Views: 97

4.3 Menyembuhkan penyakit di kolam Betesda

  1. Ayat Alkitab yang dirujuk:

Yoh 5:2-18

2 Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya 3 dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu. 4 Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barang siapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya. 5 Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. 6 Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan kerana Ia tahu, bahawa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Mahukah engkau sembuh?” 7 Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.” 8 Kata Yesus kepadanya; “ Bangunlah, angkatlah tilam mu dan berjalanlah.” 9 Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat. 10 Kerana itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: “Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu.” 11 Akan tetapi ia menjawab mereka: “Orang yang telah menyembuhkanku, dia yang mengatakan kepadaku: “Angkatlah tilammu dan berjalanlah.” 12 Mereka bertanya kepadanya: “Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?” 13 Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu. 14 Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.” 15 Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahawa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia. 16 Dan kerana itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, kerana Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat. 17 Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.” 18 Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan sahaja kerana Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga kerana Ia mengatakan bahawa Allah adalah bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.

2. Tarikh dan Masa: Lebih kurang musim bunga 28AD, selepas suatu perayaan (1)

3. Tempat: Serambi kolam Betesda di Pintu Gerbang Domba, Yerusalem (2)

4. Plot:

(A) Ketika hari Sabat, Yesus bertanya kepada orang yang telah sakit tiga puluh lapan tahun (5-7)

(B) Yesus terus menyembuhkan dia (8-9)

(C) Orang-orang Yahudi menegur orang yang disembuhkan itu kerana berjalan memikul tilam pada hari Sabat (10-11)

(D) Yesus terus meninggalkan tempat itu (13)

(E) Yesus mengingatkannya untuk tidak berbuat dosa lagi (14)

(F) Orang itu memberitahu bahawa Yesus yang menyembuhkan dia (15)

(G) Orang-orang Yahudi ingin menganiaya Yesus kerana perkara ini (16)

(H) Yesus berkata Bapa-ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga (17) [1]

(I) Orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya (18)

5. Renungan:

(A) Sini tidak mencatatkan Yesus masuk ke rumah ibadat, hanya mencatatkan Dia menyembuhkan penyakit dan dianiaya oleh orang-orang Yahudi.

(B) Orang-orang Yahudi mula memperhatikan Yesus selalu menyembuhkan dan mengusir setan pada hari Sabat, dan menganggap Yesus telah melanggar adat agama orang Yahudi. Adat orang-orang Yahudi pada ketika itu, tidak boleh mengalihkan barang-barang ke tempat lain pada hari Sabat. Pesakit ini berjalan mengangkat tilam telah melanggar adat. Tetapi ini tidak melanggar liputan Perjanjian Lama. Ini jelas bahawa kelakuan orang-orang Farisi telah melebihi Tuhan (liputan Perjanjian Lama). Mereka telah melanggar perintah Allah dengan adat istiadat manusia: Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Mengapa kamu pun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyang mu?” (Mat 15:3). Mereka yang sepatutnya menyelidiki diri sendiri, bukannya Yesus.

(C) Dia mengaku sebagai Anak Allah, setaraf dengan Allah. Ini telah melanggar pantang orang Yahudi dengan serius. Tetapi kemudian Dia telah menyaksikan tentang konsep hubungan Bapa-Anak dalam konsep Allah tunggal, dan menyatakan mengapa Dia layak digelar sebagai Allah (19-47).

(D) Yesus berkata: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga”. Ini menyatakan perlu melakukan perkara yang memanfaatkan manusia dan memuliakan Tuhan setiap hari, hari Sabat pun tidak terkecuali. Nampaknya adalah baik untuk kita melakukan kebajikan pada hari Sabat.

———

[1] Bahasa asal perkataan ‘berkata’ dalam ayat 17, 19 apekrinato (middle voice ’berkata’) menunjukkan Yesus sendiri menjelaskan pendirian-Nya. Perkataan ini muncul 2 kali dalam perjanjian baru.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *