|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 12

Doa minta tolong terhadap orang yang curang (Mazmur 12:1-9)

1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Yang kedelapan. Mazmur Daud.

2 Tolong kiranya, TUHAN, sebab orang saleh telah habis,
telah lenyap orang-orang yang setia dari antara anak-anak manusia.

3 Mereka berkata dusta, yang seorang kepada yang lain,
mereka berkata dengan bibir yang manis dan hati yang bercadang.

4 Biarlah TUHAN mengerat segala bibir yang manis
dan setiap lidah yang bercakap besar,

5 dari mereka yang berkata: “Dengan lidah kami,
kami menang!
Bibir kami menyokong kami! Siapakah tuan atas kami?”

6 Oleh kerana penindasan terhadap orang-orang yang lemah,
oleh kerana keluhan orang-orang miskin,
sekarang juga Aku bangkit, firman TUHAN;
Aku memberi keselamatan kepada orang yang menghauskannya.

7 Janji TUHAN adalah janji yang murni,
bagaikan perak yang teruji,
tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.

8 Engkau, TUHAN, yang akan menepatinya,
Engkau akan menjaga kami senantiasa terhadap angkatan ini.

9 Orang-orang fasik berjalan ke mana-mana,
sementara kebusukan muncul di antara anak-anak manusia.

Tajuk :
Pengharapan dalam alam kegelisahan

Tema:
Betapa palsu dan licik pertuturan manusia. Satu-satunya sandaran manusia ialah perkataan Allah.

Latar belakang:
Terdapat pihak yang berpandangan nyanyian ini ditulis oleh Daud sewaktu dianiayai Saul. Pada waktu tersebut dia difitnah orang-orang fasik dan disalah-tuduhkan. Tambahannya, Saul hanya mendengar kepada kata-kata yang dilontarkan para pegawainya, menunggang-balikkan yang benar dan menerima cadangan jahat sebagai tindakannya, lalu menyebabkan seorang yang baik dan setia terpaksa berlari dan menyembunyikan diri (rujuk : I Sam 20:9; 23:12, 19; 26:19), lalu Daud menuliskan nyanyian ini, meluahkan perasaan duka dan keluh kesahnya terhadap arus dunia, keadaan di dalam dan luar istana, caci-maki orang fasik dan melakukan kefasikan/kedurhakaan secara leluasa (9), manakala rakyat ditindas dan tersiksa tidak terhingga, tiada tempat untuk mengadu (6). Dia merasa : “Orang saleh telah habis, lenyap orang-orang setia dari antara anak-anak manusia”, dan diri sendiri merasa kesepian, tidak berdaya memperbaiki keadaan yang sekian buruk, tidak berdaya menolong. Justeru itu, dia berseru demi diri sendiri dan demi orang-orang yang tersiksa dan miskin: “Engkau, Tuhan, yang akan menepatinya, Engkau akan menjaga kami senantiasa terhadap angkatan ini” (8)

Kategori:
Tergolong sebagai nyanyian ratapan peribadi

Garis kasar:
1. Keluhan di dalam angkatan yang mengecewakan (2-3)
a. Tiada lagi orang-orang yang saleh dan setia (2)

b. Mereka berkata dengan bibir yang manis (3)
~ Suara pujangga

2. Percaya dengan yakin setiap yang membesarkan diri akan binasa (4-5)
a. Allah akan mengerat lidah setiap yang bercakap besar (4)

b. Kata-kata yang meninggalkan diri pasti membawa celaka (5)
~ Memegahkan diri sendiri dengan bibir (suara pendusta)

3. Percaya dengan yakin kepada janji penyelamatan (6-7)
a. Allah sendiri berjanji (6)
~ Allah pasti membantu orang-orang tertindas (suara orang-orang tertindas)

b. Perkataan Allah benar dan setia (7)
~ Tetap bertahan dalam pengujian (suara Tuhan)

4. Seruan permohonan iman (8-9)
a. Allah tetap menjaga dan membela
b. Orang-orang fasik tidak akan berbuat meleluasa
~ Tidak membenarkan orang-orang fasik berjalan ke mana-mana.

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 11

TUHAN, tempat perlindungan (Maz 11:1-7)

1 untuk pemimpin biduan. Dari Daud.
Pada TUHAN, aku berlindung,
bagaimana kamu berani berkata kepadaku:
“Terbanglah ke gunung seperti burung!”

2 Sebab, lihat orang fasik melentur busurnya,
mereka memasang anak panahnya pada tali busur,
untuk memanah orang yang tulus hati di tempat gelap.

3 Apabila dasar-dasar dihancurkan,
apakah yang dapat dibuat oleh orang benar itu ?

4 TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus;
TUHAN, takhta-Nya di sorga;
mata-Nya mengamat-amati.

5 TUHAN menguji orang benar dan orang fasik,
dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan.

6 Ia menghujani orang-orang fasik dengan arang berapi dan
belerang,
angin yang menghanguskan, itulah isi piala mereka.

7 Sebab TUHAN adalah adil,
dan Ia mengasihi keadilan;
orang yang tulus akan memandang wajah-Nya.

Tajuk:
Ketenangan orang benar di dalam kesesakan

Tema:
Yang berlindung pada Tuhan tidak akan takut kepada musuh yang kuat.

Latar belakang:
Fasal ini adalah ditulis oleh Daud sewaktu dikejar oleh Saul (ruj: I Sam 18-19). Pada tahun 1010 BC, dia berada dalam keadaan tersesak, nyawa terancam dan orang-orang yang ingin membunuh Daud akan bersiap-sedia untuk membunuh dan mencelakainya. Sewaktu menghadapi waktu-waktu yang begitu bahaya, Daud tetap seperti dulu, bersandar kepada Tuhan secara tenang dan diam; dan itu merupakan perbezaan yang begitu ketara kalau dibandingkan dengan sikap sahabat-sahabatnya yang menasihatkan dia melarikan diri daripada Saul. Itu merupakan kali ketiga di mana Saul ingin bertindak membunuhnya, juga kali yang paling serius (rujuk: I Sam 18:11; 19:10)

Kategori:
Suatu nyanyian yang diserahkan kepada pemimpin biduan. Kemungkinan hanyalah sebuah nyanyian biasa, namun tergolong sebagai nyanyian ratapan peribadi.

Hubungan dengan gulungan kitab lain:

  1. Temanya amat bersamaan dengan fasal 7, juga satu hujah yang selalu kelihatan di dalam Mazmur. Bersamaan dengan fasal 12 dan 13, yang membentang perihal kecelakaan yang menimpa orang-orang fasik. Walaupun mereka meleluasa di setiap tempat namun Allah sedang mengawasi. Oleh demikian, walaupun Daud berada di dalam keadaan penderitaan yang begitu menyiksakannya namun dia percaya orang-orang fasik pasti gagal, lalu dia bersorak-sorai gembira di dalam Tuhan.
  2. Sewaktu membangun kembali kota, Nehemia juga menghadapi keadaan yang sama menunjukkan iman yang sama (Neh 6:11)

Garis Kasar:
1. Amaran manusia (1-3)
a. Segera selamatkan diri (1)
1) Pada Tuhan akan berlindung
2) Apakah dapat terbang seperti burung (pendirian Daud)

b. Tipu muslihat orang-orang fasik (2)
1) Krisis semakin dekat dan menekan
2) Mencelakai orang benar secara gelap (pendirian sahabat)

c. Dasar-dasar sudah hancur (3)
1) Barisan pemimpin binasa
2) Apakah yang dapat dibuat oleh orang benar (pendirian sahabat)

2. Iman orang benar (4-6)
a. Allah sedang mengamat-amati (4b)
1) Allah ada di dalam baitNya yang kudus (4a)
~ Takhta Allah di Syurga (4)

2) Mengamat-amati orang benar dan orang fasik

b. Allah sedang menguji (5a)
~membenci orang fasik, melindungi orang benar (5b)

c. Allah sedang menghukum (6)
1) Memasang perangkap yang rapi

2) Ada arang berapi dan belerang dan angin yang menghanguskan

d. Allah adalah adil (7)
1) Dia mengasihi keadilan (7)
2) Orang yang tulus akan memandang wajahNya

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 10

Mazmur 10:1-18

1 Mengapa Engkau berdiri jauh-jauh, ya TUHAN,
dan menyembunyikan diri-Mu dalam waktu-waktu kesesakan?

2 Karena congkak orang fasik giat memburu orang yang tertindas,
mereka terjebak dalam tipu daya yang mereka rancangkan.

3 Karena orang fasik memuji-muji keinginan hatinya,
dan orang yang loba mengutuki dan menista TUHAN.

4 kata orang fasik itu dengan batang hidungnya ke atas:
“Allah tidak akan menuntut!
Tidak ada Allah!”, itulah seluruh pikirannya.

5 Tindakan-tindakannya selalu berhasil;
hukum-hukum-Mu tinggi sekali, jauh dari dia;
ia menganggap remeh semua lawannya.

6 Ia berkata dalam hatinya: “Aku takkan goyang.
Aku tidak akan ditimpa malapetaka turun-temurun.”

7 Mulutnya penuh dengan sumpah serapah,
dengan tipu dan penindasan;
di lidahnya ada kelaliman dan kejahatan.

8 Ia duduk menghadang di gubuk-gubuk,
di tempat yang tersembunyi ia membunuh orang yang tak bersalah.
Matanya mengintip orang yang lemah;

9 ia mengendap di tempat yang tersembunyi
seperti singa di dalam semak-semak;
ia mengendap untuk menangkap orang yang tertindas.
Ia menangkap orang yang tertindas itu
dengan menariknya ke dalam jaringnya.

10 Ia membungkus dan meniarap,
lalu orang-orang lemah jatuh ke dalam cakarnya yang kuat.

11 Ia berkata dalam hatinya: “Allah melupakannya;
Ia menyembunyikan wajah-Nya, dan tidak akan melihatnya untuk seterusnya.”

12 Bangkitlah, TUHAN! Ya Allah, ulurkanlah tangan-Mu,
janganlah lupakan orang-orang yang tertindas.

13 Mengapa orang fasik menista Allah,
sambil berkata dalam hatinya : “Engkau tidak menuntut?”

14 Engkau memang melihatnya, sebab Engkaulah yang melihat kesusahan dan sakit hati,
supaya Engkau mengambilnya ke dalam tangan-Mu sendiri.
Kepada-Mulah orang lemah menyerahkan diri;
untuk anak yatim Engkau menjadi penolong.

15 Patahkanlah lengan orang fasik dan orang jahat,
tuntutlah kefasikannya, sampai Engkau tidak menemuinya lagi.

16 TUHAN adalah Raja untuk seterusnya dan selama-lamanya.
Bangsa-bangsa lenyap dari tanah-Nya.

17 Keinginan orang-orang yang tertindas telah Kaudengarkan,
ya TUHAN;
Engkau menguatkan hati mereka,
Engkau memasang telinga-Mu,

18 untuk memberi keadilan kepada anak yatim dan orang yang terinjak,
supaya tidak ada lagi seorang manusia di bumi yang berani menakut-nakuti.

Tajuk :
Doa memohon pertolongan

Tema:
Doa Daud sewaktu tertindas

Latar belakang:
1. Catatan tentang kekacauan besar dalaman Israel sewaktu Daud melarikan diri.

2. Keadaan masyarakat waktu itu amat bersamaan dengan yang dikatakan dalam Amsal 1:10-19, di mana fasal ini memberi gambaran aspek kegelapan masyarakat pada waktu Daud.

3. Waktunya kira-kira 990 BC

Kategori:
Nyanyian mengikut abjad dan nyanyian ratapan peribadi

Hubungan dengan gulungan kitab lain :
1. Mazmur yang disusun mengikut abjad kesemuanya ada 9 buah : 9,10,25,34,37,111,112,119,145 dan fasal ini adalah satu daripadanya.

2. Fasal ini adalah sama dengan fasal sebelumnya, di mana kedua-duanya bertemakan pertentangan antara baik dengan jahat. Kemungkinan pada asalnya kedua-dua fasal ini adalah gabungan satu fasal.

3. Fasal ini mencatat-kisahkan keseksaan dalam manakala fasal 9 mencatatkan luaran.

Garis kasar:
1. Seruan meminta tolong dalam waktu kesesakan (1-11)
a. Memohon Tuhan jangan sembunyikan diri (1). Di dalam waktu-waktu kesesakan pujangga telah melihat bagaimana orang-orang fasik menang dan orang-orang benar pula menderita, dan terasa Allah itu begitu jauh lalu ia berseru-seru.

b. Mengadu tentang keadaan hati orang-orang fasik (2-6)
1)Congkak, sombong (2,3,4)
a) Memuji -muji keinginan hati
b) Loba
c) Dengan batang hidungnya ke atas

2) Tiada Tuhan dalam pandangan mata (3,13)

3. Mengakui diri sendiri cukup teguh (5-6)
a) Ia menganggap remeh semua lawannya
b) Menganggap diri sendiri selamat selama-lamanya
c) Mengadu tentang perbuatan orang-orang fasik (7-11)
1. Mulut penuh dengan sumpah
2. Membunuh orang yang tak bersalah
3. Mencelakai umat
4. Melakukan setiap jenis kejahatan (10-11)

2. Memohon Tuhan membela hak orang-orang bertindas (12-15)
a. Jangan lupakan orang-orang yang tertindas (12)
1) Bangkitlah, Tuhan
2) Ulurkanlah tanganMu

b. Tuntutkanlah perbuatan orang-orang fasik (13-15)
1) Uji hati manusia
2) Selidiki perbuatan dosa
3) Adapembalasan atas orang fasik

c. Bantulah anak-anak yatim yang tiada sandaran maupun penolong

3. Doa yang bermegah atas kemenangan iman (16-18)
a. Tuhan menjadi raja selama-lamanya (16) : Sebab bangsa-bangsa lenyap dari tanahnya.

b. Tuhan mendengarkan doa (17): Tuhan mengetahui keinginan hati orang-orang yang tertindas dan menguatkan hati mereka (Allah juga mengalakkan mereka)

c. Allah pasti membela (18) : Allah adalah pelindung kepada orang – orang lemah (anak yatim dan orang yang terinjak) supaya tidak ada lagi seorang manusiapun fi bumi yang berani menakut-nakutinya.

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 9

Allah, Pelindung orang-orang saleh (Maz 9: 1-21)

1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Mut-Laben, Mazmur Daud.

2 Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku,
aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib;

3 aku mau bersukacita dan bersukaria kerana Engkau,
bermazmur bagi nama-Mu, ya Mahatinggi,

4 sebab musuhku mundur,
tersandung jatuh dan binasa di hadapan-Mu.

5 Sebab Engkau membela perkaraku dan hakku,
sebagai Hakim yang adil Engkau duduk di atas takhta.

6 Engkau telah menghardik bangsa-bangsa,
telah membinasakan orang-orang fasik,
nama mereka telah Kauhapuskan
untuk seterusnya dan selama-lamanya;

7 musuh telah Kauruntuhkan;
menjadi timbunan puing senantiasa,
kota-kota telah Kauruntuhkan;

8 Tetapi TUHAN bersemayam untuk selama-lamanya,
takhta-Nya didirikan-Nya untuk menjalankan penghakiman.

9 Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan
dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.

10 Demikianlah TUHAN adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak,
tempat perlindungan pada waktu kesesakan.

11 Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu,
sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.

12 Bermazmurlah bagi TUHAN, yang bersemayam di Sion,
beritakanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa.

13 sebab Dia, yang membalas penumpahan darah,
ingat kepada orang yang tertindas;
teriak mereka tidaklah dilupakan-Nya.

14 kasihanilah aku, ya TUHAN;
lihatlah sengsaraku, disebabkan oleh orang-orang yang membenci aku,
ya Engkau, yang mengangkat aku dari pintu gerbang maut,

15 supaya aku menceritakan segala perbuatan-Mu yang terpuji
dan bersorak-sorak di pintu gerbang puteri Sion
kerana keselamatan yang daripada-Mu.

16 Bangsa-bangsa terbenam dalam pelubang yang dibuatnya,
kakinya tertangkap dalam jaring yang dipasangnya sendiri.

17 TUHAN telah memperkenalkan diri-Nya, Ia menjalankan penghakiman;
orang fasik terjerat dalam perbuatan tangannya sendiri.

18 Orang-orang fasik akan kembali ke dunia orang mati,
ya, segala bangsa yang melupakan Allah.

19 Sebab bukan untuk seterusnya orang miskin dilupakan,
bukan untuk selamanya hilang harapan orang sengsara.

20 Bangkitlah, TUHAN, janganlah manusia merajalela;
biarlah bangsa-bangsa dihakimi di hadapan-Mu!

21 Biarlah mereka menjadi takut, ya Tuhan,
sehingga bangsa-bangsa itu mengakui,
bahwa mereka manusia saja.

Tajuk:
Memuji keadilan perbuatan Allah

Tema:
Daud memuji keadilan Tuhan

Latar belakang:
1. Ada orang beranggapan ianya ditulis Daud sewaktu dia mengimbas kembali bagaimana umat Israel masuk ke dalam tanah Kanaan dan menumpaskan penduduk tanah tersebut.

2. Mengikut Kitab Perjanjian Lama di dalam bahasa Kasdim (diterjemahkan selepas umat Israel kembali dari pembuangan di Babel), ada lampiran yang berkata fasal ini berkaitan dengan peristiwa Daud membunuh raksaksa Goliat. Namun di dalam mazmur Daud ini, dia tidak mengungkitkan nama Goliat,
melainkan dia mengempunyakan segala kemuliaan kepada Tuhan.

3. Waktunya kira-kira 990 ataupun 980 BC

Kategori:
1. Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu : Mut-Laben. ‘Lut-Laben’ mempunyai maksud kematian anak, di mana ianya memperingati waktu keluar dari Mesir, Tuhan memanifestasikan keadilan, membunuh anak-anak sulung Mesir dan umat beroleh kemenangan lalu memuji Tuhan. Tergolong khas sebagai nyanyian untuk dinyanyikan.

2. Isi kandungannya tergolong sebagai nyanyian pujian peribadi.

Hubungan dengan gulung kitab lain:
Disusun mengikut susunan abjad sama seperti fasal 10,25,34,37,111,112,119,145 dan isi kandungannya amat mirip kepada nyanyian pujian Daud di 2 Sam fasal 22.

Garis kasar:
1. Aku mau memuji Tuhan (2-3)
a. Menceritakan (tell) : segala perbuatan Allah yang ajaib (boleh diketahui dari ayat 4-7)
b. Bersukacita (rejoice): Bersukacita dan bersukaria kerana Tuhan, di mana ini diperolehi dengan hidup di dalam Tuhan.
c. Bermazmur (sing praise) : Sebab nama yang mahatinggi adalah termulia dan penuh kuasa (Ibr 1:4)
d. Bersyukur (praise): Bersyukur dengan segenap hati (2) adalah pelakuan iman.

2. Bersyukur kerana Allah ialah Hakim yang adik (4-7). Percaya kepada janji ~ Bersyukur atas janji yang belum diperolehi ~ menanti dengan sabar ~ beroleh kelegaan / perhentian.
a. Allah membela perkaraku dan hakku (5)
b. Musuh pasti binasa (4,6,7)

3. Menceritakan bahwa Allah ialah raja yang adil
a. Allah akan menghakimi bangsa-bangsa dengan keadilan (8-9)
b. Tuhan menjadi tempat perlindungan orang yang terinjak (10-11)
c. Tuhan mendengar teriak orang yang tertindas (12-13)

4. Bersukaria kerana Tuhan pasti melaksanakan keadilan (14-17)
a. percaya dengan yakin Allah pasti selamatkan aku (14-15)
1. Menyelamatkan aku dari pintu gerbang maut
2. Aku mau menceritakan segala perbuatan Allah yang terpuji.

b. Bangsa-bangsa lain pasti mendapat balasan setimpal dengan perbuatan mereka (16-17)
1) Terbenam dalam pelubang yang dibuatnya.
2) Kaki tertangkap dalam jaring yang dipasangnya sendiri
3) Allah memanifestasikan keadilan

5. Bermazmur memuji Allah mengasingkan antara yang baik dengan jahat (18-21)
a. kesudahannya ketara (18-19)
1) Orang-orang fasik kembali ke dunia orang mati
2) Orang-orang benar ada pengharapan

b. Perbezaan ketara antara Allah dengan manusia (20-21)
1) Allah menang untuk selama-lamanya
2) Orang-orang fasik cumalah manusia dan Daud berharap para musuh akan merendahkan diri, kenalpasti akan diri dan jadilah takut, lantas mengorak langkah berbalik kepada Tuhan.

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 8

Manusia hina sebagai makhluk mulia (Mazmur 8:1-10)

1 untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Mazmur Daud.

2 Ya TUHAN, Tuhan kami,
betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!

3 Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu
telah Kauletakkan dasar kekuatan kerana lawan-Mu,

4 Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu,
bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:

5 apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya?
Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?

6 Namun Engkau elah membuatnya hampir sama seperti Allah,
dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat,

7 Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu,
segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:

8 kambing domba dan lembu sapi sekalian,
juga binatang-binatang di padang,

9 burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut,
dan apa yang melintas arus lautan.

10 Ya,TUHAN, Tuhan kami,
betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!

Tajuk:
Apakah Manusia Ini?

Tema:
memuji Allah yang mengindahkan manusia yang seperti debu

Latar belakang:
Mazmur ini adalah ditulis oleh Daud pada suatu malam dia sedang menggembalakan domba pada masa mudanya. Pada suatu malam di bawah langit yang penuh bintang terang dan bulan menyinari, Daud duduk di atas padang rumput dan melihat keajaiban dan keagungan semesta alam lalu merujuk bandingkan dengan dirinya sendiri dan melihat kelemahan dan kehinaan dirinya dan apabila menguji hati dia terasa jelas-jelas disertai Tuhan pada setiap waktu. Di dalam keadaannya yang keseorangan dan kesepian dia telah fikir berulang-ulang tiga aspek, yakni Allah, manusia dan langit, lantas merasai sedalam-dalamnya rahsia kehidupan manusia. Soal tentang apakah manusia, dia tidak memahami mengenainya walaupun difikir. Kemudian, Roh Kudus menggerakkan, tiba-tiab keluhan diluahkan dari mulutnya: Ya Tuhan, Tuhan kami betapa mulianya namaMu di seluruh bumi. Soal yang tertanya-tanya di dalam hatinya kini terjawabkan lalu ia menulis mazmur ini.

Kategori:
Nyanyian ini tergolong sebagai nyanyian beralunankan alam semulajadi, juga nyanyian naratif.

Hubungan dengan gulungan kitab lain:
1.Mazmur yang beralunan tentang alam semula jadi kesemuanya ada 4 fasal : 19, 29, 104, 8 dan ada orang menggelar fasal 8 sebagai ‘Nyanyian waktu malam’ dan menggelar fasal 19 sebagai ‘Nyanyian waktu pagi’.
2. Fasal ini bernubuat tentang Tuhan Yesus dan dipetik-gunakan dalam Kitab Perjanjian Baru sebanyak 3 kali : Mat 21:16; Ibr 2:6-9; I Kor 15:27, menjelaskan tentang kekuasaan yang hilang pada Adam pertama tetapi diambil kembali Yesus, Adam kemudian; justeru ianya memuji kemenangan Kristus.

Garis kasar:
~ Pembuka fasal ini berbunyi : “Untuk pemimpin biduan menurut lagu : Gitit, Mazmur Daud”. Gitit kemungkinan ditujukan kepada sejenis alat muzik yang dibawa kembali dari Gat [tanah Filistin] ataupun gaya dan alat muzik tempat tersebut (I Sam 27:2)

1. Kemuliaan Allah (2-3)
a. NamaMu: Boleh diketahui daripada penciptaan langit dan bumi.
1) Betapa mulianya di seluruh bumi
2) Keagungan mengatasi langit

b. Kekuatan kuasaMu: Boleh diketahui daripada penebusan Tuhan
1) Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kau letakkan dasar kekuatan (Mat 11:25)
2) Membungkamkan musuh dan pendendam ( 1 Kor 1:27-28)

2. Kehinaan manusia (4-5)
a. Kebesaran langit
1) Langit buatan jariMu
2) Bulan dan bintang yang Kutempatkan

b. Betapa kecilnya umat manusia
1) Namun Allah mengidahkan

3. Pemberian Allah (6-9)
a. Allah memberikan kedudukan yang mulia dan hormat (6)
1) Hampir sama seperti Allah
2) Memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat

b. Allah memberikan kekuasaan yang mulia untuk berkuasa di atas segala yang diciptakanNya (7-9)
1) Segala kambing domba, lembu sapi, juga binatang-binatang di padang
2) Burung-burung di udara
3) Ikan-ikan di laut
~ Kauletakkan dibawah kakiNya

4. Nama mulia Tuhan
~ Betapa mulianya di seluruh bumi

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 7

Allah, Hakim yang adil (Mazmur 7:1-18)

1 Nyanyian ratapan Daud, yang dinyanyikan untuk TUHAN kerana Kush,
orang Benjamin itu.

2 Ya TUHAN, Allahku, pada-Mu aku berlindung;
selamatkanlah aku dari semua orang yang mengejar aku
dan lepaskanlah aku,

3 supaya jangan mereka seperti singa menerkam aku
dan menyeret aku, dengan tidak ada yang melepaskan.

4 Ya TUHAN, Allahku, jika aku berbuat ini:
jika ada kecurangan di tanganku.

5 jika aku melakukan yang jahat terhadap orang yang hidup damai dengan aku,
atas merugikan orang yang melawan aku dengan tidak ada alasannya.

6 maka musuh kiranya mengejar aku sampai menangkap aku,
dan menginjak-injak hidupku ke tanah,
dan menaruh kemuliaanku ke dalam debu.

7 Bangkitlah, TUHAN, dalam murka-Mu,
berdirilah menghadapi geram orang-orang yang melawan aku,
bangunlah untukku, ya Engkau yang telah memerintahkan penghakiman!

8 Biarlah bangsa-bangsa berkumpul mengelilingi Engkau,
dan bertakhtalah di atas mereka di tempat yang tinggi.

9 TUHAN mengadili bangsa-bangsa,
Hakimilah aku, TUHAN, apakah aku benar,
dan apakah aku tulus ikhlas.

10 Biarlah berakhir kejahatan orang fasik,
tetapi teguhkanlah orang yang benar,
Engkau yang menguji hati dan batin orang,
ya Allah yang adil.

11 Perisai bagiku adalah Allah,
yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati;

12 Allah adalah Hakim yang adil
dan Allah yang murka setiap saat.

13 Sungguh, kembali ia mengasah pedangnya,
melentur busurnya dan membidik.

14 Terhadap dirinya ia mempersiapkan senjata-senjata yang mematikan,
dan membuat anak panahnya menjadi menyala.

15 Sesungguhnya, orang itu hamil dengan kejahatan,
ia mengandung kelaliman dan melahirkan dusta.

16 Ia membuat lobang dan menggalinya,
tetapi ia sendiri jatuh ke dalam pelubang yang dibuatnya.

17 Kelaliman yang dilakukannya kembali menimpa kepalanya,
dan kekerasannya turun menimpa batu kepalanya.

18 Aku hendak bersyukur kepada TUHAN kerana keadilan-Nya,
dan bermazmur bagi nama TUHAN, yang mahatinggi.

Tajuk :
Allah ialah Hakim yang mahal adil

Tema:
Pembalasan ada pada Tuhan, Allah pasti membalas

Latar belakang:
1. Pada waktu tersebut Kusy, orang Benjamin telah menganianya Daud

2. Mengikut catatkan Kitab Suci di dalam seumur hidupku, Daud tidak pernah disusahkan oleh orang Kusy berkenaan. Tetapi:
a. Raja Saul adalah dari suku Benyamin (1 Sam 10:20). Yang paling keras menganianya Daud adalah Saul

b. Simei juga seorang dari suku Benyamin. Sewaktu Daud melarikan diri dan jatuh dalam penderitaan, dia pernah mengejarnya dan menyerang Daud, bahkan mengambil batu-batu ingin melempari Daud sampai mati (2 Sam 16:5-14)

c. Kemudian, Simei sendiri melarikan diri lalu dibunuh oleh raja Salomo, anak Daud. Allah telah membalaskan dosa Simei tersebut. Merujuk kepada 3 butir tersebut kemungkinan besar Kusy, orang Benyamin yang dimaksudkan dalam fasal ini ialah Simei.

Kategori:
Nyanyian penghakiman, nyanyian ratapan peribadi.

Hubungan dengan gulungan kitab lain:
Terdapat 8 fasal Mazmur yang berkaitan dengan pengalaman Daud dianiayai raja Saul : 7,59,56,34,57,142,54,52.

Garis kasar:
(Nyanyian ratapan mempunyai maksud ‘memuji’ atau ‘kuat suara’, nyanyian bermelodi pendek)

1. Memohon Tuhan menyiasat sejelas-jelas keadaan kesesakanku (2-6)
a. Musuh mengejar aku
~ selamatkanlah aku

b. Seperti singa musuh menerkam aku
~ Tidak ada yang melepaskan aku

c. Musuh membalas kebaikan dengan kejahatan (4-6)
~ Kemuliaanku habis lenyap

2. Memohon Tuhan melaksanakan penghakiman secara adil (7-10)
a. Berdirilah menghadapi geram orang-orang yang melawan aku (7)

b. Adilah bangsa-bangsa (8-9)
1) Menurut kebenaranKu
2) Menurut ketulus-ikhlasanKu

c. Selamatkanlah orang yang benar (10)
1) menguji hati manusia
2) Akhiri kejahatan

3. Percaya dengan yakin Tuhan pasti melaksanakan penghakiman (11-12)
a. Perisai bagiku adalah Allah
~ Selamatkan orang-orang yang tulus hati

b. Allah adalah hakim yang adil
~ Allah murka setiap saat terhadap orang-orang jahat