penuh kejahatan dan gelap, masyarakat kecoh tidak aman dan ugama-ugama kucar-kucir, tetapi obor Allah tak akan padam.

a) Allah ketahui jikalau seseorang membelakangiNya (Mzm 44:21,22). Yerobeam berkata di dalam hati: “Kini, mungkin kerajaan itu kembali kepada keluarga Daud”, lalu kerana kepentingan diri sendiri, ia membuatkan anak lembu jantan dari emas sebagai berhala dan menjatuhkan umat ke dalam dosa ~ hal ini diketahui Allah (I Raj 12:26-13:5).

b) Allah mengetahui setiap tingkah langkah yang tersembunyi (Yer 16:17). Daud merencana membunuh Uria untuk mengawini Batsyeba; walaupun ini dilakukan secara tersembunyi namun Allah mengetahuinya, lalu mengutus nabi Natan untuk membongkari perbuatan  dosanya (II Sam 11:14-12:15).

c) Menyamar pun tidak akan melepasi mata Allah (Ams 15:3). Dosa Yerobeam amatlah besar dan berat. Walaupun isterinya menyamar untuk berjumpa nabi dengan tujuan merahsiakan hal tersebut dari mata manusia, namun sekali-kali tidak melepasi pengawasan Tuhan (I Raj 14:1-12).

2. Roh manusia adalah pelita Tuhan (Ams 20:27): Allah memberikan mentaliti bebas kepada manusia, boleh berbuat mengikut kehendak diri, namun pada masa yang sama Dia sedang mengawasi pertuturan dan perbuatan manusia.

a) Suara hati tahu membedakan ya atau tidak: roh manusia ialah suara hati yang Allah tempatkan  di dalam manusia; olehnya kita memahami hal-hal Allah. Lantas, itu sebagai penilaian menetapkan ya-tidak dan baik-jahat seseorang (Rm 1:19-25).

b) Suara hati tahu membedakan terang atau gelap: segala perbuatan bodoh dan najis yang dilakukan orang-orang kafir di dalam dosa adalah gelap. Kita selaku anak-anak terang senang dibezakan; dengan demikian, baru kita menjadi orang-orang arif, mencari kesukaan Allah (Ef 5:5-15).

c) Bangkitlah bersinar terang memuliakan nama Tuhan: hidup kita haruslah berpadanan dengan Injil Kristus, berbuat segala hal menurut suara hati barulah kita bersinar terang dalam angkatan gelap yang penuh dosa kejahatan, lantas menerima upah dari Tuhan (Flp 1:27; 2:15-18).

3. Obor Allah ialah pimpinan Allah (Mzm 119:105): dalam akhir zaman ini, Iblis semakin mengganas, masyarakat bertambah gelap; oleh itu, jalan yang ditempuhi umat kristian memerlukan pimpinan perkataan Allah.

a) Tunduk kepada pimpinan Roh Kudus: Allah selalu mengarahkan umatNya ke jalan yang tepat melalui pimpinan Roh Kudus (misalnya tiang awan dan tiang api); janganlah kita padamkan Roh, melainkan kita harus meneguh-kuatkan iman kepercayaan sendiri dengan perkataanNya (Mzm 119:133).

b) Taat kepada peringatan nabi: nabi mewakili Allah menyampaikan mesej. Kita harus tekun menghadiri kebaktian, dengan rendah hati menerimakan kebenaran Alkitab yang disampaikan para pekerja Allah (I Tes 5:20).

c) Taat kepada nasihat kasih seiman: seiman-seiman di dalam Tuhan memberi nasihat kasih berdasarkan prihatin mereka. Marilah kita terimakan ia dengan ikhlas dan bertekad ubah-baiki diri. Dengan demikian, barulah iman kepercayaan kita maju dan menjadi matang (Ams 27:5,6,17).

[3]     Orang-Orang Yang Disembunyikan Allah (2:3)

Nabi Zefanya, di samping memberi amaran bahwa Allah akan menghukum umat yang berbuat dosa, ia juga menyampaikan mesej bahwa Allah akan menghibur dan melindungi sisa-sisa umat.

1. Bencana besar akan menimpa (1:14,15): pada hari murka Tuhan, Dia akan menghukum orang-orang Yehuda yang berbuat dosa dan bangsa-bangsa asing yang berbuat jahat. Pada waktu itu kesusahan, kesulitan dan     kemusnahan akan menimpa muka bumi.

a) Disebabkan umat pilihan Allah berbuat dosa: segenap penduduk Yehuda dan Yerusalem mengikuti adat-adat resam bangsa-bangsa asing, menyembah berhala, tidak takut akan Tuhan……semua perbuatan dosa ini digeledah sejelas-jelasnya oleh Allah, Dia akan menjalankan pemusnahan (1:18).

b) Disebabkan bangsa-bangsa asing berbuat jahat: tatkala umat pilihan berbuat dosa, Allah mempergunakan tangan bangsa-bangsa asing untuk menghajar mereka; tetapi bangsa-bangsa tersebut tidak memahami kehendak Allah, lalu menjadi congkak, membesarkan diri dan menghina Allah ~ oleh itu, Allah pasti menyerang dan membinasakan mereka (2:8,10,15).

c) Para pemuka dan para pemimpin adalah pendosa utama: para pemuka dan para pemimpin di antara umat tidak menunaikan tanggungjawap mendidik umat; sebaliknya mempergunakan kuasa mendapatkan kekayaan secara tidak halal, berdasarkan keadilanNya, Allah pasti menghakimi (3:1-7).

2. Berbahagialah orang yang dilindungi Allah (2:3): manusia secara lazimnya senantiasa berbuat dosa dan merencanakan yang jahat, sehingga membangkitkan murka Allah lalu menimpakan bencana. Tatkala bencana menimpa, setiap yang dengan rendah hati mengakui dosa dengan ikhlas dan memegang firman Allah pasti dilindungiNya sehingga luput dari bencana.

a) Dilindungi boleh dibahagikan kepada dua: Satu ialah sewaktu menjelangnya bencana, sendiri cepat-cepat lari dan menyembunyikan diri; yang lain satu, Allah memandangnya sangat bernilai lalu Dia sendiri bertindak untuk menyembunyikannya (Mzm 17:8; 31:21).

b) Tak seorangpun dapat luput pada hari bencana: pada hari murka Tuhan, setiap yang patut dihukum kerana dosa, sekali-kali tidak akan dapat luput (Am 9:1-4), tidak dapat tahan berdiri di hadirat Tuhan (Why 6:12-17).

c) Yang paling selamat ialah dilindungi Allah: pada waktu tibanya bencana, mereka yang dilindungi Allah ialah mereka yang bersandar kepada Tuhan dengan segenap hati segenap hati, mereka yang menuruti firmanNya dengan rendah hati ~ inilah orang-orang yang paling selamat dan berbahagia (Mzm 27:1-6).

3. Pelajarilah firman menyembunyikan diri: menurut kehendakNya, Allah ingin memyembunyikan kita buat suatu masa, bahkan untuk suatu masa yang agak panjang. Tujuannya ialah supaya kita belajarkan firman menyembunyikan diri demi membangunkan orang lain dan sendiri.

a) Belajar mendiamkan diri atau beristirehat: kadang kala Allah mengendaki kita supaya bekerja dengan giat dan tekun; namun kekadangnya Dia menghendaki kita supaya bertenang dan beristirehat buat sementara waktu. Ini memandangkan kerja-kerja suci bukan dilaksanakan secara bermati-matian dengan menghabiskan tenaga seseorang ~ itulah sebabnya Allah memerintahkan Musa sembunyikan diri di padang gurun (Kel 2:11-15).

b) Belajar bertahan menghadapi caci maki dan penderitaan: segala suasana dan keadaan yang kita hadapi adalah ditentukan Allah; apakah menderita dalam kelemahan dan penyakit atau dalam waktu-waktu tidak lancar dan tidak berhasil, sangat hina; pada waktu-waktu demikian Allah ingin kita belajarkan firman menyembunyikan diri ~ misalnya Yusuf, Elia (Kej 39; I Raj 17).

c) Belajar merendahkan diri dan melayani: manusia sememangnya ada kelemahan-kelemahan; juga senang membuat kesilapan; namun setiap yang dikasihi Allah pasti dihajarNya, yakni menyembunyikan ke dalam penderitaan (Ayb 5:17-21), melatih kita agar menjadi seorang yang rendah hati dan taat serta berkenan kepada Allah di dalam segala hal.

[4]     Allah Mengasihimu Secara Tersembunyi (3:17)

Nabi sangat memahami umat sebangsanya, sehingga ia merasa begitu cemas tatkala melihat mereka jatuh dalam dosa. Tujuan ia mengumumkan penghakiman dan hukuman Allah ialah berharap mereka akan bertobat. Pada masa yang sama, ia juga sangat jelas mengenali Allah, di mana ia tahu kemurkaan Allah hanya seketika waktu dan pengharapan terbesar Allah ialah kebangkitan semula iman kepercayaan umat.

  1. Allah yang penuh belas kasihan dan kasih setia: apabila umat pilihan berbuat dosa membelakangi Allah, Allah pasti murka; lantas menjalankan hukuman. Ini disebabkan Dia adalah Allah yang maha adil ~ melalui hukuman, Allah menghendaki umat sedar akan dosa mereka; namun terselindung di dalam hukuman ialah ‘kasih yang tersembunyi’. Ini memandangkan inti kasih setia Allah sememangnya disaluti keadilanNya (3:5, 17).
  2. Berusahalah untuk mengenali Allah: Sewaktu Allah menyembunyikan kita dalam penderitaan tertentu, misalnya keadaan yang menyiksakan, Dia tidak meninggalkan kamu (Mzm 77:3-13). Walaupun Dia mempergunakan pelbagai cara untuk melatihmu, agar kamu membesar dan menjadi matang, namun Dia tetap berada di sisimu secara tersembunyi (Ul 32:9-12). Asal saja kita jelas mengenali Allah, pasti kita memeliharakan diri dalam kasihNya pada setiap waktu (Hos 6:1-3).
  3. Menaruh hati yang bersyukur pada setiap waktu: Allah tetap mengasihi umatNya. Untuk menjadikan kita lebih matang dan sempurna, Dia selalu menggunakan pelbagai keadaan untuk mengajar, melatih bahkan menghajari kita. Walaupun ada masanya kita merasa tidak gembira, bahkan merasa sedih dan gelisah, tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehNya (Ibr 12:11).

Begitulah Allah, Bapa kita di Sorga, mengasihi kita secara tersembunyi ~ justeru itu marilah kita menjalani hidup keimanan seharian kita dengan hati yang penuh syukur.

[11]  Kewajiban Orang Rohani (Gal 6:1-18)
| | | |

[11] Kewajiban Orang Rohani (Gal 6:1-18)

[11]  Kewajiban Orang Rohani (Gal 6:1-18)

Prakata

  1. Orang rohani harus menghadapi manusia jasmani lama secara tuntas, dan hidup dipimpin oleh Roh.
  2. Paulus memberitahukan jemaat di Galatia yang sudah tersesat oleh guru-guru palsu, bahawa orang rohani bagaimana membantu saudara seiman yang lemah, dan menjaga diri sendiri agar jangan kena pencobaan dari guru-guru palsu

[1]      Mengasihi Saudara Yang Didapati Melakukan Pelanggaran (Gal 6:1-2)

i. Menyelamatkan saudara yang didapati melakukan pelanggaran (1a).

  1. Hanya sekali-sekali melakukan  pelanggaran (Mat 26:41; I Yoh 5:16-17).
  2. Bukan dengan sengaja (Ibr 10:26; I Kor 5:11).
  3. Memimpin: Menunjukkan sabar, mendoakan terus-menerus, menasihati, menghibur, dan membimbing (Mat 4:21; I Tes 3:10).

ii. Kesedaran orang rohani (1b).

  1. Memiliki belas kasihan (Rm 9:1-2).
  2. Kesedaran dalam hal status (I Ptr 1:14-16; I Yoh 3:1-3).
  3. Kesedaran dalam hal kehidupan (Rm 14:7; Flp 3:7-9; 10:10).
  4. Kesedaran dalam hal karunia (II Tim 1:6-7).

iii. Kegembiraan orang rohani (1b).

  1. Menasihati dengan roh lemah lembut: Membenci kejahatan (I Yoh 1:8, 10), menyukai kebaikan (I Kor 9:22-23), saling menasihati (Ibr 3:7-14).
  2. Berjaga-jaga: Tidak terbujuk (II Tim 4:2-5; Mat 12:20; I Kor 13:7).

iv. Bertolong-tolongan menanggung beban (2)

  1. Beban masing-masing: Beban manusia, kesulitan (II Kor 5:14-15; Rm 8:39).
  2. Bertolong-tolong menanggung beban: Membangun rohani orang lain (I Kor 8:13; II Kor 11:28).
  3. Memenuhi  hukum Kristus.

– Hukum Kristus menunjukkan ‘saling mengasihi’ (Yoh 13:34) dan ‘melakukan perintah Allah’ (Yoh 14:21; 15:7-12; I Yoh 3:22-23).

– Kitab Yakobus menyebutnya sebagai hukum yang ‘maha mulia’ dan yang merdeka’ (Yak 2:9-12).

[2]      Menguji Diri Sendiri (Gal 6:3-5)

i. Harus mengetahui diri sendiri (1).

  1. Orang yang takut akan Allah mengakui betapa kecil dan tidak berdayanya manusia (Luk 22:33; I Kor 3:6-7), dan percaya serta bersandar kepada Kristus (II Kot 3:3-6; Gal 6:14).
  2. Jika menganggap dirinya berarti, ia menipu dirinya sendiri (Ams 18:1; Yak 1:23).

ii. Ujilah diri sendiri (4).

  1. Orang yang takut akan Allah harus perhatikan (Rat 3:40; Pkh 9:1; 7:13-14).
  2. Setiap orang harus bertanggungjawab atas perbuatannya sendiri (I Kor 11:28; II Kor 13:5).
  3. Kristus sebagai patakon untuk menguji (I Kor 4:3-5; 11:1; Flp 2:5).
  4. Ketika merasa dirinya mempunyai perbuatan memuliakan Allah.

– Bersukacitalah kerana memuliakan Allah (II Kor 12:1-10; Flp 1:26).

– Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain, dan jangan menghitung-hitung kesalahan orang lain (Luk 18:11-12, 14).

– Jangan sekali-kali mengangkat tinggi sendiri melalui cara memuliakan Allah (I Kor 13:5).

iii. Harus memikul ‘tanggungannya’ sendiri (5)

  1. Menunjukkan tanggungan dosa: Pada hari penghakiman setelah Kristus datang kembali, setiap orang harus bertanggungjawab atas perbuatannya sendiri (Mat 12:36, 37; Rm 2:6, 7; 14:12; II Kor 5:10).
  2. ‘Tanggungan’ di sini lebih ringan daripada ‘beban’ di ayat 2.

[3]     Giat Berbuat Baik (Gal 6:6-10)

i. Berlaku baik kepada orang yang memberikan pengajaran (6).

  1. Membagi segala sesuatu dengan orang lain adalah kebiasaan baik jemaat masa awal (Kis 2:44; 4:32).
  2. Orang yang menerima pengajaran harus memberikan kebutuhan hidup orang yang memberikan pengajaran (I Tim 5:18; Mat 10:10).

ii. Kerana apa yang ditabur, itu juga yang akan dituai (7-8).

  1. Memberi sedekah adalah kewajiban manusia (II Kor 8:8-11).
  2. Umat Kristen yang mengaku dirinya rohani, jika perkataan tidak selaras dengan perbuatannya, ia menipu dirinya sendiri, juga menipu Allah (Gal 5:26; 6:3).
  3. Menabur dalam Roh akan menuai hidup yang kekal (Rm 8:13).
  4. Menabur dalam daging akan menuai kebinasaan (Gal 5:2-12, 21).

iii. Harus giat berbuat baik (9-10).

  1. Jangan jemu-jemu berbuat baik, harus tekun (Flp 3:13, 14; II Tim 4:7-8).
  2. Harus memegang kesempatan (Pkh 9:11).
  3. Berbuat baik kepada semua orang (Kis 10:1-2; 9:36).
  4. Tidak lalai memelihara keluarga sendiri (II Ptr 1:7).

[4]     Berdiri Teguh (Gal 6:11-16)

i. Melihat dengan jelas maksud guru-guru palsu (11-13)

  1. Palsu meminta orang melihat bagaimana besarnya ‘huruf-huruf’ yang ia tulis dengan ‘tangannya sendiri’: Untuk menekankan titik berat pendapat yang ia sampaikan (6:12-18).
  2. Guru-guru palsu hanya mementingkan rupa luar, mereka mengutamakan kesalehan secara lahiriah (Kej 12:11; II Kor 5:12).
  3. Guru-guru palsu takut dianiaya orang Yahudi (Gal 5:11).
  4. Guru-guru palsu memaksa orang menyunatkan dirinya: Untuk memegahkan diri bahwa mereka memiliki kamu sebagai murid mereka.
  5. Guru-guru palsu walaupun menyunatkan dirinya, mereka tidak dapat melakukan hukum Taurat.

ii. Bertekad hanya bermegah atas salib Kristus (14-17).

  1. Bertekad menjunjung tinggi salib Kristus (I Kor 1:18, 23; II Kor 10:17).
  2. Sedikitpun tidak akan berkompromi dengan dunia (Flp 3:7-8).
  3. Mau menjadi ciptaan baru (II Kor 5:17; 4:17, 18; II Tim 4:7-8).

– Prinsip berbuat sesuatu: Hidup di dalam kehidupan baru (Ef 4:23, 24).

– Berkat yang disertai janji:

a. Damai sejahtera (Mzm 125:5; 128:6).

b.  Rahmat (II Tim 1:18; 1:2; II Yoh 1:3).

– Menjadi orang Israel sejati.

iii. Setia kepada Tuhan Yesus:

– Membawa tanda-tanda Tuhan:

a. Menjadi milik Kristus (Kis 20:17-24; Gal 1:1,12; 2:20).

b. Meneladan Kristus (II Kor 4:10; Flp 3:10; II Tim 3:11).

– Hubungan dengan Tuhan kukuh, tak seorangpun yang dapat merosakkannya (Kis 20:17-24).

Δ Paulus menganggap dirinya sebagai hamba Kristus, ia tidak perlu bertanggungjawab kepada orang, melainkan bertanggungjawab hanya kepada Kristus.

Kata penutup

Kiranya kasih karunia keselamatan Yesus Kristus (Rm 16:20) menyertai rohmu, biarlah Roh Allah yang bekerja dan memerintah (Flp 4:23; Flm 1:25), untuk menjalani kehidupan yang rohani.

[10]  Hiduplah Oleh Roh (Gal 5:16-26)
| | | |

[10] Hiduplah Oleh Roh (Gal 5:16-26)

[10]  Hiduplah Oleh Roh (Gal 5:16-26)

Prakata

  1. Kerana iman, manusia mendapatkan keselamatan Kristus sehingga dibenarkan, dan menikmati kemerdekaan di dalam Kristus.
  2. Untuk mempertahankan kemerdekaan harus ada keseimbangan. yaitu takut akan Allah, mengasihi sesama manusia, dan waspada terhadap diri sendiri. Tetapi yang membuat kita menang adalah kuasa Roh Kudus. Lantas, bagaimana berbuat menurut Roh Kudus?

[1]      Mengerti Kebaikan Akan Menuruti Roh Kudus (Gal 5:16-18)

  1. Roh Kudus membuat orang tidak menuruti keinginan daging (16; Rm 7:24-8:2).
  2. Roh Kudus membuat orang melampaui hukum Taurat (17-18).
    1. Orang rohani harus mengalami proses perjuangan dikuduskan (17; II Tes 2:13; Ibr 12:14).
    2. Orang rohani tidak berada di bawah hukum Taurat: Tidak didakwa oleh hukum Taurat sehingga dapat mengalahkan dosa (Rm 6:14).

[2]      Mengerti Keburukan Akan Menuruti Keinginan Daging (Gal 5:19-21)

i. Dari segi etika agama.

    1. Percabulan.
    2. Kecemaran.
    3. Hawa nafsu.
    4. Penyembahan berhala (Kol 3:5; I Kor 10:14).
    5. Sihir (Kel 7:11; Yes 47:9, 12; Why 9:21; 18:23).
    6. Dari segi kehidupan dan hati.
      1. Perseteruan (Mat 5:44; Luk 6:27, 35; Rm 12:20).
      2. Perselisihan (I Kor 1:11; 3:3; Rm 12:18, 19; 14:17; II Kor 5:17).
      3. Iri hati (Neh 25:11; I Raj 19:10; Rm 13:13; I Kor 3:3).
      4. Amarah (II Kor 12:20; Ef 4:31; Kol 3:8).
      5. Kepentingan diri sendiri (II Kor 12:20; Yak 3:14, 16; Rm 2:8; Flp 1:9; 2:3).
      6. Percideraan (Rm 16:17).
      7. Roh pemecah (I Kor 11:19).
      8. Kedengkian (I Ptr 2:1; Mat 20:15).
    7. Yang bersangkutan dengan keadaan masyarakat.
      1. Pesta pora (Rm 13:13; I Ptr 4:3).

ii. Kemabukan.

iii. Menuruti keinginan daging tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah (Ef 5:5; I Kor 6:9, 10).

[3]     Mengerti Ciri Khas Roh Kudus (Gal 5:22-23)

i. Buah Roh Kudus.

    1. Buah: kata tunggal, menunjukkan buah penyempurnaan rohani ada sembilan macam ciri khas.
    2. Buah: Menitikberatkan perbuatan konkrit yang dinyatakan setelah penyempurnaan rohani.
    3. Ciri khas buah.

a. Kepada Allah.

– Kasih (I Kor 13:1-8; Ef 5:2; Kol 3:14)

– Sukacita (Rm 5:11, 2)

– Damai Sejahtera (Flp 4:7; Kol 3:15)

b. Kepada Manusia.

- Kesabaran (Kol 1:11; 3:12).

– Kemurahan (Ef 4:32; Rm 8:22).

– Kebaikan (Yoh 1:47).

c. Kepada diri sendiri

– Kesetiaan (Mat 25:21, 23; Luk 16:10; I Kor 4:2; Neh 9:3).

– Kelemah-lembutan (Mat 11:29; 5:5).

– Penguasaan diri (Kis 24:25; II Ptr 1:6).

ii. Tidak ada hukum yang menentang buah Roh Kudus: Hukum hanya membatasi perbuatan di luar, tidak berguna untuk membangun penyempurnaan rohani, kerana itu tidak dapat menentang orang menghasilakn buah Roh.

 

[4]     Bagaimana Hidup Dipimpin Oleh Roh (Gal 5:24-26)

  1. Menyalibkan daging (24): Dibinasakan secara tuntas.
    1. Daging menunjukkan aku yang lama, sifat dosa (Rm 6:6).
    2. Melalui baptisan darah Tuhan (2:20) terpisah dari aku lama.
    3. Oleh Roh Kudus mematikan keinginan daging (Rm 6:11; Kol 3:5; Rm 8:13).
    4. Hidup oleh Roh (Rm 5:17, 21).
    5. Hidup dipimpin oleh Roh (Flp 2:1-5).
      1. Tidak gila hormat (Flp 2:3; I Yoh 2:16).
      2. Tidak saling menantang (Ef 4:25-27).
      3. Tidak saling mendengki (Yak 3:17-18).

Kata Penutup

Hendaklah hidup dipimpin oleh Roh, usahakanlah supaya mengerti kehendak Allah (Ef 5:15-20; I Yoh 4:11-12), maka kita dapat memiliki hidup dan kekuatan dari Allah, mengalahkan keinginan daging, menghasilkan buah Roh, dan menerima hidup kekal.

[9] Kemerdekaan Di Dalam Kristus (Gal 5:1-15)
| | | |

[9] Kemerdekaan Di Dalam Kristus (Gal 5:1-15)

[9] Kemerdekaan Di Dalam Kristus (Gal 5:1-15)

Prakata

  1. Manusia suka mempergunakan kemerdekaan untuk berbuat dosa, merugikan dan mencelakakan orang lain.
  2. Kemerdekaan menunjukkan keadaan di dalam hati, bukan hanya menunjukkan kelepasan ikatan di luar.

[1]      Kristus Memberikan Kepada Kita Kemerdekaan Yang Sesungguhnya (Gal 5:1)

  1. Kristus telah memerdekakan kita.
    1. Tidak lagi mengikuti adat-istiadat dunia (Ef 2:1-2).
    2. Tidak lagi dikuasai dosa (Rm 7:24-25).
    3. Tidak lagi menjadi hamba orang (I Kor 7:22-23; Yoh 8:36)
    4. Kita sungguh-sungguh merdeka: Merdeka di dalam ruang lingkup kebenaran, tidak diperhamba oleh suatu apapun (I Kor 6:12).
    5. Berdirilah teguh:
      1. Oleh kasih karunia Allah (Kol 1:23; 2:7; I Kor 10:12).
      2. Mengerti kehendak Allah (Yak 1:8).
    6. Tidak lagi dikenakan kuk perhambaan: dengan tegas menolak kuk hukum Taurat, berpegang pada kemerdekaan yang diberikan Kristus, akan beroleh sukacita (II Tim 2:9; Flp 4:10-13).

[2]      Dibenarkan Oleh Hukum Taurat Akan Kehilangan Kemerdekaan (Gal 5:2-4)

  1. Menekankan sunat (2): Menyangkal keselamatan akan terjerumus ke dalam membenarkan diri sendiri, kehilangan kemerdekaan.
  2. Sunat akan mendakwa orang tidak dapat melakukan hukum Taurat dengan sempurna (3): Sunat adalah tanda dikuduskan. Paulus dengan hati-hati memberitahukan pengalamannya, umat pilihan yang disunat jauh dari standard dikuduskan.
  3. Dibenarkan oleh hukum Taurat (4): Kerana mudah menganggap dirinya benar sehingga kehilangan kerinduan akan kebenaran, tidak mendapatkan keselamatan, terjerumus ke dalam dosa dan terlepas dari Kristus, akhirnya tersandung (Luk 6:25). Kerana itu ia sekali lagi menegaskan, percaya Kristus (kasih karunia) dan oleh hukum Taurat (usaha manusia) tidak dapat berdiri bersamaan. Dibenarkan oleh hukum Taurat berarti menolak keselamatan.

[3]     Mendorong Jemaat Supaya Mengambil Kembali Kemerdekaan (Gal 5:5-9)

i. Kerana iman, beroleh kemerdekaan (5-6).

    1. Roh Kudus sebagai bukti iman (Yoh 14:16-20).
    2. Iman menimbulkan kasih kepada orang (Rm 12:19).
    3. Iman membuat orang berpengharapan sehingga dibenarkan (Mat 11:28): Menggenapkan hukum Taurat.

ii. Singkirkanlah perintang kemerdekaan (7-8).

  1. Melatih diri (7; I Kor 9:24-27): Kerana dahulu kamu berlomba dengan baik.
  2. Berjaga-jaga terhadap ajaran yang tidak sesuai dengan kebenaran (8; Kid 1:6; 2:15).
  3. Harus mengetahui betapa negerinya ajaran sesat (9): Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan.

[4]     Untuk Memperoleh Kemerdekaan Harus Ada Imbalannya (Gal 5:10-15)

i. Membela kebenaran tidak boleh mendua hati (10): Setiap orang yang membuat orang tersandung, ia akan menanggung hukumannya.

ii. Rela berkorban untuk kemerdekaan (11-12).

  1. Menjunjung tinggi salib: Menyatakan dosa manusia, menunjukkan jalan untuk memperoleh kemerdekaan.
  2. Menderita penganiayaan: Orang yang menuruti keinginan daging melihat kebaikan Injil, ia akan menganiaya orang yang rohani.

iii. Sikap menghargai kemerdekaan (13-15).

  1. Tidak menuruti keinginan daging: Waspada terhadap bangkitnya sifat dosa, harus sering mendekati Allah.
  2. Melayani orang dengan kasih: Melakukan kasih dengan bersandar Roh Kudus telah menggenapkan ‘seluruh hukum Taurat’.
  3. Hati-hati dalam pikiran: Tidak saling menggigit dan saling menelan, agar tidak saling membinasakan.

Kata Penutup

  1. Kemerdekaan tidak mengikuti manusia, manusia yang harus giat berusaha mengejarnya.
  2. Kristus adalah sumber kemerdekaan, menerima kebenaran Kristus akan sungguh-sungguh merdeka.
[8]  Anak Merdeka Tidak Diikat (Gal 4:21-31)
| | | |

[8] Anak Merdeka Tidak Diikat (Gal 4:21-31)

[8]  Anak Merdeka Tidak Diikat (Gal 4:21-31)

Prakata

  1. Perbandingan perjanjian perbuatan dan perjanjian iman.
  2. Memperbandingkan kasih karunia dan hukum Taurat dengan peristiwa sejarah sebagai perumpamaan.

[1]      Kedua Anak Abraham (Gal 4:21-23)

  1. Sumber tidak sama.
  2. Dilahirkan oleh Sara, perempuan yang merdeka.
  3. Dilahrikan oleh Hagar, perempuan yang menjadi hamba.
  4. Keadaan kelahiran.
    1. Dilahirkan menurut daging:
      1. Menolak janji Allah, tidak menempuh jalan iman (Kej 16:2).
      2. Melambangkan penganut hukum Taurat yang mengandalkan diri sendiri.
      3. Tetap mempunyai status sebagai hamba.
      4. Dilahirkan oleh kerana janji:
        1. Kerana iman (Rm 4:19-22).
        2. Melambangkan orang yang dilahirkan kembali oleh Roh Kudus (Yoh 3:1-8).
        3. Berubah status menjadi merdeka.

[2]      Penjelasan Perumpamaan (Gal 4:24-27)

i. Hagar: Melambangkan hukum Taurat dan janji yang mengikat (24-25).

    1. Ia menjadi hamba: Anak yang dilahirkannya juga menjadi hamba.
    2. Melambangkan perjanjian Sinai: Hukum Taurat dan ikatan.
    3. Diusir dari tanah yang dijanjikan: Milik pusaka berada di luar tanah perjanjian, tidak mempunyai hubungan dengan kasih karunia (Mat 6:16).
    4. Yerusalem duniawi: Simbol hukum Taurat agama Yahudi, juga menjadi hamba.
    5. Sara: Melambangkan kasih karunia dan perjanjian merdeka (26-27).
      1. Ia merdeka: Anak yang dilahirkannya menjadi tuan.
      2. Melambangkan janji Allah: Membuat orang merdeka dan menerima milik pusaka.
      3. Yerusalem sorgawi: Adalah ibu orang rohani, yang merdeka, gereja sejati.

ii. Menggenapi nubuat Alkitab (Yes 54:1-3)
iii. Bersukacitalah si mandul (Yes 54:1-3)

– Pada mulanya ditujukan kepada umat pilihan yang dibuang ke Babel (umat setia yang tersisa).

– Diterapkan pada diri Sara: Pada mulanya tidak dapat melahirkan.

– Melukiskan Yerusalem sorgawi: Selama Perjanjian Lama berada dalam kehampaan dan tidak melahirkan.

iv. Bersorak-sorailah yang tidak pernah menderita sakit bersalin.

– Menunjukkan umat setia yang tersisa secara ajaib kembali ke negerinya.

– Menunjukkan Sara secara ajaib melahirkan.

– Menunjukkan Yerusalem sorgawi didirikan kerana kebangkitan Kristus yang ajaib dari antara orang mati.

v. Yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak daripada yang bersuami.

– Menunjukkan umat yang setia: Seakan-akan telah kehilangan sandaran (selama pembuangan tidak ada negara dan raja).

– Menunjukkan Sara tidak dapat melahirkan: Seakan-akan tidak mempunyai suami.

– Menunjukkan Yerusalem sorgawi: Kumpulan yang dibenarkan kerana iman di dalam kesusahan seakan-akan ditinggalkan Allah. Kristus telah mati disalibkan kerana dosa-dosa manusia, tetapi Ia telah dibangkitkan oleh kuasa Allah sehingga menggenapkan janji. Sekarang, jemaat rohani telah bertambah banyak dan melebihi umat agama Yahudi.

[3]     Diterapkan Pada Galatia (Gal 4:28-31)

  1. Kita adalah anak-anak janji (28): Sama seperti Ishak dilahirkan kerana iman orang tuannya.
  2. Pengenalan yang harus dimiliki anak-anak janji (29-31).
    1. Dianiaya oleh panganut hukum Taurat (29; II Tim 3:12); Yang diperanakkan menurut daging menganiaya yang diperanakkan menurut Roh.
    2. Menjadi ahli waris rohani (30): Yang menurut daging akan diusir, ia tidak layak menjadi anak.
    3. Menikmati kemerdekaan di dalam Kristus (31): Tidak diikat oleh hukum Taurat.

Kata Penutup

Jemaat harus menjaga statusnya sebagai anak yang merdeka.