83. Apa Yang Dapat Dikerjakan Olehmu Bagi Penginjilan Secara Tertulis ?
|

83. Apa Yang Dapat Dikerjakan Olehmu Bagi Penginjilan Secara Tertulis ?

 

  • Memberitakan Injil adalah yang diperintahkan oleh Tuhan (Mrk 16 : 15).
  • Adalah kewajiban umat Kristian (1 Kor 9 : 16-17;  Ams 24 : 11-12).

 

I.       MAKNA PENGINJILAN SECARA TERTULIS

1.      Penginjilan yang bersuara (Kis 2 : 14;  17 : 22;  Yoh 3 : 1-15;  Kis 8 : 26-40).

2.      Penginjilan tanpa suara :

a.      Dimenangkan oleh perbuatan (1 Ptr 3 : 1;  Mat 5 : 16).

b.      Penginjilan secara tertulis (melalui buku-buku, jilid kecil, kertas selebaran dan lain-lain).

 

II.     NILAI DARI PENGINJILAN SECARA TERTULIS

1.      Tidak terbatas oleh waktu, juga tidak dipengaruhi oleh pengkhotbah dan pendengarnya.

2.      Jumlah pembaca tidak terbatas.

3.      Sida-sida dari Etiopia dapat diselamatkan adalah kerana dari penginjilan secara tertulis (Kis 8 : 26-39).

 

III.    TUJUAN DARI PENGINJILAN SECARA TERTULIS

1.      Ke luar :

a.      Bersaksi kepada orang kafir.

b.      Memperbaiki pandangan dan pengertian terhadap Kebenaran aliran Kristian yang menyimpang dari Kitab Suci (Firman Allah).

2.      Ke dalam :

a.      Pemupukan rohani.

b.      Pekerjaan.

c.      Pemahaman Alkitab.

d.      Pengkabaran.

e.      Kesaksian.

 

IV.    APA YANG DAPAT DIKERJAKAN OLEHMU TERHADAP TUGAS SUCI TERSEBUT?

1.      Engkau dapat banyak menulis (1 Yoh 1 : 1, 4;  Luk 1 : 1-4).

2.      Engkau dapat banyak bicara :

a.      Membicarakan tentang berita yang dilihat dan didengar sendiri (Kesaksian sendiri atau keluarga), mohon supaya orang menuliskannya.

b.      Setelah membaca, banyak menceritakan kepada orang lain.

3.      Engkau dapat banyak membaca :

Membaca dengan teliti mengenai Alkitab, serta majalah-majalah, buku-buku yang diterbitkan oleh Gereja kita.

4.      Engkau dapat memperkenalkan kepada para pembaca.

5.      Engkau dapat banyak mempersembahkan : Wang, waktu, kasih karunia.

6.      Engkau dapat banyak mendoakan.

 

KESIMPULAN :

Injil harus diberitakan ke setiap pelusuk dunia, harus dengan penginjilan secara tertulis sebagai pelopornya.

 

82. Kesusahan Dalam Pandangan Kitab Ayub
|

82. Kesusahan Dalam Pandangan Kitab Ayub

  • Hidup manusia di dunia penuh dengan kegelisahan (Ayb 14 : 1;  Mzm 90 : 10).
  • Ketika kegelisahan datang pada diri kita, harus bersikap bagaimanakah kita?

Bagaimanakah pandangan kita terhadap kesusahan dan sebagainya?

  • Ayub telah menerima kesusahan berturut-turut, isterinya, sahabat-sahabatnya, dan iblis mempunyai pandangan yang berbeda, yang dihuraikan sebagai berikut :

I.       PANDANGAN IBLIS

1.      Beranggapan bahawa pada saat umat Kristian menerima penderitaan, pasti akan meninggalkan Allah dengan segera (Ayb 1 : 9-12;  2 : 4-5).

2.      Tetapi Ayub bukan begitu.  Ia berkata : “Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah Nama Allah” (Ayb 1 : 21).

3.      Hendaklah bersemangat seperti Paulus (2 Kor 12 : 7-10).

II.     PANDANGAN DARI ISTERI AYUB

1.      Isteri Ayub berkata : “Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu?  Mutukilah Allahmu, dan matilah” (Ayb 2 : 7-9).

2.      Pendapat yang semacam ini adalah salah.

Allah baik terhadap kita, maka kita takut akan Allah;  Apabila Allah tidak memelihara kita, maka kita meninggalkan Dia.

Ini adalah kepercayaan yang bersistem perdagangan.

3.      Jawaban Ayub adalah tepat (Ayb 2 : 10).

4.      Semangat dari Paulus (Rm 8 : 35-37;  2 Tim 1 : 8, 12).

III.    PANDANGAN DARI KETIGA SAHABAT AYUB

1.      Elifar, orang Teman (Ayb 4 : 7-8;  5 : 6, 12-13;  15 : 34-35;  22 : 5-11).

2.      Bildad, orang Suah (Ayb 8 : 3-4, 13-14, 20, 22).

3.      Zofar, orang Naama (Ayb 11 : 6, 11, 20).

  • Mereka bertiga beranggapan bahawa penderitaan adalah pembalasan yang diterima dari perbuatan dosa, dosa-dosa yang telah diperbuat baik diri pribadi atau anak-anaknya, yakni berdosa terhadap Allah.

4.      Pada masa penderitaan tidak seluruhnya disebabkan kerana dosa, ada beberapa hal berasal dari Allah, yang menguji supaya umat Kristian menjadi seperti emas (Ayb 23 : 10).

IV.    PANDANGAN DARI AYUB

1.      Pandangan mula-mula tepat (Ayb 1 : 21;  2 : 9-10).

2.      Kemudian bersungut-sungut kepada Allah, beranggap tidak adil (Ayb 19 : 7-12;  21 : 23-26;  27 : 1-6;  16 : 18-21), itu adalah tidak benar.

3.      Segala yang dialami berasal dari Allah, hendaklah berdiam diri (Mzm 39 : 9).

4.      Akhirnya Ayub sedar sendiri dan menyesal, maka Allah memberkatinya, sehingga keadaannya dipulihkan kembali (Ayb 42 : 1-6, 10).

V.     PANDANGAN DARI ELIHU

1.      Elihu digerakkan oleh Roh Allah (Ayb 32 : 1-10, 18-22).

2.      Dia beranggapan bahawa kesusahan adalah :

a.      Kerana Allah menyelamatkan manusia untuk meninggalkan dosa, supaya terhindar masuk ke liang kubur (Ayb 33 : 29-30).

b.      Supaya manusia menerima nasihat/pengajaran dari Allah dan sampai pada tempat yang berkelimpahan (Ayb 36 : 15-16).

c.      Pembalasan dari Allah (Ayb 34 : 11-12).

d.      Allah akan berlaku adil (Ayb 34 : 11-12;  37 : 23-24).

3.      Pendapatnya sangat tepat.

VI.    KEHENDAK DARI ALLAH

1.      Ingin menutup mulut iblis (Ayb 2 : 3).

2.      Ingin supaya Ayub lebih sempurna, menjadi seperti emas (Ayb 23 : 10;  1 Ptr 1 : 7).

3.      Supaya siapa yang tahan dalam penderitaan, maka akan memperoleh berkat berlipat ganda (Yak 5 : 11;  Ayb ps. 42;  Mzm 66 : 10-12).

KESIMPULAN :

  • Menerima penderitaan ada gunanya (Mzm 119 : 67, 71, 75).
  • Kesusahan adalah pengajaran (Yes 30 : 20-21).

 

81. Pada Masa Engkau Kaya
|

81. Pada Masa Engkau Kaya

Allah berfirman : “Orang-orang miskin tidak henti-hentinya berada di dunia” (Ul 15 : 11).

Umat Kudus juga dapat mengalami kemiskinan (Rm 15 : 26).  Tetapi di dunia masih sangat banyak orang kaya, di antara umat kudus pun banyak juga yang kaya.  Sekarang baiklah membicarakan pengajaran tentang kekayaan menurut Alkitab, serta pengajaran yang harus dilakukan pada masa kaya, guna untuk saling mendorong.

I.       SEBAB KEKAYAAN

1.      Warisan dari nenek moyang (Ams 19 : 14;  13 : 22;  Kej 25 : 5;  24 : 35-36).

2.      Rajin bekerja (Ams 10 : 4;  13 : 4;  21 : 5).

3.      Jimat dan menabung (Ams 21 : 20;  13 : 11;  Ruj : Luk 15 : 11-15).

4.      Memberi dengan kerelaan hati (Ams 11 : 24-25;  19 : 17;  2 Kor 9 : 8-11;  Kis 10 : 1-4).

5.      Kekayaan yang tidak benar (Ams 28 : 8;  Ayb 27 : 13-19;  Luk 19 : 1, 8).

  • Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna (Ams 10 : 2;  13 : 11).

II.     KEKAYAAN UMAT KUDUS

1.      Takut akan Allah (Mzm 12 : 1-3;  Ayb 1 : 1-3;  Ams 22 : 4).

2.      Taat kepada Allah (1 Sam 15 : 22), seperti Abraham (Kej 12 : 1-4;  22 : 1-19;  13 : 2;  24 : 1, 35), Ishak (Kej 26 : 1-5, 12-13).

3.      Memohon hikmat (Ams 3 : 13-16;  1 Raj 3 : 4-13).

4.      Memuliakan Allah (Ams 3 : 9-10;  2 Kor 9 : 6-8).

III.    KETIKA ENGKAU KAYA (BERLIMPAHAN)

A.      YANG TIDAK BOLEH DILAKUKAN :

1.      Jangan congkak dan tinggi hati (Ul 8 : 11-14;  Ams 18 : 23;  1 Tim 6 : 17).

2.      Jangan mewah (Luk 16 : 19-21;  Yak 5 : 5).

3.      Jangan mengumpulkan harta bagi diri sendiri (Yak 5 : 1-4;  Luk 12 : 20).

4.      Jangan menghina orang (Ams 18 : 11;  1 Tim 6 : 17;  Mzm 49 : 6-10).

5.      Jangan melupakan kasih karunia Allah (Ams 30 : 7-9;  Ul 8 : 11-14).

B.      YANG HARUS DILAKUKAN :

1.      Hendaklah mengumpulkan harta di Syurga (Mat 6 : 20-21;  1 Taw 29 : 14).

2.      Hendaklah memberi dengan senang dan baik (1 Tim 6 : 18-19;  Ams 3 : 27-28;  Gal 2 : 10).

  • Allah pasti memberkati (Kis ps. 10;  9 : 36-42;  Mzm 41 : 1-3).

3.      Hendaklah berbakti kepada Allah dengan rajin (Ayb 1 : 1-5;  Kej 13 : 2-4;  Mat 6 : 24).

4.      Kaya di dalam iman (Why 2 : 9;  Luk 12 : 20-21;  2 Ptr 1 : 5-11).

80. Mengenal Allah Dari Kitab Kejadian
|

80. Mengenal Allah Dari Kitab Kejadian

Dalam Kitab Kejadian tercatat banyak Injil Kebenaran, yakni satu jilid gudang harta kerohanian yang berlimpah-limpah.

Penyelidikan mengenai “Allah” menurut Kitab Kejadian ini membuat kita mengenal akan Allah lebih mendalam.

I.       ALLAH PENCIPTA LANGIT DAN BUMI (Kej 1 : 1)

1.      Dalam Kitab Kejadian memberitahukan kepada kita bahawa ada satu Allah, Ia menciptakan isi bumi, dan segala macam isinya (Pasal 1).

2.      Allah menciptakan langit bumi dan segala isinya, serta manusia pertama, maka Ia pun disebut sebagai “Tuhan Pencipta langit dan bumi” (Kej 14 : 19).

3.      Sekali pun Allah Tuhan atas langit dan bumi, Ia tidak dilayani oleh tangan manusia, dan tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia (Kis 17 : 24-29).

4.      Kita harus menyembahNya dalam roh dan Kebenaran (Yoh 4 : 24).

II.     ALLAH YANG MAHAKUASA (Kej 17 : 1)

1.      Ia menciptakan dari yang tiada, Dia berfirman, maka semuanya jadi;  Dia memberi perintah, maka semuanya ada (Mzm 33 : 6, 9;  Ibr 11 : 3).

2.      Ia membuat Sara yang mandul melahirkan seorang anak (Kej 21 : 2-5).

3.      Tidak ada sesuatu pun yang mustahil dalam Dia (Kej 18 : 14).

III.    ALLAH YANG KEKAL (Kej 21 : 33)

1.      Dia adalah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, yakni Allah yang kekal (1 Tim 6 : 16;  Yes 40 : 28;  Why 11 : 16-17).

2.      Dia memberi kepada manusia hidup yang kekal (1 Tim 6 : 12), penghiburan abadi (2 Tes 2 : 16), dan kemuliaan kekal (2 Kor 4 : 17).

3.      Dia adalah Yesus Kristus yakni Firman yang menjadi daging;  Apabila mengenal akan Yesus dan percaya kepadaNya, maka beroleh hidup yang kekal (Yoh 17 : 3;  3 : 16).

IV.    ALLAH MEMELIHARA MANUSIA (Kej 16 : 13)

1.      Dia memelihara Hagar (Kej 16 : 6-13).

2.      Dia memelihara Yakub (Kej 28 : 20-22;  33 : 18).

3.      Dia memelihara Yusuf (Kej 39;  41 : 39-45).

4.      Hari ini Dia memelihara orang yang menderita, janda, yatim piatu, serta yang sakit (Mzm 10 : 14;  146 : 9), serta segala orang yang memohon kepadaNya (Mzm 138 : 6;  Yes 66 : 2).

V.     ALLAH YANG MENJADI GEMBALA MANUSIA SEUMUR HIDUP (Kej 48 : 15)

1.      Yakub telah memperoleh pengalaman bahawa Allah menjagai dia seumur hidup, memeliharanya;  Maka, pada masa tuanya telah menggunakan perkataan tersebut untuk mendorong anak-anaknya.

2.      Dia memberikan musim-musim subur, supaya kita dipuaskan dengan makanan (Kis 14 : 15-17).

3.      Tidak berkekurangan bagi orang yang takut akan Dia (Mzm 34 : 9-10).

VI.    ALLAH YANG MENGABULKAN DOA (Kej 25 : 21)

1.      Dia mendengar doa Ishak (Kej 25 : 21-26).

2.      Dia mendengar doa Abraham (Kej 19 : 29;  ps. 20).

3.      Dia mendengar doa hamba Abraham (Kej ps. 24).

4.      Dia mendengar doa Yakub (Kej 28 : 20-22;  32 : 9-12, 33).

5.      Nyatakanlah dalam segala hal keinginan kepada Allah dalam doa (Flp 4 : 6-7;  Mzm 37 : 5).

VII.  ALLAH YANG MENGHUKUM SEISI BUMI (Kej 18 : 23, 25)

1.      Dia memberi kebajikan (Neh 9 : 7-8;  Kej 22 : 12-18).

2.      Dia menghukum yang jahat (2 Ptr 2 : 4-8).

3.      Pada akhir zaman Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatan yang dilakukannya masing-masing (Rm 2 : 6-11;  Ibr 9 : 27).

4.      Sebagai manusia kita harus hidup suci, saleh, serta menantikan/mengharapkan langit dan bumi yang baru (2 Ptr 3 : 11-13).

79. Kehidupan Manusia Yang Menderita
|

79. Kehidupan Manusia Yang Menderita

Yakub pernah berkata kepada Firaun :

“Tahun-tahun pengembaraanku sebagai orang asing berjumlah seratus tiga puluh tahun, tahun-tahun hidupku itu sedikit saja dan buruk adanya” (Kej 47 : 9).

Musa pun pernah berkata :

“Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan;  Sebab berlalunya buru-buru dan kami melayang lenyap” (Mzm 90 : 10).

I.       PENDERITAAN SAKIT (Ayb 7 : 2-6)

1.      Sendiri sakit adalah menderita (Mrk 5 : 25-26;  Yoh 5 : 2-9).

2.      Keluarga sakit pun menderita (Mat 15 : 22-28;  17 : 14-18).

3.      Tuhan Yesus menanggung sakit kita (Mat 8 : 14-17;  4 : 23-24).

4.      Hendaklah percaya kepadaNya, bersandar kepadaNya, pasti memperoleh kesembuhan (Mrk 16 : 17-18;  Mat 8 : 13;  9 : 27-29).

II.     PENDERITAAN JIWA (Ams 18 : 14)

1.      Kesedihan bagaikan hati yang mati (Ams 17 : 22;  15 : 13).

2.      Perkataan yang baik menyenangkan hati orang (Ams 12 : 25).

3.      Percaya kepada Tuhan ada sukacita (Kis 16 : 34).

4.      Dalam Tuhan ada damai sejahtera (Mzm 131 : 2;  Yoh 16 : 33;  1 Ptr 5 : 7).

III.    PENDERITAAN MISKIN (Ams 19 : 7)

1.      Kemiskinan paling menderita (Ams 14 : 20;  15 : 15).

2.      Serahkanlah segala perkara kepada Tuhan, serta bersandar kepadaNya, maka tidaklah akan kekurangan (Mzm 23 : 1;  34 : 9-10;  55 : 22).

3.      Carilah dahulu Kerajaan Allah dan KebenaranNya, maka makanan setiap hari pasti akan diberi oleh Allah (Mat 6 : 25-34).

4.      Bergembira dengan merasa kecukupan (1 Tim 6 : 6-10;  Hab 3 : 17-18).

5.      Paling senang ada Injil Kebenaran (Ams 15 : 16-17).

IV.    PENDERITAAN MENANGGUNG BEBAN DOSA (Rm 7 : 24)

1.      Dosa seperti beban berat, sehingga orang tidak kuat memikulnya (Mzm 38 : 4;  40 : 12).

2.      Tiada damai bagi orang berdosa (Yes 57 : 21;  Ams 28 : 1).

3.      Percaya kepada Tuhan memperoleh kelepasan (Mat 11 : 28;  Luk 5 : 36-50;  19 : 1-10).

4.      Menerima Baptisan, dosa diampuni (Kis 2 : 38;  22 : 16).

5.      Roh Kudus melepaskan orang dari belenggu dosa (Rm 8 : 1, 2, 13).

V.     PENDERITAAN NERAKA (Mrk 9 : 47-48)

 1.      Api neraka – lautan api yang paling menderita (Mat 27 : 46;  Luk 16 : 19-31;  Why 20 : 10).

2.      Orang yang tidak percaya akan Tuhan dan yang berbuat dosa semuanya pergi ke sana (Why 21 : 8;  1 Tes 1 : 6-9).

3.      Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan (Mrk 16 : 15;  2 Tim 4 : 18).

4.      Kerajaan Syurga adalah tempat yang selamanya tiada penderitaan, senang tiada taranya dan terang benderang (Flp 1 : 23;  Why 21 : 4, 11-27).

KESIMPULAN :

Kehidupan manusia adalah rangkaian dari penderitaan dan kesusahan, hanya percaya akan Tuhan, dibaptis, memegang Firman, diselamatkan dan masuk Kerajaan Syurga, barulah ada pengharapan dan kesenangan.

78. Tuhan Berdoa Di Taman Getsemani
|

78. Tuhan Berdoa Di Taman Getsemani

Dalam masa kehidupan Tuhan penuh dengan doa, baik pagi atau malam, di bukit atau di lautan, di padang gurun atau di Bait Suci.  Di antaranya tercantum suatu doa yang paling jelas dan paling menggerakkan hati orang, yaitu doa di Taman Getsemani.

Huraiannya seperti di bawah ini :

I.       DOA YANG BERIMAN (Mrk 14 : 36)

  • Ia bersabda : “Ya Abba, ya Bapa!  Tidak ada yang mustahil bagi Mu”.  Ini adalah doa yang beriman.

1.      Tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah (Ibr 11 : 6).

2.      Tuhan bersabda : “Apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah, maka hal itu akan diberikan kepadamu” (Mrk 11 : 24).

3.      Doa yang beriman, besar khasiatnya (Mrk 1 : 40-42;  Mat 9 : 27-30).

4.      Hendaklah meminta dengan iman, dan sama sekali jangan bimbang (Yak 1 : 6-8).

II.     DOA YANG TAAT (Luk 22 : 41-42)

  • Tuhan bersabda : “Ya BapaKu, jikalau Engkau mahu, ambillah cawan ini daripadaKu, tetapi bukanlah kehendakKu, melainkan kehendakMulah yang terjadi”, Ya betapa taatnya.

1.      Allah berkenan kepada orang yang mendengarkan FirmanNya;  Mendengarkan lebih baik daripada Korban sembelihan, memperhatikan lebih baik daripada lemak domba-domba jantan (1 Sam 15 : 22).

2.      Allah akan mengaruniakan Roh Kudus kepada semua orang yang mentaatiNya (Kis 5 : 32).

3.      Ia akan mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya (1 Yoh 5 : 14).

4.      Adakalanya meminta dengan paksa seperti Paulus (2 Kor 12 : 7-8).  Dengan demikian, baru disebut sebagai anak-anak Allah yang taat (1 Ptr 4 : 14).

III.    DOA YANG SUNGGUH-SUNGGUH (Luk 22 : 44)

  • “Yesus sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa, peluhNya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah”.  Betapa kesungguhanNya!

1.      Kenyataan doa Kristus yang bersungguh-sungguh adalah : Suara yang keras, mencucurkan air mata, mencucurkan peluh (Ruj : Ibr 5 : 7).

2.      Tuhan memberi nasihat supaya kita harus terus memohon dengan sikap yang tidak malu (Luk 11 : 8).

3.      Elia berdoa sungguh-sungguh, maka turunlah hujan dari langit (Yak 5 : 17-18).

4.      Teladan yang baik dari Bartimeus (Mrk 10 : 46-52).

5.      Doa raja Hizkia (Yes 38 : 1-5).

IV.    DOA YANG TEKUN (Mat 26 : 44)

  • “Ucapan doa yang ketiga kalinya masih sama dengan yang terlebih dahulu”.  Itulah pernyataan doa yang tekun (tidak putus asa).

1.      Perumpamaan dari permintaan doa janda yang tekun itu, memberi nasihat kepada kita, bahawa janganlah berputus asa dalam berdoa (Luk 18 : 1-8).

2.      Perempuan Kanaan yang memohon kesembuhan dari Tuhan bagi anaknya yang sakit, meskipun sekali ditolak oleh Tuhan, namun ia tidak putus asa, sehingga akhirnya dikasihani (Mat 15 : 22-28).

3.      Doa Elia memohon hujan sebanyak 7 kali itu merupakan doa yang tekun (1 Raj 18 : 42-45).

4.      Ayat Alkitab : “Bertekunlah dalam doa!” (Rm 12 : 13).

KESIMPULAN

Hendaklah mencontoh akan teladan doa Tuhan Yesus di Getsemani, nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur (Flp 4 : 6-7).