Views: 105
Similar Posts
19. Melupakan Apa Yang Telah Di Belakang Dan Mengarahkan Diri Kepada Yang Di Depan
Flp 3 : 13-14 : Jemaat harus menurut seperti apa yang dikatakan oleh Paulus, untuk mengarahkan ke depan, yakni pemupukan rohani yang penting.
I. MELUPAKAN YANG DI BELAKANG
Yang dimaksud dengan yang “di belakang” adalah menunjukkan hal yang telah lalu (Yes 43 : 18).
Tetapi bukanlah mencakup keseluruhannya; Apabila termasuk perkara yang baik, hendakah diperingati dan jangan diupakan, seperti Kasih Karunia Tuhan, pengajaran Alkitab, dan lain-lain (Mzm 103 : 2).
- Hendaklah melupakan hal yang telah di belakang, ada 3 bagian yang penting :
1. Kejahatan yang telah dilakukan dahulu (Ef 2 : 3; 4 : 18-19).
Iaitu adat buruk, kebiasaan buruk, perbuatan buruk, atau tahyul, ajaran sesat, menuruti hawa nafsu.
- Alkitab mengajarkan : Harus menanggalkan manusia lama (Ef 4 : 22).
Seperti Bartimeus, ketika mengikut Yesus, maka menanggalkan jubah yang dikenakannya (Mrk 10 : 50). Serta harus membuang hati yang mengasihi akan dunia dahulu (1 Yoh 2 : 15) dengan tidak menengok ke belakang (Luk 9 : 62) yakni mencontoh teladan umat kudus dahulu yang mengikut akan Tuhan (Kej 12 : 1, 4; Ibr 11 : 24-25).
2. Kejahatan orang lain : Kejahatan manusia terhadap orang lain sering diingat, dikutik, dimaki-maki, tetapi sebagai murid Tuhan janganlah demikian, Tuhan memberikan suatu pengajaran yang penting (Mat 6 : 14-15; 5 : 23-24).
Pelayanan Yusuf terhadap para abangnya yang menjual dia adalah suatu teladan yang baik (Kej 45 : 1-8).
3. Kebaikan sendiri : Kebaikan/kebajikan apapun serta jasa dan lain-lain.
Hendaklah melakukan seperti yang diajarkan oleh Tuhan (Mat 6 : 1-4).
Bahkan setelah percaya kepada Tuhan, lalu melakukan pengajaran, mengasihi orang, melakukan pekerjaan kudus, mempersembahkan miliknya dan lain-lain semuanya jangan diingat dan memegahkan diri (Luk 17 : 10).
II. MENGARAH KE DAPAN :
Tidak henti-hentinya mengarah ke depan, supaya akhirnya dapat mesuk Kerajaan Allah (Mat 11 : 12).
Yang harus diarahkan terdapat 4 hal :
1. Terhadap pengajaran rajin mohon kemajuan :
Meskipun telah percaya beberapa tahun, serta telah mengerti berbagai macam pengajaran, namun jangan merasa puas, melainkan hendaklah rajin belajar dengan tidak henti-hentinya (Ul 5 : 1; 31 : 12; 17 : 18-19).
Dipelajari, sehingga pengajaran itu menjadi kaya didalam kamu (Kol 3 : 16).
Bekerja di dalam hati (1 Tes 2 : 13).
Barangsiapa yang merasa kenyang, ia akan menjadi lapar (Luk 6 : 25).
2. Rajin melaksanakan Firman dan mengeluarkan buah :
Tuhan memilih muridNya adalah hendak mengutus supaya sering mengeluarkan buah (Yoh 15 : 16).
Hendaklah mengeluarkan buah, untuk kemuliaan Alah (Yoh 15 : 8).
Permohonan doa Paulus bagi Gereja adalah berbuah yang melimpah (Flp 1 : 9-10).
Serta berusaha menurut seperti yang ditunjukkan dalam Kitab Petrus, senantiasa menuntut kemajuan, sehingga berbuahkan Kasih yang terdapat di dalam mahupun di luar dengan penuh (2 Ptr 1 : 5-11).
- Buah Kasih adalah yang terpenting (1 Kor 13 : 13), sekalipun sering kekurangan (Rm 13 : 8), namun hendaklah memohon dengan tidak henti-hentinya (1 Kor 14 : 1; 1 Tim 6 : 11). Buah-buah yang lain, iaitu sikap kebajikan juga harus menuntut kemajuan tanpa henti-hentinya.
3. Rajin bekerja bagi Tuhan :
Tuhan memilih kita adalah untuk menjadi saksi bagiNya (Yes 43 : 10).
Apa yang dilakukan oleh Tuhan, maka jemaat pun harus melakukannya (Yoh 14 : 12).
- Orang yang belum percaya kepada Tuhan terlalu banyak, mereka akan binasa di dalam dosanya (Ams 24 : 11-12; Yeh 3 : 18).
- Tugas Gereja pun banyak, maka hendaklah rajin menurut kepandaian dan Karunia yang diperolehnya masing-masing (Rm 12 : 6-8; Flp 1 : 27).
Yang bekerja bagi Tuhan pasti memperoleh pahala (1 Kor 15 : 58).
Yang tidak bekerja bagiNya akan terkutuk (Yer 48 : 10).
4. Rajin mempersembahkan :
Tugas ini, banyak jemaat yang masih belum melakukannya dengan sekuat tenaga; Hendaklah memperhatikan nasihat Alkitab serta melaksanakannya (Ibr 13 : 16; Ams 11 : 24; 2 Kor 9 : 9-15) terutama harus memberi persepuluhan sebagai kewajiban (Mal 3 : 8-10).
Patut diingat : Persembahan yang sedikit dari anak kecil, bermanfaat sangat besar.
Bahagian 1: Kata-Kata Salam
Bahagian 1: Kata-Kata Salam
[1] Penulis surat: Rasul Paulus dan Timotius (1:1)
“Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Timotius, saudara kita”.
“Oleh kehendak Allah”:
– Kehendak Allah memilih Paulus ialah supaya ia memberitakan nama Tuhan kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja (Kis 9:15).
– Diutus oleh Roh Kudus sendiri (Kis 13:2).
‘Timotius’: ia adalah pembantu baik Paulus (Kis 18:5); adalah anak yang kekasih dan setia dalam Tuhan (I Kor 4:17); ‘Anak’ ditujukan kepada anak rohani.
[2] Penerima surat: “Kepada Jemaat Allah di Korintus dengan semua orang Kudus di seluruh Akhaya”
‘Jemaat Allah’: orang-orang yang Kristus belikan dengan darahNya sendiri, dari tiap-tiap suku dan bangsa dan kaum (Why 5:9-10).
‘Di seluruh Akhaya’: selatan propinsi Makedonia, termasuk tanah Korintus, Atena, Krengkrea dan lain-lain. Surat ini ditujukan kepada para pemercaya dalam seluruh wilayah Akhaya.
[3] Ucapan Pemberkatan
“Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus kamu” (1:2). Paulus menyampaikan salam kepada seluruh jemaat dengan menggunakan ucapan pemberkatan yang pendek dan ringkas; beroleh berkat dan damai sejahtera hanyalah di dalam Tuhan Yesus Kristus.
Imanuel
[Hua Jia Hua]
Maksud ‘Imanuel’ ialah Allah menyertai kita. Justeru, apabila pemercaya menulis surat, mereka senantiasa mengakhirinya dengan perkataan ‘Imanuel’, memberkati pihak lain dengan perkataan ini.
I. Bagaimana Allah Menyertai Manusia?
- Oleh kelahiran Tuhan Yesus (Mat 1:18, 22-23)
- Oleh pencurahan Roh Kudus (Yoh 14:16, 20)
- Setiap orang [jemaat / gereja] yang menuruti ajaran Tuhan, pasti disertai Allah (Mat 28:20)
II. Kebaikan-Kebaikan Allah Menyertai
- Sewaktu bahaya, Tuhan pasti lindungi (Mrk 4:35-41)
- Kehidupan dipelihara Tuhan (Yoh 6:10-13; Mat 6:31, 33)
- Mendapat kesejahteraan jiwa (Ayb 22:21; Yoh 16:33)
III. Kesaksian Allah Menyertai
- Petrus dan Yohanes menyembuhkan orang lumpuh (Kis 3:1-8)
- Paulus menjadikan Elimas menjadi buta (Kis 13:8-11)
- Melalui pengalaman sendiri dan kesaksian para pemercaya
Penutup:
Gereja ini adalah gereja yang didirikan Roh Kudus sendiri. Penyertaan Allah dibuktikan oleh pengalaman para pemercaya menerima Roh Kudus dan tanda-tanda mukjizat (Mrk 16:20; Kis 10:38)
Kasih ialah Melakukan Kebenaran (II Yohanes)
Kasih Ialah Melakukan Kebenaran (II Yohanes)
[LinYung Jih]
Prakata
Krisis akhir zaman ini ialah salah mengasihi: mengasihi wang tidak mengasihi nyawa; mengasihi kenikmatan tidak mengasihi kebenaran; mengasihi sendiri tidak mengasihi Allah. Kesemua tersebut mengakibatkan suasana dan arus keganasan dalam keluarga dan masyarakat. Justeru itu, mencari kembali ‘kasih’ adalah topik penting dalam masyarakat hari ini. Marilah kita tinjaukan soal ini berdasarkan kitab II Yohanes.
[1] Kenali Kasih Kebenaran (1-3)
[i] Benar-benar mengasihi
À Sebab adalah Ibu dan anak-anak ‘yang terpilih’: menekankan kebenaran ‘pembezaan oleh kekudusan’ (Ef 5:25-29)
Á Penatua ‘gembala’ benar-benar mengasihi: kerana mengenalpasti akan kebenaran ‘diamanahkan’ (Yoh 21:15-19)
 Seiman mengasihi dengan kasih dari kebenaran: kerana mengenali kebenaran ‘anggota-anggota tubuh’ (I Kor 12:20-27)
[ii] Hati tersimpankan kebenaran: barulah ada kasih yang benar
À Apa maksud kebenaran: ialah Kristus sendiri, ajaran-ajaran Kristus (Yoh 14:6; I Yoh 2:3-4)
Á Perilaku kebenaran: mempunyai perbuatan kasih secara praktikal (I Yoh 3:18-19; Luk 10:27)
Δ Mengapakah pintu gereja tidak dapat terbukakan?
[iii] Berharap sungguh-sungguh jemaat akan diberkati
À Kasih karunia: berkongsi-nikmati karunia yang diterima dari Tuhan (Rm 1:11)
Á Rahmat: berkongsi-nikmati rahmat yang diterima dari Tuhan (Rm 12:15)
 Damai sejahtera: mendamaikan Allah dengan manusia (II Kor 15:20)
[2] Amalkan Dengan Sesungguhnya Kasih Kebenaran (4-6)
[i] Prihatin akan amalan firman pemercaya: bersukacita akan tumbesaran jiwa rohani pemercaya (I Tes 2:6-8)
[ii] Menasihati jemaat supaya saling mengasihi:
À Tidak melupakan perintah yang semula: bagaimana jadikan hati sendiri bersinar terang (I Yoh 2:7-10)
Á Hidup menurut perintah: utamakan pergaulan antara anggota-anggota (Ef 4:15-16)
[3] Pertahankan Kasih Kebenaran (7-13)
[i] Hindari antikristus
À Sebab mereka menafikan Kristus dalam rupa manusia: sama juga tidak mengakui gereja benar (Gal 1:6-7)
Á Sebab mereka menyesatkan orang: mengakibatkan seseorang dikutuk (Gal 1:8-9)
 Demi memeliharakan hasil pekerjaan: berjaga-jaga sambil melawan si jahat (I Ptr 5:7; Yak 4:7)
[ii] Pegang teguh kepada pendirian kebenaran
À Kenalpasti akan ajaran-ajaran Kristus: barulah ketahui akan hubungan Bapa dengan Anak (Yoh 5:19-24)
Á Tidak melampaui ajaran-ajaran Kristus: segala-gala diperbuat berdasarkan Alkitab (I Kor 4:6)
 Jangan menyambut yang menyebarkan ajaran-ajaran sesat: jangan bersimpati, jangan mengkhamiri seluruh adonan (I Kor 5:8)
[iv] Tunjukkan prihatin kasih: pertuturan dan perbuatan seiras, berkongsi-nikmati kasih kebenaran (I Yoh 1:3-4)
Rumusan
Mengasihi sampai ke titik kemuncak tertinggi menunjukkan ada kebenaran di dalam hati.
Kemanisan Dan Kepahitan Naomi
Kemanisan Dan Kepahitan Naomi
[Chen Jin Rong]
Nas Kitab: Rut fasal 1
[1] Kebaikan Personaliti Naomi
Naomi, isteri Elimelekh merupakan salah seorang tokoh penting di dalam Kitab Rut. ‘Naomi’ mempunyai maksud ‘manis’. Berdasarkan maksud namanya kita boleh mendapat gambaran bahawa Naomi pasti seorang perempuan yang baik hati, teramat manis dan disayangi.
i. Ia adalah seorang isteri baik yang manis
Δ Mendirikan sebuah keluarga yang sangat bahagia manis dan indah (sebelum berangkat ke Moab)
ii. Personaliti sangat manis
Bersifat peramah dan lemah lembut
Penyayang dan penuh kasih
Taat kepada suami dalam segala hal
iii. Mempunyai sifat yang manis
Mengasihi menantu perempuan
Mencari tempat perlindungan dan kediaman bagi menantu
Mengaturkan suatu kesudahan yang baik dan sempurna untuknya
iv. Tetap mengekalkan imannya
Δ Bersandar pada Tuhan dengan segenap hati walaupun berada dalam kesengsaraan (sekembalinya ke Betlehem)
[2] Kelemahan Personaliti Naomi
i. Tidak dapat memenangi suami (asyik tunduk kepada suami sehingga pergi ke Moab)
ii. Melalaikan didikan dua anak lelaki
Mahon ~ bermaksud ‘ada penyakit’
Kilyon ~ bermaksud ‘sekatkan’
[3] Pengajarannya Kepada Kita
i. Tunduklah kepada suami sendiri (I Ptr 3:1-2)
Δ Menangkannya dengan kelakuan baik (I Ptr 3:2; Ams 31:10-12)
ii. Perhiaskan diri dengan kelemah-lembutan dan ketenteraman yang tidak binasa (I Ptr 3:3-4; Ams 12:4a)
Δ Pertengkaran seorang isteri adalah seperti tiris yang tidak henti-hentinya menitik (Ams 19:13)
iii. Hajarlah anak selama ada harapan (Ams 19:18; Ams 23:13-14)
iv. Tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah (Ibr 11:6)
64. Empat Hal Untuk Memperoleh Kemenangan
Setelah kita percaya kepada Tuhan, dalam kehidupan iman harus mengalahkan iblis, dunia, hawa nafsu dll. Apabila di dalam hal ini gagal, maka hilanglah harapan keselamatan.
Oleh sebab itu, bagaimana baru memperoleh kemenangan? Di bawah ini tercantum 4 hal penting untuk kita memperoleh kemenangan.
I. BERIMAN (1 Yoh 5 : 4)
1. Harus mempertahankan kekuatan iman (Ibr 3 : 14; 1 Ptr 1 : 9).
2. Dengan iman yang teguh bersandar kepada Tuhan untuk menaklukkan iblis (Rm 8 : 35-37; 1 Ptr 5 : 8-9; Why 12 : 11).
3. Dengan iman penyerahan bersandar kepada Tuhan (Mzm 37 : 5; Ams 3 : 5-6; Flp 4 : 6-7).
- Abraham (Ibr 11 : 8, 17-19; Rm 4 : 21).
- Daniel dan ketiga sahabatnya (Dan 3 : 16-18; 6 : 10).
- Mohon Tuhan memberikan iman (Luk 17 : 5; 10 : 9).
II. TAAT (Yak 4 : 7)
1. Taat akan Firman Allah (Yos 1 : 7-8; 1 Ptr 1 : 22).
2. Melaksanakan menurut kehendak Allah (Ibr 10 : 7; Flp 2 : 6-8; Kis 20 : 24).
3. Taat melaksanakan menurut Roh Kudus (Gal 5 : 16; Rm 8 : 13; Kis 5 : 29).
- Tuhan Yesus (Mat 4 : 1-11).
- Hawa dan Saul (Kej 2 : 16-17; 3 : 6; 1 Sam 15 : 19-23).
- Mohon Tuhan memberi hati yang taat (Yeh 36 : 26-37; 2 Kor 10 : 5).
III. BERSABAR (Mat 24 : 13; Luk 21 : 19)
1. Sabar memegang Firman dan melaksanakannya (Why 14 : 12; Ibr 10 : 36; Kis 14 : 22).
2. Tahan akan segala kesusahan (Mat 10 : 22; Why 7 : 13-14; 2 Tim 4 : 2).
3. Panjang sabar sampai kedatangan Tuhan (Yak 5 : 7-8; 1 : 4; 2 Ptr 3 : 15; Ibr 6 : 15).
- Yakobus (Kej 31 : 38-42; 32 : 24-28).
- Ayub (Yak 5 : 11).
- Mohon Tuhan memberkati hati yang sabar (Rm 15 : 5).
IV. HARUS MEMPUNYAI KASIH (1 Yoh 4 : 17-18; Rm 12 : 17-21)
1. Mengasihi saudara-saudara, dan mengasihi semua orang (1 Yoh 2 : 10; 3 : 14; 2 Ptr 1 : 7; 1 Ptr 4 : 8).
2. Mengasihi musuh (Mat 5 : 44-48; Rm 12 : 14; Luk 23 : 34).
3. Mengasihi Allah (Mat 22 : 37-38; Luk 14 : 26).
- Yusuf (Kej 45 : 4-8; 50 : 19-21).
- Stefanus dan Paulus (Kis 7 : 59-60; Flp 3 : 7-8).
- Mohon Tuhan memberi Kasih (Rm 5 : 5; 2 Kor 14 : 1).
KESIMPULAN :
Tuhan Yesus berjanji memberikan bagian berkat kepada umat Kristian yang memperoleh kemenangan (Why 2 : 7, 11, 17; 3 : 5, 12, 21; 21 : 7).
