Kesanku Pelayanan Di Kuching – Pdt. Barnabas Sutrisna
|

Kesanku Pelayanan Di Kuching – Pdt. Barnabas Sutrisna

KESANKU PELAYANAN DI KUCHING

 

Haleluya puji syukur kepada Tuhan Yesus yang telah memberikan kesempatan untuk Pelayanan di Kuching.

Kesanku begitu mandalam, melihat jemaat awal di Kuching yang masih muda-muda memiliki iman yang murni dan semangat dalam pelayanan membangun gereja Tuhan.

Bagaikan tanam-tanaman yang tumbuh menjadi besar pada waktu mudanya; dan seperti tiang-tiang penjuru yang di pahat untuk bangunan istana.

Semoga anak-anak lelaki kita seperti tama-tanaman yang tumbuh menjadi besar pada waktu mudanya; dan anak-anak perempuan kita seperti tiang-tiang penjuru, yang dipahat untuk istana! ( Mazmur 144 : 12 ).

Tanaman yang masih muda bertumbuh besar memiliki akar yang kuat, tentu akan berbuah lebat, banyak buahnya.

Tiang yang di pahat untuk bangunan istanah adalah kayu yang lurus dan kokoh kuat diukir dengan indah, digunakan sebagai tiang inti menunjang bangunan istana.

Demikian kesanku Semoga gereja Yesus Sejati di Kuching akan berdiri kokoh dan megah untuk kemuliaan Tuhan.

DOA dan harapan ku Nama Tuhan di permuliakan di KUCHING.

 

Dari
Pdt. Barnabas Sutrisna

Kata Sambutan – Pdt. Andrea Halingkar
|

Kata Sambutan – Pdt. Andrea Halingkar

SEMANGAT IBADAH JEMAAT KUCHING TINGGI 
Dalam nama Tuhan Yesus menyampaikan pesan dan kesan. Selama saya bertugas di Kuching, saya melihat keadaan kota Kuching dan keadaan jemaatnya. Keadaan dikota Kuching relatif aman, kendaraan diperkir ditepi jalanpun relatif aman, keadaan penduduk setempat tertib berlalu lintas dan keadaan kotanya sangat asri. Dalam keadaan kota seperti ini mengakibatkan beban hidup masyarakat tak terlalu berat mengakibatkan agamapun kurang digumuli.

Saat saya melayani jemaat di Kuching, saya melihat mereka begitu haus akan kebenaran dan bersabar dalam mewujudkan sebuah gereja, yang akhirnya mereka dapat memiliki sebuah gereja dengan pengorbanan saudara saudari seiman di Kuching.

Jemaat yang beribadah relatif tidak banyak, tapi semangat ibadah mereka cukup tinggi. Mereka mau melakukan pelayanan, bahkan sampai kepada pelayanan mimbar, antar jemput jemaat yang tidak punya kendaraan.
Keadan seperti ini diharapkan dapat terus ditingkatkan agar dapat menjadi terang dan garam dunia dalam kota Kuching, walaupun ada harga yang harus dibayar yaitu akan bertambah banyak pengorbanan. Tapi kita boleh percaya, dengan pengorbanan yang tulus maka penyertaan Allah bertambah nyata dalam pertumbuhan gereja ( Ef 4 : 16 ; 1 : 22-23 ).
Dari
Pdt. Andrea Halingkar

Kata Sambutan – Pdt. Dede I Gojali,SH, STh, MA
|

Kata Sambutan – Pdt. Dede I Gojali,SH, STh, MA

TONGGAK UTAMA TELAH DIPANCANGKAN
Bermula dari kebaktian di rumah Sdr. Johny Chan, kini Pos Pelayanan Kuching telah memiliki tempat ibadah sendiri setelah beberapa tahun kontrak di daerah Taman Hui-Sing. Pembelian tempat ibadah tersebut sebagai gereja menunjukan tekad yang kuat semua pengurus dan jemaat di Kuching. Dan dari sini juga jelas terlihat Allah campur tangan dan memberkati ( Matius 5 : 13 -18 )

Bagi GYS ( Gereja Yesus Sejati ) Indonesia, Kuching menjadi titik penghubung utama dalam persekutuan dengan GYS-GYS yang ada di Asia Tenggara. Kebijakan pemerintah negara Indonesia menerapkan fiskal sebesar Rp. 1 juta bagi yang akan keluar negeri, ternyata lewat Pontianak melalui darat dengan bus internasional keluar negeri bebas fiskal, dapat mendorong jemaat GYS Indonesia menjadikan Kuching sebagai pintu keluar menuju Singapura, Filipina, Semenanjung Malaysia, Taiwan dan tempat-tempat lainnya ( Efesus 4 : 13 ).

Dengan letak geografisnya yang sangat strategis, Kuching kelak akan memainkan peranan penting dalam hubungan GYS yang ada di Asia Tenggara antara lain Kuching-Jakarta, Kuching-KualaLumpur, Kuching-Singapura, Kuching-Sabah, Kuching-Filipina ( Yohanes 15 : 8 )

Pembelian gedung ibadah sendiri ini kiranya menjadi tonggak penting untuk kemajuan gereja Tuhan, tidak hanya di negara bagian Sarawak, namun juga kelak di lingkup Asia Tenggara. Kiranya Allah memberkati ( Matius 28 : 19-20 ).
Pdt. Dede I Gojali,SH, STh, MA

Kata Sambutan – Pendeta Thomas Fung
|

Kata Sambutan – Pendeta Thomas Fung

BANGUNAN MANUSIA TUHAN YANG MENJAGA
Kemah doa Kuching adalah satu-satunya titik pemula pengabaran Injil di ibukota negara bagian Sarawak Malaysia. Sepuluh tahun yang lalu, terdengar ada sejumlah saudara setempat haus akan Tuhan, karena mendengar kabar gembira, masuk Gereja Sejati. Namun dalam sepuluh tahun ini, masih dalam tahap pembukaan lahan, sekalipun beberapa kali telah penaburan biji, ada terjatuh ditanah tandus, ada yang mulai bertunas, mati kering dijemur terik matahari ada benih tertiup angin, ada yang dimakan burung, ada yang terhimpit semak duri, sepanjang masa biji itu ditanamkan kurang ada hasilnya, seperti tanaman dipadang gurun sulit tumbuh berkembang.

Puji syukur pada Tuhan, berkat ketekunan dan tidak putus berdoanya saudara-saudari dan Roh Tuhan mulai bekerja berdasarkan panggilan berkatNya, saatnya telah tiba, dalam waktu yang sama dan tempat yang berbeda telah dipilihlah umat yang diinginkanNya. Tanpa adanya perjanjian sebelumnya, sejumlah saudara saudari kembali ke Kuching ladang Tuhan mulai bekerja. Maka mulai sekarang terciptalah kesempatan didaerah ini dimulai penyebaran injil diladang yang potensi nan subur.

Demi membina iman kepercayaan pokok sebagai kebutuhan jemaat maka disewanya sebuah tempat yang kecil sebagai tempat kebaktian, kemudian mendapat berkat dari Tuhan, tak disangka diperoleh sebuah lahan yang sangat cocok untuk dijadikan Gereja.

Dengan dibelinya Gereja baru pada lokasi yang cocok, kita semua harus tingkatkan iman dan semangat jadikanlah tempat kebaktian yang ideal. Dalam proses perjalanan ini memang sempat terpikir kesulitan dana dan masalah lain. Tapi Tuhan tiada henti-hentinya memberkati dan membimbing serta menggerakan hati saudara-saudari seiman dalam dan luar negeri penuh dukungan dan memberikan persembahan ( Hagai 2 : 7 ). Akhirnya mampu membeli Gereja ini, dan mulai sekarang Kuching memiliki kesempatan. Sungguh suatu perolehan yang tidak muda, tentu inilah bukti kasih dan berkat Tuhan yang berlimpah, dan tetapi yang terpenting tugas dan tanggung jawab yang lebih besar penyebaran kabar gembira, mencari jiwa keselamatan manusia yang diserahkan Tuhan kepada saudara-saudari. Manfaatkanlah Gereja baru ini sebagai berkat dan muliakanlah nama Tuhan bersaksi untuk Tuhan, sebarkan Firman Tuhan kemana-mana, seperti Tuhan Yesus sendiri, Petrus, Yohanes, Paulus manfaatkan Gereja bersaksi dan menyebarkan firman Tuhan dan kerajaan Allah kemana saja.

Oleh karena itu sebelum gereja ditahbiskan kita harus merencanakan dan mengadakan persiapan segala sesuatu sabaik mungkin, setelah pentahbisan gereja, kita tetap harus doa mohon Tuhan menyertai. Hal ini harus tidak beda seperti Gereja zaman para rasul. Ada petugas sedang menginjil ( Roma 10 : 14 ) tetapi bersamaan itu pula, sangat perlu adanya Roh Kudus bekerja, membuka isi hati manusia, membimbing orang percaya Yesus Saat sekarang, banyak pekerjaan Gereja ( tidak bedanya pengembalaan kedalam maupun penginjilan keluar ) kita semua memerlukan adanya orang aktip bekerja merancang dan melaksanakan, adanya bimbingan dari Tuhan ( Mazmur 127 : 1 ). Sangat perlu jemaat menanam menyiram air dan memenuhi keinginan Tuhan agar hidup berkembang ( I Kor 3 : 6-9 ).

Kiranya berkat Tuhan yang melimpah untuk Gereja terus menerus berkembang dan dewasa. Terpujilah nama Tuhan Amin.
Pdt. Thomas Fung
Gereja Perth, Australia

Kata Sambutan : Deacon Jonah Yapp
|

Kata Sambutan : Deacon Jonah Yapp

PENTAHBISAN GEREJA KUCHING
Puji syukur kepada Tuhan, aspirasi dan keinginan jemaat Kuching memiliki tempat kebaktian akhirnya terwujud. Semua ini mungkin terjadi, atas berkat bimbingan Roh Kudus tentu atas ketekunan doa, penuh kasih, serta bantuan dana dari saudara-saudari kita seiman di seluruh dunia. Semoga kebahagiaan dinikmati kita semua. Khususnya, saudara-saudari jemaat Kuching manfaatkanlah untuk kemuliaan Bapak kita di Surga Amin.

Pentahbisan gereja Kuching pada hari ini, adalah merupakan titik awal pembanguan gereja di Sarawak. Sekaligus menandakan gereja pertama di negara bagian terbesar dari negeri Malaysia. Juga merupakan pembangun sejarah baru yang panjang. Alkitab mengatakan semua ada saatnya, ( Pengkhotbah 3 : 1 ). Kebangkitan semangat baru gereja Kuching yang sudah lama vakum kegiatan, tapi sungguh, ternyata cinta Tuhan sangat besar kepada masyarakat Kuching yang penduduknya 36 % orang Kristen baik suku Tionghua maupun Dayak.

Tahun 1999 saat gereja bangkit kembali, waktu itu gereja Kuching di bina 3 Majelis Pusat, yaitu pusat Sabah, pusat Malaysia dan pusat Indonesia, secara bergilir menginjili dan mengembalakan. Karena pusat Malaysia mendapat tugas pembinaan negara lain, maka sejak tahun 2000 pengembalaan dari penginjilan dilaksanakan secara bergilir dari utusan Sabah dan Indonesia. Semoga Tuhan memberkati persembahan dan pengabdian mereka.

Gereja Kuching, kebaktian Sabat semula dimulai hanya diikuti sekitar 20 jemaat. Hal ini hampir mirip dengan 3 gereja pertama kali di bangun di kota Mansilingan, Bacolod City, dan Negros Occidental di negara Philippinec pada tanggal 26 Juni 1983, melalui kerja keras dan pelayanan kepada Tuhan, kini terdapat 10 Gereja dan 12 Rumah Doa dengan jumlah anggota sebanyak 1300 jemaat. Kiranya motivasi ini sebagai faktor pendorong dan contoh untuk pembangunan misionaris di Kuching dan tentunya Tuhan mengaruniai talentia tiap jemaat memainkan peranan pada akhir Zaman. Sebagai Kristus ( 2 Tim 2 : 21 ) mewujudkan pesan terakhir “ agar umat manusia jadi murid Tuhan” ( Matius 28 : 19 ) senagai nelayan penjala manusia ( Markus 1 : 17 ).

Semoga Tuhan melindungi rumahnya baik siang maupun malam. Jadikanlah tempat ini untuk memuliakan nama Tuhan ( 2 Raj 6 : 20 )

 

Segala Puji kepada Tuhan,
DIAKEN JONAH YAPP

Kata sambutan – Pdt. Thomas Kam
|

Kata sambutan – Pdt. Thomas Kam

GEREJA YESUS SEJATI YANG PERTAMA DI NEGERI SERAWAK
Lihatlah betapa besarnya kasih yang dikanuniakan Bapak kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah dan memang kita adalah anak-anak Allah karena itu dunia tidak mengenal kita sebab dunia tidak mengenal Dia ( 1 Yohanes 3 ayat 1 ).

Kira-kira dua dekade yang lalu yaitu pertengahan tahun 80-an kebaktian pertama diadakan dikediaman Sdr. Lee Yan Wai, yang tidak terlupakan yaitu dimana, gereja tidak berkembang karena lemahnya komitmen, dan jemaat lebih sibuk urus kepentingan pribadi, walaupun mereka tetap berusaha menyelenggarakan kebaktian sabat tapi tanpa adanya lokasi yang pantas dan permanent serta tiada pemimpin yang berkemampuan tinggi, maka jemaat berhenti kegiatan kehidupan bergereja, tentu saja akhirnya dombanya pun terpencar kemana mana.

Akhirnya akhir tahun 90-an, kebaktian sabat dimulai lagi dirumah Sdr. Johnny Chan tentu saja jemaatpun secara berkala berbalik kembali lagi.

Kita bersyukur pada Tuhan dalam masa 5 tahun yang pendek ini dengan bantuan Majelis Malaysia Barat, Indonesia dan Sabah telah berhasil membeli sebagian lantai 4 bangunan ruko ( rumah toko ) yang direhab menjadi sebuah gereja. Walaupun jemaat sekarang belum banyak, tapi kami bangga karena adanya gereja ini terasa juga kehadirannya dalam kota besar ini. Lebih lanjut kita bahagia memiliki tempat milik sendiri dimana nama Tuhan Yesus sangat terpuji dan termuliakan.

Sejak kebangkitan gereja para rasul, gereja Yesus Sejati telah sepenuhnya menjalankan perintah agung melalui penginjilan, khotbah dan pengembalaan kabar keselamatan sesuai ajaran Alkitab. Memang pada awalnya begitu banyak kesulitan dan hambatan, mungkin sudah tidak terhitung lagi banyaknya. Khususnya pada saat pengembangan ke daerah baru tentu harus bekerja lebih keras. Tapi berkat Tuhan selalu membantu kegiatan gereja sehingga selalu berada di jalan yang benar dan mulia. Berbeda dengan sejumlah gereja denominasi lain, telah ada penyimpangan dari kebenaran Alkitab atau memisahkan diri dengan dogma yang berbeda pula.Sedangkan Gerja Yesus Sejati mampu bertahan dan tetap mempertahankan ajaran yang benar dan sesuai dengan ajaran Alkitab sejak awal hingga sekarang.

Secara sepintas kelihatan gereja ini lemah dan perkembangannya tidak sehebat gereja-gereja protestan lainnya yang telah memiliki sejarah yang lebih lama, jumlah anggota lebih banyak, kekayaan gereja dimana-mana, ekonomi yang kuat, sumber daya manusia lebih lengkap dan pengeruhnya lebih besar. Kehadiran Roh kudus dan kebenaran menyebabkan kita mampu mengerti rahasia Alkitab dan kebanggaan menyemarakan busana Tuhan dengn pemberkatan gerejanya pada masa akan datang ( Hagai 2 : 9 ).

Saya secara khusus mengingatkan, semua kita baktikan dengan susah payah, dengan kekayaan, waktu, keringat, air mata dan doa yang telah menyertai kegiatan ini, kiranya Tuhan membalas dan memberkati anda berlimpah.

Sekarang gedung gereja telah berdiri di Kuching, yang jauh lebih penting mencapai kemajuan rohani anggota dan memuliakan Tuhan.
Bagaimana ini dapat terlaksanakan?
Ada 4 hal yang perlu diperhatikan:
1. Jangan berhenti berkebaktian ( Ibrani 10 : 25 )
2. Berbuah banyak dan berkembang ( Matius 28 : 19 ; Amsal 11 : 30 ),
3. Doa untuk kepentingan umum, berkat Tuhan untuk dunia ( Yohanes 1 : 5 dan 3 : 17 ; Rasul 4 : 29-30 ),
4. Tekuni ajaran sepenuh hati dan bekerja untuk gereja ( Rasul 17 : 11 dan 2 Tim 2 : 15 ; Efesus 4 : 12-13 ).

Semoga Tuhan Yesus Kristus terus menerus memberkati gereja Kuching dan seluruh jemaat agar bertumbuh dalam iman yang teguh, cinta kasih dan penuh kepercayaan dalam menyambut kedatangan Tuhan Yesus kedua kalinya. Amin.

Pdt. Thomas Kam