Bahagian 16: Pujian Dan Nasihat
| | | |

Bahagian 16: Pujian Dan Nasihat

Bahagian 16: Pujian Dan Nasihat

Nas kitab: 9:1-5

[1]      Paulus Memegahkan Para Pemercaya Akhaya Kepada Orang Makedonia (1-2)

“Tentang pelayanan kepada orang-orang kudus tidak perlu lagi aku menuliskannya kepada kamu” (1) ~ yaitu berkenaan penderitaan dan kemiskinan yang melanda Yerusalem, jemaat Korintus sudah maklum sejelas-jelasnya, tidak perlu dijelaskan lagi dalam surat.

“Aku telah tahu kerelaan hatimu tentang mana Aku megahkan kamu kepada orang-orang Makedonia, kataku: Akhaya sudah siap sedia sejak tahun yang lampau. Dan kegiatanmu telah menjadi perangsang bagi banyak orang” (2).

Δ ‘Sudah siap sedia’ ~ bukanlah bermakna jemaat Korintus telah siap mengumpulkan wang tersebut, melainkan pengumpulan wang telah dimaklumkan kepada mereka tahun lalu, dan mereka telah berjanji dengan penuh rela. Justeru itu, Paulus pun bersaksi tentang hasrat baik mereka kepada orang-orang Makedonia sehingga banyak orang terharu olehnya. Namun tanpa disangkakan wang tersebut masih belum siap dikumpulkan, lalu Paulus merasa bimbang bahawa apa yang dimegahkannya adalah sia-sia belaka.

[2]      Menasihati Supaya Siap Sediakan Wang Persembahan Yang Telah Dijanjikan (3-4)

“Aku mengutus saudara-saudara itu, agar kemegahan kami dalam ini atas kamu jangan ternyata menjadi sia-sia, tetapi supaya supaya kamu benar-benar siap sedia seperti yang telah kukatakan” (3).

“Supaya, apabila orang-orang Makedonia datang bersama-sama aku, jangan mereka mendapati kamu belum siap sedia” (4a).

“Sehingga kami – untuk tidak mengatakan kamu- merasa malu atas keyakinan kami itu” (4b)

[3]     Perbuatan Secara Praktikal Untuk Membuktikan Yang Dipersembahkan Adalah Secara Rela (5)

“Sebab itu aku merasa perlu mendorong saudara-saudara itu untuk berangkat mendahului aku, supaya mereka lebih dahulu mengurus pemberian yang telah kamu janjikan sebelumnya” (5a).

“Agar nanti tersedia sebagai bukti kemurahan hati kamu dan bukan sebagai pemberian yang dipaksakan” (5b).

Δ Paulus mempunyai satu kebiasaan memegahkan seseorang di belakang, namun ia takut juga apa yang dimegahkannya adalah sia-sia belaka. Memandangkan jemaat Koritus telahpun setahun lalu berjanji memberi wang bantuan namun masih bertangguh-tangguh, belum menyiapkannya, tambahannya dari kata-kata nasihat Paulus boleh diketahui itupun bukan disebabkan jemaat Korintus tidak mampu melainkan mereka tidak giat dan sungguh-sungguh (8:12).

Δ Demi kemuliaan dan kemegahan jemaat Korintus, maka ia mengutus saudara-saudara mendahuluinya agar dapat membukti-nyatakan persembahan mereka adalah menurut kemurahan hati dan bukan kerana paksaan.

Bahagian 15: Pengumpulan Wang Dan Dapat Dipercayai
| | | |

Bahagian 15: Pengumpulan Wang Dan Dapat Dipercayai

Bahagian 15: Pengumpulan Wang Dan Dapat Dipercayai

Nas kitab: 8:6-24

[1]      Pengumpulan Wang (8:6-15)

i. Menasihati Titus menyelesaikan pelayanan kasihnya (6)

‘Maka sekarang’ pada waktu itu tanah Yehuda dilanda kelaparan besar (Kis 11:27-28), dan pada waktu  itu jemaat-jemaat Makedonia membantu dengan segenap kekuatan dalam memberi sumbangan, maka Titus dinasihati untuk memotivastikan pelayanan kasih tersebut.

Δ  ‘Pelayanan kasih’ ~ budi baik memberi persembahan membekali orang-orang kudus, di mana ianya memuliakan Tuhan, juga menyatakan hati yang rela memberi persembahan (8:4,19).

“Selesaikan jugalah perlaksanaan ini” (6) ~ suatu nasihat, dorongan dan harapan.

ii. Nasihat dan dorongan kepada jemaat Korintus (8:7-12).

– Mendorong menurut karunia yang ada pada mereka.

Maka sekarang, menurut seperti kamu yang kaya dalam segala sesuatu ~ dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu  terhadap kami – demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini (8:7).

Mendorong menurut kesungguhan jemaat Makedonia (8).

“Aku menyatakan hal itu bukan sebagai perintah, melainkan dengan menunjukkan usaha orang-orang lain untuk membantu, aku mau menguji keihklasan kasih kamu” (8).

– Mendorong berdasarkan kasih karunia besar Kristus.

“Kerana kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita, Yesus Kristus, bahawa Ia, yang oleh kerana kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh kerana kemiskinanNya”  (9).

– Desakan:

a) Memang sudah sejak tahun yang lalu kamu mulai melaksanakannya dan mengambil keputusan utnuk menyelesaikannya juga (10).

b) Jangan lagi berlengah-lengah: “Maka sekarang selesaikan jugalah pelaksanaan itu! Hendaklah pelaksanaannya sepadan dengan kerelaanmu dan lakukanlah itu dengan apa yang ada padamu” (11).

c) Sebab jika kamu rela memberi maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu (12).

– Kesetaraan (13-14):

a) “Sebab kamu dibebani bukanlah supaya orang-orang lain mendapat keinginan, tetapi supaya ada keseimbangan” (13).

Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan  (14).

b) “Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekuranan” .(15)

[2]      Dapat Dipercayai (8:16)

i. Demi memuliakan Tuhan, hindarilah daripada dicela (supaya dipercayai semua orang).

– ‘Memikirkan yang baik’ (21a).

Hindarkan hal ini: bahwa ada orang yang dapat mencela kami dalam hal pelayanan kasih yang kami lakukan dan yang hasilnya sebesar ini (20).

– Bukan hanya di hadapan Tuhan, tetapi juga di hadapan manusia (21b).

ii. Mencalon-utuskan tiga orang wakil mengirimkan wang bantuan (16-19)

– Titus: seorang utusan yang giat dan utusan jemaat-jemaat (16-17, 23).

­Seorang saudara lain: yang terpuji di semua jemaat kerana pekerjaannya dalam pemberitaan Injil dan ia telah dicalonkan oleh jemaat-jemaat (18-19).

– Lagi seorang saudara lain: seorang yang giat, telah beberapa kali diuji dan ternyata selalu berusaha untuk membantu, yang dipercayai jemaat-jemaat (22).

iii. Percaya dengan yakin mereka dapat menunaikan amanat berat itu (23-24).

– Titus: teman Paulus yang kerja bersama-sama dengannya untuk jemaat (23a).

Dua orang yang lain: adalah utusan jemaat-jemaat dan suatu kemuliaan bagi Kristus (23b).

Kata penutup:

Kerana itu tunjukkan kepada mereka di hadapan jemaat-jemaat bukti kasihmu dan bukti kemegahanku atas kamu (24).

Bahagian 14: Kasih Karunia Istimewa Allah Kepada Makedonia
| | | |

Bahagian 14: Kasih Karunia Istimewa Allah Kepada Makedonia

Bahagian 14: Kasih Karunia Istimewa Allah Kepada Makedonia

Nas kitab: 8:1-5

[1]      Paulus Bersaksi Demi Jemaat Makedonia

Jemaat Makedonia: Filipi, Tesalonika, dan lain-lain…

“Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia” (8:1).

Δ Teladan baik Makedonia: “Sehingga kamu telah menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya” (I Tes 1:7-8).

[2]     ‘Meskipun Mereka Sangat Miskin, Namun Mereka Kaya Dalam Kemurahan’

i. Dalam pelbagai penderitaan (8:2a).

Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan; dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus (I Tes 1:6).

Δ Sehingga dalam jemaat-jemaat Allah kami sendiri bermegah tentang kamu kerana ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita (II Tes 1:4).

ii. “Meskipun mereka sangat miskin, namun kaya dalam kemurahan” (2b).

Δ Jemaat Filipi menanggung derita bersama-sama Paulus dan membekali keperluannya. Paulus sendiri mengesahkan: “Tidak ada satu jemaatpun yang mengadakan perhitungan hutang dan piutang dengan aku selain dari pada kamu” (Flp 4:15-16).

Δ Paulus menerimakan budi baik mereka, juga memberkati mereka: “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus” (Flp 4:18-19).

iii. “Mereka telah memberikan menurut kemampaun mereka bahkan melampaui kemampuan mereka” (3).

iv. “Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus” (4).

Δ Pada waktu itu kelaparan besar melanda tanah Yehuda (Kis 11:27-28), jemaat Makedonia, tanpa mempertimbangkan keadaan miskin sendiri, mereka dengan penuh kasih  mengambil bahagian dalam pelayanan membekali orang-orang kudus (II Kor 8:4; Kis 11:29-30).

[3]     Persembahkan Diri Menurut Kehendak Allah (8:5)

i. ‘Memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan’ (8:5a).

ii. ‘Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah” (8:5b).

Δ  “Memberi diri mereka kepada Allah”.

Δ Persembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup ……. itu adalah ibadahmu yang sejati (Rm 12:1).

“Kemudian oleh kerana kehendak Alalh juga kepada kami” (5c).

Δ Seseorang yang benar-benar melayani Tuhan akan mengamalkan kehidupan memberi persembahan ~ segalayang difikir dan dibuat adalah untuk kebaikan Tuhan. Sewaktu umat Tuhan ditimpa penderitaan kekurangan dan kesesakan, ia akan membantu dengan segenap kekuatan; ini disebabkan segala yang ada padanya datang dari pada Tuhan; setiap yang takluk kepada Allah di dalam Kebenaran, pasti persembahkan wang dengan penuh kerelaan untuk dipergunakan Tuhan.

Bahagian 13: Bersukacita Kerana Keinsafan Seiman
| | | | | |

Bahagian 13: Bersukacita Kerana Keinsafan Seiman

Bahagian 13: Bersukacita Kerana Keinsafan Seiman

Nas kitab: 7:13-16

[1]      Respon Terhadap Kesungguhan Kerja Titus (7:13)

            “Sebab kamu semua menyegarkan hati Titus”.

Δ Kesetiaan dan kesungguhan Titus telah mendorongkan jemaat Korintus sehingga mereka rela menerima nasihatnya dan ini menggirangkan hati Titus.

“Kami lebih lagi bersukacita”.

Δ Jemaat Korintus menerimakan Titus, juga melayaninya dengan mesra dan menghormatinya, juga membuktikan mereka benar-benar menerimakan Paulus – ini amat menggirangkan Paulus dan teman-    teman sekerja lain.

[2]      Kemegahannya Tentang Jemaat Korintus Ternyata Benar (7:14)

“Aku memegahkan kamu kepada Titus dan kamu tidak mengecewakan aku”.

“Kemegahan kami di hadapan Titus sudah ternyata benar”.

“Kami senantiasa mengatakan yang benar kepada kamu”.

Δ Tujuan Paulus menegor sekeras-kerasnya jemaat Korintus ialah supaya mereka memulih-baiki semula kerohanian mereka. Namun, di belakang ia juga memperkatakan segala yang baik tentang mereka kepada orang lain. Ini bukanlah memain taktik melainkan menunjukkan akhlak seorang gembala. Dan akhirnya, apa yang ia megahkan semua dinampakkan, lantas ia berkata: ‘ternyata benar’ dan itulah sebabnya Paulus merasa amat gembira.

– Marilah kita teladani Paulus: jangan di depan orang kita memuji-mujinya, sebaliknya di belakang pula kita memburuk-burukkannya bahkan memfitnahnya (Tit 3:2).

[3]     Bersukacita Kerana Semua Orang Taat Kepada Titus Bahkah Melayaninya Dengan Takut Dengan Gentar (7:15-16)

“Apabila Titus mengingat ketataan kamu semua, bagaimana kamu menyambut kedatangannya dengan takut dan gentar”.

“Kasihnya bertambah besar terhadap kamu”.

“Aku bersukacita, sebab aku dapat menaruh kepercayaan kepada kamu dalam segala hal (16).

Δ Taat, takut dan gentar.

Δ Ternyata dosa yang dilakukan jemaat Korintus amatlah berat; atas kesungguhan dan keikhlasan nasihat  Titus, mereka amat tergerak lalu menyesali diri dan bertobat. Mereka mulai menghormati hamba Tuhan dan melayani Titus dengan hati yang takut dan gentar akan Tuhan.

“Menaruh kepercayaan keadaan kamu dalam segala hal”.

Δ Paulus percaya dengan yakin, setelah jemaat Korintus bangun semula daripada kegagalan, mereka pasti  lebih mengasihi Tuhan.

Δ Apakah kerohanian seseorang itu baik atau tidak, bukan hanya dinyatakan pada aspek ia mengalahkan  dosa, melainkan melihat juga apakah ia benar-benar bertobat setelah berbuat dosa, ataupun adakah ia masih mahu membela diri cuba menutupi dosa sendiri – begitulah diujinya tahap kerohanian seseorang pemercaya.

Bahagian 12: Penghiburan Dalam Perjuangan
| | | | | |

Bahagian 12: Penghiburan Dalam Perjuangan

Bahagian 12: Penghiburan Dalam Perjuangan

Nas kitab: 7:5-12

 

[1]       Keadaan Sewaktu Di Makedonia (5)

i. “Kami tidak beroleh ketenangan bagi tubuh kami” (5a).

Δ Kis 20:1-5.

ii. “Di mana-mana kami mengalami kesusahan” (5b).

–  Dari luar pertengkaran.

– Dari dalam ketakutan.

 

[2]      Penghiburan Yang Diperolehi Sewaktu Takut (6-7)

i. Allah telah menghiburkan kami dengan kedatangan Titus (6).

– Memaklumkan kepada Paulus kabar tentang pertobatan jemaat Korintus (7).

Bukan hanya oleh kedatangannya saja, tetapi juga oleh penghiburan yang dinikmatinya di tengah-tengah kamu (7a).

Kerana ia telah memberitahukan kepada kami tentang kerinduanmu, keluhanmu, kesungguhanmu untuk membela aku, sehingga makin bertambahlah sukacitaku (7b).

 

[3]     Kasih Dan Sukacita Seorang Penasihat Tulus Ikhlas (8-9)

i. Merasa susah hati atas kata-kata tegoran yang keras (8)

“Jadi meskipun aku telah menyedihkan hatimu dengan suratku itu” ~ ditujukan kepada surat pertama yang dituliskannya untuk menegor jemaat Korintus menyebabkan mereka menjadi sedih.

“Memang pernah aku menyesalkannya” ~ menunjukkan apa yang dikatakannya dalam surat pertama adalah terlalu keras dan apakah itu menyakiti  para pemercaya, lantas ia merasa ‘kesal’.

“Namun aku tidak menyesalkannya” ~ kerana ia tahu bahwa perkataan-perkataanya telah melahirkan hasil baik, itulah ia tidak menyesal.

“Kerana aku lihat, bahawa surat itu menyedihkan hatimu – kendatipun untuk seketika saja lamanya” (8).

 Bersukacita kerana menerima nasihat, berdukacita dan bertobat (9).

“Namun sekarang aku bersukacita, bukan kerana kamu telah berdukacita”

 “Melainkan kerana dukacitamu membuat kamu bertobat”

ΔDisebabkan setelah ditegor, maka menurut seperti yang digerakkan Tuhan, mereka berdukacita akan kesalahan-kesalahan sendiri.

“Sebab dukacitamu itu adalah menurut kehendak Allah, sehingga kamu sedikitpun tidak dirugikan oleh kerana kami” (9).

Δ Sewaktu ditegor, andaikata kita melihat itu bukan tegoran dari pihak manusia, melainkan sebagai tegoran Allah, lalu kita berdukacita akan kesalahan sendiri di hadirat Allah, maka kerohanian kita akan bangkit-pulih semula; sebaliknya andaikata ktia menganggap tegoran para gembala sebagai layanan dan niat jahat seseorang, maka jiwa rohani sendiri yang dirugikan.

Δ Oleh itu, Paulus berkata: “Sebab dukacitamu itu adalah menurut kehendak Allah, sehingga kamu sedikitpun tidak dirugikan oleh kerana kami”.

 

[4]     Menurut Kehendak Tuhan ~ Sehingga Beroleh Selamat (10)

“Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan”.

i. “Tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian” (10).

Δ Maksudnya ialah kegagalan-kegagalan di dunia [misalnya dalam percintaan, ekonomi dan apa jua hal-hal yang mendukakan hati], sekali-kali tidak berguna kepada jiwa rohani.

ii. Berdukacita menurut kehendak Tuhan mendatangkan hasil yang tak terhingga (11).

Δ  “Sebab perhatikanlah betapa justru dukacita yang menurut kehendak Allah …”.

Δ Versi terjemahan baru: “Lihatlah! Sebagaimana Allah pergunakan dengan sebaik-baiknya  dukacitamu” (11).

Δ Keadaan praktikal: “Mengerjakan pada kamu kesungguhan yang besar, bahkan pembelaan diri, kejengkelan, ketakutan, kerinduan, kegiatan, penghukuman”.

Δ “Di dalam semuanya itu kamu telah membuktikan, bahawa kamu tidak bersalah di dalam perkara itu” (11b).

 

[5]     Sangat Terdorong Oleh Kegairahan Jemaat Korintus Setelah Mereka Bertobat (12)

i. Sebab itu, jika aku telah menulis surat kepada kamu:

“Maka bukanlah oleh kerana orang yang berbuat salah, atau oleh kerana orang yang menderita perbuatan salah” (12a).

“Orang yang telah berbuat salah” ~ ditujukan kepada mereka yang melakukan kesalahan besar sehingga menjejaskan jemaat.

“Orang yang menderita perbuatan salah” ~ ditujukan kepada Paulus sendiri.

 ii. “Melainkan supaya kerelaanmu terhadap kami menjadi nyata bagi kamu di hadapan Allah” (12b).

“Sebab itulah kami menjadi terhibur” (13a).

Δ “Dan selain penghiburan yang kami peroleh itu, kami lebih lagi bersukcita oleh kerana Titus, sebab mereka semua menyegarkan hatinya” (13b).

Bahagian 11: Kehidupan Yang Kudus
| | | | | |

Bahagian 11: Kehidupan Yang Kudus

Bahagian 11: Kehidupan Yang Kudus

Nas kitab: 6:11 – 7:4

[1]      Sebab Musubab Menjadi Kudus (14-18)

i. Yang percaya dengan tak percaya adalah tidak seimbang “Kamu merupakan pasangan yang tak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya” (14a).

‘Pasangan’ – berkahwin.

Δ Allah berseru: “Janganlah juga engkau kahwin-mengahwin dengan mereka: anakmu perempuan janganlah kauberikan kepada anak laki-laki mereka, ataupun anak perempuan mereka jangan kauambil bagi anakmu laki-laki; sebab mereka akan membuat anak-anakmu laki-laki menyimpang daripadaKu sehingga mereka beribadah kepada allah lain. Maka murka Tuhan akan bangkit terhadap kamu dan Ia akan memunahkan engkau dengan segera” (Ul 7:3-4).

‘…tak seimbang dengan orang-orang tak percaya’.

Δ Terjemahan bahasa Cina: Jangan sama-sama memikul satu kuk antara yang percaya dengan yang tidak percaya (14b).

Δ ‘Sama-sama memikul satu kuk’ – ini adalah berdasarkan keadaan waktu tersebut di mana, lembu-lembu dan kuda-kuda memikul kuk secara pasangan: dua ekor lembu dikenakan satu kuk yang sama, mereka mesti jalan serentak mengikut arah yang sama, sama-sama memikul beban; kalau tidak kerja tidak akan terlaksana.

Δ Bagaimanakah umat kristian boleh sehala dengan orang-orang kafir? Sememangnya tidak boleh memikul kuk yang sama. Andaikata berkahwin juga secara paksa, akibatnya ialah penderitaan.

ii. Hal-hal yang tidak seimbang (14-16).

‘Persamaan apakah yang terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan’ (14b).

Δ Versi terjemahan baru: Apakah yang baik dan jahat dapat bekerjasama?

‘Bagaimana terang dapat bersatu dengan gelap?

Δ Versi terjemahan baru: Apakah persamaan antara terang dengan gelap?

‘Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dengan Belial?

Δ Versi terjemahan baru: Apakah Kristus berharmoni dengan Iblis?

‘Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?

Δ Versi terjemahan baru: Ada apakah persamaan antara orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?

‘Apakah hubungan bait Allah dengan berhala?

Δ Bagaimana bait Allah dapat dibangunkan bersama berhala?

‘Kerana kita adalah bait dari Allah yang hidup’.

[2]      Dasar Menjadi Kudus ~ Permintaan Allah (6:16-18)

i. Allah berfirman: Menurut firman Allah ini.

Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka (16).

Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umatKu (16b).

Allah memerintahkan umat supaya keluar dari dosa (17-18).

“FirmanNya lagi: Keluarlah kamu dari antara mereka dan pisahkanlah dirimu dari mereka” (17a).

“Dan janganlah menjamah apa yang najis”; “Maka Aku akan menerima kamu” (17b).

Haruslah tanggalkan segala perbuatan lampau manusia lama.

Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus (Ef 5:3-5).

ii. Berpadanan dengan identiti sebagai anak-anak Allah.

“Aku akan menjadi Bapamu” (18a).

“Dan kamu akan menjadi anak-anakKu laki-laki dan anak-anakKu perempuan (18b).

Rumusan: Demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa (18c).

[3]     Praktikum Kehidupan (7:1-4)

i. Memandangkan kita menerima janji, sepatutnya menjadi kudus.

“Saudara-saudaraku yang kekasih! Kerana ktia sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani” (7:1a).

“Dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Tuhan” (7:1b).

ii. Melayani orang, menguruskan perkara ~ sabar, rendah hati (2).

– Sabar dan murah hati terhadap orang (2a).

‘Berilah tempat bagi kami di dalam hati kamu!’.

Bersikap rendah hati dan suci (2b).

‘Kami tidak pernah berbuat salah terhadap seorangpun’; ‘tidak seorangpun yang kami rugikan’.

iii. Mengasihi dengan tulus hati (3)

– ‘Bukan untuk menjatuhkan hukuman atas kamu’.

 ‘Kamu telah beroleh tempat di dalam hati kamu’.

®    ‘Sehingga kita sehidup semati’.

[4]     Kesukaan Dan Penghiburan Menjadi Kudus (7:4)

  1. Merasa sangat girang dan terhibur kerana orang-orang Korintus berbalik: “Aku juga sangat  memegahkan kamu”.
  2. Kehidupan kudus girang tak terhingga: “Dalam segala penderitaan kami, aku sangat terhibur dan sukacitaku melimpah-limpah”.