Dirampas Keluar Dari Api
| |

Dirampas Keluar Dari Api

Rasul Paulus berkata : “Senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubur yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala fikiran dan menaklukkannya kepada Kristus ( II Kor 10 : 4-5 ). Tujuan kita berjuang adalah untuk menawan hati manusia agar manusia menyingkirkan niat jahat sebaliknya kembali taat semula kepada Kristus. Usaha ini adalah sesuai dengan amanat Tuhan untuk menyatakan FirmanNya dalam pemberitaan Injil ( Tit 1 : 3 ). Ia juga lahir dari kasih kepada orang ramai. Catatan Kitab : Bebaskan mereka yang diangkut untuk dibunuh, selamatkan orang yang terhuyung-huyung menuju tempat pemancungan. Kalau engkau berkata : “Sungguh, kami tidak tahu hal itu!” Apakah Dia menguji hati tidak tahu yang sebenarnya? Apakah Dia yang menjaga jiwamu tidak mengetahuinya dan membalas manusia menurut perbuatannya?” ( Ams 24 : 11-12 ). Tugas menyelamatkan orang dalam kesusahan adalah berdasarkan kasih. Ia juga kewajipan bagi orang benar. Kita sudahpun menerima anugerah keselamatan Tuhan dengan percuma, maka kita juga patut memberi dengan percuma supaya orang lain dapat menerima anugerah keselamatan dan menikmati kegembiraan bersama kita.

DIRAMPAS KELUAR DARI API

Alkitab mencatatkan : “Selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka keluar dari api” ( Yud 23 ). Manusia di dunia sedang bergelut dalam dosa seperti dikepung dalam lautan api. Jika ,mereka tidak dirampas keluar dengan segera, maka tiada pengharapan bagi mereka untuk hidup. Oleh itu, tugas menyelamat orang dosa ini adalah amat mustahak dan tidak boleh ditangguhkan. Sama seperti yang dikatakan oleh Yakobus : “Jika ada di antara kamu yang menyimpang dari Kebenaran dan ada seorang yang membuat dia berbalik. Ketahuilah bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa ( Yoh 5 : 19-20 ).

Dahulu Lot tinggal di dalam kota yang penuh dengan dosa. Tuhan ingin memusnahkan kota itu dengan api maka diutusNyalah malaikat untuk menyelamatkan Lot dan isteri serta anak-anak perempuannya. Malaikat mendesak Lot dan berkata : “Bangunlah, bawalah isterimu dan kedua-dua anakmu yang ada di sini supaya engkau jangan mati lenyap kerana kedurjanaan kota ini”. Lot tidak ingin pergi. Disebabkan belas kasihan Tuhan, Lot dan isterinya serta anak-anak perempuannya, dituntun oleh malaikat keluar dari kota dan selepas menuntun mereka keluar, malaikat berkata : “Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang dan janganlah berhenti di mana-mana juga di lembah, larilah ke pergunungan supaya engkau jangan mati lenyap” ( Kej 19 : 15-17 ). Peristiwa malaikat menyelamatkan Lot sekeluarga dengan merampas mereka keluar dari kota adalah satu teladan yang baik bagi kita untuk memberitakan injil dan menyelamatkan orang sesat.

Pada suatu kali Yesus sedang berjalan di atas air. Murid-muridNya sangat terkejut tetapi Yesus berkata : “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Petrus berkat : “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepadaMu  berjalan di atas air”. Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak : “ Tuhan, tolonglah aku!” segera Yesus mengulurkan tanganNya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” Lalu mereka naik ke perahu dan angin pun redalah (Mrk 4 : 35-41). Petrus mula tenggelam ke dalam air sebab dia kurang percaya dan masih ragu-ragu tetapi Yesus segera datang menyelamatkannya. Kita melihat manusia di dunia yang ketakutan dalam dosa dan lautan pahit, bolehkah kita tidak segera mengulurkan tangan untuk menarik mereka?

Ketika Paulus dan Silas berada dalam penjara di Filipi, mereka berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Tuhan pada waktu tengah malam. Banduan-banduan lain turut mendengarkan mereka. Tiba-tiba terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu semua banduan. Apabila kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri. Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring : “Jangan celakakan dirimu, sebab kami semua masih ada di sini. Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gementar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas. Dia menghantar mereka keluar sambil berkata: “Tuan, apakah harus aku perbuat supaya aku selamat?” Jawab mereka : “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu”. Kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh luka mereka. Ketika itu juga dia dan keluarganya memberi diri dibaptis ( Kis 16 : 25-33 ). Jika Paulus tidak melarang kepala penjara daripada membunuh diri ketika itu juga, dapatkah dia dan seisi rumahnya menerima anugerah keselamatan? Itulah yang dikatakan “menyelamatkan manusia sama seperti memadamkan api” tidak boleh dilengah-lengahkan.

HARUS MENJADI SEORANG PENJAGA

Tuhan berfirman kepada Yehezkiel: “ Hai anak manusia, Aku telah menetapkan engkau menjadi penjaga kaum Israel. Bila mana engkau mendengarkan sesuatu firman daripadaKu, peringatkanlah mereka atas namaKu. Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya tetapi Aku akan menurut pertanggungan jawab atas nyawanya daripadamu. Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu dan ia tidak berbalik dari kejahatannya dan dari hidupnya yang jahat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu. Jikalau seorang yang benar berbalik dari kebenarannya dan ia berbuat curang dan Aku meletakkan batu sandungan di hadapannya, ia akan mati. Oleh kerana engkau tidak memperingatkan dia, ia akan mati dalam dosanya dan perbuatan kebenaran yang dikerjakannya tidak akan diingat-ingat tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya daripadamu. Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang yang benar itu supaya ia jangan berbuat dosa dan memang tidak berbuat dosa, ia akan tetap hidup sebab ia mau menerima peringatan dan engkau telah menyelamatkan nyawamu” ( Yeh 3 : 17-21 ). Melalui Firman Tuhan ini, memberitahu kita akan beratnya tanggungjawab seorang penjaga yang menurut perintah. Ia bukan saja melibatkan nyawa orang lain tetapi, melibatkan kerja-kerja yang dilaluinya. Jika ia tidak sedaya upaya melaksanakan tanggungjawabnya, maka ia akan dituntut oleh Tuhan. Oleh itu, tidak kira sama ada baik atau tidak waktunya, haruslah berusaha memberitakan Injil untuk melaksanakan tugas diri sendiri.

Tuhan Yesus berkata: “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu ( Yoh 20 : 21 ). Tuhan Yesus berkata lagi: “ Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk” ( Mrk 16 : 15 ). Ini adalah tugas penting yang diamanatkan kepada kita untuk dikerjakan dengan sedaya upaya. Paulus berkata: “ jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil. Kalau andai kata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi kerana aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku” ( I Kor 9 : 16-17 ). Untuk menyelesaikan tugas yang dipertanggungkan oleh Tuhan! Paulus tidak menghiraukan lagi kepentingan nyawanya walaupun dia sudah tahu penjara menunggunya. Dia hanya ingin mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadanya untuk memberi  kesaksian tentang Injil kasih karunia Tuhan ( Kis 20 : 23-24 ). Tugas memberitakan Injil adalah satu tugas untuk meneruskan tugas Tuhan Yesus menyelamatkan manusia di dunia. Ia juga merupakan satu tugas yang mulia, sesuai dengan tenaga dan pengorbanan yang dikeluarkan dengan berpatutan. Tepat seperti yang tercatat dalam kitab: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa khabar baik!” ( Rm 10 : 15 ).

MENCARI DOMBA YANG SESAT

Tuhan Yesus mengutus 12 orang muridNya memberitakan Injil kepada domba-domba yang sesat dari umat Israel  (Mat 10 : 6) dan memberi  satu perumpamaan dengan berkata: “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita kerana sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan ( Luk 15 : 4-7 ). Seorang berdosa yang bertobat adalah seperti  {seorang anak yang hilang kembali ke rumah bapanya. Bapa itu berkata: “Anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali”. Maka bersukacitalah mereka sekeluarga ( Luk 15 : 20-24 ).

Zakheus, kepala pemungut cukai menerima Yesus tetapi semua orang yang melihat hal ini bersungut-sungut dan berkata: “Ia menumpang di rumah orang yang dosa”. Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan keberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, kerana orang inipun anak Abraham sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” ( Luk 19 : 1-9 ). Ada suatu kali lagi, orang ramai juga bersungut-sungut kepada Yesus kerana Dia turut makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Bukan orang sihat yang memerlukan tabib tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa supaya mereka bertobat” ( Luk 5 : 29-32 ). Dari itu, kita ketahui Tuhan Yesus sangat mengambil berat tentang hal untuk mencari orang-orang yang sesat itu. Dia tidak rela salah seorang hilang dan sesat. Dia rela semua orang diselamatkan dan memperolehi pengetahuan akan Kebenaran ( I Tim 2 : 4 ). Dia tidak menghendaki seorang binasa melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat ( II Ptr 3 : 9 ). Dia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuhNya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk Kebenaran. Oleh bilurNya kita telah sembuh. Sebab dahulu kita sesat seperti domba, tetapi sekarang kita telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwa kita ( I Ptr 2 : 24-25 ). Kita haruslah meneladani usaha Kristus mencari kembali domba yang sesat.

SEMANGAT BERKORBAN DEMI DOMBA

Tuhan adalah Allah kita yang benar dan kitalah dombaNya dan umatNya ( Mzm 95 : 7 ). Tuhan adalah gembala kita dan menjaga kita dengan rapi ( Mzm 23 : 1-6 ). Tuhan berfirman melalui Nabi Yehezkiel: “Beginilah firman Tuhan Allah: Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan memperhatikan domba-dombaKu dan Aku mencarinya seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba tu tercerai dari kawanan dombanya, beginilah Aku akan mencari domba-dombaKu dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserahkan pada hari berkabut dan hari kegelapan. Aku akan membawa mereka keluar dari tengah bangsa-bangsa dan mengumpulkan mereka dari negeri-negeri dan membawa mereka ke tanahnya, Aku akan menggembalakan mereka di atas gunung-gunung Israel, dialur-alur sungainya dan di semua tempat kediaman orang di tanah itu. Di padang rumput yang baik akan Kugembalakan mereka dan di atas gunung-gunung Israel yang tinggi di situlah tempat penggembalaannya; di sana di tempat penggembalaan yang baik mereka akan berbaring di rumput yang subur menjadi makanannya di atas gunung-gunung Israel…yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan ( Yeh 34 : 11-16 ). Tuhan begitu teliti menjaga kawanan dombaNya, Ia menjadi teladan baik bagi kita. TuhanYesus juga berkata : “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sorang upahan yang bukan gembala dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala itu menerkam dan mencerai-cerikan domba-domba itu. Ia lari kerana ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu. Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-dombaKu dan domba-dombaKu mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan  Aku memberikan nyawaKu bagi domba-dombaKu ( Yoh 10 : 11-15 ).Gembala yang baik mengasihi domba-dombanya dan ada kerelaan untuk berkorban demi domba-dombanya. Kita juga patut  seperti Petrus yang mengasihi domba-domba Tuhan dan menjaga mereka dengan teliti ( Yoh 21 : 15-17 ). Petrus faham akan tanggungjawab yang diserahkan Tuhan kepadanya. Demikian dia menasihati kita: Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah dan jangan kerana mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu ( I Ptr 5 : 2-4 ). Kita juga adalah gembala yang baik kerana mencontohi semangat Tuhan berkorban untuk dombaNya dan menunjukkan kasih untuk menjaga dombaNya bukan kerana paksa tetapi dengan kerelaan hati untuk memberi makan kepada kawanan dombaNya. Apabila Kepala Gembala iaitu Tuhan Yesus muncul, pasti kita akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

KATA-KATA AKHIR

Orang mati dapat dihidupkan, tulang-tulang yang sudah putih dapat ditumbuhkan dagingnya adalah satu karunia yang terbesar. Orang sesat dibawa kembali, menyelamatkan jiwa rohaninya dari mati adalah karunia yang lebih agung. Roh Tuhan diturunkan ke atas diri Nabi Yehezkiel dan membawanya ke luar serta menempatkannya di tengah-tengah lembah. Lembah-lembah itu penuh dengan tulang-tulang. Tuhan membawanya melewati sekeliling tulang-tulang itu. Bnayak tulang-tulang yang bertaburan di lembah itu dan kelihatan amat kering. Tuhan menyuruhnya untuk bernubuat mengenai tulang-tulang itu dengan berkata: “Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman Tuhan ! Beginilah firman Tuhan Allah kepada tulang-tulang ini : Aku memberi  nafas hidup  di dalammu, supaya kamu hidup kembali. Aku akan memberi  urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu, Aku akan menutupi kamu dengan kulit dan memberikan kamu nafas hidup, supaya kamu hidup kembali. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan”. Lalu dia pun bernubuat menurut perintah Tuhan. Ketika dia bernubuat, kedengaranlah suara, suatu suara berderak-derak dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain. Dia melihat dengan mengamati-amatinya, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya. Kemudian kulit menutupinya tetapi mereka belum bernafas. Tuhan berfirman kepadanya: Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan Allah: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin dan berhembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali. Yehezkiel pun menurut perintah Tuhan untuk bernubuat, lalu nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentera yang sangat besar ( Yeh 37 : 1-10 ). Orang yang hidup di dalam dunia yang penuh dosa tidak ada jiwa rohani. Dalam pandangan Tuhan, mereka ini adalah seperti tulang-tulang yang kering. Kita diutus memberitakan Injil untuk bernubuat bagi mereka, membentukkan mereka, dimasuki nafas hidup agar mereka hidup semula dengan menerima anugerah keselamatan dan berdiri menjadi tentera Kristus. Orang sesat yang dirampas keluar dari api mendapat kelahiran kembali agar mereka berjalan di atas jalan orang hidup di hadapan Tuhan ( Mzm 11 : 6-9 ).

Yakobus berkata: “Jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa”. Orang sesat yang dirampas keluar dari api adalah untuk menyelamatkan rohnya. Ini adalah kebajikan yang baik. Kita lebih lagi patut berusaha melakukannya. Ia berdosa walaupun tahu harus berbuat baik tetapi tidak melakukannya. Apatah lagi, kita yang telah diamanahkan demikian, bukankah kita lebih patut berusaha melakukan perkara yang diperkenankan oleh Tuhan ?

Kesaksian Firman Pentahbisan Rumah Tuhan
|

Kesaksian Firman Pentahbisan Rumah Tuhan

Ayat Alkitab: (1 Raja-raja 6: 38; 8: 12, 63)

Pendahuluan:

Pada hari ini merupakan hari yang kudus dan diberkati. Melalui anugerah Tuhan dan kasih seiman terhadap Tuhan kita telah siap membina Bait Suci dan mempersembahkan kepada Tuhan, dipercayai bahawa Tuhan pasti berkenan,mengguna, mengingati dan memberkati!

 

Terdapat dua jenis Bait Suci yang diguna oleh Tuhan:

  1. Bait Suci pada Zaman Perjanjian Lama yang milik kebendaan;
  2. Gereja pada Zaman Perjanjian Baru yang milik rohani

 

Dua jenis Bait Suci ini, jika dijelaskan dari sudut hari ini, iaitu: bangunan Gereja dan gereja.

Pada hari ini, kita mempersembahkan bangunan gereja kepada Tuhan, ini adalah persembahan Bait Suci secara material (kebendaan). Tuhan mengharapkan persembahan yang lebih indah dari kita, iaitu gereja yang sempurna. Walaupun persembahan pada hari ini adalah bangunan yang milik material (kebendaan), tetapi ia telah dipersembahkan menjadi harta kudus Tuhan, maka penggunaan serta maksudnya adalah yang milik rohani, yang kudus. Maka kita seharusnya mempunyai hati yang takut kepada Tuhan, membezakannya sebagai yang kudus semasa menggunakannya.

1.     Tujuaan Pembinaan Bangunan Gereja

(1)   Kegunaan dalam hal ibadah dan doa (Yesaya 56: 7).

(2)   Kegunaan dalam mempelajari firman kebenaran (berkebaktiaan) (Lukas 2: 46).

(3)   Kegunaan dalam menyebarkan Injil kebenaran serta memimpin manusia kembali kepada Tuhan (Kisah Para Rasul 5: 20).

(Bangunan gereja juga disebut sebagai Bait Suci Tuhan yang milik kebendaan, dan dibedakan sebagai yang kudus melalui persembahan kepada Tuhan pada hari ini, maka seharusnya digunakan secara berhati-hati dan menuruti kehendak Tuhan, jangan sekali-kali menggunakannya dengan sesuka hati (secara duniawi) seperti: meminjam kepada orang lain untuk aktiviti duniawi, tidak boleh dijadikan tempat perjamuan-perjamuan duniawi diadakan, tempat rekreasi,  tempat lelongan, aktiviti jual dan beli, ataupun sehingga menjadi tempat awam di mana pertengkaran berlaku. Jangan-jangan kita berdosa kepada Tuhan. (Haruslah menjadikan peristiwa raja orang Kasdim- Raja Belsyazar dibinasa oleh Tuhan kerana menyalahguna perkakas-pekakas suci.) (Daniel 5: 1-5, 25-30).

 2.     Sikap-sikap Yang Patut Ada Terhadap Bangunan Gereja

(1)   Haruslah mempunyai hati yang takut akan Tuhan, mengasihi bangunan gereja dan bersukacita untuk berkebaktian serta beribadah kepada Tuhan di gereja (Mazmur 84: 1-2, 10; 122:1).

(2)    Haruslah mendiamkan diri, berkelakuan yang sopan (Habakuk 2: 20; Pengkhotbah 5: 1-2).

      • Tidak boleh menaik nada suara (suara yang nyaring).
      • Berwaspada dengan langkah kaki, berjalan secara diam-diam; tidak kejar-mengejar dalam bangunan gereja.
      • Haruslah mematuhi peraturan-peraturan banguan gereja dengan baik.

(3)   Haruslah menjaga kebersihan dalam bangunan gereja (Yohanes 2: 14-16).

      • Mendirikan kumpulan-kumpulan pembersihan (semua orang melibatkan diri dalam pekerjaan suci menjaga kebersihanan).
      •  Menetapkan system pembersihan (Setiap minggu- aktiviti pembersihan secara kecil-kecilan, setiap bulan – activity gotong-royong).

 

3. Haruslah lebih mementingkan pembinaan Bait Suci Rohani (Efesus 4: 16; 5: 26-27).

(1)   Walaupun Bait Suci (banguan gereja)  milik kebendaan telah siap dibina dan dipersembahkan kepada Tuhan, namun Bait Rohani (gereja) yang lebih penting masih belum siap dibina!

      • Bangunan gereja milik kebendaan hanya wujud sementara, digunakan oleh Tuhan secara tidak langsung (melalui murid-murid-Nya).
      • Gereja adalah milik rohani dan kekal selama-lamanya, digunakan oleh Tuhan secara langsung.
      • Sekiranya kita tidak membangunkan satu gereja yang sesuai dengan kehendak Tuhan, dalam segala kemampuan kita dan mempersembahkan ia kepada Tuhan; maka perihal pembinaan bangunan gereja akan kehilangan maknanya.

(2)   Bagaimanakah kita membina Bait Suci milik rohani yang indah dan mempersembahkan ia kepada Tuhan? (Roma 12: 1-2; 1 Korintus 3: 16-17)

(Haruslah mula dibina dari diri sendiri, kerana Bait Suci milik rohani adalah dibina dari setiap batu-batu rohani)

      • Menjadi seorang pendamai (1 Tawarikh 28: 2-3, 6).

◎ Kristus ialah Raja Damai (Yesaya 9: 5).

◎ Hanya dengan menjadi seorang pendamai, barulah berlayak membina Bait Suci bagi Raja Damai.

◎ Sabar, rendah hati, memahami keadaan orang lain, membantu doa, saling berhubung, saling membangunkan, dengan beginilah menjadi pendamai  manusia (Efesus 4: 1-3; Zefanya 3: 12-15).

      • Menjadi orang yang kudus (Ibrani 12: 14; 1 Petrus 1: 16; 1 Korintus 3: 16-17, 6: 19-20).

◎ Yang tidak kudus tidak layak menjadi salah seorang ahli bagi gereja yang kudus, atau diguna oleh Tuhan yang kudus.

(3)   Menjadi orang yang menakuti (mengasihi) Tuhan (Kejadiaan 22: 1-12; 2 Tawarikh 3: 1).

                             ◎Abraham mempersembahkan anaknya di gunung Moria kerana takut akan Tuhan;

◎ Selepas itu Tuhan menetapkan  supaya Bait Suci dibina di atas Gunung Moria.

(4) Sebagai seorang yang mempunyai amanat yang kuat untuk menjadi seorang yang taat
(Markus 16: 15-16; Yohanes 21: 15-17).

◎  Dua amanat terbesar bagi gereja:

      • Terhadap luaran, menyebarkan Injil kebenaran
      • Terhadap dalaman, mengembalakan pemercaya

◎  Sama seperti  luaran dan dalaman sebuah rumah dibaiki dengan sempurna (susun dengan rapi), barulah boleh dikira sebagai siap dibina.

4. Matlamat pertumbuhan“ Biat Suci Rohani” (gereja)

(1)   Pertumbuhan dari segi “ kualiti” (mengembala terhadap dalaman, sehingga keseluruhan mencapai ke tahap milik rohani yang sempurna).

◎  Iaitu pembangunan dan pertumbuhan dalam hikmat rohani, sifat rohani, kasih rohani dan kekuatan rohani.

(2)   Pertumbuhan dari segi “ bilangan” ( iaitu menyebarkan Injil Kebenaran terhadap luar, supaya bilangan orang yang diselamatkan itu bertambah dan gereja menjadibesar dan kuat).

◎  Sama seperti pertumbuhan tubuh manusia: bertumbuh lebih tinggi dan kuat.

(3)   Sama seperti tubuh Kristus bertumbuh menjadi tubuh Tuhan.

◎  Menyatakan kemuliaan Tuhan.

◎  Mendatangkan kebaikan kepada manusia dan pada masa yang sama memuliakan Tuhan.

◎  Gereja menjadi “ bahtera” yang benar-benar dapat menyelamatkan manusia pada Zaman Akhir ini.

 

Kesimpulan:

Hagai 2: 10 “ Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula”.

1 Korintus 3: 17: “Bait Tuhan” ialah kamu.

Berjaga-jaga dengan Kerja Iblis
|

Berjaga-jaga dengan Kerja Iblis

Pendahuluan: Iblis merupakan musuh Tuhan dan pemercaya, di manakah dia? Orang yang tak percaya berkata iblis di tempat yang gelap, di perkuburan dan lain-lain. Sebenarnya, menurut catatan Alkitab, iblis datang dari atas (Luk 10:18), ialah malaikat yang berdosa (Yud 6), yang berkuasa atas dunia yang gelap ini (Ef 2:2). Angkasa merupakan kubu iblis, dia merayau-rayau di dunia (1Ptr 5:8), kadang kala pergi ke tempat anak-anak Tuhan (Ayb 1:6), dia juga tinggal di dalam hati manusia (Luk 8:2).

  • Iblis suka tinggal di dalam hati siapa?

a)     Orang yang mengikut dunia (Ef 2:1).

Persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Tuhan (Yak 4:4), seseorang yang permusuhan dengan Tuhan ialah orang yang tidak disukai Tuhan, dan dia akan menjadi kawan iblis.

b)     Orang yang menurut daging (Gal 5:19-21).

c)     Orang yang menyimpan dendam (Ef 4:26-27).

d)     Orang yang tamak (Yoh 13:2).

i)   Yudas tamak, maka iblis masuk ke dalam hatinya (Yoh 12:4-7).

ii)  Muslihat iblis yang paling jahat, iaitu menjadikan orang tamak akan dunia, dan menjauhi Tuhan Mat 4:8-9).

e)     Orang yang iri hati dan suka perpecahan (Yak 3:14-16).

f)      Orang yang sombong.

i)      Iblis dilahirkan dari kecongkakan (Yes 14:12-14).

ii)     Tuhan menentang orang yang congkak (Yak 4:6-7).

g)     Orang yang mudah diombang-ambing oleh rupa-rupa angin pengajaran (Ef 4:13-14).

h)     Orang yang menurut kehendak manusia lebih daripada kehendak Tuhan (Mat 16:21-23).

  • Bagaimanakah berjaga-jaga dengan kerja iblis?

a)     Berjaga-jaga dalam doa (Mat 26:41; Ef 6:18).

b)     Tunduk kepada Tuhan (Yak 4:7).

c)     Mendekati Tuhan (Yak 4:8).

d)     Tangan yang tahir, hati yang suci (Yak 4:8-9).

e)     Rendah hati (Yak 4:10).

f)      Bersandar kepda kekuatan Tuhan (Ef 6:10-11).

Ehud – Hakim Yang Pedangnya Tersembunyi Dalam Baju
| |

Ehud – Hakim Yang Pedangnya Tersembunyi Dalam Baju

PERIHAL KERJA

1. Bentuk hikmat :

I) Guna tangan dan otak.

II) Penggunaan pedang dan sangkakala.

[Tetapi orang yang berbudi luhur merancang hal-hal yang luhur dan ia selalu bertindak demikian] ( Yes 32 : 8 ).

[Kebijaksanaan akan memelihara engkau] ( Ams 2 : 11 ).

Pahlawan selalunya adalah luar biasa. Ehud bukan seorang yang mempunyai perkembangan fizikal yang pesat tetapi  berakal, dan tidak hanya bersandar pada keberanian namun sebaliknya ia mempunyai banyak rancangan. Kita hanya merujuk proses muslihatnya menikam Raja Moab, bagaimana dia datang, bagaimana dia mendapatkan kepercayaan dari raja, bagaimana dia menikam raja hingga mati………, kita memang mengkagumi perancangannya yang begitu teliti ( ternyata perancangan yang teliti menjamin kejayaan ).

Otak aktif berfikir untuk mencapai kejayaan, dia menggunakan segala alat yang sesuai. Itulah sebabnya ia diibaratkan ‘penggunaan pedang dan sangkakala’.

[Pedang] alat yang digunakan untuk menikam Raja Moab, Eglon hingga mati. Eglon dalam bahasa Ibrani bermaksud ‘lembu yang gemuk’ ( nama yang diberi oleh orang Israel itu bermaksud untuk memandang ringan ). Kisahnya yang berkembang hingga ke kemuncaknya membolehkan kita bayangkan Ehud ( hanya menggunakan sebelah tangan membunuh lembu yang gemuk ) membalas dendam untuk orang  Israel. Ia sangat hebat sekali.

[ Sangkakala ] biasanya ada 2 fungsi :

I) mengumpul orang ramai.

II)mengarahkan orang ramai bergerak ke hadapan.

Apabila sangkakala ditiup oleh Ehud di pergunungan Efraim, bunyi sangkakala dibawa oleh tiupan angin yang mengiringi berita kematian Raja Moab menyebabkan orang Israel yang mulanya telah berputus asa itu kembali bersemangat semula lalu turun bersama Ehud dari pergunungan itu untuk terus melawan musuh. Pada waktu itu, mereka menewaskan kira-kira sepuluh ribu orang Moab, semuanya orang yang tegap dan tangkas, seorang pun tidak ada yang terlepas ( 3 ; 28-29 ).

Biasanya kita tidak dapat memperolehi hasil yang lumayan tetapi usaha hanya separuh saja. Biasanya bila memulakannya, perancangan yang dibuat tidak teliti, tidak mempunyai pandangan jauh, maju selangkah sambil menyelesaikan masalah yang di depan mata sahaja, hanya cuba menyelesaikan masalah bila timbul masalah. Kalau demikian, bagaimanakah mungkin dapat berjaya dan tidak menimbulkan sebarang masalah?

Merujuk kepada Buku Catatan Cara-Cara Berperang China dalam fasal 13 mengenai  ‘rancangan awal’, memberi  pandangan yang baik bagi kita iaitu sebelum peperangan bermula, duduklah terlebih dahulu. Kemudian meninjau syarat-syarat yang ada pada kedua pihak. Jika didapati ada keyakinan untuk menang, barulah melibatkan diri dalam peperangan itu.

Tuhan Yesus pernah berkata :

[Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup wangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia sambil berkata : Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. Atau raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang ? Jikalau tidak,……..] ( Luk 14 : 28-32 )

Oleh itu, [ Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam tetapi orang yang pandai tahu menimbanya ] ( Ams 20 ; 15 ). Keberanian ditambah dengan hikmat dalam hati  merupakan syarat utama untuk berjaya dalam sesuatu perkara.

2. Bentuk diam diri – Berani dan tak gentar

[Setelah Ehud selesai menyampaikan upeti itu……..] ( 18-23 )

Imbas kembali sejarah China “Xing Ker menikam Maharaja dari Dinasti Ching”. Pada masa itu, Putera Yen telah mengutus seorang pahlawan bernama Ching Wu Yang dari salah satu pasukan pahlawan China membantu Xing Ker untuk membunuh Maharaja Dari Dinasti Ching. Menurut cerita, Ching Wu Yang sudah biasa membunuh orang pada umur 13 tahun dan dilakukan secara tidak berperikemanusian dan mangsanya juga tidak berani bertentangan mata dengannya. Tetapi pertemuannya dengan Maharaja dari Dinasti Ching hampir-hampir merosakkan “rancangan pembunuhannya”. Dahulunya Ching Wu Yang membunuh orang mengikut ‘darah mudanya’. Ini menyebabkannya tidak dapat melaksanakan perkara yang besar. Nasib baiklah Xing Ker menjadikan keadaan yang cemas berubah jadi selamat, Xing Ker adalah Pahlawan yang benar-benar berani dan tidak gentar.

[Janganlah menggunakan “menang” atau “kalah” untuk menggelar seseorang pahlawan]

Bila kisah Ehud dan Xing Ker diceritakan serentak, ternyata kedua-duanya mempunyai corak kerja yang berbeza tetapi hasil kerja yang sama dengan kesudahan yang amat baik. Ia lebih lagi mengkagumkan ( tidak seperti kisah Xing Ker yang menimbulkan rasa hampa sedikit ). Pergerakan Xing Ker dimulai dengan corak kesedihan – sudah diketahui tidak boleh dibuat tapi dibuat juga. Tetapi kedua-duanya mempunyai watak yang mengkagumkan iaitu semangat keberanian mereka. Mereka tidak seperti pembunuh yang membunuh manusia tanpa memejamkan mata menurut ‘darah muda’ mereka. Dengan ciri yang istmewa itu barulah ia dapat seorang diri, tenang, tanpa memperlihatkan sebarang kesilapan untuk membunuh Eglon. Pedang yang masih terpacak di atas tubuh raja dapat membuktikan ketangkasannya menggunakan pedang, ketenangan dan keberaniannya.

PERIHAL PENYERANGAN

1. Hormat dahulu kemudian disusuli oleh tentera.

[ Kemudian ia menyampaikan upeti kepada raja Moab…….setelah Ehud selesai menyampaikan upeti itu, disuruhnya pembawa-pembawa upeti itu pulang.] ( 17-18 )

[Kemudian Ehud mengulurkan tangan kirinya, dihunusnya pedang itu dari pangkal paha kanannya dan ditikamnya ke perut raja.] ( 21 )

Ehud sememangnya seperti menurut catatan Alkitab : “Hadiah memberi keluasan kepada orang, membawa dia menghadap orang-orang besar”. ( Ams 18 : 16 ); melalui pemberian hadiah itu, memudahkan dia menghadap raja Moab dengan menyembunyikan niat sebenarnya.

Pemegang amanat yang baik, bersembunyi hingga kesembilan lapisan tanah; penyerang yang baik, gegerannya sampai kesembilan di langit; Dengan demikian, penjagaaan diri dan kemenangan dapat dicapai ( Buku Catatan Cara-Cara Berperang China ).

Maksudnya, pemegang amanat yang baik perlu menyembunyikan diri hingga kesembilan lapisan tanah ( tidak boleh diketahui identitinya ) supaya musuh tidak berupaya mengetahui dirinya; penyerang yang baik perlu bergerak aktif sampai kesembilan lapisan di langit ( ketinggiannya tak terukur ), perlu seperti langit terbuka, angin dan hujan kuat yang menjunam dari langit ke bawah menyebabkan pihak musuh amat terkejut dan tidak sanggup diatasi oleh musuh. Dengan demikian, kedudukan pemegang amanat dan penyerang yang baik dapat menjaga kekuatan  peperangan dan memperolehi kemenangan yang sempurna. Dengan prinsip ini, Ehud boleh berpegang kepada rahsia yang dapat melancarkan tugasnya.

[ Bodohlah yang menyatakan sakit hatinya seketika itu juga, tetapi bijak, yang mengabaikan cemooh.] ( Ams 12 : 16 ) Inilah falsafah hidup manusia.

2. Sebelum tangkap pencuri, tangkap raja terlebih dahulu ( 21, 28-29 ).

Perkara besar diuruskan terlebih dahulu, barulah diikuti oleh perkara kecil.

Setiap perkara dibahagikan kepada yang berat dan ringan. Ketika kita sedang membuat pilihan, haruslah memutuskan siapa yang dahulu dan siapa yang kemudian; itulah yang dikatakan mengetahui permulaan dan pengakhiran sesuatu perkara, barulah ia senang diuruskan.

3. Kesempurnaan sesuatu tugas.

[ Maka turunlah mereka mengikuti dia, lalu mereka merebut tempat penyeberangan sungai Yordan ke Moab dan tidak seorangpun dibiarkan mereka menyeberangi. Pada waktu itu mereka menewaskan kira-kira sepuluh ribu orang dari Moab. Semuanya orang yang tegap dan tangkas, seorangpun tidak ada yang lolos.] ( 28-29 )

Mereka telah menutup jalan pihak musuh dan menjaga tempat penyeberangan sungai Yordan malah bagi orang yang tinggal semua dihapuskan. Tidak ada seorangpun yang lolos. Oleh kerana penentangan yang teliti dan bersungguh-sungguh itu, maka ia memberi  keamanan selama 80 tahun kepada negara.

[ Janganlah beri kesempatan kepada iblis ] ( Ef 4 : 27 )

Peperangan rohani seorang kristian juga adalah sama. Seandainya kemenangan peperangan rohani telah diperolehi tetapi tidk dapat menghapuskan segala keinginan duniawi, ia menjadi sia-sia sahaja. Seandainya kekuatan menghapuskan keinginan duniawi bertambah, kedudukan rohani menjadi semakin selamat dan damai sejahtera itu boleh bertahan lebih lama lagi.

[ Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Tuhan, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu ] ( Ef 6 : 13 ).

PERIHAL KEPIMPINAN

1. Memimpin jalan di depan.

Seorang pemimpin yang sebenarnya, bukan saja perlu menyakinkan orang dengan ‘Kebenaran’, menggerakkan hati orang dengan ‘perasaan’, memimpin orang dengan ‘teknik’ tetapi lebih lagi perlu memberi teladan dalam segala perkara dengan berteraskan kepimpinan melalui teladan barulah mendapat kasih orang ramai. Ehud bukan sahaja sendiri memasuki ‘gua harimau’ dan berjaya membunuh raja tetapi dia juga mengumpulkan orang dengan memberitahu mereka : “Ikutlah aku”. Dia adalah seorang pemimpin yang memberikan teladan baik.

Sebaliknya, apa yang dikatakan pemimpin pada hari ini adalah orang yang menetapkan arah tujuan yang ‘agung’ tetapi sendiri tidak membuatnya, juga tidak dapat memimpin orang membuatnya. Malahan ia asyik meminta orang lain memberi  sumbangan, pengorbanan terhadap slogan yang agung. Orang ini bukanlah seorang gembala yang baik. Gembala yang baik akan berkorban untuk dombanya ( Yoh 10 : 11 ). Gembala yang baik berjalan di depan domba-domba dan domba-domba itu mengikuti dia kerana mereka mengenal suaranya ( Yoh 10 : 4 ). Ini adalah definisi yang telah diberi oleh Tuhan Yesus. Adalah berharap pemimpin gereja pada hari ini boleh berkata : “Ikutlah aku” secara bersemangat dan secara nyata. Perlulah diingatkan : Domba mengenal suara dia ( Gembala yang baik ). Jangan berperang secara membabi buta sahaja!

2. Dorongan iman.

Seorang pemimpin kepercayaan yang berjaya bukanlah memimpin orang sampai ke hadapan manusia tetapi memimpin orang kepada Tuhan ( Kol 1 : 28 ). Oleh itu, ia tidak menimbulkan sebarang sanjungan tinggi dari orang seperti pahlawan-pahlawan handalan.

Merujuk kepada apa yang dikatakan oleh Ehud : “Tuhan telah menyerahkan musuhmu, orang Moab itu, ke dalam tanganmu”. ( 28 )

Akhirnya : “ Maka turunlah mereka mengikuti dia…” ( 28 ).

Mendorong adalah lebih berkesan daripada menyalahkan seseorang.

PERIHAL KEMENANGAN

1. Dalam ketenangan

Ketika Ehud membunuh raja Moab, dia melakukannya sendiri. Oleh itu, setelah ia menyelesaikan tugas yang hebat itu, ia tidak pun mendapat sebarang sorakan atau pelukan dari orang ramai. Sebaliknnya, segalanya dijalankan dalam keadaan tenang sahaja. Begitu juga dengan Tuhan Yesus yang mengalahkan segala pencobaan syaitan di padang gurun.

Hanya kemenangan yang tersembunyi dapat memberi kesaksian tentang kemenangan secara terbuka. Hanya didahulukan dengan kemenangan yang tanpa sorakan barulah tidak ‘pening’ ketika suara yang gemuruh dan menghayatkan dihasilkan.

2. Jangan bermegah hingga melupakan diri

Kejayaan membunuh Eglon, tidaklah melambangkan perkara sudah selesai tetapi ia hanya merupakan permulaan kejayaan sahaja. Oleh itu, jangan terlalu awal bermegah agar apa yang telah dibuat tidak menjadi sia-sia. Ada pepatah berbunyi : Kejayaan tidak capai kerana usaha tidak sempurna. Orang yang menempuhi perjalanan sejauh 100 batu, 90 darinya berhenti di tengah jalan.

“Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh”. ( ams 11 : 2 ).

3. Kemuliaan diberikan kepada Tuhan ( 28 )

Kejayaan terbesar bagi seseorang adalah ketika ia berjaya tanpa merampas kemuliaan Tuhan, tidak bermegah tetapi memberikan segala kemuliaan kepada Tuhan.

Diteliti buku Hakim-hakim, didapati dari kalangan hakim hanya kerja penyelamatan Ehud memberi keamanan kepada negara dalam jangka masa yang paling lama – 80 tahun. Ini adalah berkat Tuhan kepada orang zaman itu sebab mereka mempunyai seorang pemimpin yang baik. Adalah dipercayai hasil dari kerjanya itu berkait rapat dengan setiap tingkah lakunya.

Juga diharapkan, kerajaan Tuhan ( Gereja ) di bumi pada hari ini mendapat  pemimpin dari Tuhan sesuai dengan keperluan kita yang mana mempunyai keberanian seperti Ehud,  pemimpin yang bersandar Tuhan, dapat memimpin seluruh umat. Dalam peperangan rohani tanpa sebarangan perasaan mementingkan diri sendiri, dengan demikian masa depan gereja akan semakin hari semakin terang.

|

Buku Samuel

I. PERBINCANGAN MENGENAI

1. Sejarah orang Israel menyambungi dari Buku Hakim-Hakim.

  • Pada masa itu Agama dan Politik adalah dalam keadaan kacau bilau ( Hakim 21 : 25 ).
  • Buku Samuel ialah permulaan satu zaman (era) baru “zaman Raja-Raja” (dalam Perjanjian Lama, sejarah orang Israel dibahagikan kepada 4 masa).

2. I Samuel boleh dibahagikan kepada 3 bahagian besar.

  • Bibliografi Samuel ( Fasal 1 – 8 ).
  • Bibliografi Saul ( Fasal 9 – 15 ).
  • Bibliografi Daud ( Fasal 16 – 31 ).

3. II Samuel boleh dibahagikan kepada 4 bahagian besar.

  • Daud menjadi Raja Yehuda ( Fasal 1 – 4 ).
  • Daud menjadi Raja atas seluruh Israel ( Fasal 5 – 10 ).
  • Daud berdosa dan didenda serta dibangunkan semula ( Fasal 11 – 20 ).
  • Perbuatan Daud pada masa usia lanjutnya ( Fasal 21 – 24 ).

II.  I SAMUEL FASAL 1

1. Ibu Samuel

  • Silsilah keluarga Samuel ( 1 : 1 ; I Taw 6 : 16-27 ).
  • Doa Hana ( 1 : 10-15 ; Bil 6 : 1-5 ).
  • Kelahiran Samuel ( 1 : 19-20 ).
  • Nazar Hana ( 1 : 21-28 )

III. I SAMUEL FASAL 2 – FASAL 4

1. Hana dan Eli

Hana Eli
i) Seorang wanita yang rendah hati. i) Seorang imam yang terkenal.
ii) Taat sembah kepada Tuhan, pandai mendidik anaknya. ii) Sungguhpun seorang imam, tetapi tidak pandai mendidik anaknya.
iii) Merasa sangat gembira melihat anaknya digunakan oleh Tuhan. iii) Merasa sedih melihat kejahatan anak-anaknya.
iv)Bersyukur berdoa, mempersembahkan yang sangat bernilai. iv) Memarahi anak-anaknya yang jahat dengan hati yang ringan.
v) Diberkati Allah dan mendapat anak yang ramai. v) Dimarahi oleh Tuhan, kedua-dua anaknya dipukul mati oleh Tuhan.

2. Pengajaran

  • Hana takut akan Allah, mengutamakan kerja dan kemuliaan Tuhan.
  • Eli menghormati anak-anaknya lebih daripada Tuhan ( 2 : 29-30 ).
  • Eli tidak menghalang kejahatan anak-anaknya ( 3 : 13 ; 2 : 17-24 ; Ulangan 21 : 18-20 ).
    •  Harus mengawal anak ( Amsal 22 : 6 ; 23 : 13 ; 29 : 15 ; 19 : 18 ).

3. Doa Hana yang bersifat nubuat ( 2 : 1-10 ).

  • Kuasa dan perbuatan Allah ( Luk 1 : 46 -53 ).

4. Keluarga Hana ( 2 : 18 -21 ).

5. Samuel dipanggil ( Fasal 3 ).

  • Mendengar panggilan Tuhan ( 3 : 1 – 10 ).
  • Taat menyampaikan kata-kata Allah ( 3 : 11 – 18 ).
  • Dipercayakan sebagai nabi Tuhan ( 3 : 20 – 21 ).

6. Tabut Ara Tuhan dirampas ( Fasal 4 ).

  • Dikalahkan oleh orang Filistin ( 4 : 2 ; Ulangan 28 : 15 – 25 ).
  • Datanglah Imam jahat dan tabut Tuhan ( 4 : 3 – 4 ).
  • Tabut Tuhan dirampas ( 4 : 5 – 11 ).
  • Ikabod ( 4 : 12 – 22 ).

IV. I SAMUEL FASAL 5 – 8

1. Tabut Tuhan dan patung berhala ( Fasal 5 ).

  • Melatih orang Israel.
  • Membuktikan kedudukan Allah lebih tinggi daripada yang lain ( Kol  1 : 18 ; 5 : 2 ).
    • Patung dipermainkan ( 5 : 3 – 4 ).
    • Orang Filistin berpenyakit borok-borok ( 5 : 6 – 12 ).
    • Tikus merosakkan hasil tananam ( 6 : 4 – 11 ).

2. Tabut Tuhan dikembalikan ( Fasal 6 ).

  • Orang Filistin membayar upah untuk menebus kesalahan ( 6 : 1 – 8 ).
  • Lembu-lembu melalui satu jalan raya mengembalikan Tabut Tuhan ( 6 : 12 ).
  • Orang-orang Bet – Semes mempersembahkan korban kebakaran ( 6 : 14 – 15 ).
  • Orang-orang Bet – Semes dibunuh ( 6 : 19 ; Bil 4 : 5 – 6 , 15 , 19 – 20 ).

3. Kebangkitan semula mizpa ( Fasal 7 ).

  • Kerana seluruh kaum Israel mengeluh kepada Tuhan ( 7 : 2 ).
  • Menyingkir patung berhala ( 7 : 3 – 4 ).
  • Mereka rela hati mengaku salah, bertaubat dan bersungguh-sungguh memohon ( 7 : 5 – 6 ).
  • Mendapat keselamatan ajaib dari Allah ( 7  : 10 – 12 ).

4. Tugas-tugas Samuel ( 7 : 15 – 17 ).

  • Nabi
  • Imam
  • Hakim

5. Orang Israel menghendaki seorang raja ( Fasal 8 ).

  • Kerana kejahatan anak-anak Samuel ( 8 : 1 – 5 ).
  • Tujuan mereka diri sendiri – mencontohi negara-negara yang lain ( 8 : 5 – 7 , 19 – 20 ).
  • Amaran Tuhan berkenan permintaan perlantikan raja ( 8 : 11 – 18 ).

V. I SAMUEL FASAL 9 – 11

1. Saul diurapi menjadi raja ( Fasal 9 – 10 ).

  • Sesuai dengan kehendak rakyat ( 9 : 1 – 2 ; 10 : 23 – 24 ).
  • Samuel naik ke bukit ( 9 : 11 – 13 ).
    • Mengajak Saul menduduki tempat utama ( 9 : 22 ).
    • Saul memakan paha binatang korban ( 9 : 23 – 24 ).
    • Saul diurapi menjadi raja ( 10 : 1 – 7 ).
    • Roh Tuhan menggerakkan Saul ( 10 : 6 – 10 ).
    • Saul menjadi raja dengan undian ( 10 : 17 – 24 ).
    • Samuel menguraikan hak-hak kerajaan ( 10 : 25 ; Ulangan 17 : 14 – 20 ).

2. Kemenangan Saul ( Fasal 11 ).

  • Orang Amon menakutkan orang Yabesy ( 11 : 1 – 5 ).
  • Saul menggalahkan orang Amon ( 11 : 6 – 13 ). ( Saul membuat persediaan untuk berperang tanpa memohon kepada Tuhan ) ( 12 : 12 ).

VI. I SAMUEL FASAL 12 – 15.

1. Mengisytiharkan kerajaan raja ( Fasal 12 ).

  • Menjadi raja di Gilgal ( 11 : 14 – 15 ; Hos 9 : 15 ).
  • Samuel minta diri dari bangsa itu ( 12 : 1 – 15 ).
  • Raja harus mengikuti Tuhan ( 12 : 14 ).
  • Kerana namaNya yang besar ( 12 ; 22 ).

2. Pemulihan dan pembuangan Saul ( Fasal 13 ).

  • Saul mempersembahkan korban bakaran sendiri ( 13 : 8 – 9 ).
  • Saul cuba menyembunyikan dosanya ( 13 ; 11 ).
  • Saul dibuang ( 13 : 13 – 14 ).
    • Orang Israel menggalahkan orang Filistin.

3. Kemenangan besar Yonatan ( Fasal 14 ).

  • Jonatan mempunyai iman dan keberanian ( 14 : 6 – 7 ).
  • Tuhan menolong Yonatan menggalahkan orang Filistin ( 14 : 8 – 23 ; Hakim 7 : 4 – 7 ; II Taw ).

4. Arahan untuk berpuasa dari Saul yang tidak sesuai ( 14 : 24 – 34 ).

  • Yonatan tersilap tidak mengikut arahan ( 14 : 27 ).
  • Rakyat membela Yonatan untuk menyelamatkannya ( 14 : 27 – 45 ).

5. Saul ditolak sebagai raja ( Fasal 15 ).

  • Tuhan mengarah orang Amalek dibunuh ( 15 ; 13 ; Kel 17 : 14 ).
  • Saul tidak ikut arahan ( 15 : 7 – 9 ).
  • Saul dipersalahkan ( 15 : 15 , 20 – 21 ).
  • Ingin mendapatkan hormat di depan manusia ( 15 ; 30 ).Tuhan.
    • Syarat-syarat Tuhan terhadap kita ( 15 : 22 – 23 ).

VII. I SAMUEL 16 – 17

1. Daud diurapi menjadi raja ( Fasal 16 ) adalah sesuai dengan kehendak Tuhan.

  • Samuel berjumpa Isai ( 16 : 1 – 5 ).
  • Samuel mengurapi Daud ( 15 : 6 – 13 ).
  • Saul meminta Daud memainkan kecapi untuk mengundurkan roh jahat daripadanya ( 15 : 14 – 23 ).

2. Daud melambangkan Kristus.

  • Orang Betlehem ( 16 : 1 , 18 ; Mat 2 : 4 – 6 ).
  • Anak kesayangan bapa – Daud bererti orang yang disayangi.
  • Seorang pengembala  yang baik ( 16 : 11 ; 17 : 34 ; Yoh 10 : 11 ).
  • Menerima Roh Kudus, Allah berada sama dengannya ( 16 : 13-18 ; Mat 3 : 16 ; Rasul 10 : 38 ).
  • Menggalahkan musuhnya, menyelamatkan saudara-saudaranya ( 17 : 1 – 54 ; Ibr 2 : 14 ).
  • Hamba kepada Saul ( 16 : 21 ; Filipi 2 : 6 ).
  • Sebelum menjadi raja, menghadapi siksaan.

3. Daud dan Goliat ( Fasal 17 ).

  • Kedua-dua tentera berkumpul di atas 2 buah gunung ( 17 : 1 – 3 ).
  • Daud disuruh oleh ayahnya untuk melihat saudara-saudaranya ( 7 : 12 – 30 ).
  • Iman Daud ( 17 : 22 – 40 , 45 , 47 ).
  • Daud memuji Allah ( 17 : 46 ).
  • Daud membunuh Goliat ( 17 : 48 – 51 ).
  • Kegagalan orang-orang Filistin ( 17 : 52 – 54 ).

VIII. I SAMUEL ( FASAL 18 – 20 )

1. Kasih sayang Yonatan dan kejahatan Saul.

  • Perasaan orang ramai setelah Daud menggalakan Goliat.
    • Ada orang yang merasa hairan.
    • Ada orang yang tidak ambil peduli.
    • Ada orang yang  cemburu terhadap Daud.
    • Ada orang yang gembira kerana musuh dikalahkan.
    • Ada orang meningkatkan iman kerana perkara ini.
    • Ada orang yang menyanjung Daud.
  • Yonatan sangat kasihi Daud ( 18 : 1 – 4 ).
    • Berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud ( 18 : 1 ).
    • Mengasihi dia seperti jiwanya sendiri ( 18 : 1 ).
    • Tidak membenarkannya pulang ke rumahnya ( 18 : 2 ).
    • Yonatan mengikat perjanjian dengan Daud ( 18 : 3 ; 23 : 17 – 19 ).
    • Memberikan semua yang ada padanya kepada Daud ( 18 : 4 ).
  • Saul benci kepada Daud.
    • Menggunakan tombak ( 18 : 11 ).
    • Menggunakan helah ( 18 : 20 – 25 ).
    • Menyuruh pegawai-pegawai kerajaan melawan Yonatan ( 19 : 20 – 21 ).
    • Perjanjian antara Daud dan Yonatan ( Fasal 20 ).

IX. I SAMUEL ( FASAL 21 – 24 )

1. Daud, Abimelekh dan Akhis ( Fasal 21 – 22 ).

  • Daud dapat bantuan dari Abimelekh ( 21 : 1 – 9 ).
    • Daud membohong kerana tidak menunaikan perjanjiannya ( 21 : 2 ).
    • Meminta pedang daripada imam ( 21 : 8 – 9 ).
  • Daud lari ke Gat ( 21 : 10 – 15 ).

2. Daud di Gua Adulam

  • Orang miskin dan keluarganya mengikut Daud ( 22 : 1- 2 , Ulangan 11 : 28 ).
  • Menghantar ibu bapanya untuk tinggal di Moab ( 22 : 3 – 5 ).

3. Saul membunuh para imam di Nob ( 22 : 6 – 23 ).

  • Saul memarahi pegawai-pegawainya tidak taat setia kepadanya ( 22 : 6 – 10 ).
  • Doeg memarang para imam ( 22 : 6 – 19 ).
  • Abyatar melarikan diri menjadi pengikut Daud ( 22 : 20- 23 ).

4. Kehila ( Fasal 23 )

  • Daud menyelamatkan Kehila ( 23 : 1 – 5 ).
  • Saul mengejar Daud, tetapi Tuhan melindunginya ( 23 : 7 – 14 ).
  • Mengadakan perjanjian dengan Yonatan ( 23 : 16 – 18 ).
  • Kerana orang Filistin telah menyerbu negeri, maka Saul balik menghadapi orang Filistin ( 23 : 27 – 29 ).

5. Kebesaran hati Daud ( Fasal 24 )

  • Daud tidak membunuh Saul di En-Gedi ( 24 ; 1 – 7 ).
  • Daud berterus terang kapada Saul ( 24 : 8 – 15 ).
  • Saul mengaku kesalahannya ( 24 ; 16 – 22 ).

X. I SAMUEL ( FASAL 25 – 26 )

1. Nabal dan Abigail ( Fasal 25 ).

  • Nabal, seorang suami yang bodoh.
    • Kaya tetapi tidak memberi  ( 11 ).
    • Lupakan kebaikan orang lain ( 16 ).
    • Jahat kelakuannya ( 17 ).
    • Kuat makan dan mabuk ( 36 ).
    • Tidak mahu bertaubat ( 37 – 38 ).
  • Abigail, seorang isteri yang bijak.
    • Bijak dan cantik ( 3 ).
    • Baik hati dan senang didampingi ( 14 – 17 ).
    • Rendah hati dan cerdik ( 18 ).
    • Iman yang kuat ( 26 – 31 ).

2. Abigail boleh melambangkan pengantin baru Kristus  ( Pada dahulunya menjadi isteri kepada orang yang jahat, tetapi kerana kebaikan dan kebijaksanaannya menjadi pengantin baru kepada kristus ).

3. Nabal dipukul sehingga ia mati adalah hukuman kerana dia menolak, menghina dan menyingkir orang-orang kristus.

4. Kali terakhir Daud berpeluang dengan Saul ( Fasal 26 ).

  • Saul keluar mencari Daud ( 1 – 5 ).
  • Daud tidak membunuh Saul di Zif ( 6 – 16 ).
    • Tuhan membuat mereka tidur nyenyak ( 12 ).
    • Daud tidak membunuh orang yang diurapi Tuhan ( 9 , 11 , 16 ).
  • Saul mengaku kesalahannya ( 21 ).

XI. I SAMUEL ( FASAL 27 – 31 )

1. Daud hilang imannya sekali lagi ( fasal 27 ).

  • Daud meluputkan diri ke negeri orang Filistin selama setahun 4 bulan ( 1 – 7 ).
    • Menurut pendapat diri sendiri ( 1 ).
    • Melupakan kehendak Tuhan ( II Tim 2 : 13 ).
    • Menipukan Akhis, Raja Gat ( 8 – 12 ).

2. Saul pada umur tuanya ( Fasal 28 – 31 ).

  • Saul berjumpa dengan pemanggil arwah ( 28 : 5 – 25 ).
    • Samuel sudah mati ( 28 : 3 ).
    • Tidak dapat jawapan dari Tuhan ( 28 : 6 ).
    • Telah melakukan perkara yang dihalang oleh Tuhan ( 28 : 3 ; Im 19 : 31 ; Ulangan 18 : 11 – 12 ).
    • Syaitan menyamar sebagai Samuel.
      • Dipanggil keluar oleh roh peramal.
      • Muncul dari dalam bumi ( 13 ).
      • “Besok engkau serta anak-anakmu sudah ada bersama-sama dengan Aku” ( 19 ).

3. Daud meninggalkan perkemahan Filistin ( Fasal 29 ).

  • Kerana para penglima tidak percayai kepada Daud ( 3 – 11 ). ( Ini adalah rancangan ajaib Tuhan ).

4. Pemulihan iman Daud ( Fasal 30 ).

  • Tangan Tuhan yang mendenda ( 30 : 1 – 6 ).
  • Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan, Allahnya ( 30 : 6 ).
  • Mendapat  bantuan ajaib dari Tuhan ( 30 : 8 – 26 ).

5. Kematian Saul di Gilboa ( Fasal 31 ).

  • Dibunuh oleh seorang Amalek ( II Samuel 1 : 6 – 10 ).

* Kerana tidak mahu membunuh orang Amalek ( 15 : 1 – 9 ; I Taw 10 : 13 ).

 

 

Pentahiran di Rumah Yakub
|

Pentahiran di Rumah Yakub

Ayat Alkitab: (Kejadian 35: 1-7)

Pendahuluan:

Yakub diberkati Tuhan dalam segala jalan yang ditempuhinya. Dia pernah melarikan diri ke Betel dengan seorang diri, dan kembali selepas dua puluh tahun dalam kegemilangan. Tetapi kini, dia telah kehilangan pimpinan Tuhan, dan menghadapi malapetaka yang amat besar. Dengan hikmat, Yakub telah mengimbas kembali secara mendalam. Selepas itu, dia mengumpulkan seluruh keluarganya untuk menyucikan diri sendiri, mengalihkan langkah mereka untuk kembali kepada Tuhan, berbalik ke dalam pangkuan Tuhan.

  • Menghadapi Kesukaran (Kejadiaan 34: 1-2, 7, 25-31).

(1)   Anak perempuan dicemari, memalukan seluruh keluarga (Kejadiaan 34: 7).

(2)   Anak lelaki membunuh, nama menjadi busuk (Kejadiaan 34: 25-30).

(3)   Penduduk-penduduk sekitar menjadi marah, dikelilingi oleh malapetaka (Kejadian 34:30).

(4)   Tiada keamanan dalam seluruh keluarga, tidak dilindungi dalam anugerah Tuhan.

◎ Sudah lupakah Tuhan menaruh kasihan? (Mazmur 77: 10).

◎ Apakah Tuhan menolak satu rumah yang diberkati? (Mazmur 77: 5-10).

◎ Haruslah merenung ketika hari-hari malang! (Pengkhotbah 7: 14).

  • Renungan Yakub.

(1)   Tiada cara penyelesaian yang lain, jalan buntu.

(2)  Hanya Tuhan ialah sandaran, merendahkan diri dan merenung kembali (Kejadian 35: 1: Tuhan  berfirman kepadanya “Bersiaplah”, ini disebabkan dulu dia bersujud di tanah dengan rendah hati).

(3)   Ditunjuk oleh Tuhan, dan menyiasat sebab-sebab (Kejadian 35:1: Tidak melaksanakan nazarnya; Pengkhotbah 5: 4-6; rujuk Kejadian 28: 18-22).

◎ Kita seharusnya menyelidiki perbuatan diri sendiri dengan secara mendalam, dan kembali kepada Tuhan (Ratapan 3: 40-42).

◎ (Rujukan: Amsal 21:2; Amsal 16: 2; Ayub 22: 21-23; Daniel 4: 27; Lukas 2: 14).

  • Pentahiran Seluruh Keluarga (Kejadian 35: 2-4)

(1)   Menguji hati diri sendiri, berpuasa dan berdoa (Kejadian 35: 1; Ayub 1:5).

(2)   Menukarkan pakaian, memperbaharui tubuh dan hati (Kejadian 35:2; Efesus 4: 20-24).

(3)   Bertaubat, membayar nazar dan membalas budi (Kejadian 35: 3:  berangkat ke Betlehem).

(4)   Menanam dewa-dewa asing/patung-patung berhala, berangkat dengan tangan yang ringan (Kejadian 35: 4-5).

    • Membuang tabiat-tabiat buruk.

(2 Timotius 2:21: mengubah kehidupan yang bersandar pada kebendaan dan segala tabiat buruk dalam intipati kehidupan, iaitu patung berhala dalam hati rohaniah)

    • Menghapuskan ketamakan.

 (Efesus 5:5; Kolose 3:5 : dosa ketamakan disamakan dengan menyembah kepada berhala)

      • Tamak akan kenamaan yang sia-sia (anting-anting adalah barang perhiasan: melambangkan kenamaan yang sia-sia) (Galatia 5: 25-26).
      • Tamak akan harta benda (anting-anting diperbuat daripada emas dan perak, melambangkan harta benda) (1 Timotius 6: 9-10).

▲Menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlumba dengan tekun dalam perlumbaan yang diwajibkan bagi kita.

(5)   Bersandar kepada Tuhan dengan sepenuh hati, mempunyai arah tujuan yang jelas (Amsal 3: 5-12; Mazmur 25: 12).

  • Selepas Pentahiran

(1)   Seluruh rumah bersatu hati, berlumba di atas jalan yang kudus (Kejadian 35:5 Kalimat pertama).

(2)   Membangkitkan kerja-kerja bagi Tuhan, perubahan pada keadaan mereka (Kejadian 35: 5 kalimat kedua).

(3)   Sampai di “Kanaan” , “ Betlehem” (Kejadian 35: 6, 1 kalimat pertama: tinggal di sana).

    • “ Kanaan” : Tanah yang dijanji Tuhan, tanah yang mengalirkan susu dan madu

▲ lambang:

1. Diberkati Tuhan, penuh dengan anugerah dan rahmat, sukacita, tempat yang sejahtera.

2. Mengelar Tuhan sebagai raja, Roh Kudus berkuasa atas kerajaan Tuhan (Rujukan: Roma 14: 17; Matius 12: 28; 11: 12; Kisah Para Rasul 14: 22; Lukas 17: 20-21).

      • “ Betlehem” : Bait Suci Tuhan, pintu gerbang syurga (Kejadian 28: 17-19).

 ▲Lambangan: Keluarga bercorak gereja, sekeluarga melayani Tuhan, mendirikan mezbah Tuhan; menjadi keluarga Kristiani rohani yang diberkati Tuhan.

    1. “ Tinggallah di situ” : Tinggal dalam lindungan Tuhan, berjalan bersama-sama dengan Tuhan, sekerja dengan Tuhan, selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan (berkomunikasi dalam roh)!

▲2 Korintus 6: 16-18: Tuhan berjanji akan hidup di tengah-tengah kita.

Kesimpulan:

Yakobus 4: 8-10; Wahyu 2: 2-5; 3: 15-22.