Sepuluh Prinsip Pegangan Kehidupan Umat Kristian
| | |

Sepuluh Prinsip Pegangan Kehidupan Umat Kristian

[Hou En Yuan]

Nas Kitab:

“Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang. Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kami. Janganlah padamkan Roh, dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat. Ujilah segala-sesuatu dan peganglah yang baik. Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan” (I Tes 5:15-22)

 I.             Jangan Membalas Kejahatan Dengan Kejahatan

  1. Kata Hukum Taurat: “Mata ganti mata, gigi ganti gigi” (Mat 5:38)
  2. Kata Tuhan Yesus: “Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu” (Mat 5: 39-41)
  3. Kata Tuhan lagi: “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Mat 5:44-45)
  4. Kata Paulus: “Janganlah kamu kalah tehadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan” (Rm 12:17-21)

II.          Kejarilah Kebaikan

  1. “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri “adalah hukum terutama (Mat 22:39-40; Yak 2:8-9)
  2. “Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia” (Rm 13:8-10)
  3. “Harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya” (I Ptr 3:8-12)
  4. “Lakukanlah yang baik bagi semua orang” (Rm 12:17-18)

III.       Tetaplah berdoa

  1. Bertekunlah dalam doa (Rm 12:12; Kol 4:12)
  2. Tuhan menghendaki kita selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu (Luk 18:1-8)
  3. Nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah di dalam doa (Flp 4:6-7)
  4. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh (Ef 6:18-19)

IV.       Bersukacitalah senantiasa

  1. Bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan (Flp 4:4)
  2. Bersukacitalah dalam pengharapan (Rm 12:12)
  3. Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan apabila jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan (Yak 1:2-4)
  4. Hati yang gembira adalah obat yang manjur (Ams 17:22)

V.          Bersyukurlah Di Dalam Segala Hal

  1. Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan (Ef 5:20)
  2. Harus menaruh hati yang bersyukur (Kol 3:15; Ibr 12:28)
  3. Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia (Rm 8:28-29)
  4. Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur (Kol 4:2; Flp 4:6)

VI.       Jangan Padamkan Roh

  1. Diselamatkan dalam Roh untuk menjadi kudus (II Tes 2:13)
  2. Roh Kudus akan memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran (Yoh 16:13)
  3. Roh Kudus akan mengajarkan segala sesuatu kepada kita (Yoh 14:26)
  4. Hiduplah menurut Roh (Rm 8:4, 13-14; Gal 5:16)

VII.    Janganlah Menganggap Rendah Nubuat-Nuabuat

  1. Para nabi adalah wakil pembicara Allah (Ibr 13:7, 17; I Tim 5:17)
  2. Nubuat para nabi adalah untuk membangunkan jemaat (I Kor 14:3-4)
  3. Nabi menyampaikan firman kudus Allah di dalam nama Tuhan (II Kor 6:16-18)
  4. Yang menganggap rendah nubuat-nubuat nabi akan membangkitkan amarah Tuhan (Ibr 2:1-4; 3:7-15)

VIII. Ujilah Segala-Sesuatu Hal

  1. Janganlah jadi orang bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan (Ef 5:17)
  2. Ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan (Ef 5:10)
  3. Janganlah menjadi serupa dengan dunia, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu (Rm 12:2)
  4. Ketahui kehendak Tuhan dengan segenap hati (Kol 1:9-10)

IX.    Peliharakan Yang Baik Dan Indah

  1. Teguh berpegang pada keyakinan iman yang semula sampai kepada akhirnya (Ibr 3:14)
  2. Peliharakan harta yang indah dengan bersandarkan Roh Kudus (II Tim 1:13-14)
  3. Jangan jemu-jemu berbuat baik (Gal 6:9-10)
  4. Bertekun melakukan kehendak Tuhan (Ibr 10:36-39)

X.          Hindari Segala Macam Hal Jahat

  1. Jauhkan diri dari keinginan-keinginan daging (I Ptr 2:11; Rm 13:13-14)
  2. Jangan ada perkataan kotor keluar dari mulutmu (Ef 4:29; 5:3-4; Yak 3:2)
  3. Jangan turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa (Ef 5:11-12)
  4. Takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan (Ams 3:7-8)

Kata Penutup:

Seandainya kita menuruti kesepuluh prinsip pegangan di atas, maka Allah damai sejahtera akan menguduskan kita seluruhnya, sehingga roh, jiwa dan tubuh terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita (I Tes 5:23-24)

79. Kehidupan Manusia Yang Menderita
|

79. Kehidupan Manusia Yang Menderita

Yakub pernah berkata kepada Firaun :

“Tahun-tahun pengembaraanku sebagai orang asing berjumlah seratus tiga puluh tahun, tahun-tahun hidupku itu sedikit saja dan buruk adanya” (Kej 47 : 9).

Musa pun pernah berkata :

“Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan;  Sebab berlalunya buru-buru dan kami melayang lenyap” (Mzm 90 : 10).

I.       PENDERITAAN SAKIT (Ayb 7 : 2-6)

1.      Sendiri sakit adalah menderita (Mrk 5 : 25-26;  Yoh 5 : 2-9).

2.      Keluarga sakit pun menderita (Mat 15 : 22-28;  17 : 14-18).

3.      Tuhan Yesus menanggung sakit kita (Mat 8 : 14-17;  4 : 23-24).

4.      Hendaklah percaya kepadaNya, bersandar kepadaNya, pasti memperoleh kesembuhan (Mrk 16 : 17-18;  Mat 8 : 13;  9 : 27-29).

II.     PENDERITAAN JIWA (Ams 18 : 14)

1.      Kesedihan bagaikan hati yang mati (Ams 17 : 22;  15 : 13).

2.      Perkataan yang baik menyenangkan hati orang (Ams 12 : 25).

3.      Percaya kepada Tuhan ada sukacita (Kis 16 : 34).

4.      Dalam Tuhan ada damai sejahtera (Mzm 131 : 2;  Yoh 16 : 33;  1 Ptr 5 : 7).

III.    PENDERITAAN MISKIN (Ams 19 : 7)

1.      Kemiskinan paling menderita (Ams 14 : 20;  15 : 15).

2.      Serahkanlah segala perkara kepada Tuhan, serta bersandar kepadaNya, maka tidaklah akan kekurangan (Mzm 23 : 1;  34 : 9-10;  55 : 22).

3.      Carilah dahulu Kerajaan Allah dan KebenaranNya, maka makanan setiap hari pasti akan diberi oleh Allah (Mat 6 : 25-34).

4.      Bergembira dengan merasa kecukupan (1 Tim 6 : 6-10;  Hab 3 : 17-18).

5.      Paling senang ada Injil Kebenaran (Ams 15 : 16-17).

IV.    PENDERITAAN MENANGGUNG BEBAN DOSA (Rm 7 : 24)

1.      Dosa seperti beban berat, sehingga orang tidak kuat memikulnya (Mzm 38 : 4;  40 : 12).

2.      Tiada damai bagi orang berdosa (Yes 57 : 21;  Ams 28 : 1).

3.      Percaya kepada Tuhan memperoleh kelepasan (Mat 11 : 28;  Luk 5 : 36-50;  19 : 1-10).

4.      Menerima Baptisan, dosa diampuni (Kis 2 : 38;  22 : 16).

5.      Roh Kudus melepaskan orang dari belenggu dosa (Rm 8 : 1, 2, 13).

V.     PENDERITAAN NERAKA (Mrk 9 : 47-48)

 1.      Api neraka – lautan api yang paling menderita (Mat 27 : 46;  Luk 16 : 19-31;  Why 20 : 10).

2.      Orang yang tidak percaya akan Tuhan dan yang berbuat dosa semuanya pergi ke sana (Why 21 : 8;  1 Tes 1 : 6-9).

3.      Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan (Mrk 16 : 15;  2 Tim 4 : 18).

4.      Kerajaan Syurga adalah tempat yang selamanya tiada penderitaan, senang tiada taranya dan terang benderang (Flp 1 : 23;  Why 21 : 4, 11-27).

KESIMPULAN :

Kehidupan manusia adalah rangkaian dari penderitaan dan kesusahan, hanya percaya akan Tuhan, dibaptis, memegang Firman, diselamatkan dan masuk Kerajaan Syurga, barulah ada pengharapan dan kesenangan.

39. Kehidupan Sempurna Yang Sesungguhnya
|

39. Kehidupan Sempurna Yang Sesungguhnya

Seumpama yang sesungguhnya adalah kehidupan yang paling sempurna, yakni suatu tujuan yang harus dituntut oleh manusia.

I.       KEHIDUPAN YANG SEJATI – MEMPUNYAI KEPERCAYAAN YANG BENAR

1.      Mengenal Aku yang benar (Yoh 6 : 63;  Ayb 19 : 26).

2.      Menyembah Allah yang benar (Rm 1 : 25;  Pkh 12 : 13).

3.      Memelihara Firman Kebenaran (Yak 1 : 22-25;  2 : 22).

II.     KEHIDUPAN YANG BAIK – MEMPUNYAI KASIH YANG BAIK

 1.      Mengasihi kehidupan kekal (Yoh 6 : 27;  Mat 16 : 26).

2.      Mengasihi orang seperti diri sendiri (1 Kor 9 : 19-23;  10 : 33).

3.      Mengasihi Tuhan serta memuliakan Allah (1 Kor 10 : 31;  Flp 1 : 11).

III.    KEHIDUPAN YANG INDAH – MEMPUNYAI PENGHARAPAN YANG BAIK

 1.      Mempunyai wajah Allah (Ef 4 : 20-24;  Rm 6 : 4).

2.      Rukun dengan semua orang (Rm 13 : 17-18;  Mzm 133 : 1).

3.      Melayani Tuhan sekuat tenaga (Mrk 14 : 3-9;  Mat 25 : 31-46).

KESIMPULAN :

 Kehidupan sempurna yang sesungguhnya iaitu kehidupan yang beriman, Kasih dan berpengharapan (1 Kor 3 : 13).

Kehidupan Yang Lebih Indah
| | |

Kehidupan Yang Lebih Indah

Kehidupan Yang Lebih Indah

[Lin Yung Ji]

 Prakata

  1. Daya motivasi kehidupan hari ini ialah pengharapan hidup hari esok.
  2.  Masa depan manusia kini terancam, apakah kehidupan esok hari akan menjadi baik?
  3. Sewaktu seluruh bumi berkeluh kesah atas kenajisan dosa kejahatan, Allah telah memberikan kita janji akan langit dan bumi yang baru (I Ptr 3:8-13) agar kita akan berusaha ke arah mencari satu kehidupan yang lebih indah; bagaimana pula menjalani kehidupan yang lebih indah?

[1]      Kehidupan Menjadi Satu Antara Allah Dengan Manusia

  1. Tuhan mendamaikan manusia dengan Allah (Luk 24:5)
  2. Pergunakanlah waktu yang ada untuk mendekat pada Allah (Ef 5:15-16)
  3. Melihat dengan jelas akan kehendak Allah dalam perjalanan ke Sorga (Ef 5:17-18)

[2]      Kehidupan Keluarga Yang Bahagia

  1. Kebahagiaan keluarga melebihi segala kejayaan di masyarakat (Mzm 127:3)
  2. Keluarga yang bahagia menjadikan Kristus sebagai pusat kehidupan (Yoh 1:12)
  3. Akuilah Tuhan, maka Ia akan mengaruniakan keluarga yang bahagia (Ams 3:6)

[3]     Kehidupan Sebagai Terang, Sebagai Garam

  1. Kehidupan kasih (I Kor 13:3)
  2. Kehidupan bersyukur (I Kor 4:7)
  3. Kehidupan memberi persembahan (Kis 3:16)

Penutup

Seorang budiman menguatiri jalannya dan bukan kekayaannya; kehidupan yang dikejari seorang budiman ialah kehidupan di dalam Kristus ~ itulah kehidupan terindah (Mzm 32:1).

Kehidupan Doa Tuhan Yesus
| | |

Kehidupan Doa Tuhan Yesus

Kehidupan Doa Tuhan Yesus

[Lin Feng Lai]

[1]      Sewaktu Mulai Mengerjakan Kerja Suci

Mat 4:1-11 (berpuasa 40 hari); Luk 4:14 (penuh kuasa Roh Kudus).

[2]      Sewaktu Orang Ramai Memaksa Ia Menjadi Raja

Yoh 6:15; Mat 14:22-23 (Naik ke gunung dan berdoa).

¨ Mengasingkan antara politik dengan ugama: Tuhan tidak menjadi raja di dunia, tidak mempergunakan kuasa politik untuk memberitakan Injil (Yoh 18:33-37). Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berkan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah (Mat 22:15-22).

¨ Paulus tidak setuju mempergunakan kuasa politik untuk membebaskan hamba-hamba, melainkan ia mempergunakan agama kepercayaan untuk menyelesaikan sistem perhambaan bahkan berpendidikan tentang kemerdekaan jiwa dan batin (I Kor 7:20-24; Ef 6:5-9; Kol 3:22-4:1; Tit 2:9-10; I Tim 6:1-2;  Flm 15-19).

[3]     Sewaktu Sibuk Dalam Kerja

Mrk 1:32-35; 6:30-32 (beristirehat untuk berdoa), 45-46; Luk 5:15-16.

[4]     Sewaktu Memilih Kedua Belas Rasul

Luk 6:12-13 (berdoa semalam-malaman).

[5]     Sebelum Makan

Mat 14:19; 15:36; Luk 24:30-31 (Ruj: Kis 27:35).

[6]     Di Getsemani

Mat 26:36-46; Luk 22:43-44; Ibr 5:7.

[7]     Di Atas Kayu Salib

Luk 23:34a (Ruj: Mat 5:44), 46 (Ruj: Kis 7:59-60).

Kehidupan Yang Mulia
| | |

Kehidupan Yang Mulia

Kehidupan Yang Mulia

[Hsu Tong Lin]

Prakata

Secara amnya, manusia beranggapan bahwa kemuliaan ialah sewaktu hidup di dunia, kekayaan, pendidikan, jasa dan sumbangan serta kedudukan sendiri melebihi orang lain. Namun, bagi umat kristian kemuliaan ialah ditebus-selamatkan oleh Tuhan, dibenarkanNya sehingga beroleh pengharapan (Rm 8:30; Kol 1:25-27).

[1]      Kemuliaan Ialah Menjadikan Allah Sebagai Bapa (Ams 17:6; Mzm 62:8)

a. Kita adalah anak-anak Allah kerana iman di dalam Yesus Kristus (Gal 3:26).
b. Roh Kudus bersaksi dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah (Rm 8:14-17).
c. Allah ialah kemuliaan abadi kita (Yes 60:19).

[2]      Kemuliaan Ialah Penglibatan Dalam Kerja Suci (II Kor 3:5-11)

a. Musa lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah, dihina kerana Kristus sebab pandangannya ia arahkan kepada upah (Ibr 11:24-26).
b. Semangat Paulus berkobar-kobar bekerja demi Tuhan dengan tidak menghiraukan nyawanya sedikitpun, asal saja dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan (Kis 20:22-24); ia percaya dengan yakin bahwa ia pasti menerima mahkota kebenaran (II Tim 4:6-8; Flp 3:12-14).
c. Janganlah hendaknya kerajinan kita kendor, biarlah roh kita menyala-nyala dan layanilah Tuhan (Rm 12:11; Kol 3:22-24); kerana kita tahu bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (I Kor 15:58; Mat 25:21, 23).

[3]     Kemuliaan Ialah Menjadi Raja Bersama-Sama Kristus (II Tim 2:10-12; Why 5:10)

a. Hidup adalah Kristus (Flp 1:20, 21; Gal 2:20; 4:19).
b. Bersandar kepada Tuhan untuk mematikan keinginan daging (Rm 8:13; Kol 3:4-10).
c. Lawanlah Iblis dengan iman yang teguh (I Ptr 5:8-10; Yak 4:7-8).
d. Semangat sabar menderita, memerintah sebagai raja (II Tim 2:9-12; Kol 1:2-4).

[4]     Kemuliaan Ialah Meninggal Di Dalam Tuhan (Why 14:13; Luk 10:19-20)

a. Teguh berpegang kepada pengakuan iman (Ibr 4:14); dengan iman dan kasih di dalam Kristus, peliharakan itu dengan baik-baik oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita (II Tim 1:13-14).
b. ‘Iman’ ialah dasar diselamatkan (Rm 1:16-17; I Yoh 5:4-5; Ibr 3:14).
c. ‘Kasih’ ialah dasar bukti penghakiman di masa nanti (I Yoh 4:17-18; Mat 25:31-46).
d. ‘Roh Kudus’ ialah dasar bukti nyata pengharapan juga kekuatan untuk memegang firman (Rm 5:5; 15:13; Ef 1:13-14; 3:16).

¨ Pegangilah firman kesabaran (Mat 24:13) supaya jangan kehilangan mahkota yang patut diterimakan (Why 3:10-11; II Yoh 8; I Kor 9:27).

Kesimpulan

Semoga kita tetap menjadi anak-anak Allah untuk seumur hidup kita, libatkan diri dalam pekerjaan suci, sehingga hidup adalah Kristus dan menganggap kemuliaan tatkala meninggal di dalam Tuhan (II Tim 4:6-8).