53. Allah Melihat Dalam Hati Manusia
KITAB BACAAN : 1 Sam 16 : 6-7, 10-13; Mzm 139 : 1-2.
I. KEINDAHAN DALAM HATI LEBIH PENTING DARIPADA KEINDAHAN WAJAH/RUPA
1. Orang yang berwajah cantik, dalam hatinya belum tentu baik.
Orang kuno berkata : “Mengetahui orang dan rupanya, namun tidak mengetahui hatinya”.
a. Absalom – pemuda tampan (2 Sam 14 : 25-27; 18 : 9-10, 14-15).
b. Zakheus – orang yang pendek (Luk 19 : 1-10).
- Jangan menilai orang menurut wajahnya (2 Kor 5 : 16; Yoh 7 : 24).
2. Allah mengasihi akan orang yang jujur dalam hatinya (Mzm 51 : 6).
- Jujur : Iaitu lurus, memegang janji, tidak tamak, tidak palsu, tidak pura-pura (Yoh 1 : 45-47).
- Tidak jujur : Iaitu mudah berjanji, hilang kepercayaan, menyangkal, sembarangan, tamak, berdusta, …… Saul adalah orang yang semacam ini (1 Sam 10 : 8; 13 : 9-10; 15 : 1-15). Kerajaannya dihapuskan oleh Allah.
3. Allah menyenangi akan orang yang adil, pemurah dan rendah hati (Mi 6 : 8).
a. Allah membenci orang yang berlaku tidak adil (Ams 17 : 15; Yes 5 : 20-23).
Allah mengasihi bagi yang adil (1 Sam 30 : 21-24; Kis 13 : 22).
b. Murah hati (menaruh kasihan, bersimpati). (Mat 5 : 7; 9 : 13).
c. Rendah hati, mahu menerima pendapat orang lain (Kel 18 : 13-24; 1 Ptr 3 : 8).
II. PENYATAAN KEINDAHAN DALAM HATI
1. Dalam doa (Luk 18 : 9-14).
2. Dalam persembahan (Mat 6 : 21).
- Maria (Mrk 14 : 3-9).
- Janda miskin (Mrk 12 : 41-44).
3. Dalam saat menerima Kasih.
- “Orang baik sekali pun miskin tidak akan meminta, bahkan kaya pun tidak sombong”.
Seperti : Mordekhai (Est 3 : 1-2; 6 : 5-12).
- (Yak 2 : 2; Kis 24 : 16; Ams 4 : 23; 1 Ptr 1 : 13).
