Kata Sambutan Ketua Majelis Gereja Cabang Pontianak – Tony Jurnawan
|

Kata Sambutan Ketua Majelis Gereja Cabang Pontianak – Tony Jurnawan

KATA SAMBUTAN KETUA MAJELIS GEREJA YESUS SEJATI CABANG PONTIANAK 
Pertama tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, ( Mazmur 4 : 8 ), karena kemurahan dan berkatnya maka jemaat Kuching memiliki sebuah gereja baru ( Matius 13 : 54 ; Markus 6 : 2 ). Pada kesempatan yang berbahagia ini, izinkanlah saya atas nama Majelis dan seluruh jemaat Pontianak mengucapkan selamat atas pentahbisan Gereja Yesus Sejati ( GYS ) Kuching pada tanggal 29 Mei 2004. Semoga melalui gereja ini, semakin banyak warga Kuching mengenal Maha Kasih Tuhan Yesus Kristus. ( Mazmur 3 : 18-19 ). Untuk itu hendaknya cahaya Gereja ini menjadi sinar dalam kota ( Matius 5 : 14-16 ).

Perkembangan Gereja Kuching sejak 1997 mulai dari kebaktian rumah tangga hingga sekarang memiliki sebuah gereja baru. Tentu ini adalah berkat doa, kerja keras dan jerih payah seluruh jemaat Kuching. “Jerih payahmu bagi pekerjaan Tuhan tidak akan sia sia”( 1 Korintus 15 : 58 ). Kami harap setelah adanya gereja baru, harus tumbuh berkembang terus baik jumlah jemaatnya maupun kualitas imannya. “ Berkembang terus sesuai kepenuhn Kristus” ( Efesus 4 : 13 ).

Saya telah beberapa kali ke Kuching, sempat ikut kebaktian, dari rumah tangga, sewa tempat hingga gedung sendiri. Ternyata semangat kasih sesama sangat tinggi, Keperdulian terhadap jemaat dan hamba Tuhan luar biasa. Antar jemput bagi mereka yang tak berkendaraan, besuk dan pembinaan umat begitu tekun patut kita contohi ( II Korintus 8 : 1-5 ). Yang perlu dicatat, sekalipun tidak ada pendeta dan penginjil datang melayani ladang Tuhan, mereka sanggup melayani diri sendiri ( Galatia 4 : 19 ; Mazmur 73 : 28 ).

Marilah kita saling menasihati. Jangan lupa beritakan firman kebenaran yang sama dengan yang diberitakan oleh para rasul ( 2 Tim 1 : 13 ; 2 Yoh 1 : 9 ; Galatia 6 : 9 ). Jangan takut beritakan kebenaran kepada orang lain ( 4 : 16 ). Karena gereja yang mengajarkan sesuai ajaran alkitab ada kuasa Allah ( Markus 16 ; 17-20 ; Ibrani 2 : 4 ). Kiranya Tuhan memberkati dan menyertai GYS Kuching ( Matius 28 : 20 ). Amin.

Majelis Gereja Yesus Sejati,
Cabang Pontianak,
Ketua,
TONY JURNAWAN

Sambutan Ketua Majelis Pusat Indonesia – Sutrisna Subrata
|

Sambutan Ketua Majelis Pusat Indonesia – Sutrisna Subrata

SAMBUTAN KETUA MAJELIS PUSAT INDONESIA 
DALAM RANGKA PENTAHBISAN GEDUNG BARU

GEREJA YESUS BENAR KUCHING

Salam damai dalam kasih Tuhan Yesus Kristus, Pertama tama izinkanlah saya atas nama Majelis Pusat dan seluruh jemaat Gereja Yesus Sejati se Indonesia menyamapaikan ucapan selamat atas perjuangan, kerja keras dan doa para majelis dan seluruh jemaat Kuching, yang telah diberkati Tuhan, sehingga gedung baru Gereja Yesus Benar di Kuching dapat ditahbiskan hari ini.

Sungguh suatu berkat besar telah dilimpahkan Tuhan Yesus kepada kita semua, khususnya jemaat Kuching, karena saat ini pertumbuhan ekonomi dunia masih tidak begitu baik, tapi Tuhan tetap menggerakan hati seluruh jemaat dan simpatisan mendukung melalui dana, waktu, tenaga dan doa sehingga jemaat Kuching sampai memiliki sebuah rumah Tuhan yang ideal dan letaknya sangat strategis.

Kita semua percaya, karena kita sadar betul telah merasakan kasih dan anugerah Tuhan yang besar dalam kehidupan kita, maka kita mau melakukan semua ini serta yakin di dalam Tuhan, jerih lelah kita tidak akan sia-sia ( Kor 15 : 58 ). Kita pun pasti mendapatkan upahnya, baik yang diterima saat di dunia, terlebih lagi menjadi bekal di surga ( Mat 10 : 42 ).

Gereja atau jemaat adalah tubuh Kristus ( Ef 1 : 23 ), harus seperti Yesus semakain hari semakin bertumbuh dan makin dikasihi Allah dan manusia ( Luk 2 : 52 ), kita berharap juga GEREJA YESUS BENAR di KUCHING agar setiap hari semakin bertumbuh baik kwatintas jemaatnya maupun kwalitas imannya. Dengan demikian kasih Tuhan Yesus Kristus semakin terpancar jelas di kota Kuching ini. Semoga semakin banyak warga yang haus kebenaran rohani terselamatkan jiwanya melalui rumah Tuhan ini.

Kita juga berharap disamping kehadiran gedung baru ini, doa dan kerja keras jemaat Kuching dalam penginjilan dan pengembalaan yang senantiasa berkat Tuhan Yesus juga dinikmati oleh masyarakat sekitarnya.

Jadi dengan adanya gedung baru ini, kasih dan berkat Tuhan semakin melimpah dan nama Tuhan Yesus semakin dimuliakan, Amin.

 

SUTRISNA SUBRATA
Ketua Majelis Pusat Indonesia

KATA SAMBUTAN KETUA MAJELIS GEREJA SABAH – Diaken Natan Khoo
|

KATA SAMBUTAN KETUA MAJELIS GEREJA SABAH – Diaken Natan Khoo

KATA SAMBUTAN KETUA MAJELIS GEREJA SABAH PADA
PENTAHBISAN GEREJA YASUS SEJATI KUCHING
Salam sejahtera bagi saudara-saudari kekasih dalam Tuhan Yesus.

Pertama tama saya mau mengucapkan syukur atas berkat Tuhan, telah memberikan kekuatan sehingga mampu menuaikan perintahNya membangun Gereja Yesus Sejati di Kuching. Oleh karena itu melalui kesempatan yang berbahagia ini dengan sejumlah ayat Alkitab marilah kita saling menasehati.

“Karena itu saudara saudara, demi kemurahan Allah aku menasehatkan kamu,supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna ( Roma 12 : 1-2 ).

Paulus menasehatkan jemaat dan berkata ( Persembahkan tubuhmu menjadi persembahan hidup……apa yang telah dilakukan anda adalah sepatutnya ). Persembahan seperti ini ada persembahan sempurna,tentu sangat berbeda dengan persembahan yang disertai pamrih. Persembahan berbentuk sedua itu ada maksud memperolen keuntungan, ibarat suatu usaha perdagangan memakai persyaratan pertukaran selalu berprinsip dengan pengorbanan yang sekecil kecilnya untuk memperoleh keuntungan sebesar besarnya. Akan tetapi persembahan justru sebaliknya, persembahan harus iklas tanpa pamrih. Persembahan adalah pengorbanan murni tidak harap imbalan. Ingat bagaimana cara Tuhan telah menyelamatkan anda? Penyelamatan umat manusia adalah penganugrahan kepada siapa saja dan tidak dapat dibeli dengan uang.

Dalam kitab para rasul pasal 8 terdapat seorang bernama Simon, selalu dengan uang bersahabat dengan teman, berkeinginan dengan uang membeli berkat Tuhan, Rasul Petrus berkata : “uang anda akan binasa bersama anda ! Karena anda anggap anugerah Tuhan dapat dibeli dengan uang” ( Rasul 8 : 20 ). Tuhan memberikan berkat secara gratis,sama halnya jemaat harus berbhakti dengan tulus, sama sekali bukan saling beri atau tukar tambah. Jadi persembahan dengan tulus hati, Seikhlas atas dasar kasih suci adalah Tuhan yang berkenan.

Marilah kita merenung kembali apa yang tersirat dalam Roma pasal 12 ayat 1 dan 2 ! Dalam suatu “ persembahan hidup” adalah betapa indah dan sempurna ? Menginjil bukan karena demi kehidupan, persembahan uang bukan karena status ekonomi. Sewaktu Paulus menginjil di Korintus, juga tidak mau menerima sumbangan mereka. Lain halnya jemaat di philipi pada hal Paulus sudah tidak menjadi gembala sidang diantara mereka, merekapun masih tetap menyumbangkan keperluan rasul Paulus. ( Philipi 4 : 15-19 ). Jadi satu pihak kita harus bekerja untuk Tuhan, satu pihak kita harus dengan sukacita memberikan persembahan.

Paulus karena cinta jiwanya maka menginjil di Philipi karena rindu pekerja rohani maka memikirkan kebutuhan mereka. Diantara mereka tidak memperhitungkan penghasilan mereka dengan persembahan untuk Tuhan. Begitu indah dan tulus persembahannya, tapi mungkin ada pihak tertentu, karena dikaitkan dengan usaha perdagangan mereka, ingin menfaatkan persembahan mendatangkan keuntungan materi, cara dan pikiran demikian sudah menodai persembahan yang murni itu.

Hari ini pentahbisan gedung Gereja merupakan satu persembahan khusus. Mengapa tidak dijadikan suatu kesempatan bagi kita semakan rajin dan mengejar lebih dekat dengan Tuhan ? Apakah bisa membuktikan bahwa kita mempu mengajak dan menarik jiwa, sekaligus sebagai bukti kita ini sungguh bekerja untuk Tuhan? Bukanlah demikian, tapi karena kita memahami panggilan dan keinginan Tuhan. Yakin betul keinginan Tuhan mengandung makna agung, mulia sempurna. Oleh karena itu senantiasa merasa setiap orang hendaknya menerima firman Tuhan, kita semuapun sangat menyukai menerima dan mengerjakan pekerjaan Tuhan. Setiap kali melihat orang bertobat dan menerima Yesus, hati kitapun sangat sukacita. Bila ini memang demikian, keinginan Tuhan dengan mudah berkembang di antara kita, hanya kita semua ini mau sehati. Marilah kita berkarya untuk kesukaan dan keinginan Tuhan.

Diaken Natan Khoo
Ketua Majelis Gereja Sabah

Dasar Iman Dan 3 Ciri Pokok Gereja Yesus Sejati
|

Dasar Iman Dan 3 Ciri Pokok Gereja Yesus Sejati

DASAR IMAN DAN 3 CIRI POKOK GEREJA YESUS SEJATI
Setiap bangunan yang hendak berdiri kokoh haruslah dibangun di atas pondasi yang kokoh pula. Demikian juga halnya dengan Gereja, harus dibangun di atas dasar yang teguh yaitu : diatas ajaran para rasul dan para nabi serta Yesus Kristus sebagai batu penjurunya. ( Ef 21 : 19-20 ; Why 21 : 12-14 ; 22 : 18-19 ). Dengan demikian barulah gereja mampu untuk mengemban amanat agung dari Tuhan Yesus Kristus, yaitu pergi keseluruh penjuru dunia untuk menjadikan semua bangsa sebagai murid Yesus ( Mat 28 : 19-20 ).

Dengan dan oleh bimbingan Roh Kudus, Gereja Yesus Sejati telah dibangun diatas dasar yang kuat sebagaimana dikemukakan diatas. Dan dalam melaksanakan Amanat Agung juga tidak mengabaikan tentang :

1. Memberikan peringatan bagi umat manusia bahwa keadaan masa seperti masa Nuh hidup, banyak yang melakukan kejahatan. Gereja sebagai bahtera akhir zaman hadir untuk menyelamatkan setiap orang yang mau menerima panggilan keselamatan dari Allah ( Kej 6 : 5 ; 2 Pte 2 : 5 ; 3 : 6-7 ).

2. Menggembalakan umat manusia ang telah menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamatnya. Mencari yang terhitung, yang sakit disembuhkan, membalut yang terluka, yang lemah dikuatkan, yang sesat dibawa pulang dengan tidak mengabaikan memberikan perlindungan kepada yang gemuk dan kuat. ( Yeh 34 : 16 ).

3. melakukan penuaian dimana tuaian telah menguning tanda siap untuk dituai yang sudah dipersiapkan oleh Tuhan sehingga semua, baik penabur maupun penuai sama-sama memperoleh suka-cita. ( Yoh 4 : 35-36 ).

 

MAKNA “ GEREJA YESUS SEJATI”

Pemberian nama : “Gereja Yesus Sejati” tentulah ada dasarnya, yaitu Alkitab :
^ Zaman Perjanjian Lama Allah memberkati tempat dimana namaNya ditegakkan ( Kel 20 : 24 ; Ul 12 : 5 ). Gereja adalah milik Yesus ( Ef 1 : 23 ), maka nama Yesus harus dijunjung tinggi dan dimasyhurkan.
^ Allah yang mendirikan gerejaNya yaitu Kemah Sejati dibumi ini; Yesus adalah Allah Yang Benar ( 1 Yoh 5 : 20 ) maka digunakanlah nama Gereja Yesus Sejati ( Ibr 8 : 2 ; 2 Kor 11 : 4 ; Mat 24 : 5 ).
GEREJA YESUS SEJATI MEMILIKI 3 CIRI POKOK

1. Gereja harus disertai Roh Kudus yang sama seperti yang diterima para Rasul ( Kis 10 : 44-47 ; 11 : 15-16 ). Ada Roh Kudus untuk membuktikan bahwa suatu gereja itu milik Kristus, milik Allah dan menjadi anak-anak Allah. Dan Roh Kudus sekaligus sebagai legimitasi dari Allah ( Rm 8 : 9 ;8 : 14-16 ; Yoh 20 : 20-22 ; Kis 1 : 8 ).

2. Gereja harus memberitakan Firman Kebenaran yang sama dengan yang diberitakan oleh para Rasul ( 2 Tim 1 : 13 ; Gal 1 : 6-9 ; 2 Yoh 1 : 9 ).

3. Gereja harus ada kuasa Allah, sebab Allah sudah menjanjkan bahwa tanda-tanda heran ( mujizat ) akan menyertai gerejaNya, untuk meneguhkan kesaksian Firman yang disampaikan ( Mrk 16 : 17-20 ; Ibr 2 : 4 ).

Sejarah Kemah Doa Kuching
|

Sejarah Kemah Doa Kuching

SEJARAH KEMAH DOA KUCHING
Dulu, tahun 1979 belasan jemaat Gereja Yesus Sejati berkebaktian di rumah Sdr. Lie, pada lokasi kompleks Hui Sing Kuching, Sarawak.

Tahun 1980-an, kebaktian rumah tangga pindah ke rumah Sdri. Wu, kerana tidak ada gembala siding, jadi kebaktian hanya diisi dengan doa. Saat itu karena Sdri. Wu usia tua ikut putrinya pindah ke Hongkong maka kebaktianpun ditiadakan lagi.

Sejak tahun 1997,beberapa jemaat mulai kebaktian dirumah Sdr. Chan, sebuah kota yang berpenduduk sekitar 500,000 jiwa hanya beberapa keluarga kami sebagai jemaat. Semua merasa susah betul kalau tidak ada gereja. Oleh karena itu, jemaat sangat rajin berkebaktian dan tekun berdoa.

Saat Mei 1998,Negara jiran Jakarta, Indonesia terjadi kerusuhan, tidak sedikit jemaat Indonesia mengirimkan anak-anaknya sekolah, kuliah dan bekerja di Kuching. Seorang jemaat Pontianak, Sdr. Lay, dibawah bimbingan Tuhan sering berkomunikasi dengan kami, akhirnya yang hadir berkebaktian semakin banyak, karena biasanya hanya kurang lebih 10 orang, ini juga berarti memberikan kesempatan bagi kami melakukan pelayanan.

Tahun 1998, Pusat Internasional mengetahui kota Kuching ada kegiatan kebaktian, Maka dibentuk sebuah komisi khusus, gabungan pelayanan bersama dari Malaysia, Singapura, Indonesia serta Sabah. Puji syukur kasih Tuhan. Setiap bulan secara bergiliran,tetap diatur pandeta, penginjjil datang di Kuching untuk melayani pekerjaan Tuhan di Kuching.

Pada tahun 1999 terasa tempat ibadah kurang mampu menampung lagi, maka pada bulan Mei tahun 1999 berkat anugerah dan perencanaan Tuhan, dengan banuan dana dari tiga Gereja Pusat ( Malaysia, Singapura dan Indonesia ) menyewa sebagian lantai III bangunan di komplek pusat perdagangan Hui Sing, untuk kebaktian. Tuhan tahu dombanya, sekalipun sedikit tapi sangat memerlukan tempat ibadah yang ideal. Puji syukur pada Tuhan selain mampu menanggung biaya sewa gereja,ternyata bukan itu saja, kami selain masih sanggup menanggung ribuan ringgit pengeluaran biaya operasional setiap bulannya bahkan terdapat saldo pula…

Pada Oktober 2002, dengan harga RM 176,000.00 telah dibelinya bagian lantai IV sebuah bangunan dengan luas 1.900 M2 dijadikan Gereja Yesus Sejati Kuching dan jumlah jemaat sekarang sekitar 30 jiwa. Pada Januari 2003 gedung baru mulai dipakai untuk kebaktian. Pada bulan Mei 2004 Gereja baru ini Ditahbiskan.

Kata Penghantar Penerbit
|

Kata Penghantar Penerbit

KATA PENGANTAR PENERBIT
Dalam nama Tuhan Yesus menyampaikan kata pengantar. Puji syukur kepada Tuhan atas bimbinganNya serta bantuan doa saudara seiman berbagai daerah, sehingga berkat Tuhan telah menganugerahan rumah bagi domba di Kuching.

Sekalipun hanya 30 jiwa dari kota berpenduduk sekitar 500,000 penduduk, tapi Tuhan telah merencanakan bahkan, menyiapkan tempat ibadah yang begitu ideal dengan luas sekitar 131.5 meter persegi. Misi Tuhan sangat jelas, yaitu bermaksud agar warga masyarakat kota Kuching berkesempatan mengenal Tuhan Yesus, bersama-sama menikmati kasih Tuhan.

Rumah ini, berhasil dibangun atas dasar kasih Tuhan, Kerana Dia telah menggerakkan hati jemaat daerah lain aktif persembahan. Uang Tuhan seperti bunga salju tertiup kemari. Apalagi kerja keras saudara-saudari negeri jiran, menyisihkan tugas pekerjaan mereka, dengan menempuh jalan darat dengan jarak tempuh kurang lebih 400 km, bahu membahu memikul tanggung jawab pelayanan untuk Tuhan dan Gereja. Semoga Tuhan memberkati tugas dan misi saudara-saudari dalam pengembalaan domba rohanimu diatas bumi ini.

Betapa susah sekian tahun lamanya kami tidak memiliki rumah, kini berkat Tuhan telah tiba, yang paling merasakan nikmat adalah jemaat Kuching. Semmoga melalui penerbitan khusus ini, agar saudara seiman memahami sejarah perkembangan dan turut merasakan susah payah dan nikmat yang dilalui.

Semoga segala kemuliaan kita panjatkan untuk Tuhan Yesus Kristus.