|

Matius 23:1-36

​Matius. 23:1-36
Kecaman atas ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi

Dasar pemahaman
Latar belakang

​Kita sekarang sampai pada akhir pelayanan umum Yesus. Setelah membungkam orang-orang Farisi, Saduki, dan ahli-ahli Taurat, Tuhan melancarkan berbagai kecaman kepada mereka dengan kutuk-kutukan yang berat. Hal ini selayaknya terjadi kerana mereka adalah petinggi-petinggi agama yang selalu menjadi penentang utama pesan kerajaan Syurga. Kecaman-kecaman Tuhan juga berperan sebagai peringatan bagi murid-murid dan orang-orang atas tipu daya kesalehan palsu.

Ayat kunci

​“Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu nampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan ” (23:28)

​“Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mahu” (23:37)

Tahukah anda…?

1. “Phylactery” (Tali sembahyang) (ayat 5): adalah tali kulit yang terpilih atau kotak-kotak gulungan yang berisi secarik kertas kulit yang berisi empat tulisan Taurat (Kel. 13:2-10, 11-16; Ul. 6:4-9; 11:13-21), dipakai di lengan atau diikat pada dahi menurut Keluaran. 13:9, 16; Ulangan. 6:8; 11:18 (walaupun asalnya ayat-ayat ini mungkin bersifat kiasan)6/474

2. Rabi (ayat 7): adaptasi kata Ibrani yang bererti “tuan” atau “guru”. Di masa-masa Talmud status rabi sangat tinggi: muridnya harus patuh padanya tanpa mempertanyakan perintahnya, tidak boleh berjalan di samping, apalagi di depannya, tidak boleh menyapanya terlebih dahulu, dan sebagainya.

3. Penganut agamamu (proselyte- 23:15): Orang Farisi dan ahli Taurat harus berkelana jauh untuk menjadikan seseorang sebagai penganut agama (proselyte), istilah yang pada Perjanjian Baru hanya digunakan di sini dan pada Kisah Para Rasul. 2:10; 6:5; 13:43 dan mungkin menunjukkan mereka yang telah disunat dan telah menyerahkan diri untuk tunduk pada hukum-hukum Taurat sepenuhnya, termasuk tradisi-tradisi tidak tertulis yang dipegang erat oleh orang-orang Farisi. 6/478-479

4. Selasih, adas manis dan jintan (23:23) adalah rempah-rempah kebun umum.

5. Menapiskan (23:24): Orang Farisi yang ketat akan dengan hati-hati menapis, atau menyaring air minumnya melalui selembar kain saringan untuk memastikan ia tidak menelan jentik nyamuk, binatang haram yang paling kecil. Tetapi secara kiasan ia menelan seekor unta- salah satu binatang haram terbesar.

6. Kuburan yang dilabur putih (23:27): Orang yang menginjak kubur akan menjadi najis (lihat Bil. 19:16), sehingga kuburan dilabur putih agar mudah kelihatan, terutama pada malam hari 8/1474

7. “Dari Habel, orang benar itu, sampai kepada Zakharia” (23:35): Di sini, Yesus menyebutkan seluruh pembunuhan pada Perjanjian Lama dengan menyebutkan pembunuhan yang pertama kali dicatat dalam Alkitab, yaitu Habel (Kej. 4:8) dan yang terakhir, Zakharia (II Taw. 24:20-22). (Dalam kanon Ibrani, II Tawarikh adalah kitab yang terakhir).

Pengamatan
Garis besar

​​​​​​​​​​(23:1-12)
​​​​​​​​​​(23:13-36)
​​​​​​​​​​(23:37-39)

Kata kunci/ ungkapan

Analisis bagian
23:1-12

​1. Apakah ertinya “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kerusi Musa”?

2. Apakah contoh yang menggambarkan maksud pada ayat 4?

3. Apakah yang salah dengan disebut “rabi”, “bapa” atau “guru”?

4. Menurut konteksnya, apakah ertinya merendahkan diri (12)?

23:13-36

​5a. Sebutkanlah secara singkat tujuh kecaman yang diucapkan Tuhan atas ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi.

​5b. Bagaimanakah anda membenarkan kecaman-kecaman keras Tuhan?

​6a. Bagaimanakah ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi menutup pintu kerajaan Syurga bagi manusia (13)?

​6b. Hari ini, adakah orang-orang yang mengajarkan Alkitab tetapi sesungguhnya menutup pintu kerajaan Syurga? Sebutkanlah contoh.

​7a. Kemunadikan apakah yang disingkapkan Tuhan dalam ayat 16-22?

​7b. Dengan jalan apakah kadang-kadang kita memutarbalikkan kepentingan kita dalam ibadah dan kehidupan Kristian?

8a. Mengapa keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan lebih penting, dan mengapa hal-hal ini diabaikan?

8b. Apakah Yesus mengabaikan hukum Taurat?

9. Mengapa orang-orang, seperti ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi menapiskan nyamuk dan menelan unta?

​​10. Apakah yang dimaksudkan Tuhan dengan “ular” dan “keturunan ular beludak” (33)?

​11. Mengapa orang-orang ini membunuh dan menganiaya utusan-utusan Allah?

23:37-39

​12. Bagaimanakah perumpamaan tentang induk ayat yang mengumpulkan anak-anaknya berlaku pada Allah dan umatNya?

​13. Kapankah orang-orang berkata, “Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan”?

|

Matius 22:15-46

Matius. 22:15-46
Pertentangan di Bait Allah (2)

Dasar pemahaman
Latar belakang

​Setelah menyimpulkan bahawa Yesus sedang mengecam mereka dalam perumpamaan-perumpamaanNya, orang-orang Farisi berkomplot untuk menjebaknya dengan ucapanNya sendiri. Orang-orang Saduki yang juga tidak senang dengan perumpamaan-perumpamaan Yesus, bersekutu dengan orang-orang Farisi untuk menentang Yesus. Melalui perdebatan dalam hal teologi, Tuhan Yesus menunjukkan diriNya sebagai Guru Besar yang mempunyai pengetahuan Allah yang sempurna. Lalu dengan sebuah pertanyaan mengenai rujukan Taurat tentang Kristus, Yesus sepenuhnya membungkam mereka.

Kata kunci

​“Orang banyak yang mendengar itu takjub akan pengajaranNya” (22:33)

Tahukah anda…?

1. Orang-orang Herodian (22:16): Sebuah kelompok orang Yahudi di mana para rasul, dan sangat menentang Yesus (Mat. 22:16; Mrk. 3:6; 12:13). Kelompok ini mungkin dibentuk atas perintah Herodes Agung dan nampaknya menyakini bahawa sah-sah saja memandang hormat seorang pemerintah yang dapat menjamin persahabatan dengan Kekaisaran Roma, tetapi secara pribadi tidak mempunyai jabatan untuk memerintah baik secara hukum mahupun agama. Pada pertanyaan ini mereka berbeda dengan orang-orang Farisi (Mat. 22:16-17), walaupun mereka bersekutu dengan orang Farisi dalam penentangan yang terselubung, atau bersama-sama melawan Yesus, yang mereka lihat sebagai musuh bersama. Orang-orang Herodian lebih terlihat sebagai partai politik ketimbang aliran agama.

Pengamatan
Garis besar

​​​​​​​​​​(22:15-22)
​​​​​​​​​​(22:23-33)
​​​​​​​​​​(22:34-40)
​​​​​​​​​​(22:41-46)

Kata kunci/ ungkapan

Analisis bagian
22:15-22

​1. Bagaimanakah pendapat orang-orang Farisi pada ayat 16 menunjukkan kemunafikan​ mereka? (18)

2a. Apakah akibatnya apabila Yesus menjawab, “Ya, diperbolehkan membayak pajak kepada Kaisar”?

2b. Dan apakah akibatnya apabila Yesus menjawab, “Tidak, tidak boleh membayar pajak kepada Kaisar”?

3a. Jelaskanlah jawaban yang diberikan Yesus

3b. Bagaimanakah jawaban Yesus menerangkan kekeliruan yang ada di balik pertanyaan itu?

4. Apakah “apa yang wajib (kamu) berikan kepada Allah”?

5. Apakah yang dapat kita pelajari di sini mengenai tanggungjawab sosial orang Kristian  dan alasan-alasannya?

22:23-33

​6. Apakah maksud yang ingin dibuktikan oleh orang-orang Saduki dengan pertanyaan mereka?

​7a. Menurut Tuhan, bagaimanakah mereka mengabaikan Taurat dalam pandangan mereka tentang kebangkitan.

​7b. Bagaimanakah mereka mengabaikan kuasa Allah?

​8a. Bagaimanakah kutipan dalam ayat 32 menunjukkan bahawa Allah bukanlah Allah orang-orang mati, tetapi orang-orang hidup?

​8b. Bagaimanakah pemahaman ini berlaku pada kebangkitan?

22:34-40

​9. Bagaimanakah pertanyaan ahli Taurat itu merupakan sebuah cobaan?

​10a. Apakah maksudnya “Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi”?

​10b. Bagaimanakah perintah terutama kedua serupa dengan yang pertama (39)?

22:41-46

​11. Bagaimanakah ketidakmampuan orang-orang Farisi dalam menjawab menunjukkan kesalahfahaman mereka mengenai Kristus?

|

Matius 21:23-22:14

​Matius. 21:23-22:14
Pertentangan di Bait Allah (1)

Dasar pemahaman
Latar belakang

​Dari bagian ini dan seterusnya, perseteruan antara Yesus dengan orang-orang Farisi terus memanas. Pada pelajaran ini, Tuhan membungkam mereka yang mempertanyakan kekuasaanNya dan memberikan tiga perumpamaan yang menyatakan penghakiman atas imam-imam besar, para tua-tua, dan orang-orang Farisi. Bukannya bertobat, pemimpin-pemimpin agama ini berencana membunuh Yesus. Pada waktunya, hati mereka yang keras akan menjadi kebencian yang mendalam.

Ayat kunci

​“Kata Yesus kepada mereka, “Belum pernahkah kamu baca dalam kitab Suci:’Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita’” (21:42)

Pengamatan
Garis besar

​​​​​​​​​​(21:23-27)
​​​​​​​​​​(21:28-32)
​​​​​​​​​​(21:33-46)
​​​​​​​​​​(22:1-14)

Kata kunci/ ungkapan

Analisis umum

​1a. Pada dua hal apakah kerajaan syurga diperbandingkan?

1b. Dalam tiga perumpamaan, siapakah yang layak menerima kerajaan Syurga?

2. Dalam perikop ini, berapa kalikah para pemimpin agama terjebak dalam dilema?

Analisis bagian
21:23-27

​1a. Apakah yang dimaksud “hal-hal itu” di dalam ayat 23?

​1b. Mengapa imam-imam besar dan para tua-tua mempertanyakan kekuasaan Yesus?

​2a. Mengapa Yesus menanyakan tentang baptisan Yohanes kepada mereka?

2b. Apakah masalah yang ada pada para imam besar dan tua-tua ini, dan bagaimanakah pertanyaan balik Yesus menunjukkan masalah mereka?

21:28-32

​3a. Apakah perbedaan antara dua anak ini?

​3b. Siapakah dari dua anak ini yang serupa dengan anda?

​4. Mengapa para pemungut cukai dan pelacur-pelacur masuk ke dalam kerajaan syurga mendahului orang-orang Farisi dan para tua-tua?

5. Bagaimanakah perumpamaan ini berhubungan dengan ayat 23 hingga 27?

21:23-46

​6. Apakah yang dilambangkan oleh hal-hal di bawah ini dalam perumpamaan?

​6a. Tuan tanah

​6b. Kebun anggur

​6c. Penggarap-penggarap

​6d. Hamba-hamba

​7. Mengapa para penggarap melakukan kejahatan keji seperti itu?

​8. Apakah pengaruh dari membiarkan para pendengar menjawab pertanyaan dalam ayat 40 dan 41?

9. Bagaimanakah seharusnya kita menyerahkan buah-buah kepada Allah pada musimnya?

10. Apakah maksud di balik pengajaran tentang batu penjuru?

11. Alasan-alasan apakah yang dapat menyebabkan seseorang menolak Yesus?

12. Apakah yang dapat kita ketahui tentang para imam besar dan orang-orang Farisi dari reaksi dan rasa takut mereka?

22:1-14

12a. Apakah yang digagaskan oleh perumpamaan ini mengenai injil keselamatan dan status orang percaya?

12b. Bagaimanakah perumpamaan ini menunjukkan ketidakmahuan seseorang untuk menerima injil?

13. Apakah yang dilambangkan dengan pakaian pesta? Mengapa tidak memakai pesta merupakan pelanggaran berat?

14a. Bagaimanakah undangan pertama berbeda dengan undangan kedua? Siapakah yang diwakili oleh dua kelompok orang ini?

14b. Dalam perumpamaan ini, siapakah yang dipanggil, dan siapakah yang dipilih?

15. Menurut perumpamaan ini, apakah yang harus kita lakukan untuk dapat masuk ke dalam kerajaan Allah?

|

Matius 21:1-22

​Matius. 21:1-22
Masuk ke Yerusalem

Dasar pemahaman
Latar belakang

​Ketika Tuhan Yesus memasuki kota Yerusalem, ia juga memasuki minggu terakhir pelayananNya. Ia masuk ke dalam kota di atas seekor keledai untuk menggenapi nubuat Perjanjian Lama mengenai Raja Damai, dan orang banyak menyambutNya dengan puji-pujian. Tetapi pengagungan yang singkat ini segera tertutupi dengan penolakan yang semakin keras

Ayat kunci

​“Katakanlah kepada puteri Sion:”Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengenderai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda”” (21:5)

Tahukah anda…?

1. Betfage (21:1)… terletak di lereng Bukit Zaitun. 6/327 yang bererti “rumah pohon ara”. Kota ini tidak disebutkan di Perjanjian Lama, dan di Perjanjian Baru hanya berhubungan dengan peristiwa dielu-elukannya Yesus di Yerusalem.8/1469

2. Bukit Zaitun (21:1): atau Olivet, adalah deretan empat puncak bukit, dengan puncak tertinggi setinggi 830 meter, yang membayangi Yerusalem dan Bukit Bait Allah dari timur menyeberangi Lembah Kidron dan Kolam Siloam. Yesus mengetahui Bukit Zaitun sebagai tempat yang penuh dengan pepohonan, kaya akan zaitun yang ditandai oleh namanya. 7/907

3. Hosanna (21:9): ”Ya Tuhan, berilah kiranya keselamatan!”, diambil dari Mazmur. 118:25. Ayat ini merupakan syair kidung pujian dan juga sebuah permohonan.12/68 Ungkapan ini dalam bahasa Ibrani bererti “selamatkanlah kami sekarang!”, dan berfungsi sebagai pernyataan pengagungan nama Tuhan 1/1452

4. Metania (21:17): Desa di lereng timur Bukit Zaitun, 3 kilometer dari Yerusalem dan perhentian terakhir dalam jalan dari Yerikho ke Yerusalem.

5. “Tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja” (21:19): Daun pohon ara muncul pada waktu yang hampir bersamaan dengan buahnya… sehingga kemumculan daun biasanya menunjukkan adanya buah, walaupun tidak sepenuhnya matang. Namun kadang-kadang ara yang hijau jatuh sehingga tidak ada apa-apa selain daun. 6/444

Pengamatan
Garis besar

​​​​​​​​​​(21:1-11)
​​​​​​​​​​(21:12-17)
​​​​​​​​​​(21:18-22)

Kata kunci/ ungkapan

Analisis umum

​1. Tuliskanlah reaksi-reaksi berbeda dari berbagai kelompok orang.

Analisis bagian
21:1-11

​1. Catatlah hal-hal yang menunjukkan semangat orang-orang yang menggelora dan sukacita atas kedatangan Tuhan Yesus.

2. Bagaimanakah ini merupakan sebuah mujizat yang hebat?

3a. Bagaimanakah penggambaran menunggangi keledai berbeda dengan apa yang kita harapkan dari seorang raja?

3b. Apakah yang diceritakan dari hal ini mengenai Raja yang kita sembah?

4. Apabila suatu hari Allah berkata kepada anda mengenai sesuatu milik anda, “Tuhan memerlukannya,” apakah anda memberikan apa yang Ia minta dengan segera (3)? Dari anda sendiri, apakah yang diperlukan untuk melakukannya?

21:12-17

​5a. Ada berapa banyak kelompok orang yang dicatat Matius dalam alinea ini?

​5b. Apakah dua jenis perbedaan yang dapat kita lihat dan apakah yang dapat kita pelajari dari perbedaan-perbedaan ini?

6a. Bagaimanakah para pembeli dan pedagang mengubah rumah doa menjadi sarang penyamun?

6b. Dari situ, apakah yang diajarkan mengenai ibadah sejati yang menyenangkan Allah?

7. Apakah yang secara ironis ditunjukkan oleh perkataan Yesus pada ayat 16?

21:18-22

8a. Apakah yang dilambangkan oleh pohon ara yang kering, dan apakah peringatan di balik tindakan perumpamaan ini? Hubungkanlah jawaban anda dengan konteks perikopnya

8b. Dengan jalan-jalan apakah seorang jemaat Allah menjadi seperti pohon ara yang hanya penuh daun tetapi tidak berbuah?

9a. Apakah Allah mengabulkan setiap permohonan yang kita panjatkan apabila kita percaya dan tidak ragu?

9b. Apakah yang dimaksud dengan beriman?

|

Matius 20:1-34

​Matius. 20:1-34
Pelayanan di Yudea (2)

Dasar pemahaman
Latar belakang

​Dalam pelayananNya di Yudea, Tuhan menitikberatkan pengajaranNya pada siapa yang akan masuk ke dalam kerajaan Allah, dan pada penggenapan kerajaan Allah saat Ia kembali. Ia juga menekankan pengajaran dan perbuatanNya sebelumnya untuk menguatkan memperbaiki dan memupuk murid-muridNya sehingga mereka akan menjadi hamba yang baik dan setia sampai Ia datang kembali. Namun sampai di sini murid-murid masih mempunyai pandangan yang salah tentang kerajaan Allah. Jadi pada perikop ini Yesus sekali lagi mengajarkan kembali apakah yang sungguh-sungguh besar dalam kerajaan Syurga.

Ayat kunci

​“Tidak demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang” (20:26-28)

Tahukah anda…?

1. Dinar (20:9): upah kerja satu hari. Tentera Romawi juga menerima satu dinar sehari. 8/1467

2. Jam ketiga= 9 pagi, jam keenam= 12 siang, jam kesembilan= 3 sore, jam kesebelas= 5 sore

3. Yerikho (20:29): Kota kuno yang terletak 8 kilometer di timur laut Yerusalem. Di masa Yesus, kota Yerikho Lama telah sebagian besar ditinggalkan. Tetapi kota yang baru dibangun di sebelah selatan oleh Herodes Agung. 8/1513

Pengamatan
Garis besar

​​​​​​​​​​(20:1-16)
​​​​​​​​​​(20:17-19)
​​​​​​​​​​(20:20-28)
​​​​​​​​​​(20:29-34)

Kata kunci/ ungkapan

Analisis bagian

20:1-16

​1. Berdasarkan perkataan Tuhan sendiri, apakah maksud perumpamaan ini?

​2a. Siapakah mereka yang terakhir tetapi akan menjadi yang pertama?

​2b. Siapakah yang pertama tetapi menjadi yang terakhir?

​3. Bagaimanakah perumpamaan ini bertolak belakang dengan kebiasaan dan kelaziman pada umumnya?

4a. Membayar upah menggambarkan apa? Jelaskanlah alasan anda.

4b. Apakah yang diajarkan oleh perumpamaan ini mengenai Allah dan sifat keselamatan?

5. Apakah perumpamaan ini berlawanan dengan pengajaran dalam I Korintus. 3:8?

20:17-19

​6. Bandingkanlah nubuat ini dengan dua nubuat pertama (16:21; 17:22-23)

​7. Kepada siapakah nubuat ini diberikan? Mengapa Ia melakukannya?

 

20:20-28

​8a. Merkus. 10:35 memberitahukan kita bahawa Yakobus dan Yohanes adalah dua murid yang dimaksud. Apakah pengharapan mereka dan ibu mereka?

8b. Mengapa Tuhan berkata kepadanya, “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta”? Apakah yang tidak ia ketahui?

9. Apakah yang ditunjukkan dari perasaan tidak senang yang dirasakan oleh murid-murid lainnya?

10a. Apakah yang dimaksud Tuhan dengan “cawan”?

10b. Bagaimanakah kita meminum cawan Tuhan?

11a. Apakah yang termasuk dalam menjadi seorang hamba? Dalam hal ini, apakah yang dapat kita pelajari dari Tuhan?

11b. Dengan jalan apakah anda dapat menjadi hamba bagi orang lain?

 

20:29-34

​12. Apakah yang dapat kita pelajari dari dua orang buta ini?

​13a. Perhatikanlah dengan seksama apa yang dilakukan dan dikatakan Tuhan. Bagaimanakah Ia menjadi seorang hamba (lihat ayat 28)?

13b. Apakah yang dapat anda pelajar dari Tuhan Yesus dalam mujizat ini?

|

Matius 19:1-15

Matius. 19:1-15
Pelayanan di Yudea (1)

Dasar pemahaman
Latar belakang

​Tuhan Yesus telah menyelesaikan pelayananNya di Galilea. Sekarang Ia datang ke Yudea, dengan mengetahui bahawa penderitaan dan kematian menanti Dia di sana. Babak akhir pelayanan Yesus tidak berlangsung lama, tetapi penulis injil menaruh perhatian yang sangat besar pada babakan ini, dengan mencatat banyak sekali pengajaran Tuhan dan juga kejadian-kejadian menjelang penyalibanNya.

Ayat kunci

​“Kata Yesus kepadanya:”Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di Surga, kemudian datanglah ke mari dan ikut Aku”.”

Tahukah anda…?

1. Daerah Yudea di seberang sungai Yordan (19:1): Sisi timur, yang kemudian dikenal sebagai Transyordan, atau Berea, dan sekarang disebut Yordania. 8/1466

2. Surat cerai (19:7): lihat Ulangan. 24:1-4 dan catatan pada Pelajaran 7

Pengamatan
Garis besar

​​​​​​​​​​(19:1,2)
​​​​​​​​​​(19:3-12)
​​​​​​​​​​(19:13-15)
​​​​​​​​​​(19:16-30)
​​​​​​​​​​(16-22)
​​​​​​​​​​(23-30)

Analisis bagian
19:3-12

​1. Apakah perangkap yang ada di balik pertanyaan orang-orang Farisi?

​2. Bagaimanakah jawaban Yesus berbeda dengan apa yang mereka nanti-nantikan?

​3a. Di sini, apakah yang diajarkan Tuhan mengenai pernikahan?

​3b. Mengenai perceraian dan menikah lagi?

​4a. Catatlah perbedaan pada alinea ini antara apa yang diperintahkan dengan apa yang diizinkan. Mengapa Tuhan Yesus membuat perbedaan ini?

4b. Pelajaran apakah yang dapat kita peroleh dari perbedaan ini?

5. Apakah maksudnya tidak menikah oleh kerana kerajaan Syurga?

 

19:13-15

​6a. Menurut anda, mengapa murid-murid melarang anak-anak datang kepada Yesus?

​6b. Bagaimanakah kita kadang-kadang melakukan kesalahan yang sama?

​7. Apakah yang diajarkan pada ayat-ayat ini mengenai apa yang dihargai Allah dalam kerajaan Surga?

 

19:16-22

8. Apakah yang ditunjukkan Yesus mengenai kebaikan di ayat 17? Bagaimanakah ini menunjukkan percayaan orang itu yang keliru?

​9. Mengapa Tuhan hanya menyebut lima dari Sepuluh perintah Allah?

​10. Apakah yang ditunjukkan dengan reaksi orang itu ketika ia ternyata masih belum memegang perintah-perintah dengan sempurna?

11a. Mengapa orang kaya sulit masuk ke dalam kerajaan Syurga?

11b. Kekayaan yang menghalangi orang masuk dalam kerajaan Allah, atau sesuatu yang lebih mendalam? Apakah yang harus kita korbankan, entah kaya ataupun miskin, untuk masuk dalam kerajaan Allah?

11c. Bagaimanakah kita menjual kepemilikan kita dan memberikannya kepada orang-orang miskin?

 

19:23-30

​12. Apakah yang diajarkan oleh ayat 26 mengenai sifat keselamatan?

​13. Bagaimanakah pernyataan Petrus di ayat 27 berhubungan dengan firman Tuhan tentang kekayaan?

14. Bagaimanakah anda meninggalkan rumah, keluarga dan kampung halaman demi  Tuhan Yesus?

15. Jelaskanlah ayat 30 dan hubungannya dengan konteks.