|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 40

Syukur dan doa

1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud.

2 Aku sangat menanti-nantikan TUHAN;
lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong.

3 Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan,
dari lumpur rawa;
Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu,
menetapkan langkahku,

4 Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku
untuk memuji Allah kita.
Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut,
lalu percaya kepada TUHAN.

5 Berbahagialah orang,
yang menaruh kepercayaannya pada TUHAN,
yang tidak berpaling kepada orang-orang yang angkuh,
atau kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan!

6 Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya TUHAN, Allahku,
perbuatan-Mu yang ajaib dan maksud-Mu untuk kami.
Tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Engkau!
Aku mau memberitakan dan mengatakannya,
tetapi terlalu besar jumlahnya untuk dihitung.

7 Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian,
tetapi Engkau telah membuka telingaku;
korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut.

8 Lalu aku berkata : “Sungguh, aku datang;
dalam gulungan kitab ada tertulus tentang aku;

9 aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku;
Taurat-Mu ada dalam dadaku.”

10 Aku mengabarkan keadilan
dalam jemaah yang besar;
bahkan tidak kutahan bibirku,
Engkau juga yang tahu, ya TUHAN.

11 Keadilan tidaklah kusembunyikan dalam hatiku,
kesetiaan-Mu dan keselamatan dari pada-Mu kubicarakan,
kasih-Mu dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan
kepada jemaah yang besar.

12 Engkau, TUHAN, janganlah menahan rahmat-Mu dari padaku,
kasih-Mu dan kebenaran-Mu kiranya menjaga aku selalu!

13 Sebab malapetaka mengepung aku
sampai tidak terbilang banyaknya.
Aku telah terkejar oleh kesalahanku,
sehingga aku tidak sanggup melihat;
lebih besar jumlahnya dari rambut di kepalaku,
sehingga hatiku menyerah.

14 Berkenanlah kiranya Engkau, ya TUHAN,
untuk melepaskan aku;
TUHAN, segeralah menolong aku!

15 Biarlah mendapat malu dan tersipu-sipu
mereka semua yang ingin mencabut nyawaku;
biarlah mundur dan kena noda
mereka yang mengingini kecelakaanku!

16 Biarlah terdiam kerana malu
mereka yang mengatai aku : “Syukur,syukur!”

17 Biarlah bergembira dan bersukacita kerana Engkau
semua orang yang mencari Engkau;
biarlah mereka yang mencintai keselamatan dari pada-Mu
tetap berkata “TUHAN, itu besar!”

18 Aku ini sengsara dan miskin,
tetapi TUHAN memperhatikan aku.
Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku,
ya Allahku, janganlah lambat!

Tajuk : Anugerah Tuhan senantiasa menjaga

Tema: Setiap yang bersandar kepada Tuhan pasti diselamatkan terlepas dari kesesakan

Latar belakang:
1. Sebelum Daud menjadi raja, perubahan tiba secara mendadak dan bertubi-tubi (Ziklag dibakar, orang Amalek tumpas, orang Filistin menang, pemburuan Saul, kematian Yonatan ……) kesemua tersebut berlaku hanya dalam beberapa hari. Justeru itu, emosi Daud sangat terganggu lalu ia membuat nyanyian ini (I Sam 30; II Sam 1)

2. Ada yang berkata nyanyian ini dibuat oleh Daud setelah ia menjadi raja, melarikan diri dari pemburuan Absalom (II Sam 15:17-18)

3. Terdapat orang berkata bahwa bahagian pertama ayat 2-11 adalah pengalaman sebelum menjadi raja, manakala bahagian kedua 12-18 dibuat pada waktu pemberontakan Absalom

Kategori:
Bahagian pertama ialah nyanyian pujian peribadi (2-11) dan bahagian kedua ialah nyanyian ratapan peribadi (12-18)

Hubungan dengan gulungan kitab lain:
1. Ibr 10:5-9 menggunakan ayat 7-10 dalam fasal ini untuk menjelaskan nubuat tentang penderitaan Tuhan Yesus [Dia datang untuk melakukan kehendak Tuhan, persembahkan tubuh sendiri, menjadi korban penghapus dosa semua manusia, akhirnya mengalahkan musuh, dosa kejahatan dan maut]

2. Mazmur fasal 70 adalah sama sepenuhnya dengan ayat 14-18 fasal ini dan dinamakan “Nyanyian Peringatan Daud”, membuktikan itu adalah pengalaman Daud yang benar.

Garis kasar:
(I) Puji-pujian anugerah keselamatan yang dialami (2-6)

1. Syarat-syarat menerima anugerah (2)
a. Aku sangat menanti-nantikan Tuhan
b. Aku berteriak memohon kepada Tuhan
c. Allah rela mendengar

2. Pengalaman menerima anugerah (3-4)
(a) Allah mengangkat aku dari lobang kebinasaan (3a)
~ Penebusan di dalam dosa

(b) Allah menempatkan kakiku di atas bukit batu (3b)
~ Berdiri teguh dengan bersadarkan anugerah

(c) Allah memberikan nyanyian baru dalam mulutku (4)
~ Menawan seseorang bersandar kepada Tuhan

3. Puji-pujian menerima anugerah (5-6)
a. Berbahagia orang yang menaruh kepercayaannya pada Tuhan (5)
~ Boleh menghindarkan keangkuhan dan kebohongan

b. Terlalu menghindarkan keangkuhan dan kebohongan

(II) Persembahan kesyukuran (7-11)
1. Korban yang dikehendaki Tuhan (7-9)
a. Tidak berkenan kepada korban sembelihan

b. Persembahan diri sebagai persembahan hidup (8)
1. Membuka telingaku; menunjukkan rela berbalik (Kel 21:6 ; Ul 15:17)
2. Dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku; bernubuat tentang Kristus menderita kesiksaan menjadi persembahan hidup

2.Mengabarkan perbuatan-perbuatan ajaibNya (10-11)
a. Kabarkan keadilan Tuhan (10)
b. Bicarakan kesetiaan dan kebenaranNya (11)

(III) Permohonan rendah hati dan bertobat (12-18)
1. Memohon menjaga hatiku (12-14)
a. Kiranya menjaga aku di dalam rahmat dan kebenaranMu (12)
b. Tidak membiarkan malapetaka dan dosa mengepung aku (13)
c. Bersegeralah melepaskan dan menolong aku (14)

2. Mohon melepaskan dari bahaya (15-18)
a. Kiranya musuh mengundur (15-16)
b. Kiranya setiap yang mencari Allah akan diselamat-lepaskan (17-18)

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 39

Doa minta tolong

1 Untuk pemimpin biduan. Untuk Yedutun. Mazmur Daud.

2 Pikirku: “Aku hendak menjaga diri,
supaya jangan aku berdosa dengan lidahku;
aku hendak menahan mulutku dengan kekang
selama orang fasik masih ada di depanku.”

3 Aku kelu, aku diam,
aku membisu, aku jauh dari hal yang baik;
tetapi penderitaanku makin berat.

4 Hatiku bergejolak dalam diriku,
menyala seperti api, ketika aku berkeluh kesah;
aku berbicara dengan lidahku;

5 “Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku,
dan apa batas umurku,
supaya aku mengetahui betapa fananya aku!

6 Sungguh, hanya beberapa telempap saja Kautentukan
umurku;
bagi-Mu hidupku seperti sesuatu yang hampa.
Ya, setiap manusia hanyalah kesia-siaan!

7 Ia hanyalah bayangan yang berlalu!
Ia hanya mempeributkan yang sia-sia
dan menimbun, tetapi tidak tahu, siapa yang meraupnya
nanti.

8 Dab sekarang, apakah yang kunantikan-nantikan, ya Tuhan?
kepada-Mulah aku berharap.

9 Lepaskanlah aku dari segala pelanggaranku,
jangan jadikan aku celaan orang bebal!

10 Aku kelu, tidak kubuka mulutku,
sebab Engkau sendirilah yang bertindak.

11 Hindarkanlah aku dari pada pukulan-Mu,
aku remuk kerana serangan tangan-Mu.

12 Engkau menghajar seseorang
dengan hukuman kerana kesalahannya,
dan menghancurkan keelokannya sama seperti gegat;
sesungguhnya, setiap manusia adalah kesia-siaan belaka.

13 Dengarkanlah doaku, ya TUHAN,
dan berilah telinga kepada teriakku minta tolong,
janganlah berdiam diri melihat air mataku!
Sebab aku menumpang pada-Mu,
aku pendatang gseperti semua nenek moyangku.

14 Alihkanlah padangan-Mu dari padaku,
supaya aku bersukacita
sebelum aku pergi dan tidak ada lagi!”

Tajuk :
Pengharapan di daalm kesia-siaan

Tema:
Dunia sesungguhnya banyak kesia-siaan, hanyalah Tuhan satu-satunya sandaran yang kukuh

Latar belakang:
1. Fasal ini kemungkinan ditulis oleh Daud pada usia tuanya (ruj: ayat 6,11,14)

2. Fasal ini adalah lanjutan kepada fasal 38, Pengarang meluahkan gambaran tentang keadaan penderitaan dan kesiksaan hidup insan di dunia. Dia memahami bahwa punca penderitaan ialah berbuat dosa, juga dari hukuman Allah. Justru itu dia buat pura-pura tidak tahu akan ketidak-adilan yang berlaku, namun bisikan di dalam hati meluap-luap kerana tidak dapat bertindak sendiri, cuma dapat meluahkannya kepada Tuhan, lalu reda perasaan marah di dalam hati. Sehubungan itu didapati fasal ini penuh dengan pengharapan dan penghiburan. Walaupun jatuh dalam pengujian, namun telah menemui tempat naungan tersembunyi untuk bergaul dengan Tuhan (II Sam 16:5-14)

Kategori:
Nyanyian ratapan peribadi : “Yedutun” ialah salah seorang daripada tiga pemimpin utama kumpulan penyanyi di dalam Bait Suci (I Taw 16:41, 42; 25:1-6; 35:15)

Hubungan dengan gulungan kitab lain:
a. Nyanyian untuk Yedutun juga terdapat dalam dua fasal yang lain, yaitu fasal 62 dan 77
b.

Doa minta tolong

1 Untuk pemimpin biduan. Untuk Yedutun. Mazmur Daud.

2 Pikirku: “Aku hendak menjaga diri,
supaya jangan aku berdosa dengan lidahku;
aku hendak menahan mulutku dengan kekang
selama orang fasik masih ada di depanku.”

3 Aku kelu, aku diam,
aku membisu, aku jauh dari hal yang baik;
tetapi penderitaanku makin berat.

4 Hatiku bergejolak dalam diriku,
menyala seperti api, ketika aku berkeluh kesah;
aku berbicara dengan lidahku;

5 “Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku,
dan apa batas umurku,
supaya aku mengetahui betapa fananya aku!

6 Sungguh, hanya beberapa telempap saja Kautentukan
umurku;
bagi-Mu hidupku seperti sesuatu yang hampa.
Ya, setiap manusia hanyalah kesia-siaan!

7 Ia hanyalah bayangan yang berlalu!
Ia hanya mempeributkan yang sia-sia
dan menimbun, tetapi tidak tahu, siapa yang meraupnya
nanti.

8 Dab sekarang, apakah yang kunantikan-nantikan, ya Tuhan?
kepada-Mulah aku berharap.

9 Lepaskanlah aku dari segala pelanggaranku,
jangan jadikan aku celaan orang bebal!

10 Aku kelu, tidak kubuka mulutku,
sebab Engkau sendirilah yang bertindak.

11 Hindarkanlah aku dari pada pukulan-Mu,
aku remuk kerana serangan tangan-Mu.

12 Engkau menghajar seseorang
dengan hukuman kerana kesalahannya,
dan menghancurkan keelokannya sama seperti gegat;
sesungguhnya, setiap manusia adalah kesia-siaan belaka.

13 Dengarkanlah doaku, ya TUHAN,
dan berilah telinga kepada teriakku minta tolong,
janganlah berdiam diri melihat air mataku!
Sebab aku menumpang pada-Mu,
aku pendatang gseperti semua nenek moyangku.

14 Alihkanlah padangan-Mu dari padaku,
supaya aku bersukacita
sebelum aku pergi dan tidak ada lagi!”

Tajuk :
Pengharapan di daalm kesia-siaan

Tema:
Dunia sesungguhnya banyak kesia-siaan, hanyalah Tuhan satu-satunya sandaran yang kukuh

Latar belakang:
1. Fasal ini kemungkinan ditulis oleh Daud pada usia tuanya (ruj: ayat 6,11,14)

2. Fasal ini adalah lanjutan kepada fasal 38, Pengarang meluahkan gambaran tentang keadaan penderitaan dan kesiksaan hidup insan di dunia. Dia memahami bahwa punca penderitaan ialah berbuat dosa, juga dari hukuman Allah. Justru itu dia buat pura-pura tidak tahu akan ketidak-adilan yang berlaku, namun bisikan di dalam hati meluap-luap kerana tidak dapat bertindak sendiri, cuma dapat meluahkannya kepada Tuhan, lalu reda perasaan marah di dalam hati. Sehubungan itu didapati fasal ini penuh dengan pengharapan dan penghiburan. Walaupun jatuh dalam pengujian, namun telah menemui tempat naungan tersembunyi untuk bergaul dengan Tuhan (II Sam 16:5-14)

Kategori:
Nyanyian ratapan peribadi : “Yedutun” ialah salah seorang daripada tiga pemimpin utama kumpulan penyanyi di dalam Bait Suci (I Taw 16:41, 42; 25:1-6; 35:15)

Hubungan dengan gulungan kitab lain:
a. Nyanyian untuk Yedutun juga terdapat dalam dua fasal yang lain, yaitu fasal 62 dan 77

b. Selalu digunakan dalam upacara perkabungan seperti fasal 90

c. Amat bersamaan dengan Kitab Ayub dalam aspek ideal kehidupan, segala yang dihadapi dan pemikiran kehidupan

Garis kasar:
(I) Menjaga pertuturan dan perbuatan (2-7)
1. Tidak mengeluarkan kata-kata jahat (2)
a. supaya jangan berbuat dosa

b. Menahan mulut dengan kekang di hadapan orang fasik
~ Tidak memperdulikan tindasan orang fasik

2. Tidak menahan kata-kata baik (3)
a. Penderitaan makin berat kalau tidak mengeluarkan perkataan baik
b. Hati bergejolak seperti nyala api, mulut membincarakan yang baik

(II) Hanyalah Tuhan sandarannya (5-8)
1. Pemberitahuan Tuhan tentang keselamatan (5-7)
a. Kenalpasti hidup manusia tidak panjang
b. Kenalpasti hidup manusia yang penuh kesia-siaan
c. Kenalpasti akan kesia-siaan jerih payah

2. Berharap hanya kepada Tuhan (8)

(III) Taat di dalam pengujian (9-12)
1. Lepaskan aku dari musuh (9)
~ Jangan dicela

2. Hindarkan dari hukuman (11)
~ Sebaik sahaja Allah memukul, remuklah manusia

3. Hapuskan segala kesia-siaan (12)
~ Dosa pasti lenyap umpama pakaian dimakan gegat

(IV) Memohon dengan mencucurkan air mata (13-14)
1. Memohon Tuhan mendengar (13)
a. Hidup manusia umpama pendatang, penuh penderitaan
b. Sama seperti pengalaman nenek moyang

2. Memohon Tuhan memberi kekuatan (14)
~ Tidak menyesal kalau mati

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 38

Doa pada waktu sakit

1 Mazmur Daud pada waktu mempersembahkan korban peringatan.

2 TUHAN, janganlah menghukum aku dalam geram-Mu,
dan janganlah menghajar aku dalam kepanasan murka-Mu;

3 Sebab anak panah-Mu menembus aku,
tangan-Mu telah turun menimpa aku.

4 Tidak ada yang sehat pada dagingku oleh kerana
amarah-Mu.
tidak ada yang selamat pada tulang-tulangku oleh kerana
dosaku;

5 sebab kesalahanku telah menimpa kepalaku;
semaunya seperti beban berat yang menjadi terlalu berat bagiku.

6 Luka-lukaku berbau busuk, bernanah
oleh kerana kebodohanku;

7 aku terbungkuk-bungkuk, sangat tertunduk;
sepanjang hari aku berjalan dengan dukacita.

8 Sebab pinggangku penuh radang,
tidak ada yang sehat pada dagingku;

9 aku kehabisan tenaga dan remuk redam,
aku merintih kerana degap-regup jantungku.

10 Tuhan, Engkau mengetahui segala keinginanku,
dan keluhku pun tidak tersembunyi bagi-Mu;

11 jantungku berdebar-debar, kekuatanku hilang,
dari cahaya mataku pun lenyap dari padaku.

12 Sahabat-sahabatku dan teman-temanku menyisih kerana
penyakit,
dan sanak saudaraku menjauh.

13 Orang-orang yang ingin mencabut nyawaku memasang jerat,
orang-orang yang mengikhtiarkan celakaku, memikirkan kehancuran
dan merancangkan tipu daya sepanjang hari.

14 tetapi aku ini seperti orang tuli, aku tidak mendengar,
seperti orang bisu yang tidak membuka mulutnya;

15 ya, aku ini seperti orang yang tidak mendengar,
yang tak ada bantahan dalam mulutnya.

16 Sebab kepada-Mu, ya TUHAN, aku berharap;
Engkaulah yang akan menjawab, ya Tuhan, Allahku.

17 Pikirku : “Asal mereka jangan beria-ria kerana aku,
jangan membesarkan diri terhadap aku apabila kakiku goyah!”

18 Sebab aku mulai jatuh kerana tersandung,
dan aku selalu dirundung kesakitan;

19 ya, aku mengaku kesalahanku,
aku cemas kerana dosaku.

20 Orang-orang yang memusuhi aku besar jumlahnya,
banyaklah orang-orang yang membenci aku tanpa sebab;

21 mereka membalas yang jahat kepadaku ganti yang baik,
mereka memusuhi aku, kerana aku mengejar yang baik.

22 Jangan tinggalkan aku, ya Tuhan, Allahku.
janganlah jauh dari padaku!

23 Segeralah menolong aku,
ya, Tuhan, keselamatanku!

Tajuk:
Ratapan permohonan di dalam penderitaan

Tema:
Daud mengakui dosa pelanggaran sendiri, memohon Tuhan menyembuhkan kelukaan

Latar belakang:
1. Fasal ini adalah sefasal nyanyian memoir di dalam kitab Mazmur.

2. Tujuan utama Daud menuliskan nyanyian ini ialah memperingati 3 perkara yang sangat penting :
a. Untuk memperingati bahwa selalunya penderitaan adalah berkaitan dengan dosa

b. Untuk memperingati kalau bergantung kepada manusia di dalam waktu-waktu kesesakan, sesungguhnya adalah sia-sia dan tidak akan mendapat sebarang pertolongan.

c. Untuk memperingatkan sekiranya seseorang insan hidup menderita di dunia, satu-satunya sandaran ialah Tuhan Allah

3. Nyanyian ini dinyanyikan orang-orang Yahudi sewaktu mempersembahkan korban pada hari raya Pendamaian [tanggal yang kesepuluh bulan yag ketujuh]

Kategori:
Nyanyian ratapan peribadi dan tergolong juga sebagai nyanyian penyesalan dosa yang kesemuanya ada 7 buah (6, 32, 38, 51, 102, 130, 143)

Hubungan dengan gulungan kitab lain:
Bersamaan dengan fasal 70 dan 40 yaitu tergolong sebagai nyanyian peringatan. Fasal ini menghuraikan tentang penderitaan selama dosa belum diselesaikan. Fasal 51 berkenaan penyelesaian dosa dan fasal 32 ialah sukacita setelah dosa diselesaikan

Garis kasar:
(I) Menghuraikan tentang bebanan dosa (2-9)
1. Kedasyhatan murka Tuhan ( 2-4a)
a. Tidak akan dapat bertahan dalam penghukuman Tuhan (2)
b. Seperti anak panah menembus aku (3)
c. Seperti tangan yang menimpa aku (3)
d. Tidak ada yang sehat pada dagingku (4a)

2. Dosa pelanggaranku sangat berat (4b-5)
a. Tidak ada yang selamat pada tulang-tulangku (4b)
b. Beban dosa menjadi terlalu berat bagiku (5)

3. Kebodohanku menakutkan (6-9)
a. Luka-luka berbau busuk, bernanah
b. Sepanjang hari berdukacita: terbungkuk-bungkuk, sangat tertunduk (7)
c. Pingganku penuh radang: Kehilangan tenaga (8)
d. Degap-degup jantungku: Kehabisan tenaga dan remuk redam (9)

(II) Berkeluh akan kedinginan umat dunia (10-15)
1. Menyatakan kelemahan sendiri kepada Tuhan (10-11)
a. Memohon Tuhan selidiki hatiku yang bertaubat (10)
b. Memohon Tuhan mengasihani jiwa raguku yang tidak berkekuatan (11)

2. Memberitahu Tuhan tentang teman-teman yang tidak berperasaan (12)

3. Menyatakan kepada Tuhan tentang tipu daya musuh (13)
~ Menyerang-tindaskan keazamanku untuk bertaubat

4. Menentang serangan orang-orang jahat dengan mendiamkan diri (14-15)
a. Seperti orang tuli tidak mendengar
b. Seperti orang bisu tidak membuka mulut

(III) Berharap kepada Tuhan dengan segenap hati
1. Tuhan pasti menjawab (16-17)
~ Musuh akan merampasi kemuliaan Allah apabila kakiku goyah

2. Mengakui dosa dengan berani (18-19)
a. Walaupun selalu dirundung kesakitan
b. Aku cemas kerana dosaku

3. Mengejar yang baik (20-21)
a. Sekalipun musuh makmur (20)
b. Membalas yang jahat kepadaku ganti yang baik

4. Memohon Tuhan melepaskan aku (22-23)
a. Jangan tinggalkan aku
b. Segeralah menolong aku

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 37

Kebahagiaan orang fasik semu

1 Dari Daud,
Jangan marah kerana orang yang berbuat jahat,
jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang;

2 sebab mereka segera lisut seperti rumput
dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau.

3 Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik,
diamlah di negeri dan berlakulah setia,

4 dan bergembiralah kerana TUHAN;
maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.

5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah
kepada-Nya,
dan Ia aakn bertindak;

6 Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang,
dan hakmu seperti siang.

7 Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia;
jangan marah kerana orang yang berhasil dalam hidupnya,
kerana orang yang melakukan tipu daya.

8 Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu,
janganlah marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.

9 Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan,
tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan akan mewarisi negeri.

10 Kerana sedikit waktu lagi, maka lenyaplah orang fasik;
jika engkau memperhatikan tempatnya, maka ia sudah tidak ada lagi.

11 Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri
dan bergembira kerana kesejahteraan yang berlimpah-limpah.

12 Orang fasik merencanakan kejahatan terhadap orang benar
dan menggertakkan giginya terhadap dia;

13 Tuhan menertawakan orang fasik itu,
sebab Ia melihat bahwa harinya sudah dekat.

14 Orang-orang fasik menghunus pedang
dan melentur busur mereka
untuk merobohkan orang-orang sengsara dan orang-orang
miskin,
untuk membunuh orang-orang yang hidup jujur;

15 tetapi pedang mereka akan menikam dada mereka sendiri,
dan busur mereka akan dipatahkan.

16 Lebih baik yang sedikit pada orang benar
dari pada yang berlimpah-limpah pada orang fasik;

17 sebab lengan orang-orang fasik dipatahkan,
tetapi TUHAN menopang orang-orang benar.

18 TUHAN mengetahui hari-hari orang yang saleh,
dan milik pusaka mereka akan tetap selama-lamanya.

19 mereka tidak akan mendapat malu pada waktu kecelakaan,
dan mereka akan menjadi kenyang pada hari-hari kelaparan.

20 Sesungguhnya, orang-orang fasik aakn binasa;
musuh TUHAN seperti keindahan padang rumput:
mereka habis lenyap, habis lenyap bagaikan asap.

21 Orang fasik meminjam dan tidak membayar kembali,
tetapi orang benar adalah pengasih dan pemurah.

22 Sesungguhnya, orang-orang yang diberkati-Nya akan mewarisi negeri,
tetapi orang-orang yang dikutuki-Nya akan dilenyapkan.

23 TUHAN menetapkan langkah-langkah orang
yang hidupnya berkenan kepada-Nya;

24 apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak,
sebab TUHAN menopang tanganya.

25 Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua,
tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan,
atau anak cucunya meminta-minta roti;

26 tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman,
dan anak cucunya menjadi berkat.

27 Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik,
maka engkau akan tetap tinggal untuk selama-lamanya;

28 Sebab TUHAN mencintai hukum,
dan Ia tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya.
Sampai selama-lamanya mereka akan terpelihara,
tetapi anak cucu orang-orang fasik akan dilenyapkan.

29 Orang-orang benar akan mewarisi negeri
dan tinggal di sana senantiasa.

30 Mulut orang benar mengucapkan hikmat,
dan lidahnya mengatakan hukum;

31 Taurat Allahnya ada di dalam hatinya,
langkah-langkahnya tidak goyah.

32 Orang fasik mengintai orang benar
dan berikhtiar membunuhnya;

33 TUHAN tidak menyerahkan orang benar itu ke dalam tangannya,
Ia tidak membiatkannya dinyatakan fasik pada waktu diadili.

34 Nantikanlah TUHAN dan tetap ikutilah jalan-Nya,
maka Ia akan mengangkat engkau untuk mewarisi negeri,
dan engkau akan melihat orang-orang fasik dilenyapkan.

35 Aku melihat seorang fasik yang gagah sombong,
yang tumbuh mekar seperti pohon aras Libanon;

36 ketika aku lewat, lenyaplah ia,
aku mencarinya, tetapi tidak ditemui.

37 Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur,
sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan;

38 tetapi pendurhaka-pendurhaka akan dibinasakan
bersama-sama,
dan masa depan orang-orang fasik akan dilenyapkan.

39 Orang-orang benar diselamatkan oleh TUHAN;
Ia adalah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan;

40 TUHAN menolong mereka dan meluputkan mereka,
Ia meluputkan mereka dari tangan orang-orang fasik dan
menyelamatkan mereka,
sebab mereka berlindung pada-Nya.

Tajuk:
Menantikan Tuhan Dengan Sabar Di Tengah-Tengah Angkatan Yang Fasik

Tema:
Jangan marah maupun merasa tidak senang hati kerana orang-orang fasik berhasil; haruslah menantikan penghakiman Tuhan dengan sabar.

Latar belakang:
1. Daripada ayat 25 boleh diketahui ini adalah hasil karya Daud

2. “Keluhan akan ketidak-adilan” sememangnya kelaziman manusia, misalnya Natan menegor Daud (II Sam 12:7); Tuhan Yesus mengecam orang-orang Farisi (Mat 23). Namun kalau hati sendiri merasa tidak senang lalu turut berbuat jahat, dan merasa dengki ~ itu adalah sesuatu yang tidak baik. Justeru itu, berdasarkan pengalaman hidup kepercayaannya Daud kini menjelaskan bahwa Allah sesekali tidak memandang bulu dan setiap orang harus menantikan dengan sabar penghakiman Tuhan.

Kategori:
Fasal ini adalah nyanyian mengikut susunan abjad

Hubungan dengan gulungan kitab lain:
Fasal ini berbincang perihal orang benar menderita manakala orang fasik berhasil. Ia amat bersamaan dengan Mzm fasal 49 dan 73, juga serba bersamaan dengan isi kandungan yang dibincangkan di dalam kitab Ayub

Garis kasar:
(I) Janganlah marah maupun iri hati (1-6)
1. Kegembiraan orang fasik tidak berpanjangan (1-2)
a. Mereka segera lisut seperti rumput
b. Mereka layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau

(2) Berlakulah setia (3) (Kitab BC: Kesetiaan Allah sebagai bekalan)
~ Berbuat baik bersandarkan Allah

(3) Bergembira kerana Tuhan (4)
a. Allah pasti mengabulkan apa yang diminta
~ Berserah dan percayalah

b. Memunculkan kebenaran seperti terang

c. Hakmu seperti siang

(II) Janganlah marah sehingga berbuat jahat (7-17)
1. Bersandar dengan diam diri (7-8)
a. Sekalipun orang fasik berhasil
b. Tidak teladani perbuatan jahat mereka
c. Berhentilah marah

2. Orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan (9)
~ Setiap yang menanti-nanti akan mewarisi negeri

3. Tidak ada lagi orang-orang jahat (10-11)
a. Orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri
b. Bergembira kerana kesejahteraan yang berlimpah-limpah

4. Orang-orang fasik akan dihukum (12-15)
a. Kerana mencelakakan orang-orang benar
b. Tuhan akan mentertawakan mereka
c. Orang jahat mencelakai orang, sebaliknya mencelakai diri sendiri

5. Tuhan pasti menopang orang-orang benar (16-17)
a. Lebih baik yang sedikit pada orang benar daripada yang berlimpah-limpah pada orang fasik
b. Sebab Allah akan mematahkan lengan orang-orang fasik

(III) Allah akan membuat perbedaan antara yang baik dengan yang jahat (18-22)
1. Tuhan mengetahui hari-hari orang saleh (18-19)
a. Milik pusaka mereka tetap selama-lamanya
b. Mereka tidak akan mendapat malu pada waktu kecelakaan
c. Mereka akan menjadi kenyang pada hari-hari kelaparan

2. Allah akan membinasakan orang-orang fasik (20)
a. Mereka akan habis lenyap bagaikan asap
~ Sekalipun mereka seperti keindahan padang rumput

3. Balasan atas yang baik dan jahat adalah berlainan (21-22)
a. Orang-orang yang diberkati akan mewarisi negeri
~ Orang benar adalah pengasih

b. Orang-orang yang dikutuk akan dilenyapkan
~ Orang fasik meminjam dan tidak membayar kembali

(IV) Tuhan akan berbuat baik ke atas orang benar (23-25)
1. Menetapkan langkah-langkah orang benar (23-24)
a. Hidupnya berkenan kepada Tuhan
b. Allah akan menopangnya sehingga tidak jatuh maupun tergeletak

2. Memberkati orang benar dan anak cucunya (25)
a. Orang benar tidak ditinggalkan
b. Tidak pernah anak cucunya meminta-minta roti

(V) Haruslah setiap insan mencontohi orang benar (26-34)
1. Menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman (26)
~ Anak cucunya menjadi berkat

2. Jauhi yang jahat, lakukan yang baik (27-39)
a. Akan tetapi tinggal untuk selama-lamanya

b. Akan dipelihara oleh Tuhan
1. Tuhan mencintai hukum (keadilan)
2. Tuhan melenyapkan orang-orang fasik

c. Akan mewarisi negeri untuk selama-lamanya

3. Harus menyimpan Taurat Tuhan di dalam hati (30-33)
a. Mulut mengucapkan hikmat
b. Lidah mengatakan hukum
c. Langkah-langkahnya tidak goyoh
d. Tuhan tidak menyerahkannya ke dalam tangan orang-orang fasik
e. Tidak membiarkannya dinyatakan fasik pada waktu diadili

4. Nantikanlah Tuhan dan tetaplah ikut jalanNya
a. Pasti diangkat
b. Pasti mewarisi negeri
c. Pasti melihat orang-orang fasik dilenyapkan

(VI) Kesudahann yang baik dan jahat tidak sama (35-40)
1. Orang-orang fasik akan dibinasakan pada akhirnya (35,36,38)
~ Kekuasaan orang fasik upaa bunga yang kelihatan kembang seketika

2. Orang benar mempunyai kesudahan yang baik (37,39,40)
a. Perhatikanlah orang yang tulus dan orang yang jujur
b. Diselamatkan Tuhan pada waktu kesesakan.

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 36

Kefasikan orang berdosa dan kasih setia Allah (Mazmur 36:1-13)

1 Untuk pemimpin biduan. Dari hamba TUHAN, dari Daud.

2 Dosa bertutur di lubuk hati orang fasik;
rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu,

3 sebab ia membujuk dirinya,
sampai orang mendapati kesalahannya dan membencinya.

4 Perkataan dari mulutnya ialah kejahatan dan tipu daya,
ia berhenti berlaku bijaksana dan berbuat baik.

5 Kejahatan dirancangkannya di tempat tidurnya,
ia menempatkan dirinya di jalan yang tidak baik;
apa yang jahat tidak ditolaknya.

6 Ya TUHAN, kasih-Mu sampai ke langit,
setia-Mu sampai ke awan.

7 Keadilan-Mu adalah seperti gunung-gunung Allah,
hukum-Mu bagaikan samudera raya yang hebat.
Manusia dan hewa Kauselamatkan, ya TUHAN.

8 Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah!
Anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu.

9 Mereka mengenyangkan dirinya dengan lemak di rumah-Mu;
Engkau memberi mereka minum dari sungai kesenangan-Mu.

10 Sebab pada-Mu ada sumber hayat,
di dalam terang-Mu kami melihat terang.

11 Lanjutkanlah kasih setia-Mu bagi orang yang mengenal Engkau,
dan keadilan-Mu bagi orang yang tulus hati!

12 Janganlah kiranya kaki orang-orang congkak menginjak aku,
dan tangan orang fasik mengusir aku.

13 Lihat, orang-orang yang melakukan kejahatan itu jatuh;
mereka dibanting dan tidak dapat bangun lagi.

Tajuk:
Betapa berharganya kasih setia Tuhan

Tema:
Melihat betapa bernilainya kasih setia asal pemikiran-pemikiran orang-orang fasik

Latar belakang:
Mazmur yang dikarang Daud dan pemimpin biduan untuk dinyanyikan dalam waktu ibadah Bait Suci. Daud telah membuat perbandingan di antara konsep orang-orang jahat terhadap Allah. Dengan hubungan dia sendiri dengan Tuhan, di mana ianya memanifestasikan betapa besarnya berkat menjadi seorang hamba Tuhan. Bagi orang-orang fasik, mereka berani berbuat dosa disebabkan tidak takut akan Tuhan dan menyangka pandangan melihat segala ciptaan Tuhan. Dari satu segi ia memuji memasyhurkan kasih setia dan kekuatan kuasa Tuhan. Dari segi yang lain melihat juga orang-orang fasik yang berbuat jahat.

Kategori:
Tergolong sebagai nyanyian sistematik yang menunjukkan kerinduan dan mencintai Bait Suci dan aturcara ibadah.

Hubungan dengan gulungan kitab lain:
Berkaitan dengan 35:27, memandangkan Allah berkenan manusia menerima damai sejahtera dan sama kategorinya dengan fasal 23, 42, 43, 65, 73, 84, 100, 134

Garis kasar:
(I) Kedahsyatan dosa (2-5)

1. Dosa di dalam lubuk hati (2-3)
a. Dosa bertutur di lubuk hatinya
b. Rasa takut pada Allah tidak ada padanya

(2) Dosa di mulut (4)
a. Perkataannya ialah kejahatan dan tipu daya
b. Berhenti berlaku bijaksana dan berbuat baik

(3) Dosa pada tangan (5)
a. Kejahatan dirancangkannya di tempat tidurnya
b. Kejahatan dilakukan pada siang hari
c. Asyik berkompromi dengan kejahatan

(II) Kebaikan tak terhingga Allah (6-7)
a. kasih sampai ke langit
b. setiap sampai ke awan
c. Keadilan seperti gunung-gunung
d. Hukum bagaikan samudera raya yang hebat
~ Manusia dan hewan diselamatkan

(III) Tempat perlindungan orang-orang benar (8-10)
1. Ada damai sejahtera
~ Kasih setia Allah adalah perlindungan yang terbaik

2. Akan dikenyangkan
~ Menikmati lemak di rumah Tuhan

3. Ada sukacita
~ Minum dari sungai kegirangan

4. Ada hidup kekal
~ padaMu ada sumber hayat

5. Ada terang
~ Di dalam terangMu

(IV) Doa orang benar (11-13)
1. Semoga orang benar akan menang
a. Semoga Tuhan melanjutkan kasih setia kepada orang yang mengenal
b. Berlaku adil ke atas orang-orang yang tulus hati

2. Semoga orang-orang jahat gagal dan binasa
a. Tidak membenarkan orang-orang congkak menginjak
b. Tidak membenarkan orang-orang fasik mengusir
c. BIarlah orang-orang yang melakukan kejahatan itu jatuh dan tidak bangun lagi.

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 35

Doa minta tolong terhadap musuh (Mazmur 25:1-28)

1 Dari Daud.
Berbantahlah, TUHAN, melawan orang yang berbantah dengan aku,
berperanglah melawan orang yang berperang melawan aku!

2 Peganglah perisai dan utar-utar,
bangunlah menolong aku,

3 cabutlah tombak dan kapak
menghadapi orang-orang yang mengejar aku;
katakanlah kepada jiwaku:
“Akulah keselamatanmu!”

4 Biarlah mendapat malu dan kena noda,
orang-orang yang ingin mencabut nyawaku;
biarlah mundur dan tersipu-sipu.

5 Biarlah mereka seperti sekam dibawa angin,
didorong Malaikat TUHAN;

6 biarlah jalan mereka gelap dan licin,
dan Malaikat TUHAN mengejar mereka!

7 Kerana tanpa alasan mereka memasang jaring terhadap aku,
tanpa alasan mereka menggali pelubang untuk nyawaku.

8 Biarlah kebinasaan mendatangi dia dengan tidak disangka-sangka,
jerat yang dipasangnya, biarlah menangkap dia sendiri, biarlah ia jatuh dan musnah!

9 Tetapi aku bersorak-sorak kerana TUHAN,
aku girang kerana keselamatan dari pada-Nya;

10 segala tulangku berkata:
“Ya, TUHAN, siapakah yang seperti Engkau,
yang melepaskan orang sengsara dari tangan orang yang lebih kuat daripadanya,
orang sengsara dan miskin dari tangan orang yang merampasi dia?”

11 Saksi-saksi yang gemar kekerasan bangkit berdiri,
apa yang tidak kuketahui, itulah yang mereka tuntut dari padaku.

12 Mereka membalas kebaikanku dengan kejahatan;
perasaan bulus mencekam aku.

13 Tetapi aku, ketika mereka sakit,
aku memakai pakaian kabung;
aku menyiksa diriku dengan berpuasa,
dan doaku kembali timbul dalam dadaku.

14 seolah-olah temanku atau saudarakulah yang sakit,
demikianlah aku berlaku;
seperti orang yang berkeluh kesah kerana kematian ibu,
demikianlah aku tunduk dengan pakaian kabung.

15 Tetapi ketika aku tersandung jatuh, bersukacitalah mereka
dan berkerumun,
berkerumun melawan aku;
orang-orang asing yang tidak kukenal
menista aku dengan tidak henti-hentinya;

16 dengan fasik mereka mengolok-olok terus,
menggertakkan giginya terhadap aku.

17 Sampai berapa lama, Tuhan, Engkau memandangi saja?
selamatkanlah jiwaku dari perusakan mereka,
nyawaku dari singa-singa muda!

18 Aku mau menyanyikan syukur kepada-Mu dalam jemaah
yang besar,
di tengah-tengah rakyat yang banyak aku mau
memuji-muji Engkau.

19 Janganlah sekali-kali bersukacita atas aku
orang-orang yang memusuhi aku tanpa sebab,
atau mengedip-ngedipkan mata
orang-orang yang membenci aku tanpa alasan.

20 Kerana mereka tidak membicarakan damai,
dan terhadap orang-orang yang rukun di negeri
mereka merancangkan penipuan.

21 mereka membuat mulutnya lebar-lebar terhadap aku
dan berkata: “Syukur, syukur, mata kami telah
melihatnya!”

22 Engkau telah melihatnya, TUHAN, janganlah berdiam diri,
ya Tuhan, janganlah ajuh dari padaku!

23 Terjagalah dan bangunlah membela hakku,
membela perkaraku, ya Allahku dan Tuhanku!

24 Hakimilah aku sesuai dengan keadilan-Mu, ya TUHAN
Allahku,
supaya mereka jangan bersukacita atasku!

25 Janganlah mereka berkata dalam hatinya:
“Syukur, itulah keinginan kami!”
Dan janganlah mereka berkata:
“Kami telah menelannya!”

26 Biarlah bersama-sama mendapat malu dan tersipu-sipu
orang-orang yang bersukacita atau kemalanganku;
biarlah berpakaian malu dan noda
orang-orang yang membesarkan dirinya terhadap aku!

27 Biarlah bersorak-sorai dan bersukacita
orang-orang yang ingin melihat aku dibenarkan!
Biarlah mereka tetap berkata : “TUHAN itu besar,
Dia menginginkan keselamatan hamba-Nya!”

38 Dan lidahku akan menyebut-nyebut keadilan-Mu,
memuji-muji Engkau sepanjang hari.

Tajuk:
Doa meminta tolong

Tema:
Memohon Tuhan melepaskan dan menghukum musuh

Latar belakang:
1. Ada berpendapat fasal ini ditulis pada waktu pemberontakan Absalom
2. Kebanyakkan besar beranggapan ianya ditulis sewaktu Daud dianiaya Saul (rujuk: I Sam 24:15). Pada waktu tersebut raja Saul dan pegawai-pegawai istananya menganiaya Daud dengan sekeras-kerasnya. Bagi Daud, walaupun dia dianiayai musuh dan nyawa terancam, namun sukacitanya tidak terpadamkan dan itu adalah iman yang agung.

Kategori:
Ini ialah sebuah fasal nyanyian kutukan, juga nyanyian nubuat yang jelas menunjukkan musuh-musuh Kristus akan menerima pembalasan. Tuhan Yesus pernah menggunakan ayat 19 (Yoh 15:25)

Hubungan dengan gulungan kitab lain:
7 buah nyanyian kutukan yang lebih tertonjol di dalam kitab Mazmur ialah 35, 52, 58, 59, 69, 109 dan 137. Dan fasal ini adalah yang paling dahulu namun ianya bukanlah paling keras.

Garis kasar:
(I) Memohon Tuhan berperang untuk aku (1-10)
1. Memohon Tuhan menolong aku (1-3)
a. Bangunlah, ya Tuhan
b. Peganglah perisai dan utar-utar untuk menolong aku
c. Cabutlah tombak dan kapak menghadapi orang-orang yang mengejar aku
d. Selamatkanlah jiwaku

2. Biarlah musuhku kalah (4-8)
a. Mendapat malu, biarlah mereka mundur
b. Mendorong, biarlah dibawa angin seperti sekam
c. Mengejar, biarlah jalan mereka gelap dan licin
d. Mengejar, biarlah ditangkap jerat

3. Memuji keselamatan Tuhan (9-10)
a. Hatiku bersorak-sorai kerana keselamatan Tuhan
b. Tulangku memuji keperkasaan Tuhan

(II) Memohon Tuhan menyelamatkan jiwaku (11-18)
1. Musuh melupakan budi (11-12)
a. Tuntutan saksi-saksi yang gemar kekerasan
b. Membalas kebaikan dengan kejahatan, perasaan bulus mencekam aku

2. Aku membalas kejahatan dengan kebaikan (13-14)
a. Berpuas dan berdoa demi penyakit mereka
b. Aku umpama ibu mereka

3. Musuh bersukacita kerana suatu kecelakaan (15-16)

4. Memohon Tuhan menyelamatkan (17-18)
a. Selamatkan jiwaku
b. Aku mau menyanyikan syukur kepada Tuhan

(III) Memohon Tuhan manifestasikan keadilan (19-28)
1. Tindasan dan cemooh musuh (19-21)
a. Bersukacita atas aku
b. Mengedip-ngedipkan mata terhadap aku
c. Tidak membicarakan damai
d. Menindas seberat-beratnya

2. Memohon Tuhan membela (22-25)
a. Jangan berdiam diri (22)
b. Belalah perkaraku (23)
c. Hakimi sesuai dengan keadilan (24-25)
~ Jangan membenarkan orang-orang fasik membesarkan diri

3. Memuji keadilan Tuhan (26-28)
a. Biarlah mereka yang bersukacita atas kemalanganku, itu, mendapat malu
b. Biarlah bersorak-sorai dan bersukacita tatkala melihat keadilan
c. Lidahku akan menyebut-nyebut keadilanMu sepanjang hari