[Lai Yin Fu]
Prakata:
Segala sesuatu yang diciptakan Allah mempunyai keajaiban-keajaiban
- Keras walaupun kelihatan kuat, namun tidak semestinya menang; lembut kelihatan lemah, namun tabah dan kuat.
- Air walaupun lembut dan tangan boleh tembus melaluinya, namun ia boleh menitis sehingga menembusi batu, juga mengalir dengan deras sehingga ke lautan besar. Bahkan aliran air yang deras dapat meruntuhkan tembok yang kuat, jambatan yang kukuh dan rumah-rumah.
- Leher yang begitu lembut dapat menggerakkan kepala yang begitu keras – terbukti kelembutan menembusi kekerasan.
I. Dengan cerdiknya Tuhan Yesus mengatasi setiap pencobaan (Yoh 8:1-11)
1. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mempergunakan seorang perempuan sundal untuk menyusahkan Tuhan Yesus (1-5)
Seandainya membunuh perempuan sundal, itu akan melanggar undang-undang Roma
Seandainya tidak jatuhkan hukuman mati, itu akan melanggar hukum Taurat Musa.
2. Yesus membungkuk dan menulis di tanah (6)
Diam-diam tidak bersuara – menguasai diri dengan ketenangan
Dia membungkuk ke bawah cara menghadapi para pencoba – dengan rendah hati mengalahkan yang tinggi hati
3. Mereka terus-menerus bertanya kepadaNya (7a)
Menyangka Tuhan Yesus tidak dapat menjawap mereka lalu mengajukan soalan bertubi-tubi dengan tujuan menyusahkanNya
Berniat jahat tidak henti-henti mendesak Tuhan
4. Tuhan Yesus mengalahkan mereka dengan menggunakan kata-kata berhikmat dan menjawap secara sabar dan perlahan-lahan (7-9)
Barangsiapa yang tidak berdosa, hendaklah ia pertama melemparkan batu kepada perempuan itu – menjawap dengan cerdik.
Membungkuk lagi dan menulis pada tanah – biar mereka menanya di hati sendiri dan menguji-selidiki diri
Pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua ~ suara hati membuatkan manusia merasa malu.
Lidah lembut mematahkan tulang (Ams 25:15)
II. Dengan lidah lemah lembut Gideon meredakan pertengkaran
1. Umat Israel berbuat jahat lalu ditindas oleh orang-orang Midian, jatuh dalam penindasan dan berseru kepada Tuhan (Hak 6:1-2, 6)
Δ Umat Tuhan tidak menuruti perintah, maka Allah membangkitkan bangsa asing menghajar mereka.
2. Allah membangkitkan Gideon, membawa tiga ratus orang mengalahkan orang-orang Midian (Hak 7:19-23)
Δ Gideon berbuat sesuai menurut perintah Tuhan, lalu mempergunakan satu strategi yang tepat untuk menumpaskan tentera musuh.
3. Memesan orang-orang Efraim maju berperang membunuh da orang pemimpin orang-orang Midian (Hak 7:24-25)
Δ Orang-orang Efraim suka meminta jasa besar (ruj: Hak 12:1) – pasti menimbulkan masalah jika tidak dipanggil berperang bersama-sama.
4. Gideon meredakan amarah orang-orang Efraim dengan kata-kata yang bijak (Hak 8:1-3)
Gideon tidak bertengkar dengan orang-orang Efraim ~ bersikap tenang.
Menyenangkan hati dengan perkataan rendah diri ~ rendah hati dan lemah lembut (2)
Memuji kejayaan pihak lain, meredakan amarah (3)
Menjawap dengan lemah lembut meredakan kegeraman (Ams 15:1a)
III. Abigail menjawap dengan lemah lembut menyelamatkan para hamba
1. Ucapan Nabal yang bodoh dan tidak mengenang budi, telah membangkitkan amarah Daud sehingga dia membuat keputusan untuk membunuh hamba-hambanya (I Sam 25:2-13, 21-22)
Δ Perkataan yang pedas membangkitkan marah; lidah curang melukai hati (Ams 14:1b, 4b)
2. Hamba yang berakal budi serta-merta memaklumkan puannya (I Sam 25:14-17)
Δ Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan (Ams 15:2)
3. Abigail yang cerdik segera bertindak (I Sam 25:18-20)
Δ Menyediakan hadiah-hadiah, tidak memberitahu langsung kepada suaminya, menyambut Daud dengan baik ~ menyatakan hikmat dan kebijkasaannya.
4. Permohonan Abigail yang rendah hati dan lemah lembut serta perkataan hikmatnya mengerakkan hati Daud sehingga reda amarahnya (I Sam 25:23-35)
À Hidup dan mati dikuasai lidah, lidah lembut adalah pohon kehidupan (Ams 18:21; 15:4)
Á Teguran orang yang bijak adalah seperti cincin emas dan hiasan kencana (Ams 25:11-12)
IV. Ishak tidak henti-henti bertolak ansur menyebabkan Abimelekh sendiri datang berdamai dengannya
1. Ketaatan Ishak yang membawa berkat daripada Allah, telah menimbulkan kedengkian orang-orang Filistin (Kej 26:1-3,12-14)
2. Tolak ansur Ishak buat dua kali telah menyebabkan orang-orang Gerar tidak lagi datang merebutkan sumur yang ketiga (Kej 26:19-22)
Δ Bertolak ansur adalah sikap yang mulia. Maksud Rehobot ialah kelonggaran (22)
3. Abimelekh sendirinya datang berdamai dengan Ishak dan dilayani dengan perjamuan. Ishak mendapat satu lagi sumur (Kej 26:26-33)
Δ Berbahagialah orang yang lemah lembut, kerana mereka akan memilik bumi (Mat 5:5)
Δ Kelembutan sememangnya dapat menembusi kekerasan dan akhirnya pasti menang. Taat kepada kehendak Tuhan dengan lemah lembut pasti memproleh apa yang dijanjikan (Ibr 10:36)
Kata penutup:
Tuhan adalah lemah lembut dan rendah hati, haruslah kita teladaniNya (Mat 11:29). Kalahkan kekerasan dengan kelembutan, kejahatan dengan kebaikan; lantas memuliakan Tuhan memanfaatkan orang lain, pasti masuk ke dalam tanah indah permai.