Bahagian 16: Pujian Dan Nasihat
Bahagian 16: Pujian Dan Nasihat
Nas kitab: 9:1-5
[1] Paulus Memegahkan Para Pemercaya Akhaya Kepada Orang Makedonia (1-2)
“Tentang pelayanan kepada orang-orang kudus tidak perlu lagi aku menuliskannya kepada kamu” (1) ~ yaitu berkenaan penderitaan dan kemiskinan yang melanda Yerusalem, jemaat Korintus sudah maklum sejelas-jelasnya, tidak perlu dijelaskan lagi dalam surat.
“Aku telah tahu kerelaan hatimu tentang mana Aku megahkan kamu kepada orang-orang Makedonia, kataku: Akhaya sudah siap sedia sejak tahun yang lampau. Dan kegiatanmu telah menjadi perangsang bagi banyak orang” (2).
Δ ‘Sudah siap sedia’ ~ bukanlah bermakna jemaat Korintus telah siap mengumpulkan wang tersebut, melainkan pengumpulan wang telah dimaklumkan kepada mereka tahun lalu, dan mereka telah berjanji dengan penuh rela. Justeru itu, Paulus pun bersaksi tentang hasrat baik mereka kepada orang-orang Makedonia sehingga banyak orang terharu olehnya. Namun tanpa disangkakan wang tersebut masih belum siap dikumpulkan, lalu Paulus merasa bimbang bahawa apa yang dimegahkannya adalah sia-sia belaka.
[2] Menasihati Supaya Siap Sediakan Wang Persembahan Yang Telah Dijanjikan (3-4)
“Aku mengutus saudara-saudara itu, agar kemegahan kami dalam ini atas kamu jangan ternyata menjadi sia-sia, tetapi supaya supaya kamu benar-benar siap sedia seperti yang telah kukatakan” (3).
“Supaya, apabila orang-orang Makedonia datang bersama-sama aku, jangan mereka mendapati kamu belum siap sedia” (4a).
“Sehingga kami – untuk tidak mengatakan kamu- merasa malu atas keyakinan kami itu” (4b)
[3] Perbuatan Secara Praktikal Untuk Membuktikan Yang Dipersembahkan Adalah Secara Rela (5)
“Sebab itu aku merasa perlu mendorong saudara-saudara itu untuk berangkat mendahului aku, supaya mereka lebih dahulu mengurus pemberian yang telah kamu janjikan sebelumnya” (5a).
“Agar nanti tersedia sebagai bukti kemurahan hati kamu dan bukan sebagai pemberian yang dipaksakan” (5b).
Δ Paulus mempunyai satu kebiasaan memegahkan seseorang di belakang, namun ia takut juga apa yang dimegahkannya adalah sia-sia belaka. Memandangkan jemaat Koritus telahpun setahun lalu berjanji memberi wang bantuan namun masih bertangguh-tangguh, belum menyiapkannya, tambahannya dari kata-kata nasihat Paulus boleh diketahui itupun bukan disebabkan jemaat Korintus tidak mampu melainkan mereka tidak giat dan sungguh-sungguh (8:12).
Δ Demi kemuliaan dan kemegahan jemaat Korintus, maka ia mengutus saudara-saudara mendahuluinya agar dapat membukti-nyatakan persembahan mereka adalah menurut kemurahan hati dan bukan kerana paksaan.
