Pkh 12 : 13 – Kewajiban manusia yang terpenting, ditunjukkan dengan jelas di dalam ayat ini.
I. ALASAN HARUS TAKUT AKAN ALLAH
1. Sebab Allah adalah “Tuhan langit dan bumi”; “Bapa segala roh” (Mat 11 : 25; Ibr 12 : 9).
Kita adalah anak-anakNya; Anak menghormati bapanya adalah patut (Mal 1 : 6).
Barangsiapa percaya kepada Tuhan dan memperoleh Roh Kudus, lebih membuktikan adalah anak Allah (Rm 8 : 14-16; Gal 4 : 6) yakni kewajiban untuk lebih takut akan Allah.
2. Allah adalah Maha besar (Mzm 96 : 4), Maha tahu dan Maha Kuasa (Why 15 : 3-4). Pencipta langit dan bumi (Kej psl.1) berkuasa atas segala sesuatu (Mzm 103 : 19).
Pemegang hidup mati manusia (1 Sam 2 : 2-7). Dapat menyelamatkan dan membinasakan orang (Yak 4 : 12). Yakni harus ditakuti oleh semua orang.
3. Allah adalah kudus dan adil; Di dalam doa Tuhan Yesus jelas dikatakanNya (Yoh 17 : 11, 25).
Kelak dengan adil Ia akan menghakimi semua orang di dunia (Kis 17 : 31; Pkh 12 : 14; Rm 2 : 5-6).
Hanya yang takut akan Allah dan tekun berbuat baik, barulah akan memperoleh pembalasan dari Allah serta diberkatiNya (Rm 2 : 7).
II. KEGUNAAN/MAKNA TAKUT AKAN ALLAH
Bagi yang takut akan Allah, manafaat yang diperolehnya sangat banyak.
1. Permulaan hikmat yang sesungguhnya adalah takut akan Allah (Ams 9 : 10).
Bagi orang yang tidak mengenal kepada Allah, meskipun mempunyai kepandaian yang beraneka ragam, namun Alkitab menentukan bahawa dia adalah orang yang bodoh atau bebal (Mzm 14 : 1; 1 Kor 3 : 19-20).
2. Takut akan Allah barulah ada ketenteraman (Ams 14 : 26) manusia di dunia bersandar kepada pribadi, atau bersandar kepada orang, dan bersandar kepada wang, semuanya itu adalah sia-sia adanya (Yes 2 : 22; Pkh 5 : 13-14). Allah adalah pengandalan manusia satu-satunya (Yer 17 : 5-8).
Yang takut akan Allah iaitu seperti anak-anak yang memperoleh kasih sayang bapanya (Mzm 103 : 13).
Di dalam kesesakan, pasti setiap saat menolongnya (Mzm 46 : 1). Yang takut akan Allah, ada ketenteraman yang sempurna.
3. Takut akan Allah baru dapat menjauhi kejahatan (Ams 16 : 6). Dunia dikuasai oleh si jahat, manusia tidak berdaya mengalahkannya seorang diri (1 Yoh 5 : 19). Hanya bagi yang rajin berbakti kepada Allah, dapat mengalahkan serta menjauhi kejahatan tersebut. Seperti : Ayub, Yusuf adalah contoh yang nyata (Ayb 1 : 1; Kej 39 : 9).
4. Takut akan Allah pasti memperoleh berkat (Mzm 115 : 13). Berkat itu meliputi Rohani dan jasmani.
5. Takut akan Allah adalah sumber kehidupan (Ams 14 : 27); Dan kehidupan tersebut adalah kehidupan rohani yang kekal.
6. Takut akan Allah juga memperoleh kekayaan dan kehormatan (Ams 22 : 4).
Di dalam hati ada kepuasan (Ams 19 : 23).
Kepuasan Paulus adalah suatu bukti yang nyata (2 Kor 6 : 10; Flp 4 : 13-14).
7. Takut akan Allah, akhirnya adalah “Menyempurnakan kekudusan”, “Untuk diselamatkan” (2 Kor 7 : 1; 2 Tes 2 : 13).
- Terutama isteri yang takut akan Allah, akan lebih memperoleh pujian (Ams 31 : 30).
Di dalam Alkitab banyak contoh yang nyata.
Sara isteri Abraham, Rut dan Naomi, Hana, Abisai, Perempuan Sunem, ……..
Di dalam Perjanjian Baru, iaitu Maria ibu Tuhan, Hana, Maria dari Betania, Lidia, Priskila, Phebe, ……. Semua itu adaah wanita yang takut akan Allah, yakni isteri teladan yang memperoleh pujian.
III. BAGAIMANA TAKUT AKAN ALLAH
- Untuk memperoleh manafaat takut akan Allah, terutama harus mempunyai ketulusan takut yang sesungguhnya barulah berkhasiat, tidak boleh hanya takut pada bibirnya, namun sesungguhnya tidak ada (Mat 15 : 8-9) seperti orang Farisi, hanya takut di luarnya saja (Mat 23 : 1-2; Luk 18 : 11).
- Harus sesuai dengan erti kata “takut” serta melaksanakannya; “Hormat” adalah mengenal akan Kebesaran Allah, sungguh-sungguh menghormati Dia dari dalam hati.
Menyimpan rasa takut dalam hati terhadap keadilan dan kekudusan Allah, dan di hadapanNya.
Tidak berani berhati dan berfikiran yang tidak wajar, perkataan yang tidak tulus, perbuatan yang tidak layak. Sebab mengetahui bahawa Allah memilikinya. Sekalipun di dalam hati dan fikiran, perkataan, perbuatan, semuanya harus dijaga, supaya dapat sesuai dengan pengajaran Allah, sehingga sempurna tanpa kesalahan, barulah dikatakan takut yang sesungguhnya (Ayat Alkitab yang dapat dipergunakan : Mzm 2 : 11; Ams 15 : 3; Yer 17 : 10; Pkh 5 : 1-2; Flp 2 : 12; Mat 12 : 37; Ams 4 : 23).
Tambahan :
Judul tema yang panjang, setiap tema harus dibagi menjadi beberapa kali dan diterangkan dengan jelas.