28. Manusia Tidak Boleh Menipu Diri Sendiri
|

28. Manusia Tidak Boleh Menipu Diri Sendiri

Apabila manusia berpura-pura ada, namun sebenarnya tidak mempunyai, atau sebaliknya, bererti menipu dirinya sendiri (Gal 6 : 3).

I.       MENGAPA TIDAK BOLEH MENIPU DIRI SENDIRI

1.      Sebab mata Allah berada di segala tempat (Ams 15 : 3).

2.      Sebab Allah mengetahui perkataan dan perbuatan manusia (Mzm 139 : 3-4).

3.      Sebab Allah mengetahui fikiran manusia (Mzm 139 : 1-2).

II.     MENGAPA MANUSIA DAPAT MENIPU DIRI SENDIRI

1.      Untuk menutupi dosanya.

a.      Sejak nenek moyang melanggar perintah Allah (Kej 3 : 8-13).

b.      Kain membunuh Habel (Kej 4 : 8-10).

c.      Petrus makan dengan orang kafir (Gal 2 : 11-13).

2.      Untuk memuliakan dirinya.

a.      Saul melanggar perintah Allah (1 Sam 15 : 10-16, 30).

b.      Orang Farisi yang pura-pura berdoa sangat lama (Luk 18 : 9-11;  20 : 46-47).

c.      Ziba menyambut Daud (2 Sam 16 : 1-4;  19 : 24-30).

3.      Untuk memperoleh keuntungan harta.

a.      Akhan tamak untuk memperoleh benda yang binasa (Yos 7 : 10-25).

b.      Gehazi tamak untuk memperoleh hadiah Naaman (2 Raj 25 : 20-25).

c.      Yudas menjual Tuhan, namun masih mendekati Tuhan (Luk 22 : 47-48).

III.    BAHAYA DARI MENIPU DIRI SENDIRI

 1.      Menampakkan kebodohan diri (Ams 28 : 26;  1 Kor 3 : 18-19).

2.      Kerohanian yang tidak maju (Yak 1 : 22-26).

7. Tujuan Allah Menciptakan Manusia
|

7. Tujuan Allah Menciptakan Manusia

KATA PENGANTAR :

Allah telah menggunakan tanganNya selama enam hari untuk menciptakan langit bumi dan segala isinya, juga menciptakan taman Eden, dan terakhir baru manusia, maka Alah menciptakan manusia, pasti mempunyai tujuan.

I.       INGIN AGAR MANUSIA BEKERJA SAMA DENGAN DIA

1.      Memelihara dan menjaga taman Eden (Kej 2 : 15).

2.      Bekerja sama dengan Allah (1 Kor 3 : 9).

  • Gereja adalah taman Eden, bagi orang yang banyak memperhatikan pekerjaan Gereja, adalah bekerja sama dengan Allah.

II.     AGAR MANUSIA SERING BERHUBUNG DENGAN DIA (Kej 3 : 8-9)

1.      Allah ingin agar manusia berjalan dengan Dia (Mi 6 : 8).

2.      Kita harus menghampiri Allah (Yak 4 : 8).

  • Berdoa merupakan persekutuan dengan Allah, berkebaktian untuk mendengarkan Firman Allah, banyak berdoa dan banyak berkebaktian, maka sering berhubungan dengan Allah.

III.    AGAR MANUSIA MELAKUKAN PERINTAHNYA (Kej 2 : 16-17)

1.      Umat Allah harus mendengarkan Firman Allah (Yer 7 : 23;  Yoh 14 : 15).

2.      Barangsiapa melakukan akan memperoleh berkat (Kej 26 : 1-5, 12-13).

3.      Barangsiapa tidak melakukan akan terkutuk (Kej 3 : 14-24).

IV.    AGAR MANUSIA MEMBERITAKAN KEMASHYURANNYA (Yes 43 : 21)

1.      Umat Allah harus memberitakan kemashyuran Allah (1 Ptr 2 : 9).

2.      Hendaklah giat untuk memberitakan (Mrk 5 : 19-20).

V.     AGAR MANUSIA MEMULIAKANNYA (Yes 43 : 7)

1.      Di dalam segala perkara memuliakan Allah (1 Kor 10 : 31).

2.      Menjadi terang dan garam dunia (Mat 5 : 13-16).

2. Bagaimana Allah Memimpin Umat Manusia
|

2. Bagaimana Allah Memimpin Umat Manusia

Apabila umat manusia tidak memperoleh pimpinan Allah, pasti berjalan pada perjalanan sesat yang menuju kebinasaan.  Melalui apakah Allah memimpin umat manusia itu?

I.       MELALUI HATI SANUBARI – MELAKUKAN PERKARA

1.      Melalui hati sanubari melakukan hukum Taurat Allah (Rm 2 : 14-15).

2.      Apabila melakukan menurut Firman yang lurus, maka hati sanubarinya baik (Ibr 13 : 18).

3.     Apabila melakukan pekerjaan dengan hati sanubari yang murung, maka tidaklah akan takut (1 Ptr 3 : 16;  1 Tim 1 : 19).

  • Hendaklah melakukan perkara dengan hati sanubari, barulah mentaati kehendak Allah.

II.     MELALUI ALKITAB – PETUNJUK

1.      Alkitab adalah diilhamkan oleh Allah (2 Tim 3 : 16).

2.    Bertindak hati-hati sesuai dengan Firman di dalam Alkitab, perjalanannya pasti akan berhasil dan segalanya akan beruntung (Yos 1 : 8).

3.      Barangsiapa yang memperhatikan perkataan kudus, pasti bintang timur akan terbit bersinar di dalam hatinya (2 Ptr 1 : 19).

  • Hendaklah menyimpan janji Allah dalam hati, supaya jangan berdosa terhadap Allah (Mzm 119 : 11).

III.    MELALUI ROH KUDUS – MEMIMPIN

1.      Roh Kudus memimpin kita mengerti tentang seluruh kebenaran (Yoh 16 : 13).

2.      Roh Kudus memimpin kita dalam pembaharuan (Tit 3 : 5).

3.      Roh Kudus memimpin kita untuk bekerja bagi Tuhan (Kis 8 : 29;  16 : 6-7).

  • Hendaklah taat akan pimpinan Roh Kudus serta melaksanakannya (Gal 5 : 25-26).

KESIMPULAN :

Barangsiapa yang taat akan pimpinan Allah, pasti sampai pada tempat bahagia yang disediakan oleh Allah.  Dan menikmati keindahan bahagia yang disediakan oleh Allah sejak penciptaan dunia.

Kemuliaan Manusia
| | |

Kemuliaan Manusia

Kemuliaan Manusia

[Lai Yin Fu]

Prakata:

Pada mulanya, Allah melakukan kerja penciptaanNya selama enam hari. Apabila segala sesuatu telah siap diciptakan, akhir sekali baru diciptakan manusia, ini disebabkan segala sesuatu adalah disiap-ciptakan untuk manusia. Manusia disebut sebagai roh segala makhluk, yakni binatang yang bertaraf tertinggi. Ini disebabkan manusia pada semulanya adalah anak Allah di mana Allah mengaruniakannya otak, tahu mencipta, mereka-bentuk, memikir, mengkaji-selidik, reti membezakan antara betul atau salah, baik dan jahat; tambahannya, di dalam manusia, ada jiwa dan roh yang bernilai ~ ternyata betapa mulianya umat manusia.

I.  Kemuliaan Semula Sewaktu Dicipta

1. Mempunyai roh manusia yang mulia ~ berlainan dengan binatang-binatang lain (Ruj: Pkh 3:21)

Δ       Allah menghembuskan nafas hidup ke dalam hidung manusia, demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup (Kej 2:7)

Δ       Allah menjadikan manusia menurut gambarNya sendiri (Kej 1:27). Boleh dibahagikan kepada gambar lahiriah dan gambar batiniah.

2. Mempunyai gambar batiniah Allah ~ kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya (Ef 4:24)

Δ       Pada mulanya, manusia bersifat baik, sebab Allah sememangnya menjadikan manusia itu baik ~ memiliki kasih setia, keadilan dan kekudusan seperti yang dimiliki Allah, terlebih lagi manusia mempunyai kebaikan dan hati nurani.

3. Juga mempunyai gambar lahiriah Allah ~ gambar lahiriah Yesus Kristus

Δ       Sebab Adam adalah gambaran Dia [Kristus] yang akan datang (Rm 5:14)

4. Manusia adalah anak Allah ~ sebab ada gambaran Allah

Δ       Adam adalah anak Allah (Luk 3:38), manakala Allah ialah Bapa Sorga manusia.

5. Adalah tuan dunia ~ mengurus dan mengawal segala sesuatu di dunia

Δ       Allah memberi kuasa kepada manusia untuk berkuasa di atas ikan-ikan di laut, burung-burung di udara dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. Dia menghendaki manusia berkuasa di atas bumi (Kej 1:26, 28).

II.     Sifat Semulajadi Syaitan Ialah Perosak

1. Iblis ialah malaikat berbuat dosa (ruj: Yes 14:12-15; Yeh 28:14- 17)

Δ       Ia menyesatkan dunia, mempunyai empat gelaran (Why 28:14-17)

   Naga besar ~ bermaksud kejam [terhadap manusia]

‚   Ular tua ~ bermaksud menyesatkan manusia, licik [menggodai manusia]

ƒ   Iblis ~ bermaksud memfitnah [Allah], mendakwa [manusia]

„   Syaitan ~ bermaksud menentang [yang baik]; melawan [Allah]

2. Kerosakan Iblis (Kej 3:1-6)

Ular yang licik menggodai Hawa sehingga bangkit kecurigaan di dalam hati (1)

Mempergunakan kecurigaan Hawa terhadap perkataan Tuhan untuk menyesatkannya (2-4)

Menimbulkan perasaan ingin tahu dan hati yang ingin menang di dalam Hawa (5)

Memberangsangkan keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup pada Hawa (6a)

Menjatuhkan Adam ke dalam dosa melalui perasaan antara suami isteri dan kepercayaan antara mereka (6a)

III.    Akibat Nenek Moyang Berbuat Dosa ~ Umat Manusia Kehilangan Kemuliaan

1. Jiwa rohani manusia mati (Kej 2:16-17)

Δ       Tuhan pernah berkata: Biarlah orang-orang mati [jiwa rohani telah mati] menguburkan orang-orang mati mereka [jiwa rohani dan jasmani telah mati] (Mat 8:21-22).

2. Gambar batiniah manusia berubah (Ruj: Kej 8:21)

Δ       Mata dosa menjadi terang, takut akan Allah dan menolak dosa kepada orang lain (Kej 2:7-13)

Δ       Manusia diperanakkan dalam kesalahan (Mzm 5:1-7)

3. Hanya mengutamakan gambaran lahiriah ~ mempunyai muka manusia tetapi hati binatang.

Δ       Sengaja tidak mahu mengenali Allah, melakukan hal-hal yang tidak pantas, kejahatan bertambah-tambah tidak terkirakan (Ruj: Rm 1:23-32; II Tim 3:1-5)

Δ       Upah dosa ialah maut, akan menerima hukuman kekal bersama-sama Iblis (Rm 6:23; Mat 25:41)

4. Hilang kelayakan sebagai anak Allah ~ menjadi hamba dosa (Yoh 8:34-35)

Δ       Sesudah berbuat dosa, kedua-dua lelaki dan perempuan turut dikutuk (Kej 3:16-19)

Δ       Diusir dari Taman Firdaus (Kej 3:22-24)

5. Tidak lagi menjadi tuan di atas dunia ~ diserah kepada pemerintahan Iblis (Luk 4:5-6)

Δ       Bumi akan menumbuhkan semak duri dan rumput duri, kena berjerih payah seumur hidup, dengan berpeluh mencari makanan (Kej 3:17-19)

IV.       Anugerah Keselamatan Yesus Kristus ~ Memulihkan Kembali Kemuliaan Manusia

1. Beroleh selamat kerana rahmat, bukan kerana perbuatan (Ef 2:8-9)

Δ       Apabila daun pohon ara menjadi kering, tidak akan dapat menutup kemaluan (Kej 3:7)

Δ       Kulit yang digunakan Allah [membunuh binatang – melambangkan Tuhan Yesus, Anak Domba pengganti dosa], membuat pakaian untuk manusia, baru dapat menutup kemaluan (Kej 3:21)

Δ       Oleh perbuatan manusia, sekali-kali tidak dapat menghapuskan dosa; hanya anugerah keselamatan Allah [Kristus mati di atas kayu salib] sahaja yang dapat melepaskan manusia dari dosa.

2. Adam yang akhir [Yesus Kristus] menjadi roh yang menghidupkan (I Kor 15:45)

Δ       Kedurhakaan Adam menjadikan manusia orang-orang dosa; ketaatan Kristus menjadikan manusia orang-orang benar (Rm 5:19)

3. Oleh kematianNya, Kristus memusnahkan Iblis yang berkuasa atas maut dan membebaskan mereka yang berada dalam perhambaan (Ibr 2:14-15)

Δ       Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru (II Kor 5:17-19)

Δ       Melalui baptisan, kita mati bersama-sama, dikuburkan dan bangkit bersama-sama Tuhan (Rm 6:3-9) ~ jiwa rohani bangkit

4. Oleh iman kita dibaptis dalam Kristus, memulihkan semula identiti sebagai anak-anak Allah, berhak menerima pusaka yang dijanjikan Allah (Gal 3:26-29) – menjadi tuan di atas Kerajaan Sorga.

Δ       Dibaptis menjadi anak-anak Allah, Roh Kudus sebagai bukti (Mat 3:16-17; Rm 8:16)

5. Oleh Roh kita mematikan perbuatan-perbuatan tubuh, maka kita akan hidup; hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging (Rm 8:13-14; Gal 5:16), secara beransur-ansur melahirkan gambaran batiniah Allah.

Penutup

Manusia di dalam kegemilangan haruslah sedar dan memegang firman (Mzm 49:21), berjaga-jaga sambil berdoa setiap hari baru tidak disesatkan (Mat 26:41), tunduk pada Roh Kudus akan beroleh hidup dan damai sejahtera (Rm 8:5-6), lalu mempertahankan kegemilangan orang benar.

BAB 5 UMAT MANUSIA
|

BAB 5 UMAT MANUSIA

I. ASAL USUL MANUSIA.

1.      Dicipta Allah.

Δ        Pada hari ke-6 Allah menciptakan laki-laki dan perempuan (Kej 1:27,31).

Δ        Adam adalah anak Allah – dilahirkan oleh Allah (Luk 3:38).

Δ        Tuhan Yesus membuktikan bahawa Allah menciptakan manusia (Mat 19:4; Mrk 10:6).

2.      Dari satu orang menjadi semua bangsa.

Δ        Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa (Kis 17:26).

Δ        Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam (Kej 2:21-23; I Tim 2:13).

Δ        Allah hanya menciptakan satu orang, supaya manusia mendapat keturunan yang ilahi (Mal 2:15).

II. RUPA ASAL MANUSIA.

1.      Mempunyai rupa Allah.

Δ      Allah menciptakan manusia menurut gambarNya (Kej 1:26, 27).

Δ      Gambar ini menunjukkan kebenaran yang adil dan kudus (Ef 4:24; Pkh 7:29).

Δ      Kerana berdosa sehingga manusia kehilangan gambar Allah, dan Kristus datang untuk membangun kembali manusia, supaya manusia memulihkan semula gambar Allah (II Kor 5:17; 3:18; Kol 3:9, 10).

2.      Mempunyai kemuliaan sebagai anak Allah

Δ        Adam disebut anak Allah (Luk 3:28).

Δ        Mempunyai hak untuk berhubungan dengan Allah (Lihat: Kej 2:16; 3:8).

Δ        Diberi kuasa untuk mengatur segala sesuatu (Lihat: Kej 1:26-28; 2:19).

3.      Hidup bahagia dan sukacita

Δ        Hidup tanpa kekhuatiran akan makanan dan pakaian (Lihat: Kej 2:8, 16, 25; 3:7).

Δ        Hidup bersama dengan rukun (Lihat: Kej 2:18, 22-24).

Δ        Hidup tanpa ancaman maut (Lihat: Kej 2:9; 3:22).

III. NENEK MOYANG BERBUAT DOSA.

1.      Kenyataan-kenyataan berbuat dosa.

Δ        Allah berfirman: “Adam melangkahi perjanjian dan di sana mereka telah berkhianat terhadapKu” (Hos 6:7).

Δ     Ayub berkata: “Jikalau aku menutupi pelanggaranku seperti manusia dengan menyembunyikan kesalahanku dalam hatiku” (Ayb 31:33).

Δ        Paulus berkata: “Tetapi aku takut, kalau-kalau fikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya” (II Kor 11:3; Lihat: I Tim 2:13; Rm 5:14; I Kor 15:22).

2.      Ketaatan Hawa

Δ        Hawa senang berbicara dengan setan, sehingga dia mendapat kesempatan untuk membujuknya lebih lanjut (Kej 3:1-2; Lihat: Yak 4:7).

Δ        Dia tidak memegang teguh perkataan Allah, mengubah perkataan Allah (Kej 3:2; bandingkan: 2:16, 17).

Δ        Dia kena tipu muslihat Iblis, melanggar perintah Allah, menuruti Iblis, memetik buah larangan dan memakannya serta diberikan kepada Adam (Kej 3:4-6).

3.      Akibat berbuat dosa.

(1)     Dikutuk Allah.

Δ        Hawa:  menambah kesakitan mengandung dan melahirkan (Kej 3:16).

Δ        Adam:  bersusah payah seumur hidup, baru dapat makan (Kej 3:17-19).

(2)     Diusir dari Taman Eden.

Δ        Allah takut mereka mengambil pula dari buah pohon kehidupan dan memakannya, sehingga ia hidup selama-lamanya di dunia, ini merupakan hal yang paling malang.

Δ        Maka Tuhan mengusir mereka dari Taman Eden dan ditempatkanNya beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.(Kej 3:23, 24).

(3)     Daging dan roh pasti mati.

Δ        Allah berfirman: “Pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati” (Kej 2:17). Pada waktu mereka berbuat dosa, bukan saja jiwa mereka mati dan terpisah dengan Allah bahkan tubuh mereka akan kembali ke tanah (Kej 3; Yes 59:2).

Δ        Oleh ketidak-taatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa (Rm 5:12-19).

IV. KESUDAHAN MANUSIA.

1.      Semua orang sudah berdosa.

(1)     Dosa tidak mengasihi orang.

Δ        Hukum Allah disimpulkan kepada dua, yakni:

  • Mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati.
  • Mengasihi orang lain seperti diri sendiri (Mat 22:36-40).

Δ        Tidak mengasihi orang, misalnya: tidak berbakti pada orang tua, tidak mengasihi ahli-ahli keluarga, tidak mengasihi jiran tetangga ~ semuanya ini adalah dosa (Kel 20:12; I Tim 5:8; Luk 10:28-37).

Δ        Tidak mencelakai orang, misalnya: melukai tubuh orang, menjejaskan kepentingan orang, menindas semangat orang, hal-hal ini lebih-lebih merupakan dosa (Kel 20:13-17; Rm 1:28-32).

(2)     Dosa tidak mengasihi Allah.

Δ        Andai kata engkau dapat melakukan hukum ‘mengasihi orang lain seperti diri sendiri’, namun engkau tidak kasih dan hormat pada Allah yang menciptakan engkau, tidak mengaku Yesus yang menyelamatkan engkau, maka di hadapan Allah, engkau adalah seorang dosa (Rm 1:19, 20; Yoh 3:16-18; Pkh 12:1-13, 14).

Δ        Menyembah berhala, menentang Yesus merupakan dosa di atas dosa (Kel 20:3-5; Rm 1:21-25; Yes 2:8, 9).

(3)     Dosa yang diturunkan oleh nenek moyang – dosa asal. (Dosa yang dilakukan sendiri disebut ‘dosa peribadi’)

Δ        Alkitab tertulis: “Kerana satu orang berdosa, maka semua orang sudah menjadi orang berdosa” (Rm 5:19), dan: “Semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam” (I Kor 15:22). Ini menunjukkan bahawa keturunan Adam harus menanggung dosanya, dan sesungguhnya juga sudah mewarisi sifat dosanya.

Δ        Maka penyair Mazmur berkata: “Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku” (Mzm 51:7; Lihat: Mzm 58:3; Ayb 25:4; 14:4; Rm 7:17, 18).

Δ        Sejak Adam berdosa, maut telah menjalar kepada semua orang, ini membuktikan bahawa manusia sudah mewarisi dosa asal, kerana maut datang dari dosa (Rm 5:12, 14, 17 ; 6:23).

Δ        Berdasarkan tiga hal yang disebut di atas, semua umat manusia baik tua maupun muda, semua berada di dalam dosa, seperti apa yang tertulis di dalam Alkitab: “Semua orang sudah berdosa.” (Rm 3:23).

2.      Kesudahan orang berdosa.

(1)     Menjadi hamba Iblis (I Yoh 3:8; 5:19).

Δ        Menjadi hamba dosa (Yoh 8:34; Tit 3:3).

Δ        Tiada kesejahteraan (Yes 48:22; Rm 3:13-17).

Δ        Tiada pengharapan (Ef 2:12; Ams 11:7).

(2)     Menerima penghakiman Allah.

Δ        Bersusah payah seumur hidup (Kej 3:16-19; Mzm 90:10).

Δ        Tubuh pasti akan mati (Ibr 9:27; Rm 6:23).

Δ        Binasa selama-lamanya (Why 21:8; II Tes 1:8, 9).

Pedoman Kehidupan Manusia
| | |

Pedoman Kehidupan Manusia

Pedoman Kehidupan Manusia

[Lin Feng Lai]

[1]      Seumur Hidup Manusia Ditetapkan Tuhan

i. Contoh Daud (Mzm 139:16; 31:16).

ii. Contoh Yusuf (Kej 37:5-11;  42:9; 45:7-8; 50:19-21).

iii. Contoh Yeremia (Yer 1:4-10).

iv. Contoh Yohanes Pembaptis (Luk 1:5-25; 57-66).
v. Contoh Paulus (Gal 1:15-17, 1, 11-12; Kis 9:15-16; 26:19-20; I Kor 9:16-17; Kis 20:23-24; II Tim 4:6-8).

vi. Contoh Timotius (I Tim 1:18; 4:14).

[2]      Pedoman Kehidupan Manusia

i. Tunduk kepada kehendak Tuhan (Yak 4:13-17).

¨ Perkataan lazim Paulus (Rm 1:10, 15:32; I Kor 4:19; 16:7; Kis 18:20-21; ruj: Ibr 6:3).

¨ Pada mulanya Musa tidak berani menerima utusan lalu membangkitkan murka Allah (Kel 4:10-17).

¨ Yunus menentang perintah lalu dihukum (Yun 1:1-10).

¨ Paulus tidak berani menentang perintah (I Kor 9:15-18).

ii. Mohon Tuhan Tuntuni Jalan Yang Sepatutnya.

Yer 10:23 ~   Manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan jalannya.

Ams 20:24 ~ Langkah orang ditentukan oleh Tuhan, tetapi bagaimanakah manusia dapat mengerti jalan hidupnya?

Ams 16:9 ~   Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya.

Ams 3:5-7 ~  Ia akan meluruskan jalanmu.

Mzm 25:12 ~ Kepadanya Tuhan menunjukkan jalan yang harus dipilihnya.

Mzm 48:15 ~  Dialah yang memimpin kita!

Mzm 131:1 ~  Aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.

Yos 9:14-15 ~ Contoh: Gagal kerana tidak meminta keputusan Tuhan (ruj: II Sam 21:1-14)

Mzm 143:10 ~ Ajarlah aku melakukan kehendakMu.

Mzm 107:23-30 ~ DituntunNya mereka ke pelabuhan kesukaan mereka. Perkataan pelabuhan dalam Alkitab bahasa English ialah ‘haven’ yang bermaksud tempat perlindungan atau tempat perhentian.

iii. Percaya Tuhan menyediakan [Jehovah Jireh] (Kej 22:13-14; 24:12, 15-16; 26-27). Perkataan ‘providence’ dalam bahasa Inggeris, sebenarnya berasal dari perkataan Jehorah Jireh.

¨ Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia (Rm 8:28).

¨ Ia mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersam-sama dengan Dia (Rm 8:32).

iv. Jangan memegahkan diri (Ul 8:17-18; Yer 9:23-24; I Kor 1:26-31; II Kor 10:15-17).

v. Takdir hidup manusia terletak dalam tangan Tuhan (I Sam  2:3-8a; Luk 1:50-52; Mzm 75:6-7, 113:5-9).

vi. Perancangan pada manusia, penggenapan pada Tuhan (Kis 17:24-26;  Dan 4:17;  Ams 21:30-31;  Mzm 33:8-11, 16-22;  Pkh 9:11-12).

¨ Ams 16:13 ~ Serahkanlah perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu.

¨ Ams 19:21 ~ Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.