Views: 130
Bahagian 13: Bersukacita Kerana Keinsafan Seiman
Nas kitab: 7:13-16
[1] Respon Terhadap Kesungguhan Kerja Titus (7:13)
“Sebab kamu semua menyegarkan hati Titus”.
Δ Kesetiaan dan kesungguhan Titus telah mendorongkan jemaat Korintus sehingga mereka rela menerima nasihatnya dan ini menggirangkan hati Titus.
“Kami lebih lagi bersukacita”.
Δ Jemaat Korintus menerimakan Titus, juga melayaninya dengan mesra dan menghormatinya, juga membuktikan mereka benar-benar menerimakan Paulus – ini amat menggirangkan Paulus dan teman- teman sekerja lain.
[2] Kemegahannya Tentang Jemaat Korintus Ternyata Benar (7:14)
“Aku memegahkan kamu kepada Titus dan kamu tidak mengecewakan aku”.
“Kemegahan kami di hadapan Titus sudah ternyata benar”.
“Kami senantiasa mengatakan yang benar kepada kamu”.
Δ Tujuan Paulus menegor sekeras-kerasnya jemaat Korintus ialah supaya mereka memulih-baiki semula kerohanian mereka. Namun, di belakang ia juga memperkatakan segala yang baik tentang mereka kepada orang lain. Ini bukanlah memain taktik melainkan menunjukkan akhlak seorang gembala. Dan akhirnya, apa yang ia megahkan semua dinampakkan, lantas ia berkata: ‘ternyata benar’ dan itulah sebabnya Paulus merasa amat gembira.
– Marilah kita teladani Paulus: jangan di depan orang kita memuji-mujinya, sebaliknya di belakang pula kita memburuk-burukkannya bahkan memfitnahnya (Tit 3:2).
[3] Bersukacita Kerana Semua Orang Taat Kepada Titus Bahkah Melayaninya Dengan Takut Dengan Gentar (7:15-16)
“Apabila Titus mengingat ketataan kamu semua, bagaimana kamu menyambut kedatangannya dengan takut dan gentar”.
“Kasihnya bertambah besar terhadap kamu”.
“Aku bersukacita, sebab aku dapat menaruh kepercayaan kepada kamu dalam segala hal (16).
Δ Taat, takut dan gentar.
Δ Ternyata dosa yang dilakukan jemaat Korintus amatlah berat; atas kesungguhan dan keikhlasan nasihat Titus, mereka amat tergerak lalu menyesali diri dan bertobat. Mereka mulai menghormati hamba Tuhan dan melayani Titus dengan hati yang takut dan gentar akan Tuhan.
“Menaruh kepercayaan keadaan kamu dalam segala hal”.
Δ Paulus percaya dengan yakin, setelah jemaat Korintus bangun semula daripada kegagalan, mereka pasti lebih mengasihi Tuhan.
Δ Apakah kerohanian seseorang itu baik atau tidak, bukan hanya dinyatakan pada aspek ia mengalahkan dosa, melainkan melihat juga apakah ia benar-benar bertobat setelah berbuat dosa, ataupun adakah ia masih mahu membela diri cuba menutupi dosa sendiri – begitulah diujinya tahap kerohanian seseorang pemercaya.
