Views: 96

PENTAHBISAN GEREJA KUCHING
Puji syukur kepada Tuhan, aspirasi dan keinginan jemaat Kuching memiliki tempat kebaktian akhirnya terwujud. Semua ini mungkin terjadi, atas berkat bimbingan Roh Kudus tentu atas ketekunan doa, penuh kasih, serta bantuan dana dari saudara-saudari kita seiman di seluruh dunia. Semoga kebahagiaan dinikmati kita semua. Khususnya, saudara-saudari jemaat Kuching manfaatkanlah untuk kemuliaan Bapak kita di Surga Amin.

Pentahbisan gereja Kuching pada hari ini, adalah merupakan titik awal pembanguan gereja di Sarawak. Sekaligus menandakan gereja pertama di negara bagian terbesar dari negeri Malaysia. Juga merupakan pembangun sejarah baru yang panjang. Alkitab mengatakan semua ada saatnya, ( Pengkhotbah 3 : 1 ). Kebangkitan semangat baru gereja Kuching yang sudah lama vakum kegiatan, tapi sungguh, ternyata cinta Tuhan sangat besar kepada masyarakat Kuching yang penduduknya 36 % orang Kristen baik suku Tionghua maupun Dayak.

Tahun 1999 saat gereja bangkit kembali, waktu itu gereja Kuching di bina 3 Majelis Pusat, yaitu pusat Sabah, pusat Malaysia dan pusat Indonesia, secara bergilir menginjili dan mengembalakan. Karena pusat Malaysia mendapat tugas pembinaan negara lain, maka sejak tahun 2000 pengembalaan dari penginjilan dilaksanakan secara bergilir dari utusan Sabah dan Indonesia. Semoga Tuhan memberkati persembahan dan pengabdian mereka.

Gereja Kuching, kebaktian Sabat semula dimulai hanya diikuti sekitar 20 jemaat. Hal ini hampir mirip dengan 3 gereja pertama kali di bangun di kota Mansilingan, Bacolod City, dan Negros Occidental di negara Philippinec pada tanggal 26 Juni 1983, melalui kerja keras dan pelayanan kepada Tuhan, kini terdapat 10 Gereja dan 12 Rumah Doa dengan jumlah anggota sebanyak 1300 jemaat. Kiranya motivasi ini sebagai faktor pendorong dan contoh untuk pembangunan misionaris di Kuching dan tentunya Tuhan mengaruniai talentia tiap jemaat memainkan peranan pada akhir Zaman. Sebagai Kristus ( 2 Tim 2 : 21 ) mewujudkan pesan terakhir “ agar umat manusia jadi murid Tuhan” ( Matius 28 : 19 ) senagai nelayan penjala manusia ( Markus 1 : 17 ).

Semoga Tuhan melindungi rumahnya baik siang maupun malam. Jadikanlah tempat ini untuk memuliakan nama Tuhan ( 2 Raj 6 : 20 )

 

Segala Puji kepada Tuhan,
DIAKEN JONAH YAPP

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *