Bahagian 6: Pelayan Perjanjian Baru
| | | | | |

Bahagian 6: Pelayan Perjanjian Baru

Bahagian 6: Pelayan Perjanjian Baru

Nas Kitab: 3:1-18

Prakata

Pada waktu tersebut ada rasul-rasul palsu yang menyebarkan kabar angin untuk menghasut para pemercaya, menyebabkan mereka mulai mencurigai identiti Paulus. Maka di sini Paulus dengan khasnya menjelaskan bahwa kerja gembalaannya ialah bukti kuasa kerasulannya.

[1]      Pelayan-Pelayan Perjanjian Baru Adalah Dilantikkan Allah (3:1-3)

i. Bukan direkomenkan sendiri: “Adakah kami mulai lagi memujikan diri kami?” (1).

ii. Juga tidak perlu direkomenkan orang lain: “Atau perlukah kami seperti orang-orang lain menunjukkan surat pujian kepada kamu atau dari kamu?”

Δ Pada waktu tersebut, disebabkan mahu mengalakkan rasul-rasul palsu, maka surat pujian adalah sesuatu yang lazim digunakan (Kis 18:27; Rm 16:1).

Δ Terhadap jemaat Korintus, Paulus sekali-kali tidak perlu menggunakan surat pujian, disebabkan jemaat di situ adalah didirikan olehnya, justeru itu, katanya: “kamu adalah surat pujian kami” (3:2).

iii. Adalah direkomenkan oleh Roh Allah.

“Kerana telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami” (3:3a).

Δ Roh Allah kerja bersama-sama Paulus dengan menyatakan tanda-tanda mujizat demi membuktikan Firman yang diberitakan ~ itulah surat rekomendasi dari Kristus.

“Yang ditulis oleh pelayanan kami”: oleh firman yang kami beritakan, tertulis di dalam hati kami dan menimbulkan perubahan dalam kehidupanmu. Secara hidup dinampakkan dalam perbuatanmu, setiap orang dapat melihatnya ~ itulah yang ditulis oleh pelayanan kami.

“Ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia” (3:3b).

Δ Yang ditulis dengan tinta, pasti akan pudar lama-kelamaan juga dilenyapkan sebaliknya ditulis dengan Roh dari Allah yang hidup, adalah hidup yang diterima dari Allah, bersandar kepada Roh Kudus untuk kerja pembaharuan, itulah yang terindah dan sekali-kali tidak palsu (Tit 3:5).

[2]      Perbezaan Antara Pelayan Perjanjian Baru Dan Pelayanan Perjanjian Lama (3:4-9)

Δ Guru-guru palsu waktu tersebut mengacau-bilaukan firman kebenaran dan menghasut serta menyesatkan bangsa lain yang telah percaya pada Tuhan bahawa semestinya memegang hukum-hukum Perjanjian Lama, lalu dengan sengajanya menjunjung tinggi kemuliaan pelayanan dalam Perjanjian Lama. Lantas, Paulus membandingkan kedua-dua jenis pelayanan tersebut dan mengambil kesempatan untuk menasihati para pemercaya supaya jangan merindui akan peraturan-peraturan dan hukum-hukum agama Yahudi.

i. Pelayan-pelayan Perjanjian Baru.

Melayani berdasarkan iman oleh Yesus Kristus (3:4a).

“Oleh Kristus” ~ yaitu oleh penyelamatan Kristus, maka kita menjadi anak-anak Tuhan dan menjadi juga imamat yang rajani (I Ptr 2:9); dipanggil menjadi rasul-rasul diutus khas untuk memberitakan Injil Allah (Rm 1:1).

“Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah” (3:4) ~ hanya dengan diutus Tuhan barulah beroleh keyakinan dan kekuasaan untuk bekerja.

Bersandar pada anugerah Tuhan, bukan bergantung pada diri sendiri (3:5).

“Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah” (3:5).

Berdasarkan Roh, bukan perkataan yang tertulis (3:6).

“Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh (3:6a).

“Roh menghidupkan” ~ yang menghidupkan ialah Roh yaitu kehidupan (Yoh 6:63).

Δ Ialah membuat suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi Roh” (3:6) ~ pelayan-pelayan Perjanjian Baru, bukanlah perjanjian pada tulisan melainkan Perjanjian Roh.

Δ Rumusan segala hukum Taurat ialah Kristus, setiap yang percaya padaNya pasti dibenarkan (Rm 10:4).

Adalah milik Roh bukan milik maut (3:7-8).

Δ Pelayanan milik Roh adalah tugasan memimpinkan manusia bebas dari hukuman kekal, yakni maut kekal bagi jiwa (Kis 26:18; Kol 1:27-29).

Adalah tugasan pelayanan yang dibenarkan: “Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memipin kepada pembenaran” (3:9).

Tugasan pelayanan Perjanjian Lama.

“Terdiri dari hukum yang tertulis” (3:6b) ~ yaitu bergantung pada peraturan-peraturan hukum Taurat.

‘Yang mematikan’; ‘Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Dahulu aku hidup tanpa hukum Taurat. Akan tetapi sesudah datang perintah, itu, dosa mulai hidup’ (Rm 7:7-9)

Á Pelayanan yang memimpin kepada kematian: pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu (7)

Δ Hidup di bawah hukum Taurat, tidak dapat benar-benar meluputkan orang-orang Israel yang menghadap mempersembahkan korban, dari maut (Ibr 10:1-4)

 Pelayanan yang menetapkan dosa (9): pelayanan yang memimpin kepada penghukuman, disebabkan hukum Taurat sebenarnya menetapkan dosa.

[3]     Bandingan Antara Kemuliaan Dahulu Dengan Kemuliaan Abadi (3:10-11)

i. Sebenarnya apa yang dahulu dianggap mulia, jika dibandingkan dengan kemuliaan yang mengatasi segala sesuatu ini, sama sekali tidak mempunyai erti (3:10)

ii. ‘Sebab, jika yang pudar itu disertai dengan kemuliaan, betapa lebihnya lagi yang tidak pudar itu disertai kemuliaan’ (3:11)

Δ ‘Sebenarnya apa yang dahulu dianggap mulia’ dan ‘jika yang pudar itu disertai dengan kemuliaan’ ~ ini ditujukan kepada perjanjian kudus yang Tuhan ikatkan dengan umat pilihan zaman dulu, disebabkan ‘tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa’ (Ibr 10:4), maka Allah menetapkan Yesus sebagai jalan pendamaian. Dengan itu, yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua (Ibr 10:9, 10)

[4]     Menghadap Hadirat Secara Langsung, Tidak Perlu Seperti Musa Yang Menyelubungi Mukanya Apabila Menghadap Umat (3:12-18)

i. “Kerana kami mempunyai pengharapan yang demikian, maka kami bertindak dengan penuh keberanian” (3:12).

‘Pengharapan yang demikian’ adalah kerana rahmatNya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati (I Ptr 1:3).

‘Maka kami bertindak dengan penuh keberanian’ iaitu kerja pemberitaan Injil telah dipercayakan kepada kita (Tit 1:3), maka Dialah yang kita beritakan untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempunaan dalam Kristus (Kol 1:28-29).

ii. “Tidak seperti Musa yang menyelubugi mukanya” (3:10a). Apabila Musa habis berbicara dengan Tuhan di atas gunung Sinai, mukanya bercahaya; sewaktu ia turun dari gunung ia menyelubungi dahulu mukanya barulah ia menghadap umat dan berbicara dengan mereka (Kel 34:33).

iii. “Supaya mata orang-orang Israel jangan melihat hilangnya cahaya sementara itu” (3:13b).

Δ Terjemahan versi baru: Ia mesti menyelubungi mukanya sendiri, supaya orang-orang Israel tidak akan melihat cahaya itu menjadi semakin pudar (II Kor 3:13).

‘Hilangnya cahaya sementara itu’ (13c) ~ ditujukan kepada cahaya kemuliaan yang singkat dan sementara, bahkan akan lenyap. Sama seperti yang dikatakan di Ibrani fasal 7:18,19: ‘Memang suatu hukum yang dikeluarkan dahulu dibatalkan, kalau hukum itu tidak mempunyai kekuatan dan kerana itu tidak berguna’.

iv. “Tetapi fikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan” (3:14)

v. “Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya” (3:16).  Jika seseorang itu percaya dan bersandar pada Kristus, hati dan mentalnya tidak lagi tertutupkan.

vi. Para pemercaya Perjanjian Baru bersandarkan Roh Kudus dapat berhadap-hadapan muka dengan Tuhan.

‘Sebab Tuhan adalah Roh’ (17a).

Di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekakaan.

Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang berselubung. Dan kerana kemuliaan itu datang dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambarNya, dalam kemuliaan yang semakin besar (17b).

Bahagian 5:  Semarakkan Keharuman Kristus
| | | | | |

Bahagian 5: Semarakkan Keharuman Kristus

Bahagian 5:  Semarakkan Keharuman Kristus

Nas Kitab: 2:12-17

[1] Berjerih Payah Firman Allah ~ Dari Troas ke Makedonia

i. “Ketika aku tiba di Troas untuk memberitakan Injil Kristus, aku dapati, bahwa Tuhan telah membuka jalan untuk pekerjaan di sana” (12).

ii.  “Tetapi hatiku tidak merasa tenang, kerana aku tidak menjumpai saudaraku Titus” (13a).

Δ Pada waktu tersebut, Paulus mengutus Titus untuk membawa surat yang tegas (yang ditulis dengan mencucurkan air mata) ke Korintus. Namun, Titus tidak balik-balik membawa kabar maklum balas lalu Paulus mulai merasa cemas kerana tidak mengetahui perkembangan keadaan di Korintus.

iii.  “Sebab itu aku minta diri dan berangkat ke Makedonia” (13b).

Selepas itu, ia berjumpa dengan Titus di Makedonia yang membawa pulang kabar baik, Paulus merasa amat gembira dan bersyukur atas pimpinan Tuhan (13,14).

[2] Syukur Kepada Pimpinan Tuhan Yang Membawa Kemenangan Sehingga Menyebarkan Keharuman Kristus

i. Bermegah atas pimpinan Tuhan.

“Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana” (14).

Δ ‘Keharuman Kristus’ ~ di sini Paulus merujuk-gunakan keadaan seorang panglima Roma yang mendapat kemenangan. Panglima tersebut akan memimpin pasukannya berarak dan prajuritnya akan membawa wangi-wangian dan hemburkan, menghasilkan keharuman sebagai tanda kemenangan bahawa mereka pulang membawa orang-orang tawanan. Paulus menggunakan ini untuk mengumpamakan: ‘Allah, sebagai Panglima’ telah membawa kemenangan kepada para pemercaya, yakni oleh pengantaraan mereka, Injil diberitakan di setiap tempat, memperjuangkan pertandingan yang baik.

ii. “Menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana”.

Δ Setiap pemercaya, biarpun berada di mana, haruslah tinggalkan dan tunjukkan perbuatan baik atas pengenalan akan Kristus dan olehnya memberi kesaksian tentang Injil (Mat 5:13-16).

[3] Ada Dua Kegunaan Keharuman Itu

Δ Jadilah keharuman (bau yang harum) dalam kerja-kerja suci penginjilan; namun bau harum pada setiap orang, masing-masing ada kesan yang berlainan (2:15).

i. “Bagi orang yang diselamatkan…… ia adalah bau harum kehidupan” (16)

Δ Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang disorga (Mat 5:16).

Δ Di tengah-tengah angkatan ini, kamu bercahaya di antara mereka sambil berpegang pada firman kehidupan (Flp 2:14-16). Agar mereka yang menerimakan Injil akan berjuang mengarahkan diri kepada hidup kekal.

ii. “Di antara mereka yang binasa……. Ia adalah bau kematian yang mematikan” (16).

Δ Bagi orang-orang yang tidak percaya, ianya menjadi penghakiman, dan pasti akan dihukum (Mrk 16:16).

Δ Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataanKu, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan (Yoh 12:48). Seandainya tidak pernah mendengar firman, tentu tidak berdosa (Yoh 15:21,22).

[4] Bertekad Menyebarkan Keharuman Injil Kristus

i. Kuatkan hati, tabah bersandar kepada menyerah Tuhan ~ “Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?” (2:16b).

Δ “Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah” (3:5).

ii. Haruslah setia, tak tergodai oleh keuntungan diri ~ “Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah” (2:17a).

iii. Haruslah memberitakan Injil dengan hati yang takut akan Allah ~ “Sebaliknya dalam Kristus kamu berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapanNya” (2:17b).

Δ Syarat terutama bagi hamba-hamba Allah ialah jujur ikhlas; barulah demikian dapat kita bicarakan firman keselamatan yang dipercayakan kepada kita, yang kita terimakan dari Allah lalu membicarakan dengan setia seolah-olah berdiri “di hadirat Allah”.

Bahagian 4:  Prinsip Pengampunan Kesalahan
| | | |

Bahagian 4: Prinsip Pengampunan Kesalahan

Bahagian 4:  Prinsip Pengampunan Kesalahan

Nas Kitab: 2:1-13

Prakata

Nas Kitab ini telah menampakkan kasih Paulus, tidak henti-henti ia meluahkan kasih seorang bapa. Atas kasihnya kepada jemaat Korintus, ia berdukacita atas kelemahan mereka, membimbangi kerohanian mereka lalu mendorong para pemercaya berdasarkan manusia, menasihatkan mereka supaya berbalik dari pada kesalahan mereka ~ ini merupakan harapan terbesar seorang gembala, begitulah maksudnya “berduka dalam dukacita” dan “bersuka dalam sukacita” di dalam pelayanan kepada Tuhan.

[1]       Kesukaan Dan Kedukaan Kasih

i. Membuat keputusan tidak mendukakan semua orang ~ “Allah telah membuat keputusan di dalam hatiku, bahwa aku tidak akan datang lagi kepadamu dalam dukacita” (2:1).

ii. Bergembira atas mereka yang bertobat dari kesalahan (2).

– Para gembala harus dengan beraninya menegor mereka yang berbuat salah ~ “Jika aku mendukakan hatimu” (2a).

– Seandainya menyesali dan menginsafi diri, gembala akan bersukacita ~ “Siapa lagi yang dapat membuat aku menjadi gembira selain dia yang berdukacita kerana aku” (2b).

iii. Seandainya berdegil tidak insaf-insaf, gembala akan berdukacita ~ “Supaya jika aku datang, jangan aku berdukacita oleh mereka, yang harus membuat aku menjadi gembira” (3).

iv. Sesama seiman harus miliki “persaudaraan rohani” ~ “Sebab aku yakin tentang kamu semua, bahwa sukacita adalah juga sukacitamu” (2:3b).

v. Penjelasan akan kasih Paulus.

– “Aku menulis kepada kamu dengan hati yang sangat cemas dan sesak dan dengan mencucurkan banyak air mata, bukan supaya bersedih hati” (4a).

– “Tetapi supaya kamu tahu betapa besarnya kasihku kepada kamu semua” (4b).

Δ Paulus melayani para pemercaya seperti ayah yang tegas, ibu yang penyayang (I Tes 2:7; I Kor 4:14).

[2]      Menasihati Para Pemercaya Agar Menerimakan Orang Yang Telah Berbuat Salah Dengan Kasih

i. Bersedih atas pembuat salah

“Jika ada orang yang menyebabkan kesedihan” (5a) ~ ditujukan kepada pemercaya yang berbuat salah lalu menyedihkan seluruh jemaat.

“Bukan hatiku yang disedihkannya” ~ ditujukan kepada pemercaya yang berbuat salah lalu menyedihkan para gembala.

“Melainkan hati kamu sekalian, atau sekurang-kurangnya” ~ ditujukan bahawa pemercaya berbuat salah, juga menyedihkan para seiman.

“Supaya jangan aku melebih-lebihkan” ~ kira-kira ditujukan kepada tegorannya yang keras di surat pertama.

ii. Harus maafkan mereka dengan simpati.

“Bagi orang yang demikian” (6a) ~ menunjuk orang-orang yang berbuat salah.

“Sudahlah cukup tegoran dari sebahagian besar dari kamu” (6a) ~ ia yang menerima tegoran keras dari jemaat dan merelakan diri menerima nasihat.

“Sehingga kamu sebaliknya harus mengampuni dan menghibur dia” (7) ~ Pimpinlah orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, ……bertolong-tolonglah menanggung bebanmu. (Gal 6:1,2).

“Supaya ia jangan binasa oleh kesedihan yang terlampau berat” (7b) ~ supaya jangan ia mengesali diri, membinasa dan menjatuhkan diri sendiri (Flp 2:1-4).

“Kamu sungguh-sungguh mengasihi dia” (8) ~ segala tegoran, kritikan, biarlah atas kasih, umpama ibu penyayang memukuli anak-anak namun sakit di hati sendiri; sekali-kali jangan mengkritik dan menyerang dengan niat jahat, janganlah anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia sebagai seorang saudara” (II Tes 3:15).

iii. Teladan baik Paulus

“Sebab justru itulah maksudnya aku menulis surat kepada kamu, yaitu untuk menguji kamu, apakah kamu taat dalam segala sesuatu” (9). Demi melihat apakah jemaat Korintus sanggup atau tidak sanggup bersatu hati menentangi dosa bahkan taat kepada ajaran Paulus.

“Sebab barangsiapa yang kamu ampuni kesalahnnya, aku mengampuni juga” (10a) ~ laksanakan perlembagaan gereja sesuai dengan kewibawaan Alkitab, sekali-kali jangan menyalahgunakan kuasa peribadi.

“Sebab jika aku mengampuni, ~ seandainya ada yang harus kuampuni – maka hal itu kubuat oleh kerana kamu di hadapa Kristus” (10b). Pengampunannya adalah sebenar-benarnya di mana penyempurnaan haruslah berdasarkan firman yang benar dan diampuni Kristus, justeru demikian, Paulus dan jemaat harus juga mengampuninya.

“Supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita” ~ seandainya melampau tegoran kita sehingga menjadi tawar hati dan jemu maka kita akan tertipu oleh muslihat Iblis dan akan menimbulkan perasaan tidak puas hati, perpecahan dan kerosakan. “Sebab kita tahu apa maksudnya” (2:11b).

Bahagian 3: Kesaksian Suara Hati
| | | | | |

Bahagian 3: Kesaksian Suara Hati

Bahagian 3: Kesaksian Suara Hati

Nas Kitab: 1:12, 14

Prakata

Disebabkan Paulus terpaksa mengubahkan arah perjalanannya dan tidak dapat pergi ke Korintus mengikut waktu yang ditetapkan, maka jemaat di situ bukan sahaja tidak memahami keadaannya, bahkan memfitnahnya, lantas mencurigai firman kebenaran yang diberitakannya. Paulus mengambil kesempatan untuk menjelaskan keadaan sebenar, juga membuktikan bahawa firman Allah dan janji Allah yang diberitakan adalah sebenar-benarnya.

[1] Paulus Melakukan Segala Dengan Penuh Ikhlas

i. Yang dimegahkan adalah berdasarkan suara hati: “suara hati kami memberi kesaksian” (1:12).

Δ “Sampai kepada hari ini aku tetap hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah” (Kis 23:1).

Δ Versi Sze Gau: “Yang kami megahkan ialah kesaksian suara hati kami” (1:12).

“Hidup kami di dunia ini, bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah” (1:12).

Δ “Demikian pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh” (I Kor 2:1-5).

Δ “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Flp 4:13).

ii. “Khususnya dalam hubungan kami dengan kamu” (1:12b).

[2] Berharap Sungguh-sungguh Mereka Akan Mengenali Personaliti Paulus

i. Perkataan-perkataan yang ia tuliskan kepada mereka adalah terang-terangan dan ikhlas: “Apa yang dapat kamu baca dan fahamkan”.

ii. Pada waktu tersebut, hanya sebahagian pemercaya mengenalinya, justeru, ia berharap mereka akan keseluruhannya mengenalinya.

– “Aku harap, mudah-mudahn kamu akan memahaminya sepenuhnya, seperti yang telah kamu pahamkan sebagiannya dari kami” (1:13, 14).

iii. Pada hari Tuhan Yesus kamu akan bermegah atas kami seperti kami juga akan bermegah atas kamu (1:14b).

[3] Penjelasan Pertama Tentang Pengubahan Perjalanan

i. Rancangan asal: Mula-mula berangkat ke Makedonia, baru kemudian ke Korintus (I Kor 16:4-5).

– “Aku pernah merencanakan untuk mengunjungi kamu dahulu” (1:15b)

ii. Kemudian mengubahkan keputusan: merancang pergi dahulu ke Korintus, berangkat ke Makedonia dan balik lagi ke Korintus.

– “Kemudian aku mau meneruskan perjalananku ke Makedonia, lalu dari Makedonia kembali lagi kepada kamu” (1:13,14).

iii. Pada hari Tuhan Yesus kamu akan bermegah atas kami seperti kami juga akan bermegah atas kamu (1:14b).

[4] Kesejahteraan Mesej Yang Diberikan Paulus Dalam Bahasa Akal

  1. Firman yang diberikan: janji kami kepada kamu bukanlah serentak ‘ya’ dan ‘tidak’ (1:18).
  2. Kristus yang diberitakan: Yesus Kristus, Anak Allah, yang telah kami beritakan di tengah-tengah kamu, bukanlah ‘ya’ dan ‘tidak’, tetapi di dalam Dia hanya ada ‘ya’ (1:19).
  3. Janji yang diberitakan: adalah ‘ya’ bagi semua janji Allah ~ Amin (1:20).
  4. Apa yang diberitakan adalah dimeterai Allah ~ memeteraikan tanda milikNya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan (1:21-22).

[5] Menjelaskan Sebab Mengubahkan Perjalanan

  1. Memohon Allah menjadi saksiku: “Aku memanggil Allah sebagai saksiku” (1:23).
  2. Tidak mahu memunculkan diri selagi masalah antara jemaat belum diselesaikan ~ “Sebabnya aku tidak datang ke Korintus ialah untuk menyayangkan kamu” (1:23b).
  3. Menangguhkan kunjungannya supaya semua merasa lebih senang apabila bertemu nanti “bukan kami mau memerintahkan apa yang harus kamu percayai, melainkan kami mau turut bekerja untuk sukacitamu” (1:24a).
  4. “Aku telah mengambil keputusan di dalam hatiku, bahawa aku tidak akan datang lagi kepadamu dalam dukacita” (2:1).
  5. “Kerana kamu berdiri teguh dalam imanmu” (1:24b).
Bahagian 2: Penghiburan Dalam Penderitaan
| | | | | |

Bahagian 2: Penghiburan Dalam Penderitaan

Bahagian 2: Penghiburan Dalam Penderitaan

Nas Kitab: 1:3-11

Prakata

Dengan kesaksiannya dan pengalaman sendiri, yakni bagaimana ia menderita demi Injil serta dihiburkan Tuhan, Paulus mendorong jemaat Korintus supaya bertahan dalam penderitaan dan sama-sama nikmati kasih karunia dan penghiburan bersama Paulus.

[1] Allah Adalah Allah Yang Penuh Belas Kasihan Dan Mengaruniakan Penghiburan (1:3)

  1. Allah berfirman: “Akulah, Akulah yang menghibur kamu” (Yes 51:12).
  2. Kesaksian Paulus: sewaktu dianiaya dan dimasukkan ke dalam penjara dan dikawal dengan ketat oleh kepala penjara, Allah yang penuh belas kasihan, telah membangkitkan gempa bumi lalu pintu penjara terbuka dan menyelamatkan Paulus dan Silas daripada dibunuh (Kis 16:19-27).

[2] Penderitaan Membekali Para Pemercaya Dengan Dua Lapisan Makna (1:4)

  1. Penderitaan membawa penghiburan secara langsung kepada Tuhan: “Yang menghibur kami dalam segala penderitaa” (1:4a).
  2. Hiburkan orang-orang yang menderita berdasarkan pengalaman sendiri: “sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah” (1:4b).

[3] Mendapat Bagian Berlimpah-Limpah Dalam Kesengsaraan Kristus, Demikian Pula Oleh Kristus Akan Menerima Penghiburan Berlimpah-Limpah (1:5)

1. ‘Kesengsaraan Kristus’: cawan pahit Yesus (Mat 20:23; Yes 53:4).

2. ‘Mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus’:

– Menderita kerana menjadi seorang Kristian dan memberi kemuliaan kepada Allah atas nama ini (I Ptr 4:16).

– Menderita kerana berbuat baik, dipandang sebagai yang manis dan menyenangkan Tuhan (I Ptr 2:2-25).

– Menderita kerana memberita Injil dan tidak menganggap Injil sebagai yang memalukan (II Tim 1:8-12).

3. ‘Oleh Kristus, menerima penghiburan berlimpah-limpah’:

- Setelah Paulus dan Barnabas dihalau ke luar kota…… mereka berangkat ke Ikonium.

Δ Melakukan mujizat besar di Likaonia di Listra (Kis 13:50; 14:8).

– Kerana Injil, Paulus telah dilempari batu oleh orang ramai dan diseret ke luar kota (Kis 14:19).

Δ Ketika murid-murid berdiri mengelilingi dia, ia telah bangkit lalu masuk ke dalam kota dan menguatkan hati murid-murid (20-22).

– Sewaktu di dalam penjara Filipi, Allah membangkitkan gempa bumi pada waktu tengah malam sehingga kesemua pintu penjara dibuka (Kis 16:26).

Δ Seisi rumah kepala penjara percaya pada Tuhan dan mendapat kegembiraan besar (Kis 16:30-34).

[4] Penderitaan Paulus Memanfaatkan Jemaat Korintus (1:6)

1. “Kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu” (6a).

Δ  Demi Injil, Paulus dengan sungguh-sungguhnya bersaksi kepada orang-orang Yahudi bahawa Yesus adalah Kristus namun ia dianiaya dan difitnah. Mulai dari itu, ia membuat keputusan memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa lain, lalu ia tiba di Korintus dan memberitakan Injil di situ (Kis 18:5-8).

2. “Jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu”.

Δ Sewaktu mulai memberita Injil di Korintus, Allah telah menghiburnya di dalam penglihatan: “Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau”. Seandainya Allah turut bekerja, maka ramai orang akan percaya pada Tuhan (Kis 18:9).

3. “Sehingga kamu beroleh kekuataan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga” (6c).

Δ Sostenes, kepala rumah ibadat turut menderita kesengsaraan bersama-sama para rasul apabila ia dipukuli orang ramai (Kis 18:12-17; II Tim 3:11).

4. “Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, kerana kami tahu, bahawa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kamu, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami” (7).

Δ Seperti diwahyukan dalam penglihatan, para rasul dan jemaat Korintus sama-sama bertahan dalam kesengsaraan namun memastikan Injil tetap diberitakan ke seluruh tempat, membangunkan jemaat Korintus (Kis 18:10).

[5] Kesaksian Paulus Mengalami Pelbagai Penderitaan (1:8-9)

“Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu”.

1. “Akan penderitaan yang kami alami di Asia kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat” (8).

Δ Ditujukan kepada peristiwa di Efesus di mana seorang tukang perak, Demetrius, telah menghasutkan orang ramai menimbulkan huru-hara; orang ramai mendengar hasutannya lalu seluruh kota menjadi huru-hara (Kis 19:23-29).

2. “Sehingga kami putus asa juga akan hidup kami. Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati” (8b, 9).

Δ Orang ramai menangkap Paulus dan teman-temanya dan mereka ramai-ramai membanjiri gedung… (Kis 19:29).

[6] Iman Dan Pengharapan Yang Lahir Dari Kesengsaraan (1:10)

1. Dulu: “Dari kematian yang begitu negri, Ia telah dan akan menyelamatkan kami” (10).

– Dilempari batu oleh orang ramai sehingga mati, diseret ke luar kota, Allah menyelamatkannya hidup semula (Kis 14:19,20).

– Dipenjarakan kedua-dua kaki diikat dalam pasungan yang kuat (Kis 16:19-29).

– Diselamatkan Allah dari keributan huru-hara di Efesus (Kis 19:35-41).

Δ Sewaktu kita berada dalam kesengsaraan, kita mengimbas kembali akan anugerah yang pernah diterima maka ianya akan menguatkan semula iman kita (Mzm 117:11-15).

2. Kini: “Akan menyelamatkan kami” (10b).

 – Yesus Kristus tetap sama, baik kelmarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya (Ibr 13:8).

‚- Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti” (Mzm 46:2).

3. Kelak: “Ia akan menyelamatkan kami lagi” (10c)

– “Tuhan adalah Penolongku, Aku tidak akan takut” (Ibr 13:6; Mzm 27:1).

– “Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang oleh Dia datang kepada Allah” (Ibr 7:25).

Δ Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan AnakNya yang kekasih (Kol 1:13).

[7] Meminta Bantu Doa (1:11)

1. Meminta jemaat Korintus bantu doa: “kamu juga turut membantu mendoakan kami” (11a).

Δ Versi Li: “Kamu harus juga, oleh kerana kami, saling menyokong di dalam doa”.

2. Memohon Tuhan mengaruniai orang banyak: “supaya banyak orang mengucap syukur” (11b).

Δ Versi Sze Gao: “Disebabkan banyak orang memohonkan kasih karunia untuk kami”.

3. Agar pintu anugerah keselamatan terbuka demi menyelamatkan segala bangsa “atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami” (11c).

Bahagian 1: Kata-Kata Salam
| | | | | |

Bahagian 1: Kata-Kata Salam

Bahagian 1: Kata-Kata Salam

[1]      Penulis surat: Rasul Paulus dan Timotius (1:1)

“Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Timotius, saudara kita”.

“Oleh kehendak Allah”:

– Kehendak Allah memilih Paulus ialah supaya ia memberitakan nama Tuhan kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja (Kis 9:15).

– Diutus oleh Roh Kudus sendiri (Kis 13:2).

‘Timotius’: ia adalah pembantu baik Paulus (Kis 18:5); adalah anak yang kekasih dan setia dalam Tuhan (I Kor 4:17); ‘Anak’ ditujukan kepada anak rohani.

[2]      Penerima surat: “Kepada Jemaat Allah di Korintus dengan semua orang Kudus di seluruh Akhaya”

‘Jemaat Allah’: orang-orang yang Kristus belikan dengan darahNya sendiri, dari tiap-tiap suku dan bangsa dan kaum (Why 5:9-10).

‘Di seluruh Akhaya’: selatan propinsi Makedonia, termasuk tanah Korintus, Atena, Krengkrea dan lain-lain. Surat ini ditujukan kepada para pemercaya dalam seluruh wilayah Akhaya.

[3]     Ucapan Pemberkatan

“Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus kamu” (1:2). Paulus menyampaikan salam kepada seluruh jemaat dengan menggunakan ucapan pemberkatan yang pendek dan ringkas; beroleh berkat dan damai sejahtera hanyalah di dalam Tuhan Yesus Kristus.