Aku Ini
| |

Aku Ini

“Tetapi segala Yesus berkata kepada mereka: [Tenanglah!Aku ini,jangan takut!] Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: [Tuhan,apabila Engkau itu,suruhlah aku datang kepadaMu berjalan di atas air] Kata Yesus: [Datanglah!] Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus” – Matius.14:27-29

Petrus meminta sebuah misi yang mustahil: “suruhlah aku datang kepadaMu berjalan di atas air.” Apakah yang dia fikirkan? Apakah yang menyebabkan Petrus mempunyai keberanian untuk mencuba hal yang belum pernah terjadi sebelumnya? Ia tidak sedang mencari tantangan yang mendebarkan, ataupun mencuba membuat orang terkesan. Yang mendorong keberanian Petrus adalah kata-kata Yesus: “Aku ini.” Bila orang yang berjalan di atas air itu adalah Tuhan, tidak ada lagi alasan untuk takut;segalanya akan baik-baik saja. Bila bukan Yesus yang ada di sana, Petrus mungkin tidak akan pernah berfikir untuk berjalan di atas air menghampiriNya. Tetapi itu adalah Yesus,dan itu sudah cukup untuk Petrus melakukan hal yang mustahil.

Ketika anak perempuan saya berumur 2 tahun, ia melakukan hal yang tidak mungkin ia lakukan kerana ia adalah anak yang penakut dan waspada. Saya menempatkan dirinya di anak tangga tertinggi, dan saya berdiri di belakangnya, memintanya jatuh ke belakang, ke dalam rangkulanku. Awalnya ia ragu, dan beberapa kali menengok ke belakang untuk memastikan aku masih ada di belakangnyn, lalu ia melakukannya. Setelah beberapa kali berhasil, ia menyukai permainan ini,dan sejak itu ia selalu memintaku melakukannya lagi.

Orang yang tidak ia kenal tidak akan memintanya melakukan hal ini. Ia melakukannya kerana rangkulan seorang ayah-rangkulan yang menimangnya hingga tidur, memeganginya saat bermain, memeluknya saat ia menangis-anak saya membiarkan tubuhnya yang mungkin jatuh ke belakang dengan penuh keyakinan saya pasti akan menangkapnya agar tidak terjatuh.

Kita merasa takut bila kita tidak percaya. Kita tidak dapat percaya bila kita tidak dapat percaya bila kita tidak mengenali orang yang kita percaya. Siapakah Allah di mata anda? Seberapa kuatkah hubungan anda denganNya? Ketika Ia berkata: “Aku ini” , apakah anda merasa percaya diri bahawa anda hanya dapat jatuh ke dalam rangkulanNya?

Berjalan bersama Allah dan mengalamiNya sepanjang hari akan memperdalam rasa percaya kita kepadaNya. Ketika Ia berkata, “Aku ini”, hati kita akan bergejolak kerana sukacita. Bila kita akan bergejolok kerana sukacita. Bila kita telah mempelajari dengan mata kepala sendiri bahawa Ia tidak pernah gagal, kita tidak akan takut bila Ia berkata, “datanglah” Ketika kita menyanggupi panggilanNya dan melangkahkan kaki kita ke atas air laut yang bergelora,saat itu mujizat sedang terjadi.

Renungan:

Seberapa banyak dalam kehidupan anda yang anda percayakan kepada Allah,terutama ketika kehidupan anda terasa semakin sulit?

74. Orang Yang Percaya Dan Datang Kepada Tuhan Bertambah Banyak
|

74. Orang Yang Percaya Dan Datang Kepada Tuhan Bertambah Banyak

Allah menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan Kebenaran (1 Tim 2 : 4).

  • Tuhan Yesus berpesan kepada murid-murid untuk pergi memberitakan Injil ke seluruh dunia, supaya segenap bangsa menjadi muridNya (Mrk 16 : 15;  Mat 10 : 8).
  • Supaya orang yang percaya dan datang kepada Tuhan bertambah banyak, dan itulah Kemuliaan Allah (Ams 14 : 28) yakni suatu pekerjaan yang paling berharga (Mat 16 : 26).
  • Maka, bagaimanakah supaya orang yang percaya bertambah banyak datang kepada Tuhan?  (Menurut yang tercatat dalam Kitab Kisah Para Rasul, semuanya dibagi beberapa bagian, sebagai suatu anjuran/dorongan.

I.       JEMAAT SEHATI, RAJIN DAN KASIH (Kis 2 : 41-47)

1.      Kita hendaknya sehati sefikir dalam pemberitaan Injil (Flp 1 : 5, 27).

2.      Apabila kita saling mengasihi, maka semua orang akan mengenal bahawa kita adalah murid-murid Tuhan (Yoh 13 : 34-35).

II.     TANDA-TANDA MUJIZAT ALLAH (Kis 5 : 12-14)

1.      Yesus bersabda : “Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya” (Yoh 4 : 48).

2.      Petrus menyembuhkan Eneas yang telah delapan tahun terbaring kerana lumpuh;  Maka semua penduduk Lida dan Saron melihat dia, lalu mereka datang kepada Tuhan (Kis 9 : 32-34).

3.      Petrus membangkitkan Dorkas dari kematian, sehingga di Yopo banyak orang yang telah percaya kepada Tuhan (Kis 9 : 42).

4.      Hendaklah memohon kepada Tuhan untuk mengadakan tanda mujizat Allah yang besar, supaya banyak orang yang datang kepada Tuhan (Kis 4 : 29).

III.    MEMILIH PENANGGUNG JAWAB GEREJA (Kis 6 : 5-7)

1.      Hasil bertambah banyak, adalah kerana kekuatan sapi (Ams 14 : 4);  Yakni supaya jemaat bertambah banyak, namun harus ada penanggung jawab Gereja setempat.

2.      Harus mempunyai nama yang baik, dipenuhi Roh Kudus dan cukup berhikmat (Kis 6 : 3).

3.      Penanggung jawab Gereja harus sehati dan bekerjasama dengan para penginjil, supaya tugas suci dapat dikembangkan (Kis 6 : 1-7).

IV.    JEMAAT MENJADI ORANG BAIK (Kis 11 : 24)

1.      Orang baik yaitu : Orang yang berakhlak lurus, mempunyai kasih, dalam segala perkara bersinar bagi Tuhan.

2.      Akhlak yang baik dapat memenangkan orang yang belum percaya untuk datang kepada Tuhan (1 Ptr 3 : 1-2).

3.      Sifat/kelakuan yang baik dapat supaya orang memberi kemuliaan bagi Allah (Mat 5 : 16;  1 Ptr 2 : 12).

V.     SEGENAP JEMAAT MENURUTI PERATURAN GEREJA (Kis 16 : 4-5)

1.      Segenap jemaat menuruti segala nasihat/perintah Alkitab.

2.      Segenap jemaat menuruti usul-usul yang diputuskan oleh wakil kongres Gereja.

3.      Segenap jemaat menuruti keputusan Rapat jemaat Gereja setempat.

4.      Serta segala nasihat peraturan yang sesuai dengan Alkitab.

VI.    MEMBERITAKAN DENGAN RAJIN

1.      Belum pernah mendengarkan Firman, bagaimana dapat percaya kepada Tuhan?

Tidak ada orang yang memberitakan Injil, bagaimana dapat mendengarnya? (Rm 10 : 14).

2.      Pada hari Pentakosta, terdapat 3000 orang yang menerima baptisan dan kembali kepada Tuhan, semua itu disebabkan oleh Kesaksian dari Petrus (Kis 2 : 37-41).

3.      Lain-lain : Kis 4 : 4;  18 : 9-11.

4.      Beritakanlah Injil dan membawa orang datang kepada Tuhan (2 Tim 4 : 2).

Kebaikan-Kebaikan Percaya  Pada Yesus
| | |

Kebaikan-Kebaikan Percaya Pada Yesus

Kebaikan-Kebaikan Percaya Pada Yesus

[Lin Feng Lai]

[1]      Menyembah Allah Yang Benar Dan Hidup

I Tes 1:9 – Berbalik dari berhala-berhala untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar.

I Kor 12:2 – Berhala-berhala yang bisu.

I Kor 10:19-20 – Persembahan kepada roh-roh jahat.

Kis 17:22-30 – Beribadahlah kepada Tuhan Pencipta.

[2]      Yesus Adalah Juruselamat Dunia

Yoh 4:42; I Yoh 4:14 – Juruselamat dunia.

I Tim 1:15-16  – Kristus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa.

I Tim 2:5-6 – Pengantara yang Esa.

Yoh 3:16 – Isi kandungan Injil.

Kis 26:17-18 – Berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah.

[Per: Terang – kebaikan, hikmat, kebahagiaan; Kegelapan – dosa, kebebalan, kecelakaan].

I Yoh 5:19 – Seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.

Kol 1:12-14 – Terlepas dari kuasa kegelapan, dipindahkan ke dalam Kerajaan AnakNya yang Kekasih.

I Ptr 2:9 – Keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib.

Yes 49:6 – Tuhan menjadi terang bangsa-bangsa lain.

Luk 2:32 – Terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain.

Kis 13:47 –   Para penginjil ditentukan menjadi terang bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah.

II Kor 4:4 – Cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus.

Yoh 1:4, 9 – Tuhan ialah terang hidup.

Yoh 8:12 – Tuhan ialah terang dunia.

Mat 5:14 – Pemercaya ialah terang dunia.

Ef 5:8, 9 – Anak-anak terang.

[3]     Yesus Ialah Tuhan Penghakim

Kis 17:31 – Tuhan akan menghakimi dunia pada hari kiamat.

Kis 1:9-11 – Tuhan akan datang kembali.

Why 1:7 – Tuhan akan datang kembali.

Why 20:11-15 – Takhta putih yang besar.

Why 21: 8, 27; 22:12, 14-15 – Lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang.

II Tes 1:6-10 – Keadaan kedatangan kembali Tuhan.

II Ptr 3:8-15 – Langit dan bumi akan dibinasakan.

Ibr 9:24-28 – Para pemercaya akan beroleh keselamatan.

[4]     Menjadi Manusia Ciptaan Baru

Ef 2:1-10 – Diselamatkan oleh rahmat.

Ef 4:17-24; Kol 3:5-10 – Manusia ciptaan baru.

Flp 2:12-16 – Mengejarkan kerja keselamatan.

Gal 6:15; II Kor 5:17  –   Yang terutama ialah menjadi manusia ciptaan baru.

[5]     Berdamai Semula Dengan Tuhan

Rm 5:1-2, 9-11 – Diperdamaikan semula dengan Tuhan (Roh Kudus adalah tanda bukti sebagai anak-anak Tuhan: Rm 8:15-17; Gal 4:4-7; I Yoh 3:1-3).

Ef 2:12-18 – Kayu salib mendamaikan Tuhan dengan manusia juga mendamaikan sesama manusia.

Ef 1:2 –   Kasih karunia dan damai sejahtera datang dari Allah, Bapa dan Tuhan Yesus.

Ef 4:3; 5:21 – Kedamaian Jemaat.

Ef 5:22-23 – Kedamaian suami-isteri – keamanan keluarga.

Ef 6:1-4 – Kedamaian bapa dengan anak – keamanan keluarga.

Ef 6:5-9 – Kedamaian tuan dengan hamba – keamanan masyarakat.

Yoh 14:27; 16:33 – Tuhan memberi damai sejahtera.

Mat 11:28 – Tuhan memberikan kelegaan kepada orang yang letih lesu dan berbeban berat (Mzm 38:5 – Beban dosa; Mat 8:14-17 – Beban penyakit).

I Ptr 5:7;  Mzm 55:23 –  Serahkan segala kekuatiaran kepada Tuhan (beban kekuatiran).

Flp 4:6-7 – Jangan hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga.

Ibr 13:5-6 –  (Ul 31:8; Mzm 118:6; 56:5-12): Penjagaan dan pertolongan Tuhan.

[6]     Akan Beroleh Hidup Kekal

Yoh 3:15, 36 – Percaya pada Yesus akan beroleh hidup kekal.

II Tim 1:9-10; Yoh 11:25 – Tidak akan ada maut lagi.

Why 14:13 – Berbahagia orang-orang mati yang mati di dalam Tuhan.

Why 21:4-5 –   Tidak akan ada lagi air mata, maut, perkabungan, ratap tangis dan dukacita.

I Tes 4:13-17; I Kor 15:50-54 – Rahsia kebangkitan dan pengubahan.

¨ Roh Kudus ialah tanda bukti kebangkitan dan pengubahan: Rm 8:11; II Kor 5:1-5.

¨ Roh Kudus ialah jaminan menerima warisan di sorga: Ef 1:13-14.

Bagaimana Percaya Kepada Tuhan Supaya Selamat
| | |

Bagaimana Percaya Kepada Tuhan Supaya Selamat

Bagaimana Percaya Kepada Tuhan Supaya Selamat

[Lai Yin Fu]

Prakata

Bagaimanakah seorang kawan simbaptisan menjadi percaya pada Yesus? Setelah percaya pada Tuhan, apakah yang harus diperbuat supaya dapat masuk ke dalam Sorga? Ini merupakan anugerah keselamatan Tuhan yang harus difahami dengan sejelas-jelasnya. (Nas ini boleh dibahagikan kepada dua kali khotbah).

[1]      Harus Ada Iman

¨ Orang benar akan hidup oleh iman (Rm 1:17), iman ialah dasar kepercayaan dan kekuatan mengamalkan firman (I Yoh 5:4).

i. Percaya pada Allah: percaya akan kewujudan dan kekuasaan Allah (Ibr 11:6), percaya pada Yesus ialah percaya pada Allah (Yoh 10:30; 14:1, 7-10).

ii. Percaya pada anugerah keselamatan: anugerah keselamatan digenapkan oleh kematian Tuhan Yesus (Ef 1:3-6; Kol 1:21, 22), percaya Yesus percaya juga pada anugerah keselamatan Tuhan  (Yoh 1:14, 17).

iii. Percaya pada gereja: gereja benar ialah tubuh Kristus; Kristus ialah Penyelamat tubuh, anugerah keselamatan digenapi melalui gereja (Ef 1:23; 5:23).

iv. Percaya pada baptisan: baptisan yang bersesuaian dengan Alkitab dengan darah bernilai Tuhan Yesus yang berkhasiat mengampuni dosa, disebabkan ada kesaksian oleh Roh, air dan darah (Kis 2:38; I Yoh 5:6-8).

[2]     Pertobatan Yang Benar

¨ Manusia ciptaan baru di dalam Kristus, haruslah tanggalkan yang lama, kenakan yang baru (II Kor 5:17).

i. Pertobatan dalam iman.

Ateis jangan lagi menafikan kewujudan Tuhan (Rm 1:19, 20).

Politeis jangan lagi menafikan bahwa Allah yang benar hanyalah satu (I Kor 8:4b).

Penyembahan berhala jangan lagi beribadah kepada allah palsu (I Tes 1:9).

Pemercaya denominasi gereja lain, jangan lagi percaya kepada firman-firman yang tidak bersesuaian dengan Alkitab dan gereja yang tidak disertai Roh Kudus.

ii. Pertobatan dalam perbuatan.

Buangkan kesemua kepercayaan karut, pantang larang, adat-adat tidak baik.

Ubah-baiki tabiat buruk: misalannya perkataan kotor, bohong, omongan kosong, merokok, meminum arak, berjudi, tari-menari dan lain-lain.

ƒHapuskan perbuatan dosa: misalnya percabulan, pelacuran, menggugurkan anak kandungan, mencuri dan lain-lain.

[3]     Berilah Diri Dibaptis

¨ Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan (Mrk 16:16); yang dibaptis ke dalam Kristus akan menjadi anak-anak Allah yang berhak menerima warisan kerajaan Sorga (Gal 3:26-29).

i. Di dalam nama Tuhan Yesus (Kis 4:12; 2:38; 8:16; 10:43, 48; 19:5).

ii. Seluruh tubuh diselami dalam air: dalam kata asal bahasa Yunani baptisan sebenarnya ialah ‘upacara menyelam’; setelah Tuhan Yesus dan sida-sida dibaptis, kedua-dua mereka ‘keluar dari air’ (Mat 3:16;  Mrk 1:9, 10; Kis 8:38-39).

iii. Tundukkan kepala: baptisan ialah mati bersama-sama Tuhan, kubur bersama-sama, bangkit bersama-sama; justru itu mesti menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematianNya (Rm 6:3-7), sewaktu dibaptis mesti tundukkan kepala (Yoh 19:30; Mzm 38:5).

[4]     Terimalah Roh Kudus

¨ Roh Kudus ialah Roh Allah, Roh Yesus (Mat 3:16; Kis 16:7); tidak memiliki Roh Kristus bukan milik Kristus (Rm 8:9).

i. Roh Kudus ialah jaminan memperoleh bagian kerajaan Sorga (Ef 1:14; Yoh 3:5; Tit 3:5).

ii. Memohon secara langsung dengan hati tulus ikhlas dan secara tekun pasti menerima Roh Kudus (Yoh 14:14; Luk 11:8-13).

iii. Roh Kudus membantu pemercaya menghabisi jalan ke sorga.

Roh Kudus berdoa untuk kita (Rm 8:26, 27).

Menguatkan semula kekuatan batin (Ef 3:16, 20).

Dapat menghasilkan buah Roh Kudus (Gal 5:22, 23).

Oleh Roh Kudus kita menjadi kudus (Rm 15:16).

Menyertai selama-lamanya, mengajar, menghibur, melindungi, mencurahkan rahmat (Yoh 14:16-18).

[5]     Berusahalah Melakukan Firman

¨ Jadilah pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja, maka kita akan berbahagia oleh perbuatan kita (Yak 2:17; 1:22-25).

i. Utamakan penyempurnaan rohani: Iblis sama seperti singa yang mengaum-aum, haruslah utamakan doa, membaca Alkitab, mendengar firman, menghadiri kebaktian, ujilah diri, pelihara diri, awasi diri, berjaga-jaga dalam doa, jadilah kuat di dalam Tuhan (I Ptr 5:8; Flp 2:12).

ii. Kasihi Allah dan kasihi manusia: kasihi Allah dengan memuliakan Allah dalam segala hal dan kasihi manusia dengan membawa kebaikan kepada orang (Mat 22:37-40; I Yoh 4:7, 8, 16).

iii. Giatlah di dalam kerja suci: pergunakanlah setiap kesempatan, bergumul selalu di dalam kerja Tuha, genapi kehendak Allah menyelamatkan manusia (I Ptr 2:4; Yoh 21:15-17; Mrk 16:15; II Yoh 8).

Penutup

Barangsiapa yang beriman dan percaya pada Tuhan, haruslah bertobat dan memberi diri dibaptis menganuti Gereja Benar. Bagi kita yang telah percaya pada Tuhan, beritakanlah Injil, gembalakan kawanan domba Tuhan sambil menantikan kedatangan kembali Tuhan.

Bahagian Tujuh: Orang Yang Kemasukan Nafsu Rakus Tak Akan Percaya Pada Tuhan
| | | |

Bahagian Tujuh: Orang Yang Kemasukan Nafsu Rakus Tak Akan Percaya Pada Tuhan

Bahagian Tujuh: Orang Yang Kemasukkan Nafsu Rakus Tak Akan Percaya Pada Tuhan

Nas Kitab: Ul 9:22-24

Prakata

Juga di Tabera, di Masa dan di Kibrot-Taawa, kamu selalu membuat Tuhan gusar (Ul 9:22).

[I]       Tanah Kemasukan Nafsu Rakus

i. Tabera ~ Kira-kira tiga hari perjalanan dari sebelah utara gunung Sinai, disebabkan umat Israel bersungut-sungut maka menyalalah api Tuhan di antara mereka dan merajalela di tempat itu (Bil 11:3).

ii. Masa ~ tempat di Horeb, di mana Musa memukul gunung batu dan darinya air mengalir keluar, disebabkan umat Israel tidak percaya, lalu mencobai Tuhan Allah (Kel 17:7).

iii. Kibrot-Taawa ~ Kuburan kerakusan nafsu, ianya adalah sehari perjalanan di padang gurun Sinai, di situlah umat mengingini makanan daging (Bil 33:16).

[II]     Membangkitkan Murka Allah

i. Orang-orang bajingan yang kemasukan nafsu rakus.

  • Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus (Bil 11:4).

¨ Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai …… (II Tim 2:22).

ii. Bersungut-sungut, tidak percaya.

  • Kamu menentang titah Tuhan, Allahmu; kamu tidak percaya kepadaNya dan tidak mendengarkan suaraNya (Ul 9:23).

¨ Janganlah bersungut-sungut seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut (I Kor 10:10).

iii. Nafsu rakus timbul dari hati.

  • Kemasukan nafsu rakus (Bil 11:4).

¨ Terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakan (I Tim 6:9).

[III]    Kesimpulan

  • Tidak dapat masuk ke dalam tempat perhentian, kerana ketidakpercayaan (Ibr 3:18-19).

 

Kerana Percaya, Bukan Kerana Melihat
|

Kerana Percaya, Bukan Kerana Melihat

Pendahuluan
Allah  terus membangun dan mempersiapkan kita dan mengaruniakan Roh Kudus kepada kita sebagai jaminan, supaya kita hidup adalah kerana percaya, bukan kerana melihat. (2 Korintus 5: 5-7)

A. Yang diminta manusia adalah yang dapat dilihat

1. Manusia meminta bukti untuk percaya.

∆  Zakharia berkata: “Bagaimana aku tahu, bahawa hal ini akan terjadi?” (Lukas 1:13-20)

∆ Tomas berkata: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tanganNya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”  (Yohanes 20:25)

∆ Mereka yang kenyang kerana telah makan roti berkata: “Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu?” (Yohanes 6:29-30)

∆  Yesus berkata: “Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya.” (Yohanes 4:48)

2. Orang yang tidak percaya akan mengejek dan memperolok-olokkan.

∆ Serdadu-serdadu berkata: “Baiklah Mesias, Raja Israel itu, turun dari salib, supaya kita lihat dan percaya.”  (Markus 15:32)

 ∆ Sesungguhnya orang ini telah melihat, mereka pun tidak  percaya. (Yohanes 6:36, 12:37) (Lukas 22: 67 )

B. Belajar “Melihat kerana iman”

1. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibrani 11:1-2)

2. Mengalami dan mengetahui  Allah dengan  mata hati. (Efesus 1:18-23)

3. Elia percaya kepada firman Tuhan, telah mendengar “bunyi derau hujan”. (I Raja-raja 18:1,41-46)

4. Kerana iman maka Musa telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja, ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan. (Ibrani 11:27)

5. Telah melihat dan memahami “kemah tempat kediaman di bumi” dan “tempat  kediaman di sorga yang kekal”, sebab itu, berusaha supaya berkenan kepada Tuhan. (2 Korintus 5:1-9)

C. Membantu orang lain supaya  dapat  melihat  Allah

1. Berdoa meminta Tuhan membuka mata hati seseorang. (Efesus 1:15-18)

 ∆ Elisa berdoa supaya Tuhan membuka mata bujang itu, sehingga ia malihat.” (2 Raja-raja 6:15)

2. Mempergunakan perkataan yang diajar oleh Roh. (1 Korintus 2:13)

∆ Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?”. (Kis 8:31)

 ∆ Jangan menghakimi saudaramu yang lemah iman, menasihati dan mengajar dalam segala hikmat. (Roma 14:1-6) (Kolose 1:28)

3. Memelihara kekudusan diri, tidak bercacat, memuliakan Tuhan. (Matius 5:13-16) (1 Petrus 2:12)

∆ Kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan, memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada pada kamu. (1 Petrus 3:15)

∆ Dengan demikian semua orang akan tahu, bahawa kamu adalah murid-murid-Ku, iaitu jikalau kamu saling mengasihi. (Yohanes 13:35)

Kesimpulan

1. Kita diselamatkan dalam pengharapan.  Kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun. ( Roma 8:24)

2. “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yohanes 20:28-29) “Jikalau engkau percaya, engkau akan memlihat kemulian Allah.” (Yohanes 11:40)