3 Perbandingan Dogma Sakramen Pembasuhan Kaki
|

3 Perbandingan Dogma Sakramen Pembasuhan Kaki

Gereja-gereja pada umumnya menganggap bahwa Basuh Kaki bukannya Sakremen.Oleh kerana itu gereja-gereja pada umumnya tidak ada Sakremen Basuh Kaki.Mereka menganggap bahwa Basuh Kaki hanyalah adat istiadat orang Yahudi.Gereja-gereja pada umumnya hanyalah mengambil semangat dan pengajaran Tuhan Yesus dalam hal menbasuh kaki murid-murid-Nya(Yoh.13:1-20).

*Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:
1. Berpandangan bahwa Basuh Kaki bukanlah Sakremen.
2. Basuh Kaki hanyalah adat istiadat orang Yahudi dan tidak ada hubungannya dengan keselamatan.
3. Hanya mementingkan semangat dan pengajaran Tuhan Yesus dalam hal membasuh kaki murid-murid-Nya.
4. Basuh Kaki hanyalah tercatat dalam injil Yohanes pasal 13.Kalau Basuh Kaki adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan, tentu adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan,tentu dalam injil Matius,Markus dan Lukas pun akan dicatat.
5. Gereja Katolik melakukan Basuh Kaki secara ”Simbolis”dimana Paus membasuh kaki para Uskup pada hari Jumat Agung yang telah ditentukan.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:
Basuh Kaki adalah Sakremen (berhubungan dengan keselamatan),harus diterima oleh setiap jemaat,selain itu dalam Basuh Kaki juga terkandung pengajaran rohani.

1. Basuh Kaki adalah Sakremen:
i) Tuhan Yesus memberi contoh/teladan membasuh kaki murid-murid-Nya (Yoh.13:4-5).
​​​​ii) Tuhan Yesus memerintahkan agar murid-murid-Nya melakukan Basuh Kaki seperti yang Tuhan Yesus lakukan (Yoh.13:15).
​​​​iii) Basuh Kaki berhubungan atau berkaitan dengan keselamatan yaitu untuk mendapat bagian dalam Tuhan (Yoh.13:8).

2.Walaupun “Basuh Kaki” hanya tertulis dalam injil Yohanes pasal 13, tetapi kita tidak boleh mengabaikannya,melainkan harus menerima(mendengarkan)dan melakukannya sebab ini pun firman Tuhan.Semua perintah Tuhan harus dilaksanakan.Tidak ada satu perintah pun dapat diabaikan,tidak peduli berapa kali perintah tersebut dicantumkan dalamAlkitab.Tuhan Yesus dengan jelas dan tegas memerintahkanmurid-murid-Nya untuk melakukan seperti yang Dia lakukan.” sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu(Basuh Kaki),supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.”(Yoh.13:15).Tuhan Yesus sebelum naik ke Sorga berpesan kepada murid-murid-Nya:”dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.Dan ketahuilah,Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”(Yoh.28:20).

Di sini kita ketahui,bahwa murid-murid diperintah oleh Tuhan Yesus agar mereka mengajar jemaat untuk melakukan segala seuatu yang telah diperintahkan oleh Tuhan Yesus.Pada akhir zaman,dasar untuk penghakiman adalah firman yang telah dikatakan oleh Tuhan Yesus.Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku,tetapi tidak melakukannya,Aku tidak menjadi hakimnya,sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia,melainkan untuk menyelamatkannya.Barangsiapa menolak Aku,dan tidak menerima perkataan-Ku,ia sudah ada hakimnya,yaitu firman yang telah Kukatakan,itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.(Yoh.12:47-48).Oleh kerana itu kita juga harus melaksanakan Basuh Kaki kerana Basuh Kaki adalah perintah Tuhan.

3. Cara Sakremen Basuh Kaki:

i) Syarat pembasuh kaki:​
a) Pembasuh Kaki adalah orang yang telah menerima Baptisan Air dan Roh Kudus, dilakukan oleh pejabat kudus gereja yaitu Penatua atau Diaken atau Pendeta.

​b) Mencontoh Tuhan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya (Yoh.13:4-5;15-17).
• Dengan rendah hati berbuat seperti hamba.
• Menuangkan air ke dalam sebuah basi.
• Membasuh kaki murid-murid-Nya.
• Menyekanya dengan kain.

c) Pembasuh kaki ketika membasuh kaki harus mengucapakan:”Dalam nama Tuhan Yesus membasuh kaki. ”Pembasuh kaki berarti mewakili Tuhan Yesus(Kol.3:17).

ii) Syarat penerima Basuh Kaki:
a) Orang yang menerima Sakreman Basuh Kaki haruslah telah menerima Baptisan Air (telah menjadi murid Tuhan)(Mat.28:19-20;Yoh.13:1-5).Yang dibasuh kaki oleh Tuhan Yesus adalah murid-murid-Nya dan bukan orang lain.
b) Penerima Basuh Kaki haruslah menerima Sakremen Basuh Kaki dengan rasa syukur dan bertekad meneladani Tuhan Yesus,serta melakukan apa yang Tuhan Yesus ajarkan/perintahkan.

4. Basuh Kaki dalam adat istiadat orang Yahudi berbeda dengan Basuh Kaki yang dilakukan oleh Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya.Basuh Kaki yang dilakukan dan diperintah oleh Tuhan Yesus bukanlah adat istiadat Yahudi.
Perbedaan Basuh Kaki dalam adat istiadat Yahudi dan Basuh Kaki yang dilakukan oleh Tuhan Yesus adalah sebagai berikut:

i) Orang Yahudi membasuh kaki mereka setiap akan masuk ke dalam rumah.Sedangkan Tuhan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya di dalam rumah pada saat mereka akan makan Paskah(Yoh.13:1-5).

ii) Tempat mandi orang Yahudi biasanya jauh dari rumah mereka.Untuk mandi,mereka harus berjalan kaki ke tempat mandi.Setelah mandi,mereka berjalan kaki kembali pulang ke rumah.Dalam perjalanan pulang,kaki mereka kotor lagi maka setibanya rumah,mereka membasuh kaki.Sedangkan Basuh Kaki yang dilakukan oleh Tuhan Yesus mengandung anti rohani,pengajaran rohani dan khasiat rohani.(Yoh.13:1-7).

iii) Dalam adat istiadat Yahudi,seorang budak berkewajiban membasuh kaki tuannya.Sedangkan Tuhan Yesus sebagai Tuan/Tuhan/Guru membasuh kaki murid-murid-Nya(Yoh.13:13-14).
iv)Orang Yahudi membasuh kaki mereka dengan tujuan supaya kaki mereka tidak mengotori permadani rumah.Sedangkan Basuh Kaki yang dilakukan oleh Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya adalah supaya murid-murid-Nya mendapat bagian di dalam Tuhan. Tuhan Yesus mengatakan:”Apabila engkau tidak dibasuh kaki, engkau tidak mendapat bagian di dalam Aku.”(Yoh.13:8).

iiv) Melakukan basuh kaki menuruti adat istiadat orang Yahudi tidaklah memperoleh berkat apa-apa.Sedangkan melakukan Basuh Kaki seperti yang diperintahkan Tuhan Yesus akan memperoleh berkat.
Tuhan Yesus mengatakan:”Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah (beroleh berkat)kamu, jika kamu melakukannya.”( melakukan Basuh Kaki)(Yoh.13:17).

5.Arti rohani dari perbuatan Tuhan Yesus membasuh kaki.

i) Tuhan Yesus bangkit dari tempat duduk (Yoh.13:4).Mengandung arti rohani: Tuhan meninggalkan tahta Sorga (Why.5:13; 4:11).

ii) Tuhan Yesus menanggalkan jubah (Yoh.13:4).Mengandung arti rohani: Tuhan meninggalkan kemuliaan (Flp.2:6-7).

iii) Tuhan Yesus mengambil kain lenan dan mengikat pada pinggan-Nya (Yoh.13:4).Mengandung arti rohani:Tuhan mengambil rupa seorang hamba(Flp.2:7).

iv) Tuhan Yesus menuangkan air ke dalam sebuah basi(Yoh.13:5).Mengandung arti rohani:Dengan air dan firman menguduskan(Ef.5:26).

vii) Tuhan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya (Yoh.13:5).Mengandung arti rohani: Dengan sukarela melayan (Mat.20:28; Yoh.13:13-14).

viii) Tuhan Yesus menyeka kaki murid-murid-Nya dengan kain lenan (Yoh.13:5).Mengandung arti rohani: Mengampuni tanpa meninggalkan bekas (Ef.4:32; Kol.3:13).

6. Arti rohani dan Sakremen Basuh Kaki yang dilakukan oleh Tuhan Yesus.

i) Menyatakan bahwa Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya sampai kepada kesudahannya (Yoh.13:1).” sampai kepada kesudahannya”dalam bahasa asal terkandung maksud yaitu hingga akhir dan sampai tidak terbatas.
• Tuhan Yesus tetap mengasihi murid-murid-Nya menjelang detil-detik terakhir Kematian-Nya kayu salib.Demikian pula setelah Yesus bangkit dari kematian sampai Dia naik ke sorga tetap mengashi murid-murid-Nya (Yoh.20:19-31;Yoh.21;Mrk.16:9-14;Mat.26:20;Yoh.14:18).
• Tuhan Yesus menghendaki umat-Nya tidak meremehkan anugerah sungguh-sungguh maka Ia akan menyelamatkan mereka sampai kepada keseudahannya.

ii)Menyatakan bahwa Tuhan Yesus menginginkan murid-murid-Nya hidup dalam kekudusan(Yoh.13:10-11).
• Tuhan Yesus , mengatakan:”Barangsiapa telah mandi,ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya,kerana ia sudah bersih seluruhnya.Juga kamu sudah bersih,hanya tidak semua.”(Yoh.13:10).
Arti dalam bahasa asal penegasan Tuhan Yesus dalam Yoh.13:10”Barangsiapa telah mandi , ia tidak usah lagi membasuh kepala dan tangannya,kerana sudah bersih selutruhnya,tetapi kakinya harus dibasuh satu kali. ”Kata”Mandi” mengandung arti pembersihan. ”Bersih”menunjukkan hal rohani yaitu “Kekudusan”.Hal ini mengandung arti bagi kita, setelah seseorang dibaptis,yaitu ”mandi secara rohani”,dia hanya perlu membasuh kakinya.”Kaki”melambangkan tingkah laku dan perbuatan seseorang menjaga kebersihan”Kaki” (perbuatan) mereka setelah dibaptis dalam nama Tuhan Yesus,maka mereka akan benar-benar bersih seluruhnya.

​iii)Menyatakan bahwa Tuhan Yesus rendah hati dan melayani orang(Yoh.13:12-14).
Alkitab mengatakan:”yang walaupun dalam rupa Allah,tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri,dan mengambil rupa seorang hamba,dan menjadi sama dengan manusia.”(FIp.2:6-7).”Kerana Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani,melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”(Mrk.10:45)

iv) Menyatakan pengampunan Tuhan Yesus yang mulia(Yoh.13:11-12)

Yudas, murid Yesus yang akan menjual Tuhan Yesus pun diberi kesempatan oleh Tuhan Yesus untuk bertobat,namun Yudas tidak bertobat.Lalu Tuhan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya(tidak terkecuali Yudas),Ia menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggannya.Ini menunjukkan pengampunan Tuhan Yesus yang mulia.

​7 .Pengajaran rohani bagi penerima Basuh Kaki.

i) Mengajarkan dan mengingatkan kita,agar berjalan di atas jalan terang Tuhan(Yes.2:5;1-4;Yoh.14:6).

​ii) Mengajarkan kita berjalan di jalan yang rata dan lurus dengan mata yang tertuju kepada Yesus(Ams.4:26-27;Ibr.12:1-2).

iii) Mengajarkan kita agar berjalan dalam jalan kekudusan(I Ptr.1:13-16;12:14-17).

​iv) Mengajarkan kita agar berjalan dalam Kebenaran(Mzm.119:30-32;1:6’Ams.16:31;12:28).

vii) Mengajarkan kita agar berjalan sampai akhir(Kis.20:22-24;II Tim.4:6-8).

*Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:
Tuhan Yesus memerintahkan murid-murid-Nya:”Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu,maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu.”(Yoh.13:14).Tetapi mengapa
pada saat Sakremen Basuh Kaki dilaksanakan di Gereja Yesus Sejati hanya para pendeta yang membasuh kaki jemaat sedangkan jemaat dengan jemaat tidak melakukan saling basuh kaki?

*Pandangan Gereja Yesus Benar:
Basuh kaki yang dilakukan oleh Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya adalha Sakremen sedangkan saling basuh kaki bukanlah Sakremen melainkan perintah Tuhan yang mengandung pengajaran rohani.

1. Sebagai sebuah Sakremen,Basuh Kaki berhubungan atau berkaitan dengan keselamatan yaitu untuk mendapat bagian dalam Tuhan(Yoh.13:8).Murid-murid tidak melakukan saling basuh kaki ketika Tuhan Yesus membasuh kaki mereka.Itulah sebabnya Tuhan tidak berkata:”jikalau engkau tidak saling membasuh kaki satu dengan yang lain,engkau tidak mendapat bagian di dalam Aku.”Melainkan Dia berkata:”jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.”

Pada saat Sakremen Basuh Kaki berlangsung,pejabat kudus gereja(Pendeta,Penatua atau Diaken)mewakili Tuhan melakukan Basuh Kaki atas nama-Nya sehingga orang-orang percaya yang menerima Sakremen Basuh Kaki mendapat bagian dalam Tuhan.Murid-murid tidak melakukan saling basuh kaki ketika Tuhan Yesus membasuh kaki mereka,oleh kerana itu Sakremen Basuh Kaki tidaklah mencakup saling basuh kaki.

2. Saling basuh kaki mengandung pengajaran rohani (Yoh.13:14b).

i) Mengandung pengajaran rohani:saling mengasihi(Yoh.13:31-35;Mrk.12:30)

​ii) Mengandung pengajaran rohani:saling membersihkan (saling mengingatkan/menasihati)(Yoh.13:10;Yak.5:16).

​iii) Mengandung pengajaran rohani:saling mengampuni(Ef.4:32;Kol.3:13)

iv) Mengandung pengajaran rohani:saling melayani(Yoh.13:4-5,12:1;Ptr.4:10)

​v) Mengandung pengajaran rohani:saling rendah diri(Yak.4:6)

Walaupun saling basuh kaki dengan air kadang-kadang masih dilakukan di gereja sebagai tanda kasih dan pengampunan,tetapi yang terpenting adalah pengajaran rohaninya dari saling basuh kaki.

Soal Jawab Dasar Kepercayaaan Pembasuhan Kaki
| |

Soal Jawab Dasar Kepercayaaan Pembasuhan Kaki

Pembasuhan kaki hanya sekadar adat tradisi kaum Yahudi; ia bukanlah sakramen dan tidak mempunyai kaitan terhadap penyelamatan seseorang. Tuhan Yesus membasuh kaki pengikut-Nya untuk memberi contoh atau teladan mengenai sifat rendah hati dan pelayanan terhadap orang lain.

  • Pembasuhan kaki yang telah dimulakan oleh Tuhan Yesus adalah lebih daripada sekadar adat. Menurut tradisi, para hamba membasuh kaki tuan mereka, dan tidak pernah sebaliknya. Walau bagaimanapun, Tuhan telah membasuh kaki pengikut-pengikut-Nya walaupun Ia merupakan tuan mereka. Petrus tidak menyedari hakikat ini dan enggan untuk dibasuh kaki oleh Tuhan (Yoh 13:6,8).
  • Pembasuhan kaki berkait langsung dengan aspek penyelamatan kerana sebab-sebab berikut:

(1)  Yesus memberitahu Petrus, “Jikalau Aku tidak membasuh kakimu, engkau tidak mendapat bahagian dalam Aku” (Yoh 13:8). Apabila kita menjalani pembasuhan kaki, kita mendapat bahagian dalam Tuhan. Oleh itu, pembasuhan kaki bukanlah semata- mata adat.

(2)  Yesus juga berkata: ”Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, kerana ia sudah bersih seluruhnya.” (Yoh 13:10). Seseorang yang telah dibaptis juga perlu menerima pembasuhan kaki.

  • Walaupun pembasuhan kaki pada mulanya adalah merupakan adat tradisi, ia kemudiannya telah menjadi satu sakramen yang mempunyai kuasa dan kesan rohaniah yang mendalam setelah Tuhan Yesus melaksanakannya dan menerang perihal makna dan kesannya serta mengarahkan pengikut- pengikut-Nya untuk melaksanakan perkara yang serupa.

Pembasuhan kaki tidak mungkin merupakan sakramen. Sekiranya pembasuhan kaki adalah perkara yang sangat penting dan berkait langsung dengan keselamatan seseorang, mengapakah hal ini hanya disebut dalam Injil Yohanes dan tidak dicatatkan dalam injil- injil yang lain?

  • Walaupun pembasuhan kaki hanya ditimbulkan dalam Injil Yohanes, ia seharusnya perlu diamalkan dan perkaitannya dengan keselamatan adalah sahih.
  • Kita perlu mengamati kesemua hukum Tuhan. Walaupun perintah-perintah itu selalu disebut atau mungkin jarang ditimbulkan dalam Kitab Injil, kita tidak seharusnya mengenepikan arahan Tuhan (lihat Mt 5:18-19; Wah 22:19). Tuhan mengarahkan pengikut-pengikut-Nya untuk melaksanakan pembasuhan kaki  sebagaimana Dia telah melakukannya kepada mereka; oleh itu, kita juga perlu menurut arahan ini.

Tuhan Yesus mengarahkan para pengikut-Nya, “Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu” (Yoh 13:14). Tetapi mengapakah hanya para diaken atau pendeta sahaja yang terlibat dalam membasuh kaki semasa sakramen ini dijalankan di dalam Gereja Yesus Benar, dan anggota lain tidak melakukan pembasuhan kaki sesama mereka?   

  • Pembasuhan kaki sebagaimana yang telah dilaksanakan oleh Tuhan Yesus mempunyai dua fungsi iaitu (1) sebagai sakramen (2) sebagai ajaran rohaniah

(1) Sebagai sakramen,  pembasuhan kaki bertujuan agar kita mendapat bahagian dalam Tuhan. Para pengikut tidak membasuh kaki sesama mereka semasa sakramen itu. Ini dilakukan oleh Tuhan Yesus kepada mereka. Tuhan Yesus tidak berkata: “Jikalau kamu tidak membasuh kaki sesama kamu, kamu tidak mendapat bahagian dalam Aku.”  Sebaliknya, Tuhan Yesus berkata: “Jikalau Aku tidak membasuh kakimu, engkau tidak mendapat bahagian dalam Aku.”

Pada zaman sekarang, Gereja melaksanakan sakramen pembasuhan kaki bagi pihak Tuhan supaya pemercaya yang melaluinya boleh mendapat bahagian dalam Tuhan. Sakramen tidak melibatkan pembasuhan kaki sesama umat.  Sebaliknya, tanggungjawab melaksanakan sakramen ini diberi kepada ‘dia yang diutus’ (anggota gereja yang melaksanakan sakramen bagi pihak Tuhan; ‘dia yang diutus’ = para rasul; lihat Yoh 13:16).

(2) Dari segi ajaran rohaniah, pembasuhan kaki mengajar pemercaya bahawa mereka harus saling mengasihi (Yoh 13:1), melayani (Yoh 13:4-5; 12-17), mengampuni (Yesus juga telah membasuh kaki Yudas Iskariot), dan memelihara kekudusan mereka (Yoh 13:10). Walaupun pembasuhan kaki  sesama umat masih dilaksanakan pada masa-masa tertentu, apa yang lebih penting adalah kita menuruti ajaran di sebalik perbuatan ini.

Pembasuhan Kaki Dalam Sejarah
| |

Pembasuhan Kaki Dalam Sejarah

Oleh: Pdt. Lemuel Leong

Intro

Kitab Injil Yohanes 13:1-30 mencatatkan perihal Tuhan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya semasa perjamuan paskah; berabad-abad lamanya perenggan ini ditafsir sebagai satu sakramen yang sama pentingnya dengan Pembaptisan air dan Perjamuan Kudus[1].  Boismard selanjutnya menterjemahkan peristiwa tersebut dengan memisahkannya kepada dua aspek yakni ayat 1-2, 4-5, 12-15, 17-19 sebagai huraian moral pembasuhan kaki; manakala di ayat 3, 4-5, 6-10, 21-30 beliau telah menemui nilai sakramen dalam pembasuhan kaki.

Sejak zaman bapa gereja awal (early church fathers period) terdapat tiga jenis pembasuhan kaki yang telah diamalkan di kalangan agama Kristian iaitu:

1.  Pembasuhan kaki dilaksanakan sekaligus sebaik sahaja dibaptis.

Jenis proto pembasuhan kaki ini telah direkodkan secara umum dari zaman dahulu sehingga zaman pertengahan. Merujuk kepada pengkajian E. Peterson[2], murid-murid Yesus hanya dapat memahami hubungan pembasuhan kaki dengan pembaptisan apabila Roh Kudus dicurahkan pada Hari Pentakosta.

Menurut Ambrosius (333-397 Masihi),  ketua bishop di Milan; guru kepada Augustinus de Hippo, sakramen pembasuhan kaki yang diadakan sekaligus selepas pembaptisan air sebenarnya dibawa oleh rasul-rasul dari Yerusalem ke Antiokhia dan seterusnya disebarkan ke Milan dari Antiokhia, Meskipun menerima bantahan dan tentangan hebat daripada banyak pihak, Ambrosius tetap bersungguh-sungguh mempertahankan sakramen ini dalam karya teologinya.  Dia berpendapat bahawa hanya menerusi ilham Roh Kudus sahaja barulah dapat memahami rahsia pembasuhan kaki yang bersifatkan sakramen;  sedangkan Rasul Petrus yang telah tiga tahun mengikuti Tuhan Yesus pun gagal memahami misteri ini [3](Yoh13:6-7).  Dengan merujuk kepada pelbagai contoh, Ambrosius memastikan bahawa pembasuhan kaki yang diamalkan di Milan merupakan kebenaran yang ortodoks;  dia juga medakwa bahawa dioces[4] Roma yang memansuhkan pembasuhan kaki merupakan akibat daripada merosotnya firman kebenaran yang tulen[5].  Di samping itu juga membahaskan pandangan yang beranggapan bahawa pembasuhan kaki hanyalah mengandungi nilai moral semata-mata seperti saling mengasihi, kekudusan, melayani, rendah hati dan saling mengampuni sebagai ajaran menyeleweng[6].

Menurut Augustustinus pula, setelah menyaksikan pelaksanaan pembasuhan kaki di Milan,  dia mendapati ada orang yang tidak rela dibasuh kaki pada hari mereka dibaptis dengan alasan agar tidak mengurangkan kesan baptisan; lebih malang lagi, terdapat pula orang yang sanggup memansuhkan pembasuhan kaki sebagai sakramen semata-mata takut menyalahgunakannya [7].

Jenis proto pembasuhan kaki yang bersifat sakramen ini kemudiannya telah dimansuhkan pada tahun 306 Masihi, dalam sidang gereja di Spanyol. Di Perancis pembasuhan kaki dihentikan pada abad ke-8 hingga ke-9 manakala di Ireland, Wales dan Scotland hentikan pada abad ke-12 [8].  Bagi diocese Milan yang pernah seketika bermati-matian mempertahankan pembasuhan kaki ortodoks ini akhirnya juga lenyap dalam sejarah pada abad ke-14.  Namun yang sungguh menghairankan ialah sedang pembasuhan kaki yang bersifat sakramen ini dianggap ”telah lenyap” dalam sejarah agama Kristian, Gereja Yesus Benar telah muncul pada tahun 1917 di Beijing, China; secara unik dan tunggal telah memulihkan Sakramen Pembasuhan Kaki  yang terpendam berabad-abad lamanya setelah menerima ilham Roh Kudus.

2. Satu amalan pelayanan dilaksanakan setiap Khamis sebelum hari Easter (Maundy Thursday).

Jenis pembasuhan kaki ini diperkenalkan oleh kebiaraan.  Setiap hari Khamis sebelum Easter (hari kebangkitan), ketua bishop diwajibkan sekurang-kurangnya membasuh kaki 12 orang miskin dalam daerah mereka; sehingga pada zaman pertengahan di Vatican, kawasan Pope juga mengamalkannya. Malah sejak tahun 1955, setiap gereja tempatan Roman Catholic juga diberi mandat melaksanakan pembasuhan kaki pada hari Khamis sebelum Easter sebagai satu pelayanan.

3.  Satu amalan yang diadakan sebelum Perjamuan Kudus.

Pada zaman pertengahan, aliran The Waldenses akan membasuh kaki sebelum mengambil bahagian dalam Sakramen Perjamuan Kudus, lazimnya akan dilaksanakan oleh ketua biara atau penatua.  Sejak zaman reformasi agama sebahagian protestant yang salih juga turut melaksanakan pembasuhan kaki sebelum menerima perjamuan kudus.  Jenis pembasuhan kaki ini kemudiannya diturun-temurunkan sehingga hari ini, dan masih ada agama Kristian yang saling membasuh kaki sebelum menerima Sakramen Perjamuan Kudus; sebagai contoh Dunkers (German Baptists), General Baptists, The Church of God, Brethren-In-Christ-Church, The United Missionary Church, The Seventh Day Adventist dan sebagainya.  Mereka setia meneladani semangat pelayanan Tuhan Yesus dalam Yohanes 13:14.

Pembasuhan Kaki yang tepat dan lengkap

Walaupun tidak sedikit agama Kristian melaksanakan pembasuhan kaki pada hari ini, namun hanya Gereja Yesus Benar sahaja yang menganggapnya sebagai satu sakramen, dan juga pelayanan.  Berdasarkan  rekod yang berkaitan dalam Yohanes fasal 13, ia dapat diperhatikan seperti berikut:

I.  Rahsia dan kesan pembasuhan kaki sebagai sakramen.

Motif Tuhan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya  ialah demi mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya (1).  Sasaran kasih Tuhan Yesus ialah murid-murid-Nya, Idios (Yunani), lebih tepat diterjemahkan sebagai orang  milik-Nya, menunjukkan sasaran pembasuhan oleh Tuhan Yesus bukanlah terbuka secara umum kepada sesiapapun, melainkan hanya untuk mereka yang telah dibaptis untuk menjadi murid-murid-Nya atau orang milik-Nya sahaja (10).

Cara Tuhan Yesus memperlihatkan kasih abadi ini adalah melalui pembasuhan kaki. Apabila Petrus dengan sungguh-sungguh menolak kakinya dibasuh; Tuhan Yesus dengan tegas berkata: ”Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bahagian dalam Aku”(7-8).  Pada saat itu Tuhan Yesus telah mengilhamkan implikasi dan tujuan utama pembasuhan kaki adalah demi mendapat bahagian dalam Tuhan.  Perkataan ’bahagian’ ini ’meros’ (Yunani),  merupakan istilah yang sama dengan Wahyu 22:19, yakni orang yang mengurangkan perkataan dalam kitab nubuat akan diambil bahagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus. Petrus, seorang rasul yang cukup senior dan rapat dengan Tuhan Yesus pun boleh kehilangan bahagiannya di dalam Tuhan jika kakinya tidak dibasuh; apatah lagi kita, Kristian hari ini boleh dikecualikan daripada pembasuhan kaki Tuhan Yesus!? Kesan sakramen ini diperoleh dengan serta-merta apabila membasuh kaki sekaligus dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

II.  Aspek moral dalam pembasuhan kaki sebagai pelayanan.

Selepas Tuhan Yesus mengambil rupa sebagai hamba dan membasuh kaki murid-murid-Nya, Dia kembali ke tempat duduk-Nya dengan identiti sebagai Rabi atau guru dan mengatakan agar murid-murid-Nya wajib meneladaninya dengan saling membasuh kaki (15-17).  Ini menunjukkan adanya hubungan interaksi antara murid-murid dan Tuhan Yesus. Hakikatnya teladan yang dinyatakan oleh Tuhan Yesus ialah sentiasa mengasihi murid-murid-Nya (1), sentiasa rendah hati melayani (Mk10:45), sentiasa kudus (1 Pet 2:22; 1 Yoh 3:5), dan sentiasa mengampuni (Mt 18:21-22). Kenyataan ini boleh disokong melalui peristiwa Tuhan Yesus menghadiri perjamuan di rumah Simon orang Farisi, Dia telah memberi komen tentang pembasuhan kaki sebagai satu kasih dalam penyambutan tetamu sebagai suatu yang berpatutan (Luk 7:44), Rasul Paulus juga merujuk kepada janda yang membasuh kaki saudara-saudara seiman terbukti telah melakukan pekerjaan yang baik (1Tim 5:10).

Teladan oleh Tuhan Yesus telah menentukan corak kehidupan murid-murid-Nya yang sangat istimewa dan berbeza daripada dunia.  Ia perlulah sentiasa berterusan dan konsisten, bukan setakat diamalkan apabila menjelangnya Easter atau sebelum menerima Sakramen Perjamuan Kudus; melainkan ia merupakan akhlak-akhlak yang dimestikan dan  tanda identiti sebagai murid-murid Tuhan selagi hidup di dunia.

Kesimpulan

Sungguh indah dan ajaibnya firman Tuhan, khususnya firman tentang pembasuhan kaki itu merupakan pedang Roh yang bermata dua (Efe 6:17; Ibr 4:12), suatu sakramen yang menjaminkan bahagian murid-murid Tuhan di dalam-Nya. Teladan Tuhan Yesus yang menunjukkan semangat pembasuhan kaki seperti kasih, kekudusan, pelayanan yang rendah hati dan saling mengampuni turut menjadi kewajipan dalam sepanjang jalan menuju ke syurga! Segala kemuliaan hanya untuk Tuhan Yesus sampai selama-lamanya.

Bibliografi

Thesis Pengkajian Kebenaran, HH Koh, 2005.
Gospel of John, George R.  Beasley-Murray, World Biblical Commentary.
Lima dogma, Hsieh Hsun Tao.
History Of The Christian Church, Williston Walker, 1953.
Jewish Cultural Tradition and the Bible, Andrew Chiu, Th. D, 1999.


[1] George R.  Beasley-Murray

[2] Fruehkirehe, Judentum und Gnosis, 1959, S224-234

[3] Myst, 6, 31 (CSEL 73,102)

[4] Kawasan uskup

[5] Sacr. 3.5 (CSEL 73, 40)

[6] Sacr 3.1.5 (CSEL 73, 40).

[7] Ep.55,3D (CSEL 34. 2, 207F)

[8] Das Konzil Von

Dogma Sakramen Pembasuhan Kaki
| |

Dogma Sakramen Pembasuhan Kaki

Oleh Pdt. Hagai Tang 

                  Gereja Yesus Benar mempunyai tiga sakramen iaitu Sakramen Pembaptisan, Sakramen Pembasuhan Kaki dan Sakramen Perjamuan Kudus. Ketiga – tiga  sakramen ini merupakan kunci – kunci  Kerajaan Syurga yang dapat membuka pintu Kerajaan Syurga untuk memperoleh  keselamatan (Mat 16:19). Tuhan Yesus telah memberikan kunci – kunci  tersebut kepada gereja – Nya. Ini menandakan anugerah keselamatan hanya dapat diperolehi melalui gereja yang didirikan oleh Tuhan Yesus dengan menerima ketiga – tiga  sakramen tersebut. Namun banyak gereja dan dinominasi agama di dunia tidak percaya bahawa pembasuhan kaki yang dilakukan Tuhan Yesus di dalam Injil Yohanes 13 merupakan satu sakramen. Sebaliknya mereka mengatakan pembasuhan kaki itu hanyalah adat istiadat orang Yahudi. Namun Gereja Yesus Benar percaya bahawa pembasuhan kaki yang dilaksanakan oleh Tuhan Yesus adalah sakramen yang berkaitan dengan keselamatan.

Asal Usul Sakramen Pembasuhan Kaki      

a)      Tuhan Yesus memberi contoh dan teladan (Yoh 13:4-5)

i)       Tuhan menanggalkan jubahNya, mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggangNya, mengambil rupa seorang hamba (4).

ii)      Tuhan sendiri menuangkan air ke dalam sebuah basi dan membasuh kaki murid – muridNya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggangNya (5).

b)      Tuhan memerintahkan  murid–muridNya  melakukan sama seperti yang telah dilakukanNya (Yoh 13:15)

i)        Tuhan memberikan suatu teladan sakramen pembasuhan kaki supaya murid – muridNya tahu bagaimana harus melaksanakannya.

ii)       Memerintah murid–muridNya  supaya melakukan sama seperti yang telah dibuatNya.

c)        Tuhan berjanji  sesiapa yang melakukannya akan berbahagia (Yoh 13:17).

i)         Murid–murid  telah memahami nasihat dan pengajaran sakramen pembasuhan kaki.

ii)       Melaksanakan sakramen dan melakukan pengajaran pembasuhan kaki pasti diberkati.

Tujuan Sakramen Pembasuhan Kaki

~ Sakramen Pembasuhan kaki mempunyai dua bahagian iaitu bahagian sakramen dan  bahagian pengajaran.

a)  Bahagian Sakramen

Bahagian ini mempunyai khasiat rohani dan ada hubungan dengan keselamatan . Namun banyak gereja di dunia  menganggap pembasuhan kaki adalah  adat orang Yahudi dan bukannya sakramen. Mereka juga berkata Tuhan Yesus membasuh kaki murid – muridNya  untuk mengajar mereka  supaya melayani dengan rendah hati.

Gereja Yesus Benar percaya  bahawa pembasuhan kaki Tuhan Yesus bukan saja mengandungi pengajaran tetapi juga merupakan sakramen. Ini disebabkan apa yang dilakukan dan dikatakan oleh Tuhan Yesus semasa membasuh kaki  murid – muridNya  telah melebihi skop adat orang Yahudi. Oleh itu kita perlu melihat dengan jelas perbandingan di antara keduanya ini.

i) Tujuan Sakramen Pembasuhan  Kaki dan Pembasuhan  Kaki Menurut  Adat Yahudi.

Tujuan Sakramen Pembasuhan Kaki adalah untuk mendapat bahagian dalam Tuhan. Sesiapa yang  menolak pembasuhan kaki Tuhan Yesus  tidak mendapat bahagian dalam Tuhan (Yoh 13:8). Pada    malam paskah ketika makan malam, Tuhan Yesus menuangkan air ke dalam sebuah basi lalu membasuh kaki murid – muridNya  (Yoh 13:1-5). Ketika tiba giliran rasul Petrus, dia berasa hairan akan tindakan Tuhan Yesus yang membasuh kaki murid – muridNya  dan  berkata “Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?”. Petrus menolak dengan keras supaya kakinya  tidak dibasuh oleh Tuhan Yesus dengan berkata “Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya”. Ini disebabkan Petrus tidak memahami apakah kepentingan pembasuhan kaki yang dijalankan oleh Tuhan Yesus. Tuhan Yesus menjawabnya “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku”. Perkataan ‘bagian’ dalam bahasa asal adalah ‘meros’, yang sama dengan perkataan ‘bagian’ dalam Why 22:19 yang ada hubungan dengan keselamatan. Selepas Petrus mengetahui betapa seriusnya pelaksanaan pembasuhan kaki maka dengan serta merta dia meminta Tuhan supaya jangan hanya membasuh kakinya tetapi juga tangan dan kepalanya.

Apakah tujuan basuh kaki orang Yahudi? Jawapannya ialah untuk kebersihan. Orang Yahudi  biasanya mandi sebelum menghadiri sesuatu perjamuan dan  memakai  ‘sandals’ ketika berjalan , oleh itu kaki mereka mudah  menjadi kotor. Itulah sebabnya mereka perlu  membasuh kaki.

ii)  Siapa yang membasuh kaki?

Menurut adat orang Yahudi, hamba yang akan membasuh kaki tuannya atau murid yang membasuh kaki gurunya (1Sam 25:41). Apa yang dilakukan  oleh Tuhan Yesus adalah sebaliknya. Tuhan Yesus sebagai Guru dan Tuhan telah membasuh kaki murid – muridNya (Yoh 13:13-14).

iii) Bila kaki dibasuh?

Biasanya orang  Yahudi akan membasuh kaki sebelum masuk ke dalam rumah  (Hak19:21, Luk 7:44). Pembasuhan kaki Tuhan Yesus adalah berbeza iaitu semasa mereka sedang makan bersama (Yoh 13:2), Yesus bangun dari perjamuan itu lalu membasuh kaki murid – muridNya (Yoh 13:4). Justeru itu, kita mendapati bahawa pembasuhan kaki Tuhan Yesus sama sekali berbeza dengan pembasuhan kaki orang Yahudi sebab membawa tujuan yang berbeza. Apa yang dilakukan dan dikatakan oleh Tuhan Yesus semasa membasuh kaki murid – muridNya  telah melebihi skop adat orang Yahudi.

b)      Bahagian Pengajaran

Bahagian pengajaran ini berhubung rapat  dengan kemajuan dan kegagalan  sesebuah gereja. Saling membasuh kaki dalam Yoh 13:14  merupakan bahagian pengajaran yang perlu dilakukan selalu. Melalui  pembasuhan kaki Tuhan Yesus kita dapat mempelajari empat  pengajaran yang penting dalam hidup seorang kristian.

i)   Saling mengasihi  dengan sesungguhnya (Yoh 13:1)

Pembasuhan kaki yang dilakukan oleh Tuhan Yesus  telah menyatakan betapa besar kasih Tuhan Yesus kepada murid – muridNya. Apakah sifat kasih Tuhan Yesus kepada  murid – muridNya? –  Pertama ialah kasih Tuhan yang spontan (1 Yoh 4:10). Kedua ialah kasih yang sampai kepada kesudahannya (1 Yoh 3:16). Apakah tujuan Tuhan Yesus menunjukkan kasihNya ini? – Supaya mereka semua mendapat bahagian dalam Tuhan. Tuhan Yesus tahu bahawa iman mereka akan tergoncang apabila Dia ditangkap. Tuhan Yesus juga mengetahui Yudas Iskariot mulai merencanakan pengkhianatannya. Namun Tuhan Yesus tetap menunjukkan kasihNya dengan membasuh kaki murid – muridNya  supaya mereka mendapat bahagian di dalamNya. Tuhan tidak menghendaki seorang pun binasa (II Pet 3:9) dan Tuhan tidak  melepaskan peluang untuk memulihkan dan menyelamatkan kembali orang yang rohaninya hampir mati  (Mat 12:20).

Justeru itu, kita harus saling mengasihi dengan sesungguhnya (Yoh 13:34-35) dan mempelajari kasih Tuhan yang sanggup menyerahkan nyawaNya (1Yoh  3:16). Khususnya seiman yang lemah dalam iman kepercayaan memerlukan dorongan dan sokongan kasih yang lebih supaya mereka memperoleh kekuatan dan kesedaran untuk kembali kepada Tuhan (Gal 6:1).

iii)       Menjaga Kekudusan (Yoh 13:10-11)

‘Mandi’ diumpamakan ‘pembaptisan’. ‘Kaki’ diumpamakan ‘perbuatan’. Ini bererti siapa yang percaya dan dibaptis, dosanya diampuni.  Sekiranya dia memelihara ‘kaki’ supaya bersih maka dia adalah orang yang kudus. Dengan kata lain, Tuhan menghendaki kita menjaga kekudusan selepas menerima Sakramen Pembaptisan. Pada waktu itu terdapat masalah di antara murid – muridNya kerena mereka berebut kuasa,  siapa yang terbesar di antara mereka. Ini telah merosakkan hubungan mereka yang damai. Selain itu, Yudas mempunyai fikiran yang dicemari dengan ketamakan dan ingin menyerahkan Tuhan Yesus  (Yoh 13:2,11). Melalui perkataan dan perbuatan Tuhan Yesus dalam pembasuhan kaki, Tuhan Yesus  ingin menyedarkan mereka bahawa mereka harus menjaga kekudusan agar jangan dinodai dengan kemarahan, kebencian dan ketamakan (Mrk 10:41). Lebih – lebih lagi Tuhan ingin menyedarkan Yudas supaya membuang segala kejahatan di dalam hatinya. Malangnya Yudas berkeras hati dan tidak bertobat (Yoh13:26-27). Bagaimana kita menjaga kekudusan? – Iaitu dengan menjaga hati dengan segala kewaspadaan (Ams 4:23), menyimpan firman Tuhan  di dalam hati (Mzm 119:9) dan hidup damai dengan semua orang (Ibr 12:14).

iv)         Melayani dengan rendah hati (Yoh 13:4-5)

Tuhan Yesus memberi dan melayani dengan rendah hati. Tuhan Yesus adalah ‘guru’ dan ‘Tuhan’  bagi murid –muridNya (Yoh13:13-16). Ini menandakan status dan kedudukan Tuhan Yesus lebih tinggi daripada kedua belas muridNya, tetapi Tuhan Yesus telah merendahkan diri dan melayani mereka :-

  • Bangun dari jamuan (Yoh 13:4): Menandakan Tuhan tidak mempertahankan kedudukan dan tahktaNya yang mulia di Sorga.
  • Menanggalkan jubah (Yoh 13:4): Menandakan Tuhan meninggalkan identitiNya yang mulia (Fil 2:6).
  • Mengikat pinggang dengan kain lenan (Yoh 13:5): Menandakan Tuhan mengambil rupa sebagai hamba dan bersiap sedia untuk melayani (Fil 2:7-8).
  • Membasuh kaki murid – muridNya  (Yoh 13:5): Menandakan melayani semua orang.
  • Menyekanya dengan kain  ( Yoh13:5): Menandakan pelayananNya sempurna dan lengkap.

Melalui perbuatan Tuhan Yesus, mengajar murid – muridNya  tentang sistem dan semangat di gereja tidak sama dengan sistem dan semangat masyarakat dunia. Sistem di dalam masyarakat ialah orang terkemuka dan orang besar akan dilayani oleh hamba atau  orang bawahan. Tetapi sistem di dalam gereja ialah semakin melayani akan semakin dipandang besar dan terkemuka oleh Tuhan (Mrk 10:42-45). Maka kita haruslah rendah hati dan saling melayani.

v)        Pengampunan

Walaupun Tuhan Yesus mengetahui hati Yudas Iskariot merencanakan pengkhianatan terhadapNya (Yoh 13:10-11). Namun Tuhan Yesus masih membasuh kakinya. Ini menunjukkan Tuhan berlapang dada dan mengampuni Yudas. Bukan saja membasuh kakinya  bahkan menyekanya sampai kering ( Yoh 13:5). Ini menandakan pengampunan yang tidak  meninggalkan sebarang bekas. Dengan kata lain,  itulah pengampunan yang sempurna tanpa mengira dan membangkit – bangkitkan sebarang perkara. Keluarga rohani kita yang besar ini, tidak dapat dielakkan daripada berlakunya perselisihan dan salah faham di antara satu dengan yang lain. Pada masa itulah kita harus mengingati bagaimana semangat pengampunan Tuhan Yesus. Jika kita mengampuni orang lain yang bersalah terhadap kita maka Bapa di Sorga juga akan mengampuni kita (Mat 6:12,14-15).

2. Hal Pembasuhan Kaki
|

2. Hal Pembasuhan Kaki

I.       ASAL USUL

1.      Didirikan oleh Tuhan (Yoh 13 : 1-20).

2.      Tuhan berpesan/memerintahkan untuk melakukannya demikian (Yoh 13 : 15).

3.      Tuhan berjanji, apabila melakukannya akan memperoleh berkat (Yoh 13 : 16-17).

II.     MAKNA

1.      Sakramen yang bersifat memberi nasihat.

    • Nasihat tersebut terutama sangat penting di dalam pelaksanaannya.

a.      Nasihat Kasih.

    • Pembasuhan kaki menyatakan Kasih Tuhan yang tak terbatas terhadap muridNya (Yoh 13 : 1).
    • Maka kita pun harus saling mengasihi (Yoh 13 : 34-35;  15 : 12-15;  Ruj : 1 Yoh 3 : 16-18).

b.      Nasihat Kudus.

    • Sakramen Pembasuhan kaki menyatakan permohonan Tuhan yang kudus terhadap muridNya (Yoh 13 : 10-11).
    • Air melambangkan Kebenaran (Firman).  (Ef 5 : 26-27;  Yoh 17 : 17, 19;  Mzm 119 : 9).
    • Kaki melambangkan perbuatan (Ams 4 : 14, 26-27).
    • Maka setelah menerima baptisan harus berhati-hati dalam perbuatan (1 Ptr 1 : 15-16;  Yoh 13 : 10).  Mandi mengumpamakan baptisan.
    • Umat terdapat umat yang Kudus (Kis 9 : 13;  Ef 1 : 1;  Flp 1 : 1;  Kol 1 : 2;  Rm 1 : 7).

Bangsa yang kudus (1 Ptr 2 : 9).

Saudara yang kudus (Ibr 3 : 1).

Dan sebutan lainnya.

c.      Nasihat melayani orang dengan rendah hati.

    • Dengan sikap seperti seorang hamba Tuhan melaksanakan pembasuhan kaki. (Yoh 13 : 4-5;  Luk 22 : 24-27).
    • Sistem Gereja berbeza dengan sistem negara (Mrk 10 : 42-45).
    • Hendaklah kita saling melayani dengan rendah hati (Yoh 13 : 12-14;  Rm 12 : 10, 16;  Flp 2 : 3;  1 Ptr 5 : 5-6;  4 : 10).

d.      Nasihat mengampuni.

    • Bahkan Tuhan juga membasuh kaki Yudas yang akan menjual Dia (Yoh 13 : 11, 18-19, 21-30;  Ruj : Yoh 6 : 64, 70-71).

Menyatakan Kasih Tuhan yang agung (Mzm 41 : 9).

Maka kita harus mencontohi Tuhan, yakni saling mengampuni (Kol 3 : 12-13;  Ef 4 : 30-32;  Mat 6 : 12, 14-15;  18 : 21-35).

2.      Mempunyai bagian dengan Tuhan (Yoh 13 : 6-10).

Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku (Yoh 13 : 8).

a.      Pembasuh adalah mewakili Tuhan (Yoh 13 : 16, 20).  Kedua ayat ini adalah ayat yang penting dalam pelaksanaan upacara.

Perhatikan kata “Utus”, hal ini bukanlah ditujukan kepada umat Kristian semuanya, melainkan menunjukkan kepada hamba Tuhan, orang yang diutusNya (Iaitu Penginjil, Diaken dan Penatua).

    • “Utus” dalam Yoh 13 : 16 : mempunyai persamaan kata dengan Rasul dalam bahasa aslinya.

b.      Perkataan “Tidak mendapat bagian dalam Tuhan” adalah mengandung erti tidak mendapat bagian dalam Syurga (Ef 2 : 12).

III.    CARA

1.      Mengutus orang iaitu mengajarkan Penginjil sebagai wakil Tuhan untuk membasuh kaki orang yang baru percaya (Yoh 13 : 14-17).

a.      Harus mencontohi teladan Tuhan (Yoh 13 : 15-17).

b.      Harus dalam Nama Tuhan Yesus (Kol 3 : 17).

Dalam Nama Tuhan, menyatakan mewakili Tuhan.

2.      Penerima Baptisan harus menerima dengan hati yang bersyukur (Yoh 13 : 20).

Setelah dibaptis harus menerima Sakramen Pembasuhan Kaki (Yoh 13 : 10).

    • Yoh 13 : 15-20.  Adalah perintah mengenai pelaksanaan Sakramen Pembasuhan Kaki yang berbeza dengan pelaksanaan upacara saling membasuh kaki.
    • Yoh 13 : 12-14.  Adalah nasihat mengenai saling membasuh kaki, yang diutamakan salain harus melaksanakan upacaranya secara nyata, bahkan harus dapat mengamalkan secara nyata makna dari semangat dan pengajaran upacara saling membasuh kaki tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Sakramen Pembasuhan Kaki dan upacara saling membasuh kaki ini tidak boleh terpengaruh oleh adat duniawi dan arus zaman (Ams 30 : 5-6;  Mat 15 : 9;  Tit 1 : 13-14).

IV.    ERTI KEROHANIAN

    • Melambangkan cara hidup Tuhan melayani manusia (Flp 2 : 6-8).
    • Meninggalkan perjamuan : meninggalkan takhta di Syurga.
    • Menanggalkan jubah : membuang kemuliaan.
    • Mengikat kain di pinggang : mengambil rupa seorang hamba, lahir sebagai manusia.
    • Membasuh kaki : melayani manusia.

Maka dari itu, Pembasuhan Kaki oleh Tuhan adalah gambaran hidup Tuhan yang melayani manusia dengan rendah hati (Mrk 10 : 45).

Hendakah kita hidup bersama menaruh fikiran dan perasaan yang terdapat dalam Tuhan Yesus Kristus (Flp 2 : 5;  1 Yoh 3 : 16).

Soal Jawab Inti Kebenaran
|

Soal Jawab Inti Kebenaran

Bab 1-4: Allah, Yesus, Roh Kudus, Alkitab [wpdm_file id=6]

Bab 5-7: Manusia, Malaikat, Iblis [wpdm_file id=7]

Bab 8-10: Anugerah Keselamatan, Baptisan Air, Baptisan Roh [wpdm_file id=8]

Bab 11-13: Pembasuhan Kaki, Perjamuan Kudus, Doa [wpdm_file id=9]

Bab 14-15: Jemaat, Hari Kudus [wpdm_file id=10]

Bab 16: Mukjizat [wpdm_file id=11]

Bab 17: Penghakiman [wpdm_file id=12]

Bab 18: Tuhan Datang [wpdm_file id=13]