Doktrin Hari Sabat: Bab 4 (4.6 – Kembali Ke Nazaret Untuk Memegang Hari Sabat)
| |

Doktrin Hari Sabat: Bab 4 (4.6 – Kembali Ke Nazaret Untuk Memegang Hari Sabat)

4.6 Kembali ke Nazaret untuk memegang hari Sabat

  1. Ayat-ayat Alkitab yang berkaitan:

Mat 13:54-58

54 Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: “Dari mana diperoleh-Nya hikmat dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu? 55 Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? 56 Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?” 57 Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” 58 Dan kerana ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.

Mrk 6:1-6

1 Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. 2 Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? 3 Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. 4 Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.” 5 Ia tidak dapat mengadakan satu mujizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. 6a. Ia merasa hairan atas ketidakpercayaan mereka.

2. Tarikh dan Masa: Kira-kira pada musim bunga, tahun 29AD, sebelum perjalanan Yesus kali ketiga ke Galilea.

3. Tempat: Rumah ibadat di Nazaret

4. Plot:

(A) Yesus masuk ke rumah ibadat pada hari Sabat (54) (1-2)

(B) Orang ramai takjub dengan pengajaran dan mukjizat Yesus (54) (2)

(C) Orang ramai menolak Yesus kerana mengenali kaum keluarga-Nya (55-57) (3-4)

(D) Yesus meninggalkan tempat itu setelah menyembuhkan beberapa orang (58) (5-6)

5. Renungan:

(A) Catatan ini agak ringkas, hanya mencatatkan Yesus masuk ke rumah ibadat dan mengajar serta menyembuhkan orang pada hari Sabat; tidak berbeza dengan kebiasaan-Nya.

(B) Orang-orang di sana berasa takjub dengan kuasa dan hikmat Yesus, tapi juga menghina Yesus dan tidak menghormati-Nya kerana mengenali kaum keluarga.

Doktrin Hari Sabat: Bab 4 (4.5 – Menyembuhkan Pesakit Yang Mati Sebelah Tangan)
| |

Doktrin Hari Sabat: Bab 4 (4.5 – Menyembuhkan Pesakit Yang Mati Sebelah Tangan)

4.5 Menyembuhkan pesakit yang mati sebelah tangan

  1. Ayat-ayat Alkitab yang berkaitan:

Mat 12:9-13

9 Setelah pergi dari sana, Yesus masuk ke rumah ibadat mereka. 10 Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka bertanya kepada-Nya: “Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?” Maksud mereka ialah supaya dapat mempersalahkan Dia. 11 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Jika seorang dari antara kamu mempunyai seekor domba dan domba itu terjatuh ke dalam lobang pada hari Sabat, tidakkah ia akan menangkapnya dan mengeluarkannya? 12 Bukankah manusia jauh lebih berharga daripada domba? Kerana itu boleh berbuat baik pada hari Sabat.” 13 Lalu kata Yesus kepada orang itu: “Hulurkanlah tanganmu!” Dan ia menghulurkannya, maka pulihlah tangannya itu, dan menjadi sihat seperti tangannya yang lain.

Mrk 3:1-5

1 Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. 2Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. 3 Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: “Mari, berdirilah di tengah!” 4 Kemudian kataNya kepada mereka: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” Tetapi mereka itu diam saja. 5 Ia berdukacita kerana kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: “Hulurkanlah tanganmu!” Dan ia menghulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu.

Luk 6:6-10

6 Pada sautu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya. 7 Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia. 8 Tetapi Ia mengetahui fikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: “Bangunlah dan berdirilah di tengah!” Maka bangunlah orang itu dan berdiri. 9 Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Aku bertanya kepada kamu: Manakah diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?” 10 Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: “Hulurkanlah tanganmu!” Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya.

2. Tarikh dan Masa: Mungkin tidak lama selepas peristiwa di atas

3. Tempat: Galilea – Rumah ibadat (9) (1) (6)

4. Plot:

(A) Yesus masuk ke rumah ibadat dan melihat seorang yang mati sebelah tangannya (9-10) (1) (6)

(B) Ahli-ahli Taurat mengamati Yesus sama ada boleh menyembuhkan orang pada hari Sabat (10) (2) (7)

(C) Yesus menggunakan andaian menyelamatkan domba dari lubang untuk menyatakan “melakukan kebajikan pada hari Sabat adalah diperbolehkan” (11-12) (9)

(D) Yesus ingin menyelamatkan nyawa, tidak ingin membinasakan nyawa (4) (9)

(E) Yesus memandang sekeliling dengan marah dan menyembuhkan orang yang mati sebelah tangannya (13) (3-5) (8-10)

(F) Orang-orang Farisi berunding untuk membunuh Yesus (14) (6) (11)

(G) Penulis kitab injil menyatakan “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya” …… (20)

(H) Yesus terus menyembuhkan penyakit (22-)

5. Renungan:

(A) Tiga peristiwa di atas berkemungkinan berlaku berturut-turut dalam jangka masa pendek.

(B) Kali ini, tujuan utamanya adalah mengumumkan “Boleh berbuat baik pada hari Sabat”. Ini merupakan tujuan asal Tuhan mengadakan hari Sabat. Tindakan ini juga memperbetulkan pandangan pemimpin-pemimpin Yahudi yang tidak benar tentang hari Sabat. Namun tindakan ini merupakan tindakan yang amat besar pada ketika itu, dan merupakan pukulan yang besar bagi agama Yahudi.

(C) Jadi, nampaknya Hari Sabat perlu dipegang, dan perlu berbuat perkara baik yang menyatakan kasih pada hari Sabat sebagai menyahut kasih Tuhan yang agung.

(D)Penulis juga mencatatkan pada ketika Yesus mempertahankan belas kasihan, ahli Taurat, orang-orang Farisi pula ingin membunuh. Kedua-dua hal ini dapat dilihat dari kontras yang dikatakan oleh Yesus “Manakah diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?”

(E) Dari tiga peristiwa benar di atas, maka dapat dipastikan hari Sabat adalah hari kudus yang perlu dipegang oleh umat Kristus. Ia adalah hari yang baik untuk mengetepikan tugas-tugas harian dan memberitakan kasih Tuhan.

Doktrin Hari Sabat: Bab 4 (4.4 – Murid-murid  memetik Gandum di Ladang Gandum)
| |

Doktrin Hari Sabat: Bab 4 (4.4 – Murid-murid memetik Gandum di Ladang Gandum)

4.4 Murid-murid memetik gandum di ladang gandum

  1. Ayat Alkitab berkenaan:

Mat 12:1-8

1 Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Kerana lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya. 2 Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: “Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat.” 3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, 4 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya mahupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam? 5 Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahawa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah? 6 Aku berkata kepadamu: “Di sini ada yang melebihi Bait Allah. 7 Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Ku-kehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah. 8 Kerana Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”

Mrk 2:23-28

23 Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum. 24 Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: “Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?” 25 Jawab-Nya kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan, 26 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu – yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam – dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?” 27 Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, 28 jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.”

Luk 6:1-5

1 Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya. 2 Tetapi beberapa orang Farisi berkata: “Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?” 3 Lalu Yesus menjawab mereka: “Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, 4 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?” 5 Kata Yesus lagi kepada mereka: “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”

2. Tarikh dan Masa: Mungkin seminggu selepas peristiwa di atas

3. Tempat: Dalam perjalanan balik ke Galilea dari Yerusalem

4. Plot:

(A) Yesus dan murid-murid melalui ladang gandum pada hari Sabat (1) (23) (1)

(B) Murid-murid memetik bulir gandum dan makan kerana lapar (1) (23) (1)

(C) Orang-orang Farisi menegur perbuatan mereka <berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat> (2) (24) (2)

(D) Yesus menggunakan peristiwa Daud dan imam-imam untuk membuatkan mereka faham <berbelas kasihan melebihi persembahan> (3-7) (25-26) (3-4)

(E) Yesus berkata: <Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat> <Hari Sabat diadakan untuk manusia>, <Bukan manusia untuk hari Sabat> (8) (27) (5) [1]

5. Renungan:

(A) Sebelum peristiwa ini ada catatan tentang seruan Yesus di Matius: Marilah kepada Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu, sebab kuk yang Ku pasang itu enak dan beban-Ku ringan:

28 Marilah kepada Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. 29 Pikullah kuk yang Ku pasang dan belajarlah pada Ku, kerana Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30 Sebab kuk yang Ku pasang itu enak dan beban-Ku ringan.

Ini menyatakan Yesus juga melakukan perkara yang melepaskan beban manusia pada hari Sabat.

(B) Ini adalah catatan pertama dalam Injil Sipnotik tentang hari Sabat dan Yesus. Memetik bulir gandum dan makan ketika lapar adalah tindakan manusia yang menjaga dan menyayangi diri sendiri, ia juga satu perkara kecil sahaja.

(C) Tetapi peraturan orang-orang Farisi pada ketika itu adalah tidak boleh mengirik, tidak boleh menampi, tidak boleh menuai hasil ladang, tidak boleh menghidupkan api dan memasak. Mereka juga melihat memetik bulir gandum sebagai menuai hasil ladang, dan menanggalkan dedak gandum sebagai mengirik dan menampi gandum, dan juga dianggap menyediakan makanan, dan telah melanggar beberapa peraturan. Namun, catatan dalam Perjanjian Lama tidaklah sedemikian. Nampaknya, mereka telah bersikap keterlaluan dalam hal ini, dan membelakangi firman Tuhan tentang <kasih> dalam Alkitab.

(D) Yesus menggunakan peristiwa Daud memakan roti Rumah Ibadat untuk mengumpamakan murid-murid memakan bulir gandum setelah lapar pada hari Sabat (mungkin belum bersarapan) adalah demi <mengasihi manusia>, mengelakkan diri daripada kelaparan. Ini adalah peraturan yang boleh dilanggari, dan tidak bercanggahan dengan kehendak asal Alkitab yang menginginkan kita melepaskan kerja pada hari Sabat. Dengan kata lain, ia tidak sesuai dengan ketetapan agama Yahudi, namun ia bersesuaian dengan kehendak asal Allah tentang mengasihi manusia.

(E) <Persembahan> (mengumpamakan memegang hari Sabat mengikut kebiasaan) memang penting (perlu memegang hari Sabat), jika ada perkara yang perlu <belas kasihan> (dari hati yang mengasihi manusia, melepaskan manusia daripada kesusahan), harus dilakukan juga. Kedua-duanya bukan dosa, tetapi perkara baik, cuma berbeza dari segi ringan dan berat, atau prioriti sahaja. Oleh itu, hadir ke rumah ibadat pada hari Sabat, berkhutbah dan mendengar khutbah adalah <mengasihi Tuhan>; menyelamatkan manusia pada hari Sabat adalah <mengasihi manusia>; dan ini adalah keseluruhan hukum Taurat, dan menggenapkan kesepuluh Hukum.

37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. 39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. 40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Mat 22:37-40)

(F) Yesus ialah Imam Besar untuk semua manusia. Imam biasa berhak melayani manusia di rumah ibadat pada hari Sabat dan dikira tidak bersalah terhadap hari Sabat. Apatah lagi bagi Imam Besar ini, Dia lebih berhak melayani Tuhan dan manusia pada hari Sabat dan dikira tidak bersalah terhadap hari Sabat (lebih lagi dikira sebagai memegang hari Sabat). Kini, seiman-seiman dalam Tuhan adalah menjadi imam:

Yaitu bahawa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus. (Rom 15:16)

Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang kerana Yesus Kristus berkenan kepada Allah. (1 Ptr 2:5)

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib. (1 Ptr 2:9)

(G) Yesus bukan sahaja tidak mengaku Dia tidak memegang hari Sabat, sebaliknya menekankan bahawa Dia adalah Tuhan atas hari Sabat. Dilihat dari konsep tuan dan hamba pada ketika itu, seorang tuan mempunyai hak memberi, membunuh, menyumbang dan merampas. Oleh yang demikian, Yesus mempunyai hak untuk mengubah hari Sabat sesuka hati. Jika Yesus ingin mengubah atau menghapuskan hari Sabat, Dia sudah tentu akan mengambil peluang pada masa itu untuk mengumumkannya. Namun, Dia bukan sahaja tidak menghapuskannya, malah Dia berkata apa yang dibuat-Nya adalah untuk menyatakan <Hari Sabat diadakan untuk manusia (oleh Allah)>. Tidak seperti ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang melihat hari Sabat sebagai alat atau cara bagi mereka menyempurnakan peraturan hari Sabat yang telah mereka tetapkan (Manusia diadakan untuk hari Sabat). Maksudnya, tujuan Tuhan mengadakan hari Sabat adalah kerana Dia berbelas kasihan terhadap manusia berdarah daging yang mempunyai kelemahan, dan Yesus menepati tujuan Tuhan mengadakan hari Sabat dengan menyembuhkan pesakit pada hari Sabat. Di samping itu, “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat” menunjukkan pergerakan Yesus tidak dibatasi hari Sabat. “Diadakan untuk manusia” juga menunjukkan diadakan Tuhan untuk manusia, maka manusia perlu memandang berat dan perlu memahami, mentaati kehendak Allah mencontohi Yesus, menjadi tuan ke atas hari Sabat, dan menikmati istirehat yang dikaruniakan Tuhan.

(H) Sebenarnya berdasarkan sejarah dan peristiwa penting dalam Perjanjian Lama, Tuhan tidak meminta dengan ketat peraturan untuk tidak bekerja pada hari Sabat. Ketika umat pilihan mengelilingi kota Yerikho, Tuhan mengarahkan mereka terus mengelilingi kota itu selama tujuh hari (termasuk hari Sabat).

(I) Pokoknya, catatan-catatan Alkitab ini dengan jelas menunjukkan Yesus menguasai hari Sabat, melancarkan dan memegang hari Sabat. Dia juga menunjukkan perkara yang patut dilakukan pada hari Sabat. Maka setiap murid Yesus perlu mematuhinya.

——-

[1] Ada orang yang menganggap ‘Anak Manusia’ sebagai terjemahan bahasa Aram yang salah. Perkataan ini ditujukan kepada ‘manusia’ lebih kepada ‘anak manusia’. Maka ayat ini ditafsirkan sebagai ‘manusia juga adalah Tuhan atas hari Sabat’. Bagaimana hari Sabat dilaksanakan terpulang pada keperluan dan manfaat manusia. Rujuk W. Rordorf, Sunday, p.64; O. Cullmann, Early Christian Worship, 1966, p.88 & The Christology of the N. T., 1959, p.152f; J. Wellhausen, Einleitung in die drei ersten Evangelien, 1911, p.129 & Das Evangelium Marci, 1909, p.20; P. K. Jewett, Lord’s Day, p.38.

Doktrin Hari Sabat: Bab 4 (4.3 – Menyembuhkan Penyakit di Kolam Betesda)
| |

Doktrin Hari Sabat: Bab 4 (4.3 – Menyembuhkan Penyakit di Kolam Betesda)

4.3 Menyembuhkan penyakit di kolam Betesda

  1. Ayat Alkitab yang dirujuk:

Yoh 5:2-18

2 Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya 3 dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu. 4 Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barang siapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya. 5 Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. 6 Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan kerana Ia tahu, bahawa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Mahukah engkau sembuh?” 7 Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.” 8 Kata Yesus kepadanya; “ Bangunlah, angkatlah tilam mu dan berjalanlah.” 9 Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat. 10 Kerana itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: “Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu.” 11 Akan tetapi ia menjawab mereka: “Orang yang telah menyembuhkanku, dia yang mengatakan kepadaku: “Angkatlah tilammu dan berjalanlah.” 12 Mereka bertanya kepadanya: “Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?” 13 Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu. 14 Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.” 15 Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahawa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia. 16 Dan kerana itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, kerana Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat. 17 Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.” 18 Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan sahaja kerana Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga kerana Ia mengatakan bahawa Allah adalah bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.

2. Tarikh dan Masa: Lebih kurang musim bunga 28AD, selepas suatu perayaan (1)

3. Tempat: Serambi kolam Betesda di Pintu Gerbang Domba, Yerusalem (2)

4. Plot:

(A) Ketika hari Sabat, Yesus bertanya kepada orang yang telah sakit tiga puluh lapan tahun (5-7)

(B) Yesus terus menyembuhkan dia (8-9)

(C) Orang-orang Yahudi menegur orang yang disembuhkan itu kerana berjalan memikul tilam pada hari Sabat (10-11)

(D) Yesus terus meninggalkan tempat itu (13)

(E) Yesus mengingatkannya untuk tidak berbuat dosa lagi (14)

(F) Orang itu memberitahu bahawa Yesus yang menyembuhkan dia (15)

(G) Orang-orang Yahudi ingin menganiaya Yesus kerana perkara ini (16)

(H) Yesus berkata Bapa-ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga (17) [1]

(I) Orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya (18)

5. Renungan:

(A) Sini tidak mencatatkan Yesus masuk ke rumah ibadat, hanya mencatatkan Dia menyembuhkan penyakit dan dianiaya oleh orang-orang Yahudi.

(B) Orang-orang Yahudi mula memperhatikan Yesus selalu menyembuhkan dan mengusir setan pada hari Sabat, dan menganggap Yesus telah melanggar adat agama orang Yahudi. Adat orang-orang Yahudi pada ketika itu, tidak boleh mengalihkan barang-barang ke tempat lain pada hari Sabat. Pesakit ini berjalan mengangkat tilam telah melanggar adat. Tetapi ini tidak melanggar liputan Perjanjian Lama. Ini jelas bahawa kelakuan orang-orang Farisi telah melebihi Tuhan (liputan Perjanjian Lama). Mereka telah melanggar perintah Allah dengan adat istiadat manusia: Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Mengapa kamu pun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyang mu?” (Mat 15:3). Mereka yang sepatutnya menyelidiki diri sendiri, bukannya Yesus.

(C) Dia mengaku sebagai Anak Allah, setaraf dengan Allah. Ini telah melanggar pantang orang Yahudi dengan serius. Tetapi kemudian Dia telah menyaksikan tentang konsep hubungan Bapa-Anak dalam konsep Allah tunggal, dan menyatakan mengapa Dia layak digelar sebagai Allah (19-47).

(D) Yesus berkata: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga”. Ini menyatakan perlu melakukan perkara yang memanfaatkan manusia dan memuliakan Tuhan setiap hari, hari Sabat pun tidak terkecuali. Nampaknya adalah baik untuk kita melakukan kebajikan pada hari Sabat.

———

[1] Bahasa asal perkataan ‘berkata’ dalam ayat 17, 19 apekrinato (middle voice ’berkata’) menunjukkan Yesus sendiri menjelaskan pendirian-Nya. Perkataan ini muncul 2 kali dalam perjanjian baru.

Doktrin Hari Sabat: Bab 4 (4.2 – Berkhutbat dan Menyembuhkan Penyakit di Kapernaum)
| |

Doktrin Hari Sabat: Bab 4 (4.2 – Berkhutbat dan Menyembuhkan Penyakit di Kapernaum)

4.2     Berkhutbah dan menyembuhkan penyakit di Kapernaum

  1. Ayat Alkitab yang dirujuk: Mrk 1:21-34

21 Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. 22 Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa tidak seperti ahli-ahli Taurat. 23 Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak: 24 “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” 25 Tetapi Yesus menghardiknya, kataNya: “Diam, keluarlah daripadanya!” 26 Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar daripadanya. 27 Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.” 28 Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea. 29 Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. 30. Ibu mertua Simon terbaring kerana sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. 31 Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lau lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka. 32 Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. 33 Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. 34 Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.

Luk 4:31-41

31 Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat. 32 Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. 33 Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras: 34 “Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” 35 Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah daripadanya!” Dan setan itu pun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar daripadanya dan sama sekali tidak menyakitinya. 36 Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar.” 37 Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu. 38 Kemudian Ia meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia. 39 Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itu pun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka. 40 Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Ia pun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. 41 Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: “Engkau adalah Anak Allah.” Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, kerana mereka tahu bahawa Ia adalah Mesias.

2. Tarikh dan Masa: Lebih kurang 1 minggu selepas peristiwa di atas.

3. Tempat: Kapernaum (21) (31) [1]

4. Plot:

A. Ketika hari Sabat, Yesus masuk ke rumah ibadat dan mengajar (21) (31)

B. Mengusir setan, nama tersebar ke segala penjuru (23-28) (33-37)

C. Menyembuhkan penyakit ibu mertua Petrus (29-31) (38-39)

D. Menjelang malam masih lagi menyembuhkan penyakit dan mengusir setan (32-34) (40-41)

* Jika ada dua rangkap ayat suci atau lebih yang dapat dirujuk bersama, maka akan dibubuh tanda kurungan untuk menyatakan ayat-ayat yang dapat dirujuk bersama untuk setiap butir di atas.

5. Renungan:

A) Ini merupakan catatan kedua tentang Tuhan memegang hari Sabat.

B) Dia mengusir setan di dalam rumah ibadat setelah berkhutbah pada kali ini. Setelah keluar dari rumah ibadat, Dia terus menyembuhkan penyakit dan mengusir setan; perkara ini menggenapkan pengumuman-Nya pada hari Sabat lepas bahawa Dia akan membebaskan manusia dari belenggu penyakit dan setan.

C) Kelihatan dalam hati-Nya, menyembuhkan penyakit dan mengusir setan merupakan perkara yang penting dalam memegang hari Sabat. Perbuatan ini membolehkan manusia mengetahui bahawa Dia adalah pembebas (God is liberator). Ini juga menggenapkan perkataan Tuhan sewaktu menciptakan alam semesta bahawa hari Sabat adalah hari yang diberkati (Kej 2:3).

[1] Kurungan yang pertama sebagai perenggan pertama ayat kitab (Mrk 1:), kurungan yang kedua sebagai perenggan kedua ayat kitab (Luk 4:).

Doktrin Hari Sabat: Bab 4 (4.1 – Catatan Kali Pertama di Kampung Halaman, Nazaret)
| |

Doktrin Hari Sabat: Bab 4 (4.1 – Catatan Kali Pertama di Kampung Halaman, Nazaret)

Bab 4

BAGAIMANA TUHAN YESUS MEMEGANG HARI SABAT? 

Kristus Yesus adalah Tuhan di Syurga, dilahirkan ke dunia dalam darah daging. Oleh itu, tidak kira di mana satu tanah, negara, bangsa Dia dilahirkan, Dia tetap adalah Tuhan di Syurga, Penguasa alam semesta, Juruselamat manusia. Walaupun Dia dilahirkan di Israel dan menjadi orang Yahudi, namun setiap pertuturan dan tingkah laku-Nya menjadi standard dan teladan kita. Sebagai manusia, khususnya umat Kristus, kita patut mengikut jejak-Nya (1 Ptr 2:21). Oleh sebab itu, bagaimana Tuhan Yesus memegang hari Sabat juga merupakan teladan yang harus diikuti oleh umat Kristus. Dengan itu, lebih 10 peristiwa dalam perjanjian baru berkenaan perkataan dan tingkah laku Tuhan Yesus dalam memegang hari Sabat akan dianalisis sebagai pemahaman dan amalan kita.

4.1      Catatan kali pertama di kampung halaman, Nazaret

1. Ayat Alkitab yang dirujuk:

Luk 4:16-30

16 Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. 17 Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: 18 “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku 19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” 20 Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. 21 Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya:……. 28 Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. 29. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. 30 Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

2. Tarikh dan Masa: Kira-kira pada musim luruh 27AD

3. Tempat: Rumah ibadat Nazaret

4. Plot:

A) Ketika hari Sabat, Dia masuk ke rumah ibadat menurut kebiasaan-Nya (16)

B) Berdiri membaca dari Alkitab: Yes 61:1 Melambangkan Dia dilahirkan untuk memberitakan injil agar manusia dibebaskan (17-19)

C) Memberikan kembali Kitab, lalu duduk (20)

D) Berkhotbah, merujuk peristiwa Elia, Elisa, orang ramai berasa hairan (21-27)

E) Semua orang marah dan ingin melempar-Nya dari tebing, tetapi tidak terlaksana (28-30)

5. Renungan:

A) Penulis, Lukas adalah seorang Yunani, bukan orang Yahudi. Tetapi tidak ada catatan tentang hari Tuhan yang dapat dilihat dalam karyanya (Lukas, Kisah Para Rasul), melainkan hanya hari Sabat. Kelihatannya ketika itu gereja-gereja bangsa lain juga memegang hari Sabat, belum ada hari lain yang ditetapkan.

B) Ini merupakan catatan pertama tentang Tuhan memegang hari Sabat. Ia <menurut kebiasaan-Nya> masuk ke rumah ibadat dan berkhotbah. Nampaknya Dia memegang hari Sabat sejak kecil dan menjadi kebiasaan-Nya.

C) Dia hanya berkhutbah pada kali ini, belum mengadakan tanda mukjizat.

D) Dia memetik Yes 61:1 sebagai ayat rujukan dan mengumumkan tujuan Dia datang ke dunia: Melepaskan yang dibelenggu untuk mendapat kebebasan. Ini juga merupakan standard pertuturan dan tingkah laku-Nya pada hari Sabat di kemudian hari – melepaskan yang sakit dan yang dirasuk untuk mendapat kebebasan.