Views: 728
[9] Kemerdekaan Di Dalam Kristus (Gal 5:1-15)
Prakata
- Manusia suka mempergunakan kemerdekaan untuk berbuat dosa, merugikan dan mencelakakan orang lain.
- Kemerdekaan menunjukkan keadaan di dalam hati, bukan hanya menunjukkan kelepasan ikatan di luar.
[1] Kristus Memberikan Kepada Kita Kemerdekaan Yang Sesungguhnya (Gal 5:1)
- Kristus telah memerdekakan kita.
- Tidak lagi mengikuti adat-istiadat dunia (Ef 2:1-2).
- Tidak lagi dikuasai dosa (Rm 7:24-25).
- Tidak lagi menjadi hamba orang (I Kor 7:22-23; Yoh 8:36)
- Kita sungguh-sungguh merdeka: Merdeka di dalam ruang lingkup kebenaran, tidak diperhamba oleh suatu apapun (I Kor 6:12).
- Berdirilah teguh:
- Oleh kasih karunia Allah (Kol 1:23; 2:7; I Kor 10:12).
- Mengerti kehendak Allah (Yak 1:8).
- Tidak lagi dikenakan kuk perhambaan: dengan tegas menolak kuk hukum Taurat, berpegang pada kemerdekaan yang diberikan Kristus, akan beroleh sukacita (II Tim 2:9; Flp 4:10-13).
[2] Dibenarkan Oleh Hukum Taurat Akan Kehilangan Kemerdekaan (Gal 5:2-4)
- Menekankan sunat (2): Menyangkal keselamatan akan terjerumus ke dalam membenarkan diri sendiri, kehilangan kemerdekaan.
- Sunat akan mendakwa orang tidak dapat melakukan hukum Taurat dengan sempurna (3): Sunat adalah tanda dikuduskan. Paulus dengan hati-hati memberitahukan pengalamannya, umat pilihan yang disunat jauh dari standard dikuduskan.
- Dibenarkan oleh hukum Taurat (4): Kerana mudah menganggap dirinya benar sehingga kehilangan kerinduan akan kebenaran, tidak mendapatkan keselamatan, terjerumus ke dalam dosa dan terlepas dari Kristus, akhirnya tersandung (Luk 6:25). Kerana itu ia sekali lagi menegaskan, percaya Kristus (kasih karunia) dan oleh hukum Taurat (usaha manusia) tidak dapat berdiri bersamaan. Dibenarkan oleh hukum Taurat berarti menolak keselamatan.
[3] Mendorong Jemaat Supaya Mengambil Kembali Kemerdekaan (Gal 5:5-9)
i. Kerana iman, beroleh kemerdekaan (5-6).
-
- Roh Kudus sebagai bukti iman (Yoh 14:16-20).
- Iman menimbulkan kasih kepada orang (Rm 12:19).
- Iman membuat orang berpengharapan sehingga dibenarkan (Mat 11:28): Menggenapkan hukum Taurat.
ii. Singkirkanlah perintang kemerdekaan (7-8).
- Melatih diri (7; I Kor 9:24-27): Kerana dahulu kamu berlomba dengan baik.
- Berjaga-jaga terhadap ajaran yang tidak sesuai dengan kebenaran (8; Kid 1:6; 2:15).
- Harus mengetahui betapa negerinya ajaran sesat (9): Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan.
[4] Untuk Memperoleh Kemerdekaan Harus Ada Imbalannya (Gal 5:10-15)
i. Membela kebenaran tidak boleh mendua hati (10): Setiap orang yang membuat orang tersandung, ia akan menanggung hukumannya.
ii. Rela berkorban untuk kemerdekaan (11-12).
- Menjunjung tinggi salib: Menyatakan dosa manusia, menunjukkan jalan untuk memperoleh kemerdekaan.
- Menderita penganiayaan: Orang yang menuruti keinginan daging melihat kebaikan Injil, ia akan menganiaya orang yang rohani.
iii. Sikap menghargai kemerdekaan (13-15).
- Tidak menuruti keinginan daging: Waspada terhadap bangkitnya sifat dosa, harus sering mendekati Allah.
- Melayani orang dengan kasih: Melakukan kasih dengan bersandar Roh Kudus telah menggenapkan ‘seluruh hukum Taurat’.
- Hati-hati dalam pikiran: Tidak saling menggigit dan saling menelan, agar tidak saling membinasakan.
Kata Penutup
- Kemerdekaan tidak mengikuti manusia, manusia yang harus giat berusaha mengejarnya.
- Kristus adalah sumber kemerdekaan, menerima kebenaran Kristus akan sungguh-sungguh merdeka.
