Doktrin Hari Sabat: Bab 7 (7.2 – Keadaan Semasa Zaman Hukum Taurat)
Tuhan menetapkan peraturan yang ketat tentang pengamalan hari Sabat selepas mengumumkan Hukum Taurat melalui Musa. Selain berkat, had perbuatan dan hukuman telah ditambahkan. Misalnya:
- Sesiapa yang tidak memegang hari Sabat harus dihukum mati:
12Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 13Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahawa Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu. 14Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu; siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia dihukum mati, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya. 15Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, hari kudus bagi TUHAN: setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari Sabat, pastilah ia dihukum mati. 16Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal. 17Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat.” 18Dan TUHAN memberikan kepada Musa, setelah Ia selesai berbicara dengan dia di gunung Sinai, kedua loh hukum Allah, loh batu, yang ditulisi oleh jari Allah. (Kel 31:12-18)
32Ketika orang Israel ada di padang gurun, didapati merekalah seorang yang mengumpulkan kayu api pada hari Sabat. 33Lalu orang-orang yang mendapati dia sedang mengumpulkan kayu api itu, menghadapkan dia kepada Musa dan Harun dan segenap umat itu. 34Orang itu dimasukkan dalam tahanan, oleh kerana belum ditentukan apa yang harus dilakukan kepadanya. 35Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Orang itu pastilah dihukum mati; segenap umat Israel harus melontari dia dengan batu di luar tempat perkemahan.” 36Lalu segenap umat menggiring dia ke luar tempat perkemahan, kemudian dia dilontari dengan batu, sehingga ia mati, seperti yang difirmankan TUHAN kepada Musa. (Bil 15:32-36)
- Tidak boleh memasang api:
Janganlah kamu memasang api di manapun dalam tempat kediamanmu pada hari Sabat.” (Kel 35:3)
- Mempersembahkan korban yang patut dilakukan pada hari Sabat:
9Pada hari Sabat: dua ekor domba berumur setahun yang tidak bercela, dan dua persepuluh efa tepung yang terbaik sebagai korban sajian, diolah dengan minyak, serta dengan korban curahannya. 10Itulah korban bakaran Sabat pada tiap-tiap Sabat, di samping korban bakaran yang tetap dan korban curahannya. (Bil 28:9-10)
Akan tetapi, ada juga pengecualian:
- Imam boleh bekerja dalam bait Suci: melayani Tuhan dan manusia.
Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahawa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah? (Mat 12:5)
- Boleh juga mengelilingi kota Yerikho jika diperlukan:
3Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus mengedari kota itu sekali saja; demikianlah harus engkau perbuat enam hari lamanya, 4dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut. Tetapi pada hari yang ketujuh, tujuh kali kamu harus mengelilingi kota itu sedang para imam meniup sangkakala.(Yos 6:3-4).
Jadi, kelihatan masih sangat fleksibel.
Selepas zaman perjanjian lama, ahli Taurat turut menambahkan banyak had perbuatan. Akan tetapi, tidak sikit juga pengecualian yang dikekalkan seperti memberi minum kepada ternakan dan bertahan menentang musuh.
