Views: 180
Kid 8 : 5b. Erti dari perkataan ini sesungguhnya amat dalam dan panjang; Bagi umat Kristian yang masih lemah imannya, haruslah mempelajari nasihat ini.
I. DI BAWAH POHON EPAL
Melambangkan di dalam Anugerah Tuhan, pohon epal melambangkan Tuhan sendiri (Kid 2 : 3).
Dalam Alkitab banyak menggunakan pohon sebagai lambang dari manusia.
Seperti halnya pohon yang harus berbuah, tidak perlu dijelaskan lagi, semuanya tentu sudah mengetahuinya.
- Di dalam hutan banyak pohon besar, melambangkan bahawa di dunia ini banyak orang-orang yang terkemuka. Tetapi sebaliknya pohon apel adalah pohon yang pendek, direndahkan oleh orang, seperti halnya Tuhan Yesus (Yes 53 : 2; Mrk 6 : 3).
Akan tetapi pohon epal adalah pohon yang mulia, yakni berbuah sangat mulia, daunnya rimbun, dibawah pohon dapat merasa sejuk. Wisatawan yang lelah, dapat beristirehat di bawahnya dan makan buahnya, sungguh sangat menyenangkan.
Apabila di bawah pohon yang besar, tidak akan terdapat buah untuk dimakan, maka tidak ada gunanya.
Demikian pula orang-orang penting di dunia sulit untuk diminta bantuannya, hanya datang kepada Tuhan, jiwa yang letih lesu dapat memperoleh kelegaan (Mat 11 : 28).
- Mencobai buahnya, akan manis rasanya (Kid 2 : 3b) adalah buah yang diberikan oleh Yesus, kerana Tuhan mengasihi kita, Ia dilahirkan ke dalam dunia, menderita dan mengorbankan nyawaNya, untuk menolong dan melepaskan dosa kita, agar menjadi anak-anak Allah dan memperoleh kehidupan kekal, sehingga dapat masuk di dalam Kerajaan Syurga untuk menikmati kemuliaan, semuanya itu adalah buah epal yang manis dari Tuhan. Dengan kata lain iaitu Kasih Tuhan diberikan kepada kita untuk memperoleh sukacita.
- Kid 1 : 2. Cinta Kasih Tuhan lebih nikmat daripada anggur. Minuman anggur disukai manusia, hanya murid yang memperoleh Kasih Tuhan, di dalam segala perkara dapat merasa puas, sehingga tidak perlu minum anggur lagi.
Untuk menikmati Kasih Karunia Tuhan, harus ada dibawah pohon apel, mencobai buahnya yang manis, barulah merasa senang dan bahagia.
- Gereja Benar adalah tubuh Tuhan, dan Kasih Karunia Tuhan melimpah di dalam Gereja tersebut; Jemaat Gereja Benar harus ada di bawah pohon epal.
II. TUHAN AKAN MEMBANGUNKAN ORANG YANG DI BAWAH POHON EPAL
Iaitu ingin menyadarkan kita, pada saat tertidur atau mengantuk, dan apabila akan datang bahaya; Sebab di dalam hutan banyak binatang buas atau keluar masuknya para penyamun, manusia yang tertidur tidak mengetahui bahaya, maka Tuhan yang Maha pemurah itu akan menyadarkan atau membangunkan.
- Tetapi umat Kristian tidak hanya tertidur pada saat menderita atau mengalami bahaya, juga pada saat sejahtera dapat tertidur, hal ini lebih bahaya lagi. Kegagalan Nuh, pada saat air bah telah lalu, maka ia tertidur dalam minuman anggur dengan keadaan tubuh yang telanjang (Kej 9 : 20-21).
Ketika Daud dalam keadaan sejahtera ia tertidur, sehingga telah berbuat dosa yang berat (2 Sam 11).
Ketika kota Sodom dibinasakan, dan Lot melarikan diri ke atas bukit, ia tamak akan anggur, sehingga tertidur dengan pulas dan anaknya ada kesempatan melakukan perzinahan dengan ayahnya sendiri (Kej 19 : 30-38).
Hanya Ayub di dalam kesejahteraannya selalu berjaga-jaga dengan mempersembahkan korban bakaran bagi anak-anaknya (Ayb 1 : 5).
- Umat Kristian sekarang, yang ada di dalam kesejahteraan, imannya sangat dingin, sedang tertidur pulas di bawah pohon epal, sehingga perlu dibangunkan, kalau tidak, tentu akan mengalami malapetaka.
- Simson ditangkap ketika tertidur (Hak 16 : 19-21).
- Eutikhus tertidur, ketika sedang kebaktian lalu terjatuh dari tingkat ketiga ke bawah dan mati (Kis 20 : 9).
- Gadis-gadis yang menyongsong mempelai laki-laki, kerana tertidur, tidak mengetahui mempelainya telah datang (Mat 25 : 5, 11).
Pada umumnya orang-orang yang tertidur, kehilangan barangnya yang berharga. Seperti tertidur di kereta, barangnya dicuri, hal ini seringkali terjadi.
- Maka sebelum bahaya tiba, Tuhan mengingatkan kepada muridNya (Luk 21 : 34). Paulus pun demikian (1 Tes 5 : 3-6; Rm 13 : 11).
III. TUHAN MEMBANGUNKAN DENGAN CARA ISTIMEWA (Kid 8 : 5b)
Iaitu menyuruh dia (yang tertidur adalah mempelai perempuan yang dicintai Tuhan) supaya memikirkan ibu yang mengandung dan melahirkan dia. Tuhan melahirkan roh hidup bagi umatNya, maka dapat disebut sebagai ibu.
- Tuhan melahirkan jiwa kita, Ia sungguh menderita sangat besar! Apabila melupakan anugerahNya, maka imannya menjadi lemah atau dingin, kerohaniannya menjadi ngantuk, akhirnya tertidur; Maka Alkitab menasihatkan kepada umat Tuhan, supaya jangan melupakan kebaikanNya (Mzm 103 : 2; Ibr 12 : 3).
- Bukan saja tidak melupakan, tetapi harus dapat membalas kebaikanNya (2 Kor 5 : 14-15).
Maria dari Betania dan Maria Magdalena yang membalas Kasih Tuhan (Yoh 12 : 3; Mrk 14 : 3-9; Luk 8 : 3-4). Yang dibangunkan oleh Tuhan harus rajin.
