Matius 18:1-35
Matius. 18:1-35
Mengasihi dan mengampuni
Dasar pemahaman
Latar belakang
Murid-murid telah mengetahui tugas akhir Yesus untuk menderita dan mati di Yerusalem. Tetapi mereka tidak sepenuhnya mengerti tujuan dan erti pentingnya. Mereka masih mempunyai pengharapan yang keliru seperti apakah kerajaan syurga nantinya, dan ingin menjadi yang terbesar di dalam kerajaan itu. Dalam pelajaran ini, Tuhan menyampaikan pengajaranNya yang keempat untuk menjawab dua pertanyaan murid-murid. Pengajaran Yesus yang menyeluruh dimaksudkan untuk meluruskan kesalafahaman murid-muridNya dan mengajarkan mereka akan pentingnya kasih dan kesatuan di antara umatNya.
Ayat kunci
“Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam kerajaan Syurga” (18:4)
Tahukah anda…?
1. Batu kilangan (18:6): yaitu batu kilangan keledai, adalah batu yang ditarik oleh seekor keledai- jauh lebih besar dan lebih berat dibanding batu kilangan kecil (24:41) yang digunakana oleh para perempuan setiap pagi di rumah mereka.8/1465
2. Tujuh kali (18:21): Pengajaran Taurat tradisional mengatur bahawa seseorang yang diperlakukan salah oleh seorang saudara hanya perlu mengampuni saidara itu sebanyak tiga kali. 12/62
3. 10,000 talenta (18:24): Setara dengan beberapa puluh milyar Rupiah, kerana satu talenta mungkin adalah sebuah satuan berate mas, antara 58 hingga 80 pon 12/62, yaitu sekitar enam ribu dinar, satu dinar adalah rata-rata upah satu hari kerja. Oleh kerana itu, ini adalah suatu hutang yang tidak mungkin dilunasi. 1/1447
Pengamatan
Garis besar
(18:1-14)
(1-4)
(5-9)
(10-14)
(18:15-21)
(18:22-35)
Kata kunci/ ungkapan
Analisis umum
1. Perhatikanlah bagaimana kata “kecil” memberikan erti pada “besar”. Lihatlah kembali ayat-ayat ini dan catatlah hal-hal yang membuat seseorang “besar” dalam kerajaan syurga.
2. Ayat-ayat manakah yang menunjukkan bahawa Allah memperhatikan kesejahteraan anak-anak kecil?
3. Mengapa sikap kita terhadap anak-anak kecil mempunyai pengaruh langsung pada sikap kita kepada Allah?
Analisis bagian
18:1-14
1. Apakah sikap pemikiran murid-murid dalam pertanyaan tentang siapakah yang terbesar, dan mengapa pemikiran seperti ini salah?
2. Apakah yang dimiliki oleh anak-anak kecil yang harus kita pelajari?
3. Apakah sifat yang menggarisbawahi ajaran untuk menjadi seperti anak kecil (3) dan menerima anak kecil (5)?
4a. Mengapa menyebabkan orang lain jatuh dalam dosa adalah dosa yang besar?
4b. Mengapa penyesatan harus ada? Bila demikian, mengapa pelakunya masih harus dihukum?
4c. Fikirkanlah beberapa hal yang dapat menyebabkan seorang anak jatuh dalam dosa
5. Bagaimanakah cara kita melakukan pengajaran di ayat 8 dan 9?
6a. Siapakah “anak-anak” di ayat 11 hingga 14?
6b. Dari ayat-ayat ini, apakah yang dapat kita ketahui tentang Allah?
18:15-20
7. Hubungkanlah alinea ini dalam ayat 11-14
8a. Tuliskanlah langkah-langkah yang harus kita ambil untuk seorang saudara yang jatuh dalam dosa
8b. Apakah semangat di balik perintah-perintah ini?
9. Apakah yang diajarkan dalam ayat 18-20?
10a. Tanggungjawab kita kepada saudara yang berdoa
10b. Wewenang gereja
11. Apakah erti berkumpul “dalam namaKu”?
18:21-35
12. Catatlah pengajaran-pengajaran atau pelajaran pribadi yang dapat anda kumpulkan dari alinea ini.
13. Jelaskanlah maksud dari mengampuni “sampai tujuh puluh kali tujuh kali”
14a. Mengapa hamba yang jahat itu tidak dapat mengampuni sesamanya?
14b. Apakah yang memampukan kita untuk mengampuni, walaupun apabila kita disakiti begitu rupa?
15a. Bacalah ayat 35 dan renungkanlah bobot pengajaran ini. Mengapa Allah bertindak dengan keras apabila kita tidak mengampuni orang lain?
15b. Mengapa mengampuni dengan cara tidak membalas saja tidak cukup? Mengapa mengampuni harus dilakukan dari lubuk hati?
