Permintaan Allah Yang Rasional
[Lai Yin Fu]
Prakata
Manusia sememangnya mempunyai permintaan asas untuk meneruskan kehidupan dari segi makanan, pakaian, kediaman, pergerakan dan lain-lain. Namun permintaan yang tidak rasional dalam kehidupan akan mengakibatkan berbagai keresahan dan kekacauan. Paulus menasihatkan para pemercaya supaya mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup serta melayani Allah dengan roh yang menyala-nyala (Rm 12:1, 11) ~ ini merupakan permintaan Allah terhadap manusia.
[1] Permintaan Allah Adalah Sangat Rasional
Prinsip permintaan Allah ialah “setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut” (Luk 12:48b)
i. Permintaan iman (Ibr 11:6)
Δ Allah yang Mahakuasa menghendaki supaya manusia percaya akan kewujudanNya, kasih setia serta pemberianNya.
ii. Permintaan kebaikan (Mi 6:8)
Δ Allah yang Maha sempurna menghendaki supaya manusia berlaku adil, mencintai kesetiaan dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allah.
iii. Permintaan kesempurnaan (Mat 5:48)
Δ Allah mengaruniakan kebenaran dan Roh Kudus agar manusia mengejar untuk menjadi sempurna, sama seperti Bapa di Syurga adalah sempurna.
iv. Permintaan persembahan (Mal 3:10)
Δ Segala-gala adalah diberikan Allah, persembahan persepuluhan adalah persembahan yang paling asas.
v. Permintaan karunia (Rm 12:5-8)
Δ Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah (I Ptr 4:10)
vi. Permintaan ketaatan (Ruj: Ayb 1:21)
Δ Allah mengasihani orang yang rendah hati (Yak 4:6)
vii. Permintaan tahu merasa cukup (I Tim 6:6-8)
Δ Manusia datang dan pergi dengan tidak membawa apa-apa, asal ada makanan dan pakaian yang diberikan Allah, cukuplah.
viii. Permintaan berbuat baik (I Tim 6:17-19)
Δ Melakukan kebaikan berdasarkan apa yang ada pada kita, akan menjadi kaya dalam hal-hal yang baik (II Kor 8:12)
ix. Permintaan pengujian (I Kor 10:13)
Δ Allah tidak akan membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan kita; seandainya tidak dapat menanggungnya, Allah akan memberikan jalan ke luar.
x. Permintaan bekerja (Mat 26:14-17, 29)
Δ Allah memberikan tanggungjawab berdasarkan kemahiran dan bakat, oleh itu, mereka yang berusaha dalam kerja pasti mendapat upah (II Yoh 8)
[2] Permintaan Manusia Harus Juga Rasional
Prinsip permintaan manusia: Kuasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kita masing-masing (Rm 12:3)
i. Terhadap diri sendiri: Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri (Ams 11:17)
Δ Demi kesihatan diri, janganlah asyik melakukan kerja tambahan siang dan malam sehingga menjejaskan tubuh, tidak perlu memaksa diri mengikut orang lain memberi persembahan yang terlalu banyak, ikutlah kemampuan diri; jangan memaksa diri mengerjakan kerja suci tertentu mengikut orang lain, ikutlah karunia yang ada pada diri sendiri; janganlah memaksa diri berpuasa seperti orang lain, berpuasa sahaja menurut tahap iman dengan hati yang suci.
ii. Terhadap orang lain: Mengikhtiarkan segalanya bagi orang-orang lain, dengan tujuan membangunkan mereka agar mendapat kebaikan (I Kor 9:22; 10:23, 24, 33)
Δ Hubungan sesama manusia ~ antara bapa dengan anak, adik-beradik, suami-isteri, mertua-menantu, guru-murid, sahabat-sahabat dan lain-lain, seseorang itu harus meminta kepada yang lain secara rasional.
iii. Terhadap Allah: Allah telah mengaruniakan kepada kita Anak kekasihNya sendiri, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu yang kepada kita (Rm 8:32)? Justeru itu, permintaan kita kepada Allah haruslah secara rasional.
Δ Asal sahaja bersesuaian dengan kehendak dan waktu Tuhan, kalau kita meminta kepada Allah berdasarkan keperluan sendiri, pasti Allah berikan.
Penutup
Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihiNya (Rm 8:28)