77. Mahkota Dalam Kitab Amsal
|

77. Mahkota Dalam Kitab Amsal

“Mahkota” melambangkan Kemuliaan, Kehormatan, dan pujian.

I.       DIDIKAN IBU-BAPA (Ams 1 : 8-9) – MENGANDUNG KATA-KATA BIJAK

1.      Teguran orang yang bijak adalah seperti hiasan emas untuk telinga yang mendengar (Ams 25 : 12).

2.      Nasihat dari teman yang jujur, seperti wangi-wangian yang harum (Ams 27 : 9).

3.      Hendaklah mencintai didikan dan nasihat orang;  Kalau tidak, seperti hewan yang akhirnya pasti binasa (Ams 12 : 1;  15 : 10).

II.     MEMPEROLEH PENGETAHUAN (Ams 14 : 18)

1.      Mahkota orang bijak adalah kepintarannya (Ams 14 : 24) dan kepintaran itu ditunjukkan oleh Firman Allah (Ruj : Mzm 19 : 10;  119 : 72).

2.      Hikmat menjadikan orang tinggi, hormat, sehingga bermahkota di atas kepalanya (Ams 4 : 8-9).

3.      Permulaan hikmat, hendaklah dengan segala yang ada ditukar oleh pengertian (Ams 4 : 7).

III.    MAHKOTA ORANG TUA ADALAH ANAK CUCU (Ams 17 : 6a)

1.      Anak-anak adalah milik pusaka dari Allah (Mzm 127 : 3) adalah kebahagiaannya, juga adalah kemuliaannya (Ams 127 : 5).

2.      Tetapi anak-anak yang dibiarkan mempermalukan ibu-bapanya (Ams 29 : 15).

3.      Maka, didiklah anak-anak supaya mereka berjalan menurut jalan yang patut baginya, sehingga sampai pada masa tuanya pun tidak akan menyimpang dari jalan itu (Ams 22 : 6).

IV.    KEHORMATAN ANAK-ANAK IALAH NENEK MOYANGNYA (Ams 17 : 6b)

1.      Manusia sering menggunakan kepandaian, kedudukan, kekayaan orang tuanya, tetapi semua itu bukanlah kemuliaan yang sesungguhnya.

2.      Jadilah teladan bagi orang-orang percaya dalam perkataan, tingkah laku, kasih dan kesucian (1 Tim 4 : 12).

3.      Janganlah berjudi, mabuk dan berzinah, sehingga anak-anak dipermalukan (seperti : Nuh – Kej 9 : 20-21;  Ahab telah melanggar Firman, sehingga telah mencelakai seisi rumahnya).

V.     HIASAN ORANG MUDA IALAH KEKUATANNYA (Ams 20 : 29a)

  • Kesihatan meliputi :

1.      Mengikut Tuhan dengan tekun (Yos 14 : 6-14).

2.      Giat bekerja bagi Tuhan (Ul 34 : 7).

3.      Kerohanian berkembang, tubuh kuat (3 Yoh 2).

Kerohanian berkembang pasti dipenuhi oleh Roh Kudus (Ef 3 : 16).

VI.    KEINDAHAN ORANG TUA IALAH UBAN (Ams 20 : 29b;  16 : 31)

  • Uban : bererti panjang umur.

Panjang umur meliputi :

1.      Hormat dan bakti kepada ibu-bapa (Ef 6 : 1-3).

2.      Hormat kepada Allah serta memegang perintahNya (Ul 6 : 1-2).

3.  Mulut tidak mengeluarkan kata-kata jahat, yakni meninggallkan kejahatan dengan melakukan kebajikan serta mencari perdamaian (Mzm 34 : 12-14).

VII.  ISTERI YANG CEKAP ADALAH MAHKOTA SUAMINYA (Ams 12 : 4a)

1.      Seperti Rut yang berbakti, rajin, serta suci (Kitab Rut).

2.      Seperti yang dicantumkan dalam Amsal pasal ke 31 :

1)   Yakni sebagai sandaran suaminya, sehingga suaminya beruntung dan tidak dirugikan.

2)   Senang bekerja dengan tangannya.

3)   Bangun pagi, tidur malam.

4)   Menolong orang yang tertindas/miskin (kasih).

5)   Perkataan lemah lembut ada dilidahnya.

6)   Mengawasi keadaan rumah tangganya, dan makanan kemalasan tidak dimakannya.

7)   Takut akan Allah.

3.      Isteri yang bijaksana adalah pemberian dari Allah (Ams 18 : 22;  19 : 14).

Hendaklah memohon agar Allah memberinya dan jangan memilih sendiri (Kej 6 : 1-3).

  • Hendaklah giat mengejar mahkota tersebut.
  • Peganglah apa yang ada padamu (Why 3 : 11).

 

76. Firman Kekudusan
|

76. Firman Kekudusan

“Tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan” (Ibr 12 : 14).

  • Bagaimana baru dapat menjadi Kudus?

I.       BAPTISAN AIR

1.      Setiap orang berdosa (Rm 3 : 9, 23).

2.      Telah berbuat dosa apa? (Pkh 12 : 13;  Rm 1 : 28-32).

3.      Kesudahan dari dosa adalah maut (Rm 5 : 12;  6 : 23).

4.      Dasar menghapus dosa – mengalirkan darah, menggantikan maut (Ibr 9 : 22;  Rm 3 : 25;  Yoh 1 : 29;  2 Kor 5 : 21).

5.      Menerima Baptisan dapat pengampunan dosa (Kis 2 : 38;  1 Ptr 3 : 21).

II.     BAPTISAN FIRMAN

1.      Manusia mudah berbuat dosa, umat Kristian juga demikian (Pkh 7 : 20;  1 Yoh 1 : 8-10).

2.      Firman Allah kudus, dapat menguduskan orang (Mzm 119 : 9, 11;  19 : 7-9;  Yoh 17 : 17).

3.      Maka hendaklah banyak berkebaktian, banyak mendengarkan Firman (Ibr 10 : 25;  Yak 1 : 22-25).

4.      Banyak membaca Alkitab, banyak mengingat, banyak memikirkan Firman Allah (Kol 3 : 16;  Ul 6 : 6-9).

III.    BAPTISAN ROH (Yes 4 : 3-4)

1.      Semua orang lemah, sekali pun mengetahui kebajikan namun tidak dapat melakukannya, sekalipun mengetahui kejahatan, namun tidak dapat melakukannya juga (Rm 7 : 14-23).

2.      Roh Kudus adalah pendorong bagi kita untuk menjadi kudus (2 Tes 2 : 13;  Rm 15 : 16).

3.      Hendaklah memohon kekuatan yang berasal dari atas (Luk 24 : 49;  Kis 1 : 8).

4.      Kepenuhan Roh Kudus, pasti menjadi manusia yang baru (1 Sam 10 : 6);  Maka itu janganlah memadamkan roh (1 Tes 5 : 19).

IV.    BAPTISAN API (Mat 3 : 11)

1.      Yang dimaksud dengan baptisan api, yaitu menerima pengujian dan pengajaran dari Allah, yakni menguji di dalam segala hal.

2.      Baptisan api paling menderita, namun dapat menjadikan orang untuk berhenti berbuat dosa (1 Ptr 4 : 1).

3.      Baptisan api dapat menjadikan orang seperti emas (Ayb 23 : 10;  1 Ptr 1 : 7).

4.      Baptisan api dapat menjadikan orang belajar sabar, taat, dan masuk sampai ke langkah yang sempurna, menjadi pokok keselamatan yang abadi (Ibr 5 : 8-9).

KESIMPULAN

Orang yang kudus, dapat menghadap Tuhan dalam kedamaian (2 Ptr 3 : 14).

75. Bintang Yang Memimpin Orang Datang Kepada Tuhan
|

75. Bintang Yang Memimpin Orang Datang Kepada Tuhan

Orang-orang majus dari sebelah timur melihat sebuah bintang, yakni bintang yang memimpin mereka datang ke hadapan Juru Selamat (Mat 2 : 1-12).

Bintang menunjukkan kepada umat Kristian, dan kita dianggap sebagai sebuah bintang yang memimpin orang datang kepada Tuhan (Dan 12 : 3;  Kej 37 : 9-10).  Bagaimana harus menjadi sebuah bintang yang membawa orang datang kepada Tuhan?

I.       HARUS SEBAGAI BINTANGNYA (Mat 2 : 2)

1.      Bukan milik Tuhan bagaimana membawa orang datang kepada Tuhan? (Ruj : Mat 15 : 14;  Yoh 1 : 41-46).

2.      Orang yang menerima Baptisan adalah menjadi milik Tuhan (Gal 3 : 26-29).

II.     YAKNI BINTANG YANG BERSINAR DI ATAS LANGIT (Mat 2 : 2, 9)

1.      Allah menciptakan banyak bintang yang berderet di atas langit, dan menerangi seisi bumi (Kej 1 : 14-17).

2.      Umat Kristian adalah warga Syurga (Flp 3 : 20), yakni suci, mulia dan berbeza dengan kekafiran (2 Kor 6 : 17-18).

3.      Hendaklah bercahaya seperti bintang (Dan 12 : 3);  Yang menyinari segenap bumi (Mat 5 : 16;  Flp 2 : 14-15).

III.    YAKNI BINTANG YANG BERJALAN MENDAHULUI (Mat 2 : 9)

1.      Iman tanpa perbuatan adalah mati (Yak 2 : 26), umat Kristian harus dapat melakukan kehendak Allah (Yak 1 : 22-25;  Mat 7 : 21).

2.      Yakni maju terus, tidak takut sukar, tidak takut mati (Ibr 10 : 37-39;  12 : 1-2;  Flp 3 : 12-13).

IV.    YAKNI BINTANG YANG MEMIMPIN ORANG DATANG KEPADA TUHAN (Mat 2 : 9)

1.      Ia berjalan mengikuti Tuhan (Flp 3 : 12-14).

2.      Ia memimpin orang majus datang di hadapan Tuhan;  Bagaimanakah dengan engkau?  Bagaimanapun juga senantiasa harus menyelamatkan orang-orang itu (1 Kor 9 : 22).

V.     YAKNI BINTANG YANG DISUKAI ORANG (Mat 2 : 10)

1.      Terang itu sebenarnya indah (Pkh 11 : 7);  Memberitakan Injil, membawa kabar kesukaan, jejak mereka pun adalah baik (Rm 10 : 15).

2.      Bersinar bagi Tuhan, membawa orang datang kepada Tuhan, adalah umat Kristian yang disenangi oleh setiap orang.

3.      Membawa orang datang kepada Tuhan, supaya setiap orang penuh dengan sukacita kerana Tuhan (Kis 16 : 30-34;  8 : 8).

KESIMPULAN

  • Hendaklah menjadi sebuah bintang yang membawa orang datang kepada Tuhan.
  • Janganlah menjadi sebuah bintang kekelaman (Yud 13).

 

74. Orang Yang Percaya Dan Datang Kepada Tuhan Bertambah Banyak
|

74. Orang Yang Percaya Dan Datang Kepada Tuhan Bertambah Banyak

Allah menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan Kebenaran (1 Tim 2 : 4).

  • Tuhan Yesus berpesan kepada murid-murid untuk pergi memberitakan Injil ke seluruh dunia, supaya segenap bangsa menjadi muridNya (Mrk 16 : 15;  Mat 10 : 8).
  • Supaya orang yang percaya dan datang kepada Tuhan bertambah banyak, dan itulah Kemuliaan Allah (Ams 14 : 28) yakni suatu pekerjaan yang paling berharga (Mat 16 : 26).
  • Maka, bagaimanakah supaya orang yang percaya bertambah banyak datang kepada Tuhan?  (Menurut yang tercatat dalam Kitab Kisah Para Rasul, semuanya dibagi beberapa bagian, sebagai suatu anjuran/dorongan.

I.       JEMAAT SEHATI, RAJIN DAN KASIH (Kis 2 : 41-47)

1.      Kita hendaknya sehati sefikir dalam pemberitaan Injil (Flp 1 : 5, 27).

2.      Apabila kita saling mengasihi, maka semua orang akan mengenal bahawa kita adalah murid-murid Tuhan (Yoh 13 : 34-35).

II.     TANDA-TANDA MUJIZAT ALLAH (Kis 5 : 12-14)

1.      Yesus bersabda : “Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya” (Yoh 4 : 48).

2.      Petrus menyembuhkan Eneas yang telah delapan tahun terbaring kerana lumpuh;  Maka semua penduduk Lida dan Saron melihat dia, lalu mereka datang kepada Tuhan (Kis 9 : 32-34).

3.      Petrus membangkitkan Dorkas dari kematian, sehingga di Yopo banyak orang yang telah percaya kepada Tuhan (Kis 9 : 42).

4.      Hendaklah memohon kepada Tuhan untuk mengadakan tanda mujizat Allah yang besar, supaya banyak orang yang datang kepada Tuhan (Kis 4 : 29).

III.    MEMILIH PENANGGUNG JAWAB GEREJA (Kis 6 : 5-7)

1.      Hasil bertambah banyak, adalah kerana kekuatan sapi (Ams 14 : 4);  Yakni supaya jemaat bertambah banyak, namun harus ada penanggung jawab Gereja setempat.

2.      Harus mempunyai nama yang baik, dipenuhi Roh Kudus dan cukup berhikmat (Kis 6 : 3).

3.      Penanggung jawab Gereja harus sehati dan bekerjasama dengan para penginjil, supaya tugas suci dapat dikembangkan (Kis 6 : 1-7).

IV.    JEMAAT MENJADI ORANG BAIK (Kis 11 : 24)

1.      Orang baik yaitu : Orang yang berakhlak lurus, mempunyai kasih, dalam segala perkara bersinar bagi Tuhan.

2.      Akhlak yang baik dapat memenangkan orang yang belum percaya untuk datang kepada Tuhan (1 Ptr 3 : 1-2).

3.      Sifat/kelakuan yang baik dapat supaya orang memberi kemuliaan bagi Allah (Mat 5 : 16;  1 Ptr 2 : 12).

V.     SEGENAP JEMAAT MENURUTI PERATURAN GEREJA (Kis 16 : 4-5)

1.      Segenap jemaat menuruti segala nasihat/perintah Alkitab.

2.      Segenap jemaat menuruti usul-usul yang diputuskan oleh wakil kongres Gereja.

3.      Segenap jemaat menuruti keputusan Rapat jemaat Gereja setempat.

4.      Serta segala nasihat peraturan yang sesuai dengan Alkitab.

VI.    MEMBERITAKAN DENGAN RAJIN

1.      Belum pernah mendengarkan Firman, bagaimana dapat percaya kepada Tuhan?

Tidak ada orang yang memberitakan Injil, bagaimana dapat mendengarnya? (Rm 10 : 14).

2.      Pada hari Pentakosta, terdapat 3000 orang yang menerima baptisan dan kembali kepada Tuhan, semua itu disebabkan oleh Kesaksian dari Petrus (Kis 2 : 37-41).

3.      Lain-lain : Kis 4 : 4;  18 : 9-11.

4.      Beritakanlah Injil dan membawa orang datang kepada Tuhan (2 Tim 4 : 2).

73. Kegagalan Raja Salomo
|

73. Kegagalan Raja Salomo

I.       HIDUP DALAM KEMEWAHAN

1.      Dalam hal makanan (1 Raj 4 : 22-23).

2.      Dalam hal tempat tinggal (1 Raj 7 : 1-8).

3.      Dalam hal pemakaian wang (1 Raj 10 : 14, 23, 27).

  • Membuat bangsa timbul pemberontakan (1 Raj 12 : 4).
  • Tidak memberi faedah dengan kesungguhan hati dalam pelbagai makanan (Ibr 13 : 9).
  • Jangan selalu ingin dipuji (Ams 25 : 27).
  • Bersukaria dalam kemewahan adalah dosa (Luk 16 : 19-25).

II.     PERKAWINAN DENGAN ORANG KAFIR

1.      Mengambil anak perempuan Firaun sebagai isterinya (1 Raj 3 : 1).

2.      Menyintai banyak perempuan kafir (1 Raj 11 : 1-3).

  • Hukum Taurat melarang menikah dengan orang kafir (Ul 7 : 3).
  • Jangan mempunyai banyak isteri, sehingga melanggar kehendak Allah (Ul 17 : 16-17).
  • Jangan menikah dengan orang kafir (Neh 13 : 26).

III.    MENYEMBAH KEPADA BERHALA

1.      Tergoda sehingga mengikuti allah lain (1 Raj 11 : 4-5).

2.      Membangun Mezbah bagi berhala (1 Raj 11 : 7-8).

  • Jangan sujud menyembah kepada berhala (Kel 20 : 4-5).
  • Juga jangan membangun mezbah bagi berhala (Ul 7 : 5).

 

72. Sikap Umat Kristian Menghadapi Keadaan
|

72. Sikap Umat Kristian Menghadapi Keadaan

I.       HARUS MEMPUNYAI SIKAP MELEPASKAN / MENINGGALKAN KEBAISAAN / ADAT

1.      Tuhan ingin supaya kita melepaskan adat duniawi (2 Kor 6 : 17-18).

2.      Hendaklah melepaskan adat jahat yang lama (Ef 4 : 21-24).

3.      Jangan mengulang kebiasaan yang lama (Ef 2 : 2-5).

Contoh : Daniel dan ketiga sahabatnya (Dan 1 : 8).

II.     HARUS MEMPUNYAI SIKAP CEMBURU

1.      Hendaknya menyalibkan segala hawa nafsu dan keinginannya (Gal 5 : 24).

2.      Bersandar kepada Roh Kudus mengalahkan hawa nafsu (Gal 5 : 16-21).

3.      Kemudian hendaklah cemburu dengan berani (1 Ptr 4 : 1-5).

Contoh : Kecemburuan dari Pinehas (Bil 25 : 6-13).

III.    HARUS MEMPUNYAI SIKAP MENGUDUSKAN DIRI

1.      Dalam keadaan yang jahat hendaknya menguduskan diri dengan baik (1 Tes 4 : 3-5).

2.      Menguduskan diri bersandar pada Injil Kebenaran (Yoh 15 : 3).

3.      Supaya segenap tubuh menjadi bersih (1 Tes 5 : 23).

Contoh : Yusuf (Kej 39 : 7-9).

IV.    HARUS MEMPUNYAI SIKAP YANG SALEH

1.      Menjelang akhir zaman, banyak orang yang tidak saleh (Yud 18).

2.      Kesudahan bagi yang tidak saleh adalah kebinasaan (2 Ptr 3 : 3-7).

3.      Umat Kristian harus hidup dengan saleh (2 Ptr 3 : 11-13).