|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 53

Kebobrokan manusia

1 Untuk pemimpin biduan.
Menurut lagu: Mahalat.
Nyanyian pengajaran Daud.

2 Orang bebal berkata dalam hatinya: “Tidak ada Allah!” Busuk dan jijik kecurangan mereka, tidak ada yang berbuat baik.

3 Allah memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia,
untuk melihat apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah.

4  Mereka semua telah menyimpang, sekaliannya telah bejat;
tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.

5  Mereka semua telah menyimpang, sekaliannya telah bejat;
tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.

6  Di sanalah mereka ditimpa kekejutan yang besar,
padahal tidak ada yang mengejutkan; sebab Allah menghamburkan tulang-tulang
para pengepungmu; mereka akan dipermalukan,
sebab Allah telah menolak mereka.

7  Ya, datanglah kiranya dari Sion keselamatan bagi Israel!
Apabila Allah memulihkan keadaan umat-Nya,
maka Yakub akan bersorak-sorak, Israel akan bersukacita.

Tajuk :
Mengencam kebebalan orang-orang fasik

Tema:
Sewaktu Daud melarikan diri, ia telah ditindas oleh orang-orang fasik, namun tidak kehilangan iman. Sebaliknya telah melihat sejelas-jelasnya kebodohan orang-orang fasik dan tetap menyanyi memuji Tuhan.

Latar belakang:
1. Nyayian ini kemungkinan dituliskan Daud sewaktu melarikan diri samada dari pada Saul ataupun Absalom. Latar belakang sejarahnya boleh dirujuk di I Sam 19-20 ataupun II Sam 15-17.

2. Ada yang berpendapat ini adalah hasil pengarangan nyanyian waktu pembuangan. Tetapi pembuka fasal ini berbunyi “Nyanyian pengajaran Daud”. Dari segi masa ianya tidak padan lalu pendapat ini tidak berapa logik.

3. Ada juga yang berpendapat ini adalah hasil pengarangan sewaktu Yosafat bersandar kepada Tuhan mengalahkan orang-orang Amon ataupun sewaktu Yoram menjadi raja Israel di mana tentera Aram menempuh kegagalan sewaktu mengepung Samari (ruj: II Taw 20:22-24; II Raj 7:6-7). Walaupun hujah ini adalah berdasarkan bandingan ayat 6 dengan fasal 14 ayat 5, namun kalau dinilai daripada pengubah-suaian isi kandungannya, didapati ianya tidak berpadanan dengan tajuk nyanyian.

4. Kebanyakan besar berpendapat sasaran yang dikecam di dalam fasal ini adalah Sanherib (II Raj 18, 19)

Kategori:
Fasal ini dikategorikan sebagai nyanyian ratapan, kalau dianalisa dari segi isi kandungannya, ia adalah nyanyian patriotik.

Hubungan dengan gulungan kitab lain:
1. Fasal ini dikategorikan sebagai nyanyian ratapan, kalau dianalisa dari segi isi kandungannya, ia adalah nyanyian patriotik.

2. Dikategorikan sebagai nyanyian ratapan sama seperti fasal 41, 54, 68, 85, 90, 106, 115, 123, dan 137

3. Sama juga dengan fasal 14, 44, 46-48, 66-68, 74, 76, 79, 80, 83, 85, 87, 108, 122, 124-126, 129 yang merupakan nyanyian patriotik

Garis kasar:
~ Judul nyanyian : “Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu : Mahalat. Nyanyian pengajaran Daud”.

(I) Orang-orang fasik meleluasa (2-5)
1. Hati congkak (2)
a. Tiada percayakan Allah
b. berbuat jahat

2. Menyimpang dari jalan benar (4-5)
(1)Menjadi bejat
a. Semua telah menyimpang
b. tidak seorang pun yang berbuat baik

(2) Menindas orang-orang benar
a. menyalah-gunakan pengetahuan
b. tidak berseru kepada Allah

3. Pengawasan Tuhan (3)
(1) Haruslah berakal budi
~ Tuhan mengetahui manusia itu bodoh

(2) Bertaubatlah
~ Tuhan mengetahui manusia tidak saleh

(II) Orang-orang fasik dihukum (6)
a. Ditimpa kekejutan besar
b. Dipermalukan dan dikepung
c. Pada akhirnya akan ditolak

(III) Puji-pujian orang benar (7)
a. Pasti diselamatkan
b. Akan bersukacita

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 52

Hukuman terhadap orang fasik

1 Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran Daud.

2 ketika Doeg, orang Edom itu,
datang memberitahukan kepada Saul,
bahwa Daud telah sampai di rumah Ahimelekh.

3 Mengapa engkau memegahkan diri dengan kejahatan,
hai pahlawan, terhadap orang yang dikasihi Allah sepanjang hari?

4 Engkau merancangkan penghancuran,
lidahmu seperti pisau cukur yang diasah, hai engkau, penipu!

5  Engkau mencintai yang jahat lebih dari pada yang baik,
dan dusta lebih dari pada perkataan yang benar. 

6 Engkau mencintai segala perkataan yang mengacaukan,
hai lidah penipu!

7 Tetapi Allah akan merobohkan engkau untuk seterusnya,
Ia akan merebut engkau dan mencabut engkau dari dalam kemah,
membantun engkau dari dalam negeri orang-orang hidup.

8 Maka orang-orang benar akan melihatnya dan menjadi takut,
dan mereka akan menertawakannya:

9 “Lihatlah orang itu yang tidak menjadikan Allah tempat pengungsiannya,
yang percaya akan kekayaannya yang melimpah, dan berlindung pada tindakan
penghancurannya!”

10  Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah;
aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya.

11 Aku hendak bersyukur kepada-Mu selama-lamanya,
sebab Engkaulah yang bertindak; karena nama-Mu baik,
aku hendak memasyhurkannya di depan orang-orang yang Kaukasihi!

Tajuk:
Kesudahan Muktamad Membedakan Baik Dengan Jahat

Tema:
Orang fasik akan memakan buahnya, orang benar teguh menghijau selama-lamanya

Latar belakang:
Ditulis oleh Daud sewaktu melarikan diri dari pemburuan Saul (I Sam fasal 22). Disebabkan kabar yang disampaikan oleh Doeg, orang Edom di hadapan Saul maka mengakibatkan 85 orang iman dibunuh. Lantas, Daud dengan semangat gagah berani mengistiharkan dia akan bersandar kepada Tuhan, sekali-kali tidak goyah dan mencabar ‘pahlawan’ yang berbuat jahat.

Kategori:
Nyanyian ratapan peribadi

Hubungan dengan gulungan kitab lain:
Fasal 52-55 adalah ‘Nyanyian pengajaran Daud untuk pemimpin biduan’ dan setiap fasal tersebut mengandungi ajaran-ajaran rohani yang sangat dalam. Misalnya perkataan ‘pahlawan’ selain daripada ditujukan kepada musuh, ianya juga ditujukan kepada anti-Kristus.

Garis kasar:
(I) Lidah orang-orang jahat memusnahkan masa depan sendiri (3-7)
1. Lidah orang jahat melukai orang (3-6)
(a) memegahkan diri dengan kejahatan
~ Menghina kasih setia Tuhan

(b) Lidah merancangankan penghancuran
~ Seperti pisau cukur yang diasah

(c) Muliakan Tuhan
a. Mencintai yang jahat lebih daripada yang baik
b. Tidak menyukai keadilan dan yang benar

2. Mencintai segala perkataan yang mengacaukan
a. dirobohkan untuk seterusnya
b. direbut
c. dicabut dari dalam kemah

(II) Orang benar tetap teguh di dalam Tuhan (8-11)
1, Tidak tunduk kepada perbuatan orang fasik (8-9)
a. Jadikan orang-orang jahat sebagai amaran
b. Bersandarlah kepada Tuhan dan bukan hanya kekayaan
c. Tidak berlindung pada tindakan penghancuran

2. Bertekad bersandar kepada Tuhan (10)
a. Percaya akan kasih setia Allah untuk selamanya

b. Seperti pohon zaitun di dalam rumah Allah
~ Daun menghijau empat musim, yakni mempunyai hidup yang berkelimpahan

3. Bersyukur atas naam Tuhan (11)
a. Engkaulah yang bertindak
~ Membinasaakn orang-orang jahat

b. Namamu baik
~ Percaya kepadanya selama-lamanya [hendak memashurkannya]

|

Pengenalan Kitab Mazmur(1): Fasal 51

1 untuk pemimpin biduan.
Mazmur dari Daud,

2 ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba.

3  Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu,
hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!

4 Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,
dan tahirkanlah aku dari dosaku!

5 Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku,
aku senantiasa bergumul dengan dosaku.

6 Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa
dan melakukan apa yang Kauanggap jahat,
supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu,
bersih dalam penghukuman-Mu.

7 Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan,
dalam dosa aku dikandung ibuku.

8 Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin,
dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.

9 Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop,
maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!

10 Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita,
biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali!

11 Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku,
hapuskanlah segala kesalahanku!

12 Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah,
dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!

13  Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu,
dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!

14 Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu,
dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!

15 Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang
yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.

16 Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah,
Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!

17 Ya Tuhan, bukalah bibirku,
supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu!

18  Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan;
sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya.

19 Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur;
hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

20  Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu
bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem!

21 Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar,
korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya;
maka orang akan mengorbankan lembu jantan di atas mezbah-Mu.

Tajuk:
Nazar memohon Tuhan mengampuni dosa

Tema:
Hati yang patah dan remuk tidak akan di pandang hina Tuhan

Latar belakang:
1. Seperti yang dinyatakan dalam pembuka fasal, nyanyian ini dibuat Daud ketika nabi Natan datang kepadanya setelah dia berbuat dosa dengan Betsyeba.

2. Daud bertobat dengan sesungguhnya, nyanyian ini adalah ‘untuk pemimpin biduan’, sama sekali tidak menutupi kesalahan sendiri, melainkan dengan terus-terang ia mengakui dosa dan memohon pengampunan dan memohon dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan, betapa dikagumi.

3. Ayat 20, 21 kemungkinan ditambahkan orang-orang kemudian. Kira-kira ianya dituliskan pada waktu umat Israel ditawan oleh Babel menunjukkan memohon membangkitkan semula umat Israel, membangun semula Bait Suci dan memulihkan semula persembahan korban.

Kategori:
Nyanyian ratapan. Banyak hal yang dimohonkan, sedikit faktor iman yang diperlihatkan.

Hubungan dengan gulungan kitab lain:
Terdapat 7 buah nyanyian penyesalan dosa : 6, 32, 38, 51, 100, 130, 143

Garis kasar:
(I) Mengakui dosa terhadap Tuhan dan memohon pengampunan (3-7)
1. Memohon Tuhan menghapuskan segala dosa (3-4)

(1) Dasar pengampunan dosa (3)
a. Kasih setia: kasih karunia kepada aku
b. belas kasihan: sikap Allah terhadap umat perjanjianNya
c. Rahmat: Kasih karunia yang diberikan kepada manusia yang pada hakikatnya tidak layak menerimakannya.

(2) Jenis-jenis dosa (3b-4a)
a. Pelanggaran: kedurhakaan yang sengaja terhadap Tuhan
b. Kesalahan: Sengaja melanggat-rosakkan hukum Taurat
c. Dosa: Kehilangan arah adalah dosa asas

(3) Cara-cara pengampunan dosa (3b-4a)
a. Tahirkan : Sehingga seseorang tidak dapat melihat lagi dosa lampau (Kel 32:32)
b. Bersihkan : Lebih menyusahkan berbanding mentahirkan (Im 15:5)
c. Hapuskan : Lebih menyusahkan berbanding bersihkan (Im 13:6)

2. Dosaku amat berat (5-7)

(1) Dosa umpama tembok dosa (5)
a. Mengetahui dosa secara subjektif
b. Menyatakan penderitaannya kalau terasing dengan Tuhan

(2) Berdosa terhadap Tuhan (6)
a. Setiap dosa akan menyakiti Tuhan
b. Terasa noda sendiri di hadirat Tuhan

(3) Aku dosa adalah dilahirkan (7) – (Dosa asal)
~ Ada semenjak di dalam kandungan ibu

(II) Memohon Tuhan mentahirkan dosaku (8-11)
1. Doa yang disenangi Tuhan (8)
a. Batin yang benar
b. Akan menerima hikmat

2. Memohon Tuhan membersihkan dengan hisop (9)
~ Kenalpasti akan keadaan sebenar dosa ~ umpama kusta

3. Memohon Tuhan membenarkan aku bergirang semula (10)
~ Menjadi seorang yang berkenan kepada Tuhan

4. Memohon Tuhan menyembunyikan wajahNya terhadap dosaku (11)
a. Menunjukkan identiti sendiri yang tidak layak disebabkan noda sendiri
b. Memohon sesungguh-sungguhnya agar Allah menghapuskan dosa pelanggaran

(III) Memohon Tuhan memperbaharui batinku (12-14)
1. Jadikanlah hatiku tahir (12)
a. Hanyalah Tuhan Pencipta yang dapat mengubah-baiki hati manusia
b. Memperbaharui dengan roh yang teguh
~ Tidak lagi tergodai maupun tersesat oleh dosa

2. Biarlah Roh Kudus diam di dalam setiap waktu (13)
~ Menunjukkan memberi kekuatan, kasih karunia dan membuktikan kehadiran Tuhan

3. Lengkapi aku dengan roh yang rela (14) ~ roh ‘mereka’
a. Biarlah Roh Rajani memimpin aku
b. Kegirangan menerima semula keselamatan

(IV) Aspirasi para penginjil (15-19)
1. Rela membalikkan orang-orang kepada yang benar (15)
2. Rela bermazmur menyanyi memuji Tuhan (16-17)
3. Rela memberitakan korban yang disukai Tuhan (18-19)

(V) Memohon berkat untuk Sion (20-21)
1. Memohon meneguh-kuatkan Sion
2. Akan persembahkan korban yang benar

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 50

Ibadah yang sejati
1 Mazmur Asaf.
Yang Mahakuasa, TUHAN Allah, berfirman dan memanggil bumi,
dari terbitnya matahari sampai kepada terbenamnya.

2 Dari Sion, puncak keindahan, Allah tampil bersinar.

3 Allah kita datang dan tidak akan berdiam diri, di hadapan-Nya api menjilat,
sekeliling-Nya bertiup badai yang dahsyat.

4 Ia berseru kepada langit di atas,
dan kepada bumi untuk mengadili umat-Nya:

5 “Bawalah kemari orang-orang yang Kukasihi,
yang mengikat perjanjian dengan Aku berdasarkan korban sembelihan!”

6 Langit memberitakan keadilan-Nya, sebab Allah sendirilah Hakim.

7 “Dengarlah, hai umat-Ku, Aku hendak berfirman,
hai Israel, Aku hendak bersaksi terhadap kamu:
Akulah Allah, Allahmu!

8 Bukan karena korban sembelihanmu Aku menghukum engkau;
bukankah korban bakaranmu tetap ada di hadapan-Ku?

9 Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu
atau kambing jantan dari kandangmu,

10 sebab punya-Kulah segala binatang hutan,
dan beribu-ribu hewan di gunung.

11 Aku kenal segala burung di udara,
dan apa yang bergerak di padang adalah dalam kuasa-Ku.

12 Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu,
sebab punya-Kulah dunia dan segala isinya.

13 Daging lembu jantankah Aku makan,
atau darah kambing jantankah Aku minum?

14 Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan
bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi!

15 Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan,
Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.”

16 Tetapi kepada orang fasik Allah berfirman:
“Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku,
dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu,

17 padahal engkaulah yang membenci teguran,
dan mengesampingkan firman-Ku?

18 Jika engkau melihat pencuri, maka engkau berkawan dengan dia,
dan bergaul dengan orang berzinah.

19 Mulutmu kaubiarkan mengucapkan yang jahat,
dan pada lidahmu melekat tipu daya.

20 Engkau duduk, dan mengata-ngatai saudaramu,
memfitnah anak ibumu.

21 Itulah yang engkau lakukan, tetapi Aku berdiam diri;
engkau menyangka, bahwa Aku ini sederajat dengan engkau.
Aku akan menghukum engkau dan membawa perkara ini ke hadapanmu.

22 Perhatikanlah ini, hai kamu yang melupakan Allah;
supaya jangan Aku menerkam, dan tidak ada yang melepaskan.

23 Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban,
ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya,
keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya.”

Tajuk :
Jangan Menganggap Enteng Keadilan Tuhan

Tema:
Allah akan menuntut dosa untuk umat pilihan yang beribadah secara palsu dan sia-sia

Latar belakang:
1. Kitab Perjanjian Lama ada mencatatkan banyak sekali nubuat dan fasal ini adalah nubuat tentang penghakiman Tuhan dalam kedatanganNya kembali.

2. Fasal ini ialah Mazmur Asaf. Kemunculan Asaf ada dicatatkan di I Taw 15:17-19 dan II Taw 29:30. Maksud bani Asaf ialah sebahagian daripada ahli-ahli kumpulan penyanyi di dalam Bait Suci selepas kebangkitan semula negara (rujuk : Ezr 2:41; Neh 7:44). Asaf ialah seorang ahli muzik, juga salah seorang nabi. Fasal ini “terselitkan” nilai rohani.

3. Dituliskan untuk orang yang mempersembahkan korban. Pada waktu itu, ibadah bangsa Yahudi terhadap Tuhan hanyalah mengutamakan aturcara persembahan korban dan memegang hukum Taurat secara hurufiah, di mana hal tersebut hanyalah dari segi lahiriah, bukan di dalam roh.

Kategori:
Nyanyian nubuat ataupun nyanyian pengajaran

Hubungan dengan gulungan kitab lain:
1. Nas-nas kitab suci yang bernubuat tentang kedatangan kembali Tuhan dan penghakiman (I Kor 4:16-17; Yud 14, 15; Za 14:1-8; Mat 24:29-31; Why 20:4-5; Mat 25:1-46)

2. Ayat suci tentang mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan (I Sam 15:22)

3. Nas suci tentang kemunafikan (Matius keseluruhan fasal 23)

Garis kasar:
(I) Allah akan menjalankan penghakiman yang adil (1-6)
1. Identiti Allah (1)
a. Yang maha kuasa: Tuhan Esa yang maha mulia
b. Allah: Tuhan semesta alam yang menciptakan segala-sesuatu
c. Tuhan (Jehovah): penebus yang mengikat perjanjian dengan manusia.

2. Kedatangan Allah (2-3)
(1) Tampil bersinar dari Sion
~ Memanifestasikan hakikat hukum Taurat

(2) Ada api menjilat dan badai yang dahsyat
a. Memanifestasikan murka Allah
b. Tidak akan berdiam diri

3. Penghakiman Allah (4-6)
(1) Orang-orang yang dihakimi (5)
~ Mengikat perjanjian dengan manusia berdasarkan korban sembelihan

(2) Saksi-saksi (4)
~ Langit di atas dan bumi: Menunjukkan langit dan segala bangsa

(3) Penghakiman Allah adalah adil (6)

(II) Allah mengecam ibadah yang secara rutin
1. Segala bangsa perlu mendengar nasihat dan peringatan (7)
a. Kenalpastilah bahawa Akulah, Allah

2. Binatang korban itu tidak berdosa (8-11)
a. Tidak ada kecelaan pada binatang korban
b. Segala-sesuatu adalah kepunyaan Allah

3. Apakah aku kekurangan bekalan material (12-13)
a. Persembahankanlah syukur
b. Korban membayar nazar
c. Muliakan Tuhan
d. Haruslah tahu berseru kepadaKu
~ Aku akan meluputkan engkau

(III) Allah mengecam sekeras-kerasnya perbuatan fasik (16-21)
a. Sambil giat di dalam hukum Taurat (16)
~ Menyebut-nyebut perjanjianKu dengan mulut

2. Tidak henti-henti juga berbuat dosa (17-20)
a. persembahkanlah syukur
~ mengesampingkan firman Tuhan

b. Mencuri

c. Berbuah zinah

d. Perkataan kesabaran Tuhan (21)

(IV) Amaran terakhir Tuhan (22-23)
1. Janganlah melupakan keadilan Tuhan
2. Muliakanlah Aku: Persembahkan syukur sebagai korban
3. Hidup secara jujur: pasti menerima keselamatan

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 49

Kebahagiaan yang sia-sia

1 Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Mazmur. 

2 Dengarlah, hai bangsa-bangsa sekalian,
pasanglah telinga, hai semua penduduk dunia,

3 baik yang hina maupun yang mulia,
baik yang kaya maupun yang miskin bersama-sama!

4 Mulutku akan mengucapkan hikmat,
dan yang direnungkan hatiku ialah pengertian.

5  Aku akan menyendengkan telingaku kepada amsal,
akan mengutarakan peribahasaku dengan bermain kecapi.

6 Mengapa aku takut pada hari-hari celaka
pada waktu aku dikepung oleh kejahatan pengejar-pengejarku,

7 mereka yang percaya akan harta bendanya,
dan memegahkan diri dengan banyaknya kekayaan mereka?

8 Tidak seorangpun dapat membebaskan dirinya,
atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya,

9 karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya,
dan tidak memadai untuk selama-lamanya–

10 supaya ia tetap hidup untuk seterusnya,
dan tidak melihat lobang kubur.

11  Sungguh, akan dilihatnya: orang-orang yang mempunyai hikmat mati,
orang-orang bodoh dan dungupun binasa bersama-sama
dan meninggalkan harta benda mereka untuk orang lain.

12 Kubur mereka ialah rumah mereka untuk selama-lamanya,
tempat kediaman mereka turun-temurun;
mereka menganggap ladang-ladang milik mereka.

13 Tetapi dengan segala kegemilangannya manusia tidak dapat bertahan,
ia boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan.

14  Inilah jalannya orang-orang yang percaya kepada dirinya sendiri,
ajal orang-orang yang gemar akan perkataannya sendiri.

15 Seperti domba mereka meluncur ke dalam dunia orang mati,
digembalakan oleh maut; mereka turun langsung ke kubur,
perawakan mereka hancur, dunia orang mati menjadi tempat kediaman mereka.

16 Tetapi Allah akan membebaskan nyawaku dari cengkeraman dunia orang mati,
sebab Ia akan menarik aku.

17 Janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya,
apabila kemuliaan keluarganya bertambah,

18  sebab pada waktu matinya semuanya itu tidak akan dibawanya serta,
kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia.

19 Sekalipun ia menganggap dirinya berbahagia pada masa hidupnya,
sekalipun orang menyanjungnya, karena ia berbuat baik terhadap dirinya sendiri,

20 namun ia akan sampai kepada angkatan nenek moyangnya,
yang tidak akan melihat terang untuk seterusnya.

21 Manusia, yang dengan segala kegemilangannya tidak mempunyai pengertian,
boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan.

Tajuk:
Jangan Berharap Kepada Kekayaan

Tema:
Menasihat manusia janganlah merindu-inginkan kekayaan dan kemewahan orang-orang fasik

Latar belakang:
Fasal ini adalah nyanyian teori prinsip hikmat, pandangan-pandangan yang dibentangkan oleh pengarang tidak tertuju kepada mana-mana waktu tertentu.

Kategori:
Nyanyian bersifat amsal

Hubungan dengan gulungan kitab lain:
Fasal ini menghuraikan tentang tatkala orang-orang fasik menjadi kaya, janganlah hati kita merasa tidak senang maupun merasa marah. Catatan Ayb 21:7-10; Yer 12:1; Mzm 73:3 dan 37:1 adalah serba bersamaan dengan isi yang dicatatkan di dalam fasal ini.

Garis kasar:
(I) Menasihat segala bangsa agar melihat sejelas-jelasnya keadaan sebenar (2-
6)
1. Dengarlah, hai bangsa-bangsa sekalian (2-3)
(a) Baik yang hina maupun yang mulia
(b) Baik yang kaya maupun yang miskin

(2) Cara memberi nasihat (4-5)
1. Jangan percaya kepada kata-kata yang sembarangan
a. Mulut mengucapkan hikmat
b. Hati merenungkan hikmat

2. Berbicara atas wahyu Tuhan
~ Aku menyendengkan telingaku kepada amsal

3. Mengutarakan peribahasa dengan bermain kecapi

(3) Fokus nasihat (6)
~ Jangan takut ketika dalam kesesakan dan penganiayaan

(II) Kekayaan bukanlah maha boleh (7-10)
1. Tidak dapat membebaskan saudara-saudara sendiri
~ Tidak dapat memberikan hidup kekal

2. Nilai nyawa adalah terlalu mahal harganya
~ Kekayaan menjadi tidak berguna

(III) Kebodohan orang-orang kaya (11-15)
1. Apakah harta benda boleh ditinggalkan untuk turun-temurun (11-13)
a. Orang bodoh, orang hikmat, semuanya ditetapkan mati sekali (11)
~ Kekayaan akan ditinggalkan untuk orang lain

2. Angkatan kemudian menutupi bekas jejak angkatan tua (14-15)
a. Keturunan turut menempuhi jalan kebodohan ini (14)

b. Maut di gembala orang-orang kaya (15)
1. Orang tulus bangkit, bukankah itu melebihi mereka
2. Perawakan orang kaya dihancurkan alam maut

(IV) Manusia haruslah sedar (16-21)
1. Hanyalah Allah yang selamatkan jiwa manusia (16-17)
a. Tidak akan turun ke dunia orang mati

b. Tidak takut apabila kemudian orang kaya bertambah
~ Kekayaan tidak dapat meluputkan seseorang dari maut

2. Jangan memegahkan diri kerana kekayaan (19-21)
1. Orang congkak menutupi bekas jejak nenek moyang
~ Tidak akan melihat terang untuk seterusnya

2. Tidak berjaga-jaga tatkala dalam kekayaan
~ Disamakan dengan haiwan yang dibinasakan

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 48

Sion, kota Allah

1 Nyanyian.
Mazmur bani Korah.

2 Besarlah TUHAN dan sangat terpuji
di kota Allah kita!

3 Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang permai,
adalah kegirangan bagi seluruh bumi;
gunung Sion itu, jauh di sebelah utara,
kota Raja Besar.

4 Dalam puri-purinya
Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai benteng.

5 Sebab lihat, raja-raja datang berkumpul,
mereka bersama-sama berjalan maju;

6 demi mereka melihatnya, mereka tercengang-cengang,
terkejut, lalu lari kebingungan.

7 Kegentaran menimpa mereka di sana;
mereka kesakitan seperti perempuan yang hendak melahirkan.

8 Dengan angin timur Engkau memecahkan kapal-kapal Tarsis.

9 Seperti yang telah kita dengar, demikianlah juga kita lihat,
di kota TUHAN semesta alam, di kota Allah kita;
Allah menegakkannya untuk selama-lamanya.

10 Kami mengingat, ya Allah, kasih setia-Mu di dalam bait-Mu.

11 Seperti nama-Mu, ya Allah,
demikianlah kemasyhuran-Mu sampai ke ujung bumi;
tangan kanan-Mu penuh dengan keadilan.

12 Biarlah gunung Sion bersukacita;
biarlah anak-anak perempuan Yehuda bersorak-sorak
oleh karena penghukuman-Mu!

13 Kelilingilah Sion dan edarilah dia, hitunglah menaranya,

14 perhatikanlah temboknya, jalanilah puri-purinya,
supaya kamu dapat menceriterakannya kepada angkatan yang kemudian:

15 Sesungguhnya inilah Allah,
Allah kitalah Dia seterusnya dan untuk selamanya!
Dialah yang memimpin kita!

Tajuk:
Kota diraja yang perkasa

Tema:
Memuji kemuliaan dan keindahan kota Sion

Latar belakang:
Latar belakang fasal ini kemungkinan bersamaan dengan kedua-dua fasal sebelumnya, yaitu waktu pengarangan nyanyian ini ialah samada pada waktu Sanherib mengepung kota ataupun kemungkinan pada waktu pemerintahan Yosafat dikepung oleh tentera bersekutu bangsa-bangsa asing. Pendapat yang kedua berkata: Fasal 46 dinyanyikan di Lembah Pujian manakala fasal ini dinyanyikan umat Israel sewaktu kembali tiba di Yerusalem dan Bait Suci. Kalau merujuk-bandingkan ayat 10 dengan II Taw 20:27, juga apa yang dikatakan di ayat 8 dengan II Taw 20:37; I Raj 22:48, nampaknya ada hubung-kaitnya. Pada waktu tersebut raja Yosafat dan tentera musuh sedang berkumpul di padang gurun Tekoa (II Taw 20:20), yaitu kira-kira tiga jam perjalanan daripada kota Yerusalem, berjalan begitu jauh daripada kota, maka amat sukar untuk kita memahami apa yang ditulis dalam ayat 5 dan 10.

Kategori:
1. Adalah sefasal nyanyian kemenangan, ataupun sefasal nyanyian perarakan. Setelah para imam dan umat beribadah dan menyanyi di dalam Bait Suci, mereka akan keluar berarak mengelilingi kota, sambil berjalan sambil bermazmur memuji-muji Sion.

2. Juga sefasal nyanyian nubuatan, menyatakan Kristus pasti mengalahkan musuh, tentang kemuliaan Kota Suci yang semarak indah untuk selama-lamanya.

Hubungan dengan gulungan kitab lain:
Adalah bersambungan kepada fasal 46 dan 47, suatu nyanyian gabungan, di mana semuanya adalah nyanyian kemenangan diselamatkan Tuhan. Fasal 46 menyanyi tentang musuh mengepung kota, fasal 47. Raja Yang Maha Perkasa dan fasal 48 berkenaan Kota Diraja Yang didiami Raja Maha Perkasa.

Garis kasar:
(I) Kemuliaan dan keindahan kota suci (2-4)

1. Besar (2)
~ Besarlah Tuhan, kota raja besar

2. Menjulang tinggi (2)
~ Sangat terpuji gunungNya yang kudus

3. Indah megah (3)
~ Menjulang permai di sebelah utara

4. Manis dan elok (3)
~ Adalah kegirangan bagi seluruh bumi

5. Selamat (4)
~ Allah memperkenalkan diriNya

(II) Kewibawaan kota suci (5-9)
1. Raja-raja melihat kota, mereka tercengang-cengang, terkejut lalu lari kebingungan.

2. Musuh kesakitan umpama perempuan yang hendak melahirkan
~ Ditimpa kegentaran

3. Seperti angin timur memecahkan kapal-kapal Tarsis

4. Seperti yang telah kita dengar

5. Allah pasti menegakkan kota ini

(III) Kemuliaan Kota Suci (10-12)
a. Penuh dengan kasih setia Tuhan
b. Penuh dengan keadilan Tuhan
c. Penuh dengan puji-pujian manusia
d. Penuh dengan sukacita manusia

(IV) Rahmat Kota Suci (13-15)
1. Boleh diketahui dengan mengelilingi Sion
a. Hitunglah menaranya
b. Perhatikanlah temboknya
c. Jalanilah puri-purinya
d. Ceritakan kepada angkatan yang kemudian

2. Allah yang menuntun jalan seumur hidupku
~ Dialah Allah seterusnya dan untuk selamanya