4 Perbandingan Dogma Sakramen Perjamuan Kudus
|

4 Perbandingan Dogma Sakramen Perjamuan Kudus

Setelah Roh Kudus dicurahkan maka gereja berdiri,murid-murid sangat mementingkan mengadakan Perjamuan Kudus sesuai dengan pesan Tuhan Yesus.Hal ini terlihat dari tegoran dan nasihat Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus,agar mereka menerima Perjamuan Kudus dengan sikap yang saleh dan sesuai kebenaran(I Kor.11:17-32).

Keadaan tersebut sangat jauh berbeda dengan keadaan sekarang,dimana gereja-gereja mengadakan Perjamuan Kudus menurut anggapan dan cara sendiri,tidak sesuai dengan ajaran Tuhan dan pengajaran rasul-rasul.

A.PANDANGAN PERJAMUAN KUDUS

*Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:

1. Pandangan gereja Katolik:Teori “Perubahan Materi”
“ setelah roti dan cawan berisi air anggur diucap berkat maka roti yang menteri berubah menjadi tubuh Tuhan yang materi dan air anggur yang materi berubah menjadi darah Tuhan yang materi.”
Menurut gereja Katolik hal ini dikeranakan “Peristiwa”dan “Hekekat”adalah menyatu.Bila peristiwa berubah maka hakikatnya juga berubah.

Mengucapakan berkat adalah”Peristiwa”, roti dan air anggur adalah”Hakikat” .Setelah diucap berkat (peristiwanya berubah)maka hakikatnya juga berubah yaitu menjadi tubuh dan darah Tuhan yang materi.
Suatu ilustrasi untuk menjelaskan hal ini yaitu logam emas dari alam belum ada perubahan (ini hakikat), kalau logam emas ini kemudian oleh manusia dioleh(peristiwanya berubah)maka logam emas berubah menjadi kuning,berkilau terang dan sangat indah.

Catatan: Walaupun faktanya setelah pemberkatan roti dan air anggur tidaklah terjadi perubahan materi,namun jemaat gereja Katolik tetap menyakini bahwa roti dan air anggur tersebut adalah tubuh dan darah Tuhan yang materi.

2. Pandangan Zwingli : Teori”Lambang”(penganut gerakan reformasi).

“Roti dan air anggur hanyalah Lambang tubuh dan darah Tuhan”.
Pandangan ini banyak dianut oleh gereja-gereja pada umumnya.Oleh kerana gereja-gereja pada umumnya memandang Perjamuan Kudus hanyalah Lambang maka bahannya Perjamuan Kudus tidak harus roti tidak beragi dan air anggur asli.Mereka menggunakan roti biasa,roti tawar,kue bundar tipis,atau biscuit.Sedangkan air anggur mereka menggunakan arak anggur atau sirop beraroma anggur.

3. Pandangan Gereja Lutheran-Martin Luther: Teori”Penyatuan Materi.”

“Setelah diucap berkat roti dan air anggur tidak berubah, tetapi tubuh Yesus yang materi menyatu bersama-sama roti yang materi dan darah Yesus yang materi menyatu bersama-sama air anggur yang materi.”
Suatu ilustrasi untuk menjelaskan hal ini yaitu sepotong besi dibakar api hingga membara.Besi yang dibakar api tersebut yang menyatu dengan api.Tuhan Yesus seperti api pada besi yang membara tersebut yaitu api menyatukan dengan besi.

4. Pandangan John Calvin:Teori “Netral”(penganut gerakan reformasi)

“Menerima Perjamuan Kudus hanyalah memperingati kematian Tuhan,tetapi bukan sama sekali tidak berkhasiat,waktu seseorang menerima Perjamuan Kudus membuktikan bahwa anugerah yang ia terima berkhasiat sehingga menerima Perjamuan Kudus mempunyai arti rohani.”
Pandangan ini berdiri di tengah antara pandangan Martin Luther dan Zwingli.John Calvin berusaha untuk menjembatani antara pandangan Martin Luther dan Zwingli,dengan tujuan agar mereka berbaik kembali,bekerja sama,bersatu hati demi gerakan reformasi.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1. Tidak setuju terhadap pandangan gereja Katolik bahwa dalam Perjamuan Kudus terjadi perubahan materi.Hal ini berdasarkan alasan-alasan sebagai berikut:

i) Paulus mengatakan:”Kerana roti adalah satu,maka kita sekalipun banyak,adalah satu tubuh,kerana kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu”(I Kor.10:17),Dikatakan”…mendapat bagian dalam roti yang satu itu. ” dikatakan “roti”(tetap roti bukan daging).kerana itu tidak terjadi perubahan materi.

ii) Setelah Tuhan Yesus mengadakan Perjamuan Kudus dengan murid-murid-Nya(Mat.26:26-28).Tuhan Yesus mengatakan:Akan tetapi Aku berkata kepadamu:mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya,yaitu yang baru,bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku.(Mat.26:29).Tuhan Yesus mashi menyebut tentang “anggur dari hasil pokok anggur.” Hal ini jelas menunjukkan bahwa dalam Perjamuan Kudus tidak terjadi perubahan materi.

iii) Waktu Tuhan Yesus mengadakan Perjamuan Kudus,Dia mengambil roti dan cawan lalu mengucap berkat,lalu mengatakan:”Inilah tubuh-Ku,Inilah darah-Ku.”Kalau roti berubah menjadi tubuh Tuhan Yesus secara materi bagaimana mungkin Dia memakai tangan-Nya sendiri mengangkat tubuh-Nya.Kalau air anggur berubah menjadi darah Tuhan secara materi bagaimana mungkin Ia memakai tangan-Nya sendiri mengangkat darah-Nya.

2. Tidak setuju terhadap pandangan Zwingli,bahwa Perjamuan Kudus hanyalah”Lambang”.Hal ini berdasarkan alasan-alasan sebagai berikut:

i) Perkataan Tuhan Yesus pada waktu mengadakan Perjamuan Kudus jelas sekali,Dia mengatakan:”Inilah tubuh-Ku,Inilah Darah-Ku”(Mat.26:26-28).Dia tidak mengatakan bahwa “Ini(roti)melambangkan tubuh-Ku,Ini (air anggur)melambangkan darah-Ku”.

ii ) Tuhan Yesus mengatakan:Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.(Yoh.6:55)Jelaslah,bahwa yang dimakan dan dimunum dalam Perjamuan Kudus bukanlah lambing.

​3. Tidak setuju terhadap pandangan Martin Luther,bahwa dalam Perjamuan Kudus terjadi”Penyatuan Materi.”Hal inni berdasarkan alasan-alasan sebagai berikut:
​​
i) Setelah Yesus mengucap berkat atas roti dan cawan,lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya,Dia mengatakan:Inilah tubuh-Ku,inilah Darah-Ku(Mat.2626-28).

​​ii) Yesus tidak mengatakan:”tubuh-Ku ini menyatu dengan roti ini dan darahku menyatu dengan air anggur ini.”

​​iii) Tidak mungkin terjadi penyatuan materi sebab tubuh jasmani(materi)dibatasi oleh ruang(kalau ada di sini,maka tidak ada di sana).

​​iv) Bila terjadi penyatuan materi maka kita tidak mungkin dapat menerima Perjamuan Kudus di berbagai tempat.

4. Pandangan Gereja Yesus Sejati:”Menjadi Tubuh Dan Darah Tuhan Rohani.”
​Hal ini berdasarkan alasan-alasan sebagai berikut:

i) ”Setelah roti dan air anggur diucap berkat maka Menjadi tubuh dan darah Tuhan rohani.”Pada waktu Tuhan Yesus mengucap berkat atas roti dan air anggur, di sini terdapat dua hal yaitu firman dan Roh Kudus.Yesus mengucap berkat adalah firman dan juga adanya Roh Kudus maka roti dan air anggur MENJADI tubuh dan darah Tuhan yang rohani.

Catatan: Angkatan terdahulu Gereja Yesus Sejati menggunakan istilah:”Perubahan rohani atau bertubuh secara rohani.”Maksudnya, setelah roti dan air anggur diucap berkat maka terjadi perubahan rohani menjadi tubuh dan darah Tuhan yang rohani.Belakangan ini, setelah ada penelitian terhadap istilah tersebut oleh salah seorang pendeta Gereja Yesus Sejati yang tinggal di luar negeri.Istilah “Perubahan rohani atau berubah secara rohani”dirasakan kurang begitu tepat.Sebab dalam Alkitab dikatakan:”…Firman itu adalah Allah(Yoh.1:1)””Firman itu telah MENJADI manusia.”(Yoh.1:1;14) Tidak dikatakan”Firman BERUBAH menjadi manusia.”(Yoh.1:1;14),”…Dia,yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia…” (I Tim.3:16).

Dikatakan:”Menyatakan diri-Nya”Tidak dikatakan”Berubah Diri-Nya”.Lalu bagaimanakah proses Firman menjadi manusia. Alkitab mengatakan:”…Roh Kudus turun atasmu dan kuasa Allah yang mahatinggi manaungi engkau;…”(Luk.1:35).Pertama,Roh Kudus turun.Kedua,Kuasa Allah menaungi.Demikian pula dalam Perjamuan Kudus.Roti dan air anggur oleh kerana firman dan kehadiran Roh Kudus maka”roti dan air anggur MNEJADI tubuh dan darah Tuhan rohani.”

ii) Ketika Tuhan Yesus menperkenalkan diri-Nya sebagai roti dari Sorga,Tuhan Yesus mengatakan:”Bekarjalah,bukan untuk makanan yang akan dapat binasa,melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal,yang akan diberi Anak Manusia kepadamu;sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa,Allah,dengan meterai-Nya.”Disini Tuhan Yesus menekankan pentingnya mendapatan makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal(makanan rohani)dan bukan makanan yang akan dapat binasa(makanan jasmani).

iii) Ketika Tuhan Yesus mengatakan Dia akan memberi tubuh-Nya dan darah-Nya untuk dimakan dan diminum manusia,orang Yahudi dan murid-murid Yesus tidak mengerti,mereka berpikir bagaimanan Dia dapat memberikan tubuh-Nya untuk dimakan dan darah-Nya untuk diminum.Sebab menurut Hukum Taurat,menusia tidak boleh membunuh manusia dan tidak boleh minum darah mahluk hidup.Sebenar yang dimaksud Tuhan Yesus di sini bukanlah tubuh dan darah-Nya yang jasmani/materi tetapi menunjukkan roti dan air anggur dalam Perjamuan Kudus.(Yoh.6:51-63).Kemudian Tuhan Yesus mengatakan:Rohlah yang memberi hidup,daging sama sekali tidak berguna.Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup(Yoh.6:63).Maksud Tuhan Yesus:yang Kuberikan kepadamu ini bukanlah daging dan darah materi tetapi tubuh dan darah-Nya yang rohani yaitu Perjamuan Kudus.Kerana itu,sesudah diucap berkat secara materi(wujud)tidaklah berubah,yaitu roi tetap roti dan air anggur tetap air anggur,namun telah menjadi tubuh dan darah Tuhan yang rohani (I Kor.10:16-22).

iv) Berdasarkan penjelasan Tuhan Yesus nahwa Manna yang dimakan oleh bangsa Israel nenunjukkan tubuh-Nya yang akan diberikan kepada kita untuk dimakan.(Yoh.6:31-35;49-51).Tuhan Yesus mengatakan:”Akulah roti Hidup(roti rohani)…”(Yoh.6:35).
iv)Tuhan Yesus berkata:”Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.”(Yoh.6:55).Artinya benar-benar dapat dimakan dan diminum yaiut dalam Perjamuan Kudus .Oleh kerana itu di dalam Sakremen Perjamuan Kudus,yang kita makan dan minum bukanlah lambing melainkan benar-benar tubuh dan darah Tuhan yang rohani.

vii) Oleh kerana menjadi tubuh dan darah Tuhan rohani maka Perjamuan Kudus adalah makanan dan minuman rohani.Paulus berkata:”mereka semua makan makanan rohani yang sama dan ,sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka,dan batu karang itu ialah Kristus”(I Kor.10:4).Di sini Paulus mengatakan bahwa yang dmakan dan diminum bangsa Israel adalah makanan dan minuman rohani.

iiv) Sejak dahulu pun Gereja Yesus Sejati berpandangan,ketika seseorang dibaptis,maka dalam air Baptisan ada darah Tuhan yaitu darah Tuhan yang rohani dan bukan darah yang bersifat materi.(I Yoh.5:6-7; Yoh.19:34)

B.BAHAN PERJAMUAN KUDUS

*Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:

​1.Roti
i)Menggunakan roti yang beragi dan telah diberi bahan penyedap.
​​ii)Menggunakan kue biasa atau kue bundar tipis atau biscuit.
​​iii)Menggunakan lebih dari satu roti.
​​iv)Menggunakan satu roti,setelah diucap berkat,roti dipotong-potong dengan pisau.

​2.Air anggur
i)Menggunakan arak anggur.
​​Catatan :arak anggur adalah air anggur yang telah mengalami proses peragian atau beralkohol)
​​ii)Menggunakan sirup beraroma anggur.
​​iii)Mengucap berkat dengan menggunakan satu cawan.

• Bahan Perjamuan Kudus-Gereja Orthodok Yunani:-Bahan Perjamuan Kudus memakai roti yang beragi,arak yang berwarna merah dan air.Maksud dari ketiga bahan tersebut adalah untuk memperingati kematian Tuhan Yesus dimana dari tubuh Tuhan Yesus mengalir air dan darah(Yoh.19:34).
• Bahan Perjamuan Kudus-Gereja Roma Katolik:-Bahan Perjamuan Kudus memakai kue bundar tipis kecil buatan khusus.
• Bahan Perjamuan Kudus-Gereja Lutheran:-Bahan Perjamuan Kudus memakai roti dan arak anggur.Roti boleh dibuat dari jelai,gandum,atau beras.Roti boleh beragi,dengan rasa manis atau asin,boleh dipotong-potong dengan pisau,boleh dipecah-pecah dengan tangan.Arak anggur boleh dari jenis apa saja.Dalam perkembangannya gereja Lutheran memakai roti atau kue tipis yang tidak beragi dan air anggur.
• Bahan Perjamuan Kudus-Gereja Presbiterian,Gereja Baptis,Gereja Advent dan Gereja Pentakosta:-Bahan Perjamuan Kudus boleh menggunakan roti biasa atau kue dan arak anggur.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1.Roti

i) Roti tidak beragi
Roti yang tidak beragi terbuat dari tepung gandum dan air,tanpa dibubuhi ragi atau bahan penyedap lainnya.Tidak menggunakan roti yang beragi atau keburukkan atau kemunafikan.Perjamuan Paskah dalam Perjanjian Lama melambangkan Perjamuan Kudus dalam Perjanjian Baru(I Kor.5:7).Perjamuan Paskah waktunya bergandengan dengan hari raya roti tidak beragi(Im.23:4-6).Oleh kerana itu dalam Perjamuan Paskah dilarang keras makan roti yang beragi.Demikian pula dala Perjamuan Kudus dilarang menggunakan roti yang tidak beragi melambangkan Tubuh Yesus yang tidak berdosa(I Kor.5:6-8).

ii) Satu ketul roti
Hanya menggunakan satu ketul roti,sebab tubuh Kristus hanya satu(I Kor.10:17).Satu ketul roti melambangkan hubungan gereja adalah satu tubuh di dalam Kristus.Mendapat bagian dalam roti yang satu juga menyatakan persekutuan satu tubuh yang akan menerima Perjamuan Kudus jumlahnya banyak,tetapi roti yang digunakan untuk Perjamuan Kudus tetap harus satu ketul.Seperti halnya dalam Perjamuan Paskah walaupun jumlah anggota keluarganya banyak tetapi tetap harus menggunakan seekor domba Paskah (Kel.12:3). Anak domba Paskah melambangkan Kristus(I Kor.5:7).
iii) Sesudah diucap berkat,roti yang tidak beragi tidak boleh dipotong-potong dengan pisau tetapi dipecah-pecahkan dengan menggunakan tangan,seperti yang dilakukan oleh Tuhan Yesus.Setiap jemaat mendapat sepotong roti kecil(Mat.26:26;I Kor.11:24).Mengapa roti yang tidak beragi tersebut tidak boleh dipotong-potong dengan pisau?Sebab anak domba Paskah juga tulangnya tidak ada yang dipatahan.Anak domba Paskah tulangnya tidak ada yang dipatahkan menunjukkan Tuhan Yesus ketika disalibkan,tidak ada satu pun tulang-Nya yang dipatahkan(Kel.12:46;Yoh.19:33-36).

​​2.Air anggur(cawan)
​​i)Menggunakan Air(buah)anggur(Mat.26:29),tidak menggunakan arak anggur,sebab arak anggur adalah air anggur yang sudah mengalami proses peragian atau beralkohol.
​​ii) Air anggur tidak harus berwarna merah,yang penting adalah air anggur.Alkitab tidak ada pembatasan mengenai hal ini.
iii) Air anggur dimasukkan ke dalam sebuah cawan besar dan sesudah diucap berkat dituangkan ke dalam cawan-cawan kecil lalu dibagikan kepada jemaat.Setiap jemaat menerima satu cawan kecil(Luk.22:17,20).

C. ARTI MENERIMA PERJAMUAN KUDUS.

*Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:
​1. Menerima Perjamuan Kudus hanyalah memperingati kematian Tuhan.
​2. Menerima Perjamuan Kudus tidak mempunyai khasiat apa-apa.
​3. Menerima Perjamuan Kudus tidak bersifat rahasia.
​4. Menerima Perjamuan Kudus tidak mempunyai arti rohani yang dalam.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

​1. Menerima Perjamuan Kudus berarti memperingati kematian Tuhan(I Kor.11:25-26;Luk.22:19).

​2. Menerima Perjamuan Kudus berarti menerima bersama tubuh dan darah Tuhan(I Kor.11:27;10:16;Mat.26:26-28;Yoh.6:54).

​3. Menerima Perjamuan Kudus mempunyai arti rohani yang dalam dan bersifat rahasia.

​4. Menerima Perjamuan Kudus mempunyai khasiat:-
​​i) Bersekutu menjadi satu roh dengan Tuhan(Yoh.6:56).
​​ii) Akan memperoleh hidup kekal.(Yoh.6:54a)
​​iii) Akan dibangkitkan pada akhir zaman(Yoh.6:54b).
​​iv) Akan hidup selamanya(Yoh.6:53,57).

D. PEMBATASAN DALAM MENERIMA PERJAMUAN KUDUS.

• Gereja Katolik:-​​
i) Roti dan cawan berisi air anggur diterima oleh pejabat kudus yang melaksanankan Perjamuan Kudus.
ii) Jemaat hanya boleh menerima roti saja.
iii) Anak-anak tidal boleh menerima Perjamuan Kudus.
iv) Sebelum menerima Perjamuan Kudus jemaat harus berpuasa,dengan letentuan 3 jam sebelum menerima Perjamuan Kudus tidak boleh makan dan 1 jam sebelum menerima Perjamuan Kudus tidak boleh minum.Hal ini bertujuan agar jemaat menghormati Tuhan.

• Gereja Orthodok Yunani:-​
i) Jemaat boleh menerima roti dan arak.
ii) Anak-anak yang sudah dibaptis boleh menerima Perjamuan Kudus.

• Gereja Lutheran:-​​
i) Selain jemaat tidak diperbolehkan menerima Perjamuan Kudus.
ii) Anak-anak belum boleh menerima Perjamuan Kudus,sebab anak-anak belum mengerti apa dan bagaimana menguji diri sebelum menerima Perjamuan Kudus.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1. Jemaat harus menerima roti dan cawan berisi air anggur (Kel.12:43-45;48-49;Bil.9:13),yang bukan jemaat tidak boleh menerima Perjamuan Kudus.Ketika Tuhan Yesus mengadakan Perjamuan Kudus,murid-murid menerima roti dan cawan,tidak ada seorang pun yang dikecualikan.(Mat.26:26-27).Paulus berkata kepada jemaat Korintus bahwa mereka semua menerima bersama tubuh dan darah Tuhan(I Kor.10:16;I Kor.11:26).

2. Anak-anak yang telah dibaptis adalah orang-orang yang sudah menjadi milik Tuhan,maka mereka boleh menerima Perjamuan Kudus(Mat.10:16).

3. Orang yang belum dibaptis tidak boleh menerima Perjamuan Kudus(Kel.12:43;I Kor.10:16).

i) Di dalam hokum Taurat ditetapkan bahwa hanya orang yang telah menjadi Jemaah(telah disunat)yang boleh makan Perjamuan Paskah yaitu makanan daging anak domba Paskah,roti tidak beragi dan sayur pahit(Kel.12:43-47;Kel.12:8).Perjamuan Paskah melambangkan Sakremen Perjamuan Kudus(I Kor.5:7-8).Oleh kerana itu orang yang belum dibaptis(bukan jemaat)tidak boleh menerima Perjamuan Kudus.

ii) Kerana tubuh dan darah Tuhan adalah kudus,maka orang yang belum menerima baptisan pengampunan dosa yaitu syarat untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah,maka belum layak menerima roti dan cawan.

iii) Meskipun jemaat dari gereja lain telah dibaptis,tetapi kerana Sakremen Baptisan Air mereka tidak ada khasiat mengampuni dosa,maka mereka tetap tidak boleh menerimanya.

iv) Dalam 1 Kor.10:16 disebutkan”Persekutuan”(Koinonia).Sakremen Perjamuan Kudus disebut juga sebagai”Persekutuan Kudus”(Holy Communion).Orang yang belum percaya Tuhan,jemaat dari gereja lain dan orang yang belum dibaptis di Gereja Yesus Sejati mereka tidak boleh menerima Perjamuan Kudus di Gereja Yesus Sejati sebab keberadaan mereka adalah di luar persekutuan Gereja Yesus Benar.

​4. Jemaat yang berbuat dosa yang mendatangkan maut,tidak boleh menerima Perjamuan Kudus(I Yoh.5:16-17).

i) Dosa yang dilakukan jemaat,ada yang mendatangkan maut,juga ada yang tidak mendatangkan maut(I Yoh.5:16-17).Jemaat yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut asalkan bertobat memohon pengampunan Tuhan maka dapat menerima roti dan cawan sebab darah Tuhan ditumpahkan agar dosa terampuni(Mat.28:28),maka darah-Nya selamanya berkhasiat membersihkan dosa(I Yoh.1:7-9).Tetapi jika berbuat dosa yang mendatangkan maut,maka tidak ada korban untuk penebusan lagi,dan tidak dapat bertobat kembali,oleh kerana itu ia tdak boleh menerima roti dan cawan Perjamuan Kudus(Ibr.6:4-8;10:26-29).

ii) Dari arti”Persekutuan”orang yang berbuat dosa yang mendatangkan maut bererti bukan lagi menjadi anggota dari persekutuan tubuh Kristus sebab ia telah kehilangan kelayakan menerima roti dan cawan dalam persekutuan dengan anggota tubuh Kristus yang lain.

iii) Jemaat harus menguji diri sebelum menerima Perjamuan Kudus(I Kor.1!:27-32).Jemaat yang dengan cara yang tidak layak makan roti dan minum cawan Tuhan maka berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan.Oleh kerana itu jemaat harus menguji diri dan baru sesudah itu makan roti dan minum cawan Tuhan.Di gereja Korintus ada jemaat dengan cara tidak layak makan roti dan minum cawan Tuhan,sehingga banyak di antara mereka yang lemah

​5. Menerima Perjamuan Kudus harus diterima di satu tempat (Kel.12:46;29-30;I Kor.10:16-17).

i) Di dalam hokum Taurat ditetapkan bahwa anak domba Paskah harus dimakan dalam sebuah rumah dan tidak keluar rumah(Kel.12:46).Sebab Perjamuan Paskah yang mula-mula diadakan pada malam hari menjelang bangsa Israel akan ke luar dari Mesir. Pada waktu itu,Malaikat di luar rumah sedang membunuh anak sulung bangsa Mesir,maka tidak boleh melangkah ke luar rumah satu langkah pun,supaya terhindar dari tulah(I Kor.10:16-17).

ii) Di dalam zaman Perjanjian Baru,menerima Sakremen Perjamuan Kudus berarti ikut dalam persekutuan tubuh Kristus,maka harus menerima roti dan cawan Tuhan bersama-sama di satu tempat(I Kor.10:16-17).

​6.Pada waktu akan menerima Perjamuan Kudus,tidak harus berpuasa sebab Tuhan mendirikan/mengadakan perjamuan Kudus ketika makan Paskah(Luk.22:14-22).

​E. CARA JEMAAT MENERIMA ROTI DAN CAWAN:

• Gereja Orthodok Yunani:-​Roti,arak dan air dicampur menjadi satu dalam sebuah sendok.

• Gereja Katolik:-​​Pada waktu menerima roti,jemaat akan diberi sebuah roti bundar tipis buatan oelh pastor.Roti tersebut di dalam mulut tidak boleh digigit,tetapi dibiarkan hancur sendiri di
Dalam mulut.

• Gereja Lutheran:-​​Jemaat berlutut di depan mimbar lalu menerimanya dengan sikap hormat.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1.Roti yang tidak beragi setelah diucap berkat dalam nama Tuhan Yesus lalu dipecah-pecahkan dengan tangan dan diberikan kepada jemaat.Setiap jemaat memperoleh satu potong roti kecil(Luk.22:19;Mat.26:26;I Kor.11:24).

2.Cawan besar berisis air anggur setelah diucap berkat lalu dituangkan ke dalam cawan-cawan kecil dan diberikan kepada jemaat.Setiap jemaat memperoleh satu cawan kecil berisi air anggur(Luk.22:20;Mat.26:27;I Kor.11:25).

3.Roti dan air anggur Perjamuan Kudus tidak boleh ditinggalkan sampai esok pagi(Kel.12:10;34:25).

3 Perbandingan Dogma Sakramen Pembasuhan Kaki
|

3 Perbandingan Dogma Sakramen Pembasuhan Kaki

Gereja-gereja pada umumnya menganggap bahwa Basuh Kaki bukannya Sakremen.Oleh kerana itu gereja-gereja pada umumnya tidak ada Sakremen Basuh Kaki.Mereka menganggap bahwa Basuh Kaki hanyalah adat istiadat orang Yahudi.Gereja-gereja pada umumnya hanyalah mengambil semangat dan pengajaran Tuhan Yesus dalam hal menbasuh kaki murid-murid-Nya(Yoh.13:1-20).

*Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:
1. Berpandangan bahwa Basuh Kaki bukanlah Sakremen.
2. Basuh Kaki hanyalah adat istiadat orang Yahudi dan tidak ada hubungannya dengan keselamatan.
3. Hanya mementingkan semangat dan pengajaran Tuhan Yesus dalam hal membasuh kaki murid-murid-Nya.
4. Basuh Kaki hanyalah tercatat dalam injil Yohanes pasal 13.Kalau Basuh Kaki adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan, tentu adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan,tentu dalam injil Matius,Markus dan Lukas pun akan dicatat.
5. Gereja Katolik melakukan Basuh Kaki secara ”Simbolis”dimana Paus membasuh kaki para Uskup pada hari Jumat Agung yang telah ditentukan.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:
Basuh Kaki adalah Sakremen (berhubungan dengan keselamatan),harus diterima oleh setiap jemaat,selain itu dalam Basuh Kaki juga terkandung pengajaran rohani.

1. Basuh Kaki adalah Sakremen:
i) Tuhan Yesus memberi contoh/teladan membasuh kaki murid-murid-Nya (Yoh.13:4-5).
​​​​ii) Tuhan Yesus memerintahkan agar murid-murid-Nya melakukan Basuh Kaki seperti yang Tuhan Yesus lakukan (Yoh.13:15).
​​​​iii) Basuh Kaki berhubungan atau berkaitan dengan keselamatan yaitu untuk mendapat bagian dalam Tuhan (Yoh.13:8).

2.Walaupun “Basuh Kaki” hanya tertulis dalam injil Yohanes pasal 13, tetapi kita tidak boleh mengabaikannya,melainkan harus menerima(mendengarkan)dan melakukannya sebab ini pun firman Tuhan.Semua perintah Tuhan harus dilaksanakan.Tidak ada satu perintah pun dapat diabaikan,tidak peduli berapa kali perintah tersebut dicantumkan dalamAlkitab.Tuhan Yesus dengan jelas dan tegas memerintahkanmurid-murid-Nya untuk melakukan seperti yang Dia lakukan.” sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu(Basuh Kaki),supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.”(Yoh.13:15).Tuhan Yesus sebelum naik ke Sorga berpesan kepada murid-murid-Nya:”dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.Dan ketahuilah,Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”(Yoh.28:20).

Di sini kita ketahui,bahwa murid-murid diperintah oleh Tuhan Yesus agar mereka mengajar jemaat untuk melakukan segala seuatu yang telah diperintahkan oleh Tuhan Yesus.Pada akhir zaman,dasar untuk penghakiman adalah firman yang telah dikatakan oleh Tuhan Yesus.Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku,tetapi tidak melakukannya,Aku tidak menjadi hakimnya,sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia,melainkan untuk menyelamatkannya.Barangsiapa menolak Aku,dan tidak menerima perkataan-Ku,ia sudah ada hakimnya,yaitu firman yang telah Kukatakan,itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.(Yoh.12:47-48).Oleh kerana itu kita juga harus melaksanakan Basuh Kaki kerana Basuh Kaki adalah perintah Tuhan.

3. Cara Sakremen Basuh Kaki:

i) Syarat pembasuh kaki:​
a) Pembasuh Kaki adalah orang yang telah menerima Baptisan Air dan Roh Kudus, dilakukan oleh pejabat kudus gereja yaitu Penatua atau Diaken atau Pendeta.

​b) Mencontoh Tuhan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya (Yoh.13:4-5;15-17).
• Dengan rendah hati berbuat seperti hamba.
• Menuangkan air ke dalam sebuah basi.
• Membasuh kaki murid-murid-Nya.
• Menyekanya dengan kain.

c) Pembasuh kaki ketika membasuh kaki harus mengucapakan:”Dalam nama Tuhan Yesus membasuh kaki. ”Pembasuh kaki berarti mewakili Tuhan Yesus(Kol.3:17).

ii) Syarat penerima Basuh Kaki:
a) Orang yang menerima Sakreman Basuh Kaki haruslah telah menerima Baptisan Air (telah menjadi murid Tuhan)(Mat.28:19-20;Yoh.13:1-5).Yang dibasuh kaki oleh Tuhan Yesus adalah murid-murid-Nya dan bukan orang lain.
b) Penerima Basuh Kaki haruslah menerima Sakremen Basuh Kaki dengan rasa syukur dan bertekad meneladani Tuhan Yesus,serta melakukan apa yang Tuhan Yesus ajarkan/perintahkan.

4. Basuh Kaki dalam adat istiadat orang Yahudi berbeda dengan Basuh Kaki yang dilakukan oleh Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya.Basuh Kaki yang dilakukan dan diperintah oleh Tuhan Yesus bukanlah adat istiadat Yahudi.
Perbedaan Basuh Kaki dalam adat istiadat Yahudi dan Basuh Kaki yang dilakukan oleh Tuhan Yesus adalah sebagai berikut:

i) Orang Yahudi membasuh kaki mereka setiap akan masuk ke dalam rumah.Sedangkan Tuhan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya di dalam rumah pada saat mereka akan makan Paskah(Yoh.13:1-5).

ii) Tempat mandi orang Yahudi biasanya jauh dari rumah mereka.Untuk mandi,mereka harus berjalan kaki ke tempat mandi.Setelah mandi,mereka berjalan kaki kembali pulang ke rumah.Dalam perjalanan pulang,kaki mereka kotor lagi maka setibanya rumah,mereka membasuh kaki.Sedangkan Basuh Kaki yang dilakukan oleh Tuhan Yesus mengandung anti rohani,pengajaran rohani dan khasiat rohani.(Yoh.13:1-7).

iii) Dalam adat istiadat Yahudi,seorang budak berkewajiban membasuh kaki tuannya.Sedangkan Tuhan Yesus sebagai Tuan/Tuhan/Guru membasuh kaki murid-murid-Nya(Yoh.13:13-14).
iv)Orang Yahudi membasuh kaki mereka dengan tujuan supaya kaki mereka tidak mengotori permadani rumah.Sedangkan Basuh Kaki yang dilakukan oleh Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya adalah supaya murid-murid-Nya mendapat bagian di dalam Tuhan. Tuhan Yesus mengatakan:”Apabila engkau tidak dibasuh kaki, engkau tidak mendapat bagian di dalam Aku.”(Yoh.13:8).

iiv) Melakukan basuh kaki menuruti adat istiadat orang Yahudi tidaklah memperoleh berkat apa-apa.Sedangkan melakukan Basuh Kaki seperti yang diperintahkan Tuhan Yesus akan memperoleh berkat.
Tuhan Yesus mengatakan:”Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah (beroleh berkat)kamu, jika kamu melakukannya.”( melakukan Basuh Kaki)(Yoh.13:17).

5.Arti rohani dari perbuatan Tuhan Yesus membasuh kaki.

i) Tuhan Yesus bangkit dari tempat duduk (Yoh.13:4).Mengandung arti rohani: Tuhan meninggalkan tahta Sorga (Why.5:13; 4:11).

ii) Tuhan Yesus menanggalkan jubah (Yoh.13:4).Mengandung arti rohani: Tuhan meninggalkan kemuliaan (Flp.2:6-7).

iii) Tuhan Yesus mengambil kain lenan dan mengikat pada pinggan-Nya (Yoh.13:4).Mengandung arti rohani:Tuhan mengambil rupa seorang hamba(Flp.2:7).

iv) Tuhan Yesus menuangkan air ke dalam sebuah basi(Yoh.13:5).Mengandung arti rohani:Dengan air dan firman menguduskan(Ef.5:26).

vii) Tuhan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya (Yoh.13:5).Mengandung arti rohani: Dengan sukarela melayan (Mat.20:28; Yoh.13:13-14).

viii) Tuhan Yesus menyeka kaki murid-murid-Nya dengan kain lenan (Yoh.13:5).Mengandung arti rohani: Mengampuni tanpa meninggalkan bekas (Ef.4:32; Kol.3:13).

6. Arti rohani dan Sakremen Basuh Kaki yang dilakukan oleh Tuhan Yesus.

i) Menyatakan bahwa Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya sampai kepada kesudahannya (Yoh.13:1).” sampai kepada kesudahannya”dalam bahasa asal terkandung maksud yaitu hingga akhir dan sampai tidak terbatas.
• Tuhan Yesus tetap mengasihi murid-murid-Nya menjelang detil-detik terakhir Kematian-Nya kayu salib.Demikian pula setelah Yesus bangkit dari kematian sampai Dia naik ke sorga tetap mengashi murid-murid-Nya (Yoh.20:19-31;Yoh.21;Mrk.16:9-14;Mat.26:20;Yoh.14:18).
• Tuhan Yesus menghendaki umat-Nya tidak meremehkan anugerah sungguh-sungguh maka Ia akan menyelamatkan mereka sampai kepada keseudahannya.

ii)Menyatakan bahwa Tuhan Yesus menginginkan murid-murid-Nya hidup dalam kekudusan(Yoh.13:10-11).
• Tuhan Yesus , mengatakan:”Barangsiapa telah mandi,ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya,kerana ia sudah bersih seluruhnya.Juga kamu sudah bersih,hanya tidak semua.”(Yoh.13:10).
Arti dalam bahasa asal penegasan Tuhan Yesus dalam Yoh.13:10”Barangsiapa telah mandi , ia tidak usah lagi membasuh kepala dan tangannya,kerana sudah bersih selutruhnya,tetapi kakinya harus dibasuh satu kali. ”Kata”Mandi” mengandung arti pembersihan. ”Bersih”menunjukkan hal rohani yaitu “Kekudusan”.Hal ini mengandung arti bagi kita, setelah seseorang dibaptis,yaitu ”mandi secara rohani”,dia hanya perlu membasuh kakinya.”Kaki”melambangkan tingkah laku dan perbuatan seseorang menjaga kebersihan”Kaki” (perbuatan) mereka setelah dibaptis dalam nama Tuhan Yesus,maka mereka akan benar-benar bersih seluruhnya.

​iii)Menyatakan bahwa Tuhan Yesus rendah hati dan melayani orang(Yoh.13:12-14).
Alkitab mengatakan:”yang walaupun dalam rupa Allah,tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri,dan mengambil rupa seorang hamba,dan menjadi sama dengan manusia.”(FIp.2:6-7).”Kerana Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani,melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”(Mrk.10:45)

iv) Menyatakan pengampunan Tuhan Yesus yang mulia(Yoh.13:11-12)

Yudas, murid Yesus yang akan menjual Tuhan Yesus pun diberi kesempatan oleh Tuhan Yesus untuk bertobat,namun Yudas tidak bertobat.Lalu Tuhan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya(tidak terkecuali Yudas),Ia menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggannya.Ini menunjukkan pengampunan Tuhan Yesus yang mulia.

​7 .Pengajaran rohani bagi penerima Basuh Kaki.

i) Mengajarkan dan mengingatkan kita,agar berjalan di atas jalan terang Tuhan(Yes.2:5;1-4;Yoh.14:6).

​ii) Mengajarkan kita berjalan di jalan yang rata dan lurus dengan mata yang tertuju kepada Yesus(Ams.4:26-27;Ibr.12:1-2).

iii) Mengajarkan kita agar berjalan dalam jalan kekudusan(I Ptr.1:13-16;12:14-17).

​iv) Mengajarkan kita agar berjalan dalam Kebenaran(Mzm.119:30-32;1:6’Ams.16:31;12:28).

vii) Mengajarkan kita agar berjalan sampai akhir(Kis.20:22-24;II Tim.4:6-8).

*Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:
Tuhan Yesus memerintahkan murid-murid-Nya:”Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu,maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu.”(Yoh.13:14).Tetapi mengapa
pada saat Sakremen Basuh Kaki dilaksanakan di Gereja Yesus Sejati hanya para pendeta yang membasuh kaki jemaat sedangkan jemaat dengan jemaat tidak melakukan saling basuh kaki?

*Pandangan Gereja Yesus Benar:
Basuh kaki yang dilakukan oleh Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya adalha Sakremen sedangkan saling basuh kaki bukanlah Sakremen melainkan perintah Tuhan yang mengandung pengajaran rohani.

1. Sebagai sebuah Sakremen,Basuh Kaki berhubungan atau berkaitan dengan keselamatan yaitu untuk mendapat bagian dalam Tuhan(Yoh.13:8).Murid-murid tidak melakukan saling basuh kaki ketika Tuhan Yesus membasuh kaki mereka.Itulah sebabnya Tuhan tidak berkata:”jikalau engkau tidak saling membasuh kaki satu dengan yang lain,engkau tidak mendapat bagian di dalam Aku.”Melainkan Dia berkata:”jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.”

Pada saat Sakremen Basuh Kaki berlangsung,pejabat kudus gereja(Pendeta,Penatua atau Diaken)mewakili Tuhan melakukan Basuh Kaki atas nama-Nya sehingga orang-orang percaya yang menerima Sakremen Basuh Kaki mendapat bagian dalam Tuhan.Murid-murid tidak melakukan saling basuh kaki ketika Tuhan Yesus membasuh kaki mereka,oleh kerana itu Sakremen Basuh Kaki tidaklah mencakup saling basuh kaki.

2. Saling basuh kaki mengandung pengajaran rohani (Yoh.13:14b).

i) Mengandung pengajaran rohani:saling mengasihi(Yoh.13:31-35;Mrk.12:30)

​ii) Mengandung pengajaran rohani:saling membersihkan (saling mengingatkan/menasihati)(Yoh.13:10;Yak.5:16).

​iii) Mengandung pengajaran rohani:saling mengampuni(Ef.4:32;Kol.3:13)

iv) Mengandung pengajaran rohani:saling melayani(Yoh.13:4-5,12:1;Ptr.4:10)

​v) Mengandung pengajaran rohani:saling rendah diri(Yak.4:6)

Walaupun saling basuh kaki dengan air kadang-kadang masih dilakukan di gereja sebagai tanda kasih dan pengampunan,tetapi yang terpenting adalah pengajaran rohaninya dari saling basuh kaki.

Dogma Sakramen Pembasuhan Kaki
| |

Dogma Sakramen Pembasuhan Kaki

Oleh Pdt. Hagai Tang 

                  Gereja Yesus Benar mempunyai tiga sakramen iaitu Sakramen Pembaptisan, Sakramen Pembasuhan Kaki dan Sakramen Perjamuan Kudus. Ketiga – tiga  sakramen ini merupakan kunci – kunci  Kerajaan Syurga yang dapat membuka pintu Kerajaan Syurga untuk memperoleh  keselamatan (Mat 16:19). Tuhan Yesus telah memberikan kunci – kunci  tersebut kepada gereja – Nya. Ini menandakan anugerah keselamatan hanya dapat diperolehi melalui gereja yang didirikan oleh Tuhan Yesus dengan menerima ketiga – tiga  sakramen tersebut. Namun banyak gereja dan dinominasi agama di dunia tidak percaya bahawa pembasuhan kaki yang dilakukan Tuhan Yesus di dalam Injil Yohanes 13 merupakan satu sakramen. Sebaliknya mereka mengatakan pembasuhan kaki itu hanyalah adat istiadat orang Yahudi. Namun Gereja Yesus Benar percaya bahawa pembasuhan kaki yang dilaksanakan oleh Tuhan Yesus adalah sakramen yang berkaitan dengan keselamatan.

Asal Usul Sakramen Pembasuhan Kaki      

a)      Tuhan Yesus memberi contoh dan teladan (Yoh 13:4-5)

i)       Tuhan menanggalkan jubahNya, mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggangNya, mengambil rupa seorang hamba (4).

ii)      Tuhan sendiri menuangkan air ke dalam sebuah basi dan membasuh kaki murid – muridNya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggangNya (5).

b)      Tuhan memerintahkan  murid–muridNya  melakukan sama seperti yang telah dilakukanNya (Yoh 13:15)

i)        Tuhan memberikan suatu teladan sakramen pembasuhan kaki supaya murid – muridNya tahu bagaimana harus melaksanakannya.

ii)       Memerintah murid–muridNya  supaya melakukan sama seperti yang telah dibuatNya.

c)        Tuhan berjanji  sesiapa yang melakukannya akan berbahagia (Yoh 13:17).

i)         Murid–murid  telah memahami nasihat dan pengajaran sakramen pembasuhan kaki.

ii)       Melaksanakan sakramen dan melakukan pengajaran pembasuhan kaki pasti diberkati.

Tujuan Sakramen Pembasuhan Kaki

~ Sakramen Pembasuhan kaki mempunyai dua bahagian iaitu bahagian sakramen dan  bahagian pengajaran.

a)  Bahagian Sakramen

Bahagian ini mempunyai khasiat rohani dan ada hubungan dengan keselamatan . Namun banyak gereja di dunia  menganggap pembasuhan kaki adalah  adat orang Yahudi dan bukannya sakramen. Mereka juga berkata Tuhan Yesus membasuh kaki murid – muridNya  untuk mengajar mereka  supaya melayani dengan rendah hati.

Gereja Yesus Benar percaya  bahawa pembasuhan kaki Tuhan Yesus bukan saja mengandungi pengajaran tetapi juga merupakan sakramen. Ini disebabkan apa yang dilakukan dan dikatakan oleh Tuhan Yesus semasa membasuh kaki  murid – muridNya  telah melebihi skop adat orang Yahudi. Oleh itu kita perlu melihat dengan jelas perbandingan di antara keduanya ini.

i) Tujuan Sakramen Pembasuhan  Kaki dan Pembasuhan  Kaki Menurut  Adat Yahudi.

Tujuan Sakramen Pembasuhan Kaki adalah untuk mendapat bahagian dalam Tuhan. Sesiapa yang  menolak pembasuhan kaki Tuhan Yesus  tidak mendapat bahagian dalam Tuhan (Yoh 13:8). Pada    malam paskah ketika makan malam, Tuhan Yesus menuangkan air ke dalam sebuah basi lalu membasuh kaki murid – muridNya  (Yoh 13:1-5). Ketika tiba giliran rasul Petrus, dia berasa hairan akan tindakan Tuhan Yesus yang membasuh kaki murid – muridNya  dan  berkata “Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?”. Petrus menolak dengan keras supaya kakinya  tidak dibasuh oleh Tuhan Yesus dengan berkata “Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya”. Ini disebabkan Petrus tidak memahami apakah kepentingan pembasuhan kaki yang dijalankan oleh Tuhan Yesus. Tuhan Yesus menjawabnya “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku”. Perkataan ‘bagian’ dalam bahasa asal adalah ‘meros’, yang sama dengan perkataan ‘bagian’ dalam Why 22:19 yang ada hubungan dengan keselamatan. Selepas Petrus mengetahui betapa seriusnya pelaksanaan pembasuhan kaki maka dengan serta merta dia meminta Tuhan supaya jangan hanya membasuh kakinya tetapi juga tangan dan kepalanya.

Apakah tujuan basuh kaki orang Yahudi? Jawapannya ialah untuk kebersihan. Orang Yahudi  biasanya mandi sebelum menghadiri sesuatu perjamuan dan  memakai  ‘sandals’ ketika berjalan , oleh itu kaki mereka mudah  menjadi kotor. Itulah sebabnya mereka perlu  membasuh kaki.

ii)  Siapa yang membasuh kaki?

Menurut adat orang Yahudi, hamba yang akan membasuh kaki tuannya atau murid yang membasuh kaki gurunya (1Sam 25:41). Apa yang dilakukan  oleh Tuhan Yesus adalah sebaliknya. Tuhan Yesus sebagai Guru dan Tuhan telah membasuh kaki murid – muridNya (Yoh 13:13-14).

iii) Bila kaki dibasuh?

Biasanya orang  Yahudi akan membasuh kaki sebelum masuk ke dalam rumah  (Hak19:21, Luk 7:44). Pembasuhan kaki Tuhan Yesus adalah berbeza iaitu semasa mereka sedang makan bersama (Yoh 13:2), Yesus bangun dari perjamuan itu lalu membasuh kaki murid – muridNya (Yoh 13:4). Justeru itu, kita mendapati bahawa pembasuhan kaki Tuhan Yesus sama sekali berbeza dengan pembasuhan kaki orang Yahudi sebab membawa tujuan yang berbeza. Apa yang dilakukan dan dikatakan oleh Tuhan Yesus semasa membasuh kaki murid – muridNya  telah melebihi skop adat orang Yahudi.

b)      Bahagian Pengajaran

Bahagian pengajaran ini berhubung rapat  dengan kemajuan dan kegagalan  sesebuah gereja. Saling membasuh kaki dalam Yoh 13:14  merupakan bahagian pengajaran yang perlu dilakukan selalu. Melalui  pembasuhan kaki Tuhan Yesus kita dapat mempelajari empat  pengajaran yang penting dalam hidup seorang kristian.

i)   Saling mengasihi  dengan sesungguhnya (Yoh 13:1)

Pembasuhan kaki yang dilakukan oleh Tuhan Yesus  telah menyatakan betapa besar kasih Tuhan Yesus kepada murid – muridNya. Apakah sifat kasih Tuhan Yesus kepada  murid – muridNya? –  Pertama ialah kasih Tuhan yang spontan (1 Yoh 4:10). Kedua ialah kasih yang sampai kepada kesudahannya (1 Yoh 3:16). Apakah tujuan Tuhan Yesus menunjukkan kasihNya ini? – Supaya mereka semua mendapat bahagian dalam Tuhan. Tuhan Yesus tahu bahawa iman mereka akan tergoncang apabila Dia ditangkap. Tuhan Yesus juga mengetahui Yudas Iskariot mulai merencanakan pengkhianatannya. Namun Tuhan Yesus tetap menunjukkan kasihNya dengan membasuh kaki murid – muridNya  supaya mereka mendapat bahagian di dalamNya. Tuhan tidak menghendaki seorang pun binasa (II Pet 3:9) dan Tuhan tidak  melepaskan peluang untuk memulihkan dan menyelamatkan kembali orang yang rohaninya hampir mati  (Mat 12:20).

Justeru itu, kita harus saling mengasihi dengan sesungguhnya (Yoh 13:34-35) dan mempelajari kasih Tuhan yang sanggup menyerahkan nyawaNya (1Yoh  3:16). Khususnya seiman yang lemah dalam iman kepercayaan memerlukan dorongan dan sokongan kasih yang lebih supaya mereka memperoleh kekuatan dan kesedaran untuk kembali kepada Tuhan (Gal 6:1).

iii)       Menjaga Kekudusan (Yoh 13:10-11)

‘Mandi’ diumpamakan ‘pembaptisan’. ‘Kaki’ diumpamakan ‘perbuatan’. Ini bererti siapa yang percaya dan dibaptis, dosanya diampuni.  Sekiranya dia memelihara ‘kaki’ supaya bersih maka dia adalah orang yang kudus. Dengan kata lain, Tuhan menghendaki kita menjaga kekudusan selepas menerima Sakramen Pembaptisan. Pada waktu itu terdapat masalah di antara murid – muridNya kerena mereka berebut kuasa,  siapa yang terbesar di antara mereka. Ini telah merosakkan hubungan mereka yang damai. Selain itu, Yudas mempunyai fikiran yang dicemari dengan ketamakan dan ingin menyerahkan Tuhan Yesus  (Yoh 13:2,11). Melalui perkataan dan perbuatan Tuhan Yesus dalam pembasuhan kaki, Tuhan Yesus  ingin menyedarkan mereka bahawa mereka harus menjaga kekudusan agar jangan dinodai dengan kemarahan, kebencian dan ketamakan (Mrk 10:41). Lebih – lebih lagi Tuhan ingin menyedarkan Yudas supaya membuang segala kejahatan di dalam hatinya. Malangnya Yudas berkeras hati dan tidak bertobat (Yoh13:26-27). Bagaimana kita menjaga kekudusan? – Iaitu dengan menjaga hati dengan segala kewaspadaan (Ams 4:23), menyimpan firman Tuhan  di dalam hati (Mzm 119:9) dan hidup damai dengan semua orang (Ibr 12:14).

iv)         Melayani dengan rendah hati (Yoh 13:4-5)

Tuhan Yesus memberi dan melayani dengan rendah hati. Tuhan Yesus adalah ‘guru’ dan ‘Tuhan’  bagi murid –muridNya (Yoh13:13-16). Ini menandakan status dan kedudukan Tuhan Yesus lebih tinggi daripada kedua belas muridNya, tetapi Tuhan Yesus telah merendahkan diri dan melayani mereka :-

  • Bangun dari jamuan (Yoh 13:4): Menandakan Tuhan tidak mempertahankan kedudukan dan tahktaNya yang mulia di Sorga.
  • Menanggalkan jubah (Yoh 13:4): Menandakan Tuhan meninggalkan identitiNya yang mulia (Fil 2:6).
  • Mengikat pinggang dengan kain lenan (Yoh 13:5): Menandakan Tuhan mengambil rupa sebagai hamba dan bersiap sedia untuk melayani (Fil 2:7-8).
  • Membasuh kaki murid – muridNya  (Yoh 13:5): Menandakan melayani semua orang.
  • Menyekanya dengan kain  ( Yoh13:5): Menandakan pelayananNya sempurna dan lengkap.

Melalui perbuatan Tuhan Yesus, mengajar murid – muridNya  tentang sistem dan semangat di gereja tidak sama dengan sistem dan semangat masyarakat dunia. Sistem di dalam masyarakat ialah orang terkemuka dan orang besar akan dilayani oleh hamba atau  orang bawahan. Tetapi sistem di dalam gereja ialah semakin melayani akan semakin dipandang besar dan terkemuka oleh Tuhan (Mrk 10:42-45). Maka kita haruslah rendah hati dan saling melayani.

v)        Pengampunan

Walaupun Tuhan Yesus mengetahui hati Yudas Iskariot merencanakan pengkhianatan terhadapNya (Yoh 13:10-11). Namun Tuhan Yesus masih membasuh kakinya. Ini menunjukkan Tuhan berlapang dada dan mengampuni Yudas. Bukan saja membasuh kakinya  bahkan menyekanya sampai kering ( Yoh 13:5). Ini menandakan pengampunan yang tidak  meninggalkan sebarang bekas. Dengan kata lain,  itulah pengampunan yang sempurna tanpa mengira dan membangkit – bangkitkan sebarang perkara. Keluarga rohani kita yang besar ini, tidak dapat dielakkan daripada berlakunya perselisihan dan salah faham di antara satu dengan yang lain. Pada masa itulah kita harus mengingati bagaimana semangat pengampunan Tuhan Yesus. Jika kita mengampuni orang lain yang bersalah terhadap kita maka Bapa di Sorga juga akan mengampuni kita (Mat 6:12,14-15).

3. Sakramen Perjamuan Kudus
|

3. Sakramen Perjamuan Kudus

I.       ASAL USUL

1.      Didirikan oleh tuhan Yesus (Mat 26 : 17-19, 26-29;  Mrk 14 : 12-16, 22-25;  Luk 22 : 7-20).

2.      Perintah tuhan Yesus harus dilaksanakan seperti itu (Luk 22 : 19).

3.      Tuhan Yesus pun memberi petunjuk kepada Paulus mengenai hal tersebut (1 Kor 11 : 23-25;  Gal 1 : 11-12).

II.     MAKNA

1.      Iaitu Sakramen memperingati Kematian Tuhan (1 Kor 11 : 26).

a.      Roti melambangkan tubuh Tuhan yang dipecahkan bagi kita (1 Kor 11 : 24;  Luk 22 : 19).

b.      Cawan melambangkan darah perjanjian Tuhan yang dicurahkan bagi kita (1 Kor 11 : 25;  Luk 22 : 20).

    • Perjanjian Baru iaitu perjanjian pengampunan dosa (Ibr 8 : 6-13;  10 : 16-17;  Yer 31 : 31-34;  Rm 11 : 27).
    • Perjanjian Baru didirikan berdasarkan darah Tuhan (Ibr 9 : 11-28;  10 : 29;  13 : 20).
    • Tuhan mati dan disalibkan kerana dosa-dosa kita (1 Ptr 2 : 22-25;  Yes 53 : 4-6;  Rm 4 : 25;  5 : 6-8).

Lambang : gunung batu yang dipukul melambangkan Tuhan (1 Kor 10 : 4;  Kel 17 : 5-6;  Mzm 78 : 15-16, 20).

2.      Menerima tubuh dan darah Tuhan bersama-sama (1 Kor 10 : 16).

a.      Roti dan cawan kerana diberkati sehingga menjadi tubuh dan darah Tuhan (Mat 26 : 26-28;  1 Kor 11 : 29).  Perjamuan Kudus bukan hanya sebagai lambang, tetapi dilaksanakan melalui pimpinan Roh Kudus, dan bukan di dalam hal material, melainkan di dalam roh berubah menjadi daging dan darah Tuhan, dan kita menyebutnya sebagai perubahan roh.

    • Daging Tuhan adalah benar-benar makanan, dan darah Tuhan adalah benar-benar minuman (Yoh 6 : 55-58).
    • Makanan yang sebenarnya adalah makanan rohani, dan minuman yang sebenarnya adalah minuman rohani (1 Kor 10 : 3-4;  Yoh 6 : 52, 60-63).

Manna melambangkan Tubuh Tuhan, dan air gunung batu melambangkan darah Tuhan.

3.      Orang yang makan tubuh dan minum darah Tuhan, iaitu mempunyai hidup kekal, dan akan bangkit pada akhir zaman (Yoh 6 : 53-54).

Lambang : Manna melambangkan tubuh Tuhan (Yoh 6 : 32-35, 47-51;  1 Kor 10 : 3).

III.    LAMBANG HARI PASKAH (Kol 2 : 16-17).

1.      Perjamuan Hari Paskah melambangkan perjamuan malam Tuhan (1 Kor 5 : 7-8).

a.      Hari Paskah adalah untuk memperingati penyelamatan Allah terhadap bangsa Israel (Kol 12 : 1-42;  13 : 3-10).

Roti tanpa ragi dan sayur pahit adalah melambangkan penderitaan di Mesir (Ke 12 : 8, 39), disebut juga roti penderitaan (Ul 16 : 3).

b.      Perjamuan Tuhan adalah untuk memperingati penyelamatan Tuhan terhadap kita (1 Kor 11 : 23-26).  Roti dan cawan menyatakan penderitaan dan kematian Tuhan (Ruj : Mrk 10 : 38;  14 : 36;  Yoh 18 : 11).

2.      Domba Hari Paskah melambangkan Kristus (1 Kor 5 : 7;  Kel 12 : 3-9).

    • Seekor anak domba (Kel 12 : 3) : Menyatakan penyelamatan tunggal (Kis 4 : 12).
    • Anak domba jantan tak bercela dan berumur 1 tahun (Kel 12 : 5) : Menyatakan bahawa Tuhan tidak bernoda (1 Ptr 1 : 19;  Ibr 9 : 14;  2 Kor 5 : 21;  1 Yoh 3 : 5;  Yoh 8 : 46;  Luk 23 : 14, 41).
    • Penyembelihan (Kel 12 : 6) : Menyatakan bahawa Tuhan adalah seperti domba yang dihela ke tempat penyembelihan untuk menerima kematian (Kis 8 : 32-35;  Yes 53 : 7-10;  Flp 2 : 8;  Why 5 : 6;  13 : 8).
    • Bubuhan darah (Kel 12 : 7) : menyatakan bahawa Tuhan mencucurkan darah untuk menyelamatkan kita (Ibr 9 : 12;  Ef 1 : 7;  Why 1 : 5;  5 : 9).
    • Dipanggang di api (Kel 12 : 8-9) : Menyatakan penderitaan yang dirasakan oleh Tuhan di atas kayu salib, seumpama dipanggang oleh api (Mat 27 : 46;  Mrk 15 : 34;  Mzm 22 : 1-9;  Ibr 2 : 9).
    • Tulang tidak boleh patah (Kel 12 : 46) : Dari sini dapat terlihat penggenapan janji yang dilambangkanNya (Yoh 19 : 36).
    • Matius, Markus, Lukas, ketiga Inji ini menjelaskan lambang Perjamuan Hari Paskah, terutama memperingati Perjamuan Tuhan pada Hari Paskah dengan menetapkan Perjamuan Kudus (Mat 26 : 17-19;  Mrk 14 : 12;  Luk 22 : 7).
    • Injil Yohanes menjelaskan lambang anak domba Hari Paskah, terutama memperingati Hari penyembelihan anak domba Tuhan yang dipantek di kayu salib (Yoh 19 : 14-31;  Ruj : Yoh 18 : 28, 39;  13 : 1;  1 : 29, 36).

IV.    PELAKSANAAN

1.      Hari dan waktu.

a.      Tidak perlu menentukan waktu.

Waktu adalah lambang, kita tidak perlu mentaatinya (Gal 4 : 10-11;  Kol 2 : 16-17).

b.      Tidak terbatas pada malam hari.

Hari Paskah adalah memperingati “Malam berjaga-jaga bagi Tuhan” maka harus diadakan pada malam hari (Kel 12 : 42;  Ul 16 : 1).

Perjamuan Tuhan ditentukan pada malam hari, tetapi penderitaan Tuhan adalah pada siang hari, maka tidak perlu dipastikan waktunya.

c.      Tidak terbatas pada jumlah.

Sering mengadakannya sampai Tuhan datang kembali (1 Kor 11 : 26).

2.      Bahan-bahan yang diperlukan.

a.      Roti :

Harus menggunakan roti tanpa ragi (1 Kor 5 : 6-8).

Ragi menyatakan kejahatan (Luk 12 : 1).

Hanya menggunakan satu ketul roti (1 Kor 10 : 17;  Ef 4 : 4).

b.      Cawan :

Harus menggunakan sari anggur (Mat 26 : 29;  Mrk 14 : 25;  Luk 22 : 18).

Bahasa aslinya : Yang dihasilkan dari pohon anggur, bukan arak anggur.

Arak anggur adalah beragi, maka tidak boleh digunakan, apabia dalam Sakramen Perjamuan Kudus menggunakan arak anggur adalah tidak tepat (Im 10 : 8-9;  Yeh 44 : 21).

3.      Cara.

a.      Harus demi Nama Tuhan (Mat 18 : 20).  Sebab Tuhan adalah Tuan dalam Perjamuan (sudah pasti yang memimpin Sakramen harus mempunyai Roh Kudus).

b.      Harus memperingati Kematian Tuhan (1 Kor 11 : 23-26).

c.      Mula-mula memberkati roti, kemudian memberkati cawan (1 Kor 11 : 23-25).

Luk 22 : 17 – Cawan hari Paskah.

Luk 22 : 19 – Cawan Perjamuan Kudus.

Luk 22 : 20 – Cawan Perjamuan Tuhan.

Perjamuan Tuhan adalah dilaksanakan pada Perjamuan Hari Paskah, cawan dalam Luk 22 : 17 adalah cawan hari Paskah, bukan cawan Perjamuan Kudus.

d.      Roti harus dipecahkan dengan tangan (1 Kor 11 : 24).

V.     MENERIMA

1.      Orang yang masih belum percaya tidak boleh menerimanya.

Roti tanpa ragi : Orang berdosa tidak dapat menerimanya.

Satu roti :   Tak ada sangkut paut dengan orang yang belum percaya.

Lambang : Orang kafir tidak boleh makan (Kel 12 : 43, 45).

2.      Tidak boleh sembarang menerima (1 Kor 11 : 27).

a.      Tidak boleh bersikap tidak saleh (1 Kor 11 : 20-22, 33-34).

Pada saat itu, bersamaan dengan pelaksanaan Perjamuan Kudus, terdapat orang yang menggaduhkan suasana ketertiban dengan bermabuk-mabukan arak.

b.      Yang berdosa tidak boleh menerima (1 Kor 11 : 28-32).  Setelah bertobat, barulah boleh menerimanya.  Tetapi bagi orang yang berbuat dosa mematikan, sama sekali tidak boleh menerimanya.

c.      Hendaklah menghindarkan benda-benda berhala (1 Kor 10 : 18-22).

Lambang : Orang yang belum disunat tidak boleh memakannya (Kel 12 : 44, 48-49).

3.      Harus menerima pada satu tempat (1 Kor 11 : 20;  10 : 16-17).  Sebab menerima Perjamuan Tuhan dan bergabung denganNya (Yoh 6 : 56).

Umat Kristian di dalam Tuhan pun harus bersekutu (1 Kor 10 : 17;  Yoh 17 : 11, 21-22;  Ef 4 : 3).

Lambang : Harus dimakan dalam satu rumah (Kel 12 : 46).

Perjamuan Kudus tidak boleh disisakan sampai pagi (Kel 12 : 10).

VI.    TEKAD

Orang yang menerima Perjamuan Tuhan harus menentukan ketekadan sebagai berikut :

1.      Harus hidup bagi Tuhan (2 Kor 5 : 14-15;  Rm 14 : 7-8;  1 Kor 6 : 19-20).

Lambang : Kuduskanlah bagi Tuhan semua anak sulung (Kel 13 : 1-2, 11-15).

2.      Harus hidup dengan suci (1 Kor 5 : 6-13).

    • Dengan roti tanpa ragi.

Lambang : memegang hari tanpa ragi (Kel 12 : 15-20).

3.      Harus saling mengasihi.

Roti adalah satu (1 Kor 10 : 17).

Tubuh adalah satu (1 Kor 12 : 12-30).

Lambang : Seekor anak domba dimakan untuk satu keluarga (Kel 12 : 3-4, 46).

4.      Harus menanti Kerajaan Syurga.

Yoh 6 : 54 – Pengharapan Kebangkitan.

1 Kor 11 : 26 – Pengharapan Kedatangan Tuhan kembali.

    • Hari Paskah tidak hanya melambangkan Perjamuan Tuhan, juga melambangkan Kerajaan Syurga (Luk 22 : 16;  Mat 26 : 29;  Mrk 14 : 25).  Ketika kita melaksanakan Perjamuan Tuhan, bersamaan juga harus mengharapkan Perjamuan Kerajaan Syurga (Luk 13 : 28-29;  22 : 29-30;  Why 19 : 7-9).

Lambang : Paskah yang mula-mula adalah dalam perjalanan berangkat ke negeri Kanaan (Kel 12 : 11).

BAB 12 PERJAMUAN KUDUS
|

BAB 12 PERJAMUAN KUDUS

I.             Penetapan Perjamuan Kudus

1. Perjamuan Kudus adalah didirikan oleh Tuhan Yesus sendiri (Luk 22:19, 20)

Δ        Pada malam Tuhan Yesus dijual, Dia makan Perjamuan Paskah bersama-sama murid-muridNya di sebuah rumah di Yerusalem (Luk 22:7-15).

Δ        Perjamuan Kudus didirikan pada waktu mengadakan Perjamuan Paskah. Cawan dalam Lukas fasal 20 ayat 17 adalah cawan hari Paskah; ayat 19 adalah roti Perjamuan Kudus, ayat 20 adalah cawan Perjamuan Kudus.  Kerana firman dan pemberkatan Tuhan atas roti dan cawan itu, maka jadilah Perjamuan  Kudus.

2. Tuhan menetapkan Perjamuan Kudus, juga memerintahkan murid-muridNya berbuat seperti apa yang Dia lakukan (Luk 22:19), oleh sebab itu, gereja harus mengadakan Perjamuan Kudus.

3. Setelah naik ke Sorga, Tuhan memberi petunjuk lagi kepada Paulus tentang Perjamuan Kudus (I Kor 11:23-25; Lihat: Gal 1:11, 12).

 

II.          Erti Perjamuan Kudus

1.      Memperingati kematian Tuhan Yesus (I Kor 11:26)

Hari Raya Paskah pada zaman Perjanjian Lama adalah untuk memperingati anugerah besar Allah yang menyelamatkan bani Israel di Mesir (Kel 11:21-27; 13:3).  Perjamuan Kudus pada zaman Perjanjian Baru adalah khusus untuk memperingati Tuhan Yesus mati demi kita (Luk 22:19; I Kor 11:24, 25).  Maka pelaksana harus menguraikan penderitaan dan kematian Tuhan sebelum memecahkan roti dan mengucap syukur, supaya jemaat mengenang dan bersyukur pada Tuhan.  Intinya seperti berikut:

Δ        Demi kita Tuhan dilahirkan di palungan, miskin seumur hidup, tidak ada tempat untuk meletakkan kepalaNya (II Kor 8:9; Luk 2:6, 7 ; 9:58).  Demi kesalahan kita Tuhan ditangkap, diolok-olok, dicambuk, dicaci maki, diludahi, dikenakan mahkota duri, kemudian dipakukan di atas kayu salib, mencucurkan darah, menderita dan mati (Rm 4:25; Mat 27:18-50; Mzm 22:12-16).

Δ        Kerana menanggung dosa kita, RohNya ditinggalkan oleh Allah, turun ke dunia orang mati dan mengalami maut untuk kita (Mat 27:45-52; Ibr 2:9; Kis 2:30-32).

Δ        Terima kasih pada Tuhan, ganjaran yang mendatangi keselamatan bagi kita ditimpakan kepadaNya dan oleh bilur-bilurNya kita menjadi sembuh (Yes 53:4-6).

2.       Persekutuan dengan darah dan tubuh Tuhan (I Kor 10:16)

Δ        Memecah roti menunjukkan pengorbanan Tuhan (I Kor 11:24; Luk 22:20).

Δ        Setelah mengucap syukur, roti dan cawan menjadi tubuh dan darah Tuhan (Mat 26:26-28; I Kor 11:29).

Δ         Barangsiapa makan daging Tuhan dan minum darah Tuhan, ia mempunyai hidup yang kekal dan Tuhan akan membangkitkan dia pada akhir zaman (Yoh 6:53, 54).

Menerima Perjamuan Kudus adalah suatu hal yang amat rahsia. Paulus berkata pada waktu tersebut di antara jemaat Korintus, kerana ada yang tidak mengakui tubuh Tuhan, sembarangan menerimanya, sehingga ada yang sakit atau mati (I Kor 11:28-30).  Dia juga mengambil perbandingan dari memakan persembahan berhala, menganggap bahwa memakan persembahan berhala adalah: “Bersekutu dengan roh-roh jahat” (I Kor 10:19, 20), dan menerima Perjamuan Kudus adalah memakan Perjamuan Tuhan, bersekutu dengan Tuhan (I Kor 10:21, 22).  Tuhan Yesus pernah berkata: “Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam Dia” (Yoh 6:56).  Maka dapat diketahui, bahwa Perjamuan Kudus adalah Persekutuan Roh yang rahsia, yang menerimanya menurut aturan, akan mendapat hidup Tuhan yang berlimpah-limpah dari Perjamuan Kudus, dan dipelihara Tuhan, pada hari kiamat akan bangkit dan berubah diangkat naik ke Sorga.  Maka harus mengenal bahwa Perjamuan Kudus adalah anugerah Tuhan, pahala yang besar dan menerimanya dengan penuh syukur dan saleh.

 

III.       Pelaksanaan Perjamuan Kudus

1.      Jumlah kalinya dan waktu

Δ        Ada yang berpendapat 1 tahun 1 kali pada Hari Raya Paskah.  Namun hari raya merupakan lambang, jadi kita tidak perlu melakukannya (Gal 4:10, 11).  Kalau memang Perjamuan Kudus untuk ‘memperingati kematian Tuhan’, juga bersekutu dengan Tuhan olehnya, maka tidak perlu membatasi jumlah kalinya, sebelum Tuhan datang kembali, boleh sering-sering mengadakannya (I Kor 11:26).

Δ        Mengenai waktu, walaupun Perjamuan Kudus Tuhan didirikan pada malam hari, tapi penderitaan Tuhan adalah pada siang hari, maka waktu pelaksanaannya tidak terbatas malam atau siang.

2.      Bahan Perjamuan Kudus

Δ        Harus menggunakan roti tidak beragi: Pada zaman Perjanjian Lama, tidak boleh menggunakan ragi pada hari raya Paskah, maka roti yang digunakan Tuhan pada Perjamuan Kudus tidak beragi (Im 23:4-6).  Ragi menunjukkan dosa, kejahatan, tidak boleh memakan roti yang beragi sebagai tubuh Tuhan (I Kor 5:7, 8; Lihat: Mat 16:5-12).

Δ        Hanya satu roti: tubuh Tuhan hanya satu, maka biar bagaimana banyak orangnya, hanya menggunakan satu roti, besar kecilnya roti adalah menurut banyak sedikitnya bilangan orang (Ef 4:4; I Kor 10:16, 17).

Δ        Harus menggunakan jus anggur: arak sudah beragi, tidak dapat mewakili darah Tuhan yang tak berdosa.  Menggunakan arak pada Perjamuan Kudus adalah tidak sesuai (Im 10:8, 9; Yeh 44:21).  Cawan Tuhan harus menggunakan jus anggur (Mat 26:29; Mrk 14:25).

3.      Pelaksana Perjamuan Kudus

Δ        Secara prinsipnya, melaksanakan hal-hal kudus harus dilakukan oleh penatua, diaken atau penginjil (Lihat: Kel 30:30).

Δ        Harus dilaksanakan dalam nama Tuhan Yesus, sebab Tuhan adalah Tuan dari Perjamuan Kudus (Mat 18:20).  Gereja Roh Kudus adalah kerajaan Allah, Perjamuan KudusNya adalah Perjamuan yang disertai Tuhan (Mat 26:29).

Δ        Setelah inti kebenaran Perjamuan Kudus disampaikan lalu berlutut bersama-sama, pelaksana mengucap syukur dengan doa akal, kemudian memecahnya dengan tangan, dan membagikannya pada jemaat (Mat 26:26).  Selanjutnya mengangkat cawan dan mengucap syukur, lalu dibagikan pada jemaat (Mat 26:27).

4.       Bagaimana menerima Perjamuan Kudus

Δ        Harus siap dengan kekudusan; harus memberitahu jemaat sebelum Perjamuan Kudus, supaya mempersiapkan diri dengan kekudusan – membuang ragi (I Kor 5:6-8; 11:27, 28; 10:18-21).

Δ        Mengakui daging dan darah Tuhan: roti dan cawan telah menjadi daging dan darah Tuhan setelah diucap syukur oleh firman Tuhan, maka jangan menganggap sebagai roti dan cawan biasa, supaya jangan sampai dihukum (I Kor 11:29, 30).

Δ        Harus menerimanya di satu tempat: ketika menerimanya harus penuh ketenangan, serius dan saleh, saling menunggu, jangan kacau, jangan dibawa keluar gereja, harus menerimanya dalam satu tempat (I Kor 11:33; 10:16, 17; Lihat Kel 12:46).  Sisa Perjamuan Kudus tidak boleh disimpan sampai esok pagi (Lihat: Kel 12:10).

Δ        Orang yang belum dibaptis di gereja kita tidak boleh menerimanya, demikian juga orang yang melakukan dosa maut (Lihat: Kel 12:43, 45; Ezr 2:62, 63; I Kor 11:27-30).

5.      Setelah menerima Perjamuan Kudus

Δ        Harus bertekad hidup demi Tuhan, sebab Tuhan mengasihi kita sehingga mengorbankan diri untuk kita (II Kor 5:14, 15; Rm 14:7, 8).

Δ        Harus hidup dalam kekudusan, seperti pada zaman dulu, setelah makan Perjamuan Paskah, harus memegang Hari Raya Tak Beragi (I Kor 5:6-13; Kel 12:15-20).

Δ        Harus saling mengasihi, bukan saja bersekutu dengan Tuhan, harus juga bersekutu dengan saudara seiman dalam Tuhan, menjadi satu tubuh, sebab kita semua bersekutu dalam satu roti (I Kor 10:17; 12:12-27).

Δ        Harus menanti kedatangan Tuhan, bangkit pada hari kiamat, pulang ke Sorga  (I Kor 11:26; Yoh 6:54; Why 19:7-9)

Bab 11 PEMBASUHAN KAKI
|

Bab 11 PEMBASUHAN KAKI

I.   Asal Usul Sakramen Pembasuhan Kaki

1.      Pembasuhan kaki Tuhan berbeda dengan adat istiadat

Pada malam Paskah, ketika makan malam, Tuhan menuangkan air ke dalam sebuah basi, lalu membasuh kaki murid-muridNya (Yoh 13:1-5). Daripada perkataan-perkataan yang diucapkan Tuhan sewaktu Dia membasuh kaki, kita boleh melihat sejelas-jelasnya pembasuhan kakiNya tidak sama dengan adat istiadat. Sama seperti Perjamuan Kudus yang ditetapkan pada perjamuan malam Paskah, atas perkataan-perkataan yang diucapkan Tuhan maka walaupun roti dan cawan yang digunakan pada Perjamuan Kudus sama dengan yang digunakan pada hari raya Paskah, namun ertinya sudah berubah (Rujuk: Luk 22:19, 20). Tuhan berkata kepada Petrus: “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku” (Yoh 13:8). KataNya lagi: “Kamu sudah bersih, hanya tidak semua” (Yoh 13:10). Kalau pembasuhan kaki Tuhan sama dengan pembasuhan kaki biasa, terima atau tidak, apa hubungan ‘bersih’ (iaitu bersih dalam hati) dengan ‘mendapat bagian dalam Tuhan’!

2.      Tuhan memerintah murid-muridNya agar melakukannya (Yoh 13:15).

Setelah selesai membasuh kaki murid-murid, Tuhan berkata kepada mereka: “Sebab Aku sudah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu” (Yoh 13:15). Sebelum naik ke Sorga, Tuhan berkata pula kepada murid-muridNya: “Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu, maka Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat 28:20). Pembasuhan kaki adalah salah satu perintah Tuhan, bagaimana kita boleh mengabaikannya !

3.      Tuhan berjanji bahawa berbahagialah jika melakukannya (Yoh 13:16, 17)

Perintah-perintah Tuhan sememangnya banyak, namun tidak satupun di antaranya kita berani pandang rendah maupun tolak. Justeru demikian, pembasuhan kaki yang disertai janji Tuhan: “Berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya” (Yoh 13:16), bukankah kita lebih harus melakukannya dan menjadi anak-anak yang taat?

 

II.   Erti Sakramen Pembasuhan Kaki

1.      Menyatakan kasih Tuhan sampai pada kesudahannya (Yoh 13:1)

Δ        Kerana kasih, Tuhan Yesus telah memilih murid-muridNya, tetapi apabila sampai waktu Tuhan akan meninggalkan dunia, mereka masih penuh sentimen darah daging, saling berdebat siapa yang lebih besar (Rujuk: Mrk 10:30-45). Yang lebih menyedihkan ialah Yudas disesatkan Iblis sehingga ingin menjual Tuhan (Yoh 13:2). Untuk memperbaiki keadaan tersebut dan meninggalkan teladan yang penting, maka Tuhan pun bangun dan membasuh kaki murid-murid (Rujuk: Mat 12:20; Yeh 18:32)

Δ        Kita harus mencontohi teladan Tuhan, dengan kasih yang abadi dan tulus ikhlas kita saling mengasihi (Yoh 13:34, 35; I Yoh 3: 16-18)

2.      Menyatakan bahawa Tuhan ingin murid-muridNya kudus (Yoh 13:10, 11)

Δ        Tuhan berkata: “Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, kerana ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua” (Yoh 13:10). ‘Mandi’ diumpamakan ‘baptisan’ ertinya ialah siapa yang percaya kepada Tuhan dan dibaptis, dosanya diampuni; andaikata ia memelihara ‘kaki’ supaya bersih (kaki melambangkan perbuatan: Ams 4:14, 26, 27) maka dia adalah seorang kudus. Waktu tersebut, Yudas sudah dinodai, maka Tuhan ingin mereka memahami maksudNya melalui pembasuhan kaki, yakni mereka harus membuang semua kejahatan di dalam hati, namun malangnya Yudas berkeras hati, tidak bertobat sehingga binasa (Yoh 13:26, 27).

Δ        Orang yang dibaptis ke dalam Tuhan dan menerima pembasuhan kaki Tuhan, harus memhami erti sakramen pembasuhan kaki; harus mengawasi langkah kaki sendiri dan menjauhi segala kejahatan (Ams 4:26, 27). Jika sengaja kena najis harus senantiasa menerima baptisan firman (air melambangkan firman), untuk memelihara kekudusan seluruh diri (Ef 5:26, 27; Yoh 17:17, 19)

3.      Menyatakan kerendahan hati dan pelayanan Tuhan (Yoh 13:12-14)

Δ        Setelah membasuh kaki, Tuhan berkata kepada murid-muridNya: “Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu” (Yoh 13:14). Pada waktu itu bukan saja Yudas tidak bersih, murid-murid juga merebut-rebut kedudukan tinggi, sehingga timbul rasa dengki (Mat 20:20-28). Maka Tuhan mengambil rupa seorang hamba, membasuh kaki mereka, memberi teladan supaya mereka memperingati teladan Tuhan, saling melayani dengan rendah hati.

Δ        Sistem dan semangat di gereja tidak sama dengan di negara dan masyarakat (Mrk 10:42-45), juga berbeda dengan organisasi pertubuhan ugama-ugama duniawi (Mat 23:1-12). Maka kita harus selalu mengingatkan ajaran-ajaran Tuhan dari pembasuhan kaki. Jangan gilakan kemuliaan yang sia-sia, jangan tinggi hati, harus rendah hati dan rela melayani orang (Gal 5:26; Flp 2:3; Rm 12:16)

4.      Menyatakan pengampunan Tuhan yang mulia

Δ        Yudas dipilih mengikut Tuhan dan mendapat kasih sayang Tuhan, namun dia tidak mengenang budi, ingin pula menjual Tuhan. Walaupun demikian, Tuhan masih tidak menolaknya bahkan membasuh kakinya dengan tujuan supaya ia bertobat dan berbalik ~ ini menampakkan kepada kita semangat pengampunan Tuhan yang sekian mulia (Rujuk: Yoh 13:11, 12; Mzm 41:9)

Δ        Dalam keluarga besar Allah sering timbul salah faham dan perselisihan, atau wujudnya hinaan, fitnahan, pemberontakan dan lain-lain. Waktu itulah kita harus memperingati semangat pengampunan yang ditunjukkan Tuhan dalam pembasuhan kaki, tidak menghitung kesalahan orang lain melainkan mengampuninya hingga pada akhirnya (Kol 3:12, 13; Mat 18:21-35)

5.      Supaya murid-muridNya mendapat bagian dalamNya (Yoh 13:8)

Δ        Ketika Petrus menolak pembasuhan kaki Tuhan, Tuhan berkata kepadanya: “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku”. Maka ia ketakutan, sebab dia tahu bahawa perkataan Tuhan sememangnya benar dan berkuasa (Rujuk: Mat 5:37; 24:35; Yoh 12:48). ‘Tidak mendapat bagian dalam Tuhan’ ertinya tidak ada hubungan dengan Tuhan, tidak dapat selamat (Rujuk: Ef 2:12). Perkataan ini membezakan pembasuhan kaki Tuhan dengan pembasuhan kaki adat istiadat. Maka yang mahu mendapat bahagian dalam Tuhan harus menerima pembasuhan kaki Tuhan.

Δ        Namun demikian, jika ingin mendapat bagian dalam anugerah Tuhan untuk selama-lamanya, bukan saja harus menerima pembasuhan kaki Tuhan setelah dibaptis, melainkan dalam kehidupan seharian, jika berbuat salah haruslah menerima nasihat kebenaran – baptisan firman (Rujuk: Mat 18:15-18; Why 22:14)

 

III.   Cara Sakramen Pembasuhan Kaki

1.      Bagi pelaksana pembasuhan kaki

Δ        Pembasuh kaki mewakili Tuhan: Sakramen pembasuhan kaki ialah menerima pembasuhan kaki Tuhan, di mana orang yang membasuh kaki mewakili Tuhan (pada prinsipnya dilakukan oleh penatua, diaken atau penginjil). Sebab Tuhan menjanjikan: “Barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku” (Yoh 13:20)

Δ        Harus mencontohi teladan Tuhan (Yoh 13:15-17); rendah hati berbuat seperti seorang  hamba, mengikat pinggang dengan kain tuala, menuangkan air ke dalam sebuah basi dan membasuh mereka satu per satu kemudian menyeka kering dengan kain pada pinggang (Yoh 13:4, 5)

Δ        Harus dalam nama Tuhan Yesus: dalam nama Tuhan Yesus menunjukkan mewakili Tuhan (Kol 3:17). Pada waktu mengadakan sakramen Pembasuhan Kaki, kaki kaum lelaki dibasuh ahli pekerja suci lelaki manakala bagian perempuan dilakukan oleh ahli pekerja suci perempuan.

2.      Orang yang menerima pembasuhan kaki

Orang yang percaya kepada Yesus dan dibaptis, barulah boleh menerima pembasuhan kaki, dan pembasuhan kaki adalah satu sakramen yang hanya boleh diterima satu kali, yang menerimanya harus memahami erti sakramen pembasuhan kaki, menerimanya dengan penuh syukur dan bertekad melakukan ajaran-ajaran Pembasuhan Kaki yang ditinggalkan Tuhan, juga bersedia menerima baptisan kebenaran seumur hidup, agar tetap kudus dan beroleh bagian dalam Tuhan sampai selama-lamanya (Rujuk: Yoh 13:8; Ef 5:26).

3.      Saling membasuh kaki

Pembasuhan Kaki Tuhan adalah sakramen yang mengandungi pengajaran, di mana pengajaran tersebut adalah yang sangat penting untuk membangunkan jemaat. Mengenai ‘saling membasuh kaki’, tempat yang ada adat istiadat membasuh kaki, harus melakukannya dengan rendah hati. Tempat yang tidak ada adat sedemikian, haruslah mengamalkan semangat saling membasuh kaki dalam kehidupan dari sehari ke sehari (Yoh 13:14).