Ku Tahu Siapa yang Kupercayai
|

Ku Tahu Siapa yang Kupercayai

Ayat suci : 2 Tim 1: 12

Seorang yang percaya tanpa memahami apa-apa atau percaya secara membabi-buta dikatakan “Kepercayaan karut”, tetapi memahami apa yang dipercayai iaitu kepercayaan benar. Paulus yang dahulu mengenali Tuhan tetapi kerana tidak memahami siapakah Tuhan sebenar, ia menganiaya Tuhan. [“Siapakah engkau Tuhan?” (Kis 9: 5)]. Petrus: Yang mengenal nama Tuhan, juga mengenali diriNya, diberkati Tuhan dan memperolehi kuasa Tuhan. “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus” (Mat 16: 13-19).

Pemercaya yang hanya mengenal nama Tuhan tetapi tidak mengenali Tuhan sebenar adalah kerana mereka masih kurang memahami kepercayan dan mudah digoda untuk meninggalkan Tuhan. Mereka juga dianggap sebagai orang yang tidak mengenali Tuhan dan tidak menuruti kehendakNya (Mat 7 : 21-23).

Orang Yahudi, Orang Farisi, Ahli Taurat : Orang-orang ini hanya mengenal Elia, nama Kristus yang mengharapkan kedatangan mereka namun tidak mengenal mereka. Memang mereka sudah datang, tetapi dianinya pula (Mat 17: 10-13).

Pada hari ini, kita tidak boleh menilai Kristus menurut ukuran manusia (2 Kor 5: 16), kita harus mengenal Tuhan secara lebih mendalam. Seperti Zakheus yang sudah lama mendengarkan Yesus tetapi tidak pernah melihatNya. Dengan itu ia tahu mengambil kesempatan untuk mengenali Tuhan (Luk 19: 1-10).

Oleh itu, Kita harus berjaga-jaga sebab Tuhan penah bernubuat bahawa “Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini” (Luk 17: 24-25). Jika kita mengenal Tuhan hanya menurut ukuran manusia, kemungkinan kita sendiri yang akan ditolak oleh Tuhan.

  •  Dengan itu, marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal Tuhan (Hos 6: 3).

(1)   Tuhan adalah Roh (2 Kor 3: 17; Why 22: 6).

(I) Tuhan adalah Roh, Tuhan adalah Yang Benar (1Yoh 5: 20).

(II) Menjadi saksi milik rohani.

(i) Jaminan keselamatan .(Efs 1: 13-14) Roh Tuhan adalah Yang Kudus, digelar Roh Kudus (Yoh 4: 24).

(A)  Bukti penerimaan Roh Kudus, dapat dilihat dan dapat didengar (Kis 2: 33).

(a) Keadaan penerimaan Roh Kudus yang dilihat oleh Simon. (Kis 8: 18), (Roh Kudus seperti angin yang bertuipan), mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa Roh (Kis 10: 45-46).

(b) Bukan percaya kepada Tuhan terus menerima Roh Kudus.(Kis 19: 1-7).

(c) Bukan dibaptis terus menerima Roh Kudus. (Kis 8: 12-16).

(d) Bukan orang yang sempurna dari perbuatannya akan menerima Roh Kudus (Yoh 16: 13; Gal 5: 25).

(e) Orang yang kepenuhan Roh Kudus bukan tak kelihatan atau tak kedengaran.

(ii) Bukti sebagai milik Kristus(Rm 8: 9).

(iii) Bukti sebagai anak-anak Tuhan(Gal 4: 6).

(iv) Bukti bahawa Tuhan mengenal siapa kepunyaanNya(2Tim 2: 19).

(v) Bukti bahawa Allah di dalam kita(1Yoh 3: 24).

(vi) Ditandai dengan damai sejahtera. (Yeh 9:6,3; why 9: 4; 7: 1-3) [Pada akhir zaman, Tuhan menetapkan jam dan hari, bulan dan tahun untuk membunuh sepertiga dari umat manusia. Bagi orang yang dimenteraikan akan diselamatkan. (Why 9: 13-15)]

(III) Bagaimanakah untuk memperoleh Roh Kudus?

(i) Percayalah (Mrk 11: 24; Efs 1: 13).

(ii) Meminta dengan bersungguh-sungguh di tempat yang dijanjikan Tuhan. (Ul 12: 5, 13-14) Menantikan di Jerusalem dalam perjanjian baru. (Kis 1: 4) Akan menerima Roh Kudus jika pergi ke gereja yang mempunyai penyertaan Tuhan pada akhir zaman (1Yoh 3: 24; Why 21: 3).

(iii) Bertobatlah dan memberi diri untuk dibaptis(Kis 2: 38).

(iv) Bermotif murni, meminta menurut cara Tuhan yang memberikan Roh Kudus.

(v) Selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. (Luk 18: 1-7; 11: 5-13)

(vi) Berdoa di dalam nama Tuhan Yesus, banyak mengulangi ‘Haleluya’ (Yoh 16: 23-26).

(2)   Tuhan adalah Firman.(Yoh 1: 1; 14: 6)

(I) Tidak menambah dan tidak mengurang ( Ul 12: 32; Ams30: 6).

(i) Tidak mengurang : Doktrin : Baptisan Air, Baptisan Roh, Hari Sabat (Mrk 2: 28), Pembasuhan Kaki, Perjamuan Kudus, perintah-perintah Tuhan (1Yoh 2: 3-4; 5: 2, Mat 19: 17; Why11: 19; 12: 17; 14: 12).

(ii) Tidak menambah : ‘Hari Krismas’ yang tidak berikutan dengan catatan Alkitab (Merujuk musim kelahiran Yesus—Luk 2: 8). Sebenarnya berasal dari harijadi ‘Allah Matahari’.

    • Alkitab menegaskan keilahian Yesus disanjung tinggi, sifat manusiaNya menggantikan manusia dihukum mati dan memberikan teladan untuk manusia. Dengan itu mengingati hari kelahiran Yesus adalah mencontohi duniawi, tidak bermakna.
    • Jangan kamu disebut pemimpin (Pastor)(Mat 23: 10).
    • Tidak menggunakan Bapa, Anak dan Roh Kudus sebagai nama (Nama bagi Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah Yesus, harus dibaptis dalam nama Yesus) (Mat 28: 19; Kis 2: 38).

(II) Yang melangkah keluar dari ajaran Kristus, tidak memiliki Allah, juga tidak tinggal di dalam ajaran Kristus. (2Yoh : 9)

(III) Orang yang menambahkan sesuatu atau mengurangkan sesuatu, maka Allah menambahkan kepadanya malapetaka dan mengambil bagian berkatnya.(Why 22: 18-19)

(3) Jemaat merupakan tubuh Tuhan. (Efs 1: 23)

(I) Apakah Jemaat yang adalah tubuh Tuhan?

(i) Jemaat yang dipenuhi dengan Roh Kristus (Rm 8: 9) : Saksian Roh Kudus.

(ii) Jemaat menuruti kehendak Tuhan untuk menyebarkan Injil Kebenaran yang lengkap (Kol 1: 25) : Saksian Alkitab.

(iii) Jemaat yang menyatakan kuasa Tuhan : Saksian mujizat (Ibr 2: 4; Mrk 16: 17)

(II) Gereja Yesus Benar memiliki syarat-syarat ini.

(III) Yang mengasihi Gereja Benar-Nya adalah mengasihi Tuhan. Yang menerima Gereja Benar-Nya adalah menerima Tuhan, yang menolak Gereja Benar-Nya adalah menolak Tuhan (Kis 9 : 1-5). Tuhan menegur Saulus : “Mengapa engkau menganiaya Aku?” Ini kerana Saulus mengancam Jemaat pada masa itu!

(IV) Gereja Yesus Benar hanya satu, sebab tubuh Tuhan hanya satu.

  • Gereja melambangkan tubuh Tuhan hanya satu.
  • Gereja merupakan bait Allah hanya satu. (1Kor 3: 16)
  • Gereja melambangkan pengantin perempuan hanya satu.
  • Gereja melambangkan tuan rumah hanya satu.
  • Gereja melambangkan Kerajaan Tuhan hanya satu.
  • Gereja melambangkan Pohon Anggur hanya satu.
  • Gereja Yesus Benar diasaskan oleh Kebenaran Alkitab, merupakan Gereja Benar yang menuruti kehendak Tuhan.

(4)   Jika kita berusaha sungguh-sungguh untuk mengenal Tuhan, pasti akan melihat Dia dalam keadaanNya yang sebenarnya.(1Yoh 3: 20)

 

Kesimpulan : (Yes 8: 20)

Jika kita menurut ajaran Alkitab untuk mengenal Roh Kudus, Gereja Benar, maka kita akan mengenali Tuhan yang dipercayai. Disamping itu, kita akan memperoleh damai sejahtera yang sebenarnya.

Kebaikan Percaya kepada Yesus
| |

Kebaikan Percaya kepada Yesus

Anugerah Tuhan yang Menghairankan. 

Alkitab memberitahu kita bahawa Paulus pernah mengancam dan membunuh umat Kristian (Kisah Para Rasul  9:1-2, 22:4-5, 26:9-11). Kemudian dia telah bertaubat dengan tiba-tiba dan memeluk ke dalam agama Kristian. Dia pun mula memberitakan Injil Kebenaran ke merata tempat. Dia rela mengorbankan segalanya demi Tuhan, menanggung semua penderitaan dan berkorban demi Kebenaran (Filipi 3:8, 2 Korintus 11:23-27, 2 Timotius 4:6-8). Berapa ramai orangkah di dalam sejarah yang berganjak daripada seorang yang menganiaya Jemaat kepada seorang Kristian? Berapa ramai orangkah seperti Paulus yang rela mengorbankan segala-galanya demi Kristus termasuk dirinya sendiri? Mengapakah perubahan mendadak ke atas dirinya berlaku? Apakah yang menyebabkan perubahan ini? Ini disebabkan dia telah mengalami anugerah Tuhan Yesus Kristus yang berkelimpahan.

Bagaimanakah kita mendapat pengalaman di dalam Tuhan hari ini? Apakah kebaikan-kebaikan percaya kepada Yesus Kristus? Adakah kita percaya bahawa Yesus mempunyai anugerah dan berkat yang berkelimpahan sehingga Dia bersedia mencurahkannya ke dalam hidup kita? Hanya satu sahaja yang diperlukan iaitu beriman terhadap Tuhan dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Berkat adalah baik untuk kehidupan fizikal tetapi berkat rohani yang dicurahkannya ke atas kita adalah lebih bernilai. Marilah kita merujuk Alkitab mengenai anugerah Tuhan yang menghairankan yang telah dijanjikaNya kepada kita:

A. Damai Sejahtera dalam Kehidupan Kita.

Dalam kehidupan dunia yang penuh dengan jerih payah dan penderitaan, kita tidak dapat menjangka bilakah kita akan diancam atau menghadapi bahaya dalam kehidupan kita. Malah kita juga tidak dapat menduga apakah yang akan berlaku pada keesokkan hari (Pengkhotbah 27:1, Yakobus 4:14). Walaupun begitu, kita tidak perlu bimbang apabila kita menyerahkan segalanya kepada Yesus Kristus Juru Selamat kita kerana hidup kita akan dipenuhi dengan kedamaian. Ini disebabkan Yesus Kristus adalah tempat perlindungan kita terhadap arus dunia yang terombang-ambing. Dia adalah Tuhan kita yang melindungi kita siang dan malam. Dialah yang memberikan kedamaian kepada kita walau apapun malapetaka yang menimpa kita (Mazmur 91:2-11, 121:4-8).

1) Berkat Tuhan – mengubah kebahayaan kepada damai sejahtera.

“Manusia yang lahir dari perempuan…singkat umurnya dan penuh kegelisahan” (Ayub 14:1). Kehidupan kita tidak dapat dielakkan daripada masalah yang telah mengurangkan kedamaian dalam hidup. Walaupun kita memerlukan damai sejahtera, kita tidak tahu jalan menuju damai sejahtera ini (Roma 3:17). Yesus Kristus datang untuk mengarahkan kaki kita ke jalan damai sejahtera (Lukas 1:79). Adakalanya, kita akan berdepan dengan keadaan-keadaan hidup yang mengancam dan membahayakan kita. Apabila kebahayaan yang sedemikian menimpa kita, kita harus ingat bersandar kepada Tuhan Yesus Kristus. Maka kita akan mempunyai kedamaian batiniah walaupun dikelilingi oleh keadaan yang tidak menyenangkan.

Seperti yang tercatat dalam Injil Markus: Pada suatu hari, Yesus dan murid-muridNya menaiki perahu ke seberang danau Galilea. Tiba-tiba angin taufan melanda dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu sehingga perahu itu mulai dipenuhi air. Pada waktu itu, Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Murid-muridNya membangunkan Yesus dan berkata, “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” Dia bangun dan menghardik angin itu: “Diam! Tenanglah.” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi tenang sekali. Dia berkata kepada murid-muridNya, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” (Markus 4:35-40).

Mujizat di atas memberitahu kita bahawa Yesus Kristus adalah Tuan di atas cakrawala ini dan tidak ada apa-apapun yang boleh mengancam kita kalau Tuhan menyertai kita. Kita hanya memerlukan iman dan mempunyai kepercayaan yang penuh terhadapNya. Apakah yang perlu kita takutkan kalau Tuhan yang Hidup ini bersama-sama kita?

2. Berkat Tuhan – Menyembuhkan penyakit-penyakit kita.

Semasa Yesus memberitakan Injil di Kana, Galilea, seorang pegawai istana yang anaknya sakit tenat di Kapernaum telah datang berjumpa Yesus. Dia memohon agar Yesus datang dan menyembuhkan anaknya yang hampir mati. Yesus memberitahunya, “Pergilah, anakmu hidup.” Orang ini percaya akan apa yang dikatakan Yesus lalu pergi. Ketika dia masih di pertengahan jalan, hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan khabar bahawa anaknya hidup. Apabila dia bertanya bila anaknya beransur pulih, mereka memberitahu dia, “Demamnya mula hilang pukul satu kelmarin.” Ayah itu sedar bahawa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: “Anakmu hidup.” Lalu dia pun percaya, dia dan seisi keluarganya. (Yohanes 4:46-53).

Orang ini adalah pegawai istana yang mampu membelanjakan wang untuk mendapatkan rawatan daripada doktor-doktor yang terkemuka. Kemungkinan dia telah merujuk kepada mereka semua tetapi tidak seorang pun yang dapat menyembuhkan anaknya. Akhirnya dia telah pergi mendapatkan Yesus dan memohonNya menyembuhkan anaknya berdasarkan kasihNya dan keperluan  mendapat rawatan yang segera untuk anaknya. Tuhan Yesus mendengar permintaannya dan menyembuhkan anaknya dengan serta merta.

Yesus telah melakukan banyak mujizat semasa memberitakan Injil selama tiga tahun di dunia. (Yohanes 20:30). Dalam jangka masa lapan dekad yang lalu, Yesus telah melakukan banyak mujizat di dalam Gereja Yesus Benar. Bagaimanakah Dia menyembuhkan kita? Ini disebabkan Dia adalah pakar perubatan yang penuh dengan kuasa (Markus 5: 25-34). Dia boleh  menyembuhkan segala penyakit seandainya Dia berkenan. Mengapakah Dia  rela menyembuhkan kita? Ini disebabkan Dia adalah Tuhan yang penuh dengan belas kasihan dan rahmat. Dia menyembuhkan kita berdasarkan rahmatNya yang berkelimpahan (Matius 14:14, 20:30-34, Markus 1:40-42, 5:19, Lukas 7:13-15). Walaupun begitu, kita harus juga beriman. Mereka yang memohon disembuhkan seringkali diberitahu oleh Yesus bahawa, “terjadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” (Matius 8:13, 9:29-30) ataupun “Imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah penyakitmu.” (Markus 5:34, 10:52, Lukas 17:19). Adakalanya, Dia bertanya  kepada orang-orang yang berpenyakit, “Percayakah kamu bahawa Aku dapat melakukannya?” (Matius 9:28). Sama juga soalan ini juga boleh dikemukakan kepada kita pada hari ini – adakah kita percaya bahawa Tuhan dapat menyembuhkan penyakit-penyakit kita seandainya kita beriman terhadapNya.

B. Damai Sejahtera yang Rohani di Dalam Tuhan Yesus Kristus.

1. Yesus Kristus memikul beban kita.

Raja Salomo pernah mengeluh dengan berkata, “Kerana di dalam banyak hikmat ada banyak susah hati, dan siapa memperbanyak pengetahuan memperbanyak kesedihan.” (Pengkhotbah 1:18). Musa juga berkata, “Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, lapan puluh tahun  dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan… (Mazmur 90:10). Ternyata sekali dari zaman dahulu sehingga sekarang, semua manusia mempunyai penyakit yang sama  iaitu hidup ini dipenuhi dengan jerih payah, masalah dan penderitaan yang tidak putus-putus. “Marilah kepadaKu semua yang letih lesu dan berbeban berat dan Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28). Ini merupakan layanan Tuhan Yesus yang penuh belas kasihan terhadap semua manusia. Semua yang melalui jerih payah dan penderitaan di dalam hidup ini dijemput datang kepada Yesus dan serahkan beban mereka kepadaNya. Dengan demikian, kita dapat menikmati damai sejahtera rohani yang diberikan kepada kita. Ini disebabkan Dia memelihara dan memikul beban kita. (I Petrus 5:7, Mazmur 68:19).

2. Carilah Tuhan dan kebenaranNya.

Kita seringkali khuatir tentang keperluan harian kita seperti makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggal. Akan tetapi Tuhan Yesus memberitahu kita supaya jangan khuatir tentang hal-hal ini. Dia menyuruh kita memandang kepada burung-burung di langit yang tidak menabur, tidak menuai dan tidak mengumpul bekal di dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapa di Syurga. Apalagi kita sebagai anak-anak Tuhan! Dia juga menyuruh kita perhatikan bunga bakung di ladang yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal namun Tuhan mendandaniNya. Kita sebagai anak-anakNya akan lebih lagi didandani. Ini disebabkan Bapa tahu segala keperluan kita. Daripada contoh-contoh di atas, Tuhan Yesus telah menunjukkan kepada kita cara yang paling asas untuk menghilangkan kekhuatiran kita – carilah dahulu kerajaan Tuhan dan kebenaranNya (menganggap Bapa di syurga sebagai Tuhan kita sendiri dan patuh kepadaNya). Maka semuanya akan ditambahkan kepada kita (Matius 6:25-34). Akan tetapi, kita pula seringkali berjerih payah dan khuatir pada setiap hari akan hal-hal di dalam dunia ini dan tidak bersandar kepada Tuhan.

Selain daripada kekhuatiran akan makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggal, terdapat juga penyiksaan dan penderitaan rohani. Ramai orang boleh menanggung kesakitan tubuh jasmani tetapi bukan  penyiksaan rohani. Apabila dilanda oleh malapetaka, ramai orang akan lupa untuk makan dan tidur sehingga ada yang patah jiwa kerana mereka tidak dapat menghadapi realiti kehidupan yang penuh dengan cabaran. Akan tetapi, kita tidak akan takut menghadapi penderitaan kerana kita percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat. Yesus belum pernah berjanji bahawa kita  tidak akan menghadapi cabaran dalam hidup tetapi Dia telah berjanji untuk berjalan bersama-sama kita dalam penderitaan kita (Yohanes 14:27, 16:33).

3. Damai sejahtera dalam penderitaan.

Seorang Kristian yang mempunyai Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya akan menikmati damai sejahtera yang sesungguhnya di dalam penderitaannya. Mengapa begitu? Ini disebabkan:

  • Dia tahu bahawa Tuhan Yesus Kristus adalah tempat perlindungannya. Tuhan akan melindungi dan menyelamatkanya dari penderitaannya  (Mazmur 62:8, 34:15,17).
  • Dia tahu bahawa seekor burung pipit pun tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapa di syurga (Matius 10:29). Sebagai anak Bapa di syurga, dia tahu bahawa penderitaan yang timbul dari kehendak Tuhan akan bermanfaat baginya (Roma 8:28, Mazmur 119:71, Ayub 23:10). Atas sebab inilah, seorang Kristian yang menghadapi penderitaan harus menyerahkan kepada Tuhan terlebih dahulu kemudiannya menantikan bagaimana Tuhan memenuhi kehendakNya dengan tenang. Seandainya Tuhan menyelamatkan dia daripada penderitaaanya, dia akan bersyukur di atas belas kasihan Tuhan yang berkelimpahan. Kalau Tuhan membaiki kelakuannya melalui penderitaan-penderitaan berbentuk kehilangan material dan penderitaan rohani, dia seharusnya bersyukur kepada Tuhan juga. Filsafat hidupnya haruslah bertemakan ucapan syukur dalam apa keadaan sekalipun. Rahsia kejayaannya adalah berserah kepada Tuhan dalam segala sesuatu.

Apabila lautan bergelora, perahu akan terombang-ambing kerana tiupan angin dan ombak yang kuat. Akan tetapi kapal-kapal lebih stabil dalam keadaan ini. Walaupun kapal ini tenggelam ke dasar laut, kompasnya tetap menunjukkan arah utama iaitu ke utara dan selatan. Sehubungan dengan itu, apabila seorang Kristian melalui penderitaan, hatinya tetap tenang seperti kapal yang diuji oleh gelora dunia yang bertubi-tubi. Jiwanya seperti kompas kapal yang telah tanggelam iaitu tetap setia terhadap Tuhan dan bertahan sampai kesudahannya. Bukankah kedamaian batiniah sedemikian amat bernilai?

4. Pengampunan dosa. Penyucian. Pembenaran.

Seperti yang dibincangkan di atas, manusia di dalam dunia ini berjerih payah dalam kehidupan yang penuh dengan penderitaan dan kesedihan kerana mereka tidak percaya kepada Yesus Kristus dan murka Tuhan tetap di atas mereka (Kejadian 3:16-19, Yohanes 3:36). Terdapat satu jalan keluar sahaja, iaitu bertaubat dan percaya kepada Yesus agar dosa-dosa kita dihapuskan supaya kita diperbaharui oleh Tuhan (Kisah Para Rasul 3:19). Adakah kita percaya bahawa dosa-dosa kita akan diampuni dengan cara ini? Petrus berkata, “Bertaubatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu” (Kisah Para Rasul 2:38). Ananias juga berkata, “Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan.” (Kisah Para Rasul 22:16).

  • Apakah kesan pembaptisan terhadap pengampunan dosa?

 Keberkesanan pembaptisan terhadap pengampunan dosa adalah seperti berikut:

1) Di dalam Yesus Kristus, dan oleh Dia, kita memperolehi pengampunan dosa. (Efesus 1:7).

2) Apabila Yesus Kristus disalibkan, darah dan air mengalir keluar dari tubuhNya. (Yohanes 19:34).

3) Kita bukan sahaja dibaptis dengan air tetapi dengan air dan darah. Roh Kudus memberi kesaksian kerana “Roh itu adalah kebenaran.” Yesus datang dengan air dan darah, dan punca keselamatanNya terletak dalam tiga yang memberi kesaksian – iaitu Roh, air dan darah.” ( I Yohanes 5:6-8 ).

“Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Tuhan kita.” (I Korintus 6:11). Pembaptisan air bukan sahaja membolehkan dosa kita ditebus dan diampuni tetapi yang penting sekali, ia dapat menyuci dan membenarkan kita. Ini tidak dapat dicapai melainkan kita dibaptis di dalam nama Tuhan Yesus dengan adanya Roh Kudus sebagai saksi.

  • Kesan penyucian dan pembenaran.

Corak pembaptisan yang betul mempunyai kesan-kesan penyucian dan justifikasi. Di dalam Buku Ibrani dinyatakan, “Tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.” (Ibrani 12:14). Dalam erti kata yang lain, orang-orang kudus sahaja yang dapat melihat Tuhan. Memandangkan pembaptisan berkesan menyucikan manusia, orang-orang yang telah dibaptis “akan berani melihat Tuhan”. Oleh itu, “kita penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus oleh darah Yesus, melalui jalan yang baru dan hidup yang dibukakan bagi kita melalui tabir iaitu diriNya sendiri…marilah kita menghadap Tuhan dengan hati yang tulus ikhlas kerana hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. (Ibrani 10:19-22).

Paulus berkata, lebih-lebih kerana kita sekarang telah dibenarkan oleh darahNya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Tuhan. Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Tuhan oleh kematian AnakNya, lebih-lebih kita yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidupNya! (Roma 5:9-10). Melalui pembaptisan, darah Yesus yang dialirkan di atas salib untuk semua manusia membolehkan kita dibenarkan oleh Tuhan – untuk diselamatkan dari murka Tuhan, didamaikan denganNya dan diselamatkan.

Dari apa yang dinyatakan di atas, kita tahu bahawa pembaptisan berkesan untuk pengampunan dosa, untuk disucikan dan untuk dibenarkan. Ketiga-tiga ini merupakan jalan untuk menghilangkan murka Tuhan, didamaikan dengan Tuhan dan ditebus ke dalam hidup yang kekal.

B. Roh Kudus membantu kita mengalahkan hukum dosa.

1.Kita tidak berupaya mengalahkan hukum dosa.                                                                                     

Kita dapati bahawa pendidikan dan tamadun masyarakat yang semakin maju menyebabkan hati manusia semakin tertuju kepada kejahatan. Inilah keadaan kita pada hari ini. Walaupun begitu, kita tidak seharusnya mengaitkan kejahatan dengan pendidikan. Pendidikan tidak mencemarkan manusia tetapi kuasa yang ada padanya berupaya mempengaruhi manusia sehingga melupakan kebaikan. Manusia berdosa bukan kerana mereka tidak dapat membezakan yang baik daripada yang jahat tetapi kita melakukan kejahatan kerana kita, “tidak berupaya mengalahkan hukum dosa”. (Roma 7:17-24). Pendidikan membolehkan kita memahami yang mana jahat dan yang mana baik tetapi ia tidak menyelamatkan kita daripada godaan kejahatan.

Kita tahu bahawa untuk mengelakkan diri daripada kejahatan kita harus memperbaharui hati kita terlebih dahulu. Seandainya ini tidak dilakukan, maka tekad kita untuk mengelakkan tabiat yang buruk dan berbuat baik hanyalah sia-sia belaka. Oleh itu, kita dapat melihat bagaimana Tuhan berjanji dengan umatNya melalui nabi Yehezkiel, “Kamu akan Ku berikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Ku berikan kepadamu hati yang taat. RohKu akan Ku berikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapanKu dan tetap berpegang pada peraturan-peraturanKu dan melakukannya. (Yehezkiel 36:26-27). Malah Tuhan juga telah memperlihatkan kepada kita melalui penglihatan Yehezkiel bahawa walaupun orang-orang Israel adalah umat pilihan Tuhan yang memahami hukum akan tetapi mereka menjadi bangkai-bangkai bernyawa kerana jiwa rohani mereka belum diperbaharui. Walaupun begitu, sebaik sahaja roh Tuhan dicurahkan, mereka dengan serta merta hidup kembali dan menjadi satu angkatan besar yang dapat berperang melawan kejahatan. (Yehezkiel 37:1-14).

2. Yesus Kristus mengalahkan pencubaan kerana Dia dipenuhi Roh Kudus.

Dalam fasal 4, kedua-dua buku Injil Matius dan Lukas, ada mencatatkan bahawa setelah Yesus berpuasa empat puluh hari dan malam, dia menjadi lapar dan Iblis mencubaiNya sebanyak tiga kali. Walaupun dia mempunyai kelemahan-kelemahan fizikal, (Dia dalam bentuk manusia yang mempunyai kelemahan-kelemahan yang sama seperti anda dan aku), “Dia telah dicubai hanya tidak berbuat dosa.”      (Ibrani 4:15). Jadi bagaimanakah Dia mengatasinya walaupun Dia memiliki kelemahan-kelemahan fizikal yang sama seperti kita? Lukas memberitahu kita bahawa Yesus “dipenuhi Roh Kudus” dan “penuh dengan kuasa Roh Kudus” (Lukas 4:1,14). Oleh itu, Dia dapat mengalahkan musuhNya kerana Dia dipenuhi dengan Roh Kudus.

3. Petrus menjadi kuat dan berani bersaksi tentang Tuhan setelah dia dipenuhi Roh Kudus.

Pada malam sebelum Yesus disalibkan, Dia berkata kepada Petrus, “Simon, Simon, lihat Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum. tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau telah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.” Jawab Petrus: “Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!” Tetapi Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau tiga kali menyangkal, bahawa engkau mengenal Aku.” (Lukas 22:31-34). Ternyata sekali, apabila Tuhan Yesus dibawa ke rumah Imam Besar, iman Petrus menjadi amat lemah dan dia hanya mengikut dari jarak yang jauh. Sebagaimana diramalkan oleh Tuhan, sebelum ayam berkokok, Petrus menyangkal Tuhan tiga kali sehinggakan dia bersumpah bahawa dia tidak mengenali Tuhan. (Lukas 22:54, Matius 26:69-75). Walaupun begitu, apabila Roh Kudus dicurahkan kepadanya pada hari Pentakosta, rohaninya telah dikuatkan dan dengan berani dia bersaksi untuk Tuhan. (Kisah Para Rasul 4:8-12, 18-20, 5:27-33). Petrus bagaikan telah menjadi dua orang yang berlainan sebelum dan selepas dia dipenuhi Roh Kudus.

4. Roh kehidupan telah membebaskan Paulus daripada hukum dosa dan maut.

Paulus mengakui bahawa sebelum dia memeluk ke dalam Kristus, dia adalah hamba dosa – dia tidak dapat meninggalkan kejahatan dan berpaling kepada kebaikan (Roma 7:14-24). Setelah dia percaya, dia telah melalui perubahan yang besar dan dia dapat menyanyikan lagu-lagu kejayaan yang   menggembirakan. Dia berkata, “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. (Roma 8:1-2). Sama juga, hukum Roh telah menyelamatkan kita pada hari ini untuk mengalahkan hukum dosa. Oleh itu, kita bukan lagi hamba-hamba dosa tetapi orang-orang yang dimerdekakan di dalam Tuhan Yesus (2 Korintus 3:17).

Penyelamatan Tuhan dinyatakan dalam keselamatan  Injil. Yesus Kristus menyucikan semua dosa-dosa kita dan mengutus Roh Kudus untuk menyelamatkan kita dari hukum dosa agar kita tidak lagi jatuh ke dalam dosa. Kita telah dikuduskan dalam hidup kita kerana kita telah diselamatkan (2 Tesalonika 2:13). Pada hari ini, Gereja Yesus Benar telah diasaskan melalui “pencurahan Roh Kudus yang kedua kali” dan Ia mengajar Injil Keselamatan yang menyeluruh. Gereja pada awalnya, mempunyai banyak saksian di mana kejahatan telah ditinggalkan melalui kuasa Roh Kudus. Saksian ini merupakan anotasi terbaik yang tercatat dalam Roma 8:1-2. Ia juga merupakan kuasa yang besar untuk meneguhkan pemercaya-pemercaya yang lemah di dunia.

C. Bermegah di atas kejayaan mengalahkan maut.

1. Yesus telah mengalahkan maut dan menunjukkan diriNya dalam diri kita.

Upah dosa adalah maut (Roma 6:23). Kita tidak dapat mengalahkan maut kerana ditetapkan untuk mati kerana kita tidak dapat mengalahkan kuasa dosa (Pengkhotbah 8:8, Ibrani 9:27). “Yesus telah dibangkitkan dari maut kepada kehidupan” – Dia tidak dibelenggu oleh maut kerana Dia adalah tanpa dosa. (Kisah Para Rasul 2:24, 2 Korintus 5:21). Dosa tidak berkuasa ke atasNya (Ibrani 4:15).

Yesus Kristus juga merasai pengalaman sebagai manusia kerana Dia adalah Tuhan di dalam darah dan daging supaya oleh kematianNya, Dia dapat mengalahakan Iblis yang berkuasa atas maut – untuk membebaskan mereka yang berada dalam perhambaaan oleh kerana takut akan maut. (Ibrani 2:14-15). Paulus mengatakan, “Juru selamat kita, Yesus Kristus telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak binasa melalui Injil” (2 Timotius 1:10). Melalui keselamatanNya, kita yang sudah mati dalam dosa iaitu dalam persekutuan dengan Adam, boleh menyelamatkan jiwa kita oleh darah Yesus Kristus – Dia juga menyatakan hidupNya di dalam kita (I Korintus 15:22, Kolose 2:12, Galatia 2:20).

2. Yesus memberikan kita kemenangan di atas dosa dan maut.

Seterusnya Paulus berkata, “Musuh yang terakhir yang dibinasakan ialah maut.” (I Korintus 15:26). Maksudnya, mereka yang mati dalam Kristus akan dibangkitkan terlebih dahulu dari maut ke dalam hidup yang kekal. Sementara itu, mereka yang masih hidup tidak akan mengalamai maut tetapi akan diubah menjadi tubuh-tubuh rohaniah (I Tesalonika 4:13-17, I Korintus 15:42-44). Pada masa itu, tubuh-tubuh yang akan binasa akan menjadi tidak binasa dan yang fana menjadi yang tidak fana. Ini menggenapkan apa yang tercatat, “Maut telah ditelan oleh kemenangan”. Oleh itu kita boleh berkata, “Oh maut,dimanakah kejayaanmu? Oh maut, dimanakah sengatmu?” Seterusnya kita dapat berkata, “Sengat maut adalah dosa dan Yesus Kristus membolehkan kita hidup di bawah anugerah dan bukan di bawah hukum. Dosa-dosa kita pada masa yang lalu telah dibersihkan oleh darah Yesus melalui pembaptisan air. Dengan bantuan Roh Kudus, kita tidak boleh berdosa lagi. Oleh itu, bagaimanakah kita dihakimi oleh kuasa hukum? Bagaimanakah sengat maut menjerat kita? Paulus berkata, “Syukur kepada Tuhan yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus!” (I Korintus 15:51-57, Roma 6:14). Pada hari itu, kita akan diangkat dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa dan kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. (I Tesalonika 4:16-17). Itu memang jauh lebih baik. (Filipi 1:23)

Kita tidak dapat menghitung  semua kebaikan-kebaikan percaya kepada Tuhan. Semoga kawan-kawan akan mengkaji kebenaran Alkitab untuk mengetahui anugerah Tuhan yang menghairankan ini. Pada masa yang sama, diharapkan kawan-kawan akan bertekad untuk bertaubat dan bersandar kepada Tuhan Yesus sebagai Juru Selamatmu yang tunggal. Anda tentu sekali dapat menikmati berkat berkelimpahan Tuhan yang dicurahkanNya kepada manusia baik sekarang mahupun selama-lamanya. Marilah  hai kawan-kawan, jangan berlengah-lengah lagi. Percayalah kepada Yesus sekarang!

BIBLIOGRAFI

Barnes, Hazel E., trans. Being and Nothingness. Oleh Jean-Paul Sartre. New York: Gramercy Books,1956.

Hemingway Ernest. The Old Man dan the Sea. New York: Simon&Schuster, 1952.

Kenny, Anthony, ed. The Oxford History of Western Philosophy. New York: Oxford University Press, 1994.

Stumpf, Samuel E. Elements of Philosophy. New York: McGraw-Hill Book Company, 1979.

GLOSARI.

Rasul : Orang yang diutus oleh Tuhan Yesus Kristus.

Pembaptisan : Termasuk proses penyelaman, penenggelaman dan pemunculan. “Pembaptisan air” bermaksud penyelaman ke dalam air yang mengalir. “Pembaptisan Roh Kudus” bermaksud menerima Roh Kudus yang dijanjikan dengan berbahasa Roh sebagai bukti.

Alkitab : Firman Tuhan kepada manusia dalam bentuk tulisan.

Kristus : Yang diurapi. Yesus – Juru Selamat yang dinubuatkan dalam Perjanjian Lama.

Kristian : Seorang pemercaya Yesus Kristus yang dipanggil untuk menyerupaiNya.

Gereja : Kumpulan manusia yang ditebus oleh darah Kristus.

Salib : Binaan yang dibuat untuk menjatuhkan hukuman mati ke atas penjenayah.

Penyaliban : Kematian di atas salib.

Injil : Berita baik mengenai Kerajaan Tuhan dan penyelamatan manusia melalui Tuhan Yesus Kristus.

Syurga : Tempat tinggal Tuhan yang kekal abadi. Tempat tinggal yang disediakan oleh Tuhan untuk orang-orang yang selamat.

Neraka : Tempat penyiksaan yang hebat. Disediakan untuk Iblis dan roh-roh yang tidak diselamatkan.

Roh Kudus : Roh Tuhan. Di dalam Perjanjian Baru, Roh Kudus yang dijanjikan diam di dalam pemercaya-pemercaya sebagai Penghibur pribadi seseorang.

Yesus : Nama Tuhan, pernyataan Tuhan dalam rupa manusia sebagai Juru Selamat manusia.

Muzizat : Pekerjaan Tuhan yang tidak dapat dilakukan secara semulajadi.

Pentakosta : 50 hari selepas Paskah, juga digelar Hari Raya Tujuh Minggu (Ulangan 6:10) Hari Raya Pengumpulan Hasil (Keluaran 23:16) dan Hari Hulu Hasil (Bilangan 28:26).

Penebusan : Penyelamatan untuk mereka yang dibeli dengan darah Yesus Kristus dari dosa dan maut yang kekal.

Penyelamatan : Penyelamatan rohani yang kekal daripada dosa dan maut oleh Tuhan untuk orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Kedatangan Kristus : Kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua dan terakhir ke dunia ini yang kedua kali sebagai Tuhan yang menghakimi.

Dosa : Satu perbuatan yang tidak taat terhadap perintah-perintah Tuhan.

Mengapakah Saya Perlu Percaya kepada Yesus?
| |

Mengapakah Saya Perlu Percaya kepada Yesus?

Yesus Kristus, Anggota Penyelamat

Anda, seorang yang tidak tahu berenang, sedang lemas dalam lautan yang dalam dan bergelora. Bersendirian, kepenatan dan terdesak – anda menjerit meminta tolong dengan sekuat hati. Dalam saat-saat yang genting ini, apakah jenis penyelamat yang berkemungkinan besar menyelamatkan anda? Adakah seorang anggota penyelamat yang profesional atau seorang perenang yang tidak berpengalaman?

Kita iaitu semua umat manusia, lemas dalam air yang dalam dan merbahaya. Kita bertungkus lumus mengangkat kepala kita di atas paras air tetapi mendapati usaha ini amat meletihkan. Ada di antara kita yang akhirnya kehilangan tenaga dan hilang di dalam arus lautan yang tidak mengenal belas kasihan. Tiba-tiba sebuah Bahtera muncul. Anggota penyelamat yang berada di dalam Bahtera ini mencampakkan satu pelampung kepada orang-orang yang lemas. Dia menarik dan menyelamatkan mereka. Selepas itu, Dia mencampakkan pelampung itu semula dengan harapan untuk menyelamatkan lebih ramai orang. Akhirnya, anggota penyelamat ini mengadaikan keselamatanNya sendiri dan terjun ke dalam air yang bergelora. Dia memanggil semua orang untuk mendekati Bahtera itu dan menyelamatkan mereka.

Yesus Kristus adalah anggota penyelamat yang memiliki kuasa dan hikmat yang melebihi semua pakar perenang. Dia adalah satu-satunya Juru Selamat manusia yang lemas. Adakah anda termasuk orang-orang yang telah diselamatkan oleh Yesus Kristus dan ditempatkan di dalam Bahtera yang selamat? Atau adakah anda masih lagi bertungkus lumus dalam air yang dalam, mencurigai kemampuan Anggota Penyelamat ini sambil mencuba sedaya upaya mengapungkan diri? Kemungkinan, anda tidak mengenali siapakah Anggota Penyelamat ini kerana anda begitu jauh dariNya.

Analogi di atas mengenai Anggota Penyelamat dan perenang-perenang yang lemas merupakan jawapan kepada soalan: “Mengapakah Kita Perlu Percaya Kepada Yesus?” Sebab pertama kita perlu mempercayai Yesus adalah kerana kita sedang lemas di dalam Lautan Dosa yang bergelora. Keduanya, kita memerlukan Yesus kerana hanya Dia yang berupaya menyelamatkan kita dari jerat maut.

A. Tenggelam di dalam Lautan Dosa.

Manusia sedang tenggelam di dalam Lautan Dosa. Sebelum ini, Buku Jatuh dari Anugerah (Jilid Dua Tangga Menuju Syurga) telah membincangkan dengan terperinci masalah yang lazim dihadapi manusia – dosa. Kita pelajari bahawa semua orang telah berdosa (Roma 3:23) dan tidak ada seorang manusia di dalam dunia yang tidak berdosa. Terdapat “dosa asal” yang diwarisi dari nenek moyang kita (Mazmur 51:7) dan juga dosa yang dibuat oleh setiap orang (Roma 5:12). Menurut Paulus, “Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa” (Galatia 3:22).

Memandangkan semua umat manusia telah berdosa, kita pun berada di bawah murka Tuhan. Akibatnya adalah penghukuman yang tidak dapat dielakkan (Nahum 1:3, Roma 2:6). Di atas dosa-dosa kita itu, kita terpaksa menanggung penderitaan dalam hidup ini, diancam oleh maut, berdepan dengan kemusnahan dunia dan penghakiman selepas kita mati. Untuk mengelakkan diri daripada penghakiman yang sedemikian, kita mesti dibebaskan dari dosa untuk meredakan amarah Tuhan – kita hanya dapat melepaskan diri daripada dosa dengan mempercayai Yesus.

B. Cuba Menyelamatkan Diri Sendiri.

Kenikmatan Kebendaan Tidak Dapat Membebaskan Kita daripada Penderitaan.

Raja Salomo pernah cuba membebaskan dirinya daripada penderitaan, kesusahan dan kesedihan melalui kenikmatan kebendaan (Pengkhotbah 1:12 -18). Dia berkata, “Aku berkata dalam hati, ‘Mari, aku hendak menguji kegirangan” (Pengkhotbah 2:1). Akan tetapi ianya tidak dapat membebaskannya daripada kesedihan ataupun mengisi kekosongan di dalam hidupnya. Oleh itu, dia berkata, “Tetapi itupun sia-sia” (Pengkhotbah 2:1). Tentu sekali dia dipenuhi kegembiraan semasa dia memuaskan keinginan nafsunya dan mengejar kenikmatan kebendaan (Pengkhotbah 2:10). Walaupun begitu, ianya merupakan keseronokan badani yang terhad dan sementara kerana ianya bukan kegirangan rohani.

Oleh itu, apabila Salomo sudah lanjut usianya, dia sedar dan berkata: “Ketika aku meneliti segala pekerjaan yang telah dilakukan tanganku dan segala usaha yang telah kulakukan untuk itu dengan jerih payah, lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin; memang tak ada keuntungan di bawah matahari (Pengkhotbah 2:11). Dia juga berkata, “Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia : mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar.” (Pengkhotbah 1:8).

Kebendaan yang Berkelimpahan tetapi Kerohanian yang Muflis.

Masyarakat yang moden hari ini didirikan di atas fahaman kapitalis dan sekular – teras keruntuhan sosial. Kemajuan ekonomi dalam kebanyakan negara membolehkan rakyatnya menikmati kesenangan yang dibawa oleh benda-benda yang berlimpah-limpah. Walaupun manusia menikmati kesejahteraan kebendaan, kehidupan rohani mereka ternyata serba kekurangan. Walaupun tubuh jasmani mereka mempunyai khasiat yang mencukupi tetapi jiwa dan hati mereka kelaparan. Hidup mereka yang kelihatan bermakna ternyata penuh dengan kekosongan. Ini ditambah lagi dengan tekanan kerja yang amat membebankan sehingga ramai orang yang menderita penyakit insomia yang serius dan memerlukan pil-pil untuk membantu mereka tidur. Terdapat segelintir orang yang menghadapi tekanan psikologi yang hampir menjadikan mereka gila. Ahli psikologi juga tidak tahu bagaimana mengubati orang-orang ini. Akhirnya, setelah mereka tidak dapat menyelesaikan masalah-masalah dalam hidup mereka, mereka akan membunuh diri kerana mereka kehilangan azam untuk meneruskan hidup. Kemuflisan rohani pada tahap ini adalah disebabkan manusia telah lalai memupuk rohani yang perlu bagi mereka.

Kehidupan Yang Seimbang Amat Diperlukan

Masalah-masalah sosial yang disebutkan di atas menunjukkan ciri-ciri masyarakat yang berlandaskan perindustrian. Kepuasan yang diperolehi daripada kenikmatan kebendaan tidak dapat menggantikan penderitaan, masalah-masalah dan kekosongan di dalam hidup. Kita memerlukan makanan fizikal dan rohani untuk mengekalkan satu kehidupan yang seimbang (Amos 8:11). Yesus berkata, “Manusia hidup bukan dari roti saja tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Tuhan” (Matius 4:4). Kesejahteraan kerohanian kita hanya dapat dipenuhi dengan penerimaan firman Tuhan.

Bagaimanakah kita mencapai kehidupan yang padu dan seimbang? Hanya terdapat satu cara untuk memahami Firman Tuhan iaitu dengan mempercayai Yesus Kristus kerana Kebenaran FirmanNya didedahkan melaluiNya (Yohanes 1:14, Galatia 1:12).

Apakah pendapat ahli falsafah hari ini?

Kekosongan, kesedihan, keraguan, putus asa…inilah gambaran hidup yang lazim digunakan. Untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam hidup, segolongan manusia menumpukan sepenuh masa mereka untuk mempelajari falsafah hidup. Akan tetapi, adakah falsafah benar-benar dapat menyelesaikan masalah-masalah hidup? Manusia telah mengkaji falsafah dan mencari erti hidup ini untuk beribu-ribu tahun lamanya. Apakah kesimpulan yang diperolehi oleh mereka? Jawapan yang diperolehi hanya menambahkan siksaan para intelektual sahaja. Marilah kita pertimbangkan contoh-contoh yang berikut:

1) Hidup ini adalah sia-sia.

Kesedaran eksistensialisme manusia bermula apabila Dostoievsky yang berkata, ”Seandainya Tuhan tidak wujud, segala sesuatu diperbolehkan.” Sama juga, Jean Paul Sartre (1905-1980), seorang ahli falsafah eksistensialisme telah membuat satu pernyataan terkemuka yang berbunyi, “Saya ‘dikutuk’ untuk menjadi bebas”. Ia ditulis di dalam karyanya yang bersejarah mengenai antologi yang luar biasa berjudul, ‘Manusia dan kekosongan’. Prinsip asas Sartre mengenai eksistensialisme berdasarkan formula kewujudan mendahului antipati. Formula ini berbeza daripada metafizik yang tradisional. Sejak zaman Plato, intipati mendahului kewujudan ditekankan. Bagi Sartre, teorinya itu bermaksud, ’manusia wujud terlebih dahulu kemudian dia akan berdepan dengan dirinya dan muncul di dalam dunia di mana dia akan menentukan pendirian dirinya kemudian. Maksudnya manusia hanyalah wujud pada mulanya.

Menurut Sartre:

Tidak ada apa-apa yang dapat menyakinkan aku, terpisah dari dunia dan dari intipati aku sendiri oleh kekosongan yang merupakan aku. Aku terpaksa sedar akan makna dunia dan intipati aku. Aku membuat keputusan mengenainya tanpa justifikasi dan tanpa alasan. (Being and Nothingness, m.s. 39)

2) Kehidupan adalah Satu Tragedi.

Dapatkah falsafah menghilangkan kemurungan atau mengisi kekosongan di dalam hidup? Jawapannya adalah negatif. Menurut Sartre kewujudan manusia adalah berdasarkan kesedaran dan kebebasan yang sepenuhnya:

Berdasarkan kepada faktor utama bahawa aku sedar akan sebab-sebab ini adalah objek unggul kesedaran aku walaupun ianya adalah secara luaran. Aku akan berusaha mencari dan mendapatkannya walaupun ianya sia-sia belaka. Namun begitu, kewujudan aku yang menyebabkan kehilangannya. Aku ditakdirkan menjadi bebas. Maksudnya kebebasan aku tidak terhad dan tidak dapat dicari melainkan di dalam kebebasan itu sendiri. Maksudnya kita tidak mempunyai kebebasan untuk menghentikan kebebasan kita. Ianya sampai ke satu tahap di mana wujudnya sifat “demi diri” yang bertujuan menyembunyikan kekosongan diri sendiri. Ini ditambahkan lagi dengan sifat “dalam diri” sebagai unsur diri yang sebenar. Ianya juga bertujuan menyembunyikan kebebasan diri daripada dirinya sendiri.

Realiti manusia itu bebas kerana ianya tidak mencukupi. Ia bebas kerana ia telah melepaskan dirinya dan ia telah dipisahkan oleh kekosongan yang merupakan dirinya yang sebenar dan dirinya yang akan datang. Akhir sekali, ia bebas kerana dirinya adalah kekosongan dalam bentuk “renungan dan merenung kembali”. Manusia adalah bebas kerana dia bukanlah dirinya yang sebenar tetapi merupakan dirinya yang wujud. Diri seseorang yang sebenar tidak boleh bebas. Kebebasan pada hakikatnya adalah kekosongan yang “dibuat” di hati manusia dan yang memaksa manusia berdepan dengan realiti untuk “membentuk dirinya” sahaja. Seandainya kita berdepan dengan realiti manusia, manusia harus “memilih dirinya” kerana tidak ada apa-apa pun yang datang kepadanya dari luar atau dari dalam yang boleh “diterima”. Sekiranya tanpa sebarang bantuan ianya terserah kepada keperluan untuk membentuk diri – sehingga ke butir yang terperinci. Oleh itu, kebebasan bukanlah “satu kewujudan” tetapi ia adalah “kewujudan” manusia – contohnya kewujudannya yang kosong…manusia tidak boleh bebas dan diperhambakan sekali-kala. Seandainya dia bukan bebas sama sekali untuk selama-lamanya, dia tidak akan bebas untuk selama-lamanya. (Being and Nothingness, m.s. 439 – 441)

3. Usaha Sepanjang Hidup Berakhir dengan Kekosongan.

Ernest Hemingway ( 1899 – 1961 ) menggambarkan kesia-siaan hidup beliau dalam bukunya yang popular iaitu ‘The Old Man and the Sea’. Buku ini telah dihadiahkan anugerah Pulitzer pada tahun 1953 (buku ini juga membawa kejayaan kepadanya dengan kemenangan Anugerah Nobel dalam kesusasteraan pada tahun 1954). Santiago merupakan seorang nelayan berbangsa Cuba yang tua. Dalam cerita ini, dia berusaha dengan payah selama berjam-jam di Teluk Stream untuk menangkap gergasi mersuji. Setelah bertungkus lumus, dia berjaya menangkap ikan tersebut dan memulakan pelayaran pulang ke rumah. Akan tetapi ikan jerung muncul sebanyak empat kali untuk menelan ikannya. Dia berusaha melawan ikan-ikan jerung itu. Dia berkata,”Manusia tidak diciptakan untuk menerima kekalahan. Manusia boleh dimusnahkan tetapi tidak boleh dikalahkan. ( The Old Man and the Sea, m.s. 103 ). Apabila tiba waktu malam, dia hanya mempunyai separuh daripada ikan yang besar itu. Akan tetapi datang satu rombongan ikan jerung yang menghabiskan ikan yang tinggal. Setibanya di rumah, dia mendapati dirinya dipenuhi luka-luka akibat pergelutannya dengan ikan-ikan jerung. Walaupun orang tua ini berusaha sedaya upaya melawan ikan jerung daripada hasil tangkapan yang bernilai dan susah diperolehi, orang tua ini tidak membawa apa-apa pulang ke rumah kecuali tulang-tulang ikan. Kesungguhannya begitu utuh dan semangatnya sungguh mengkagumkan. Akan tetapi apakah yang diperolehi orang tua ini akhirnya? Kekosongan – hanyalah tulang-tulang ikan. Cerita ini mencerminkan kehidupan moden kita – kehidupan yang sibuk, emosi yang tertekan dan hati yang bimbang. Penderitaan dan usaha sepanjang hidup mungkin membawa status, prestij, kekayaan, kenamaan dan kekuasaan kepada kita. Walaupun begitu, apakah yang kita perolehi akhirnya? Usaha kita di sepanjang kehidupan kita berakhir dengan kekosongan.

4) Falsafah Memperkatakan Kesia-siaan Hidup.

Apakah sumbangan falsafah kepada manusia? Ia merupakan ilham kepada pengetahuan kita dan mencabar pemikiran kita. Ia membolehkan kita melihat kebenaran mengenai hidup dengan lebih jelas. Akan tetapi apakah akibat semua ini selain daripada menambahkan kesedihan kita. Falsafah menunjukkan kepada kita kesedihan dan kekosongan hidup ini. Ia menimbulkan banyak persoalan tentang hidup tetapi tidak memberikan jawapan yang menyeluruh. Ia tidak menunjukkan kepada kita cara membebaskan diri dari kesia-siaan hidup ini.

Pada masa dahulu, Raja Salomo menyatakan falsafah kesia-siaan. Beliau berkata, “Aku telah memperbesar dan menambah hikmat lebih daripada semua orang…tetapi aku sedar bahawa hal inipun adalah usaha menjaring angin kerana di dalam banyak hikmat ada banyak susah hati dan siapa memperbanyak pengetahuan memperbanyak kesedihan.” (Pengkhotbah 1:16-18). “Hikmat dan pengetahuan” termasuk falsafah kerana Alkitab mencatatkan Tuhan memberikan Salomo semua pengetahuan dan hikmat. Dia boleh menamakan semua benda iaitu daripada bintang-bintang di langit hinggalah setiap tumbuhan di bumi. Apakah yang diperolehi oleh Salomo daripada semua hikmat dan pengetahuannya? Dia menyambung bahawa dia tidak dapat apa-apa kembali kecuali kesedihan dan kehibaan kerana hidup ini sia-sia belaka!

5) Maut Datang kepada Aku.

Kehidupan bermaksud jerih payah yang tidak berkesudahan dan usaha yang berterusan untuk membebaskan diri daripada jerih payah ini. Pengakhiran semua ini adalah maut. Semua berakhir dengan maut dan yang mati itu meninggal dengan tangan yang kosong seperti semasa dia datang ke dunia ini iaitu dengan tangan yang kosong juga. Kita seringkali terdengar kematian orang-orang tertentu dalam berita, akan tetapi kematian saudara mara atau ahli keluarga sendiri lebih dirasai. Seseorang akan berfikir sedemikian, “Apakah yang akan aku lakukan apabila maut bukan sahaja menimpa orang lain secara amnya tetapi kepada aku khususnya.”

Memandangkan tidak ada sesiapapun yang dapat melarikan diri daripada maut, hidup ini ternyata tidak bermakna sama sekali seandainya tidak ada hidup yang kekal selepas maut. Umur yang panjang tidak lagi diingini. Fahaman hidup kebanyakan pendukung eksistensialisme adalah fahaman ateis – mereka tidak mengiktiraf kewujudan Tuhan.

C. Tuhan Boleh Menolong Kita.

Di manakah kita dapat mencari jawapan kepada pelbagai persoalan dalam kehidupan kita memandangkan falsafah gagal menyelesaikannya? Kesunyian tidak berdaya…ini merupakan ciri-ciri yang membentuk kehidupan ateis. Kita tahu bahawa kita harus berdepan dengan penderitaan dan perjuangan yang tidak berkesudahan sepanjang hidup kita seandainya tanpa bantuan Tuhan.

Kesimpulan dan Penyelesaian yang Asasi

Raja Salomo menulis dua belas fasal dengan terperinci dalam buku Pengkhotbah mengenai jerih payah, penderitaan dan kesia-siaan hidup. Ini diikuti dengan kesimpulannya: Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Tuhan dan berpeganglah pada perintah-perintahNya kerana ini adalah kewajipan setiap orang. Kerana Tuhan akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku ke atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat. (Pengkhotbah 12:13-14). Maksudnya, Tuhan yang mencipta langit dan bumi serta semua isinya adalah Tuhan yang Adil. Kehidupan penuh dengan jerih payah, kesedihan dan kesia-siaan kerana manusia telah berdosa dan menjauhi Tuhan sehinggakan murka Tuhan menimpa kita.

Menunjukkan Jalan Keluar.

Hanya satu cara iaitu meninggalkan kejahatan dan didamaikan semula dengan Tuhan – menghormati dan mentaati hukum-hukumNya. Lantas memenuhi kewajipan manusia. Kesedaran ini mempertingkatkan lagi nilai buku Pengkhotbah yang melebihi semua hasil falsafah sehinggakan ia termasuk dalam ke 66 buah buku di dalam Alkitab. Ahli falsafah mengeluh tentang kepedihan dan kesia-siaan hidup ini tanpa menunjukkan jalan keluar daripada kesengsaraan hidup. Salomo yang menulis buku Pengkhotbah memperlihatkan kekelaman hidup tetapi dia juga membekalkan satu jawapan – takut akan Tuhan yang benar dan tunggal. Ia memberikan satu pengharapan dan pemahaman akan hidup kita.

Iman di dalam Yesus Kristus.

Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh kerana iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya. (Galatia 3:2). Berdasarkan standard Alkitab, seluruh dunia “terkurung di bawah kekuasaan dosa”. Memandangkan manusia tidak dapat dibebaskan daripada cengkaman dosa, harapan tunggal untuk kita diselamatkan terletak dalam tangan Juru Selamat kita – Tuhan Yesus Kristus. Yesus adalah Firman yang menjelma menjadi manusia dan Dia adalah Tuhan Benar di syurga yang datang ke dalam dunia ini sebagai Juru Selamat kita.

D. Yesus Kristus Harapan Tunggal kita.

Semasa Yesus memberitakan Injil di dunia, Dia berseru kepada orang ramai,”Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Penyelamatan bukanlah satu cara untuk melarikan diri dari dunia tetapi ia merupakan satu seruan agar kita dihubungkan dengan dunia ini. Tuhan ada rancangan untuk digenapkan oleh kita melalui kehidupan kita dengan keluarga dan komuniti. Di situlah Tuhan sekarang – dalam kehidupan harian kita – di situlah Dia memberi kuasa kepada kita untuk mengalahkan dunia ini.

Hai kawan-kawan yang mengingini Kebenaran, adakah anda letih lesu dan berbeban berat? Adakah anda menanggung penderitaan daripada jerih payah dan kesusahan dalam hidup anda di mana anda merasa hidup ini sia-sia belaka? Hanya Yesus Kristus yang dapat mengambil beban ini dari hati anda dan memberikan anda jiwa yang tenang – datanglah kepada Yesus sekarang.

Percaya Kepada Yesus
| |

Percaya Kepada Yesus

Prakata

Sewaktu kita merentas jalan kehidupan, kita bergerak maju menuju ke arah-arah tertentu. Adakalanya kita akan bertembung dengan sekatan ataupun lencongan. Adakala pula kita terpaksa mendaki gunung atau bukit, menyeberang sungai ataupun mengharungi lautan. Biarpun apa jalan yang direntasi, semuanya akan berakhir di satu destinasi yang sama – Maut. Kebanyakan kita takut menghadapi titik penamat perjalanan tersebut memandangkan ia adalah kesudahan kepada segala sesuatu yang telah kita usahakan sepanjang hayat kita. Walaupun demikian, ada di antara kita yang mengharapkan ketibaan hari “Pengakhiran Muktamad”. Ini disebabkan kita sedang berada di tangga yang menuntun ke arah satu tempat indah iaitu tempat istirehat kekal abadi yang bernama Syurga. Adakah anda berada di tangga yang menuju ke Syurga?

Jilid ini membentangkan langkah yang ketiga daripada empat langkah untuk seseorang menempuh tangga ke kerajaan syurga. Adalah disyorkan supaya anda menghabiskan langkah yang pertama, Setiap Insan Perlu Menyembah Tuhan Yang Benar diikuti dengan langkah yang kedua Jatuh dari Anugerah sebelum membaca jilid ketiga yang berjudul Percaya Kepada Yesus. Anda juga dipelawa membaca langkah yang terakhir dengan teliti – Kembali Ke Gereja Yang Benar. Keempat jilid ini membawa kepada buku berjudul Tangga ke Syurga. Buku kecil ini memainkan peranan sebagai satu rujukan garis panduan kepada para pembaca tentang tangga masing-masing yang menuju ke Syurga.

Berkenaan jilid yang terakhir, kami memohon anda agar menantikan semuanya dengan bantuan doa dan di dalam kesabaran. Semoga terang kemuliaan di penghujung Tangga di Syurga ini akan mendorong anda untuk mengorak langkah ke depan. Semoga Roh Kudus menerangi setiap jejak langkah anda semasa anda mendekati terang di Syurga.

TUJUAN

Sebaik sahaja anda terlihat tajuk buku ini, reaksi anda yang pertama mungkin: “Percaya kepada Yesus? Untuk apa?” Anda mungkin mempertikaikannya dengan berkata, “Saya mengenali ramai orang yang hidup dengan baik tanpa Yesus dalam kehidupan mereka. Saya tahu saya tidak akan mati kelaparan atau mengalamai apa-apa kecederaan kalau saya tidak percaya kepada Yesus. Lagipun, saya tidak ada masa – bukankah hidup ini penuh dengan kesibukan? Oleh itu, mengapakah saya peduli?” Pendapat anda hanya bertepatan seandainya anda merujuknya kepada kehidupan di dunia pada masa ini. Ini disebabkan kepercayaan kepada Yesus Kristus meliputi implikasi-implikasi yang jauh melebihi keperluan fizikal. Seandainya kita kekurangan keperluan fizikal seperti makanan atau air, kita akan menanggung kesakitan yang hebat dan berkemungkinan mati di dalam keadaan-keadaan yang teruk. Sama juga, seandainya kita tidak percaya kepada Yesus Kristus, kita akan menderita penghukuman yang kekal selepas kematian kita. Walaupun begitu, kami ingin menunjukkan kepada anda berkat-berkat yang menghairankan yang anda akan terima apabila anda percaya kepada Yesus. Ini lebih baik daripada perasaan takut semasa menerima penghukuman. Silalah baca dengan teliti supaya anda dapat mengetahui perhubungan sebenar Yesus dengan anda.

Marilah kita rujuk kepada nas Alkitab yang berbunyi:

“Supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi dan segala lidah mengaku, Yesus Kristus adalah Tuhan.” (Filipi 2:10,11)

Anda mungkin tertanya-tanya, apakah keistimewaan Yesus Kristus sehinggakan anda perlu percaya dan menyembahNya? Bukankah Dia hanya seorang nabi yang mengajar orang berbuat baik? Mengapakah golongan Kristian percaya Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat mereka? Mengapakah anda memerlukan Yesus Kristus? Alkitab menegaskan bahawa bukan segelintir manusia tetapi semua manusia “yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi” – perlu percaya dan menyembah Yesus.

Buku kecil ini dimulakan dengan pandangan dari aspek negatif kehidupan manusia serta dilema-dilema yang lazimnya dihadapi oleh manusia pada hari ini. Kita akan meninjau secara kasar apa yang telah digariskan dalam Jatuh dari Anugerah ( Buku Dua ): penderitaan yang tidak dapat dielakkan dalam hidup akibat dosa-dosa sendiri. Dalam Bab Satu, Mengapakah Saya Perlu Percaya Kepada Yesus? Kita akan melihat pandangan-pandangan segelintir ahli falsafah moden mengenai hidup. Kita akan sedar bahawa walaupun kita cuba sedaya upaya, kita tidak akan dapat membebaskan diri kita daripada belenggu dosa.

Anda mungkin juga tertanya-tanya, bagaimanakah saya percaya kepada Yesus seandainya saya sama sekali tidak mengenaliNya? Bab Dua, Perhubungan Di Antara Yesus Dengan Saya, mendedahkan dua ciri intipati ketuhananNya yang paling asas : Kasih dan keadilanNya terhadap umat manusia. Kita akan faham tentang perhubungan Yesus yang intim dengan setiap di antara kita setelah kita memahami dua peranan utama yang dimainkanNya dalam sejarah manusia.

Akhirnya, Bab Tiga, Kebaikan-kebaikan Percaya kepada Yesus, menggariskan berkat-berkat yang dijanjikan dan diberikanNya kepada orang yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Tuhan memberikan anugerah yang menghairankan kepada kita di samping berkat-berkat berkelimpahan yang dijanjikanNya. Ia mengalihkan perhatian kita kepada kuasa Roh Kudus yang dapat membantu kita menjalankan satu kehidupan yang berjaya dalam dunia ini.

Kami berharap buku kecil ini akan membantu anda mencapai satu kefahaman yang lebih jelas terhadap Tuhan Yesus Kristus. Semuga kecurigaan dan konsep-konsep yang anda bentuk sebelum ini terhadap Dia akan dilenyapkan. Anda berkemungkinan mempunyai banyak kemusykilan terhadap agama Kristian secara umum terutamanya terhadap Tuhan Yesus Kristus. Akan tetapi janganlah teragak-agak menghubungi penginjil-penginjil kami di mana-mana Gereja Yesus Benar yang berdekatan dengan anda kerana kami menghargai setiap pertanyaan anda.

Apabila anda membaca buku ini, sila pertimbangkan bahawa hikmat dan pengetahuan Tuhan itu begitu luas sekali. Buku ini dan buku-buku seterusnya hanya menyentuh sedikit daripada pemahaman kami yang terhad terhadap alam rohaniah. Seandainya anda mempunyai pertanyaan yang dianggap tidak terjawab dengan memuaskan, sila hantarkan soalan-soalan anda kepada alamat yang tercatat di belakang buku ini. Kami akan cuba sedaya upaya kami untuk membantu anda mencari Tuhan. Semuga Tuhan memberkati anda di atas usaha anda untuk mengenaliNya. Amin.