Bahagian 4:  Prinsip Pengampunan Kesalahan
| | | |

Bahagian 4: Prinsip Pengampunan Kesalahan

Bahagian 4:  Prinsip Pengampunan Kesalahan

Nas Kitab: 2:1-13

Prakata

Nas Kitab ini telah menampakkan kasih Paulus, tidak henti-henti ia meluahkan kasih seorang bapa. Atas kasihnya kepada jemaat Korintus, ia berdukacita atas kelemahan mereka, membimbangi kerohanian mereka lalu mendorong para pemercaya berdasarkan manusia, menasihatkan mereka supaya berbalik dari pada kesalahan mereka ~ ini merupakan harapan terbesar seorang gembala, begitulah maksudnya “berduka dalam dukacita” dan “bersuka dalam sukacita” di dalam pelayanan kepada Tuhan.

[1]       Kesukaan Dan Kedukaan Kasih

i. Membuat keputusan tidak mendukakan semua orang ~ “Allah telah membuat keputusan di dalam hatiku, bahwa aku tidak akan datang lagi kepadamu dalam dukacita” (2:1).

ii. Bergembira atas mereka yang bertobat dari kesalahan (2).

– Para gembala harus dengan beraninya menegor mereka yang berbuat salah ~ “Jika aku mendukakan hatimu” (2a).

– Seandainya menyesali dan menginsafi diri, gembala akan bersukacita ~ “Siapa lagi yang dapat membuat aku menjadi gembira selain dia yang berdukacita kerana aku” (2b).

iii. Seandainya berdegil tidak insaf-insaf, gembala akan berdukacita ~ “Supaya jika aku datang, jangan aku berdukacita oleh mereka, yang harus membuat aku menjadi gembira” (3).

iv. Sesama seiman harus miliki “persaudaraan rohani” ~ “Sebab aku yakin tentang kamu semua, bahwa sukacita adalah juga sukacitamu” (2:3b).

v. Penjelasan akan kasih Paulus.

– “Aku menulis kepada kamu dengan hati yang sangat cemas dan sesak dan dengan mencucurkan banyak air mata, bukan supaya bersedih hati” (4a).

– “Tetapi supaya kamu tahu betapa besarnya kasihku kepada kamu semua” (4b).

Δ Paulus melayani para pemercaya seperti ayah yang tegas, ibu yang penyayang (I Tes 2:7; I Kor 4:14).

[2]      Menasihati Para Pemercaya Agar Menerimakan Orang Yang Telah Berbuat Salah Dengan Kasih

i. Bersedih atas pembuat salah

“Jika ada orang yang menyebabkan kesedihan” (5a) ~ ditujukan kepada pemercaya yang berbuat salah lalu menyedihkan seluruh jemaat.

“Bukan hatiku yang disedihkannya” ~ ditujukan kepada pemercaya yang berbuat salah lalu menyedihkan para gembala.

“Melainkan hati kamu sekalian, atau sekurang-kurangnya” ~ ditujukan bahawa pemercaya berbuat salah, juga menyedihkan para seiman.

“Supaya jangan aku melebih-lebihkan” ~ kira-kira ditujukan kepada tegorannya yang keras di surat pertama.

ii. Harus maafkan mereka dengan simpati.

“Bagi orang yang demikian” (6a) ~ menunjuk orang-orang yang berbuat salah.

“Sudahlah cukup tegoran dari sebahagian besar dari kamu” (6a) ~ ia yang menerima tegoran keras dari jemaat dan merelakan diri menerima nasihat.

“Sehingga kamu sebaliknya harus mengampuni dan menghibur dia” (7) ~ Pimpinlah orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, ……bertolong-tolonglah menanggung bebanmu. (Gal 6:1,2).

“Supaya ia jangan binasa oleh kesedihan yang terlampau berat” (7b) ~ supaya jangan ia mengesali diri, membinasa dan menjatuhkan diri sendiri (Flp 2:1-4).

“Kamu sungguh-sungguh mengasihi dia” (8) ~ segala tegoran, kritikan, biarlah atas kasih, umpama ibu penyayang memukuli anak-anak namun sakit di hati sendiri; sekali-kali jangan mengkritik dan menyerang dengan niat jahat, janganlah anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia sebagai seorang saudara” (II Tes 3:15).

iii. Teladan baik Paulus

“Sebab justru itulah maksudnya aku menulis surat kepada kamu, yaitu untuk menguji kamu, apakah kamu taat dalam segala sesuatu” (9). Demi melihat apakah jemaat Korintus sanggup atau tidak sanggup bersatu hati menentangi dosa bahkan taat kepada ajaran Paulus.

“Sebab barangsiapa yang kamu ampuni kesalahnnya, aku mengampuni juga” (10a) ~ laksanakan perlembagaan gereja sesuai dengan kewibawaan Alkitab, sekali-kali jangan menyalahgunakan kuasa peribadi.

“Sebab jika aku mengampuni, ~ seandainya ada yang harus kuampuni – maka hal itu kubuat oleh kerana kamu di hadapa Kristus” (10b). Pengampunannya adalah sebenar-benarnya di mana penyempurnaan haruslah berdasarkan firman yang benar dan diampuni Kristus, justeru demikian, Paulus dan jemaat harus juga mengampuninya.

“Supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita” ~ seandainya melampau tegoran kita sehingga menjadi tawar hati dan jemu maka kita akan tertipu oleh muslihat Iblis dan akan menimbulkan perasaan tidak puas hati, perpecahan dan kerosakan. “Sebab kita tahu apa maksudnya” (2:11b).

Bahagian 3: Kesaksian Suara Hati
| | | | | |

Bahagian 3: Kesaksian Suara Hati

Bahagian 3: Kesaksian Suara Hati

Nas Kitab: 1:12, 14

Prakata

Disebabkan Paulus terpaksa mengubahkan arah perjalanannya dan tidak dapat pergi ke Korintus mengikut waktu yang ditetapkan, maka jemaat di situ bukan sahaja tidak memahami keadaannya, bahkan memfitnahnya, lantas mencurigai firman kebenaran yang diberitakannya. Paulus mengambil kesempatan untuk menjelaskan keadaan sebenar, juga membuktikan bahawa firman Allah dan janji Allah yang diberitakan adalah sebenar-benarnya.

[1] Paulus Melakukan Segala Dengan Penuh Ikhlas

i. Yang dimegahkan adalah berdasarkan suara hati: “suara hati kami memberi kesaksian” (1:12).

Δ “Sampai kepada hari ini aku tetap hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah” (Kis 23:1).

Δ Versi Sze Gau: “Yang kami megahkan ialah kesaksian suara hati kami” (1:12).

“Hidup kami di dunia ini, bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah” (1:12).

Δ “Demikian pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh” (I Kor 2:1-5).

Δ “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Flp 4:13).

ii. “Khususnya dalam hubungan kami dengan kamu” (1:12b).

[2] Berharap Sungguh-sungguh Mereka Akan Mengenali Personaliti Paulus

i. Perkataan-perkataan yang ia tuliskan kepada mereka adalah terang-terangan dan ikhlas: “Apa yang dapat kamu baca dan fahamkan”.

ii. Pada waktu tersebut, hanya sebahagian pemercaya mengenalinya, justeru, ia berharap mereka akan keseluruhannya mengenalinya.

– “Aku harap, mudah-mudahn kamu akan memahaminya sepenuhnya, seperti yang telah kamu pahamkan sebagiannya dari kami” (1:13, 14).

iii. Pada hari Tuhan Yesus kamu akan bermegah atas kami seperti kami juga akan bermegah atas kamu (1:14b).

[3] Penjelasan Pertama Tentang Pengubahan Perjalanan

i. Rancangan asal: Mula-mula berangkat ke Makedonia, baru kemudian ke Korintus (I Kor 16:4-5).

– “Aku pernah merencanakan untuk mengunjungi kamu dahulu” (1:15b)

ii. Kemudian mengubahkan keputusan: merancang pergi dahulu ke Korintus, berangkat ke Makedonia dan balik lagi ke Korintus.

– “Kemudian aku mau meneruskan perjalananku ke Makedonia, lalu dari Makedonia kembali lagi kepada kamu” (1:13,14).

iii. Pada hari Tuhan Yesus kamu akan bermegah atas kami seperti kami juga akan bermegah atas kamu (1:14b).

[4] Kesejahteraan Mesej Yang Diberikan Paulus Dalam Bahasa Akal

  1. Firman yang diberikan: janji kami kepada kamu bukanlah serentak ‘ya’ dan ‘tidak’ (1:18).
  2. Kristus yang diberitakan: Yesus Kristus, Anak Allah, yang telah kami beritakan di tengah-tengah kamu, bukanlah ‘ya’ dan ‘tidak’, tetapi di dalam Dia hanya ada ‘ya’ (1:19).
  3. Janji yang diberitakan: adalah ‘ya’ bagi semua janji Allah ~ Amin (1:20).
  4. Apa yang diberitakan adalah dimeterai Allah ~ memeteraikan tanda milikNya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan (1:21-22).

[5] Menjelaskan Sebab Mengubahkan Perjalanan

  1. Memohon Allah menjadi saksiku: “Aku memanggil Allah sebagai saksiku” (1:23).
  2. Tidak mahu memunculkan diri selagi masalah antara jemaat belum diselesaikan ~ “Sebabnya aku tidak datang ke Korintus ialah untuk menyayangkan kamu” (1:23b).
  3. Menangguhkan kunjungannya supaya semua merasa lebih senang apabila bertemu nanti “bukan kami mau memerintahkan apa yang harus kamu percayai, melainkan kami mau turut bekerja untuk sukacitamu” (1:24a).
  4. “Aku telah mengambil keputusan di dalam hatiku, bahawa aku tidak akan datang lagi kepadamu dalam dukacita” (2:1).
  5. “Kerana kamu berdiri teguh dalam imanmu” (1:24b).
Bahagian 2: Penghiburan Dalam Penderitaan
| | | | | |

Bahagian 2: Penghiburan Dalam Penderitaan

Bahagian 2: Penghiburan Dalam Penderitaan

Nas Kitab: 1:3-11

Prakata

Dengan kesaksiannya dan pengalaman sendiri, yakni bagaimana ia menderita demi Injil serta dihiburkan Tuhan, Paulus mendorong jemaat Korintus supaya bertahan dalam penderitaan dan sama-sama nikmati kasih karunia dan penghiburan bersama Paulus.

[1] Allah Adalah Allah Yang Penuh Belas Kasihan Dan Mengaruniakan Penghiburan (1:3)

  1. Allah berfirman: “Akulah, Akulah yang menghibur kamu” (Yes 51:12).
  2. Kesaksian Paulus: sewaktu dianiaya dan dimasukkan ke dalam penjara dan dikawal dengan ketat oleh kepala penjara, Allah yang penuh belas kasihan, telah membangkitkan gempa bumi lalu pintu penjara terbuka dan menyelamatkan Paulus dan Silas daripada dibunuh (Kis 16:19-27).

[2] Penderitaan Membekali Para Pemercaya Dengan Dua Lapisan Makna (1:4)

  1. Penderitaan membawa penghiburan secara langsung kepada Tuhan: “Yang menghibur kami dalam segala penderitaa” (1:4a).
  2. Hiburkan orang-orang yang menderita berdasarkan pengalaman sendiri: “sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah” (1:4b).

[3] Mendapat Bagian Berlimpah-Limpah Dalam Kesengsaraan Kristus, Demikian Pula Oleh Kristus Akan Menerima Penghiburan Berlimpah-Limpah (1:5)

1. ‘Kesengsaraan Kristus’: cawan pahit Yesus (Mat 20:23; Yes 53:4).

2. ‘Mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus’:

– Menderita kerana menjadi seorang Kristian dan memberi kemuliaan kepada Allah atas nama ini (I Ptr 4:16).

– Menderita kerana berbuat baik, dipandang sebagai yang manis dan menyenangkan Tuhan (I Ptr 2:2-25).

– Menderita kerana memberita Injil dan tidak menganggap Injil sebagai yang memalukan (II Tim 1:8-12).

3. ‘Oleh Kristus, menerima penghiburan berlimpah-limpah’:

- Setelah Paulus dan Barnabas dihalau ke luar kota…… mereka berangkat ke Ikonium.

Δ Melakukan mujizat besar di Likaonia di Listra (Kis 13:50; 14:8).

– Kerana Injil, Paulus telah dilempari batu oleh orang ramai dan diseret ke luar kota (Kis 14:19).

Δ Ketika murid-murid berdiri mengelilingi dia, ia telah bangkit lalu masuk ke dalam kota dan menguatkan hati murid-murid (20-22).

– Sewaktu di dalam penjara Filipi, Allah membangkitkan gempa bumi pada waktu tengah malam sehingga kesemua pintu penjara dibuka (Kis 16:26).

Δ Seisi rumah kepala penjara percaya pada Tuhan dan mendapat kegembiraan besar (Kis 16:30-34).

[4] Penderitaan Paulus Memanfaatkan Jemaat Korintus (1:6)

1. “Kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu” (6a).

Δ  Demi Injil, Paulus dengan sungguh-sungguhnya bersaksi kepada orang-orang Yahudi bahawa Yesus adalah Kristus namun ia dianiaya dan difitnah. Mulai dari itu, ia membuat keputusan memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa lain, lalu ia tiba di Korintus dan memberitakan Injil di situ (Kis 18:5-8).

2. “Jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu”.

Δ Sewaktu mulai memberita Injil di Korintus, Allah telah menghiburnya di dalam penglihatan: “Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau”. Seandainya Allah turut bekerja, maka ramai orang akan percaya pada Tuhan (Kis 18:9).

3. “Sehingga kamu beroleh kekuataan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga” (6c).

Δ Sostenes, kepala rumah ibadat turut menderita kesengsaraan bersama-sama para rasul apabila ia dipukuli orang ramai (Kis 18:12-17; II Tim 3:11).

4. “Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, kerana kami tahu, bahawa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kamu, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami” (7).

Δ Seperti diwahyukan dalam penglihatan, para rasul dan jemaat Korintus sama-sama bertahan dalam kesengsaraan namun memastikan Injil tetap diberitakan ke seluruh tempat, membangunkan jemaat Korintus (Kis 18:10).

[5] Kesaksian Paulus Mengalami Pelbagai Penderitaan (1:8-9)

“Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu”.

1. “Akan penderitaan yang kami alami di Asia kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat” (8).

Δ Ditujukan kepada peristiwa di Efesus di mana seorang tukang perak, Demetrius, telah menghasutkan orang ramai menimbulkan huru-hara; orang ramai mendengar hasutannya lalu seluruh kota menjadi huru-hara (Kis 19:23-29).

2. “Sehingga kami putus asa juga akan hidup kami. Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati” (8b, 9).

Δ Orang ramai menangkap Paulus dan teman-temanya dan mereka ramai-ramai membanjiri gedung… (Kis 19:29).

[6] Iman Dan Pengharapan Yang Lahir Dari Kesengsaraan (1:10)

1. Dulu: “Dari kematian yang begitu negri, Ia telah dan akan menyelamatkan kami” (10).

– Dilempari batu oleh orang ramai sehingga mati, diseret ke luar kota, Allah menyelamatkannya hidup semula (Kis 14:19,20).

– Dipenjarakan kedua-dua kaki diikat dalam pasungan yang kuat (Kis 16:19-29).

– Diselamatkan Allah dari keributan huru-hara di Efesus (Kis 19:35-41).

Δ Sewaktu kita berada dalam kesengsaraan, kita mengimbas kembali akan anugerah yang pernah diterima maka ianya akan menguatkan semula iman kita (Mzm 117:11-15).

2. Kini: “Akan menyelamatkan kami” (10b).

 – Yesus Kristus tetap sama, baik kelmarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya (Ibr 13:8).

‚- Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti” (Mzm 46:2).

3. Kelak: “Ia akan menyelamatkan kami lagi” (10c)

– “Tuhan adalah Penolongku, Aku tidak akan takut” (Ibr 13:6; Mzm 27:1).

– “Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang oleh Dia datang kepada Allah” (Ibr 7:25).

Δ Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan AnakNya yang kekasih (Kol 1:13).

[7] Meminta Bantu Doa (1:11)

1. Meminta jemaat Korintus bantu doa: “kamu juga turut membantu mendoakan kami” (11a).

Δ Versi Li: “Kamu harus juga, oleh kerana kami, saling menyokong di dalam doa”.

2. Memohon Tuhan mengaruniai orang banyak: “supaya banyak orang mengucap syukur” (11b).

Δ Versi Sze Gao: “Disebabkan banyak orang memohonkan kasih karunia untuk kami”.

3. Agar pintu anugerah keselamatan terbuka demi menyelamatkan segala bangsa “atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami” (11c).

Bahagian 1: Kata-Kata Salam
| | | | | |

Bahagian 1: Kata-Kata Salam

Bahagian 1: Kata-Kata Salam

[1]      Penulis surat: Rasul Paulus dan Timotius (1:1)

“Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Timotius, saudara kita”.

“Oleh kehendak Allah”:

– Kehendak Allah memilih Paulus ialah supaya ia memberitakan nama Tuhan kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja (Kis 9:15).

– Diutus oleh Roh Kudus sendiri (Kis 13:2).

‘Timotius’: ia adalah pembantu baik Paulus (Kis 18:5); adalah anak yang kekasih dan setia dalam Tuhan (I Kor 4:17); ‘Anak’ ditujukan kepada anak rohani.

[2]      Penerima surat: “Kepada Jemaat Allah di Korintus dengan semua orang Kudus di seluruh Akhaya”

‘Jemaat Allah’: orang-orang yang Kristus belikan dengan darahNya sendiri, dari tiap-tiap suku dan bangsa dan kaum (Why 5:9-10).

‘Di seluruh Akhaya’: selatan propinsi Makedonia, termasuk tanah Korintus, Atena, Krengkrea dan lain-lain. Surat ini ditujukan kepada para pemercaya dalam seluruh wilayah Akhaya.

[3]     Ucapan Pemberkatan

“Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus kamu” (1:2). Paulus menyampaikan salam kepada seluruh jemaat dengan menggunakan ucapan pemberkatan yang pendek dan ringkas; beroleh berkat dan damai sejahtera hanyalah di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Inti Ajaran II Korintus : Pengenalan
| | | | | |

Inti Ajaran II Korintus : Pengenalan

Inti Ajaran II Korintus

[Lin Zheng Xiong]

[1]      Pengarang, Masa Dan Tempat Pengarangan Kitab Ini

  1. Penulis: Rasul Paulus (1:1).
  2. Penerima surat: Jemaat Korintus dan semua orang kudus di seluruh Akhaya (1:1).
  3. Masa dan tempat pengarangan kitab: kira-kira di antara 55-56 selepas masehi; ditulis di Makedonia (8:1).

[2]      Sebab Dan Tujuan Penulisan Kitab Ini

Setelah Paulus menuliskan surat I Korintus kepada jemaat Korintus, keadaan jemaat tidak berubah baik melainkan mencondong ke arah bertambah buruk. Lalu, ia sendiri telah berangkat ke situ untuk menyelesaikan masalah di antara jemaat, namun tidak tercapai tujuannya, bahkan tidak menyerongkan kedua-dua pihak (2:1-4). Disebabkan ternyata di antara jemaat masa tersebut ada rasul-rasul palsu (11:13), mengacau-bilaukan firman Allah demi keuntungan diri, cuba merampasi hasil kesudahan kerja Paulus (2:17; 3:1; 10:13-15). Ini menimbulkan ketidakpercayaan terhadap Paulus (10:2,10; 12:16). Malahan ada orang yang mulai mencurigai identiti kerasulan Paulus (11:22).

Justeru demikian, ia menuliskan surat ini mahu memberi penjelasan mengapa ia bersikap tegas terhadap mereka khasnya, di antara jemaat yang berkata-kata secara sombong dan mereka yang berdiri di pihak pembangkang.

Setelah Titus membawa surat ke Korintus, Paulus merasa sungguh cemas dan bimbang, di samping berharap sungguh-sungguh surat tersebut akan memperbaiki jemaat. Kemudian, Titus membawa balik kabar baik tentang pertobatan jemaat dan Paulus merasa amat gembira atas hal tersebut. Seterusnya ia menggalakkan jemaat Korintus agar giat memberikan persembahan untuk membantu keperluan-keperluan para pemercaya di Yudea. Di fasal-fasal terakhir, Paulus membela identiti kerasulannya, menegor mereka antara jemaat yang menyebut sendiri sebagai pemercaya benar, padahal menegor pula Paulus sebagai rasul palsu.

Akhirnya ia menasihatkan jemaat Korintus supaya menguji iman sendiri, selidiki apakah perbuatan sendiri adalah bersesuaian dengan kebenaran, dan janganlah menentang kebenaran di dalam apa jua yang dilakukan melainkan hanyalah menopang-sokongkannya, demi menjadi seorang sempurna (13).