51. Ujian, Pengajaran, Hukuman Allah
|

51. Ujian, Pengajaran, Hukuman Allah

Ujian, pengajaran dan hukuman dari Allah ini, ketiganya berbeza sifat, tetapi berasal dari Allah, yang dialami umat Kristian sesuai dengan iman perbuatannya.

I.       UJIAN

1.      Menguji umat Kristian apakah beriman teguh.

Pepatah kuno mengatakan : “Belum mencoba belum tahu kesetiaannya, sebelum tiba musim kemarau, belum tahu kekuatan pohon cemara”.

Seperti :

Bangsa Israel (Ul 8 : 2).

Ayub (Ayb 1 : 9-19;  2 : 1-10).

2.      Supaya segenap anak-anak Allah menjadi suci.

a.      Membuang sanga (Yes 1 : 25;  Yeh 22 : 18, 19).

b.      Seperti emas (1 Ptr 1 : 6-7;  Ayb 23 : 10;  Mzm 139 : 23).

3.      Harus bagaimanakah ketika menerima ujian?

a.      Harus bersabar (Yak 1 : 2-4).

  • Barangsiapa yang bersabar akan memperoleh berkat (Yak 5 : 10-11;  1 Ptr 1 : 6-7).

b.      Mohon Allah memberi Karunia (Za 13 : 9;  1 Kor 10 : 13).

  • (Yes 30 : 20-21).

II.     PENGAJARAN

1.      Mengapa menerima pengajaran?

a.      Kita adalah anak-anaknya (Ibr 12 : 5-6, 10).

b.      Sebab melakukan kesalahan (1 Taw 21 : 1-14, 17).

c.      Sebab berjalan sesat (Mzm 119 : 67).

2.      Harus bagaimanakah ketika menerima pengajaran? (Ibr 12 : 11).

a.      Harus mengaku dosa dan bertobat (Mzm 34 : 18;  5 : 17;  Hos 4 : 17-18;  12 : 7;  Yer 31 : 18-20).

b.      Mohon Allah mengampuni (Kel 32 : 30-32;  Bil 14 : 19;  Kel 32 : 12-14;  Bil 14 : 20;  Mzm 32 : 1).

  • (Ams 20 : 30;  Why 3 : 19).

III.    HUKUMAN

  • “Hukuman” yang semacam ini agak keras.

Kepada siapakah diberikan hukuman tersebut?

1.      Orang yang setiap kali berbuat dosa (Ams 29 : 1;  Am 2 : 4-6).

2.      Orang yang sengaja berbuat dosa (Ruj : 1 Sam 2 : 12-17, 27-32;  3 : 11-14;  4 : 16-18).

3.      Orang yang menjerumuskan ke dalam dosa (Mat 18 : 7).

Seperti : Yerobeam (1 Raj 12 : 28-33;  15 : 29-30).

  • Ujian, pengajaran dan hukuman Allah yang dihuraikan dengan singkat itu, berlainan sifatnya, dan dapat dialami umat Kristian sesuai dengan iman perbuatannya.

 

23. Pengajaran Tentang Burung
|

23. Pengajaran Tentang Burung

Mat 6 : 6 – Sekalipun semut binatang yang kecil, namun kita dapat belajar dari padanya;  Burung adalah salah satu binatang yang mulia, maka dapat pula memberikan pelajaran yang lebih baik.

Oleh sebab itu, ketika Tuhan Yesus berkhotbah, Ia memberi petunjuk melalui hal tersebut;  Ayub pun berkata : “Bertanyalah kepada burung di uadara” (Ayb 12 : 7).

Di sini dengan sederhana dapat dilihat beberapa kebaikan dari “Kehidupan burung” sebagai pengajaran untuk memupukan Rohani yang sangat bermanfaat sekali.

I.       KEHIDUPAN BURUNG ADALAH KEHIDUPAN YANG ISTIMEWA

Jenis burung yang terbang di udara, tidak dapat menahan gaya tarik bumi.  Ada sebahagian burung, yang terbang di udara sangat tinggi, sehingga tidak terlihat oleh manusia : Seperti burung Gereja, burung layang-layang, dan lain-lain.

  • Kehidupan umat Kristian hendaklah demikian, tidak tertarik oleh kejahatan sehingga jatuh ke tempat pesta, tempat dansa, bioskop……..
  • Lihatlah, dunia telah disalibkan (Gal 6 : 14).

Dan hanya memohon akan perkara yang di atas (Kol 3 : 1-2).

II.     HIDUP BURUNG SEDERHANA

Di kota yang ramai, burung tidak akan datang, mereka hanya senang pada tempat pegunungan yang sepi, di udara atau di atas pohon, hidup bebas, tempat tinggal dan makanan pun sangat sederhana sekali.

  • Manusia pada zaman sekarang, selalu condong dalam penghidupan yang bercampur baur;  Persediaan alat-alat rumah tangga, pakaian mewah beraneka ragam dan yang terbaru.

Apabila umat Kristian selalu demikian, ingin menuntut kehidupan yang bercampur-baur, maka imannya pasti terhalang dan dapat jatuh.

  • Penghidupan umat kudus zaman kuno sangat sederhana;  Abraham;  Bangsa Israel yang hidup di padang gurun;  Para nabi;  Tuhan Yesus (Ruj : Mat 3 : 4;  8 : 20).
  • Yang tamak akan kehidupan, angan-angan yang tidak menentu, akhirnya akan gagal.

Seperti Lot dan Demas, dapat dijadikan sebagai pelajaran.

III.    HIDUP BURUNG TANPA RASA KUATIR, SESUAI DENGAN KEHIDUPAN ORANG BERIMAN (Mat 6 : 26)

Yang kuatir akan kehidupan, adalah sama dengan orang kafir yang tidak percaya (Mat 6 : 31-32).

Sebagai anak-anak Allah yang dimuliakan, maka harus seperti burung.

IV.    HIDUP SENANG DAN SELALU MEMUJI

Bermacam-macam burung, setiap pagi selalu menyanyi dan memuji, suaranya begitu indah, sehingga orang yang mendengar akan merasa gembira.

Burung adalah ciptaan Allah, nyanyiannya tentu memuliakan dan memuji kepada Allah.

  • Kita dianugerahi sebagai anak Allah, maka harus menurut seperti yang ditunjuk oleh Akitab.  Harus sering menyanyi untuk memuliakan Allah, barulah sesuai (Mzm 95 : 1-2;  96 : 1-2;  10 : 4).

Dalam Perjanjian Baru : (Ef 5 : 20;  Kol 3 : 16;  Kis 16 : 25).

V.     HIDUP UNTUK MELAYANI ORANG

Burung diciptakan Allah bagi manusia, diantara burung-burung ada yang melayani orang secara langsung atau tidak langsung sesungguhnya sangat banyak.

Seperti burung layang-layang, burung kepodang, dan lain-lain.

Disebut sebagai “burung yang berguna” yakni pemakan serangga yang merosak makanan di ladang, yang sangat berguna bagi petani.  Jenis burung yang memperdengarkan suaranya yang bagus, bukankah semuanya ini untuk melayani manusia.  Umat Kristian yang menerima pengajaran dari Allah, apabila tidak mahu melayani orang lain, bukankah sangat memalukan?

  • Bahkan burung gagak yang sangat dibenci orang, Allah mahu memakainya, yakni untuk melayani nabi Elia dan dicantumkan di dalam Alkitab, supaya diperingati orang, serta telah memberikan teladan yang sangat baik, supaya orang mempelajarinya (1 Raj 17 : 3-6).

Burung gagak itu, di dalam mentaati perintah Allah, kerajinannya, kesetiaannya membimbing diri sendiri, kesabaran, pengorbanan diri, persembahannya, semuanya patut dicontoh oleh umat Kristian untuk melayani Allah serta manusia.

Proses Dan Pengajaran Nenek Moyang  Berbuat Dosa
| | |

Proses Dan Pengajaran Nenek Moyang Berbuat Dosa

Proses Dan Pengajaran Nenek Moyang Berbuat Dosa

[Lai Yin Fu]

Prakata

Kehidupan lautan pahit manusia penuh dengan jerih payah, kegelisahan; tambahannya adalah singkat dan sementara serta penuh kesia-siaan. Kesemuanya adalah berpunca daripada nenek moyang berbuat dosa melanggar perintah Allah. Bukan saja mengakibatkan manusia sejagat jatuh ke dalam dosa, bahkan pada akhirnya, orang-orang dosa akan masuk neraka menerima hukuman neraka, betapa malang!  Dengan mengkaji secara teliti nenek moyang berbuat dosa maka kita akan memahami taktik muslihat Iblis dan kelemahan manusia dan darinya kita boleh belajar ajaran-ajaran mengawasi dan menjaga diri.

Nas Kitab:  Kej 3:1-6

I.             Iblis Memperalatkan Ular Yang Licik ~ Perempuan Bersahabat Dengan Ular (1)

Δ       Bergaul dengan sembarangan mendatangkan kecelakaan (Ams 18:24)

II.          Membangkitkan Kecurigaan Hawa Dalam Perbualan ~ ‘Tentulah Allah Berfirman’ (1)

Δ       Orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin; orang yang mendua hati tidak akan mempunyai pendirian tetap (Yak 1:6-8) ~ sehingga tidak reti membezakan antara yang baik dengan jahat.

III.    Hawa Tidak Jelas Mengenai Perintah Allah ~ Lantas Mengubahkan Perkataan Allah (2-3)

Δ       Yang difirmankan Allah ialah: “Pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati” (Kej 2:16-17), tetapi Hawa pula berkata: “…….. ataupun raba buah itu, nanti kamu mati” [menambahi dan mengubahkan perkataan Allah]

 Δ       Jangan lupakan hukum Allah; umat binasa kerana tiada pengenalan dan pengertian (Hos 4:6)

IV.       Penyesatan Antara Betul Atau Salah ~ Sekali-Kali Kamu Tidak Akan Mati (4)

Δ       Firman Allah hanyalah ‘ya’, sekali-kali tidak ada ‘ya’ atau ‘tidak’ (II Kor 1:18-20)

V.       Memberangsangkan Perasaan Ingin Tahu ~ Setelah Makan, Mata Akan Menjadi Terang (5)

Δ       Perasaan ingin tahu nabi tua menyebabkan ia menipu abdi Allah dan menggodainya untuk ikut kembali ke rumahnya dan makan minum di situ. Ini menyebabkan abdi Allah mengubah maksud dan arah asalnya. Akibatnya dia melanggar perintah Allah dan mati diterkam singa  (I Raj 13:6-24).

VI.          Memberangsangkan Hati Ingin Menang ~ Ingin Menjadi Seperti Allah Yang Tahu Akan Yang Baik Dengan Jahat (5)

Δ       Kain sebagai abang beranggapan diri sendiri lebih utama dari orang lain, bahawa ia pasti melebihi adiknya; justeru, apabila Allah berkenan kepada persembahan adik dan tidak berkenan padanya, terus hatinya menjadi panas dan muka muram (Kej 4:3-5)

VII.       Keinginan Mata ~ Sedap Kelihatan (6) ~ Ingin Melihat

Δ       Daud berjalan-jalan di atas sotoh istana, terlihat seorang perempuan cantik sedang mandi, mengakibatkan ia berbuat zinah dan membunuh (II Sam 11:2-5, 14-15)

VIII.    Keinginan Daging ~ Baik Untuk Dimakan (6) ~ Ingin Makan

Δ       Oleh sedikit makanan, Esau telah menjualkan hak kesulungannya (Ibr 12:16-17)

IX. Keangkuhan Hidup ~ Memberi Pengertian (6)

Δ       Puji-pujian naif kaum perempuan telah menyebabkan raja Saul menjadi marah; disebabkan perasaan congkak dan iri hati, mulailah ia membenci Daud menaruh niat jahat di hati, sehingga ia berkata-kata sembarangan, beriktiar mahu membunuh Daud (I Sam 18:6-12)

X.     Tindakan Berbuat Dosa ~ Mengambil Dari Buahnya Dan Dimakannya (6)

Δ       Kain berkata-kata dengan adiknya, tiba-tiba memukulnya lalu membunuhnya (Kej 4:8)

XI.       Mengalah Kerana Sentimen ~ Diberikannya Kepada Suami Dan Suaminya Pun Memakannya (6)

Δ       Raja Ahab yang mengingini kebun anggur Nabot merasa kesal dan gusar lalu menerima dan mendengar muslihat Izebel, membelakangi hati nurani dengan mencari saksi dusta untuk mencari alasan membunuh Nabot lalu merampas kebun anggur, namun menimpakan kecelakaan atas diri sendiri (I Raj 21:1-10, 19).

XII.    Kepercayaan Kaum Kerabat ~ Suaminya Pun Memakannya (6)

Δ       Anak perempuan Herodias tidak reti membezakan antara betul dengan salah, lalu mendengar perkataan ibunya, memintakan kepala Yohanes Pembaptis lalu menyebabkan kematian seorang yang setia dan baik (Mrk 6:22-25).

Penutup

Dengan mengkaji secara teliti proses dan sebab-musabab nenek moyang berbuat dosa, maka kita akan beroleh hikmat menghindari pekerjaan Iblis, agar kita berjaga-jaga dan berdoa pada setiap hari supaya jangan jatuh ke dalam pencobaan (Mat 26:41)

Pengajaran daripada Kegagalan Eli
|

Pengajaran daripada Kegagalan Eli

1. Kegagalan Eli

1.1 Firman Tuhan jarang, tidak sering adanya penglihatan (I Sam 3: 1)

① Dalam hati tiadanya firman Tuhan, bagaimana hendak menjadi imam? (Mal 2: 7; Hos 4: 6)

② Tiadanya penglihatan, rakyat menjadi liar (Ams 29: 18).

③ Pendeta masa kini perlu membaca alkitab setiap hari, sentiasa berdoa.

1.2 Rabun mata, tidak dapat melihat dengan jelas (1 Sam 1: 12-14, 3: 2)

① Melihat Hana yang tekun berdoa mencucurkan air mata sebagai yang mabuk (I Sam 1: 12-14).

② Mementingkan anak lelaki melebihi Tuhan, walaupun jelas mengetahui anak berbuat jahat, tetapi tidak memberi pengajaran.

③ Jikalau pendeta rabun mata, adalah seorang buta menuntun jalan, mencelakakan orang dan diri sendiri (Mat 15:14).

1.3 Belum melaksanakan tanggungjawab mengajar anak.

① Anak adalah orang jahat, tidak mengenal Tuhan (I Sam 2:12)

② Berdepan dengan perbuatan jahat anak, tidak mengajar dengan lebih tegas (1 Sam 2: 23-25, 3: 13)

③ Mengajar anak-anak adalah tanggungjawab ibu bapa (Ul 4: 9-10; 6: 4-9).

④ Pekerja Tuhan tidak tahu mengepalai keluarga, bagaimana ia dapat mengurus jemaat Tuhan? (1 Tim 3: 5)

2. Apakah kesudahannya?

2.1 Menjatuhkan umat dalam dosa (I Sam 2: 17, 25).

2.2 Jawatan suci dikutuki (1 Sam 2: 35-36; rujuk 1 Raj 2: 26-27).

2.3 Pecah rumah, negara berbahaya.

① Peperangan gagal, tabut perjanjian dirampas (1 Sam 4: 11).

② Dua orang anak meninggal dunia pada hari yang sama (1 Sam 4: 11).

③ Eli mendengar berita buruk, terjatuh dan meninggal dunia (1 Sam 4: 18).

④ Isteri Pinehas mati akibat daripada sakit beranak (I Sam 4: 19-20).

3. Sebagai amaran

3.1 Haruslah menghormati kerja yang mulia, menjadi hamba yang setia dan berpengetahuan (Ef 4: 1; Luk 12: 42-44).

3.2 Jangan menjadi orang bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan (Ef 5: 17).

3.3 Didiklah anak di dalam ajaran dan nasihat Tuhan (Ef 6: 4; Ams 22: 6).

Proses & Pengajaran Nenek Moyang Berdosa
|

Proses & Pengajaran Nenek Moyang Berdosa

Pendahuluan:

Akibat daripada nenek moyang yang telah membelakangi perintah Tuhan dengan berdosa, manusia terjerumus ke dalam kehidupan yang dipenuhi oleh kesengsaraan, keresahan, kesingkatan hayat dan kesia-siaan. Bukan sahaja menyebabkan manusia tersandung ke dalam dosa, malah perlu menerima penghukuman yang kekal di neraka. Itulah yang paling malang. Kita dapat memahami rencana si Iblis dan kelemahan manusia dengan mengkaji perbuatan dosa oleh nenek moyang. Pada masa yang sama, kita memperolehi pengajaran utuk berwaspada.

Ayat alkitab : Kej 3:1-6

1. Iblis mempergunakan kelicikan ular: Perempuan berkawan dengan ular.

  • Berkawan sesuka hati mendatangkan kecelakaan. (Ams 18 :24)

2. Percakapan yang menimbulkan rasa sangsi Hawa: “Allah berfirman”.

  • Orang yang bimbang sama dengan gelombang laut yang diombang-ambingkan, orang yang mendua hati tidak akan tenang. (Yak 1:6-8) — yang menyebabkan orang tidak tahu untuk membezakan yang betul dan salah, yang baik dan jahat.

3.   Hawa tidak mengerti perintah Allah: Mengubahkan firman Allah. (2-3)

  • Allah berfirman : “Sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” (Kej 2:16-17), tetapi Hawa berkata: “Raba buah itu, nanti kamu mati.” (Dia menokoktambah dan mengubah firman Allah.)

* Barangsiapa yang melupakan pengajaran Allah akan dibinasakan. (Hos 4:6)

4. Menerbalikkan salah dan betul untuk mengelirukan: Sekali-kali kamu tidak akan mati. (4)

  • Firman Tuhan hanya ada “Ya”, tidak wujud dikatakan “Ya”, tetapi “Tidak”. (2 Kor 1:18-20)

5. Menimbulkan rasa ingin tahu: Mata akan terbuka. (5)

  • Nabi tua berbohong kepada abdi Allah untuk membawanya makan dan minum. Oleh itu, dia telah menyebabkan abdi Allah memberontak titah Tuhan dan akibatnya, abdi Allah diserang seekor singa. (1 Raj 13:6-24)

6. Menimbulkan rasa ingin menang: Waktu memakannya, mata akan terbuka. (5)

  • Kain adalah abang yang memegahkan dirinya. Dengan itu, beranggapan bahwa dia dapat mengalahkan adiknya. Tetapi Kain menjadi sangat panas dan mukanya muram kerana Tuhan mengindahkan korban persembahan adiknya. (Kej 4:3-5)

7. Hawa nafsu mata:  Sedap kelihatannya – melihat. (6)

  • Daud berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya seorang perempuan sedang mandi yang kemudiannya menyebabkan dia berzinah dan membunuh. (1 Sam 11:2-5, 14-15)

8. Hawa nafsu darah daging: Buah pohon itu baik untuk dimakan – dimakan. (6)

  • Esau menjualkan hak kesulungannya untuk sepiring makanan. (Ibr 12:16-17)

9. Keangkuhan hidup masa kini: Memberi pengertian. (6)

  • Saul menjadi angkuh dan bangkit amarahnya sehingga mendengki Daud dan ingin membunuhnya selepas terdengar pujian perempuan-perempuan. (1 Sam 18:6-12)

10. Perbuatan berdosa: Lalu ia mengambil. (6)

  • Kain memukul adiknya lalu membunuhnya semasa mereka sedang berkata-kata. (Kej 4:8)

11. Perhubungan: Isteri memberikan buah itu kepada suami. (6)

  • Raja Ahab menuruti nasihat Izebel untuk membunuh Nabot dengan menggunakan saksian dusta yang dibuat ke atasnya bagi tujuan merampaskan kebun anggurnya. Kemudian, Raja Ahab menanggung akibat perbuatannya. (1Raj 21:1-10,19)

12. Kepercayaan atas perhubungan: Suami pun memakannya. (6)

  • Permintaan untuk mendapatkan kepala Yohanes Pembaptis oleh anak perempuan Herodias yang tidak tahu membezakan betul dan salah, telah menganiayai orang benar dan kudus. (Mrk 6:22-25)

Penutup :

Telitikan serta fahamkan proses dan sebab perbuatan dosa nenek moyang supaya manambahkan hikmat kita untuk mengelakkan diri daripad kerja-kerja Iblis.

Dengan itu, kita dapt berjaga-jaga dan berdoa, supaya jangan jatuh ke dalam pencobaan. (Mat 26:41)

Pengajaran Rohani 153 Ekor Ikan Besar
|

Pengajaran Rohani 153 Ekor Ikan Besar

Nas Alkitab : Yoh 21:1-14

A. Kelemahan Manusia dan Kasih Tuhan

1. Kelemahan Petrus dan rakannya. (21:1-3)

a. Yesus meninggalkan mereka sementara waktu.

b. Memikirkan kepentingan jasmani sendiri.

c. Kelemahan Petrus telah mempengaruhi rakannya.

Akibatnya: semalam-malaman tidak mendapat apa-apa, bukan kerana tiada kemahiran menangkap ikan, melainkan kerana tiada penyertaan Yesus. ( Yoh 15:5)

2. Kasih Tuhan (21:4-6)

a. Hari hampir siang, Yesus datang melihat mereka.

Tuhan dapat merasakan kelemahan manusia. (Ibr 4:15-16)

b. Tuhan bertanya kepada mereka dengan mesra, “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?”

Tuhan tahu akan kelemahan kita. (Mat 6:31-32)

c. “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.”

Firman Tuhan membawa kuasa. (Luk 1:37)

B. 153 Ekor Ikan Besar – Tuhanlah yang memberi (21:6, 11)

1. Tuhan yang Mahakuasa membuat tiada menjadi ada.

a. Ada ikan di sebelah kanan perahu adalah perbuatan Tuhan.

b. Tuhan tahu di mana ikan besar, cuma murid tidak menemukannya.

2. Segala pemberian ada pada Tuhan, malah anugerah Tuhan melebihi permintaan manusia.

a. Segala sesuatu milik Tuhan. (I Twk 29:11-14)

b. Tuhan membuat orang miskin, juga membuat orang kaya. (I Sam 2:7)

c. Kekuatan memperoleh harta adalah pemberian Tuhan. (Ul 8:17-18)

C. Bawalah beberapa ekor Ikan (21:10)

1. Tuhan mahu murid menyedari anugerah.

a. Anugerah besar penebusan. (Mzm 86:13)

b. Anugerah makanan dan pakaian yang mencukupi. (Mat 6:31-33)

c. Anugerah damai sejahtera di luar sangkaan. (Yoh 16:33)

d. Anugerah seisi keluarga percaya kepada Tuhan. (Kis 16:34)

2. Tuhan mau murid rela memberi persembahan.

a. Sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. (II Kor 9:6-7, 8:12)

b. Sewaktu umat Israel membina khemah pertemuan, baik lelaki mahupun perempuan semuanya memberi persembahan dengan rela hati. (Kel 35:20-23, 29)

c. Anak kecil rela mempersembahkan 5 roti dan 2 ikan. (Yoh 6:9)

d. Dua peser dari janda. (Mrk 12:42-44)

3. Serahkan ke dalam tangan Tuhan.

a. Mengumpulkan harta di Syurga. (Mat 6:19-20)

b. Membuat persediaan untuk mancari hidup yang sebenarnya. (I Tim 6:17-18)

4. Tuhan memberi banyak, menuntut sedikit sahaja. (II Kor 8:1-4)

Ibu bapa memberikan banyak kepada anak-anaknya, tapi menuntut sedikit daripada anak-anaknya. (Mlk 3:8-11)

D. Lalu pergilah Petrus

1. Mendengar dan menuruti perintah. (I Sam 15:22-23)

2. Petrus merebut peluang. (Pkh 9:11)

a. Maria Magdalena kehilangan peluang untuk meminyaki Tuhan. (Luk 24:1-3)

b. Maria Betania merebut peluang untuk meminyaki Tuhan. (Mat 26:6-13)