65. Siapa Yang Boleh Diam Di Gunung Allah Yang Kudus
|

65. Siapa Yang Boleh Diam Di Gunung Allah Yang Kudus

KITAB BACAAN : Mzm 15 : 1-2.

I.       ORANG YANG PERBUATANNYA LURUS / JUJUR

1.      Berdiam di hadapan Allah, bergaul erat dengan Allah (Mzm 140 : 14;  Ams 3 : 32).

2.      Doa pujiannya diperkenan oleh Allah (Ams 15 : 8;  Mzm 33 : 1).

3.      Ia pasti diselamatkan, keturunannya juga memperoleh berkat (Ams 28 : 18;  Mzm 112 : 2).

4.      Kemah orang jujur pasti akan mekar (Ams 14 : 11).

  • Maka hendaklah menuntut hati yang jujur, supaya apabila jujur dapat berdiam di gunung Allah yang kudus (Ruj : 1 Raj 3 : 6).

II.     ORANG YANG BEKERJA DENGAN ADIL

1.      Allah adalah Allah yang adil (Ul 32 : 4;  Kel 9 : 27).

2.      Setiap orang yang berbuat Kebenaran, lahir daripada Allah (1 Yoh 2 : 29).

3.      Kerajaan Allah hanya mengenai soal Kebenaran (Rm 14 : 17).

4.      Yang dituntut Allah dari padamu adalah melakukan keadilan (Mi 6 : 8).

  • Maka bagi rohaniawan, hendaklah mengejar keadilan (1 Tim 6 : 11), serta berbaju zirah keadilan (Ef 6 : 14).

Dengan kekudusan dan kebenaran melayani Tuhan, maka boleh tinggal di hadapan Allah (Luk 1 : 75).

III.    ORANG YANG BERKATA JUJUR DALAM HATINYA

1.      Yakni Allah yang setia dan tiada kekurangan (Ul 32 : 4).

2.      Allah menjaga orang-orang yang setiawan (Mzm 31 : 23).

3.      Mata Allah tertuju kepada orang-orang setiawan dinegeri (Mzm 101 : 6).

4.      Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat (Ams 28 : 20).

  • Allah ingin supaya kita berkata dengan jujur (Za 8 : 16, 19;  Ef 4 : 15, 25), hendaklah menyembah Dia dengan Kebenaran (Yoh 4 : 24), maka bagi orang yang berkata jujur dalam hati baru dapat berdiam di gunung Allah.

64. Empat Hal Untuk Memperoleh Kemenangan
|

64. Empat Hal Untuk Memperoleh Kemenangan

Setelah kita percaya kepada Tuhan, dalam kehidupan iman harus mengalahkan iblis, dunia, hawa nafsu dll.  Apabila di dalam hal ini gagal, maka hilanglah harapan keselamatan.

Oleh sebab itu, bagaimana baru memperoleh kemenangan?  Di bawah ini tercantum 4 hal penting untuk kita memperoleh kemenangan.

I.       BERIMAN (1 Yoh 5 : 4)

1.      Harus mempertahankan kekuatan iman (Ibr 3 : 14;  1 Ptr 1 : 9).

2.      Dengan iman yang teguh bersandar kepada Tuhan untuk menaklukkan iblis (Rm 8 : 35-37;  1 Ptr 5 : 8-9;  Why 12 : 11).

3.      Dengan iman penyerahan bersandar kepada Tuhan (Mzm 37 : 5;  Ams 3 : 5-6;  Flp 4 : 6-7).

  • Abraham (Ibr 11 : 8, 17-19;  Rm 4 : 21).
  • Daniel dan ketiga sahabatnya (Dan 3 : 16-18;  6 : 10).
  • Mohon Tuhan memberikan iman (Luk 17 : 5;  10 : 9).

II.     TAAT (Yak 4 : 7)

1.      Taat akan Firman Allah (Yos 1 : 7-8;  1 Ptr 1 : 22).

2.      Melaksanakan menurut kehendak Allah (Ibr 10 : 7;  Flp 2 : 6-8;  Kis 20 : 24).

3.      Taat melaksanakan menurut Roh Kudus (Gal 5 : 16;  Rm 8 : 13;  Kis 5 : 29).

  • Tuhan Yesus (Mat 4 : 1-11).
  • Hawa dan Saul (Kej 2 : 16-17;  3 : 6;  1 Sam 15 : 19-23).
  • Mohon Tuhan memberi hati yang taat (Yeh 36 : 26-37;  2 Kor 10 : 5).

III.    BERSABAR (Mat 24 : 13;  Luk 21 : 19)

1.      Sabar memegang Firman dan melaksanakannya (Why 14 : 12;  Ibr 10 : 36;  Kis 14 : 22).

2.      Tahan akan segala kesusahan (Mat 10 : 22;  Why 7 : 13-14;  2 Tim 4 : 2).

3.      Panjang sabar sampai kedatangan Tuhan (Yak 5 : 7-8;  1 : 4;  2 Ptr 3 : 15;  Ibr 6 : 15).

  • Yakobus (Kej 31 : 38-42;  32 : 24-28).
  • Ayub (Yak 5 : 11).
  • Mohon Tuhan memberkati hati yang sabar (Rm 15 : 5).

IV.    HARUS MEMPUNYAI KASIH (1 Yoh 4 : 17-18;  Rm 12 : 17-21)

1.      Mengasihi saudara-saudara, dan mengasihi semua orang (1 Yoh 2 : 10;  3 : 14;  2 Ptr 1 : 7;  1 Ptr 4 : 8).

2.      Mengasihi musuh (Mat 5 : 44-48;  Rm 12 : 14;  Luk 23 : 34).

3.      Mengasihi Allah (Mat 22 : 37-38;  Luk 14 : 26).

  • Yusuf (Kej 45 : 4-8;  50 : 19-21).
  • Stefanus dan Paulus (Kis 7 : 59-60;  Flp 3 : 7-8).
  • Mohon Tuhan memberi Kasih (Rm 5 : 5;  2 Kor 14 : 1).

KESIMPULAN :

Tuhan Yesus berjanji memberikan bagian berkat kepada umat Kristian yang memperoleh kemenangan (Why 2 : 7, 11, 17;  3 : 5, 12, 21;  21 : 7).

63. Pemilihan Berkat Dan Kutuk ( Ul 30 : 15 – 20 )
|

63. Pemilihan Berkat Dan Kutuk ( Ul 30 : 15 – 20 )

I.       SEBABNYA MEMPEROLEH BERKAT (Ul 28 : 1-2)

1.      Mengasihi Allah (Ul 30 : 16).

  • Hendaklah mengasihi Allah melebihi dari segala perkara (Luk 14 : 16;  Mrk 12 : 29-30;  Mzm 33 : 12).

2.      Menurut akan Firman Allah (Ul 28 : 1-2, 13-14).

3.      Memegang Firman Allah (Ul 28 : 1, 9, 13-14).

  • Hendaklah memelihara Firman Allah (Luk 11 : 28;  2 Tim 1 : 13-14;  1 Tim 3 : 9;  Why 1 : 3).

4.      Melaksanakan Firman Allah (Ul 28 : 1, 9, 13-14).

  • Hendaklah melaksanakan Firman Allah (Yak 1 : 22-25;  1 Yoh 3 : 7).

II.     BERKAT APA YANG HARUS DIPEROLEHNYA? (Ul 28 : 3-14)

  • Berkat untuk hidup sekarang dan yang akan datang (Mrk 10 : 29-30;  1 Tim 4 : 8).

1.      Memperoleh berkat di segala tempat (Ul 28 : 3, 6).

  • Dalam segala tempat memperoleh kasih dan perlindungan Allah (Yoh 14 : 21;  Mzm 121 : 7-8;  1 Ptr 3 : 12;  Why 3 : 10).

2.      Memperoleh berkat harta benda (Ul 28 : 4-5, 8, 11-12).

  • Orang benar tidak akan berkekurangan (Mzm 34 : 9;  37 : 25;  1 Taw 29 : 12).

3.      Memperoleh berkat keturunannya (Ul 28 : 4-11).

  • Keturunannya diberkati (Ams 20 : 7;  Ul 12 : 28).

4.      Mengalahkan segala musuh (Ul 28 : 7).

  • Mengalahkan segalanya (Ams 16 : 7;  Luk 10 : 19;  Ams 119 : 165;  Mzm 5 : 12).
  • Berkat yang akan datang.

a.      Memperoleh hidup yang kekal (Rm 2 : 7, 10;  Mat 7 : 21;  Ams 11 : 19).

b.      Memperoleh pahala kemuliaan (2 Tim 4 : 7-8;  Mat 13 : 43).

III.    SEBABNYA MEMPEROLEH KUTUK (Ul 28 : 15)

1.      Menyembah allah palsu (Ul 30 : 17-18).

  • Dosa yang sangat keji (1 Raj 21 : 26).

2.      Tidak mendengarkan Firman Allah (Ul 28 : 15, 45).

  • Apabila saatnya tiba manusia akan bosan Injil Kebenaran (2 Tim 4 : 3-4).

3.      Tidak memegang Firman Allah (Ul 28 : 15, 45, 48-49).

  • Pada akhir zaman banyak orang akan meninggalkan Injil, serta mengikuti ajaran sesat (1 Tim 4 : 1;  2 Tes 2 : 3).

4.      Tidak melaksanakan Firman Allah, bahkan melakukan kejahatan (Ul 28 : 15, 20, 58-59).

  • Pada akhir zaman akan bertambah kedurhakaan, kejahatan naik ke langit (Mat 24 : 12;  Why 19 : 5).

IV.    KUTUK APA YANG DITERIMA?

  • Kutuk untuk hidup sekarang dan yang akan datang.

1.      Terkutuk di segala tempat (Ul 28 : 16, 19, 25).

  • Tidak ada damai sejahtera (Yes 48 : 22;  Am 9 : 2-4).

2.      Harta benda tidak memperoleh berkat (Ul 28 : 17-18, 30-33, 38-40, 42, 48).

  • Orang fasik sering kekurangan makanan (Ams 13 : 25;  Yeh 4 : 17).

3.      Tubuh tidak memperoleh berkat (Ul 28 : 21-22, 27-29, 35, 58-61).

  • Allah memberikan damai sejahtera dan menurunkan malapetaka (Yes 45 : 7;  Ul 32 : 39).

4.      Keturunannya tidak diberkati (Ul 28 : 18, 32, 41).

  • Terkutuklah keturunan orang fasik (Ayb 27 : 13-14;  Yer 32 : 18).
  • Kutuk hidup yang akan datang.

a.      Dihukum (Yoh 5 : 29;  Rm 2 : 8-9;  Mrk 16 : 16).

b.      Menerima hukuman sampai selamanya/kekal (Why 21 : 8;  Mat 25 : 46;  Mat 7 : 23).

KESIMPULAN :

Pilihlah jalan hidup yang kekal (Mat 7 : 13-14).

62. Berhikmat Dan Bodoh
|

62. Berhikmat Dan Bodoh

Manusia beranggapan bahawa yang berhikmat belum tentu adalah orang pandai semua;  Dan beranggapan pula bahawa yang bodoh juga belum tentu orang yang bodoh semuanya.

Sebenarnya, siapakah yang berhikmat dan siapakah yang bodoh?

Baiklah kita bahas menurut Alkitab.

I.       DARI SEGI MENYEMBAH KEPADA ALLAH

1.      Bagi orang yang mengenal akan Allah serta berbakti kepadaNya adalah orang yang berhikmat/pandai (Ams 9 : 10;  Ayb 28 : 28).

2.      Bagi Atheisme atau penyembah allah palsu adalah orang bodoh (Mzm 14 : 1;  Rm 1 : 21-23).

II.     DARI SEGI KEPERCAYAAN

1.      Bagi yang rajin dan berjaga-jaga adalah orang berhikmat/pandai (Mat 25 : 4;  Why 16 : 15;  Why 3 : 19).

2.      Bagi yang dingin dan tidak bersiap-siap adalah orang yang bodoh (Mat 25 : 3;  Why 3 : 15-16).

III.    DARI SEGI PERBUATAN

1.      Yang dapat mendengarkan Firman serta melaksanakannya adalah orang yang berhikmat/pandai (Mat 7 : 24-25;  Mzm 111 : 10;  Mat 7 : 21).

2.      Yang tidak mendengarkan serta tidak melaksanakannya adalah orang bodoh (Mat 7 : 26-27;  Yes 32 : 6;  Hos 4 : 6).

IV.    DARI SEGI PERSEMBAHAN

1.      Bagi yang mempersembahkan dengan sukarela adalah orang yang pandai (Luk 16 : 8-9;  Mat 6 : 20-21;  1 Tim 6 : 17-19;  2 Kor 9 : 7).

2.      Hanya mementingkan kesenangan sendiri dan tidak mempersembahkan adalah orang bodoh (Luk 12 : 16-21;  16 : 19-31;  Pkh 5 : 13-17).

V.     DARI SEGI PEKERJAAN KUDUS

1.      Bagi yang rajin bekerja adalah orang pandai (Luk 12 : 42-44;  22 : 28-30;  Mat 25 : 16-17, 20-23;  1 Kor 15 : 53).

2.      Bagi orang yang malas bekerja adalah orang bodoh (Luk 12 : 45-47;  Mat 25 : 26-30).

KESIMPULAN :

Hendaklah menjadi Rohaniawan yang berhikmat (Ef 5 : 15-17;  Ams 9 : 6).

61. Pertobatan Yang Hilang Khasiatnya
|

61. Pertobatan Yang Hilang Khasiatnya

Allah tidak ingin seorang pun yang binasa, melainkan ingin setiap orang semuanya bertobat dan diselamatkan.  Maka hendaklah kita segera bertobat, jangan menanti sampai hari penentuan hukuman dosa, maka akan kecewa selamanya.

I.       PERTOBATAN AKHAN YANG TIDAK BERKHASIAT

1.      Dosa yang diperbuatnya (Yos 7 : 21).

2.      Bukan mengaku dosa dan bertobat, tetapi menurut kehendak sendiri (Yos 7 : 16-20).

3.      Akhirnya dilempari batu sampai mati (Yos 7 : 22-26).

  • Jangan menyembunyikan kesalahan/dosa (Ams 28 : 13;  Mzm 38 : 18;  2 Kor 5 : 10).
  • Handaklah segera bertobat dengan tulus ikhlas (Rat 3 : 40-41;  Luk 13 : 3, 5).

II.     PERTOBATAN YUDAS YANG TIDAK BERKHASIAT

1.      Dosa yang diperbuatnya (Yoh 12 : 6;  Mat 26 : 14-15).

2.      Berkeras hati tidak bertobat (Yoh 13 : 21-30;  Mat 26 : 20-25;  Mrk 14 : 17-21;  Luk 22 : 47-48).

3.      Ketika melihat Tuhan Yesus disalibkan baru bertobat (Mat 27 : 3-4).

4.      Akhirnya tidak mati (Mat 27 : 5;  Kis 1 : 18-19).

  • Jangan mengeraskan hati (Ibr 3 : 7-8;  Ams 29 : 1).

III.    PERTOBATAN ORANG KAYA YANG TIDAK BERKHASIAT

1.      Hanya mementingkan kesenangan sendiri, tidak mengasihi orang lain (Luk 16 : 19-21, 25).

2.      Setelah mati baru bertobat (Luk 16 : 27-30).

3.      Akhirnya menerima penderitaan di alam maut selamanya (Luk 16 : 23-26).

  • Selama masih ada kesempatan bertobat dan percaya kepada Tuhan, mendengarkan nasihat dan melakukan kebajikan (Ibr 3 : 13;  Kis 17 : 20;  Ams 3 : 27-28;  Luk 13 : 24-27).

60. Memberi Dahulu, Memperoleh Kemudian
|

60. Memberi Dahulu, Memperoleh Kemudian

Pepatah mengatakan : “Pahit dahulu, manis kemudian”.

Seperti : Seorang petani, terlebih dahulu harus bercucuk tanam dengan bekerja keras, barulah memperoleh hasil tuaian yang menggembirakan.

Demikian pula dengan perkara di dunia, dalam hal kerohanian pun bahkan terlebih dahulu harus ada kegiatan, penderitaan dalam pengorbanan, kemudian baru memperoleh pahala kemudian.

I. INGIN MENJADI TERBESAR, TERLEBIH DAHULU HARUS RENDAH HATI (Mat 18 : 1-4)

1.      Menerima pengajaran dengan rendah hati (Ams 13 : 18).

2.      Melayani orang dengan rendah hati (Mat 20 : 25-27).

  • Kerendahan hati mendahului kehormatan (Ams 18 : 12;  1 Ptr 5 : 5-6)
  • Seperti Tuhan Yesus (Flp 2 : 5-11;  Mat 2 : 28).

II. TERLEBIH DAHULU MEMBERI HARTA DI BUMI, KEMUDIAN MEMPEROLEH HARTA YANG SESUNGGUHNYA (Mat 19 : 21)

1.      Banyak mempersembahkan harta bagi Pekerjaan Kudus (Ams 3 : 9;  Mat 6 : 19;  Luk 16 : 9;  2 Kor 9 : 6-8).

2.      Dengan hati yang sukarela memberi kepada orang (1 Tim 6 : 17-19;  Ams 11 : 25;  19 : 17).

  • Tidak mengumpulkan harta di bumi, namun mengumpulkan di atas Syurga (Luk 12 : 16-21, 33).

Seperti : Maria, Barnabas (Mrk 14 : 3-9;  Kis 4 : 36-37).

III.  TERLEBIH DAHULU BERSABAR DENGAN PENDERITAAN SEKARANG, KEMUDIAN MEMPEROLEH PAHALA KEMUDIAN (Rm 8 : 17-18)

1.      Bekerja keras bagi pekerjaan kudus (Luk 22 : 28-30;  1 Ptr 5 : 2-4).

2.      Bersabar dalam penghinaan bagi Injil Tuhan (Mat 5 : 11-12).

  • Berbahagialah orang yang dinista kerana nama Kristus (1 Ptr 4 : 14-16).
  • Seperti Paulus (2 Tim 4 : 7-8).

IV. TERLEBIH DAHULU MEMBERIKAN NYAWANYA, KEMUDIAN MEMPEROLEH KEHIDUPAN YANG SEJATI (Mat 16 : 24-25)

1.      Harus mematikan hawa nafsu (Rm 8 : 13;  Gal 5 : 24;  Kol 3 : 5).

2.      Memberi nyawa bagi Tuhan (Mat 10 : 39;  Why 2 : 10).

  • Hendaklah berkorban bagi Injil (Yoh 12 : 24-25).
  • Seperti : Stefanus, Yakobus (Kis 7 : 59-60;  12 : 1).

KESIMPULAN :

Hendaklah memperhatikan perkara yang akan datang (2 Kor 4 : 18).