Kitab Kolose Fasal 1
| | |

Kitab Kolose Fasal 1

Kolose Fasal Satu : Kristus Adalah Pengharapan Kita

[Lin Yung Jih]

Prakata

i. Bagaimana mencegah kerosakan kepercayaan tatkala menghadapi angkatan yang sesat? Bahkan bertindak secara positif menghapuskan ajaran-ajaran.

ii. Sebelum Paulus menyampaikan ajaran-ajaran, dia memperkenalkan dahulu identiti sendiri (1:1)

¬ Oleh kehendak Allah:  memahami kehendak Allah adalah syarat terutama dalam pelayanan (Yoh 4:34); juga premis mencegah perubahan kepercayaan.

­Rasul Yesus Kristus:

a) Kristus Yesus

Δ Kristus: idenditi mulia dan hormat Mesias

Δ Yesus: menunjukkan sifat manusiawiNya yang rendah hati dan bakti penebusanNya

b) Rasul

Δ Identiti yang hormat mulia (Mat 10:1-4; Kis 13:2)

Δ Untuk memberitakan Injil Damai (I Kor 1:17; II Kor 5:20)

Δ Untuk membangunkan Kerajaan Allah (Ef 4:11-12)

®    Mengangkatkan generasi muda: menganggap Timotius sebagai saudara sendiri (Kis 16:1-3; Flp 2:14-23)

iii. Prihatin dan penghormatan Paulus terhadap jemaat (1:2)

¬  Saudara-saudara yang kudus  di Kolose: dibezakan oleh kekudusan [dari identiti yang kudus kepada kekudusan yang sempurna] (Yes 1:15; Yos 7:7-13; Kol 3:10)

­     Saudara-saudara yang percaya dalam Kristus:

a) ‘Yang percaya’ dan ‘yang setia’ dalam kata asalnya mempunyai maksud yang sama; menunjukkan sekali-kali tidak berubah pendirian dan azam pelayanan walapun dalam penderitaan (Kol 4:7-9)

b) ‘Saudara-saudara’ menunjukkan orang-orang kepunyaan Allah      yang berbeza dengan orang-orang yang memberitakan ajaran-      ajaran sesat pada waktu itu.

® Memberkati mereka agar dapat menikmati kasih karunia dan damai sejahtera: jangan lupa bersandar kepada kasih karunia Tuhan untuk menikmati damai sejahtera benar di dalam Roh (Kol 1:19-20)


[1]   Diketahui Dari Pada Pengalaman Pemercaya (1:1-8)

i. Kristus menjadikan kita bersyukur (3-5)

¬    Paulus mempunyai doa syafaat syukur:

a) Mengakui Allah adalah Bapa Tuhan Yesus Kristus:

Δ Kristus ialah Anak Kekasih Allah (Kol 1:14; Ibr 1:5-9)

Δ Kita turut menikmati kasih Allah, juga mempunyai kekuasaan rohani (Yoh 1:12).

Δ Kita adalah saudara-saudara bersama Tuhan kerana mempunyai Bapa yang sama (Ibr 2:11)

Δ ‘Tuhan’: menunjukkan Kristus mempunyai sifat ilahi dan kuasa mutlak Tuhan (Mat 28:18), haruslah kita menjunjung Dia sebagai Tuhan dalam kehidupan kita.

b) Selalu bersyukur dan berdoa untuk jemaat: disebabkan pemercaya tidak tercemar maupun ternoda oleh keadaan (Kol 2:5).

­Menjadikan kita beriman di dalam Kristus:

a) Berani menghadapi cabaran keadaan (Yud 3,4)

b) ‘Dalam Kristus Yesus’ menunjukkan Kristus ialah sumber iman kita (Kol 2:2)

®    Agar seseorang menunjukkan kasih sesama seiman

a) Merampas dan menyelamatkan mereka dari api (Yud 22,23)

b) Kasih yang lahir dari iman (Gal 5:6,13)

¯     Agar seseorang beroleh pengharapan kerana Injil

a) Kerana mendengar Injil (Rm 10:17)

b) Firman Kebenaran, iaitu Injil: menunjukkan kemurnian dan kesempurnaan mesej anugerah keselamatan (Gal 2: 5,14).

c) Yakin akan kebahagiaan di Syurga (Ef 1:3; Rm 8:23-24; Tit 2:13).

ii. Kristus membawa pertumbuhan (6-8)

¬    Injil memastikan perkembangan jemaat (6)

a) Perkembangan di antara kamu

Δ Kamu mendengarnya (Injil): kaji dengan teliti (Kis 17:11)

Δ Mengenal kasih karnuia Allah dengan sebenarnya: beroleh pengalaman kerana mengamalkan dan menurutinya, lantas menjadi kesaksian yang baik (Rm 1:8).

b) Injil berkembang di seluruh dunia:

Δ Berkembang di seluruh dunia: ditujukan kepada Empayar Roma; Injil adalah berbeza dengan ajaran-ajaran sesat sebab Injil adalah sejagat.

Δ Hasil: Injil mempunyai daya hidup (Rm 1:16), berbuah kalau di tanah yang baik (Mrk 4:8), bahkan menghasilkan buah yang baik (Mat 7:16-20)

Δ Berkembang: kehidupan tidak putus-putus dibaharui (II Kor 4:16-18); tak terhalangi (II Tim 2:9)

­ Injil memastikan pertumbuhan seseorang (7-8)

a) Mengambil contoh Epafras, kawan pelayan:

Δ Memahami kebenaran yang dipercayakan (Gal 2:20; Luk 17:7-10)

Δ Teman sekerja Paulus yang baik (Kol 4:12)

Δ  Teladan pemercaya (I Tim 4:12 Kol 4:12)

b) Epafras ialah pelayan Kristus yang setia: pengurus yang setia kepada rahsia Allah (I Kor 4:1-2)

c) Epafras bersaksi tentang kasih seiman: berkongsikan hasil kebaikan Injil (Rm 5:5) dan kasih yang lahir dari Roh Kudus, cukup mendorongkan kasih dan hati yang berdoa dengan penuh syukur (Gal 5:22)

Cara yang terbaik untuk memastikan pertumbuhan jiwa rohani dan kemajuan kerja suci ialah banyak membaca bahan-bahan rohani dan berkongsi kesaksian-kesaksian dengan orang lain.

[2]   Diketahui Dari Pertumbuhan Tahap Kerohanian (9-12)

Paulus berharap dengan sungguh-sungguh, dalam proses tumbersaran kerohanian, para pemercaya akan mengetahui secara benar bahawa Kristus adalah pengharapan kita.

i. Kristus membawakan hikmat (9-14)

¬    Mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna (9)

a) Paulus tidak henti-henti berdoa: doa yang lahir dari kasih yang sesungguhnya, sehingga Tuhan menggenapkannya (Luk 11:5-10).

b) Berharap pemercaya mempunyai hikmat rohani untuk mengetahui kehendak Tuhan: pengalaman yang subjektif ~ Allahlah yang membukakan mata hati seseorang (Ef 1:17; I Yoh 5:10; I Kor 2:4-5, 10-13).

c) Berharap pemercaya beroleh pengetahuan yang benar tentang Allah: pengalaman objektif ~ yang diperolehi daripada pembelajaran (Yoh 14:11; Yes 42:30; I Kor 1:23; Mzm 119:33-34).

d) Mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna: memahami kehendak Tuhan dalam kehidupan dan menjadikan itu sebagai panduan setiap tindakan (Ef 1:17-19; 2:10).

­Bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah (10)

a) Hidup layak di hadapan Tuhan:

Δ Tidak menyia-nyiakan kasih karnuia Tuhan (Ef 4:1; Luk 17:17-19)

Δ Bertumbuh di dalam segala hal (Ibr 6:4-8)

Δ Menjunjung besar Tuhan (Kol 3:17)

b) Berkenan kepadaNya dalam segala hal: perbuatan positif membalas kasih karunia.

Δ Selidiki kehendak Allah (Rm 12:1-2)

Δ Bertekad menjadikan diri berkenan kepada Tuhan (II Kor 5:9)

c) Memberi buah dalam segala pekerjaan baik: mengenali Allah dalam proses menghasilkan buah yang baik (II Ptr 1:5-7; Yak 3:17-18; III Yoh 11)

®    Memberikan pengharapan menerima warisan pusaka (11-14)

a) Mengecapi kekuatan kuasa kemuliaan Allah (11)

Δ Dikuatkan dengan segala kekuatan: melayani dengan besandarkan kekuatan yang dikaruniakan Allah (I Ptr 4:11-14; Flp 4:11-13)

Δ Bersukacita, tekun dan sabar dalam segala hal: Fitnahan umpama sebilah pedang yang menusuk, ia bertujuan menguji apakah kita emas campuran ataupun emas tulin murni.

Sukacita: tetap menaruh hati yang penuh syukur (Kis 5:41; Ibr 12:3)

Tekun: Kerana arah pengharapan yang tepat (Rm 5:3-5; I Ptr 2:12)

Sabar: Kerana hati yang empati (II Sam 16:11-12; I Kor 13:4)

b) Mendapat bahagian dengan orang-orang kudus:

Δ Bersyukur atas pemberian Bapa Syurga: peringati kasih karunia Bapa Syurga (Kol 1:11)

Δ Menikmati bahagian di dalam kerajaan terang: lakukan segala sesuatu secara terang-terangan (II Kor 8:21; Flp 2:14-16), beroleh bagian dengan orang-orang kudus.

c) Kerana Allah melakukan kerja penebusan (13-14)

Δ Melepaskan manusia dari kuasa kegelapan: terlepas dari tindasan dosa dan Iblis (Rm 1:21-32; I Yoh 2:11)

Δ Dipindahkan ke dalam Kerajaan AnakNya yang kekasih: berkongsi-nikmati kasih dan kekuasaan Allah, keadaan kehidupan beroleh perubahan (Kis 13:22)

Δ Menebuskan dosa dengan darah bernilai Anak Kekasih: supaya jangan didakwa Iblis (Rm 8:33; I Yoh 5:18-19)

ii. Kristus membawakan kedamaian (15-23)

¬    Anak Kekasih ialah Tuhan Pencipta (15-17)

a) Adalah gambar Allah yang tidak kelihatan (15a), Kristus memanifestasikan Allah (Yoh 1:14; 14:9), adalah gambar wujud Allah (Ibr 1:3; 2:6)

b) Yang sulung: lebih utama dari segala yang diciptakan (15b), adalah yang sulung dari semua manusia ciptaan baru, ‘yang pertama bangkit’ dari antara orang mati (Kol 1:18), adalah manusia ciptaan baru kali kedua yang penuh kemuliaan Allah (Ibr 12:23; Kel 4:22).

c) Di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu (16a): tertuju kepada teori-teori filsafat, menunjuk kepada mereka bahawa Tuhan bukanlah yang dicipatakan melainkan Dia sendiri jauh melampaui segala-sesuatu.

d) Segala sesuatu diciptakan untuk Dia (16b) demi kemuliaan Allah (Yes 43:7).

e) Segala sesuatu ada di dalam Dia (17), Ia menopangkan segala sesuatu dengan firmanNya (Ibr 1:3; Mzm 33:9; 103:19)

Anak Kekasih ialah Tuhan Penebus (18-23)

a) Ia adalah Kepala segala sesuatu (18): kerana Ia berkuasa di atas segala sesuatu, manusia harus menjunjung besar Tuhan

Δ Kerana Dialah Kepala tubuh, iaitu jemaat: segala sesuatu telah diletakkan di bawah kakiNya. Andaikata jemaat ingin berkuasa di atas segala sesuatu, haruslah mencontohiNya (Ef 1:22; Ibr 2:6-10)

Δ Ialah yang sulung: ‘Pada mulanya’ adalah sebab utama penciptaan (Yoh 1:1-2; Mrk 1:1), Ialah yang memulakan dan menyempurnakan penciptaan (Ibr 12:2)

Δ Sebab Ia bangkit dari maut: Ia adalah Tuhan Hidup yang mengalahkan maut (Mzm 2:7; Kis 13:33), agar setiap yang percaya kepadaNya akan beroleh pengharapan yang hidup (I Kor 15:12-21)

b) Seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia (19)

Δ Allah berkenan: menunjukkan Allah melaksanakan segala sesuatu menurut kehendakNya (Yes 53:10), menunjukkan Allah melakukan sesuatu mengikut rancangan

Δ Seluruh kepenuhan: menunjukkan hikmat, kekuasaan  dan sifat ilahi Allah adalah milik Kristus dan ini adalah sebagai membantah salah faham teori filsafat.

Δ Diam di dalam Anak Kekasih: menunjukkan di antara Kristus dengan Allah ada suatu hubungan yang intim dan erat, sama seperti hubungan Kristus dengan manusia (Ef 3:17-18)

c) Dia mendamaikan segala sesuatu dengan Allah (20)

Δ Menggenapkan pendamaian oleh penumpahan darah di kayu salib:

Penumpahan darah: permintaan Allah terhadap dosa (Ibr 9:22); berkuasa mengampuni dosa (I Ptr 2:24)

Mendamaikan sesama manusia: tidak lagi dikutuk (Kej 8:20-22; Rm 8:19-23); hasil pembenaran oleh iman (Rm 5:1)

Δ Segala sesuatu: menunjukkan segala sesuatu di langit dan bumi berdamai dengan Allah, bukan bermakna malaikat yang telah berbuat dosa boleh ditebus juga (Ibr 2:16; Rm 8:22), melainkan maksudnya ialah pada akhirnya alam semesta akan beroleh keharmonian yang sempurna (Flp 2:10-11)

iii. Hargailah Injil Damai Kristus

¬    Kenalpasti perbuatan-perbuatan dosa lampau (21)

a) ‘Hidup jauh’ dari Allah: menunjukkan kita bukan milik Allah, yakni orang-orang yang tanpa pengharapan (Yes 59:2; Ef 2:1, 11-13)

b) Yang bermusuhan dengan Allah: menunjukkan hati pemikiran bermusuhan dengan Allah, perbuatan penuh kejahatan (Ef 2:2-3; Yak 4:4)

­Hargailah kasih karunia hari ini (22)

a) Diperdamaikan dengan Allah: Oleh kematianNya, Kristus telah mendamaikan manusia dengan Allah (I Tim 2:5)

b) Menempatkan kamu kudus: menunjukkan kekudusan dari dalam lubuk hati sampai ke luar (Luk 1:37-40; Kol 3:5-6)

c) Tak bercela: dibersihkan darah bernilai Tuhan (I Yoh 1:8-9)

d) Tak bercacat: dibenarkan oleh Allah (Rm 8:33-34; Kol 1:9-14)

e) Menempatkan di hadapanNya: memahami akan kasih rahmat Tuhan lalu menghadap hadiratNya denga penuh keberanian (Ibr 4:14-16). ‘Menempatkan’ atau ‘menghadap hadirat’ menunjukkan seseorang didapati tidak berdosa, melainkan kudus, dan tidak bercela lalu dibawa menghadap hadirat Allah (Rm 12:1)

® Jangan sekali-kali meninggalkan pengharapan Injil (23)

a) Bertekun di dalam iman: terus-menerus membesar dan menjadi giat (Ibr 5:14; 6:3)

b)  Tetap teguh: jadikan Kristus sebagai batu dasar (I Ptr 2:6; Ef 2:20).

c)  Tidak bergoncang: bertahan melalui pengujian (I Ptr 5:7-11)

d) Jangan mau digeser dari pengharapan Injil (I Ptr 1:3-4)

e) Teladani Paulus yang menjadi pelayan Injil (I Kor 4:10, 14-16)

f)  Agar Injil dikabarkan di seluruh alam di bawah langit (Mat 28:19-20)

[3]   Boleh Diketahui Dari Frman Yang Sempurna (24-29)

i. Kristus adalah firman yang sempurna (24-27)

¬    Cukup untuk menggenapkan kekurangan jemaat (24-25)

a) Paulus ‘bersukacita’ tatkala menderita kerana jemaat:

Δ Demi bersyukur atas kasih karunia Allah (I Kor 15:9)

Δ Kerana sama-sama adalah anggota tubuh (I Kor 12:23-27).

Δ Demi memanifestasikan kebenaran (Mat 5:10-12)

Δ Demi memuliakan Kristus (Kis 5:41)

b) Demi menggenapkan apa yang kurang dalam penderitaan Kristus.

Δ Penderitaan jemaat ialah penderitaan Kristus (Kis 9:6)

Δ ‘Apa yang kurang’ pada penderitaan adalah kata majmuk yang menunjukkan segala yang kurang pada jemaat baik aspek kehidupan, kerohanian, pelayanan maupun yang lain-lain (Flp 4:11; 2:30; I Tes 3:10)

Δ Paulus menderita demi membangunkan jemaat (II Kor 7:5; 11:23-28)

Δ Sepanjang hayatnya, Paulus hidup demi Kristus dan jemaat (Flp 1:23, 24)

c) Paulus memberitakan Firman Allah dengan sepenuhnya

Δ Firman yang sepenuhnya ditujukan kepada Injil yang sempurna (Gal 1:8-9; Yud 3).

Δ Meneruskan dengan sepenuhnya (I Kor 2:1-5; II Kor 2:17; 4:2).

d) Paulus menggenapkan tugas yang diamanahkan Tuhan demi menggenapkan jemaat dan menyelesaikan rencana Allah (Ef 3:2; I Kor 4:1-2).

­Cukup untuk membawa pengharapan kepada hati manusia (26-27)

a) Firman ini telah dinyatakan kepada orang-orang kudus

Δ Ia adalah rahsia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan: menunjukkan Kristus adalah pengharapan kepada para pemercaya bangsa-bangsa asing, di mana rahsia ini tidak diketahui orang-orang benar dan para nabi zaman dulu (Mat 13:17)

Δ Betapa kaya kemuliaannya di antara bangsa-bangsa lain: menunjukkan kasih karunia Tuhan bukan hanya melimpahi bangsa Yahudi, tetapi melimpahi juga bangsa-bangsa lain (Yoh 14:14)

b) Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan: sewaktu kehidupan seorang pemercaya mengalami perubahan maka ia berpengharapan beroleh bahagian dalam kemuliaan di masa kelak.

ii. Kristus menyempurnakan seseorang (28-29)

¬    Dialah yang kami beritakan (28)

a) Dalam segala hikmat: menuntun seseorang mengenalpasti akan kesejatian Injil lalu rela menerimanya (I Kor 9:19-23).

b) Menasihati tiap-tiap orang: perbetulkan konsep-konsep yang salah (Tit 3:10; Ef 6:4; Kis 20:31).

c) Mengajari tiap-tiap orang: mendidik kebenaran secara sistematik.

d) Memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus: menunjukkan kematangan jiwa rohani yang membezakan antara yang baik dengan jahat (I Kor 2:6; Ef 4:13; Ibr 5:14).

­Itulah yang ‘diusahakan’ Paulus (29)

a) Bersandarkan ‘kuasa Tuhan’: usaha manusia memerlukan kekuatan kuasa Tuhan barulah segala terlaksana (I Kor 3:7).

b) Pergumulkan: umpama ahli sukan berusaha menjalani latihan dengan tabah, juga seperti tenaga Yakub sewaktu bergumul dengan utusan Allah (Kol 4:12; Kej 32:24-26).

Garis Panduan Membaca Riwayat Hidup Raja-Raja
| | |

Garis Panduan Membaca Riwayat Hidup Raja-Raja

Garis Panduan Membaca Riwayat Hidup Raja-Raja

[Yohanes Yang]

Sewaktu nabi Samuel telah tua, umat Israel memohon untuk melantik seorang raja untuk memerintah atas mereka dan Allah meluluskannya (I Sam 8:4-9). Tiga dinasti pertama peringkat awal mornaki berlangsung selama 120 tahun, terdiri daripada raja Saul, raja Daud dan raja Salomo, di mana setiap mereka memerintah selama 40 tahun (Kis 13:21; II Sam 5:4; I Raj 11:41).

Sehinggalah keturunan ke-4, iaitu Rehabeam, negara berpecah kepada dinasti selatan dan dinasti utara. Dinasti Utara ditubuhkan oleh sepuluh suku, dipanggil Kerajaan Israel. Manakala Dinasti Selatan terdiri daripada suku Yehuda dan Benyamin, yang dipanggil Kerajaan Yehuda (I Raj 12:21). Raja-raja sebelah utara berjumlah seramai sembilan belas orang, berlanjutan selama  kira-kira 200 tahun, dan binasa pada 721 sebelum masihi.

Raja-raja sebelah selatan juga terdiri daripada sembilan belas raja (tidak termasuk Atalya, ibu Ahazia). Sama juga dengan keturunan Daud, berlanjutan selama kira-kira tiga ratus tahun dan akhirnya binasa dalam tangan kerajaan Babel pada 586 sebelum masihi.

Bermula daripada raja Saul sampai kepada raja terakhir tanah Yehuda, iaitu raja Zedekia (termasuk juga Kerajaan Israel), kesemuanya ada 42 orang raja. Berikut dibentangkan secara ringkas riwayat dan peristiwa-peristiwa berkenaan mereka, silalah baca dan kajikan dengan teliti, di samping memohon Roh Kudus membantu agar kita beroleh ajaran-ajaran rohani daripadanya, lantas membangunkan diri sendiri. Amin.

Tiga Raja Sebelum Perpecahan Monarki
| | |

Tiga Raja Sebelum Perpecahan Monarki

Tiga Raja Sebelum Perpecahan Monarki

[Yohanes Yang]

[1]   Saul

  1. Anak Kisy, seorang suku Benyamin (I Sam 9:1)
  2. Berumur 40 tahun ketika menjadi raja dan memerintah selama 40 tahun (I Sam 13:1; Kis 13:21)
  3. Riwayatnya

Kelebihan

(a)  Seorang yang taat (Isam 9:5)

(b)  Bersopan santun, berbudi – memperingati budi orang Keni (9:7-10; 15:6)

(c)  Rendah hati – sewaktu diutus menjadi raja, ia rasa dirinya tidak layak (9:20, 21; 10:16, 21,22)

(d)  Setelah beroleh kemenangan ia membina mezbah mengucap syukur atas anugerah Tuhan (14:35)

(e)  Sewaktu tidak berhasil, ia tahu menyelidiki diri sendiri (14:36-42)

(f)  Mengumpulkan para pahlawan dan orang gagah perkasa untuk mengikutnya (14:52)

(g)  Menerima pandangan dan nasihat Yonatan supaya jangan membunuh Daud (19:1-6)

Sumbangannya

(a) Menyelamatkan orang-orang Yabesy-Gilead daripada ancaman raja Amon (I Sam 11:1-11)

(b) Berjuang dengan berani demi rakyatnya, berperang melawan segala bangsa lain, melepaskan Israel dari tangan orang-orang yang merampasi mereka dan menjaga kestabilan dan ketenteraman kehidupan rakyat (14:47, 48)

Kekurangan

(a)  Di peringkat mudanya, sewaktu menghadapi masalah, ia tidak tahu bersandar keda Tuhan (I Sam 9:6)

(b)  Melampaui batasan kedudukan identiti sendiri apabila ia bertindak sendiri mempersembahkan korban (13:8-14)

(c)  Sewaktu berperang dengan orang Filistin (berdasarkan iman Yonatan) ia melarang pasukan tenteranya yang mempertaruhkan nyawa dalam peperangan supaya jangan makan (15:6-30)

(d)  Tidak mengakui kesalahan diri ri, bahkan menolak dosa tersebut kepada umat dan meninggikan diri sendiri (15:10-31)

(e)  Tidak membalas budi, sebaliknya menghina (15:1-30; 18:6-9)

(f)  Berikhtiar untuk mencelakai Daud (18:17-30)

(g)  Walaupun digerakkan Roh Allah di Roma, namun masih tidak bertobat (15:1-30; 18:6-9)

(h)  Mencurigai bahwa Daud ingin merampas takhta kerajaannya

(i)  Membunuh para imam dan penduduk di dalam kota imam (22:6-23)

(j)  Masih menganggap bahawa adalah kehendak Allah sewaktu membelakangiNya dan bermuafakat untuk membunuh Daud (23:7-14)

(k)  Sewaktu mengejar Daud sampai ke En-Gedi, jubah luarnya telah dipotong Daud, ia mengakui kesalahan diri sendiri (24:1-22), namun tidak lama kemudian, ia memburu Daud sampai ke padang gurun Zif (26:1-25)

Kesudahannya

(a)  Melanggar perintah Tuhan; setelah ditolak Tuhan ia sentiasa diganggu oleh roh jahat (I Sam 16:14-23)

(b)  Tidak mendapat pertolongan Allah lalu tidak berdaya mengalahkan Goliat (17:1-58)

(c)  Sewaktu berperang dengan orang Filistin, hatinya sangat gelisah lalu ia berseru kepada Allah; namun tidak mendapat jawaban dari Tuhan lalu ia pergi mencari seorang perempuan pemanggil arwah (28:3-25)

(d)  Saul bersama tiga anak laki-laki maju berperang demi negara dan terkorban dalam medan peperangan. Kepala Saul telah dipenggal oleh orang Filistin dan digantung pada tembok. Setelah diketahui oleh orang-orang Gilead-Yobesy, mereka dengan beraninya pergi mengambilnya kembali dan menguburkannya (31:1-13)

[2]   Daud

  1. Anak bongsu Isai, dari kaum Yehuda (I Sam 16:10-13)
  2. Berumur tiga puluh tahun pada waktu ia menjadi raja dan memerintah selama 40 tahun. Menjadi raja di Hebron atas Yehuda selama 7 tahun dan menjadi raja atas Isreal dan Yehuda di Yerusalem selama 33 tahun (II Sam 5:4, 5)
  3. Riwayatnya

Kelebihan

(a)  Pandai main kecapi, pandai bicara, elok perawakan, pahlawan gagah perkasa dan Tuhan menyertai dia (I Sam 16:18-23)

(b)  Bergaul dengan seorang kawan baik, mendapat kebaikan besar (18:1-5)

Δ  Sahabat baiknya, Yonatan memohon belas kasihan dari ayah sendiri deminya (19:1-7)

Δ  Membela dan melindunginya dalam saat-saat yang genting sehingga ia terluput daripada pembunuhan ayahnya (20:1-42)

Δ  Sewaktu dalam kesesakan, ia beroleh galakan dan penghiburan dari Yonatan (23:16-18)

(c)  Sewaktu melarikan diri sampai ke gua Adulam ia menjadi sahabat orang yang dalam kesukaran (22:1, 2)

(d)  Tidak membunuh Saul sewaktu di En-Gedi (24:1-22)

(e)  Menerima permohonan Abigail, tidak membinasakan keluarga Nabal (20:5)

(f)  Tidak membunuh Saul sewaktu berada di Zif (26)

(g)  Sewaktu kehilangan kedudukan, isteri dan anak-anaknya ditawan, menghadapi pemberontakan daripada para pengikut dan sendiri nyaris-nyaris dibunuh, Daud tetap menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan lalu terselamat (30:1-31)

(h)  Apabila mendengar bahawa musuh (ia sendiri tidak menganggap Saul sebagai musuh) telah mati di medan pertempuran, ia tidak mengambil kesempatan untuk bergembira, sebaliknya ia berpuasa dan meratap dan membuat nyanyian ratapan (II Sam 1:1-27)

(i)  Dengan beraninya dia menerima kembali Abner, panglima kepada Saul, iaitu ayah Isyboset (3:12-39)

(j)  Tidak menganggap kematian Isyboset sebagai kesukacitaan (4:5-12)

(k)  Menunjukkan kasih kepada anak Yonatan, iaitu Mefiboset (9:1-13)

(l)  Sabar bertahan menghadapi kutukan dan caci maki Simei (16:5-14)

(m)  Bertoleransi terhadap Absalom, anak yang telah mendurhaka terhadapnya (18:1-33)

(n)  Di bawah pertolongan Allah dan ditambahkan dengan hatinya yang peramah dan pemurah, ia mendapat sokongan penuh setia dari tentera dan rakyat sehingga berjaya membangunkan kerajaan yang kuat dan makmur (23:8-39; I Taw 11:10-12:40)

Sumbangannya

(a)  Bersandar kepada Tuhan untuk membunuh Goliat (I Sam 17:17, 18)

(b)  Melepaskan orang-orang Kehila dari tangan orang Filistin (I Sam 23:1-5)

(c)  Kali kedua ia melarikan diri ke raja Akhis, ia telah berjuang dalam peperangan untuk raja sehingga ia mendapat kepercayaan raja lalu dilantik menjadi kepala pengawal (I Sam 27:1-28:2)

(d)  Setelah menjadi raja, ia menyerang Yerusalem dan menetapkan kota itu sebagai ibukota (II Sam 5:6-12)

(e)  Mengalahkan orang Filistin (5:17-25)

(f)  Memindahkan tabut perjanjian Tuhan ke Yerusalem (6:1-19)

(g)  Menakluki negara-negara asing di sekitarannya, memberi keuntungan kepada rakyat dan memuliakan Tuhan (8: 1-14)

(h)  Berbuat baik dalam tanggungjawab sendiri, mahir dan cekap, berlaku adil dan benar (8:15-18)

(i)  Dihalau keluar dari istana dan sewaktu menghadapi maut, ia tetap tenang dan merancang segalanya dengan teliti (15:13-37; 17:1-23)

(j)  Mengerahkan tentera untuk menghapuskan pemberontakan Seba pada waktu yang tepat  (20:1-22)

(k)  Membela hak orang-orang Gibeon dan melenyapkan kelaparan selama tiga tahun tersebut (21:1-14)

(l)  Bertekad membina Bait Allah, menyediakan bahan-bahan dengan segenap kekuatan (II Sam 7:1-29; I Taw 22, 28, 29)

Kekurangannya

(a)  Disebabkan ia telah menodai Batsyeba, maka ia telah merancang untuk membunuh Uria yang setia terhadapnya (II Sam 11:1-27; 23:8, 39; I Raj 15:5)

(b)  Perhitungan bilangan umat telah membangkitkan murka Allah (II Sam 24:1-25)

Kesudahannya

(a)  Dikutuki Allah kerana berbuat dosa (II Sam 12:1-14)

(b)  Anak yang dilahirkan bersama Batsyeba jatuh sakit lalu mati (12:15-23)

(c)  Keluarga menjadi kucar-kacir; Amnon berpura-pura sakit lalu memperkosa Tamar (13:1-22)

(d)  Absalom yang merencana untuk membalas dendam dan membunuh Amnon (13:23-29)

(e)  Absalom mengadakan pemberontakan ingin membunuh ayahandanya, Daud (15:1-12)

(f)  Absalom menghampiri gundik-gundik ayahnya di depan semua orang (16:20-23)

(g)  Setelah Absalom anak durhaka ini ditikam mati oleh panglima Yoab, barulah Daud kembali ke takhtanya di Yerusalem (18:9-15; 19:1-43)

(h)  Setelah pesanan terakhirnya kepada Salomo, Daud mendapat perhentian bersama-sama nenek moyangnya dan ia telah dikuburkan di kota Daud (I Raj 2:1-2)

[3]   Salomo

  1. Anak kepada Daud; ibunya bernama Batsyeba (I Raj 1:15-17)
  2. Menjadi raja atas seluruh Israel di Yerusalem selama 40 tahun (I Raj 11:42)
  3. Riwayatnya

Kelebihan

(a)  Menghormati ibu (I Raj 1:19, 20)

(b)  Cerdik dan pintar menguruskan segala perkara (I Raj 1:49-53; 2:21-46)

(c)  Sewaktu dinobatkan, ia membawa barisan pemimpin mempersembahkan korban secara besar-besaran di Gibeon (I Taw 1:1-6)

(d)  Tidak memohon panjang umur maupun kekayaan diri, melainkan memohon Tuhan mengaruniakan hikmat demi kebaikan negara (I Raj 3:4-15)

(e)  Mempersembahkan korban kepada Tuhan sebanyak tiga kali setiap tahun (I Raj 9:25)

 Sumbangan

(a)  Mengadili kes-kes yang sukar (I Raj 3:16-28)

(b)  Memperkukuhkan pertahanan negara dan melantik dua belas orang kepala daerah di seluruh Israel (I Raj 4:1-28)

(c)  Hikmatnya melebihi semua orang, menggubah tiga ribu amsal, seribu lima lagu puji-pujian – kitab Amsal, Buku Pengkhotbah dan Kidung Agung adalah hasil karyanya (I Raj 4:29-34)

(d)  Mengikat perjanjian dengan Hiram, raja Tirus untuk mendapatkan bahan-bahan kayu membina Bait Suci (I Raj fasal 5)

(e)  Menggunakan masa 7 tahun membina Bait suci (I Raj fasal 6)

(f)  Menjemput Hiram dari Tirus untuk membuat perkakas-perkakas penuh kesenian di dalam Bait suci (I Raj 7:13-50)

(g)  Memindahkan tabut perjanjian ke dalam Bait Suci, memohon kasih karunia Allah, memberkati seluruh jemaah Israel dan mempersembahkan korban dengan seluruh jemaah (I Raj fasal 8)

(h)  Beroleh perkhidmatan bangsa-bangsa lain, membina dan memperkuatkan kubu-kubu kota, membina juga kota-kota perbekalan, dan kota-kota tempat kereta dan tempat orang berkuda (I Raj 9:15-23)

(i)  Membuat kapal-kapal untuk berurus-niaga dengan negara-negara lain dan menjadi sangat kaya (I Raj 9:26-28; 10:11)

Kekurangan

(a)  Mengambil puteri Firaun sebagai isteri (I Raj 3:1)

(b)  Berhutang kepada raja Hiram (I Raj 9:10-14)

(c)  Mengambil banyak perempuan-perempuan asing sebagai gundiknya, tergoda untuk menyembah berhala (I Raj 11:1-8)

(d)  Menyebabkan umatnya berjerih payah dengan mempergunakan masa 13 tahun untuk membina istana sendiri (I Raj 7:1-8; Ruj: I Raj 12:1-5; Ul 17:14-20)

Kesudahan

(a)  Disebabkan ia membelakangi Allah yang merahmatinya, maka Allah berfirman kepadanya: Akan mengoyakkan kerajaan itu dari padamu dan akan memberikannya kepada hambamu. Satu suku akan Kuberikan kepada anakmu oleh kerana hambaKu Daud dan oleh kerana Yerusalem yang telah Kupilih (I Raj 11:9-13)

(b)  Tuhan membangkitkan Hadad, orang Edom dan Rezon, raja Aram menjadi lawannya (I Raj 11:14-25)

(c)  Yerobeam, seorang pegawainya telah memberontak terhadapnya (I Raj 11:26-40)

(d)  Akhirnya raja Salomo mati dalam keadaan tidak aman dan tenteram (I Raj 11:40-43)

Nadab Berbuat Dosa
| | |

Nadab Berbuat Dosa

Nadab Berbuat Dosa

[Chen Jing Rong]

Nas Kitab: Imamat Fasal Sepuluh

Prakata

Ia adalah anak sulung Harun (Kel 6:22; Bil 3:2). Ia pernah juga mengikut Musa, Harun dan tujuh para tua-tua Israel naik ke gunung menghadap Tuhan (Kel 24:1)

[1]   Sebab-Musabab Mempersembahkan Api Asing

Api asing: bukan api yang diambil dari mezbah. Api pada mezbah adalah api dari Allah, yakni api kudus. Api lain adalah ‘api asing’.

  1. Sebab kecongkakan telah melahirkan hati yang tidak hormat dan takut. Ini disebabkan ia baru mendapat kedudukan yang hormat dan mulia sebagai imam.
  2. Kemungkinan ia baru meminum anggur dan mabuk lalu melanggar perintah Tuhan (Im 10:8-9)
  3. Kemungkinan terlalu beremosi atau terburu-buru disebabkan ia telah melihat Allah memanifestasikan cahaya kemuliaan, menurunkan api membakar bahan-bahan korban manakala suara sorak-sorai umat seperti bunyi gurun; disebabkan terlalu gembira sehingga lupa menjaga dan menguasai diri, lalu ia bertindak melampaui batas.

[2]   Akibat Mempersembahkan Api Asing

  1. Keluarlah api dari hadapan Tuhan, lalu menghanguskan keduanya, sehingga mati di hadapan Tuhan (Im 10:2)
  2. Walaupun telah mati, namun tubuh dan pakaian tidak terbakar (Im 10:5)
  3. Allah memberi perintah kepada Harun, jangan berkabung dan jangan berdukacita atas anak-anaknya yang telah berbuat dosa (Im 10:6)

[3]   Pengajaran Kepada Kita

  1. Setiap yang menduduki tempat tinggi, haruslah berwaspada, haruslah taat dalam segala hal.
  2. Jangan mabuk oleh anggur (Ams 31:4-5; I Tim 3:3, 8; Ef 5:18)
  3. Kita merupakan bangsa terpilih, mempunyai identiti imamat rajani (I Ptr 2:9); andainya berbuat dosa lagi, akan menerima hukuman berat.

 

Nabal, Orang Bebal
| | |

Nabal, Orang Bebal

Nabal, Orang Bebal

[Chen Jin Rong]

Nas Kitab: I Sam Fasal 25 ayat 1-44

[1]   Personaliti Nabal

Ia seorang keturunan Kaleb, tinggal di Maon, mempunyai perusahaan di Karmel, merupakan seorang yang sangat kaya. Isterinya bernama Abigail (2-3)

i. Orang bebal yang personaliti bertepatan dengan namanya

Δ  Tak setandangi pun hambanya (14-17)

ii. Kasar dan jahat perbuatannya (3)

Mencaki-maki Daud dengan perkataan keras (10-11,14)

Seorang dursila yang ganas, tidak seorangpun berani bercakap dengannya (17)

iii. Walaupun kaya namun tidak baik hati (2)

Nabal adalah seorang yang sangat kaya. Kalau mengikut adat orang sebelah timur, waktu musim menuai atau musim pengguntingan bulu domba adalah musim berbuat baik memberi tumpangan kepada pendatang membantu mengurangkan masalah mereka. Kini Daud berada dalam keadaan terdesak lalu mengutus orang pergi meminta bantuan. Bertambah pula hamba-hambanya memberi salam kepada Nabal dengan penuh sopan, tanpa disangkai mereka pula dicaci-maki dan ditolak (4-11, 14).

iv. Tidak mengenang budi, membalas kebaikan dengan kejahatan (15-17, 21)

Daud dan rombongannya merupakan orang-orang yang sangat baik dan ramah; tambahannya mereka menjadi pelindung kepada para gembala Nabal. Maka sepatutnya Nabal harus membalas dengan menghulurkan tangan untuk membantu mereka. Malangnya, Nabal tidak mengenang budi dan membalas pula dengan perkataan caci maki.

v. Berpesata pora dalam kenikmatan dan kemewahan (36)

[2]   Kesudahan Nabal

Permintaan  Daud  yang berpatutan itu pula dicaci-makikan oleh Nabal.  Ini mengakibatkan Daud bertindak agresif mahu membunuhnya; tindakan agresif sedemikian sememangnya tidak bersesuaian dengan ajaran Allah (Ams 25:21-22). Kemuculan Abigail telah menghalanginya lalu mengelakkan suatu pembunuhan. Walaupun demikian, hukuman Allah tetap menimpa Nabal.

  1. Berhenti jantungnya dalam dada dan ia membatu (37)
  2. Dan kira-kria sepuluh hari sesudah itu Tuhan memukul Nabal, sehingga ia mati

 

[3]   Pengajarannya Kepada Kita

  1. Haruslah lemah lembut dalam perbuatan dan pertuturan (Kol 3:12; 4:6; Ams 14:29)
  2. Haruslah banyak berbuat baik dan menjadi kaya dalam kebajikan (I Tim 6:17-19; Ams 3:27)
  3. Jangan lupa akan segala budi dan kebaikan yang diterima (Mzm 103:1-2; 116:12; Luk 17:16)
  4. Balaslah kejahatan dengan kebaikan (Rm 12:17-21; Ams 17:13)

Jangan hidup dalam pesta pora dan kemabukan (Rm 13:13; Luk 21:34)

Natan, Nabi Yang Setia Ikhlas
| | |

Natan, Nabi Yang Setia Ikhlas

Natan, Nabi Yang Setia Ikhlas

[Chen Jin Rong]

Prakata

Natan merupakan seorang nabi yang terkenal di zaman dinasti Daud dan Salomo. Sewaktu Daud telah berbuat dosa, Natan pernah menegur akan perbuatan salahnya (II Sam fasal 12). Pada waktu tua Daud, Natan telah diutus untuk mengurapi Salomo sebagai raja (I Raj 1:11-45); akhirnya ia telah mencatatkan peristiwa riwayat Daud dan Salomo sebagai sebahagian catatan sejarah (I Taw 29:29; II Taw 9:29).

[1]   Personaliti Natan

i. Taat setia kepada Tuhan

Nabi yang bertanggungjawab

‚Taat kepada perintah Tuhan

ii. Setia kepada Daud

Adonia berkomplot merampas takhta Salomo, tetapi Natan tetap setia kepada Daud (I Raj 1:8-10)

Mencatatkan peristiwa riwayat Daud sebagai sebahagian dari catatan sejarah (I Taw 29:29)

iii. Berani menegakkan keadilan

Menegor Daud bahawa ia pasti menerima hukuman atas dosanya (II Sam 12:1-15)

iv. Mempunyai hikmat

Tidak disesatkan oleh komplotan Adonia, bahkan menasihatkan Batsyeba supaya menghadap Daud untuk mengingatkan sumpahan Daud tentang Salomo yang akan menjadi raja (I Raj 1:11-45)

Dengan hikmatnya, Natan telah mereka-cipta satu perumpamaan demi menuntun Daud untuk mengakui dosa sendiri

[2]   Kesudahan

i. Membuat Daud menyesali diri lalu berbalik kepada Tuhan dengan sesungguhnya (II Sam 12:13; Mzm 51)
ii. Berjaya mempertahankan tahkta raja Salomo

[3]   Pengajarannya Kepada Kita

  1. Kita merupakan bangsa terpilih Allah, imamat yang rajani (I Ptr 2:9)
  2. Dengan berani menyatakan kesalahan saudara-saudara (Mat 18:15); lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi (Ams 27:5). Menyelamatkan satu jiwa (Yak 5:19-20)
  3. Taat setia kepada Tuhan (Yak 4:4)
  4. Siapa membenci suap akan hidup (Ams 15:27; Ul 19:16)
  5. Nasihati dan ajari tiap-tiap orang dalam segala hikmat untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus (Kol 1:28)